82567 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Dan Penggunaan Potensi Biji Pinang Sebagai Obat Cacing Pita Dalam Rangka Peningkatan Performan Ayam Petelur Di Kecamatan Mantub Kabupaten Lamongan
Lamongan adalah salah satu kabupaten di Jawa Timur yang memiliki potensi ekonomi yang memadai untuk pengembangan petemakan ayam baik ayam petelur maupun pedaging. Beberapa kendala yang dihadapi dalam pengembangan petemakan ayam petelur di kabupaten Lamongan antara lain sumber daya manusia, modal usaha dan managemen kesehatan. Kendala dalam managemen kesehatan adalah penyakit yang sering menimbulkan masalah terutama dalam penurunan produksi, pembengkakan biaya produksi untuk pengobatan dan kualitas produk yang dihasilkan. Salah satu penyakit yang sering di jumpai di petemakan ayam petelur adalah cacingan. Siklus peremajaan pada ayam petelur yang berjalan cukup lama (± 1,5 - 2 tahun) menjadikan penyakit yang bersifat kronis seperti infeksi cacing seringkali menginfeksi ayam petelur. Penyakit cacingan ini biasanya bersifat kronis yang secara sepintas tidak begitu tampak efeknya, akan tetapi secara nyata bila dihitung secara seksama akan terlihat jelas kerugian yang ditimbulkan dimulai dari penurunan efisieosi penggunaan pakan karena penurunan penyerapan nutrisi akibat kerusakan mukosa usus serta penurunan performan a yam .. Sal ah satu usaha dalam menekan biaya produksi dalam program reguler pengobatan infeksi cacing dapat dilakukan dengan memanfaatkan tanaman tradisional yang banyak tersedia disekitar kecamatan Mantub dan relative murah, yang dapat digunakan untuk mengobati infeksi cacing pita sebagai pengganti obat cacing sintesis buatan pabrik yang cukup mahal
Pengaruh Kunjungan Rumah Perawat Terhadap Sikap Keteraturan Penderita Kusta Dalam Mengikuti Program Pengobatan Multi Drug Therapy (MDT) Di Puskesmas Alak-Kota Kupang NTT Penelitian Quasy Experimental
Leprosy is a contagious disease that poses a complex problem and is generally found in developing countries due to limitations in providing adequate services. Patient regularly is needed in the fol low treatment program of Multi Drug Therapy (MDT). Irregular treatment can increase the default case. The purpose of th is study research was to ana lyze effect of nurse home visit to attitude regul arly patient in fo llow treatment Multi Dnig Therapy in PHN Alak-City of Kupang, East Nusa Tenggara. This research was a quasy-experimental study with pre and post-test control group design. Popu lation in this study comprised Paucibaci llary and Multibaci ll ary leprosy patient. They were enro ll ed using totally sampling. Sixteen respondents were available. Eight respondents served as the treatment group and control group consisted of the other 8 respondents. Instrument on lhe independent variables of this research was the implementation of nurse home visit strategies in the fo llow treatment Multi Drug Therapy, while the instrument in the dependent variable was the attitude regularly. Data were analyzed using the Wilcoxon Signed Rank Test and Mann-Whitney U Test. The result of the nurse home visit to attitude regularly leprosy patient in PHC Alak-City of Kupang, East Nusa Tenggara revealed difference between pretest and post-test in the treatment group and the result was significant (p=O,O 11 ). Whereas, in control group pre-test and post-test result were not significant (p=0,206). The re lationship between treatment group and control group was sign ificant (p=0,000), showi ng the effect of the nurse home visit on the attitude regularly among leprosy patients in PHC Alak-City of Kupang, East Nusa Tenggara. It can be concluded that nurse home visit can affect the attitude regularly pat ient in follow treatment program ~'lulti Drug Therapy in leprosy patient. It was suggested that nurse should do a home visit and give health education. Flllther research should involve behavior in fo llow treatment Multi Drug Therapy
Analisis Perilaku Keluarga Terhadap Pelaksanaan Imunisasi Hepatitis B Pada Bayi Umur 0-7 Hari Di Puskesmas Banjarbaru Kalimantan Selatan: Peelitian Analitik
