Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    Menahan Niat Resign di Generasi Z: Peran Empowering Leadership dan Empowerment dalam Hubungan Beban Kerja dan Turnover Intention

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris peran mediasi psychological empowerment dan moderasi empowering leadership pada hubungan antara workload dengan turnover intention pada karyawan Generasi Z berdasarkan teori Job Demands-Resources (JD-R). Penelitian dilakukan dengan survei cross-sectional terhadap 89 responden karyawan Generasi Z yang bekerja di berbagai sektor. Analisis dilakukan dengan moderated mediation analysis untuk menguji hipotesis. Hasil analisis menunjukkan: 1) workload sebagai job demand berpengaruh positif dan signifikan terhadap turnover intention; 2) psychological empowerment sebagai personal resource memediasi hubungan antara workload dan turnover intention; 3) empowering leadership melemahkan hubungan langsung antara workload dan turnover intention; serta 4) terdapat efek moderasi-mediasi di mana peran mediasi psychological empowerment dalam hubungan workload dan turnover intention diperlemah oleh empowering leadership. Temuan ini mengonfirmasi model JD-R, di mana keseimbangan antara job demands dan resources berperan penting dalam memitigasi turnover intention pada Generasi Z, khususnya melalui penguatan job resources berupa empowering leadership

    Peran Perfeksionisme terhadap Parental Burnout pada Orang Tua yang Memiliki Anak dengan Autism Spectrum Disorder (ASD) dengan Moderasi Perceived social support

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran perfeksionisme terhadap parental burnout pada orang tua yang memiliki anak dengan autism spectrum disorder (ASD) dengan moderasi perceived social support. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan pendekatan survei. Data di kumpulkan dari 87 responden yang merupakan orang tua dari anak dengan ASD. Instrumen penelitian ini terdiri dari Parental burnout Assessment, Hewitt Flett Multidimensional Perfectionism Scale Short Form (MPS-SF), dan Multidimensional Scale of Perceived social support (MSPSS). Analisis data dilakukan dengan menggunakan teknik analisis moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-oriented perfectionism, other oriented perfectionism dan socially prescribed perfectionism memiliki peran yang signifikan dan positif terhadap parental burnout. Selain itu, perceived social support memiliki efek moderasi yang signifikan dengan arah negatif pada peran socially prescribed perfectionism terhadap parental burnout. Artinya, perceived social support mampu melemahkan peran socially prescribed perfectionism terhadap parental burnout. Akan tetapi perceived social support tidak memiliki efek moderasi yang signifikan pada peran self-oriented perfectionism terhadap parental burnout maupun peran other-oriented perfectionism terhadap parental burnout

    Peran Self-Regulated Learning Dan Dukungan Sosial Terhadap Prestasi Akademik Pada Mahasiswa Dengan Gejala Adhd

    Get PDF
    Attention-deficit and hyperactivity disorder (ADHD) merupakan gangguan pola perilaku yang mengganggu fungsi perkembangan individu dan dapat dialami oleh individu pada semua kategori usia dan tingkat pendidikan, termasuk mahasiswa. Mahasiswa dengan gejala ADHD mempunyai tantangan menjalani kehidupan perkuliahan sehari-hari yang berdampak pada prestasi akademiknya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran self-regulated learning dan dukungan sosial terhadap prestasi akademik mahasiswa dengan gejala ADHD. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif secara survei. Hasil penelitian menunjukkan bahwa self-regulated learning dan dukungan sosial berpengaruh signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa dengan gejala ADHD dengan pengaruh sebesar 11,7%. Secara parsial, self-regulated learning berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa dengan gejala ADHD, dan dukungan sosial berpengaruh secara signifikan terhadap prestasi akademik mahasiswa dengan gejala ADHD

    Hubungan Peer Attachment Terhadap Subjective Well-Being Remaja Akhir yang Mengikuti Kegiatan Ekstrakurikuler

