82567 research outputs found
Sort by
Manajemen Pembenihan Ikan Betutu (Oxyeleotris marmorate. Bikr) di Balai Induk ITdang Galah (BRIG) Pandaan
Betutu merupakan ika.n konsut-nsi air tawar yang bernilai ekonomis tinggi namun belum hanyak dibudidayakan Banyaknya permintaan ekspor dengan harga cukup tinggi rnenyebabkan perburuan betutu di alarn semakin meningkat sehingga }renurunkan populasi hasil tangkapan setiap tahunnya. Oleh karena itu, budidaya betutu rnemberikan peluang yang cukup besar wnuk dikembangkan terutama usaha petnbenihan.
Tujuan Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman dan keterampilan kerja serta mengetahui harnbatan dan tantangan dalam manajemen pembenihan ikan betutu. Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Balai Induk Udang Galah (BIUG) Desa Jogosari, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pastu-uan, Propinsi Jawa Timur pada tanggal 1 — 28 Pebruari 2005.
Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif. Pengambilan data dilakukan dengan cara partisipasi aktif, observasi di lapangan, wawancara dan studi pustaka
Pengaruh Pemberian Medroksiprogesteron Asetat dan Testoteron Propionat Terhadap Berat Hepar dan Gambaran Histologi Hepar pada Mencit Jantan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian HPA dan testosteron propionat sebagai alat kontrasepsi ho rmonal ter hadap berat hepar dan gambaran histo logis hepar pada mencit jantan. Empat puluh ekor mencit jantan persilangan antara strain BALB/c dengan lokal yang berumur delapan minggu dengan berat badan rataan 30 ± 2,25 . g . Selama percobaan mencitmencit tersebut dibe°7i pa an ayam- buatan PT. COMFEED INDONESIA berbentuk pelle t . Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap. Ada empat macam perlakuan pemberian obat yang diberikan secara intramuskuler, masing-masing perlakuan aO ( pemberian NaCl fisiologis ) , perlakuan al ( pemberian HPA· dos is O, 08 mg/eko r ) , perlakuan a2 ( pemberian test os t e ron propionat dosis 0,02 mg/ekor ), a3 ( pemberian MPA 0,08 + testoteron propionat 0,02 mg/ekor) . Penyuntikan HPA dilakukan satu kali sedang testosteron prop ionat dilakukan tiga hari sekali selama 35 hari. Waktu seksi dari mencit dilakukan tiga kali yakni : bO ( 35 hari setelah penyuntikan pertama ), bl ( 70 hari setelah penyuntikan pertama) , b2 ( 105 hari setelah penyuntikan pertama ). Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian HPA, testosteron serta kombinasi HPA + testosteron yang diberikan secara intramuskular memberikan pengaruh yang sangat nyata pada berat hepar dengan waktu seksi yang berbeda (P 0 ,05)
Pengaruh Perlakuan Akupunktur Terhadap Jumlah dan Hitung Jenis Leukosit Kelinci (Oryctolagus Cuniculus) Betina
Penelitian 1n1 bertujuan untuk mengetahui perubahan jumlah dan hitung jenis leukosit hewan coba yang mendapat perla~uan akupunktur pada titik Pi Shu (Su Limpa) atau titik no . 25 sehingga dapat memberikan mekanisme akupunktur. Pada penelitian ini dipakai 20 ekor kelinci betina lokal, sebelum ·diadakan perlakuan di1akukan pengambilan darah untuk diperiksa kemudian perlakuan akupunktur yang dilakukan setiap hari selama 15 menit sampai hari ketiga. Pengambilan darah dan pemeriksaan darah dilakukan pada hari keenpat melalui Vena auricularis. Rancangan percobaan dengan nenggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Parameter yang diamati jumlah dan ·hitung jenis leukosit (eosinofil·, neutrofil, basofil, nonosit dan limfosit) . Analisis perlakuan menggunakan uji t, dimana untuk menbedakan dua perlakuan dengan dua puluh ulangan. Hasil penelitian menunjukkan perbedaan sangat nyata (p 0,05)
Studi Biometri Terhadap Beberapa Stadia Cacing Lambung Haemonchus Contortus (Rudelphi, 1803) Yang Diisolasi dari Domba