Result of coverage immunization hepatitis B at baby old age 0-7 day in Indonesia still less than 80 % from expected goals. Result of coverage immunization hepatitis B at baby old age 0-7 day in Puskesmas Banjarbaru Town of Banjarbaru Kalimantan South until year 2008 still under 40%. Cause of unseccesfully of giving imunization hepatitis B at baby old age 0-7 day is behavior of family. This research aimed to explain behavior of family in execution immunization hepatitis Bat baby old age 0-7 in region of Puskesmas Banjarbaru. Design used this descriptive analytic design. The population is family owning baby old age 8-30 day exist in region of Puskesmas Banjarbaru Town of Banjarbaru Kalimantan South, total sample was 30 responden. Research variable where behavior of family in practice immunization hepatitis B at baby old age 0-7 day, covering variable sub, knowledge, attitude, and practice in immunization hepatitis B at baby old age 0-7 day. Data collecting with kuesioner and analysed by using statistical test chi-square with level of significance< 0,05. Result of research showed have correlation knowledge with attitude about immunization hepatitis B at baby old age 0-7 day (x2 = 0,000). There have correlation knowledge with family practice with giving immunization hepatitis B at baby old age 0-7 day (x2 = 0,015). There have correlation attitude with family practice with giving immunization hepatitis B at baby old age 0-7 day (x2 = 0,000). Require to education of health with pregnant mother and family and also socialization with midwife or nurse of hospital, chilbirth clinic, midwife of praktik about execution immunization hepatitis Bat baby old age 0-7 day
PERASAN BUAH MENGKUDU (Morinda citrifolia) UNTUK MENINGKATKAN POTENSI FUROSEMID DAN HIDROKLOROTIAZID SEBAGAI DIURETIK TERHADAP TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bahwa pemberian perasan buah mengkudu dapat meningkatkan potensi diuresis Furosemid dan Hidroklomtiazid pada tikus putih. Perlakuan pertama pemberian perasan buah mengkudu, kedua Furosemid, ketiga Hidmklorotiazid, keempat perasan buah mengkudu dan Hidroklorotiazid dan yang kelima perasan buah mengkudu dan Furosemid. Setelah diberi perlakuan, dilakukan penampungan urin selama lima jam dalam kandang metabolisme. Rancangan yang digunakan dalam percobaan ini adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan lima kali ulangan. Data yang didapat dianalisis dengan Sidik Ragam dilanjutkan Uji Jarak Berganda Duncan. Hasil dari Uji Jarak Berganda Duncan menunjukkan pemberian perasan buah mengkudu dan Hidroklorotiazid terdapat kenaikan potensi yang nyata pada Hidroklorotiazid. Pemberian perasan buah mengkudu dan Furosemid terdapat penurunan potensi yang nyata pada Furosemid
RASIO SPERMATOZOA X DAN Y SAPI PERAH SETELAH PEMAPARAN SINAR ULTRA VIOLET
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh jarak penyinaran sinar ultraviolet (UV) terhadap rasio spermatozoa X dan Y, motilitas dan daya hidup spermatozoa sapi perah Friesian Holstein. Bahan utama penelitian berupa semen segar sapi perah yang diperoleh dari Taman Temak Pendidikan (Teaching Farm) FKH Unair Surabaya. Bahan pengeneer yang digunakan adalah PBS Dulbeccos dengan perbandingan 1: 1. Sampel dibagi menjadi empat kelompok perlakuan, yaitu kelompok PO sebagai kontrol (tanpa penyinaran sinar UV), kelompok perlakuan I (P 1) dengan jarak penyinaran 15 em, kelompok perlakuan II (P2) dengan jarak penyinaran 20 em, dan kelompok perlakuan III (P3) denganjarak penyinaran 25 em. Penyinaran sinar UV dilakukan pada masing-masing ke1ompok perlakuan selama 5 menit. Pengamatan motilitas dilakukan seeara natif menggunakan mikroskop dengan perbesaran 400X. Pengbitungan persentase spermatowa hidup dan ukuran kepala spermatozoa dilakukan dengan membuat preparat ulas memakai zat wama eosin negrosin. Identifikasi spermatozoa X dan Y didasarkan atas ukuran (panjang kali lebar) kepala spermatozoa. Spermatozoa X adalah spermatozoa yang mempunyai ukuran kepala lebih besar atau sarna dengan ukuran kepala rata-rata dari 100 hitungan spermatozoa hidup. Spermatowa Y adalah spermatowa yang mempunyai ukuran kepala lebih kecil dari ukuran kepala rata-rata dari 100 hitungan spermatozoa hidup. Data hasil penelitian disajikan dalam bentuk deskriptif berupa persentase spermatowa motil, persentase spermatowa hidup, dan rasio spermatozoa X dan Y. Data tersebut dianalisis dengan ANOVA satu arab menggunakan SPSS 10.0 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan motilitas (pO,05)