    Get PDF
    Permasalahan kesehatan mental seperti depresi, stress dan cemas yang muncul akibat salah satu dampak dalam keikutsertaan kegiatan ekstrakurikuler merupakan bagian dari negative affect yang dapat menurunkan tingkat subjective well-being. Salah satu faktor yang berhubungan dengan subjective well-being adalah peer attachment. Peer attachment dapat mudah terbentuk dalam kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian bertujuan untuk mengetahui hubungan peer attachment terhadap dimensi subjective well-being pada remaja akhir yang mengikuti kegiatan ekstrakurikuler. Penelitian ini dilakukan secara kuantitatif dengan metode survei. Diperoleh data sebanyak 121 partisipan terdiri dari 15 laki-laki dan 106 perempuan. Dominasi kegiatan ekstrakurikuler yang diikuti pada bidang kepemimpinan dan mayoritas berstatus sebagai mahasiswa. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi pearson. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan positif peer attachment terhadap life satisfaction (0.294, p 0.05)

    PENGARUH ABUSIVE SUPERVISION TERHADAP VOICE BEHAVIOR: PERAN MODERASI POWER DISTANCE ORIENTATION DAN MEDIASI RUMINATION

    Get PDF
    Tingginya angka prevalensi pada abusive supervision yang terjadi di tempat kerja beserta perilaku yang muncul akibat dampak tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan abusive supervision dengan voice behavior melalui rumination, serta bagaimana peran power distance orientation memoderasi hubungan tidak langsung tersebut. Proses pengambilan data dilakukan dengan menggunakan kuesioner yang disebar secara online dan mendapatkan data sebanyak 175 partisipan. Hasil analisis menemukan bahwa: (1) abusive supervision tidak memiliki hubungan yang signifikan terhadap voice behavior, (2) rumination tidak memediasi hubungan antara abusive supervision dengan voice behavior, (3) pada tingkat power distance orientation rendah memoderasi hubungan tidak langsung melalui rumination antara abusive supervision dengan voice behavior. Hubungan tidak langsung pada penelitian ini bersifat signifikan hanya pada konteks orientasi jarak kekuasaan individu yang rendah. Semakin tinggi tingkat orientasi jarak kekuasaan, hubungan akan semakin tidak signifikan

    Dinamika Pengalaman Psikososial Wanita Infertil yang Menganut Kepercayaan Punarbhawa

    Get PDF
    Infertilitas merupakan isu serius yang tidak hanya berkaitan dengan medis, tetapi juga psikologis dan sosial. Data WHO (2023) menunjukkan sekitar 17,5% orang dewasa di dunia mengalami infertilitas, sedangkan di Indonesia prevalensinya mencapai 10–15% pasangan usia subur (Kemenkes RI, 2022). Dalam masyarakat Hindu, infertilitas dikaitkan dengan kepercayaan Punarbhawa, yaitu keyakinan tentang kelahiran kembali yang menempatkan anak sebagai bagian penting dalam siklus tersebut. Tekanan sosial dan stigma terhadap wanita infertil seringkali memicu masalah psikososial seperti rasa bersalah, malu, dan penarikan diri dari lingkungan sosial (Nanur dkk., 2022). Riset ini bertujuan mengeksplorasi dinamika pengalaman psikososial wanita infertil yang menganut kepercayaan Punarbhawa dengan pendekatan kualitatif fenomenologis. Riset ini diharapkan mampu memberikan pemahaman mendalam mengenai dinamika pengalaman wanita infertil yang menganut kepercayaan Punarbhawa, serta mendorong langkah preventif dan menumbuhkan dukungan sosial yang positif terhadap wanita infertil

    EFEKTIVIKTAS LUDRUK SEBAGAI MEDIA PSIKOEDUKASI DAN DAYA TARIK WELLNESS TOURISM MELALUI EXPRESSIVE ARTS THERAPY UNTUK KESEHATAN MENTAL REMAJA AKHIR SURABAYA

    Get PDF
    Ludruk merupakan seni tradisional khas Jawa Timur yang menampilkan kisah rakyat, humor, dan kritik sosial. Namun, di era modern eksistensinya mulai memudar di kalangan remaja akhir Surabaya. Riset ini bertujuan mengkaji efektivitas ludruk sebagai media Expressive Arts Therapy untuk meningkatkan kesehatan mental remaja akhir serta berpotensi sebagai wellness tourism. Riset ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain quasi experimental, one group pre-test post-test. Sebanyak 80 remaja akhir dipilih melalui purposive sampling untuk uji efektivitas ludruk sebagai media terapi. Hasil kuantitatif menunjukkan penurunan signifikan tingkat stres dan peningkatan self control setelah perlakuan (p < 0,05) sebesar 46,3%, menegaskan efektivitas ludruk sebagai media terapi ekspresif. Kesimpulannya, ludruk memiliki nilai terapeutik dan transformasional sehingga relevan untuk dikembangkan sebagai wellness tourism berbasis budaya

