82567 research outputs found
Sort by
Hubungan Konsep Diri dan Religiusitas dengan Fashion Consciousness pada Perempuan Berhijab
Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara konsep diri dan religiusitas dengan fashion consciousness pada perempuan berhijab. Populasi dalam penelitian ini adalah perempuan Muslim berhijab usia 18-25 tahun sejumlah 226 partisipan. Penelitian ini menggunakan (1) Skala Konsep Diri; (2) the Centrality of Religiosity Scale (CRS); dan (3) the Fashion Consciousness Scale (FCS). Analisis data menggunakan software Jamovi versi 2.3.18.0 dengan uji korelasi Pearson’s product moment. Hasil analisis menunjukkan bahwa konsep diri dan fashion consciousness memiliki hubungan yang positif lemah, namun signifikan secara statistik (p-value <0,001 dan Pearson’s r = 0,261). Kemudian, religiusitas dan fashion consciousness memiliki hubungan positif yang sangat lemah, namun signifikan secara statistik (p-value = 0,004 dan Pearson’s r = 0,192). Oleh karena itu, dapat disimpulkan bahwa semua hubungan antar variabel menunjukkan hubungan signifikan positif. Artinya, semakin tinggi konsep diri dan religiusitas, semakin tinggi pula kecenderungan untuk sadar terhadap fashion, walaupun dampaknya relatif kecil
Eksplorasi Peran Self-talk Terhadap Precompetitive Anxiety Pada Atlet Esport: sebuah Review Tersistematisasi
Perkembangan industri olahraga saat ini mendorong munculnya bidang olahraga baru yaitu esport. Salah satu kondisi psikologis yang krusial dan berpengaruh pada performa atlet esport adalah precompetitive anxiety yaitu kecemasan yang dirasakan tepat sebelum pertandingan berlangsung. Jika dibandingkan dengan periode yang lain (masa latihan, ketika pertandingan berlangsung, setelah pertandingan) angka kecemasan menunjukkan angka tertinggi. Salah satu pendekatan psikologis yang mampu membantu mengelola kondisi ini adalah self-talk. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan eksplorasi pada efektivitas self-talk untuk mengelola kecemasan pra-kompetitif atlet esport, Metode systematized review dilakukan dengan mengikuti pedoman PRISMA 2020. Artikel yang diambil merupakan penelitian yang dipublikasikan dalam 10 tahun terakhir (2015–2025) dan menggunakan Google Scholar sebagai database utama. Kriteria inklusi meliputi penelitian yang melibatkan atlet esport aktif, pendekatan berupa teknik self-talk, dan pengukuran outcome kecemasan pra-kompetitif. Sebagai hasil screening data penelitian ini menggunakan lima hasil studi yang disintesis untuk menjawab pertanyaan penelitian skripsi ini. Hasil penelusuran menunjukkan bahwa sebagian besar penelitian menyatakan bahwa pendekatan self-talk mampu membantu atlet menurunkan precompetitive anxiety terutama jika disesuaikan dengan kondisi individu atlet. Temuan tersebut menunjukkan bahwa terdapat dua pendekatan self-talk yang dapat digunakan oleh atlet esport yaitu self-talk motivasional dan instruksional yang dapat diterapkan atlet dalam mengelola dampak kognitif dan emosi akibat tekanan yang dirasakan atlet sebelum berkompetisi dan mendukung integrasi pendekatan psikologis dalam pembinaan prestasi atlet esport
Pengaruh Self Efficacy terhadap Perencanaan Pensiun Pada Karyawan Tahap Establishment di PT X
Penelitian ini bertujuan menguji secara empiris pengaruh self efficacy terhadap perencanaan pensiun pada karyawan tahap establishment di PT X. Berdasarkan Self Determination Theory, self efficacy dapat berperan menjadi salah satu kebutuhan dasar psikologis, yaitu kebutuhan kompetensi. Dengan mempertimbangkan bukti empiris terkait ketidaksiapan pensiun karyawan, perencanaan pensiun pada tahap establishment (25-44 tahun) dianggap sebagai hal penting untuk dilakukan. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 106 karyawan yang bekerja di PT X. Partisipan merupakan karyawan yang berada di tahap establishment, yakni rentang usia 25-44 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah Process Retirement Planning Scale (PRePS) yang dikembangkan oleh Noone, dkk. (2010) dan General Self Efficacy Scale (GSE) yang dikembangkan oleh Novrianto, dkk. (2019). Hasil penelitian menunjukkan self efficacy (M = 24.80; SD = 5.64) paling berkontribusi terhadap perencanaan pensiun pada dimensi psikososial (M = 39.70; SD = 6.15), menjadikannya aspek dominan dalam perencanaan pensiun
