82567 research outputs found
Sort by
Hubungan Antara Tingkat Pengetahuan Dengan Perilaku Keluarga Klien Tb Paru Dalam Mencegah Penularan Di Wilayah·Kerja Puskesmas Pagesangan Kota Mataram Tahun 2002 (Penelitian Deskriptif)
The Lungs Tuberculosis problems is infection disease caused by microbe
Mycobacterium Tuberr:ulosis and i.e. under path respiration disease. Problems of
lungs tuberculosis disease is matter of healthy community. The observation has
purpose to study association between knowledge level and tinnily behavior of
lungs tuberculosis client to prevent infection at work area Puskesmas Pagesangan,
Mataram city 2002.
Observation design applied is cross sectional, sample taken from family of
lungs tuberculosis client at work area Puskesmas Pagesangan, Mataram city 2002
with number of sample 40 person. Data serve table form crossing by chi square
on SPSS 8. computer window program with significant level designed a = 0.05.
Observation result get, female respondent (55%), 16-25 years old (22.5%), 26-55
years old (77.5%), more than 55 years old (0%). SMPI SMU education level
(60%), without education (7.5%), private work (45%), PNS (25.5%). Nmnber of
respondent family association as child (52.5%), knowledge level enough (95%),
respondent behavior: active behavior (85%), association between knowledge level
and active behavior (87.5%).
Statistical test result a Chi Square indicate that there is association
significantly between knowledge level and family behavior of lungs tuberculosis
client to prevent infection at work area Puskesmas Pagesangan, Mataram city
2002.
Be get conclusion that knowledge level influence family behavior of lungs
tuberculosis client, in this case knowledge enough will help behavior family
behavior oflungs tuberculosis clien
Kecepatan Timbulnya Birahi dan Perubahan Kadar Protein Beserta Fraksi-fraksinya Dalam Serum Darah Kambing Kacang Betina Setelah Perlakuan Laserpunktur
Penelitian ini bertujuan untuk Inengetahui kecepatan timbulnya birahi dan perubahan kadar protein beserta fraksi-fraksinya (albumin dan globulin) pada kambing kacang bctina yang dikcnai pcrlakuan laserpunktur pada titik-titik reproduksinya.
Pada penelitian ini menggunakan 30 ekor kambing kacang betina dewasa yang sudah pemah beranak sekali yang terbagi menjadi tiga perlakuan. Diantara ketiga perlakuan menghasilkan ulangan atau contoh tidak sama sehingga terdapat 29 ulangan pada hewan coba. Ketiga perlakuan tersebut masing-masing adalah injeksi tunggal PGF2a intramuskuler yang merupakan kontrol (Po), laserpunktur I (Pi) pada tigabelas titik reproduksi, laserpunktur n ulangan I (Pii). Perlakuan laserpunktur diberikan setelah kambing dikenai penyerentakan birahi dengan injeksi tunggal PGF2a intramuskuler sehingga kambing akan memulai siklus birahi secara bersamaan. Pengumpulan data dilakukan tiap kali dengan melihat,
timbulnya gejala birahi yang nampak, selanj utnya data tersebut dianalisis menggunakan uji Anava dengan taraf signifikasi 5%, dan bila hasilnya didapatkan adanya perbedaan nyata maka dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil dengan taraf signifikasi 5%.
HasH yang diperoleh dari ketiga perlakuan tersebut untuk kecepatan timbulnya birahi adalah : kontrol (Po) (2050 ± 608,7641), laserpunktur I (Pi)
(3418,50 ± 833,3347), laserpunktur II (Pii) (2729,50 ± 354,7648), di mana diantara ketiga perlakuan menunj ukkan adanya perbedaan yang nyata, dengan timbulnya gejala birahi paling cepat pada perlakuan kontrol. Sementara untuk perubahan kadar protein dan fraksi-fraksinya (albumin dan globulin) adalah :
Protein kontrol (Po) (7,28 ± 1,1054), laserpunktur I (Pi) (7,35 ± 1,1559), laserpunktur II (PH) (7,53 ± 0.,6790)~ Albumin kontrol (Po) (2,78 ± 0,4410), laserpunktur I (Pi) (2,82 ± 0,7021), laserpunktur II (Pii) (3,15 ± 0,5380); Globulin kontrol (Po) (4,50 ± 0,9981), laserpunktur I (Pi) (4,53 ± 0',7197), laserpunktur II (Pii) (4,81 ± 0,5181), menunjukkan tidak adanya perbedaan yang nyata
