82567 research outputs found
Sort by
Hubungan Efikasi Diri dan Dukungan Sosial Terhadap Kesiapan Kerja Pada Lulusan Baru
Kesiapan kerja merupakan faktor penting dalam menentukan kemampuan dari lulusan baru agar dapat bersaing di pasar kerja nasional dan global. Beberapa penelitian tentang kesiapan kerja dari perekrutan lulusan baru menurut perspektif employers mengindikasikan bahwa beberapa lulusan yang memasuki dunia kerja kurang perbekalan dan kesiapan kerja dari yang diharapkan oleh employers, khususnya terkait relasional dan kompetensi personal - kemampuan yang tidak secara langsung diajarkan di kelas. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara efikasi diri dan dukungan sosial terhadap kesiapan kerja pada lulusan baru. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan merupakan penelitian eksplanatori yang menguji hipotesis korelasi antar variabel. Sedangkan responden adalah populasi yang diwakili oleh sampel sebanyak 112 orang. Desain penelitian dengan partisipan yang banyak biasanya menggunakan metode survei, yang mana alat/instrumen yang digunakan adalah kuesioner. Teknik analisis korelasi yang dilakukan menemukan bahwa terdapat hubungan antara efikasi diri dengan kesiapan kerja dengan arah positif yang memiliki koefisien tinggi dan signifikansi yang kuat. Ditemukan juga bahwa terdapat hubungan dengan kategori koefisien tinggi yang signifikan berarah positif antara dukungan sosial dengan kesiapan kerja. Sementara itu, ketika diuji secara simultan menggunakan model regresi linier berganda, dan ditemukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara efikasi diri dan dukungan sosial secara simultan terhadap kesiapan kerja
Peran Celebrity Worship terhadap Perilaku Agresi Verbal pada Generasi Z Penggemar K-Pop di Media Sosial X
Celebrity worship merupakan fenomena psikologis yang sering ditemukan pada penggemar, khususnya di kalangan generasi Z yang tumbuh di era digital. Pada penggemar K-Pop, terutama generasi
Z, celebrity worship diprediksi dapat menyebabkan terjadinya perilaku agresi verbal di media sosial.
Agresi verbal seperti komentar kasar, pertengkaran, atau perundungan daring sering terlihat dalam
interaksi antar penggemar saat membela idola mereka di media sosial X. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui seberapa besar peran celebrity worship terhadap tingkat agresi verbal generasi Z
penggemar K-Pop di media sosial X. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif menggunakan
metode survei daring sebagai pengumpulan data. Subjek dalam penelitian ini adalah 306 penggemar K-
Pop generasi Z yang menggunakan media sosial X. Instrumen pada penelitian ini adalah Celebrity
Attitude Scale (CAS) dan skala Agresi Verbal. Hasil analisis menunjukkan bahwa celebrity worship turut
berperan terhadap tingkat agresi verbal penggemar K-Pop dengan koefisien determinasi sebesar R2 =
0,0469. Hal ini memiliki makna bahwa celebrity worship dapat menjelaskan sebanyak 4,69% dari
variabel agresi verbal dan sisanya dijelaskan oleh faktor lain selain celebrity worship
VALIDASI METODE DAN PENETAPAN KADAR FENOL TOTAL DALAM EKSTRAK ALKOHOL DAUN JAMBU BIJI (Psidium guajava L.) SECARA SPEKTROFOTOMETRI UV-VIS
Total phenolics, with various biological activities are considered as a key compounds in Psidium guajava L. The content of total phenolics in alcohol extracts was determined spectrophotometrically according to the folin ciocalteu procedure and calculated as gallic acid equivalents (GAE). Qualitative analysis was conducted/carried out before determining the total phenolics. Qualitative analysis has been done with comparing standard and sample spectra and Rf of reference standard with TLC-Densitometer. Quantitative analysis include validation method (LOD-LOQ; linierity; precision; accuracy) and the content of total phenolics determination by UV-Vis Spectrophotometer. Result of this study include LOD = 0,08 ppm, LOQ = 0,25 ppm; linearity with r = 0.9992, and Vxo = 1,85 %; precision (CV) for 50 %, 70 %, and 96 % alcohol extracts were 1,58 %, 0,54 %, and 2,08 %; accuracy with % recovery for 50 %, 70 %, and 96 % alcohol extract were (101,87 ± 1,02) %, (100,15 ± 1,40) %, (100,29 ± 2,07) %. The content of total phenolics for 50 %, 70 %, and 96 % alcohol extract were 39,02 ± 0,62); (34,14 ± 0,18); (12,59 ± 0,26) milligrams GAE per gram dry material. The resulting data expected will be used to the content of total phenolics determination from phytopharmaca product which are principal component of Psidium guajava L
