Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    Gambaran Hubungan Romantis Pada Perempuan Dewasa Awal yang Belum Menikah dengan Pengalaman Fatherless Akibat Perceraian

    Get PDF
    Perempuan dewasa awal yang belum menikah dengan pengalaman fatherless akibat perceraian memiliki pola hubungan romantis yang cenderung terbentuk oleh pengalaman fatherless mereka. Ketidakhadiran figur ayah dalam kehidupan mereka berpotensi memengaruhi aspek keintiman, gairah, dan komitmen dalam menjalin hubungan romantis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi bagaimana dinamika hubungan romantis pada perempuan dewasa awal dengan pengalaman fatherless akibat perceraian, dengan menggunakan teori Triangle of Love dari Sternberg sebagai kerangka teoritis. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan fenomenologi deskriptif. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam pada tiga partisipan perempuan dewasa awal yang mengalami fatherless akibat perceraian yang sudah pernah menjalin hubungan romantis dan belum menikah. Analisis data dilakukan menggunakan teknik analisis tematik Miles dan Huberman dengan metode triangulasi, member check, dan verifikasi significant others sebagai teknik pemantapan kredibilitas data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman fatherless akibat perceraian tercermin dalam kesulitan menjalin kedekatan emosional, perasaan tidak aman, dan kecenderungan menarik diri dalam situasi yang memerlukan keterbukaan. Hubungan romantis yang terbentuk cenderung tidak stabil dan belum sepenuhnya sesuai dengan gambaran ideal hubungan romantis menurut Sternberg. Dalam aspek keintiman, partisipan menunjukkan kesulitan dalam membangun hubungan yang hangat dan terbuka. Gairah yang muncul tidak diimbangi dengan kematangan emosional dalam mengelolanya. Komitmen terlihat lemah dengan kecenderungan menunda keputusan jangka panjang karena kekhawatiran akan kegagalan hubungan yang terkait dengan pengalaman perceraian dalam keluarga mereka

    Peran Kecerdasan Emosi terhadap Kecenderungan Adiksi Media Sosial TikTok pada Remaja

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran kecerdasan emosi terhadap kecenderungan adiksi media sosial TikTok pada remaja. Topik ini penting karena penggunaan TikTok yang masif berisiko menimbulkan dampak negatif psikologis dan sosial. Penelitian ini mengajukan hipotesis bahwa kecerdasan emosi berperan dalam menurunkan kecenderungan adiksi TikTok. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan survei dan teknik purposive sampling terhadap 80 remaja berusia 10–21 tahun di Indonesia. Instrumen yang digunakan adalah adaptasi dari Social Media Addiction-Student Form (SMAS-SF) dan Assessing Emotions Scale (AES). Analisis regresi linear sederhana dengan SPSS versi 26 menunjukkan bahwa kecerdasan emosi berperan sebesar 8,2% terhadap kecenderungan adiksi TikTok. Persamaan regresi yang diperoleh adalah Y = 94,150 – 0,255X. Hasil ini menunjukkan bahwa semakin tinggi kecerdasan emosi, semakin rendah kecenderungan adiksi TikTok. Temuan ini menegaskan pentingnya pengembangan kecerdasan emosi untuk mencegah adiksi media sosial pada remaja

    HUBUNGAN ADVERSITY QUOTIENT DENGAN EMPTY NEST SYNDROME PADA DEWASA MADYA DI WONOGIRI YANG DITINGGAL ANAK MERANTAU

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara adversity quotient dengan empty nest syndrome pada dewasa madya di Kabupaten Wonogiri yang ditinggal anak merantau. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Instrumen yang digunakan adalah skala Adversity Quotient berdasarkan teori Stoltz (2000) dengan 31 aitem dan skala Empty Nest Syndrome berdasarkan aspek Raup dan Myers (1989) serta Putri (2022) dengan 45 aitem. Responden penelitian berjumlah 67 orang dewasa madya (usia 40–65 tahun) di Kabupaten Wonogiri yang anaknya merantau. Data dianalisis menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 26.0 for Windows. Berdasarkan hasil uji korelasi Pearson, ditemukan bahwa terdapat hubungan negatif yang signifikan antara variabel Adversity Quotient (X) dan Empty Nest Syndrome (Y). Nilai koefisien korelasi Pearson sebesar -0,371 dengan nilai signifikansi (p-value) sebesar 0,002 (p < 0,05). Hal ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat Adversity Quotient pada individu, maka kecenderungan untuk mengalami Empty Nest Syndrome cenderung menurun secara signifikan. Analisis ini melibatkan sebanyak 70 partisipan, dan nilai signifikansi yang lebih kecil dari 0,05 mengindikasikan bahwa hubungan yang ditemukan tidak disebabkan oleh kebetulan semata, melainkan dapat dianggap signifikan secara statistik

    Peran Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan terhadap Regulasi Emosi pada Remaja dengan Orang Tua Bercerai

