82567 research outputs found
Sort by
WACANA IKLAN KARTU TELEPON SELULAR PRABAYAR DITINJAU DARI ASPEK WACANA PERSUASIF DAN TEORI IDPEREALITAS
Penelitian ini berjudul Iklan Kartu Telepon Selular Prabayar Ditinjau dari Aspek Wacana Persuasif dan Teori Hiperealitas. Kegiatan penelitian ini bertujuan untuk (1) Mengetahui wacana persuasif bahasa iklan yang digunakan dalam iklan kartu telepon selular; (2) Mengetahui wacana kebenaran ditinjau dari sudut pandang teori hiperealitas. Analisis dalam penelitian ini menggunakan teori wacana persuasif dan teori hiperealitas
Pengaruh Simulasi Terhadap Tingkat Kooperatif Anak saat Pemasangan Infus di Ruang Rawat Inap Umum RSUD S.K Lerik Kota Kupang
Introduction: The procedure for installing infusion become such a threat and fear
for children while having treatment in hospital. Children showed their
uncooperativeness that it hampered the healing process and took the treatment
time to be longer. Traumatic care approach is important in treating child patients.
Giving a right medical intervention might increase child's cooperativeness during
treatment. The purpose of this study was to determine differences in the level of
cooperative child during infusion in the treatment group and the control group.
Method : The design used in this research was Quasy Experiment. The type of the
research was post test only non equivalent control group desaign. Research
populations were school age patients who treated and getting infusion at general
treatment room in General Hospital S.K. Lerik Kupang. The sample of this
research used non-probability sampling with consecutive sampling method.
Result: There was a significant difference between the respondents'
cooperativeness level of group treated and the controlled group with Mann
Whitney test analysis and it resulted score 0,001. Discussion: Giving simulations
for installing infusion was recommended to be held in term of nursing service to
children in hospital
Daya Antibakteri Ekstrak Buah Mengkudu (Morinda citrifolia L.) terhadap Bakteri Staphylococcus aureus Penyebab Mastitis pada Sapi Perah
The aims of this study was to determine the antibacterial activity of noni fruit extract against Staphylococcus aureus. Benefits of this study were inform to the public about using noni fruit extract as an antibacterial against Staphylococcus aureus. The noni fruit were obtained from market and extracted by maceration method. Kirby Bauer diffusion method was used for sensitivity test of the bacteria. The noni fruit extract were used with 3 replications, all the concentration of noni fruit extract were 10% (Pl), 20% (P2), 30% (P3), 40% (P4), 50% (P5), 60% (P6), 70% (P7), 80% (P8), 90% (P9), and 100% (PIO) and to determine the antibacterial activity was used dilution method for determining the grade Minimal inhibitory Concentration (MIC) and Minimal Bactericidal Concentration (MBC). The results showed that noni fruit extract has strong antibacterial activity and has a bacteriostatic activity with MIC grade 40%
Pengaruh Penambahan Madu dalam Pakan Induk Ikan Guppy (Poecilia Reticulata) Terhadap Rasio Jenis Kelamin Larva
Ikan guppy (Poecilia reticulata) adalah salah satu jenis ikan hias air tawar yang menarik. Ikan ini mempunyai beragam wama dan berbagai bentuk sirip ekor yang indah. Akan tetapi, keindahannya hanya terdapat pada ikan guppy jantan. Oleh sebab itu, ikan guppy jantan lebih diminati dibanding ikan guppy betina. Pemenuhan akan kebutuhan ikan guppy jantan tersebut dapat dilakukan dengan produksi larva ikan guppy monosex jantan. Salah satu cara untuk memproduksi larva ikan guppy monosex jantan dapat dilakukan dengan metode sex reversal menggunakan hormon pemicu, misalnya hormon steroid sintetik. Akan tetapi, penggunaan hormon tersebut dapat menyebabkan ikan menjadi stres sehingga tingkat kelulushidupan ikan menjadi rendah. Oleh sebab itu, dilakukan cara lain untuk mendapatkan ikan guppy monosex jantan dengan cara yang aman yaitu melalui penambahan madu dalam pakan induk ikan guppy (Poeci/ia reticulata) Tujuan dari penelitian adalah untuk mengetahui pengaruh penambahan madu dengan dosis yang berbeda dalam pakan induk ikan guppy terhadap rasio jenis kelamin larva ikan guppy. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Pendidikan Perikanan Universitas Airlangga pada tanggal 16 Oktober 2005- 20 Januari 2006. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 5 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah dosis madu yang diberikan dalam pakan induk ikan guppy yaitu 0 ml/kg, 100 ml/kg, 200 ml/kg, 300 ml/kg dan 400 ml/kg. Data dianalisis menggunakan analisis sidik ragam yang dilanjutkan dengan uji Duncan dan analisis regresi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan madu pada pakan induk ikan guppy (Poecilia reticu/ata) memberikan pengaruh yang sangat nyata terhadap rasio jenis kelamin larva ikan guppy yang dihasilkan. Dosis madu sebesar 400 ml/kg pakan merupakan dosis madu tertinggi yang menghasilka
