82567 research outputs found
Sort by
Hubungan Pengetahuan Orang Tua Tentang Kep Dengan Pemberian Makanan Tambahan Pada Balita Di Desa Sooko Kecamatan Sooko Kabupaten Mojokerto
Protein Energy Malnutrition (PEM) is a state of malnutrition caused by low consumption of energy and protein in everyday foods that do not meet the nutritional adequacy figures. That based on data from the clinic Sooko Mojokerto in October of 2010 known children with protein energy malnutrition (PEM) of 10.9%. The purpose of this study is to investigate the relationship between parental knowledge about PEM with supplementary feeding in infants.
Design used in this research was non-experimental with the type of analytical of with cross sectional approach. The sample was collected with non-probability sampling (purposive sampling) of 35 samples. While the research instrument using questionnaires. And research result were then presented in table form.
The results showed most parents of toddlers have enough knowledge (24 respondents 68,6%), most toddlers parents who have lack support the supplementary
feeding in infants as many as 18 respondents (54.1%). The data were analyzed using statistical tests with significance of p = 0.046, which means there is a relationship between knowledge about PEM old war with supplementary feeding in infants.
From these results we can conclude that there is a correlation between parental knowledge about PEM with supplementary feeding in infants. Based on these findings, the suggestion that can be given is the need to increase the quality of
service to clients, need to be increased the quality of leaming and increased knowledge about nutrition, especially in infants, especially about the PEM so as to improve the nutritional status of children
PENGARUH PENYUNTIKAN SUSPINSI ZONA PELUSIDA KAMBING SECARA SUBKUTAN TERHADAP BIOMETRI OVARIUM DAN UTERUS MENCIT (Mus musculus) BETINA
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui pengaruh penyuntikan suspensi zona pelusida kambing terhadap berat ovarium, berat utems dan panjang utems mencit (Mus musculus) betina.
Hewan coba yang digunakan terdiri dari 24 ekor mencit betina Balb-C bemmur 2,5-3 bulan dengan berat 20-30 gram dan sudah pernah beranak. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dan data yang dihasiIkan dillji dengan lIji F (Fisher). PenelitiaIl ini terdiri dari tiga perlakuan yaitu kontrol (PO), perlakuan I (PI) dan perlakliaIl 11 (P2) dengan masing-masing delapan ulangan. Pada kontrol diberikan 0,1 ml NaCl fisiologis tanpa sllspensi zona pelllsida kambing. Perlakuan yang diberikan pada perlakuan I dan 11 berupa 0,05 ml suspensi zona pelusida kambing dengan dosis berturut-turut yaitu setara dengan 20 ~lg dan 40 ~lg Zp3 dalam 0,05 CO"1ncomplete Freunds Adjuvant untuk penyuntikan pertama dan Incomplete Freunds Adjuvant untuk booster. Perlakuan tersebut disuntikkan pada hari ke-I, 14 dan 21 setelah masa adaptasi menggunakan tuberculine syringe I mi. Setelah diberi perwakilan, pada kontrol tidak dilakukan perkawinan sedangkan pada perlakuan I dan 11 dilakllkan perkawinan dengan perbandingan jantan dan betina adalah I '.2. Pada hari ke-19 dari saat mencit betina dikumplilkan dengan mencit jantan, maka dilakukan laparatomi untuk mengambil ovarium dan uterusnya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa suspensi zona pelusida kambing tidak berpengaruh terhadap berat ovarium, berat uterus dan panjang uterus mencit (Mus musculus) betina
Hubungan Antara Persepsi Ibu Hamil Tentang Penampilan Peran Perawat Dan Bidan Terhadap Motivasi Ibu Hamil Untuk Melaksanakan Antenatal Care (ANC)(PENELITIAN SEKSIONAL SILANG (CROSS SECTIONAL) DI POLI HAMIL I RSUD Dr. Soetomo Surabaya)
ANC merupakan pengawasan atau pemeliharaan ibu harnil sampai melahirkan bayinya. Pelaksanaan ANC atau pemeriksaan kehami.lan di lndonesia masih belum berjalan baik, hal ini bisa disebabkan oleh kurangnya motivasi ibu hamil untuk melaksanakan ANC secara teratur dan tepat waktu. Kurangnya motivasi ini bisa disebabkan oleh persepsi ibu harnil yang kurang tepat tentang penampilan peran perawat dan bidan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa hubungan antara persepsi ibu hamil tentang penampilan peran perawat dan bidan terhadap rnotivasi ibu hamil untuk melaksanakan ANC.
