82567 research outputs found
Sort by
PREVALENSI Stopllylococcus allreus PADA SUSU YANG BERASAL DARI AMBING SAPI PERAH SEHAT DI SURABAYA DAN KEPEKAANNYA TERHADAP BEBERAPA ANTIBIOTlKA
Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat penyebaran Staphylococcus aureus pada susu sapi perah sehat di bebempa petemakan sapi perah Surabaya serta kepekaannya terbadap beberapa antibiotika yang umum digunakan untuk tempi mastitis. Staphylococcus aureus didapat dari 108 sampel susu yang berasal dari 108 kuartir sapi perah petemakan sapi perah di Bendul Merisi, Jemur Sari, dan Wonocolo setelah dilakukan isolasi dan identifikasi dari media umum hingga yang paling selektif, antara lain: isolasi pada media Nutrient Agar (NA), isolasi pada media Blood Agar (BA), pewamaan Gram, uji katalase, uji fermentasi pada media Mannitol Salt Agar (MSA), dan uji koagulase. lsolat murni yang dihasilkan kemudian diuji kepekaannya terhadap antibiotika yang memiliki cincin P-laktam menggunakan metode Kirby-Bauer Agar disk difusi. Penelitian ini didapatkan 15% sampel positif mengandung Staphylococcus aureus dari petemakan A, yang mana 33.33% telah resisten terhadap penicillin G, terhadap ampicillin belum satupun yang resisten, sisanya pada tingkat intermediate (33.33%) dan sensitif (66.67%), dan terhadap methicillin 100010 masih sensitif. Petemakan B menghasilkan 36.84% samplel yang positif, yang mana diantaranya 85.71 % telah resisten terbadap penicillin G dan masing-masing 7.14% untuk intermediate dan sensitif. Peternakan C mendapatkan 20% sampel positif, 50% diantaranya telah resisten terhadap penicillin G, 25% intermediate terhadap ampicillin, dan sisanya masih sensitif terbadap methicillin. Sampel di petemakan D seluruhnya tidak mengandung Staphylococcus aureus
Uji Tantang Pasteurella Multocida Pada Ayam Yang Telah Divaksinasi Terhadap Fowl Cholera
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sebesar besar pengaruh vaksinasi dalam melindungi ayam pedaging dari uji tantang Pasteurella multocida. Sejumlah 90 ekor ayam pedaging jenis CP 707 yang berumur 28 hari dibagi menjadi 3 bagian yaitu 30 ekor untuk penentuan LD 30 ekor untuk perlakuan atau divaksin, dan 30 ekor; untuk kontrol atau tanpa divaksin. Pada penentuan titer antibodi, masing-masing kelompok perlakuan dan kontrol diambil 10 ekor secara acak tiap minggu sampai minggu ke VI setelah vaksinasi
STUDI BANDING KUALITAS AKHIR YOGHURT DENGAN KUMAN STARTER STREPTOCOCCUS THERMOPHILUS LACT OBACILLUS BULGAR ICUS AT AU CAMPURANNYA
Penelitian 'ini bertujuan mengetahui pengaruh pemakaian berbagai bakteri starter terhadap kualitas akhir yoghurt.. Pengarnbilan sampel air susu secara acak, dengan mempertimbangkan bahwa setiap sampel air susu berasal dari sapi yang berbeda. Sebelum digunakan, air susu diuji kualitasnya. Pembuatan yoghurt dilakukan dengan menginokulasi starter sebanyak dua persen ke dalarn air susu. Rancangah percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap dengan lima perlakuan dan lima kali ulangan. Lima perlakuan yaitu yoghurt dengan starter £.thermophilus murni, L. bulgaric.a murni, campuran 2.thermoRhilus dan ~.bulgaricus dengan konsentrasi berturut-turut 1:1, 2:1 dan 1:2. Hasil peneli tian menunj'ukkan bahwa yoghurt yang di buat dengan starter campuran £.thermophilus dan 1.bulgaricus dengan konsentrasi 1:1 dan 2:1, memenuhi standar yoghurt yang baik
EFEKTIFITAS EKSTRAK BAWANG PUTIH (Allium sativum L.) TERHADAP TITER ANTIBODI AYAM BROILER YANG DIVAKSIN ND AKTIF
The aims of this research is know the effectiveness of garlic extract to increase chicken broiler's titer antibodies that vaccinated with live ND vaccine. This research uses four different groups of treatmen such us; PO, P 1, P2 and P3. Treatmen of garlic extracts is given when the age of the chicken is 7 to 35 days. Live ND vaccine is given when the age of the chicken is 4 days, the vaccine is given through the eye drops, other side, chicken with 21 days is given through drinking water. Broiler's titer antibodies can be checked on 4, 7, 21, 28 and 35 days. The data is analyzed by ANOV A and continued by BNJ. The result showed there is no significant differences between PO, PI, P2 and P3 on day of 21 and 28. The other hand there is significant differences between PO, Pl, P2 and P3 on day of 4, 7 and 35. ND's titer antibodies are maintained when the chicken is in the age of 35 days at P3 treatment. In conclusion, treatments with garlic extract can not increase broiler's titer antibodies that vaccinated with ND live
Analisis Faktor Kepatuhan Ibu Hamil dalam.Kunjungan Antenatal, Care Berdasarkan Health Belief Model: Penelitian Cross Sectional
Antenatal care is one of main preventif for pregnant woman to decrease
complication on pregnantcy. Some of them may cause a seriously problem.