Pengaruh Modal Psikologis dan Dukungan Sosial terhadap Gejala Depresi pada Mahasiswi Korban Kekerasan dalam Pacaran di Kota Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh modal psikologis dan dukungan sosial terhadap gejala depresi pada mahasiswi korban kekerasan dalam pacaran di Kota Surabaya. Kekerasan dalam pacaran merupakan isu serius yang banyak dialami oleh perempuan muda, khususnya mahasiswi. Pengalaman kekerasan tersebut dapat berdampak pada kesehatan mental, salah satunya gejala depresi. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan teknik survei terhadap 91 mahasiswi yang memenuhi kriteria sebagai korban kekerasan dalam pacaran. Hasil analisis regresi linear berganda menunjukkan bahwa modal psikologis (β = -0,438, p < 0,001) dan dukungan sosial (β = -0,233, p = 0,022) berpengaruh negatif signifikan terhadap gejala depresi. Artinya, semakin tinggi modal psikologis dan dukungan sosial yang dimiliki, semakin rendah gejala depresi yang dialami. Penelitian ini menegaskan pentingnya peran faktor protektif internal dan eksternal dalam mitigasi dampak psikologis kekerasan dalam pacaran
Peran Modal Psikologis dan Dukungan Sosial terhadap Academic Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir di Universitas X
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana modal psikologis dan dukungan sosial berperan dalam menurunkan academic burnout pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir di Universitas X. Academic burnout kerap dialami oleh mahasiswa akhir, yang dapat berdampak negatif pada kinerja akademik dan kesejahteraan psikologis. Modal psikologis dan dukungan sosial dipandang sebagai faktor protektif yang dapat mengurangi tingkat academic burnout dan meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sebanyak 107 mahasiswa yang menjadi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi penelitian ini cukup mampu menggambarkan data (F(2, 104)=36.0; p<0,001; R²=0.409) dan varians prediktor dapat menjelaskan 40,9% dari varians academic burnout dapat dijelaskan oleh kedua prediktor secara simultan, yakni modal psikologis dan dukungan sosial. Secara individu, dukungan sosial memiliki peran lebih besar (β=-3.657) dibandingkan modal psikologis (β=-0.387). Keduanya berperan dalam menurunkan tingkat academic burnout. Kesimpulannya, modal psikologis dan dukungan sosial memiliki peran pengaruh terhadap tingkat academic burnout pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir di Universitas X
GAMBARAN REGULASI EMOSI PADA PASIEN KANKER YANG MEMILIKI HEWAN PELIHARAAN
Pasien kanker kerap menghadapi tekanan emosional yang mengancam kualitas hidup dan pengobatan mereka, sehingga regulasi emosi menjadi krusial. Penelitian ini bertujuan memahami strategi regulasi emosi yang digunakan pasien kanker yang memiliki hewan peliharaan, serta mengeksplorasi peran emosional hewan dalam proses tersebut. Dengan pendekatan kualitatif studi kasus instrumental, lima partisipan dipilih melalui purposive sampling dan wawancara mendalam, lalu dianalisis secara tematik berbasis teori Gross (1998) yang mencakup 5 proses strategi: situation selection, situation modification, attentional deployment, cognitive change, dan response modulation. Hasil menunjukkan bahwa seluruh strategi digunakan secara aktif, dengan keterlibatan hewan peliharaan dalam setiap tahapan regulasi emosi. Hewan peliharaan berperan sebagai sumber kenyamanan, pengalihan atensi, dan makna positif, hingga membentuk proses regulasi emosi yang terintegrasi antara kapasitas individu dan dukungan emosional dalam hubungan manusia-hewan yang penuh keterikatan
CISSUS QUADRANGULARIS: OBAT HERBAL ALTERNATIF UNTUK PENANGANAN KASUS GANGGUAN KESEHATAN TULANG YANG POTENSIAL
Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah sangat mendukung penelitian di bidang naturopati dalam banyak hal. Apalagi Indonesia merupakan salah satu negara yang dikaruniai banYak tanaman obat yang berkhasiat. Obat-obatan herbal dikatakan lebih efektif dan memiliki lebih sedikit efek samping daripada obat-obatan konvensional, dan pengembangannya saat ini sedang berlangsung. Secara keseluruhan dari sudut pandang ilmu pengetahuan, hasil temuan dari penelitian ini membuktikan bahwa tanaman Cissus quadrangularis memiliki potensi yang cukup bagus sebagai obat alternatif dalam penanganan kasus-kasus gangguan tulang. Pemanfaatan tanaman-tanaman yang berkhasiat sebagai obat saat ini lebih banyak diminati, dengan alasan selain harganya relatif murah, obat-obat herbal juga lebih aman dibanding obat-obat kimia sintetik. Di bidang veterinary pengeluaran untuk pengobatan bagi hewan-hewan peliharaannya masih sangat diperhitungkan biayanya, oleh karena itu penggunaan obat herbal yang relative murah dengan potensi yang bagus akan menjadi pertimbangan yang akan dipilih. Penggunaan hewan model osteoporosis sebagai hewan coba, merupakan salah satu tahap uji klinis untuk menemukan atau memastikan efek klinik, farmakologik dan/atau farmakodinamik dan/atau mengidentifikasi reaksi yang tidak diinginkan, dengan tujuan memastikan keamanan dan efektifitas produk yang diteliti yang selanjutnya dapat dikembangkan menjadi produk yang dapat dimanfaatkan dalam bidang human medicine