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi peran keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap regulasi emosi pada remaja dengan orang tua bercerai. Perceraian orang tua menjadi tantangan bagi remaja karena kestabilan dan kematangan emosional mereka masih dalam tahap perkembangan. Kehilangan peran salah satu orang tua, khususnya ayah dapat menambah tantangan bagi remaja dalam perkembangan emosional dan pembentukan regulasi emosinya. Keterlibatan ayah berperan penting dalam mendukung kemampuan regulasi emosi yang adaptif. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei terhadap 72 remaja akhir berusia 18-21 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah Percieved Father Involvement Questionnare dan Emotion Regulation Questionnare. Hasil analisis menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki peran terhadap strategi regulasi emosi cognitive reappraisal, tetapi tidak menunjukkan korelasi signifikan terhadap strategi regulasi emosi expressive suppression

    Hubungan Adiksi Instagram dengan Depresi pada Emerging Adulthood

    Get PDF
    Studi ini untuk mengetahui hubungan adiksi Instagram dan depresi pada kelompok emerging adulthood. Penggunaan Instagram, yang kian marak dan intensif, berkaitan dengan terjadinya adiksi. Hal tersebut dianggap berhubungan dengan tingginya prevalensi depresi yang dialami emerging adulthood saat ini. Selain itu, ditemukan inkonsistensi hasil dari sejumlah riset yang relevan dengan topik tersebut. Penelitian kuantitatif ini menggunakan metode survei dalam pengumpulan data. Alat ukur yang digunakan adalah skala adiksi Instagram “Bergen Facebook Addiction Scale versi modifikasi Instagram” (Ponnusamy dkk., 2020) dan skala depresi “Center for Epidemiologic Studies Depression Scale” (Radloff, 1977). Sebanyak 194 pengguna aktif Instagram di Indonesia (18-25 tahun) berpartisipasi dalam riset ini. Analisis korelasi Spearman dilakukan dengan perangkat lunak Jamovi. Temuan studi ini menunjukkan bahwa adiksi Instagram berhubungan secara signifikan dengan depresi pada emerging adulthood. Implikasi praktis dari penelitian ini adalah membatasi penggunaan Instagram, meningkatkan interaksi tatap muka, dan memperbanyak kegiatan fisik. Komunitas juga dapat membuat edukasi mengenai penggunaan Instagram agar tidak teradiksi serta memanfaatkan Instagram untuk mendukung kesehatan mental

    Peran Perfeksionisme dan Ketakutan akan Kegagalan terhadap Prokrastinasi Akademik Mahasiswa Psikologi yang Mengerjakan Skripsi

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui peran perfeksionisme dan ketakutan akan kegagalan terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa yang mengerjakan skripsi di Fakultas Psikologi PTN X. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei dan melibatkan 61 partisipan. Alat ukur yang digunakan adalah Multidimentional Perfectionism Scale (24 aitem; α=0,919), Performance Failure Appraisal Inventory (27 aitem; α=0,613) dan Tuckman Procrastination Scale (12 aitem; α=0,841). Hasil analisis menunjukkan bahwa perfeksionisme memiliki peran signifikan negatif terhadap prokrastinasi akademik mahasiswa yang mengerjakan skripsi. Sedangkan, variabel ketakutan akan kegagalan tidak berkorelasi signifikan terhadap prokrastinasi akademik

    Hubungan Dukungan Sosial dan Pscyhological Distress Pada Family Caregiver Pasien Kanker

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan sosial dan psychological distress pada family caregiver pasien kanker. Caregiver sering menghadapi beban fisik dan emosional yang tinggi, sehingga berisiko mengalami distress psikologis (Lv dkk., 2021). Dukungan sosial diyakini dapat membantu mengurangi beban tersebut (Drageset, 2021). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan menyebarkan kuesioner kepada 73 family caregiver di Surabaya dan Jabodetabek. Instrumen yang digunakan adalah MSPSS untuk mengukur dukungan sosial dan K10 untuk mengukur psychological distress. Analisis data dilakukan dengan Jamovi menggunakan uji asumsi dan korelasi. Hasil menunjukkan bahwa dukungan dari keluarga memiliki hubungan negatif yang signifikan dengan psychological distress (r = -0,357; p = 0,002). Sementara itu, dukungan dari teman (ρ = -0,008; p = 0,944) dan significant others (ρ = -0,021; p = 0,863) tidak signifikan

    Gambaran Resiliensi Perempuan Emerging Adulthood Tanpa Ayah yang Menjadi Tulang Punggung Keluarga

