Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    PERLINDUNGAN HUKUM BAGI CALON JEMAAH HAJI YANG MENGALAMI PEMBATALAN KEBERANGKATAN

    No full text
    lbadah haji terkelompok dalam salah satu dari sekian ragam ibadah dalam agama Islam. Ibadah haji memiliki karakteristik yang sangat khas dibanding ibadah-ibadah yang lain, dikarenakan ibadah ini harus dilakukan di dua tanah tanah suci yaitu Makkah Al-Muka"amah dan Madinah Al-Munawawwarah yang terletak di Arab Saudi, suatu tempat yang cukup jauh dari tanah air si calo

    PENGARUH SUHU MEDIUM TRANSPORT OVARIUM TERHADAP TINGKAT KEMATANGAN OOSIT SAPI SECARA IN VITRO

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat kematangan oosit sapi secara m vitro yang diperoleh dari ovarium setelah mengalami transportasi dan penyimpanan suhu dingin (5°C). Ovarium dibawa dari Rumah Potong Hewan dalam NaCI fisiologis dan dikelompokkan menjadi dua bagian (I) suhu transport 35°C (2) suhu transport 5°C. Oosit dikoleksi melalui aspirasi ovarium pada folikel yang berukuran 2-6 mm dengan menggunakan jarum 18G yang dihubungkan dengan spuit Sec berisi Phosphat Buffer Saline. Maturasi oosit dilakukan dalam medium Tissue Culture Medium-199 yang disuplementasi dengan Luteinizing Hormon dan 50 g/ml gentamycin sulphat, didalam inkubator C02 5% pada suhu 38,5°C selama 24 jam. Tingkat pematangan dilihat secara mikroskopis dengan pewarnaan aceto orcein I% dan diperiksa dibawah mikroskop inverted. Penelitian ini terdiri dari 2 faktor dan 3 ulangan. Parameter yang diamati adalah tingkat kematangan oosit (Germinal Vesicle Break /)own, Metaphase I, dan Metaphase II). Data tingkat kematangan oosit diolah dengan menggunakan uji t. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tahap kematangan oosit (M-Il) paling banyak dijumpai pada suhu medium transport ovarium soc . Dari hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa suhu 5°C lebih baik untuk medium transportasi dibanding suhu 35°C guna mempertahankan kualitas ovarium

    Hubungan Romantic Insecure Attachment dengan Perilaku Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) pada Emerging Adulthood dengan Alexithymia sebagai Variabel Mediator

    Get PDF
    Emerging adulthood merupakan periode yang tepat bagi individu yang ingin mengeksplorasi berbagai pengalaman romantis dan seksual. Individu dengan romantic insecure attachment dalam hubungan dapat menjadi faktor resiko dari NSSI. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan romantic insecure attachment dengan Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) yang dimediasi oleh alexithymia pada emerging adulthood. Alexithymia, yang merujuk pada kesulitan dalam mengidentifikasi, menggambarkan, dan mengungkapkan emosi, diduga memediasi hubungan antara romantic insecure attachment dengan perilaku NSS. Partisipan pada penelitan ini merupakan 177 individu rentan usia 18-25 tahun yang pernah terlibat dengan Non-Suicidal Self-Injury (NSSI) dalam hubungan berpacaran. Pengumpulan data menggunakan metode survei kuisioner dengan instrumen pengukuran translasi The Inventory of Steatment about Self-Injury NSSI (Klonsky & Glenn, 2009), Experiences in Close Relationship-Revised (Fraley dkk. 2000), dan Toronto Alexithymia Scale-20 (TAS-20) (Bagby dkk. 1994). Hubungan positif signifikan ditemukan pada dimensi anxious attachment dengan NSSI baik secara langsung (p=0,029) maupun dimediasi oleh alexithymia (p=0,028) sedangkan dimensi avoidant attachment berhubungan signifikan dengan NSSI hanya dengan mediasi alexithymia (p=0,042)

    Pengaruh Narcissism terhadap Antisocial Behavior yang dimediasi oleh Moral Disengagement pada Pelaku Tindak Pidana di Polres Metro Bekasi

    Get PDF
    Penelitian ini mengkaji apakah moral disengagement memediasi pengaruh narcissism terhadap antisocial behavior pada pelaku tindak pidana di Polres Metro Bekasi. Narcissism adalah sifat dengan perasaan superior dan kurang empati, sedangkan antisocial behavior mencakup perilaku yang melanggar norma sosial. Moral disengagement merupakan mekanisme kognitif yang memungkinkan seseorang meniadakan standar moral saat berperilaku menyimpang. Penelitian kuantitatif ini melibatkan 75 responden usia 25–45 tahun dengan alat ukur STAB, FFNI-SSF, dan Moral Disengagement Scale. Analisis data dilakukan menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan teknik bootstrapping. Hasil menunjukkan bahwa pengaruh langsung narcissism terhadap antisocial behavior tidak signifikan (Estimate = 0,002; p = 0,756). Moral disengagement berpengaruh signifikan terhadap antisocial behavior (Estimate = 0,260; p = 0,000), tetapi efek tidak langsung melalui moral disengagement juga tidak signifikan (Estimate = -0,058; p = 0,766). Dengan demikian, tidak terbentuk jalur mediasi dalam hubungan ini