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP HAK-HAK NORMATIF PEKERJA WANITA
Pertumbuhan penduduk yang tinggi dan penyebaran penduduk yang kurang seimbang, merupakan faktor yang amat mempengaruhi tentang masalah ketenagakerjaan di tanah air kita, yang artinya kebutuhankebutuhan kerja bagi tenaga yang telah mencapai usia kerja demikian besar keadaannya di daerah-daerah yang sangat padat penduduknya dapat ikatakan malah kekurangan tenaga kerja yang berusia muda, yang cakap dan terampil. Dalam hal sektor industri peran tenaga kerja sangat menunjang peningkatan basil produksi, hal tersebut menunjukkan hasil peningkatan dunia usaha dalam meoyerap tenaga kerja sebanyak mungkin
KADAR SGPT DAN SGOT TIKUS JANTAN (Rattus norvegicus) SETELAH DISUNTIK DOSIS TUNGGAL FORMULA VAKSIN HEPATITIS B
The purpose of this study was to determine the impact of giving hepatitis B virus vaccine against the overview of SGPT and SGOT of male rats. This study used 20 male rats as a laboratory animals were divided into four treatment groups, control group namely K that given 0.4 ml phospate buffered saline, treatment one namely PI which was given 0.4 ml hepatitis B virus vaccine formula type I, treatment two namely P2 which was given 0.4 ml hepatitis B virus vaccine formula type 2 and treatment three namely P3 which was given 0.4 ml hepatitis B virus vaccine formula type 3. Examination of SGPT and SGOT with optimized UV test method, analysis of the data used Analysis of Variance. The result of the examination shows that no significant changes in every treatment. In conclusion, there is no changing ofSGPT and SGOT's male rat (Rattus norvegicus) by giving hepatitis B virus vaccine formula
Eksploratif Kualitatif: Stigma Masyarakat Terhadap Individu dengan Gangguan Mental
Penelitian ini mengeksplorasi stigma yang dihadapi oleh satu individu dengan gangguan mental di Indonesia, dengan fokus pada persepsi masyarakat dan dampaknya terhadap kehidupan sehari-hari. Menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus, data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dengan satu responden yang didiagnosis menderita BPD, Bipolar, dan ADHD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stigma terhadap responden masih kuat akibat kurangnya pemahaman masyarakat. Hal ini tercermin dalam diskriminasi, marginalisasi, dan stereotip negatif yang menghambat akses terhadap dukungan sosial serta layanan kesehatan. Stigma juga berdampak pada harga diri, perasaan malu, dan isolasi sosial. Oleh karena itu, diperlukan edukasi luas tentang gangguan mental serta kebijakan inklusif yang melindungi hak penderita. Kolaborasi antara pemerintah, lembaga kesehatan, dan masyarakat sipil penting untuk mengurangi stigma dan meningkatkan kesejahteraan penderita
Upaya Keterlibatan Orangtua Otoritatif dalam Mengatasi Problematic Use of Gadget pada Anak Usia Dini
Kemajuan teknologi dan mudahnya akses terhadap perangkat digital menjadikan anak terpapar gadget sejak usia dini. Adanya kesibukan orang tua, kurangnya pemahaman akan batasan waktu yang ideal untuk penggunaan gadget pada anak, maupun keterbatasan aktivitas fisik di luar rumah merupakan faktor yang dapat berkontribusi terhadap tingginya penggunaan gadget pada anak. Studi kualitatif dengan pendekatan studi kasus ini bertujuan untuk mengetahui gambaran upaya keterlibatan orang tua dalam mengatasi PUG pada anak usia dini. Partisipan merupakan orang tua yang memiliki anak usia dini (1-6 tahun) dengan PUG, yang diwawancari dalam in-depth interview sebagai teknik penggalian data. Melalui teknik criterion based, temuan menunjukkan bahwa keterlibatan orang tua otoritatif memainkan peran penting dalam mengelola PUG pada anak usia dini. Kesadaran tinggi terhadap dampak negatif teknologi, penerapan strategi pengasuhan berbasis kebutuhan psikologis dasar anak (Self-Determination Theory), serta dukungan sosial dari pasangan dan keluarga besar menjadi faktor pendukung utama keberhasilan pengelolaan penggunaan gadget