Peran Religiusitas Terhadap Regulasi Emosi (Strategi Cognitive Reappraisal Dan Expressive Suppression) Siswa SMA Berbasis Agama Di Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk menginvestigasi peran religiusitas dalam regulasi emosi siswa SMA yang berbasis agama "X" di Surabaya, khususnya dalam konteks penggunaan strategi cognitive reappraisal dan expressive suprression. Regulasi emosi merupakan proses penting dalam lingkup Pendidikan karena siswa menghadapi berbagai tantangan emosional.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif. Responden adalah siswa SMA "X" di Surabaya. Alat pengumpulan data berupan Emotion Regulation Questionnaire oleh Gross (2003) dan Centrality of Religiosity Scale oleh Huber (2012). Teknik statistik yang digunakan adalah regresi sederhana.
Dari hasil analisis ditemukan bahwa terdapat peran antara religiusitas terhadap masing-masing strategi regulasi emosi pada siswa SMA berbasis agama “X” Surabaya. Penelitian ini menunjukkan bahwa religiusitas berperan secara positif sebesar 28,4% dengan nilai sig 0,001<0,005. Sebaliknya, religiusitas berperan negatif terhadap strategi expressive suppression sebesar 5,7% dengan nilai sig 0,004<0,005. Penelitian ini memberikan kontribusi dalam memperluas pemahaman tentang keterkaitan antara religiusitas, dan regulasi emosi dalam konteks pendidikan berbasis agama
Hubungan Loneliness dengan Psychological Well-being Pada Lansia
Masalah kesepian atau loneliness pada lansia di Indonesia merupakan masalah psikososial terbesar kedua setelah masalah pelupa. Banyak lansia yang mengalami kesepian bermula dari munculnya perasaan kehilangan dan kurangnya dukungan sosial dari lingkungan sekitar. Apabila kondisi ini tidak segera teratasi maka lansia tidak akan mengalami psychological well-being. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisa hubungan loneliness dengan psychological well-being pada lansia. Metode penelitian yang digunakan adalah literatur review. 10 artikel jurnal yang sudah diseleksi menunjukkan hasil bahwa terdapat hubungan yang kuat antara loneliness dengan psychological well-being pada lansia. Semakin rendah tingkat kesepian yang dirasakan lansia maka akan semakin tinggi psychological well-being yang dirasakan lansia tersebut, begitu juga sebaliknya. Dengan kemampuan untuk membentuk hubungan yang baik dengan orang di sekitarnya, kebanyakan lansia akan merasakan kesepian atau loneliness rendah karena lansia tersebut memiliki orang untuk berbagi dan dapat dengan mudah menyuarakan pendapatnya tanpa merasa terhalang atau terabaikan sehingga memunculkan psychological well-being yang baik
Gambaran Koping Stres pada Individu Homoseksual yang Mengalami Cyberbullying: Naratif Review
Homoseksual merupakan kelompok minoritas seksual yang sering mengalami perundungan siber (Cyberbullying). Tujuan dari review naratif ini adalah untuk menemukan berbagai literatur yang membahas terkait koping stress individu homoseksual yang mengalami perundungan siber sehingga dapat membantu peneliti untuk menentukan penelitian skripsinya. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah review naratif (narrative review) dengan pendekatan kualitatif deskriptif. Protokol yang digunakan adalah PRISMA flowcharts diagrams dan The Center for Review and Dissemination dan the Joanna Briggs Institute Guideline dalam proses asesmen kualitas penelitian. Kemudian strategi untuk pencarian literatur ini yaitu berdasarkan analisa dalam kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan berdasarkan bahasa, tipe dari artikel, populasi dan sampel, dan tahun dari publikasi. Hasil keseluruhan dari artikel-artikel yang diperoleh adalah 34 artikel. Kemudian artikel-artikel tersebut diseusaikan menurut kriteria inklusi sehingga mendapatkan 10 artikel. Lalu duplikasi telah diambil keluar sehingga menyisakan 10 artikel. Kemudian melakukan peninjauan judul dan abstrak sehingga didapatkan 7 artikel yang sesuai
Hubungan Pengetahuan dengan Perilaku Sehat Pasca Vaksinasi COVID-19.
