82567 research outputs found
Sort by
PERGESERAN BAHASA WAYANG KULIT PADA ADEGAN GARA-GARA (PERGELARAN WAYANG KULIT OLEH DALANG ANOM SUROTO TAHUM 1981-1991)
Wayang kulit atau pakeliran Jawa bagi masyarakat Jawa dipandang bukan sekedar sebuah ekspresi seni tetapi juga sebagai sumber acuan kehidupan. Itu karena pertunjukan wayang mengandung berbagai nilai, seperti; filsafat, etika, sosio-religius, dan paedagogis. Pakeliran khususnya pada adegan gara-gara sering dijadikan sarana penyampaian ide-ide, baik yang bersifat materi maupun spiritual. Dari dasar inilah pakeliran sering dikatakan berfungsi ganda yaitu; sebagai tuntunan (petunjuk) dan tontonan (hiburan). Tujuan utama studi ini adalah, mencoba melihat ada tidaknya pergeseran pola penggunaan bahasa dalam adegan gara-gara yang dipentaskan oleh Ki Anom Suroto sejak periode tahun 1980-an sampai dengan tahun 1990-an. Pemilihan dalang Ki Anom Suroto sebagai dalang narasumber karena begitu berani menjungkirbalikkan pakeliran pewayangan tradisional yang sudah dianut beratus-ratus tahun. Ki Anom Suroto dinilai
sebagai salah satu tokoh muda yang dengan segala inovasi dan sikap kreatifnya telah berhasil menyelamatkan wayang kulit dari kepunahan dan sekaligus meletakkannya di strata cukup terhorma
THE USE OF INDONESIAN BY THE ENGLISH DEPARTMENT LECTURERS OF AIRlANGGA UNIVERSITY IN THE NON - SKILL CLASSES
In a community in which two or more languages are used in communication, people know how to use one language instead of another which is appropriate to and suit the person whom they are talking to. The English Department of Airlangga University is a multilingual society since there are at least three languages which are used: English, Indonesian and, sometimes, Javanese. People involved in this the lectures and the students, are able to choose the most appropriate language according to the circumstances. However, this study only discusses the languages used in the formal rather than less formal classes. Thus, Javaneses is not discussed in this study. This study is about the use of Indonesian by the lecturers of the English Department of Airlangga University in the non-skill classes. It deals with the Language Choice pattern which is used by the lecturers
and is expected by the students in the non-skill classes. This is related to their need and their English competence
BAB DODODAN SUNTINGAN TEKS DAN ANALISIS SEMIOTIK
Penelitian BD mempunyai dua tujuan yaitu ( 1) menhasilkan suntingan teks yang bersih dari kesalahan salin dan tulis dan dapat dipertanggung jawabkan serta dapat dipakai sebagai sumber penelitian bidang ilmu-ilmu lain yang menggunakan
naskah kuno sebagai sumber informasi, .dan (2) mengungkapkan makna-makna semiotik yang terdapat dalam BO. Dalam mencapai tujuan-tujuan diatas, diterapkan teori filologi dan teori /
pendekatan semiotik. T eori filologi berkaitan dengan suntingan teks. Metode suntingan teks yang digunakan adalah metode suntingan standart, yaitu menerbitkan naskah dengan membetulkan kesalahan-kesalahan kecil dan ketidakajegan, sedang ejakannya disesuaikan dengan ejakan Bahasa Jawa yang disempumakan. Naskah BO ditemukan hanya satu. maka perbaikan yang dilakukan didasarkan pad.a intuisi peneliti, kamus dan perbandingan dengan naskah sezaman
PERGESERAN PARADIGMA PRIYAYI JAWA DALAM TEKS NOVEL JALAN MENIKUNG - PARA PRIYAYI JAWA KARYA UMAR KAYAM
Teks Jalan Menikung-Para Priyayi II (JM-PP II) karya Umar Kayam yang dijadikan obyek penelitian ini merupakan karya sastra yang berbentuk novel. Novel JM-PP II terbit petama kali pada bulan september tahun 1999 oleh yayasan Pustaka Utama Grafitti, Jakarta. Novel JM-PP II merupakan novel kedua Umar Kayam dan kelanjutan dari novel pertamanya yang
berjudul Para Priyayi-sebuah novel yang terbit pertama kali tahun 1992. Novel setebal 148 halaman ini merupakan novel yang menggambarkan tentang kehidupan sosial dan budaya priyayi Jawa, di tengah jaman yang semakin maju dan berkembang. JM-PP II merupakan novel realis, sehingga dalam teksnya kehidupan para priyayi ,Jawa digambarkan dengan jelas dan tugas. Titik tolak permasalahan dari analisis ini yakni tentang pergeseran paradigma priyayi Jawa dalam melihat realitas sosial dan budaya yang sedang berkembang di tengah masyarakat.Tujuan dari penelitian ini adalah mencari korelasi antara teks JM-PP II dengan realitas sosial budaya priyayi Jawa yang sedang berkembang