Penelitian ini merupakan penelitian korelatif dengan desain penelitian cross sectional. Lokasi penelitian adalah Poli Hamil I RSUD Dr. Soetorno Surabaya. Sampel penelitian adalah 60 orang ibu hamil Trimester III kehamilan resiko rendah dengan teknik counsecutive sampling. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi ibu hamil tentang penampilan peran perawat dan bidan variabel tergantung motivasi melaksanakan ANC dan variabel moderatot adalah kesibukan, dukungan suami, sosial ekonomi, tingkat pengetahuan, jarak rumah dengan rumah sakit.
Dari hasil analisa data didapatkan 36 orang (60 %) mempunyai persepsi sedang, 24 (40 %) orang mempunyai persepsi baik, tidak ada responden yang mempunyai persepsi kurang. Dari 60 responden, 58 orang (97 %) mempunyai motivasi kuat, 2 orang (3%) mernpunyai motivasi sedang, tidak ada responden yang motivasi kurang. Dari perhitungan analisis data dengan menggunakan model analisis spearman rho diperoleh hasil correlation coefficient 0,152 dengan p = 0,248 (p > 0,05).
Kesimpulan bahwa tidak ada hubungan yang signifikan antara persepsi ibu hamil tentang penampilan peran perawat dan bidan terhadap rnotivasi untuk ANC. Jadi hipotesis ditolak. Saran peneliti diharapkan penampilan peran perawat dan bidan dimasyarakat sebaiknya perlu ditingkatkan. Dan setiap ibu hamil sebaiknya dijelaskan mengenai pentingnya ANC
Upaya Peningkatan Perubahan Perilaku Melalui Program Pendidikan Kesehatan Terhadap Orang Tua Dalam Penanganan Ispa Non Pneumonia Anak Infant Dan Toddler
The highest intensity of acute respiratory infection found on Puskesmas Pacar Keling region. The height prevalence of acute respiratory infection give contribution to the occurence of the other disease as pneuonia later ()n can caused the child death. Consider that the spreading of acute respiratory infection relate to the behavior, it needed a .correct health education in parental learning process. This study was aimed to explain the effect of health education method on knowledge, attitude, and practice of acute respiratory infection handling behavior in Puskesmas Pacar Keling Surabaya Region. Pre Experimental One-Group Pra-Test-Posttest Design was used in this , study. The total sampel in this study were 19 of parents which children acute respiratory infection suffer. The Independent variable that used in this study was health education, and the dependent variable was knowledge, attitude, and practice of acute respiratory infection handling behavior in Puskesmas Pacar Keling Surabaya region . Data were analyzed by Wilcoxon Signed Ranked Test with level significance ± a = O,O~ The result show that there an effect health education of acute respiratory infection parental handling behavior which are knowledge with p = 0,000; attitude with p = 0,000; Practice with p = 0,000. Based on the result, it conclude that there were significant effect of health education on knowledge, attitude, and practice of acute rspiratory infection parental handling behavior in Puskesmas Pacar Keling Surabaya region. It is expected that more infonnation regarding non pneumonic acute respiratory infection can be accessed by public in Puskesmas Pacar Keling Surabaya Region as possible so that pneumonic acute respiratory infection to infant and. toddler can be done
Pemanfaatan Minyak Atsiri Daun Legundi Sebagai Pengusir Beberapa Serangga Yang Merupakan Vektor Penyakit Pada Ternak Ruminansia