Penggunaan Antiobotika Makrolida dalam Bidang Kedokteran Hewan
Antibiotika makrolida disebut demikian ka rena antibiotika ini mempunyai cincin l akton yang besar dal am rumus molekulnya. Daya kerja antibiotika makrolida adalah menghambat pertumbuhan mikroorganisma gram positip , juga terhadap beberapa mikroorganisma gram negatip, riketsia serta jamur dan ragi. Nekanisme kerjanya adalah menghambat sintesa protein dari mikroorganisma. Keuntungan yang diperoleh dalam pemakaian antibiotika makrolida adalah biaya dapa t ditekan, merangs ang pertumbuhan, meni ngkatkan produksi, mencegah penyakit, meningkatkan ketahanan tubuh hewan, menyingka t waktu pemeliharaan dan mengurangi biaya pengobatan. Kerugian yang diperoleh dal am pemakaian antibiotika makroli da a dal ah a danya r e sidu antibiotika makr olida pa da ternak, timbulnya mi kr oorganisma yang resisten, meningka tnya patogeni t as mikroor ganisma d3n adanya r eaksi pa da ternak s etelah pemakaian antibiotika tersebut
Dinamika emosi remaja putri yang menjadi korban bullying pada tahap perkembangan remaja madya (Studi Kasus)
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dinamika emosi remaja putri yang menjadi korban bullying pada tahap perkembangan remaja madya. Dinamika emosi adalah pergerakan dan interaksi antara komponen-komponen emosi, yaitu reaksi tubuh, kumpulan pikiran dan keyakinan yang menyertai emosi, ekspresi wajah dan reaksi terhadap pengalaman tersebut dimana komponen-komponen emosi akan berubah-ubah sesuai dengan stimulus yang ada. Sedangkan bullying adalah tindakan yang mengandung tiga unsur mendasar, yaitu bersifat menyerang (agresif) dan negatif, dilakukan secara berulang kali dan adanya ketidakseimbangan kekuatan antara pihak yang terlibat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah wawancara dan catatan lapangan. Penelitian ini menggunakan 2 subjek yang diperoleh dengan metode purposif. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adlah analisis tematik dengan melakukan koding terhadap hasil transkrip wawancara yang telah diverbatim. Perspektif teori yang digunakan untuk analisis data dalam penelitian ini adalah Teori Evolusioner dari Robert Plutchik. Dalam teori tersebut, Plutchik (2003) mengemukakan bahwa emosi merupakan sesuatu yang kompleks, yang mempunyai sistem feedback sirkular, bukan merupakan sesuatu yang linear, yang digambarkan dengan alur feedback loops.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bullying yang dialami oleh remaja putri pada tahap perkembangan remaja madya dapat menimbulkan dampak yang negatif. Bullying membuat korban merasakan banyak emosi negatif, seperti marah, sakit hati, kecewa, sedih, tidak nyaman, terkejut, jengkel, takut, malu dan depresi. Bullying juga dapat mempengaruhin kondisi fisik korban. Hal tersebut dapat mendorong korban untuk memunculkan perilaku seperti menarik diri dari lingkungan, menjadi pendiam dan membatasi diri dan enggan untuk pergi ke sekolah
Hubungan Antara Tingkat Self-Efficacy Dengan Tingkat Kesiapan Belajar Mandiri (Selfdirected Learning Readiness) Untuk Memasuki Jenjang Pendidikan Tinggi Pada Siswa Sma
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah ada hubungan antara tingkat self-efficacy dengan tingkat kesiapan belajar mandiri (self-directed learning readiness) untuk memasuki jenjang pendidikan tinggi pada siswa SMA.
Self-efficacy yang dimaksud adalah suatu keyakinan seseorang akan kemampuannya melakukan suatu perilaku, bahkan ketika dihadapkan pada berbagai situasi penghalang (stressful situation). Kesiapan belajar mandiri adalah tingkatan dimana individu merasa dirinya bisa untuk memiliki sikap dan ketrampilan yang dibutuhkan untuk menjadi pembelajar yang dapat mengarahkan
dirinya sendiri secara efektif (effective self-directed learner).
Penelitian dilakukan pada siswa kelas XII dari SMA Negeri Tempeh, SMA Negeri 2 Lumajang, dan SMA Negeri 1 Lumajang, dengan jumlah sampel sebanyak 222 orang. Alat pengumpul data yang digunakan berupa kuisioner skala self-efficacy yang terdiri dari 33 aitem dan skala kesiapan belajar mandiriyang terdiri dari 30 aitem. Validitas aitem skala self-efficacy dan kesiapan belajar mandiri berasal dari professional judgment. Reliabilitas skala selfefficacy
sebesar 0, 906. Reliabilitas skala kesiapan belajar mandiri sebesar 0,898.