Hubungan antara Dukungan Sosial oleh Teman Sebaya dan Ide Bunuh Diri pada Dewasa Awal
Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara dukungan sosial oleh teman sebaya dan ide bunuh diri pada dewasa awal. Dukungan sosial oleh teman sebaya membantu individu dewasa awal dalam mengelola stres dan menjaga keseimbangan psikologis, sehingga dapat mengurangi risiko munculnya ide bunuh diri. Dukungan sosial oleh teman sebaya memiliki 3 aspek, dukungan emosional menunjukkan kepedulian kepada orang lain, dukungan instrumental berupa pemberian barang atau jasa, dan dukungan informasi dapat membantu individu untuk menjelaskan, memahami, dan mengatasi peristiwa yang dianggap bermasalah. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif cross-sectional dengan metode survei pada 148 responden (51 laki-laki, 97 perempuan). Skala yang digunakan adalah Skala Dukungan Teman Sebaya dan ASIQ. Analisis data menggunakan teknik korelasi pearson’s r. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang negatif dan signifikan dari dukungan sosial oleh teman sebaya dan ide bunuh diri pada dewasa awal
The Relationship Between Sibling Relationships and Mental Health Issues in Adolescence: Scoping Review
Due to the rising mental health issues in the adolescence period which threaten adolescents’ mental health and well-being, this study aims to explore the relation of sibling relationship and adolescents experiencing mental health issues. This study uses the scoping review method, utilising PRISMA-ScR to analyse the relationship between sibling relationships and mental health issues in adolescence. This study reviewed five articles and found that positive sibling relationships have been shown to influence and decrease depressive symptoms and serve as a buffer against problems that occur in adolescence. The influence of these relationships is seen stronger during the occurrence of low-quality or no parental relationships. Future research should include no sibling participants in their research and explore the dynamics within sibling relationships, including age, gender, order, race, and socioeconomic background to determine the further analysis of the dynamic of sibling relationships on adolescent mental health
PENGARUH PEMBERIAN ZONA PELUSIDA 3 ( ZP3) KAMBING PADA SPERMATOZOA SAPI TERHADAP ANGKA CLEAVAGE EMBRIO DALAM FERTILISASIIN VITRO
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengetahui apakah zona pelusida 3 ( ZP3 ) kambing dapat dipakai untuk mempengaruhi kemampuan spermatozoa dalam fertilisasi in vitro ditinjau dari terbentuknya embrio stadium cleavage. Oosit sapi dibagi dalam tiga kelompok yaitu : kontrol ( PO ): Medium fertilisasi + oosit sapi + spermatozoa sapi; perlakuan pemberian serum (PI) : Medium fertilisasi + Foetal Calf Serum ( FCS ) 10 % + oosit sapi + spermatozoa sapi; perlakuan pemberian Zona Pelusida ( ZP3 ) kambing (P2) : Medium fertilisasi + oosit sapi + spermatozoa sapi yang telah diberi ZP3 kambing 10 %. Media fertilisasi in vitro menggunakan Earle's Balanced Salt Solution ( EBSS ) yang diletakkan dalam drop fertilisasi bentuk rosette. Spermatozoa yang telah dilakukan swimp up, diambil sepertiga atasnya dengan mikropipet. Selanjutnya dimasukkan ke dalam tetes pusat roselle yang berisi 50 111 Earle's Balanced Salt Solution ( EBSS ) lalu kembali diinkubasikan ke inkubator C02 dengan kelembaban 95 % dan suhu 36-38°C selama 1 jam untuk kapasitasi. Oosit matang yang mempunyai cumulus onphorus kompak dimasukkan ke dalam masing-masing tetes radial rosette yang herisi 25 111 Earle 's Balanced Salt Solution ( EBSS ). Media fertilisasi yang sudah berisi spermatozoa ditambah oosit matang dimasukkan kembali dalam inkubator C02 selama 48 jam dan tiap 24 jam digoyang. Pada hari ke-2 dan ke-3 tiap-tiap perlakuan diamati serta pada hari ke-4 dijumlah embrio yang mengalami cleavage. Hasil penelitian menunjukkan bahwa angka cleavage pada perlakuan dengan pemberian Zona Pelusida ( ZP3 ) kambing ( P2 ) lebih kecil dibandingkan dengan kontrol ( PO ) dan perlakuan pemberian serum ( PI ) ( P 0,05 ). Kesimpulan dari penelitian ini adalah pemberian Zona Pelusida ( ZP3 ) kambing pada spermatozoa sapi dapat menurunkan angka cleavage embrio pada fertilisasi m vitro dari oosit sapi