Telah dilakukan penelitian untuk mengetahui pengaruh larutan minyak atsiri daun Legundi (Vitex trifolia) yang dilarutkan dalam alkohol 50 persen sebagaipengusir beberapa serangga yang merupakan vektor penyakit pada ternak ruminansia . Sejumlah 210 ekor tiap-tiap spesies serangga yang diteliti (Stomoxys calcitrans~ Haematobia irritans~ Musca domestica~ Lucilia sericata~ Culex sp. dan Aedes aegypti) asal peternakan sekitar Surabaya mendapat perlakuan berupa penyemprotan minyak atsiri daun Legundi dengan tujuh tingkat konsentrasi (0%, 1%, 2%, 4%, 6%, 8%, 10%). Dari 210 ekor tiap-tiap spesies serangga yang diteliti,kemudian diambil masing-masingspesies sejumlah 30 ekor untuk setiap tingkat konsentrasi. Berdasarkan analisis statistik dengan uji F ternyata minyak atsiri daun Legundi berpengaruh sangatnyatasebagai senyawa pengusir terhadap spesies-spesies yang
diteliti. Tingkat konsentrasi minyak atsiri daun Legundi sebagai senyawa pengusir pada tiap spesies berbeda-beda. Sebagai senyawa pengusir terhadap Musca domestica, Lucilia sericata, Aedes aegypti dan Haematobia irritans adalah dimulai pada konsentrasi 1%, sedangkan mulai konsentrasi 2% terhadap Stomoxys calcitrans dan Culex sp .. Berdasarkan hasil penelitian ini, minyak atsiridaun Legundi dapat digunakan sebagai senyawa pengusir
serangga ataupun insektisida. Perlu diupayakan pembudidayaan tanaman Legundi di sekitar peternakan
Analisis Faktor Yang Berhubungan Dengan Tindakan Pemberian Asupan Makanan Pada Kasus Bawah Garis Merah (Bgm) Anak Usia 1-3 Tahun Penelitian Cross Sectional Di Kelurahan Blandongan Pasuruan
The problem is uncorrectly giving meal for children in Blandongan. It cause BGM condition. There are a lot of factor that influence giving meal, such as education, mother knowledge, mother behaviour, and posyandu worker’s behaviour. This study was to analyze factors that related to giving meal of BGM case in children 1-3 years. This research used a cross sectional design. Populations were the mother who has a children in BGM condition in Blandongan. It used purposive sampling taken according inclusion criteria. Total sample was 15 respondent. Data were collected by questionnaire and then it analyze using Spearman Rho with level of significant is < 0.05. The results showed that there are correlation between mother’s knowledge with giving meal (p=0,005, r= 0,681) and mother’s behaviour with giving meal (p= 0,040, = 0,535). On the other hand, there is no correlation between education with giving meal (p = 0,381, r = -0,244). The same think happened with posyandu worker’s behaviour (p=0,635, r=0,134). 1t can be conclude that education and posyandu worker’s behavior had no correlation with giving meal. But there were other factor that have correlation, the factors are mother knowledge about nutrition and mother behaviour to fulfill the food consumption for their children. It is important to do further research about another factor that related with giving meal especially in BGM case. Because hopefully it can give better solution and service to the children with BGM condition
Studi Tentang Pelaksanaan Terapi Aktivitas Kelompok: Sosialisasi di Ruang Model Pelayanan Keperawatan Profesional (MPKP) Rumah Sakit Jiwa Dr. Radjiman Wediodiningrat Lawang
Kelompok yang terdiri dari banyak orang atau individu yang mempunyai hubungan satu sama lain, saling bergantung satu sama lain mempunyai suatu norma. Terapi Kelompok Sosialisasi yang bertujuan untuk mengubah perilaku klien yang mempunyai masalah sosialisasi dengan menggunakan kelompok dinamis. Sosialisasi Terapi Kelompok ini dilaksanakan di Bangsal Perkutut dan Bangsal Seruni RSJ Negeri Lawang RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat. Sebagian besar klien yang mempunyai masalah sosialisasi dirawat di sana.
Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari tentang Socialized Group Therapy di Kelurahan Perkutut dan Kelurahan Seruni. Jumlah sampel sebanyak 29 responden yang diambil sesuai kriteria inklusi: perawat lulusan D.III, perawat yang pernah mengikuti pelatihan atau mempunyai pengalaman Socialized Group Therapy. Sedangkan pengambilan sampel penelitian ini menggunakan total sampling, instrumen menggunakan kuesioner.
Desain penelitian ini adalah deskriptif yang menggambarkan bagaimana Sosialized Group Therapy dilaksanakan di Bangsal Perkutut dan Bangsal Seruni Lawang RSJ Dr. Radjiman Wediodiningrat.
Hasil penelitian menunjukkan Sosialized Group Therapy di Bangsal Perkutut dan Bangsal Serum RSJ Negeri Dr. Radjiman Wediodiningrat sangat baik. Begitulah, peran perawat sebagai pelaksana kegiatan Socialized Group Therapy yang bergantung pada proses keperawatan yang dilakukannya sehari-hari. Sehubungan dengan itu, seorang peneliti mempunyai keterbatasan dalam kemampuannya khususnya mengumpulkan berkas-berkas kuesioner yang telah dijawab oleh pengaruh perilaku dan harapan pribadinya secara subyektif, sehingga hasilnya tidak dapat direpresentasikan secara kwalitatif
Pungaruh Cairan Empedu Ayam Terhadap Pertumbuhan Kuman Esherichia Coli Dan Stahylococcus Aureus Pada Media Ekstrak Daging Sapi Dan Sari Kacang Hijau
Penelitian ini bertujuan untuk membuat media selektif untuk kuman Gram
negatip khususnya kuman Escherichia coli dari ekstrak daging sapi dan sari
kacang hijau yang ditambah cairan empedu ayam. Cawan Petri sebanyak 36 buah dibagi menjadi dua perlakuan meJiputi P1, P2 dan masing-masing mendapatkan enam ulangan. Perlakuan pertama (PO
adalah media yang terbuat dari ekstrak daging sapi dan sari kacang hijau,
perlakuan kedua (P2) adalah media yang terbuat dari ekstrak daging sapi dan sari
kacang hijau yang ditambah cairan empedu ayam. Dua media tersebut ditanami
dengan kuman Escherichia coli, Staphylococcus aureus dan Escherichia coli yang
dicampur Staphylococcus aureus yang menggunakan metoda spread yang
diinkubasi pada suhu 37° C selama 24 jam. Untuk jumlah koloni yang tumbuh
pada media perlakuan dari campuran kuman Escherichia coli dan Staphylococcus
aureus dilakukan replica plating pada media EMBA. Parameter yang diamati
adalah pertumbuhan kuman dengan melihat jumlah koloni kuman Escherichia coli
dan Staphylococcus aureus pada masing-masing media perlakuan yang berbeda.
Analisis data menggunakan uji t untuk dua sampeI bebas, sedangkan rancangan
percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RA
Laporan Pengabdian Kepada Masyarakat Penerapan Kawin Suntik Pada Domba Menggunakan Semen DED Dwiguna Dalam Upaya Peningkatan Mutu Genetik, Jumlah Cempe Dan Susu Di Bojonegoro
Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang dilakukan oleh stat pengajar Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airfangga untuk menjawab permasalahan (1) Do mba di desa Temayang kecamatan T emayang kabupaten Bojonegoro, umumnya beranak sekali dalam setahunbahkan lebih dari setahun dengan jumlah anak 1-2 ekor, namun umumnya domba beranak satu ekor pertahun (2) Perguruan Tinggi sudah saatnya menerapkan lptek untuk perberdayaan masyarakat terutama yang tinggal di pedesaan. Penerapan teknologi kawin suntik pada domba lokaJ dengan menggunakan semen segar pejantan domba ekor gemuk (DEG) diharapkan dapat memperbaiki genetik domba lokaJ dalam menghasilkan daging dan susu serta meningkatkan jumlah populasi temak domba.