Pengetahuan menjadi hal penting untuk membentuk perilaku sehat, khususnya dalam konteks pandemi COVID-19. Sayangnya, tidak semua tempat memiliki kondisi yang sama, terutama setelah program vaksinasi COVID-19 dilakukan di berbagai wilayah dunia. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara pengetahuan dengan perilaku sehat masyarakat pasca vaksinasi COVID-19. Penelitian cross-sectional dilakukan dengan metode sruvei. Sampel diambil secara non-acak di wilayah Provinsi Jawa Timur. Uji deskriptif, komparatif, dan korelasi kontingensi C digunakan dalam analisis penelitian ini. Dari 208 partisipan, ditemukan hasil bahwa tidak ada bukti pengetahuan berhubungan dengan perilaku sehat. Hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan saja tidak cukup untuk membentuk perilaku sehat. Perlu adanya penekanan lebih kuat agar masyarakat tetap berperilaku sehat dan menjadikannya sebagai gaya hidup sehari-hari
Teknik Pendederan Ikan Wader Cakul (Puntius binotatus) di Unit Pelaksana Teknis Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Pasuruan - Jawa Timur
Ikan wader cakul (Puntius binotatus) merupakan jenis ikan lokal konsumsi yang banyak digemari namun memiliki nilai produksi yang terbatas. Cara untuk memenuhi kebutuhan ikan wader cakul selama ini masih didapat dari hasil tangkapan. Upaya untuk peningkatan ketersediaan benih dengan baik yakni melalui kegiatan pendederan. Pendederan adalah upaya pemeliharaan larva hingga menghasilkan benih yang siap dipelihara dikolam pembesaran pembesaran. Kegiatan pendederan menghasilkan produk benih berkualitas unggul seperti memiliki ukuran dan umur yang seragam.
Tujuan dilakukan kegiatan Praktek Kerja Lapang mengenai teknik pendederan ikan wader cakul (Puntius binotatus) di UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Pasuruan, Jawa Timur untuk mengembangkan pengetahuan, keterampilan, faktor keberhasihan dan kendala yang muncul selama kegiatan berlangsung. Praktek Kerja Lapang dilaksanakan pada tanggal 24 Juni – 24 Agustus 2024. Metode yang digunakan berupa metode deskriptif melalui pengambilan data yang meliputi data primer dan data sekunder melalui obeservasi, partisipasi secara aktif, wawancara, dan studi literatur.
Teknik Pendederan ikan wader cakul (Puntius binotatus) di UPT Laboratorium Kesehatan Ikan dan Lingkungan Pasuruan dilakukan dengan melakukan persiapan kolam (pengeringan, pengapuran, pemupukan, pengisian air), penebaran larva, manajemen pemberian pakan, pengukuran pertumbuhan, manajemen kualitas air, pengendalian hama dan penyakit dan pemanenan benih wader cakul. Pendederan atau penebaran larva pada pagi hari ketika larva memiliki pergerakan aktif. Jumlah padat tebar 130.186 ekor dan SR 80%. Pemberian pakan menggunakan metode blind feeding dan biomass dengan dosis pakan FR 10% dan frekuensi pemberian dua kali sehari. Pengukuran pertumbuhan dilakukan secara sampling 10 ekor setiap 1 minggu sekali dengan panjang mutlak 2,99 cm dan berat mutlak 0,5006 gram, SGR sebesar 4%. Melakukan pengecekan kualitas air berupa suhu, pH dan DO setiap 1 minggu sekali pada pagi dan sore. Suhu pendederan antara 25,2 – 31,5?C, pH antara 7,81 – 8,7 dan DO kolam pendederan antara 7,39 - 15,16 mg/l. Pemanenan benih dilakukan pada pagi hari