    Pengembangan Perspective Towards Feminism Scale (PTFS) Berbasis Multidimensional di Indonesia

    Get PDF
    Pengukuran sikap terhadap feminisme di Indonesia masih didominasi oleh pendekatan linier pro dan kontra yang tidak merepresentasikan kompleksitas gerakan feminis. Perspektif feminisme sejatinya mencakup pandangan konservatif, liberal, radikal, sosialis, kultural, hingga misoginis yang saling bertentangan maupun bersinggungan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan instrumen yang dapat memetakan perspektif individu terhadap feminisme secara multidimensional. Desain penelitian ini adalah pengembangan skala psikologis melalui tahap penulisan item berdasarkan kajian literatur, validasi isi (CVI) oleh lima rater, dan uji coba awal (pilot testing). Partisipan berjumlah 107 individu berusia 12–40 tahun yang dipilih secara purposive. Skala PTFS akhir terdiri dari 39 item dengan enam dimensi utama: misoginis, konservatif, liberal, radikal, sosialis, dan feminisme kultural. Hasil validasi isi menunjukkan bahwa sebagian besar item memiliki I-CVI ≥ 0.78. Temuan ini menegaskan urgensi pengukuran feminisme yang kontekstual dan berbasis teori multidimensi. Skala ini diharapkan menjadi alat asesmen yang relevan dalam riset dan advokasi kesetaraan gender di Indonesia

    Pengaruh Hybrid Work Model terhadap Kepuasan Kerja dengan Psychological Well-Being sebagai Variabel Mediasi

    Get PDF
    ABSTRAK Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana pengaruh hybrid work model terhadap kepuasan kerja, serta menelaah peran psychological well-being sebagai mediator dalam hubungan tersebut. Pengumpulan data dilakukan terhadap 120 karyawan yang bekerja dengan sistem hybrid work menggunakan metode survei. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini meliputi Hybrid Working Scale, Job Satisfaction Scale, dan Ryff’s Psychological Well-Being Scale. Analisis data dilakukan dengan pendekatan regresi linear mediasi menggunakan PROCESS Macro Model 4 oleh Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hybrid work model berpengaruh positif signifikan terhadap psychological well-being (B = 0,4737; t = 3,7103; p = 0,003) dan psychological well-being juga memiliki pengaruh positif signifikan terhadap kepuasan kerja (B = 0,3839; t = 4,3876; p = 0,000). Selain itu, hybrid work model terbukti memberikan pengaruh langsung signifikan terhadap kepuasan kerja (B = 0,3686; t = 2,8271; p = 0,0055). Namun, psychological well-being tidak memediasi pengaruh hybrid work model terhadap kepuasan kerja, yang ditunjukkan oleh nilai indirect effect (B = 0,1868) yang tidak signifikan karena melintasi angka nol pada hasil bootstrapping. Nilai R² sebesar 0,3906 menunjukkan bahwa hybrid work model dan psychological well-being secara bersama-sama menjelaskan 39,06% variasi kepuasan kerja. Temuan ini memberikan pemahaman bahwa sistem kerja hybrid memberi pengaruh langsung terhadap kepuasan kerja karyawan, sementara psychological well-being belum berperan sebagai mediator dalam penelitian ini. Kata kunci: hybrid work model, kepuasan kerja, psychological well-bein

    Hubungan Regulasi Emosi dengan Resiliensi Pada Pasien Hipertiroid

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan resiliensi pada pasien hipertiroid yang tergabung dalam Komunitas Pita Tosca. Hipertiroid sebagai penyakit kronis tidak hanya menimbulkan gejala fisik tetapi juga mempengaruhi kondisi psikologis, sehingga kemampuan regulasi emosi dan resiliensi penting untuk dimiliki pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Partisipan berjumlah 143 orang berusia 18-40 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu SEK-27 untuk mengukur regulasi emosi dan CD-RISC 25 untuk mengukur resiliensi. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson melalui Jamovi 2.6.26.0 for Mac. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dan resiliensi pada pasien hipertiroid (r = 0,684; p < 0,001), yang mengindikasikan semakin baik regulasi emosi maka semakin tinggi resiliensi pasien. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi psikologis bagi pasien hipertiroid dalam menghadapi tantangan fisik dan emosional

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