Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    STUDI PERKEMBANGAN JUMLAH DAN UKURAN SKIZON PADA AYAM YANG DIINFEKSI PERTAMA KALI DAN MENGALAMI REINFEKSI OLEH Eimeria tenella

    No full text
    Koksidiosis dapat menimbulkan kerugian besar dalam industri peternakan di Indonesia, dimana ada sembilan spesies koksidia yang dapat menyerang ayam dan yang paling patogen dan menyebabkan diare berdarah adalah E.tenella. Kerugian yang ditimbulkan pertahun di seluruh dunia diperkirakan mencapai USD 800 juta. Penggunaan koksidiostat secara terus-menerus dalam pakan dikhawatirkan dapat menimbulkan galur koksidia yang resisten terhadap antikoksidia. Karena itu perlu dicari tindakan pengendalian selain dari penggunaan koksisiostat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh infeksi E.tenella terhadap perbedaan jumlah produksi dan ukuran skizon pada ayam yang terinfeksi pertama kali dan yang mengalami remfeksi oleh E.tenella

    Vitrifikasi Embrio Mencit Menggunakan Hemi Straw Terhadap Ketebalan Zona Pelusida dan Viabilitas Blastosis

    No full text
    Penelitian ini adalah penggunaan hemi straw pada proses vitrifikasi embrio dapat meningkatkanviabilitas embrio mencit tahap blastosis pasca thawing. Penggunaan hemi straw pada proses vitrifikasi embrio tidak berpengaruh pada ketebalan zona pelusida embrio tahap blastosis pasca thawing. Pada penggunaan hemi straw dirasa cukup efektif untuk meningkatkan viabilitas embrio mencit tahap blastosis. Sehingga perlu dilakukan sosialisasi pengb'llnaan hemi straw sebagai media vitrifikasi embrio pada ternak sehingga diharapkan dapat meningkatkan kualitas embrio pasca thawing dan meningkatkan angka kebuntingan pada program transfer embrio

    PENERAPAN PP NOMOR 30 TAHUN 1980 DALAM UPAYA MENINGKATKAN DISIPLIN PEGAWAI NEGERI SIPIL

    No full text
    Pegawai Negeri sebagai aparatur negara mempunyai posisi yang sangat strategis dan peranan menentukan dalam menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan, sehingga Pegawai Negeri Sipil berkewajiban menyelenggarakan tugas pemerintahan dan pembangunan dengan penuh kesetiaan dan ketaatan kepada Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945, Negara dan Pemerintahan

    Intensi Menggunakan Menstrual Cup pada Perempuan Usia Emerging Adulthood di Indonesia Ditinjau dari Theory of Planned Behavior

    Get PDF
    Di Indonesia, masalah sampah produk menstruasi sekali pakai dapat menjadi ancaman yang signifikan terhadap lingkungan. Untuk mengatasi masalah tersebut, dibutuhkan alternatif yang lebih ramah lingkungan dan bersifat berkelanjutan. Salah satu produk alternatif yang dapat digunakan adalah menstrual cup. Namun, menstrual cup bukanlah produk menstruasi yang umum digunakan, kebanyakan perempuan menggunakan pembalut sekali pakai (Shelby and Puspitasari, 2022). Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris prediktor dalam TPB (attitude, subjective norms, dan perceived behavior control) dalam memprediksi intensi pada perempuan emerging adulthood untuk menggunakan menstrual cup dengan menggunakan kerangka dari theory of planned behavior. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan metode survei kuesioner. Penelitian dilakukan pada perempuan dengan rentang usia 18-25 tahun di Indonesia (N=194). Teknik analisis menggunakan analisis regresi linear berganda menggunakan software Jamovi. Berdasarkan analisis data dengan regresi linear berganda menunjukkan bahwa attitude toward behavior, subjective norms, dan perceived behavioral control mampu memprediksi secara signifikan terhadap intensi perempuan emerging adulthood untuk menggunakan menstrual cup sebesar 53.9%. Kata Kunci: theory of planned behavior, menstrual cup, emerging adulthoo