PENGARUH MONOSODIUM GLUTAMAT TERHADAP KADAR GLUKOSA DARAH PADA TIKUS PUTIH (Rattus norvegicus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian Monosodium glutamat (MSG) terhadap kadar glukosa darah dengan menggunakan hewan percobaan tikus putih (Rattus norvegicus) galur wistar jantan. Sebanyak 24 ekor tikus putih berumur 3-4 bulan dibagi dalam 4 kelompok dan 6 ulangan. Hewan coba diadaptasikan dulu selama 7 hari, kemudian diukur kadar glukosa darah basal (awal). Pemeriksaan kadar glukosa darah dengan cara kimiawi yaitu dengan reaksi wama Orto-Toluidin. Hewan coba diberi perlakuan, dimana kelompok pertama (PO) sebagai kontrol tanpa diberi MSG, kelompok kedua (PI) diberikan MSG dengan dosis 65,52 mg, kelompok ketiga (P2) diberikan MSG dengan dosis 98,28 mg, kelompok keempat (P3) diberikan MSG dengan dosis 131,04 mg. MSG mumi ditimbang sesuai dosis, dilarutkan dengan aquabides ad 2 ml. Monosodium glutamat diberikan sehari sekali per oral melalui sonde selama 21 hari. Pengukuran kadar glukosa akhir dilakukan pada hari ke 22. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL). Perbedaan antara kadar glukosa darah sebelum dan setelah pemberian MSG diuji dengan Anava dan jika terdapat perbedaan bermakna dalam pengujian analisis varian, maka dilakukan dengan uji beda nyata terkecil (BNT) 5 %. Hasil analisis menunjukkan adanya perbedaan yang nyata antara kadar glukosa darah sebelum dan setelah pemberian MSG (p 0,05). Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa pemberian monosodium glutamat dapat meningkatkan kadar glukosa darah tikus putih (Rattus norvegicus), makin tinggi dosis MSG yang diberikan maka makin tinggi pula kadar glukosa darahnya
Persepsi Peran Komite Keperawatan Dalam Jaminan Kualitas Asuhan Keperawatan (Studi Cross Sectional Di RSUD Sidoarjo)
Kualitas asuban keperawatan sangat mempengaruhi kualitas pelayanan kesehatan dan merupakan salah satu faktor penentu citra rumah sakit di mata masyarakat. Oleb karena itu jaminan kualitas pelayanan keperawatan menjadi bal yang sangat penting bagi perkembangan suatu rumah sakit dalam menjaminkepuasan pelanggan. Komite Keperawatan seharusnya mampu memberikan kontribusi yang berarri dalam kegiatan jaminan kualitas asuban keperawatan melalui pengembangan keperawatan, audit keperawatan dan pembinaan erik keperawatan. Namun Komite Keperawatan yang ada di RSUD Sidollljo ternyata masih belum mampu berperan secara optimal Dalam kegiatan jarninan kualitas asuban keperawatan. Tujuan penelitian ini adalah mengidenti-fikasi faktor-filktor yang berhubungan dengan peran Komitc Kcperawatan dalam jarninan kualltas asuhan keperawatan di RSUD Sidoajo Desain penelitian ini adalah Cross Sectional, dcngan sampcl seluruh pengurus dan anggota Komite Keperawatan sebanyak 19 responden yang diambil sesuai kriteria inklusi. V ariabel independen adalah pendidikan. pengetahuan dan persepsi. sedangkan variabel dependennya adalah peran Komite.- Keperawatan dalarn jarninan kualitas asuhan keperawatan. Pengumpulan data dilakukan dengan mengunakan kuesioner terstruktur dan observasi. Data dianalisa menggunakan uji Korelasi Pearson dengan tingkat kemaknaan ~ 0,05. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa peodidikan dan pengetahuan anggom Komite Keperawatan bcrhubungan dengan peran Komite Keperawatan dalarn jaminan J.;ualitas asuhan keperawatan dengan kemaknaan p : 0,000. Sedangkao persepsi anggota Komite Keperawatan tidak ada hub1mgan dengan peran komite Keperawatan dengan p = 0,279 > 0,05.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa peran Komite Keperawatandalam jarninan kualitas asuhan keperawatan berbubungan dcngan pmdidikan dan pengetahuan anggota komite Keperawatan, tetapi lidak berllubungan dengan persepsi anggota l<.omite Keperawatan_ Penelitian selanjutnya sebaiknya menggunakan studi Benchmarking dengan rumah sakit lain yang Komite Keperawatannya sudah mampu berperan optimal dalam jaminao kualitas. Tenmnya dengan menggunakan alat ukur yang lebih baik untuk mendapatkan basil yang lebih akurat
Analisis Perilaku Kepala Keluarga Tentang Pencegahan Chikungunya Dengan Pendekatan Teori Health Belief Model Di Desa Karanggandu Kecamatan Watulimo Kabupaten Trenggalek
Chikungunya is a kind of tropical disease which is signed by fever and arthritis. Since 200 1, chikungunya has re-emerged as an important pathogen of global concern. However, most of people prefer a curative act than a preventive treatment. By the health belief model implementation, the society's behaviour of chikungunya prevention could be known by them, so they able to do the right response for preventing this case
PEMANFAATAN LIMBAH TEMPE YANG DIFERMENTASI DENGAN BAKTERI SELULOLITIK SEBAGAI SUBSTITUSI JAGUNG TERHADAP DAYA PERSENTASE KARKAS DAN LEMAR ABDOMINAL ITIK PETELUR
Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan, dapat diperoleh kesimpulan bahwa: I. Pemanfaatan hasil limbah tempe dan limbah tempe fermentasi sebanyak 15% dan 30"10 sebagai substitusi jagung tidak berpengaruh terhadap peningkatan persentase karkas itik petelur. 2. Pemanfaatan hasil limbah tempe dan Iimbah tempe fermentasi sebanyak 15% dan 30"10 sebagai substitusi jagung menurunkan persentase lemak abdominal itik petelu