The design of the study was descriptive analytic with cross-sectional
approach. The population was pregnant woman who had gestational age more
than 36 weeks. The 38 sample respondents were chosen by purposive sampling.
The independent variables in this study were perceived susceptibility, perceived
seriousness, perceived benefit, percieved barrier, and cues to action. The
dependent variable was compliance visits on antenatal care. The data were
collected by using questionnaire and analyzed by using chi square test with a
degree of significance a. < 0.05.
The results showed a correlation between perceived susceptibility factor (p
= 0.003), perceived seriousness (p = 0.000), perceived benefit (p = 0,000), and
perceived barrier (p=0,0 11) with compliance visits of antenatal care on pregnant
woman. The cues to action (p = 0.126) does not affect the pregnant women.
Some factors in health belief model have a correlation with compliance
visits of antenatal care on pregnant woman. To health care facilities are expected
to direct more pregnant women to be obedient in antenatal care visit trough the
approach of factors that may support and hinder compliance
KAJIAN DAYA BAKTERISIDAL EKSTRAK JAHE MERAH (Zingiber offtcinale Rose) TERHADAP KUMAN Salmonella pullorum SECARA IN VITRO
Penelitian ini bertujuan lmtuk mengetahui daya antibakteri ekstrak jahe merah (Zingiber officinale Rose) terhadap kmnan Salmonella pullorum seeara in vitro. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode dilusi dengan dua tahap ywtu penentuan Minimal inhibitory Concentration (MlC) dan Minimal Bactericidal Concentration (MBC). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Raneangan Aeak Lengkap dengan 10 perlakuan yaitu ektrak jahe merah konsentrasi 100%,50%,25%, 12.5%,6.25%,3.12%, 1.56%,0.78%,0.39%,0% dengan tiga kali ulangan. Isolat bakteri Salmonella pullorum yang digunakan adalah Strain II. Peubah yang diamati adalah konsentrasi minimal ektrak jahe merah yang dapat menghambat dan membunuh bakteri Salmonella pullorum. Data basil penelitian dianalisis dengan menggunakan analisis probit. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi minimal ekstrak jahe merah yang dapat menghambat pertumbuhan bakteri Salmonella pullorum adalah 8% sedang konsentrasi minimal perasan jahe merah yang dapat membunuh bakteri Salmonella pullorum adalah 25% karena pada konsentrasi 6% Salmonella pullorum masih dapat tumbuh sebesar 1% setelah dianalisis dengan menggunakan Fisher's Exaet Test
PENGARUH PEMBERlAN PAKAN KOMPLIT VETUNAIR TERHADAP DAYA CERNA BAHAN KERING DAN KONSUMSI PAKAN SERTA PERTAMBAHAN BERAT BADAN PEDET
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian pakan komplit Vetunair terhadap daya cerna bahan kering dan konsumsi pakan serta pertambahan herat badan petiet Penelitian ini menggunakan sembi Ian ekor pedet betina jenis Friesian Holstein berumur sekitar delapan bulan dengan herat badan awal antara 112-135 kg yang dibagi menjadi tiga perlakuan yaitu PO, PI dan P2. Penelitian dilakukan selama lima minggu, yaitu satu minggu pertama untuk adaptasi dan empat minggu selanjutnya perlakuan. Pengambilan sampel feses dilakukan pada minggu keempat periakuan. Konsumsi pakan dihitung setiap hari dan pengukuran berat badan dilakukan setiap dua minggu sekali selama perlakuan dengan menggunakan pita ukur. Pakan yang diherikan selama perlakuan adalah pakan komplit Vetunair 0 untuk PO, Vetunair I untuk PI dan Vetunair 2 untuk P2. Pakan komplit tersebut disusun dari beberapa jenis bahan baku berupa pakan hijauan, konsentrat, tetes, premik dan probiotik.yang berbeda formulanya. Terkecuali pakan komplit Vetunair 0, proses pengolahan pakan dilakukan dengan mencampur semua bahan baku dan selanjutnya diproses dengan metode fermentasi. Data yang diperoleh dianalisis dengan menggunakan Uji Kruskal- Wallis dan dilanjutkan dengan uji z Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemherian pakan komplit Vetunair berpengaruh terhadap daya cerna bahan kering, konsumsi pakan dan pertambahan berat badan pedet (p > 0,05)
PENDUGAAN BERAT BADAN KAMBING PERANAKAN ETTAWA ( PE ) BETINA PADA BERBAGAI TINGKAT UMUR BERDASARKAN BEBERAPA UKURAN TUBUHNYA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui cara pengukuran berat badan dengan mengetahui ukuran - ukuran tubuh kambing Peranakan Ettawa (PE) betina dan juga untuk mengetahui ukuran tubuh mana yang mempunyai korelasi paling kua( dengan berat badan.