    Pengaruh Boredom Proneness terhadap Phubbing pada Orangtua

    Get PDF
    Pemakaian smartphone melekat pada masyarakat dan kehidupan sehari-hari, tak terkecuali pada orangtua. Pemakaian smartphone pada orangtua dapat berdampak pada anak jika orangtua melakukannya di tengah interaksi orangtua dengan anak berlangsung. Fenomena tersebut disebut sebagai phubbing yang disebabkan oleh beberapa faktor, salah satunya adalah boredom proneness yang menyebabkan orang tua cenderung mencari suatu hal yang lebih menarik, seperti smartphone yang menyediakan layanan entertainment dan mendorong orangtua menggunakan smartphone ketika merasa bosan walaupun sedang berada di tengah interaksi dengan anak. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif regresi linear sederhana dengan metode survei pada 45 orangtua yang memiliki anak dengan rentang usia 2,3-6 tahun. Alat ukur Phubbing menggunakan The Phubbing Scale oleh Karadaǧ, dkk., (2015) yang terdiri dari 18 butir dan alat ukur Short Boredom Proneness Scale oleh Struk, dkk., (2015) yang terdiri dari 8 butir. Hasil penelitian menunjukkan bahwa boredom proneness peran positif terhadap phubbing

    Hubungan Konformitas dengan Perilaku Phubbing Pada Emerging Adults

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara konformitas dengan perilaku phubbing pada emerging adults. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dan memakai jenis riset survei untuk mengumpulkan data. Total partisipan dalam penelitian ini adalah sebanyak 137 individu yang berada pada usia 18-25 tahun dan sedang menggunakan smartphone. Alat ukur yang digunakan adalah Skala Konformitas milik Febriani (2016) untuk mengukur konformitas dan Generic Scale of Phubbing (GSP) milik Chotpitayasunondh & Douglas (2018) yang telah dilakukan adaptasi terjemahan oleh Listyawati (2018) untuk mengukur perilaku phubbing. Data dianalisis menggunakan uji korelasi dengan teknik Pearson Correlation memakai program Jamovi Statistic vers 2.3.28 for Windows. Hasil analisis dalam penelitian ini adalah adanya hubungan signifikan yang positif antara konformitas dengan perilaku phubbing pada emerging adults dengan nilai koefisien korelasi Pearson sebesar 0,311 (p < 0.001). Hasil korelasi yang positif menunjukkan semakin tinggi konformitas pada individu di usia emerging adulthood, maka perilaku phubbing individu di usia emerging adulthood juga akan semakin tinggi

    Peran Keterlibatan Ayah dalam Pengasuhan terhadap Regulasi Emosi Laki-laki Remaja Akhir

    No full text
    Masa remaja akhir merupakan masa peralihan dari kanak-kanak ke masa dewasa yang ditandai dengan perubahan fisik, sosial, serta kognitif. Fase ini juga ditandai dengan pergolakan emosi. Oleh karena itu, mereka cenderung lebih rentan terhadap ketidakstabilan emosional sehingga dibutuhkan figur lekat yang dapat membantu mereka dalam menavigasi permasalahan dalam hidupnya. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran keterlibatan ayah dalam pengasuhan terhadap regulasi emosi laki- laki remaja akhir. Partisipan pada penelitian ini adalah 122 remaja akhir berusia 18-21 tahun yang memiliki figur ayah. Pengumpulan data menggunakan metode survei kuesioner dengan instrumen pengukuran Perceived Father Involvement Questionnaire (Feliciana, 2019) dan Emotion Regulation Questionnaire (Sepda, 2018). Analisis data menggunakan uji regresi linear sederhana dengan bantuan program IBM SPSS Statistics 27 for Mac. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap regulasi emosi laki-laki remaja akhir (p = 0,000). Penelitian ini menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan menjelaskan 40,2% variasi pada regulasi emosi

    Hubungan Peer Privacy Concern dan Self-Disclosure di Dunia Maya pada Pengguna Platform X