THE IMPORTANCE OF CREATIVE POWER IN ISABEL ALLENDE'S EVA LUNA: AN ANALYSIS ON THE MAJOR CHARACTER
Human beings have an instinct which is called creative power that helps them solve their problems. However, the creative power cannot be witnessed if it is not manifested. For instance, a person might be using imagination in order
to make his or her life easier to lead on. Eva Luna, the major character in the novel written by Isabel Allende, is the person performing such a typical struggle. This thesis aims at identifying Eva,s unique way to survive in the
hostility of life, and how it brings her to a life she has never expected to happen. The creative power used by the heroine is manifested in the way she uses her creative mind, which also shows her uniqueness. Using Adler's concept of "creative power', as psychological approach, the writer will analyze how Eva gains success by working on her creative
power that works for completion and perfection. The writer is also backed up with characterization and setting concepts in order to give deeper analysis. The result is expected to give an inspiration to overcome life struggle, and that it is essential to work on our creative power
THE REPRESENTATION OF GOTHIC ELEMENTS IN BRAM STOKER'S DRACULA: A GENETIC STRUCTURALIST APPROACH
This study attempts to investigate the Gothic elements of the famous Gothic work, Dracula, by Bram Stoker. The novel was used as the main source of the data of the study. The Genetic Structuralism theory with descriptive qualitative method was implemented to analyze the Gothic elements through its fonnal elements, characters and settings; and informal elements, the socio historical background of the author. It was found that the Gothic elements of the novel were mainly developed in the characters and settings, as well as in the socio historical background of the author. Therefore, it can be concluded that analyzing the formal and informal elements of a novel is effective to reveal the Gothic elements of the novel
AN ANALYSIS OF THEME THROUGH HENRY POTTER AND HIS CONFLICTS IN PEARL S. BUCK'S THE RAINBOW
Novel yang baik seharusnya memiliki tema. Pembaca dapat megetahui tema tersebut dengan menganilisi novel itu sendiri. Suatu tema dapat dirumus kan memlalui elemen-elemen dalam novel tersebut. Perkembangan tokoh,alur dan latar berita dapat menunjukan ide pokok dari novel tersebut. Dalam skiripsi ini, penulisi akan menganalisis tema novel The Rainbom memalalui tokoh hHenry Potter dan konflik-konfliknya. Karena penulis akana mengalisis tema dalam novel ini maka diginakan pendekatan formalistik dan teori struktural. Penulis akan melihat novel ini tanpa mengacu pada unsur-unsur luar, dan analisisi akan terpusta pada unsur-unsur dalam novel itu sendiri
Gambaran Histopatologi Insang Ikan Mas (Cyprinus Carpio Linn) yang Diinfeksi Aeromonas Hydrophila Setelah Diberi Probiotik
THE STRUGGLE FOR EXISTENCE OF TESS DURBEYFIELD IN HARDY'S TESS OF THE D'URBERVILLES
Tess of the D'Urberville merupakan salah satu kazya Thomas
Hardy tentang kisah tragis dari tokoh utama, Tess Durbeyfield. Penderitaan Tess dimulai setelah kegadisannya direnggut oleh Alec dan hal itu menyebabkan masyarakat mengucilkan dirinya. Peristiwa. tersebut menjadi awal dari semua penderitaan dalam hidupnya yang berakhir dengan kematiannya di tiang gantungan. Tess Durbeyfield tampil sebagai sosok yang menderita dalam perjuangan melawan kekl,tatan di luar dirinya yang jauh lebih unggul. Perjuangan Tess berangkat dari kondisi-kondisi · dalam
hidupnya yang bertentangan dengan harapan dan keinginannya.
Kemiskinan keluarga yang memaksa dirinya mengorbankan citacitanya serta nilai-nilai moral konvensional di masyarakat yang menghancurkan perkawinannya merupakan kenyataan pahit yang harus dialami dalam usahanya mencapai tujuan hidup