Metode penelitian yang digunakan adalah dengan cara pengukuran dan penimbangan langsung terhadap semua parameter. Penelitian dilaksanakan di tiga petemakan yaitu petemakan kambing PE di Kedurus dan Tambak Wedi, Surabaya serta di UPT temak dan hijauan Singosari, Malang. Diperoleh 160 ekor kambing PE betinfl yang kemudian dibagi dalam empat kelompok umur yaitu
kelompok umur I _ <2 tahun sebanyak 59 ekor, 2 - <3 tahun sebanyak 17 ekor, 3 - <4 tahun sebanyak 64 ekor dan umur 4 tahun atau lebih sebanyak 25 ekor. Berdasarkan hasil uji regresi parsial antara lingkar dada dengan berat badan pada umumnya menunjukkan hubungan yang linier dan nyata (p < 0,05) kecuali pada kelompok umur 2 - <3 tahun. Panjang badan juga menunjukkan hubungan yang linier dan nyata (p < 0,05) dengan ber~t badan pada umur kurang
dari satu tahun tetapi tidak memiliki hubungan yang nyata pada umur lebih dari dua tahun. Sedangkan tinggi badan pada umumnya tidak memiJiki hubungan yang berarti dengan berat badan kecuali pada kelompok umur 3 - <4 tahun
Deteksi Dini Toksoplasmosis Pada Otak Mencit (Mus Musculus) Dengan Teknik Polymerase Chain Reaction (Pcr)
Toxoplasmosis is a zoonotic disease caused by intracellular parasite Toxoplasma gondii. Toxoplasmosis related to the presence of toxoplasmosis encephalitis that is often caused of death in people with AIDS. This research was aimed to determine the presence of beginning period T. gondii in the brain of mice by Polymerase Chain Reaction (PCR). Polymerase chain reaction has been extensively used for diagnosis recently because of its very high sensitivity and specificity. Eighteen of mice Balb/C were used in the research, each mouse was infected intraperitoneally with lx103 RH strain of T. gondii tachyzoites. Brain of mice samples were collected once every 12 hour. Brain samples were kept in -20°C, extraced DNA and then examined by PCR. In the process used PCR primers of specific T. gondii SAG-1. The PCR products were analyzed by electrophoresis. The data of the PCR product was analyzed descriptively. The result of the research showed that PCR 806 bp for band length indicated of T. gondii in the brain of mice. The result show that the presence of takizoit detected in the brain of mice on day 9 after infection
Pengaruh Pemberian Velpo Terhadap Resorbsi Embrio Bolwt Badan Dan Panjang Badan Fetus Tikus Putih (Rattus norvgcus).
Penelitian ini bertujuan mengatahui pengaruh pemberian Velpo tarhadap resorbsi embrio, bobot badan dan panjang badan fetus tikus putih (Rattus norvegicus). Sebanyak 14 ekor tikus putih betina dari 20 ekor jumlah semula dengan bobot badan 160-250 g. Selama percobaan tikus-tikus tersebut diberi pakan ayam Broiler I (511). Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengklap dengan ulangan tak sama. Perlakuan yang di berikan ada empat macam dosis, masing-masing adalah perlakuan kontrol ( hanya diberi NaCl fisiologis) , perlakuan I (pemberian cairan Velpo dengnn dosis 50 kali dosis manusia), perlakuan II (pemberian dosis 100 kali dosis manusia) dan perlakuan III (pemberian dosis 200 kali dosis ma.nusia). Hasil Penelitian menunjukkan tak ada pengaruh pemberian Velpo terhadap resorbsi embrio, bobot badan dan panjang badan fetus tikus putih