Berdasarkan hasil penelitian dan analisis data yang dilakukan dengan teknik statistik korelasi Product Moment dengan bantuan SPSS 16.0 for windows diperoleh nilai korelasi antara tingkat self-efficacy dengan tingkat kesiapan belajar mandiri untuk memasuki jenjang pendidikan tinggi sebesar 0,593 dengan p sebesar 0,000. Dari hasil tersebut disimpulkan bahwa ada hubungan antara tingkat self-efficacy dengan tingkat kesiapan belajar mandiri untuk memasuki jenjang pendidikan tinggi. Arah hubungan kedua variabel adalah positif dengan kekuatan hubungan yang besar
PENANGANAN CALON INDUK DALAM PEMBENIHAN UDANG GALAH Illfacrobrachium rosenbergii de Man) DI PUSAT PEMBENIHAN UDANG PROBOLINGGO JAWA TIMUR
Udang galah merupakan salah satu jenis komoditas yang bernilai ekonomis tinggi sehingga banyak dibudidayakan oleh petani udang. Ketersediaan benih merupakan ukuran keberhasilan budidaya udang galah.
Tujuan dari Praktek Kerja Lapang ini adalah untuk memperoleh pengetahuan, pengalaman dan ketrampilan kerja serta mengetahui hambatan atau permasalahan dalam usaha persiapan calon induk dan pembenihan udang galah. Praktek Kerja Lapang ini dilaksanakan di Pusat Pembenihan Udang (PPU) Probolinggo, Jawa Timur pada tanggal 1 — 28 Agustus 2005.
Metode kerja yang digunakan dalam Praktek Kerja Lapang ini adalah metode deskriptif dengan mengumpulkan data primer dan data sekunder. Pengambilan data dilakukan dengan cara partisipasi aktif, observasi, wawancara dan studi pustaka.
Calon induk yang digunakan berasal dari alam dan budidaya yang diadaptasi dalam bak penampungan dengan kepadatan 10 ekor/m2. lnduk udang galah memijah dalam bak ukuran 4 m x 3 m x 1,5 m dengan perbandingan antara jantan dan betina adalah 1 : 3. Induk udang galah diberi makan ketela, kerang dan pellet dengan protein 28%. Induk betina udang galah yang mengandung telur siap menetas dipindahkan ke dalam bak penetasan telur dengan salinitas antara 5 10 ppt. Larva yang sudah menetas dipindahkan ke dalam bak pemeliharaan larva dengan salinitas 10 — 15 ppt. Larva udang galah diberi makan artemia dan pakan buatart berupa cake dan flake. Larva udang galah dipelihara selama ± 35 hari sampai menjadi juvenil udang galah dan siap untuk dijual. Selama pemeliharaan tidak ditemukan adanya penyakit yang menyerang induk dan larva. Pemanenan yang dilakukan adalah pemanenan sebagian atau total, tergantung dari jumlah permintaan. Juvenil udang galah dijual dengan harga Rp. 40,
PENGARUH TEMPERATUR, OKSIGEN DAN WAKTU DALAM PROSES PEROMBAICAN SAMPAH ORGANIK TERHADAP PERUBAHAN pH
Penelitian ini bertujuan unutk mernpelajari sejauh mana pengaruh temperatur, oksigen (aerob dan fakultatif anaerob) dan waktu bagi proses perombakan sampah organik terhadap perubahan pH oleh mikroorganisme (bakteri dan 1Qamir).
Sampah organik yang telah terkurnpul dipotong kecil-kecil, kemudian disterilisasi dengan pengukusan selama 30-50 menit Setelah itu ditimbang masing-masing 235 gram untuk 12 sampel. Perombakan sampah organik ini dengan proses Fermentasi oleh khamir dan bakteri yang berasal darin ragi roti, ragi tape dan starter mikroba Ragi roti, ragi tape dan starter mikroba ditimbangmasing - masing 15 gram setelah itu dicamptu-kan kedalarn sampah organik yang telah dipersiapkan sesuai prosedur masing - masing sampel. Sampel Po - P5 diinkubasi pada inkubator dengan suhu 41 - 42° C -dan Qo - Qs diinkubasi pada suhu ruang 27,5° C - 29,5° C selama 21 hari. Setiap hari dilakukan pengukuran terhadap perubahan pH.
Penelitian ini bersifat eksploratif, maka data-data disajikan dalam bentu.k deskriptif
Hasil penelitian menunjukan bahwa temperatur, oksigen ( suasana aerob dan fakultatif anaerob ) dan waktu dalarn proses perombakan sampah organik sangat berpengaruh terhadap perubahan pH