Tujuan dari Pengabdian Kepada Masyarakat adalah (1) Meningkatkan perolehan anak dari induk domba lokaJ dari beranak setahun sekali dengan jumlah anak satu ekor dalam satu periode kebuntingan menjadi beranak dua kali dalam setahun dengan jumlah anak 3 - 4 ekor (2) Meningkatkan mutu genetik domba Jokal menggunakan kawin suntik menggunakan semen segar.
(3} Meningkatkan sumber daya manusia (SDM) melalui kawin suntik pada domba dan (4) Menciptakan Japangan pekerjaan serta mencegah terjadinya urbanisasi. Metoda yang digunakan pada Pengabdian Kepada Masyarakat ini adalah pendidikan dan pelatihan petemakan kawin suntik pada domba. Sebanyak 20 ekor induk domba lokaJ dilakukansinkronisasi birahi menggunakan PGF2 alta.. Setelah domba tersebut birahi, diinseminasi mengguoakan semen segar pejantan domba ekor gemuk. Hasilnya adalah dari 20 ekor kambing yang dilakukan inseminasi butan, temyata 1 0 ekoryang mengalami kebuntingan atau 50%, sedangkan yang tidak bunting sebanyak 1 0 ekor atau 50%. Tidak terjadinya kebuntingan pada induk kambing disebabkan tidak te~adinya birahi, kematian embrio dini dan gangguan hormonal serta kekurangan pakan. Disarankan Pengabdian Kepada Masyarakat dilakukan secara berkesinambungan dengan penerapan lptek yang dimiliki perguruan tinggi untuk pemberdayaan masyarakat URT dan KUB
Studi Eksplorasi Tentang Tingkat Pengetahuan Perawat Dalam Penerapan Model Praktek Keperawatan Profesional (MPKP) Di Ruang Rawat Inap RSUD Jombang Tahun 2002
Profesional Nursing Practise Model (PNPM) is a professional practice that requires preparedness of those who involve in health care service, either the hospital or the nurses themselves. Studies on PNPM should, therefore, be continued since it may generate more advantageous results. This study Was aimed to identify the nurses' level of knowledge on the concept and advantages of PNPM application.This study used cross-sectional design, and it was undertaken in impatient wards of Jombang General Hospital. Respondents involved in this study were 30 individuals. The independent variable in this study was nurses knowledge on PNPM concept, while the dependent variable was the advantage ofPNPM appilcation. Data were taken using questionaire, and wereanalyzed by means of descriptives analysis. Spearmen Rank Correlation test was used to identify correlation between the concept and advantage of PNPM.
Results showed that most of the nurses, consisting of 19 individuals (63.3%), who worked at impatiens wards, Jombang General Hospital, had a moderate level of knowledge on PNPM concept (36.7%), while no one included in less acceptable level. Regarding level of knowledge on the advantage of PNPM, those at acceptable level were 28 individuals (93.3%),and other 2 individuals were at moderate level ( 6. 7% ), and no one were found al less acceptable level. Results of Spearmen test showed that there was nocorrelation between nurses' level of knowledge on PNPM concept and their level of knowledge on PNPM attitude, with r5 of 0.203 and siginificance level of 0.281 (p>0.05). PNPM is a reliable methode that can be employed in order to developindependent, private, and professional service. The application of PNPM requires the hospital to provide adequate human resources and othersupporting facilities