Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    Pola Kelekatan Dewasa Awal Dengan Riwayat Orang Tua Bercerai

    Get PDF
    ABSTRAK Perceraian pada orang tua memberikan dampak bagi keluarga, tak terkecuali anak sebagai dewasa awal. Transisi perubahan yang terjadi pada struktur, kebiasaan, dan sikap menjadi tantangan tersendiri bagi anak yang telah mencapai usia dewasa awal, khususnya pada pola kelekatan. Penting untuk mengetahui pola kelekatan yang terbentuk dengan riwayat orang tua bercerai karena akan mempengaruhi sikap individu dan pembentukan pola kelekatan lain di tugas perkembangan selanjutnya. Metode penelitian ini studi kualitatif dengan alat ukur Revised Adult Attachment Scale (RAAS) pada 102 subjek, berusia 18-25 tahun, dengan riwayat orang tua bercerai. Berdasarkan uji hipotesis non-parametrik Mann Whitney U menunjukkan tidak ada perbedaan signifikan dalam pola kelekatan dewasa awal dimensi close antara laki-laki dan perempuan dengan nilai p = 0.222. Pola kelekatan dewasa awal dengan dimensi depend tidak menunjukkan signifikan dengan nilai U=1031.500 dan p = 0.090. Terdapat perbedaan yang signifikan antara laki-laki dan perempuan pada pola kelekatan dewasa awal dimensi anxiety. Perbedaan ini dilihat dari skor mean rank laki-laki = 60.26 yang lebih tinggi dibandingkan skor mean rank perempuan = 44.59. Kata kunci: Adult Attachment; bercerai; dewasa awal; Pola Kelekatan ABSTRACT Divorce among parents has a significant impact on the family, particularly on children in early adulthood. The transitional changes occurring in family structure, habits, and attitudes present unique challenges for children who have reached early adulthood, especially concerning attachment patterns. It is crucial to understand the attachment patterns formed as a result of parental divorce, as these can influence individual attitudes and the development of other attachment patterns in subsequent developmental tasks. This study employs a qualitative method using the Revised Adult Attachment Scale (RAAS) with 102 subjects aged 18-25 years who have a history of parental divorce. Based on the Mann Whitney non-parametric hypothesis test, there is no significant difference in early adult attachment patterns with close dimensions between men and women with a value of p = 0.222. Early adult attachment patterns with the dependent dimension did not show significance with a value of U = 1031.500 and p = 0.090. There is a significant difference between men and women in early adult attachment patterns with the anxiety dimension. This difference is seen from the mean rank score of men = 60.26 which is higher than the mean rank score of women = 44.59. Keywords : Adult Attachment; divorced; Early Adult, Attachmen

    Hubungan Kecerdasan Emosional dan Perilaku Agresif pada Remaja di Surabaya

    Get PDF
    Masa remaja merupakan fase perkembangan yang ditandai oleh perubahan emosional yang intens, yang dapat menimbulkan ketegangan dan berpotensi memicu perilaku agresif jika tidak dikelola dengan baik. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam mengendalikan perilaku agresif adalah kecerdasan emosional, yaitu kemampuan mengenali, memahami, dan mengelola emosi secara sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecerdasan emosional dan perilaku agresif pada remaja di Surabaya. Menggunakan pendekatan kuantitatif korelasional dengan metode survei, sebanyak 102 remaja berusia 10–22 tahun dipilih melalui teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Emotional Intelligence Inventory dan Aggression Questionnaire, dengan analisis data menggunakan uji korelasi Spearman melalui program Jamovi versi 2.6.26. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kecerdasan emosional dan perilaku agresif (r = -0,716; p < 0,001), yang mengindikasikan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosional remaja, semakin rendah kecenderungan perilaku agresifnya. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan emosional sebagai faktor pelindung terhadap agresivitas pada remaja

    REVOLUSI STEM CELL DAN BIOMATERIAL DALAM REGENERATIVE NEUROSURGERY

    Get PDF
    Poin penting yang merangkum esensi dari pembahasan kita mengenai revolusi stem cell dan biomaterial dalam regenerative neurosurgery: 1. Penggunaan sel punca dan biomaterial telah membuka peluang baru dalam pengobatan penyakit neurodegeneratif dan cedera saraf, serta memberikan harapan bagi pasien yang sebelumnya dianggap tidak dapat disembuhkan. 2. Meskipun ada kemajuan yang signifikan di bidang ini, terapi berbasis sel punca masih menghadapi berbagai tantangan, termasuk kelangsungan hidup dan integrasi sel punca itu sendiri, risiko efek samping, dan masalah etis terkait penggunaan sel punca embrionik. 3. Pendekatan multidisipliner dalam penelitian dan pengembangan biomaterial sangat penting untuk menciptakan solusi inovatif dalam regenerative neurosurgery. 4. Regulasi yang lebih komprehensif dan dukungan dari pemerintah diperlukan untuk memastikan keamanan dan efektivitas terapi sel punca di Indonesia. 5. Masyarakat perlu diberikan pemahaman yang lebih baik tentang manfaat dan risiko terapi sel punca untuk mengurangi resistensi terhadap teknologi baru

