82567 research outputs found
Sort by
Pemanfaatan Media Sosial Twitter Dan Instagram Sebagai Alat Pemenuhan Kebutuhan Afiliasi Pada Remaja Akhir Di Surabaya
Manusia terlahir sebagai makhluk sosial yang tidak mampu hidup sendiri. Di era globalisasi, semua telah berkembang dengan pesat. Media sosial merupakan salah satu hasil dari bentuk keberhasilan perkembangan teknologi pada globalisasi. Pada usia remaja akhir, individu memiliki keinginan yang
besar untuk berhubungan dengan orang lain. Hal ini sejalan dengan teori motivasi McClelland, yaitu need for affiliation atau kebutuhan afiliasi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan media sosial Twitter dan Instagram sebagai alat pemenuhan kebutuhan afiliasi remaja akhir di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus serta analisis tematik theory driven berdasarkan teori dan penelitian terdahulu. Subjek penelitian terdiri dari 2 laki-laki berusia 20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pertama merasa bahwa menggunakan Twitter dapat memenuhi kebutuhan afiliasinya. Sementara subjek kedua merasa menggunakan Instagram itu belum dapat memenuhi kebutuhan afiliasinya. Untuk memenuhi kebutuhan afiliasinya, subjek tetap harus bersosialisasi dan bertemu dengan orang secara langsung
Peran Parents Expectation Terhadap Keterlibatan Orang Tua Pada Literasi Anak Usia Dini Usia 5-6 Tahun
Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran antara harapan orang tua (parents expectation) dan keterlibatan mereka dalam literasi anak usia dini, khususnya anak usia 5-6 tahun. Rendahnya tingkat literasi di Indonesia menjadi latar belakang penting, mengingat fase golden age merupakan periode kritis untuk perkembangan anak. Penelitian ini menggunakan metode survei kuantitatif, dilakukan pada orang tua yang memiliki anak usia 5-6 tahun dengan jumlah responden 99 orang, yang terdiri dari 84 perempuan dan 15 laki-laki yang dipilih secara purposive sampling. Instrumen pengumpulan data mencakup skala CPECF (Chinese Parental Expectation on Child’s Future Scale) dan PIRLS (Progress in International Reading Literacy Study) untuk mengukur variabel harapan orang tua dan keterlibatan orang tua pada literasi anak usia dini usia 5-6 tahun. Hasil analisis regresi linear sederhana memperoleh nilai t sebesar -4.230 dengan taraf signifikansi sebesar <,001. Hal ini menunjukkan bahwa harapan orang tua berpengaruh negatif yang signifikan terhadap keterlibatan orang tua pada literasi anak usia dini usia 5-6 tahun. Model tersebut mampu memprediksi sebesar 14.7% varians dari keterlibatan orang tua pada literasi anak usia dini usia 5-6 tahun. Dengan harapan yang realistis cenderung mendorong keterlibatan aktif dalam aktivitas literasi anak. Sebaliknya, harapan yang berlebihan dapat memicu tekanan pada anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara ekspektasi orang tua dan kebutuhan anak untuk mendukung perkembangan literasi yang optimal
TEKNIK PEMELIHARAAN LARVA BANDENG (Chanos chanos Forskall) DI BALAI BUDIDAYA Air PAYAU JEPARA
lkan Bandeng (Chanos chanos Forskall) merupakan salah satu ikan konsumsi yang berprotein tinggi. Di Indonesia ikan bandeng telah lama dikenal dan merupakan usaha rakyat. Toleransi yang besar terhadap fluktuasi kadar garam dan pertumbuhan yang relatif cepat serta ketahanan yang tinggi menjadikan ikan bandeng paling banyak dipelihara didaerah pantai. Kegiatan budidaya bandeng dewasa ini telah mampu mempekeijakan 10% tenaga keija diseluruh sektor perikanan. Namun perkembangan teknologi budidaya ikan bandeng sangat lambat. Salah satu hal yang menjadi kendala dalam meningkatkan teknologi budidaya bandeng adalah ketersediaan benih
Pengaruh Kasus Perselingkuhan Artis terhadap Trust Issue Individu dalam Memilih Pasangan Hidup