Analisis Tingkat Beban Kerja Perawat Dengan. Pendeka Tan Time And Motion Study Di Irna Medik Interna Ii Rumah Sakit Dr. Soetomo Surabaya
The incubalance number of nurses compare to the demand of nurse is a problem that have to be studied. One of the subject the exact nurse, in way of improving the quality of hospital service. The research design was used cross sectional studies with 17 samples of nurse which are taken by using total sampling technique. Data were collected for workload by using observational with time and motion study approach. Data were analyzed by Ilyas's theory that are productive time to work and nonproductive time to work. The result of this research indicated that nursing workload level is low or productive time to work <80%. The type of task of nurses were dominant affected their workload level in a row is private task (39,35%), indirect nursing (38,38%), direct nursing(l2,78%), rest time (7,28%), and administration task (2,21%). The conclution of this study is the low rate of the workload level that nurses has was affected by their dominant type of task is nonproductive time to work. It is very suggested for the unit management reorganize the design of job or task of nurses to it can optimalyzed care of nursing to the patien
POTENSI TANAMAN SOSOR BEBEK (Kalanchoe pinnata (Lamk Pers) TERHADAP WAKTU KESEMBUHAN LUKA INSISI PADA BURUNG PUYUH (Cortunix Cortunix joponica)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian perasan daun Sosor bebek terhadap waktu penyembuhan luka insisi pada burung puyuh dan membandingkan efektifitasnya dengan Povidone iodine 10% sebagai obat luka. Sejumlah 30 ekor burung puyuh betina yang digunakan sebagai hewan percobaan, dibagi secara acak dalam lima perlakuan dan enam ulangan tiap hewan coba dibuat luka insisi pada dada sebelah kiri dengan panjang 1,5 em dan kedalaman 0,5 mm dengan menggunakan skalpel. Perlakuan A, luka pada hewan coba dibiarkan tanpa pengobatan, perlakuan B luka diobati dengan perasan Sosor bebek 10%, perlakuan C luka diobati dengan perasan Sosor bebek 20%, Perlakuan D luka diobati dengan perasan Sosor bebek 40% dan perlakuan E luka diobati dengan Povidone iodine 10%. Pengobatan dilakukan dua kali sehari yaitu pagi dan sore. Rancangan yang digunakan adalab Rancangan Acak Lengkap (RAL), data yang diperoleh dianalisis dengan Varian dilanjutkan dengan uji jarak berganda Duncan (Duncan Multiple Range Tes) . Hasil penelitian menunjukkan bahwa perasan Sosor bebek mulai konsentrasi 20% telah memiliki efektifitas yang tidak berbeda nyata (p>O,05) dengan pemberian Povidone iodine 10% dalam menyembuhkan luka insisi pada burung puyuh
Daya Antibakteri Meniran (Phyllanthus Nfrurf) Terhadap Escherichia Coli Secara In Vitro
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ta.narnan Meniran (Phyllanthus niruri) dapat menghambat ataupun rnernbunuh bakteri Escherichia coli dan rnembandingkannya dengan Kloramfenikol. Metode yang digunakan adalah metode dilusi yaitu Minimal Inhibitory Concentration (MIC), Minimal Bactericidal Concentration (MBC) dan metode disk diffusi. Rancangan Penelitian yang digunakan adalah Rancangan Acak lengkap (RAL) terbagi menjadi lima perlakuan dan lima kali ulangan. Data yang didapat diuji dengan analisis varian atau uji F. Kemudian dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menggunakan metode dilusi menunjukkan bahwa Meniran dapat menghambat ataupun membunuh bakteri Escherichia coli. Adapun konsentrasi MIC (lvlinima! Inhibitory Concentration) adalah 3, 125% dan MBC (Minimal Bactericidal Concentration) adalah 6,25%. Hasil penelitian menggunakan metodc disk diffusi menunjukkan hambatan pertumbuhan Escherichia coli pada kertas disk berisi Meniran 100%, 50%, 25% berbeda sangat nyata. Hasil tertinggi tcrdapat pada kertas disk berisi Kloramfenikol, sedangkan hasil terendah pada kertas berisi aquades
Evaluasi cacing ancylostoma spp dalam usu halus dan jumalh telur per gram (EPG) tinja dari kucing penderita ancylostomiasis
Terdapat hubungan linier antara jumlah EPG dengan jumlah cacing ancylostoma spp. Dewasa dalam usus halus kucing penderita.terdapat hubungan linier antara jumlah EPG dengan jumlah cacing ancylostoma spp. Betina dewasa dalam usus halus kucing penderita.tidak ada perbadaan yang nyata antara jumlah penyebaran cacing ancyclostoma spp. Pada usus halus bagian proksimal, medial dan dista