·relah dilakukan penelitian tentang studi biometri t erh~dap beberapa stadia cacing l ambung Haemonchus contor tus yang diisolasi dari domba . Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Helminthologi Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga Surabaya, mulai tanggal 15 sampai dengan 30 Desember tahun 1986. ·r ujuan penelitian adalah untuk mempelajari ukuran telur, l arva infektif dan cacing dewasa H. contortus serta wo.ktu yang dibutuhkan t el ur untuk menetas menj adi l arva stadium pertama dan ketiga . Sebagai bahan peneli t i an di gunakan ca cing yang di - i solasi dari abomasum domba lapangan yang menderita haemonchosis dan dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Kotamadya Surabaya . Identifikasi ca cing dan penelitian selanjutnya dikerjakan di Labora torium Helminthologi pada Fakultas Kedokteran Hewan Universi tas Ai r l angga. Paramete£ parameter yang dicatat adalah mel iputi panj ang dan l ebar t elur, panjang dan l ebar s erta panjang oesofagus l arva i nfektif, panjang cacing jantan dan bet i na dewasa, waktu yang di perlukan telur untuk pembentukan larva stadium pertama dan ketiga (larva inf ektif) . Data yang di peroleh ' ditampilkan dalam bentuk nilai r ata-rata , simpangan baku , ki saran dan modus
SPEECH DISFLUENCY PRODUCED BY SECOND GRADE INDONESIAN ELEMENTARY SCHOOL STUDENTS IN GIVING ARGUMENTATION
When we communicate with other people, it is important to make the clearness in our utterances. It is to decrease misunderstanding between the speaker and the hearer. But actually, not all people are able to speak fluently in their
utterances. Some of them usually produce speech disfluency in their utterances. It can make the hearer or the listener confused with what they speak. The aim of this study is to finding the types of speech disfluency produced by five male students and five female students of the second grade Indonesian elementary school and also to find the differences between the boys and the girls in producing speech disfuency
A STUDY OF THE USE OF MULTIWORD LEXICAL UNITS IN THE ARTICLES OF A SURABAYA BASED ENGLISH NEWSPAPER, THE INDONESIAN DAILY NEWS
In this thesis, the writer is trying to find out types of multiword lexical units found in the national scope articles of Indonesian Daily News, an English newspaper based in Surabaya. Furthermore, the writer is interested to find out what types of multiword lexical units mostly occur in the articles and the reasons behind the use of these multiword lexical units. Anthony Cowie, a lexicographer, argues that due to timeconstraints, news reporten and journalists tend to use multiword lexical units that are already established and well-known. There is also a recurrent use of particular multiword lexical units among these journalists. By using Rosamund Moon's textual functions of multiword lexical units
added with theories from other lexicograpben, the writer can classify and analyze the multiword lexical units based on the contributions of these units in the structures of the sentences in the newspaper articles
Pembuktian Transfer Resistensi Horizontal Melalui Uji Sensitivitas Antibiotik Beta-Laktam Antar Bakteri Staphylococcus spp. Dari Kulit Anjing Yang Luka
This experiment was conducted to show the evidence of horizontal transfer resistance by antibiotics sensitivity test using beta-lactam between Staphylococcus spp. from wounded dog. Specimens were collected in Surabaya and grown in MSA. These specimens have to contain 2 kind of Staphylococcus, one that fermented manitol and one that did not. Preparation of pure culture were confirmed by MSA, catalase and coagulase test. Both isolates were tested by betalactam antibiotic using disk diffusion method by kirby-bauer. The result showed that transfer of methicillin resistance is suspected to be present in one of the specimen. This result indicated that there is risk of antibiotics transfer resistance in dog
Pengaruh Penggunaan Campuran Lepok (Azolla pinnata) Pada Ransum Terhadap Kadar Protein Dan Kadar Lemak Telur Itik Mojosari