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji bagaimana peer privacy concern memengaruhi self-disclosure di dunia maya pada platform X. Peer privacy concern adalah konstruk multidimensional dengan 4 dimensi: peer-related information privacy concern (terdiri dari subdimensi self-shared information privacy concern dan peer-shared information privacy concern), communication privacy concern, psychological privacy concern, dan virtual territory privacy concern, sehingga terdapat 5 hubungan yang menjadi hipotesis penelitian. Penelitian dilakukan pada pengguna platform X dengan jumlah subjek sebanyak 245 partisipan. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode survei. Alat ukur dalam penelitian ini menggunakan skala Revised Self-Disclosure Scale (RSDS), skala Peer Privacy Concern (PrPC), dan kuesioner demografis. Analisis data dilakukan dengan uji korelasi Pearson dan uji regresi, dengan bantuan program Jamovi. Hasil analisis uji korelasi Pearson (r = .181; p < .05) dan uji regresi (b = 0.443; CI95[0.0570;0.306]; SE = 0.154; p = 0.004) menunjukkan dari 5 hipotesis, hanya terdapat 1 hubungan signifikan, yaitu antara communication privacy concern dan self-disclosure. Dapat diinterpretasikan bahwa communication privacy concern memengaruhi self-disclosure di dunia maya pada pengguna platform X

    Resiliensi Ibu yang Memiliki Anak Penyintas Kekerasan Seksual

    Get PDF
    Kasus kekerasan seksual pada anak memberikan dampak signifikan tidak hanya kepada anak sebagai penyintas, tetapi juga pada orang tua, khususnya ibu. Dampak emosional yang dialami ibu kerap kali lebih besar dibandingkan anggota keluarga lain, namun ibu memiliki peran sentral dalam proses pemulihan anak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran resiliensi ibu yang memiliki anak penyintas kekerasan seksual, dengan menelaah pengalaman, dampak, serta upaya yang dilakukan hingga mencapai ketahanan diri. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Partisipan adalah tiga orang ibu yang memiliki anak penyintas kekerasan seksual, dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan pendekatan theory-driven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ibu mengalami gejolak emosional seperti kecemasan, kemarahan, hingga perasaan bersalah, namun mereka mampu bangkit dan menunjukkan ketangguhan. Faktor resiliensi seperti regulasi emosi, kontrol impuls, optimisme, analisis kausal, empati, efikasi diri, dan kemampuan reaching out berperan dalam membangun ketahanan ibu. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar intervensi psikologis yang tidak hanya berfokus pada anak, tetapi juga pada ibu

    Hubungan Antara Kematangan Emosi dan Kepuasan Pernikahan pada Individu di Lima Tahun Pertama Pernikahan

    Get PDF
    Lima tahun pertama pernikahan merupakan fase rentan konflik karena adanya penyesuaian terhadap peran baru sebagai pasangan hidup. Kematangan emosi dipandang sebagai faktor penting yang memengaruhi kualitas hubungan pernikahan dalam fase tersebut. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan antara kematangan emosi dan kepuasan pernikahan pada individu di lima tahun pertama pernikahan. Subjek penelitian ini berjumlah 131 orang yang berada di lima tahun pertama pernikahan. Pengumpulan data dilakukan dengan metode survei menggunakan Skala Kematangan Emosi yang disusun oleh Arada Yansyah (2020) berdasarkan aspek kematangan emosi menurut Singh dan Bhargava (dalam Ansari, 2015), serta ENRICH Marital Satisfaction Scale dari Fowers dan Olson (1993) yang telah dimodifikasi oleh Elda Artamevia (2021) untuk mengukur kepuasan pernikahan. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson Product Moment dengan bantuan program SPSS versi 27 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan korelasi positif signifikan, yang mengindikasikan semakin tinggi kematangan emosi individu maka semakin tinggi pula kepuasan pernikahannya, dengan nilai koefisien korelasi 0,320 dan signifikansi 0,000 (p < 0,05)

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