Rasa percaya merupakan salah satu aspek penting dalam membangun hubungan romantis dengan pasangan. Pemberitaan pada media sosial, termasuk kasus perselingkuhan artis, dapat memengaruhi aspek dalam diri individu.. Tinjauan literatur ini bertujuan untuk melihat apakah kasus perselingkuhan yang dilakukan oleh artis dapat memengaruhi trust issues individu dalam memilih pasangan hidup. Dalam penelusuran artikel ilmiah, kata kunci yang digunakan yaitu (“infidelity”), (“celebrity”),dan (“trust”) dalam rentang waktu 2010 - 2022. Ditemukan 9 artikel ilmiah yang cukup sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan yang kemudian dianalisis. Berdasarkan hasil tinjauan literatur, belum ditemukan apakah kasus perselingkuhan artis dapat memengaruhi trust issues individu dalam memilih pasangan hidup. Namun, ditemukan bahwa bahwa representasi media mengenai kasus - kasus perselingkuhan dapat reaksi emosional dalam diri individu. Oleh karena itu perlu dilakukan lebih lanjut apakah semakin tinggi kasus perselingkuhan yang ada dapat membuat trust issue individu dengan orang lain dapat semakin tinggi juga
Adaptasi Maladaptive Daydreaming Scale (MDS-16) Versi Indonesia
Maladaptive daydreaming (MD), atau aktivitas berkhayal berlebihan yang menggantikan interaksi sosial dan/atau mengganggu kemampuan fungsional individu, merupakan gangguan psikologis yang sedang berkembang pesat untuk diteliti dan dikukuhkan sebagai gangguan yang diakui di tingkat internasional. Namun, penelitian dan pengetahuan mengenai MD di Indonesia masih minim. Ketersediaan Maladaptive Daydreaming Scale (MDS-16) sebagai skala ukur dalam versi Indonesia dapat membantu peneliti maupun praktisi psikologi dalam mendiagnosis MD. Adaptasi bahasa dan budaya dilakukan dengan mengacu pada panduan ITC Guidelines dan AAOS. Expert judgment dilakukan untuk memperoleh construct & language equivalence serta content validity. Pilot study dilakukan pada sampel 151 partisipan berusia 16-63 tahun untuk melakukan analisis CFA dan uji reliabilitas. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa setiap aitem memiliki construct & language equivalence serta content validity yang baik. Nilai indeks CFA belum memenuhi kriteria good fit, sedangkan Cronbach’s alpha sudah memuaskan kecuali pada dimensi Music. Temuan ini memberikan bukti awal properti psikometri adaptasi MDS-16
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA YANG DIPEKERJAKAN TIDAK SESUAI KETERAMPILAN, KEAHLIAN DAN KEMAMPUAN
Indonesia sejak dulu terkenal sebagai negara yang mempunyai banyak penduduk, selain itu Indonesia juga merupakan negara berkembang yang giat melaksanakan pembangunan di berbagai bidang. Pemerintah sebagai pelaksana pembangunan nasional berusaha keras melaksanakan pembangunan nasional sebaik-baiknya, sebagaimana dituangkan dalam Ketetapan MPR NOMOR IV/ MPR/1999-2004 tentang Garis-Garis Besar Haluan Negara (GBHN) Bab I Pendahuluan bagian A tentang dasar pemikiran alinea ketiga. Disana dijelaskan bahwa pembangunan nasional merupakan "Usaha peningkatan kualitas manusia dan masyarakat Indonesia yang dilakukan secara berkelanjutan berdasarkan kemampun nasional dengan memanfaatkan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi serta memperhatikan tantangan perkembangan global yang dalam pelaksanaannya mengacu pada kepribadian bangsa yang berdaulat, mandiri, berkeadilan,sejahtera, maju, dan kokoh kekuatan moral serta etikanya"
Perbandingan Basic Symptoms pada Individu yang Mencari Bantuan Kesehatan Mental (Mental Help-Seeking)
Penelitian ini bertujuan membandingkan kemunculan basic symptoms yang merupakan gejala subklinis awal yang mencerminkan gangguan, seperti persepsi, kognisi, atau pengalaman diri yang dapat menjadi indikator risiko psikosis individu yang mencari bantuan kesehatan mental, baik yang terdiagnosis gangguan mental maupun tidak. Basic symptoms diukur melalui enam dimensi menggunakan alat ukur SPI-A. Status gangguan mental ditentukan melalui asesmen MINI ICD-10. Pendekatan penelitian menggunakan kuantitatif komparatif dengan total sebanyak 89 partisipan. Uji Mann-Whitney U dilakukan setelah uji normalitas Shapiro-Wilk menunjukkan distribusi data tidak normal. Hasilnya, tidak ditemukan perbedaan signifikan pada keenam dimensi basic symptoms antara kedua kelompok (p > 0,05). Temuan ini menunjukkan bahwa basic symptoms tidak eksklusif muncul pada individu dengan gangguan mental, melainkan juga dialami individu tanpa diagnosis formal. Hal ini menegaskan pentingnya deteksi dini gejala psikotik secara transdiagnostik, terlepas dari status klinis individu
Peran Modal Psikologis dan Dukungan Sosial terhadap Academic Burnout Pada Mahasiswa Keperawatan Tingkat Akhir di Universitas X