    MODIFIKASI STRUKTUR SENYAWA BAHAN ALAM SEBAGAI UPAYA PENEMUAN BAHAN OBAT YANG POTENSIAL

    Get PDF
    Program penelitian pengembangan obat melalui sintesis turunan baru dari senyawa bah an alam perlu mendapatkan porsi yang lebih besar dalam program pemerintah sebagai upaya mengatasi ketergantungan industri farmasi/obat terhadap bahan baku obat impor yang jumlahnya mencapai lebih dari 90% dari kebutuhan total bahan baku obat. Mengingat adanya ketimpangan antara potensi bahan alam Indonesia yang melimpah dan penelitian pengembangan obat melalui sintesis turunan baru dari senyawa bahan alam yang masih relatif rendah, maka diperlukan rencana dan langkah strategis untuk mengatasi ketimpangan tersebut melalui kerjasamal kolaborasi yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, lembaga penelitian non perguruan tinggi, dan industri farmasi. Kesulitan utama yang dihadapi oleh peneliti sintesis kimia turunan senyawa bahan alam adalah terbatasnya ketersediaan bahan kimia yang diperlukan dalam melakukan reaksi di laboratorium dan peralatan canggih untuk analisis hasil reaksi sintesis secara cepat dan akurat, sehingga perlu adanya pendukung industri bahan baku kimia atau kelonggaran regulasi impor bahan kimia untuk keperluan penelitian, serta kete;rsediaan alat canggih untuk analisis struktur senyawa kimia hasil sintesis, seperti perangkat spektroskopi NMR dan Massa (MS)

    INOVASI DESAIN DAN SINTESIS SENYAWA BIOAKTIF: TANTANGAN DAN PELUANG MENUJU KEMANDIRIAN PRODUKSI BAHAN AKTIF OBAT

    Get PDF
    Kesimpulan 1. Pengembangan desain dan sintesis senyawa bioaktif baru merupakan kebutuhan yang sudah harus dipertimbangkan. 2. Peneliti Indonesia memiliki kemampuan untuk merancang senyawa yang memiliki berbagai aktivitas biologis serta mensintesisnya dalam skala laboratorium. 3. Mengingat berbagai keuntungan yang diperoleh dari pengembangan obat secara mandiri, maka pengembangan bahan baku obat "made in Indonesia" yang dibuat sejak tahap perencanaan sampai produksi dalam skala besar merupakan kebutuhan yang perlu dipertimbangkan Rekomendasi 1. Penelitian tentang pengembangan senyawa bioaktif harus selalu terus dilakukan guna menemukan metode sintesis yang 14 memiliki keunggulan di samping metode sintesis yang sudah ada 2. Kerjasama penelitian bidang sintesis senyawa organik, khususnya sintesis senyawa bioaktif dengan berbagai institusi yang terkait perlu ditingkatkan sehingga dapat segera dimanfaatkan 3. Hasil penelitian yang telah diperoleh harus dapat dimanfaatkan oleh masyarakat luas melalui hilirisasi hasil penelitia

    SINTESIS TOTAL BAHAN ALAM: WAHANA MENUJU KEMANDIRIAN BAHAN BAKU OBAT DI INDONESIA

    Get PDF
    Sintesis total merupakan media yang sangat baik bagi pendidikan dan pengembangan diri, baik sisi kognitif, afektif, maupun psikomotor. Skills tersebut di atas tidak hanya bermanfaat dalam bidang kimia organik tetapi juga bermanfaat untuk bekerja di bidang-bidang lain, bahkan yang tidak ada hubungannya dengan kimia sekalipun

    REVOLUSI AYAM PEDAGING MENUJU MASA DEPAN PANGAN YANG TETAP TERJAGA DAN LEBIH AMAN

    Get PDF
    Pertama, bahwa performan ayam pedaging dapat tercapai dengan optimal apabila Segitiga Produksi Ternak yang meliputi bibit, pakan dan manajemen dijalankan dengan baik. Kedua, tidak benar bila performan ayam pedaging saat ini yang pertumbuhannya cepat disebabkan karena disuntik hormon ataupun karena diberikan antibiotik pemacu pertumbuhan (AGP). Ketiga, untuk menjaga performan ayam pedaging agar tetap optimal sehubungan dengan pelarangan penggunaan hormon ataupun AGP sebagai pemacu pertumbuhan, maka dapat digunakan probiotik, prebiotik, asam organik, herbal dan protein atau peptida antimikrobial. Keempat, dengan waktu panen atau potong ayam pedaging yang umur pemeliharaannya sempat mundur karena pelarangan penggunaan AGP ke~udian ada beberapa alternatif sebagai pengganti AGP salah satunya adalah ISO-SHW70, sehingga waktu panen kembali menyamai sewaktu masih ada AGP maka ketahanan pangan yang berkaitan dengan daging ayam diharapkan masih tetap terjaga. Kelima, dengan adanya pelarangan AGP maka keamanan pangan lebih meningkat lagi karena risiko kejadian resistensi bakteri terhadap banyak jenis antibiotik akibat residu antibiotik di dalam daging ayam. Bahkan bila menggunakan sejenis ISO-SHW70 sebagai pengganti AGP, maka keamanan pangan untuk daging ayam akan lebih aman lagi karena dapat menurunkan kolesterol daging. Jadi ISO-SHW70 dapat digunakan pada ayam pedaging untuk membantu mengatasi stress, meningkatkan performan dan eflsiensi ekonomi dengan dosis yang optimum 2 gram per liter air minum, serta dapat menurunkan kandungan kolesterol daging dengan dosis yang optimum 3 gram per liter air minum