INOVASI DALAM MENGHADAPI TANTANGAN DAN KEBUTUHAN PELAYANAN KESEHATAN PRIMER DI INDONESIA
Permasalahan Kesehatan di Indonesia ada di semua siklus kehidupan (ibu hamil, neonatus, bayi, anak, remaja, dewasa dan usia lanjut). Data capaian SnGs untuk mewujudkan Health for All masih harus diperjuangkan oleh semua pihak, baik pemerintah, organisasi non pemerintah yang peduli Kesehatan, akademisi Perguruan Tinggi dan individu, keluarga dan Masyarakat itu sendiri. Untuk membentuk sistem Kesehatan nasional (SKN) yang Tangguh di seluruh wilayah Indonesia yang sangat beragam (baik geografis, etnis dan budaya, serta latar belakang Pendidikan, pekerjaan) maka"layanan PHC wajib terus ditingkatkan (baik jangkauan, kualitas mutu pelayanannya termasuk sarana prasarana dan SDM nya). Untuk dapat meningkatkan mutu layanan diperlukan data internal (data layanan Kesehatan, rekam medik) yang terintegrasi (Sistem Informasi Manajemen) yang mempermudah data dianalisis menjadi informasi berharga bagi peningkatan mutu layanan. Karakteristik kekuatan layanan Kesehatan primer dalam memberdayakan individu, keluarga dan Masyarakat terus ditingkatkan untuk hidup sehat; demikian juga keterampilan SDM dan pelaksanaan skrining berbagai risiko penyakit/masalah Kesehatan, layanan yang koordinatif (intra- layanan primer maupun inter- layanan sekunder dan tersier), pelayanan komprehensif (pencegahan primordial, pencegahan primer, sekunder, tersier dan pencegahan kuarterner) diupayakan selalu di monitorinw- evaluasi dan ditingkatkan capaiannya. Pemerintah terus mengupayakan agar Masyarakat dengan strata ekonomi paling bawah secara bertahap mendapat bantuan jaminan Kesehatan Akademisi Perguruan Tinggi berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan, dan layanan Kesehatan Primer untuk melakukan studi terkait implementasi kebijakan kesehatan, progress capaiannya dan hasil analisisnya akan didiskusikan bersama pengambil kebijakan untuk memperbaiki program selanjutnya, seperti siklus PDSA (plan-do-study-act)
INOVASI PEMANFAATAN LlMBAH PERTANIAN DAN RUMAH POTONG HEWAN (RPH) MENJADI PAKAN TERNAK BERNUTRISI TINGGI
Penggunaan isi rumen fermentasi sebesar 5% menghasilkan protein pada kuning telur tertinggi, namun secara statistika tidak terdapat perbedaan secara signifikan pada semua perlakuan, atau boleh dikatakan penggunaan isi rumen fermentasi sampai 15% tidak mempengaruhi kandungan protein kuning telur. Hal yang berbeda didapatkan pada protein albumen (putih telur) yang mendapatkan hasil tertinggi pada pakan murni tanpa campuran isi rumen fermentasi. Hal ini bisa teIjadi karen a semua pakan perlakuan mengandung protein yang sama, yaitu 20%, namun kandungan serat kasarnya tidak sama. Semakin tinggi penggunaan isi rumen fermentasi, kandungan serat kasar semakin tinggi, sehingga kecernaannya bagi unggas semakin rendah. Dilakukan juga uji untuk merasakan telur rebus kepada responden, hasilnya menunjukkan bahwa penggunaan isi rumen fermentasi pada ransum puyuh menyebabkan aroma yang ?erbeda sehingga menjadi pilihan pada penggunaan 5-15%. Hasil ini menunjukkan bahwa isi rumen fermentasi dapat digunakan untuk menghemat pakan puyuh sebesar 15% dengan menghasilkan perform an produksi bagus tanpa mengganggu selera untuk mengonsumsinya
INOVASI PENGEMBANGAN LIPASE UNGGUL MELALUI TEKNOLOGI SKRINING MIKROBA DAN KLONING GEN
Penelitian ini telah dilanjutkan dengan produksi dan karakterisai lipase dari bakteri E. coli BL21 rekombinan. Pada perkembangan penelitian di masa yang akan datang, masih diperlukan proses optimasi media dan parameter fermentasi (pH, suhu, aerasi, dan waktu inkubasi) yang optimal untuk produksi lipase dalam skala besar. Upaya penjajakan dan kerjasama dengan berbagai pihak sangat diperlukan untuk mendapatkan mitra terutama dari industri dalam rangka mewujudkan upaya hilirisasi. Eksplorasi dan pengembangan lipase unggul berbasis sumber daya lokal merupakan langkah penting dalam mengurangi ketergantungan terhadap impor enzim. Dengan pendekatan berbasis bioteknologi, kolaborasi riset, dan dukungan kebijakan yang tepat, Indonesia dapat meningkatkan produksi enzim industri secara mandiri dan memperkuat daya saing industri nasional. Semoga upaya dan kerja keras ini akan menghasilkan sesuatu yang bermanfaat dan membawa nama baik Universitas Airlangga dan Indonesia