Telah dilakukan penelitian terhadap kadar protein dan kadar lemak telur itik Mojosari, dimana ransum yang diberikan pada itik-itik tersebut dicampur dengan lepok ( Azolla pinnate ) sebanyak 0 persen, 10 persen, 20 persen dan 30· persen. Pengukuran terhadap kadar protein telur dilakukan untuk per kelompok ( sebanyak 10 itik ) diambil 7 butir telur, sehingga untuk empat _perlakuan terdapat 28 butir telur. Masing-masing telur setelah dicampur bagian putih dan kuningnya, dikeringkan dan selanjutnya diambil beberapa gram untuk dianalisis dengan menggunakan metode Marcham Steele. Hasil yang didapatkan untuk kadar protein telur ada perbedaan yang sangat nyata ( P0,05 ) diantara keempat perlakuan, yaitu dengan penambahan lepok ( Azolla pinnata ) sebanyak 0 persen, ~ 0 persen, 20 persen serta 30 persen
Hubungan Antara Leader Member Exchange Dengan Kepercayaan Karyawan TerhadapAtasan
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubunganantara leader member exchange dengan kepercayaan karyawan terhadap atasan.Leader member exchange merupakan sebuah hubungan yang terbentuk karenapemimpin dan bawahannya mempunyai rasa saling menghargai kemampuan darimasing-masing, mempunyai hubungan yang mendalam sehingga timbullahkepercayaan satu sama lain serta memahami kewajiban dan tugas masing-masing.Kepercayaan adalah sebuah kerelaaan dari karyawan untuk menjadi tidak aman(rentan) terhadap tindakan atasannya berdasarkan pengharapan bahwaatasannya akan menampilkan suatu tindakan yang penting bagi karyawan tanpamemandang kemampuan untuk mengawasi atau mengontrol atasan tersebut.Definisi ini mengakui secara eksplisit adanya hubungan antara kepercayaandengan resiko di dalamnya dimana karyawan mau untuk terlibat dalam suatuperilaku tertentu yang akan menempatkan karyawan tersebut dalam sebuahresiko.Penelitian dilakukan di RSUD Jombang dengan perawat sebagai subjekpenelitian. Jumlah perawat yang digunakan sebagai subjek sebanyak 58 orangyang terdiri dari 17 laki-laki dan 41 perempuan yang mempunyai masa kerja diatas 1 tahun. Alat pengumpul data berupa kuesioner LMX 7 yang disusun olehGraen dan Uhl-Bien yang telah diadaptasi oleh Bonnie Ayu Anggraeni yangterdiri dari 7 butir. Sedangkan untuk alat ukur kepercayaan digunakan alat ukurkepercayaan yang diadaptasi dari penelitian Mayer dan Gavin yang terdiri dari10 item. Analisis data dilakukan dengan teknik statistik korelasi Spearmen’s Rhodengan bantuan program SPSS 16 for windows.Dari hasil analisis data penelitian diperoleh nilai korelasi antara leadermember exchange dengan kepercayaan sebesar rs = 0,362 dengan p ≤ 0,01. Halini menunjukkan bahwa terdapat korelasi positif antara leader member exchangedengan kepercayaan karyawan terhadap atasan
Perbedaan Tingkat Depresi Pada Wanita Yang Mengalami Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) Ditinjau Dari Usia
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat perbedaan depresi pada wanita yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) ditinjau dari usia. Usia dewasa yang dimaksud adalah dewasa awal dan dewasa madya sehingga dalam penelitian ini akan diselidiki apakah terdapat perbedaan depresi antara wanita yang berada pada rentang usia dewasa awal dan rentang usia dewasa madya.
Penelitian dilakukan pada wanita yang mengalami tindak KDRT oleh suami dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 25 orang, yang terdiri dari 19 wanita yang berada pada rentang usia dewasa awal dan 6 wanita yang berada pada rentang usia dewasa madya. Beck Depression Inventory-II (BDI-II) yang terdiri dari 21 item dan lembar data diri digunakan untuk mendapatkan data mengenai depresi dan usia subjek. Analisis data penelitian dilakukan dengan teknik statistik Independent Sample T-test dengan bantuan program statistik SPSS versi 16 for Windows.
Berdasarkan hasil analisis data penelitian, diperoleh taraf signifikansi 0,097. Hal ini menunjukkan bahwa tidak terdapat perbedaan yang signifikan pada depresi antara wanita usia usia dewasa awal dan wanita usia dewasa madya yang mengalami tindak KDRT