    Hubungan antara Tolerance of Ambiguity dengan Intensi Berwirausaha pada Mahasiswa Strata 1 Non-Vokasional

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji hubungan antara tolerance of ambiguity dengan intensi berwirausaha pada mahasiswa Strata 1 Non-Vokasional. Kontribusi lulusan perguruan tinggi terhadap jumlah wirausahawan masih relatif rendah dibandingkan dengan lulusan berpendidikan dasar (Ahdiat, 2023). Kondisi ini menegaskan perlunya kajian faktor psikologis yang memengaruhi kesiapan mahasiswa dalam memilih jalur kewirausahaan, salah satunya tolerance of ambiguity, yakni kemampuan individu menghadapi situasi yang tidak pasti, kompleks, dan sulit diprediksi (McLain, 2009). Penelitian ini melibatkan 247 mahasiswa S1 Non-Vokasional yang dipilih menggunakan purposive sampling. Data dikumpulkan secara daring melalui instrumen Multiple Stimulus Types Ambiguity Tolerance Scale-II (MSTAT-II) yang diadaptasi oleh Annisa (2022) dan Entrepreneurial Intention Questionnaire yang diadaptasi oleh Amatillah (2017); Prabowo (2022). Hasil penelitian menunjukkan mayoritas mahasiswa berada pada kategori sedang dalam intensi berwirausaha (59,51%), sedangkan 22,27% kategori tinggi dan 18,22% kategori rendah. Uji korelasi pearson menemukan hubungan positif yang signifikan antara tolerance of ambiguity dan intensi berwirausaha (r = 0,561; p < 0,001). Temuan ini mengindikasikan bila semakin tinggi tolerance of ambiguity pada mahasiswa, maka semakin tinggi pula intensi berwirausahanya

    TEHNIK PENTOKOLAN UDANG WINDU (Penaeus monodon Fab.) PADA BAK TERKONTROL DENGAN GREEN WATER SYSTEM DI BALAI BUD IDA YA AIR PA YAU (BBAP) JEPARA JAWATENGAH

    No full text
    Usaha pengembangan teknologi buelidaya udang di Indonesia ditujukan untuk dapat meningkatkan produksi rnaupun produktivitas. Sebagaian besar petani tarnbak udang eli Indonesia hanya marnpu rnemproduksirata-rata 100 kg udang per tahun. Sedangkan produksi sekitar 3.000 kg per ha per tahun hanya diperoleh petani teladan. Produksi lebih dari 4.000 kg per ha per tahun hanya bagi para pengusaha yang menerapkan rnetode buelidaya intensif. Rendahnya produksi udang oleh sebagaian besar petani umumnya elisebabkantingkat penebaran yang rendah dan tingkat kehidupan yang rendah. Di antara berbagai usaha rneningkatkan tingkat kehidupan adalah rnelaksanakan sistem nursery. Sistern nursery dalarn buelidaya udang dikenal dengan sistem pentokolan yaiturnernbesarkan benur hasil penangkapan dari alarn rnaupun produksi hatchery hingga ukuran yang cukup besar dan tahan terhadap perubahan linglaingan di tarnbak

    Tinjauan Literatur Perbandingan Pengembangan Kecerdasan Emosional Anak Usia Dini Pada Sekolah Alam dan Sekolah Reguler

    Get PDF
    Tujuan utama penelitian ini adalah untuk meneliti bagaimana kecerdasan emosional anak-anak berkembang dalam lingkungan alami dibandingkan dengan lingkungan pendidikan konvensional. Metodologi kualitatif deskriptif yang didasarkan pada survei literatur yang relevan menjadi dasar penelitian ini. Penelitian ini menggunakan tinjauan literatur sebagai metode pengumpulan datanya. Awalnya, kami mengevaluasi kecerdasan emosional anak-anak prasekolah dalam lingkungan sekolah alami vs tradisional. Kedua, kami melihat kecerdasan emosional anak-anak dari perspektif orang tua dan pengasuh lainnya. Terakhir, kami mengusulkan beberapa solusi untuk mengatasi kurangnya data di area ini

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