    Get PDF
    Ketidakhadiran figur ayah pada perempuan dewasa awal menciptakan kekosongan dalam keluarga dan memunculkan pergeseran peran yang harus diisi oleh perempuan sebagai tulang punggung keluarga. Penelitian terdahulu menunjukkan bahwa dampak pada perempuan tidak hanya bersifat psikologis, tetapi juga memengaruhi dinamika keluarga. Pengalaman perempuan dalam mengisi peran tersebut mengungkapkan bagaimana interaksi faktor-faktor resiliensi berperan secara dalam membentuk adaptasi. Penelitian ini ingin mengetahui gambaran resiliensi perempuan emerging adulthoodtanpa ayah yang menjadi tulang punggung keluarga, dengan memperhatikan pengalaman, faktor penguat, hingga membentuk adaptasi saat ini. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Partisipan penelitian adalah perempuan usia emerging adulthood (18-29 tahun) tanpa ayah yang menjadi tulang punggung keluarga. Penggalian data dilakukan melalui wawancara mendalam dengan teknik analisis data theory-driven, dan verifikasidata diperkuat dengan metodemember check. Penelitian ini menemukan bahwa ketidakhadiran figur ayah pada perempuan emerging adulthood menciptakan stresor yang berujung pada situasi krisis, dimana perempuan harus mengisi peran sebagai tulang punggung keluarga. Partisipan menunjukkan gambaran resiliensi dengan mengembangkan strategi koping yang berbeda, dimana faktor-faktor resiliensi berperan sebagai penguat pada proses koping. Seperti satu partisipan yang mengatasi situasi krisis belum sepenuhnya adaptif, sementara empat partisipan lain menunjukkan pertahanan diri yang lebih matang dan membentuk respons yang lebih adaptif. Optimalisasi faktor-faktor resiliensi mendukung keberhasilan proses koping dan membentuk adaptasi positif. Namun, tanpa dukungan lebih lanjut, adaptasi ini berpotensi kembali ke krisis. Temuan ini menunjukkan bahwa meskipun individu mengalami tekanan untuk melengkapi peran ayah, mereka tetap berpotensi untuk bertransformasi positif melalui pengembangan faktor-faktor resiliensi yang memperkuat kemampuan mereka dalam menghadapi tantangan dalam situasi yang mereka jalani

    Pengaruh Neuroticism Trait terhadap Self-Image Remaja Pengguna Earphone

    Get PDF
    Penggunaan perangkat audio pribadi seperti earphone semakin umum di kalangan remaja dan telah menjadi bagian dari gaya hidup digital masa kini. Namun, intensitas penggunaan yang tinggi berpotensi menurunkan frekuensi interaksi sosial yang esensial dalam pembentukan citra diri remaja. Salah satu dimensi kepribadian yang berkaitan dengan proses pembentukan citra diri adalah neuroticism, yang mencerminkan kecenderungan individu merespon tekanan dengan emosi negatif. Penelitian ini bertujuan mengetahui pengaruh neuroticism trait terhadap self-image pada remaja pengguna earphone. Sebanyak 60 remaja berusia 15-18 tahun yang menggunakan earphone lebih dari 4 jam per hari menjadi partisipan dalam penelitian ini. Instrumen yang digunakan adalah IPIP-BFM 25 untuk mengukur neuroticism trait dan Erikson Psychosocial Stage Inventory (EPSI) subskala identity vs. role confusion untuk mengukur self-image. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linier sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak terdapat pengaruh signifikan antara neuroticism trait terhadap self-image (r = 0,160; p = 0,223). Hasil ini menunjukkan bahwa pembentukan self-image remaja dalam konteks penggunaan earphone lebih kompleks dan tidak dapat dijelaskan hanya oleh faktor kepribadian neuroticism semata

    Analisis Pathway to Care pada Individu Dewasa Awal dengan Clinical High-Risk for Psychosis (CHR-P)

    Get PDF
    Dewasa awal merupakan fase kritis bagi individu dengan Clinical High-Risk for Psychosis (CHR-P). Namun, keterlambatan pencarian bantuan masih sering terjadi pada individu ini dan diperburuk dengan masalah pencarian bantuan dan akses layanan psikosis di Indonesia. Penelitian ini bertujuan untuk memahami pathway to care pada individu dewasa awal CHR-P beserta faktor yang mempengaruhinya melalui pendekatan Health Belief Model (HBM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan teknik analisis tematik theory driven. Data diperoleh secara sekunder melalui wawancara terstruktur pada penelitian payung Riset Kolaborasi Indonesia (RKI). Pemilihan partisipan melibatkan tiga dewasa awal yang teridentifikasi CHR-P dan pernah melakukan pencarian bantuan. Hasil menunjukkan bahwa partisipan tidak mengenali gejala awal sebagai tanda risiko psikosis dan baru mencari perawatan saat fungsinya terganggu. Dorongan internal lebih berperan dibandingkan eksternal, dan perbedaan pathway to care antarindividu dipengaruhi oleh kematangan psikologis, dukungan sosial, dan proses internal pencarian bantuan. Diperlukan peningkatan literasi psikosis, dukungan bebas stigma, dan sistem rujukan yang lebih optimal untuk mendukung deteksi dini psikosis

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