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana modal psikologis dan dukungan sosial berperan dalam menurunkan academic burnout pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir di Universitas X. Academic burnout kerap dialami oleh mahasiswa akhir, yang dapat berdampak negatif pada kinerja akademik dan kesejahteraan psikologis. Modal psikologis dan dukungan sosial dipandang sebagai faktor protektif yang dapat mengurangi tingkat academic burnout dan meningkatkan kesejahteraan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Sebanyak 107 mahasiswa yang menjadi partisipan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model regresi penelitian ini cukup mampu menggambarkan data (F(2, 104)=36.0; p<0,001; R²=0.409) dan varians prediktor dapat menjelaskan 40,9% dari varians academic burnout dapat dijelaskan oleh kedua prediktor secara simultan, yakni modal psikologis dan dukungan sosial. Secara individu, dukungan sosial memiliki peran lebih besar (β=-3.657) dibandingkan modal psikologis (β=-0.387). Keduanya berperan dalam menurunkan tingkat academic burnout. Kesimpulannya, modal psikologis dan dukungan sosial memiliki peran pengaruh terhadap tingkat academic burnout pada mahasiswa keperawatan tingkat akhir di Universitas X
PENDEKATAN HUMANITY DALAM PENGATURAN GLOBAL PUBUC GOODS MENUJU SUSTAINABLE DEVELOPMENT GOALS DI BIDANG KESEHATAN DAN LlNGKUNGAN INTERNASIONAL
pendekatan humanity dalam pengaturan global public goods menuju sustainable development goals di bidang kesehatan dan lingkungan internasional diatas, ada beberapa simpulan dan sekaligus rekomendasi yang ingin saya sampaikan: Pertama, pendekatan westphalian yang digunakan oleh hukum internasional sejak pertengahan Abad Ke-17 terbukti tidak efektif untuk digunakan dalam pengelolaan dan pengaturan Global Public Goods di era global saat ini. Pendekatan humanity dapat digunakan sebagai alternatif untuk menjangkau problematikaproblematika baru dan aktor-aktor baru dalam masyarakat internasional yang berubah dengan adanya liberalisasi dan globalisasi; Kedua, tujuan pencapaian SDGs pada Tahun 2030 khususnya di bidang kesehatan dan lingkungan akan terancam keberhasilannyajika negara-negara tidak segera mengubah konsepkonsep yang digunakan sebagai dasar pengaturan penurunan emisi karbon dan membentuk pengaturan yang lebih efektif berlaku bagi seluruh umat manusia. Ancaman ini disebabkan adanya keterkaitan yang sangat erat antara perubahan iklim dan penurunan derajat kesehatan; Ketiga, pendekatan humanity akan meningkatkan efektivitas berlakunya hukum internasional sehingga memudahkan pencapaian tujuan yang telah ditetapkan, termasuk SDGs. Penggunaan pendekatan humanity dalam membentuk struktur hukum internasional di era global ini memungkinkan hukum internasional secara langsung diberlakukan bagi aktor-aktor baru dalam masyarakat internasional yang tindakannya berdampak global dan/atau diberlakukan secara langsung terhadap individuindividu tanpa melalui negara; dan Keempat, sebagai negara besar, Indonesia memiliki posisi penting dalam pembentukan struktur hukum internasional, termasuk dalam hukum kesehatan dan lingkungan. Namun selama ini Indonesia masih belum berperan penting dalam penyusunan konsep-konsep pengelolaan kesehatan dan lingkungan internasional yang bisa digunakan dalam pentukan norma hukum internasional. Penggunaan pendekatan humanity bisa digunakan sebagai pendekatan untuk menyusun konsep-konsep yang adaptif terhadap kebutuhan seluruh umat manusia dalam menghadapi tantangan-tantangan global
REKAYASA BAHAN AKTIF FARMASI SEBAGAI UPAYA MENJAMIN KUALITAS SEDIAAN OBAT
Rekayasa bahan aktif farmasi untuk memperbaiki sifat fisikokimianya dapat dilakukan melalui berbagai metode, salah satunya adalah melalui pembentukan kompleks inklusi dengan senyawa siklodekstrin. Rancangan formulasi sediaan farmasi menggunakan siklodekstrin yang tepat, akan meningkatkan sifat fisikokimia obat yang sukar larut dalam air tanpa memengaruhi kemampuannya untuk menembus membran hiologi. Pembentukan kompleks inklusi antara bahan aktif farmasi dengan senyawa siklodekstrin tidak hanya mampu mengatasi kelarutan BAF yang rendah dalam air, namun dapat memperbaiki sifat fisikokimianya termasuk laju disolusi, ketersediaan hayati, dan stabilitasnya yang pada akhirnya dapat memperbaiki kualitas sediaan obat