    Peran Regulasi Emosi dan Dukungan Sosial terhadap Stres Pengasuhan Ibu Bekerja yang Memiliki Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme

    Get PDF
    Ibu bekerja yang memiliki anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA) menghadapi tantangan pengasuhan yang kompleks, yang dapat meningkatkan risiko stres pengasuhan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran regulasi emosi dan dukungan sosial terhadap stres pengasuhan pada ibu bekerja yang memiliki anak dengan GSA berusia 5–12 tahun. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi berganda. Partisipan penelitian ini yaitu 83 ibu bekerja yang memiliki anak usia 5–12 tahun dengan GSA. Instrumen yang digunakan meliputi Skala Regulasi Emosi dalam Pengasuhan Anak Usia Dini, Medical Outcomes Study: Social Support Survey (MOS-SSS), dan Parenting Stress Index–Short Form (PSI-SF). Hasil menunjukkan bahwa regulasi emosi dan dukungan sosial berperan signifikan secara simultan terhadap stres pengasuhan (p < 0,001), dengan kontribusi sebesar 29%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu bahwa regulasi emosi dan dukungan sosial berperan signifikan secara simultan terhadap stres pengasuhan pada ibu bekerja yang memiliki anak dengan GSA

    Peran Rumination dan Self-Compassion terhadap Posttraumatic Growth Pada Ibu dari Anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA)

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran rumination dan self-compassion terhadap posttraumatic growth pada ibu yang memiliki anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik pengumpulan data yang digunakan adalah survei dengan menggunakan kuesioner. Terdapat tiga instrumen penelitian yang digunakan, yaitu The Event Related Rumination Inventory (ERRI), Self-Compassion Scale (SCS), dan Posttraumatic Growth Inventory-Expanded (PTGI-X). Pada penelitian ini memperoleh sebanyak 75 partisipan yang merupakan ibu dari anak dengan Gangguan Spektrum Autisme (GSA). Analisis data dilakukan dengan menggunakan uji regresi berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat peran signifikan dan positif antara self-compassion terhadap posttraumatic growth dengan nilai koefisien regresi yang diperoleh sebesar 0,414. Hal tersebut dapat diartikan bahwa jika self-compassion meningkat, maka posttraumatic growth juga akan meningkat sebesar 0,414. Hasil penelitian juga menunjukkan bahwa koefisien regresi yang diperoleh pada intrusive rumination dan deliberate rumination tidak signifikan secara statistik. Hal tersebut dapat diartikan bahwa intrusive rumination dan deliberate rumination tidak dapat menjelaskan varians dari posttraumatic growth

    Peran Ruminasi Terhadap Pemaafan (Forgiveness) Pada Emerging Adulthood Yang Pernah Mengalami Putus Cinta

    Get PDF
    Putus cinta merupakan pengalaman emosional yang umum dialami oleh individu dalam masa emerging adulthood. Salah satu strategi koping positif yang dapat membantu individu mengelola dampak psikologis dari putus cinta adalah pemaafan, karena berfungsi untuk mengurangi dan mengubah emosi negatif. Tetapi faktanya, tidak semua individu mampu memaafkan dengan mudah, terutama ketika mengalami ruminasi, yang berarti kecenderungan memikirkan kejadian menyakitkan secara terus menerus berulang. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran ruminasi terhadap pemaafan pada emerging adulthood yang mengalami putus cinta. Penelitian melibatkan 125 partisipan dengan instrumen Rumination about an Interpersonal Offense Scale (RIO) dan Heartland Forgiveness Scale. Analisis data dilakukan menggunakan regresi linear sederhana melalui program IBM SPSS 30. Hasil menunjukkan bahwa ruminasi berperan negatif secara signifikan terhadap pemaafan sebesar 20,8% (r = -0,456, p = 0,00, R² = 0,208). Temuan ini menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat ruminasi, semakin sulit bagi individu untuk memaafkan, sehingga penting untuk mengelola ruminasi dalam proses pemaafan

    URGENSI PENGATURAN KHUSUS TENTANG TRAFIKING ANAK

    No full text
    Perdagangan manusia khususnya anak yang urnumnya dikenal dengan trafiking, kini tampil dengan berbagai bentuknya. Di Indonesia sendiri, trafiking yang belakangan ini makin marak, bukan saja terbatas untuk tujuan prostitusi paksaan atau perdagangan seks, melainkan juga meliputi bentuk-bentuk eksploitasi, kerja paksa, pembantu rumah tangga, pengemis, pedagang obat-obat terlarang, dan praktek seperti perbudakan dibeberapa wiJayah dalam sek.'tor infonnal, termasuk kerja domestik dan istri pesanan. Pelaku trafiking pun bisa beragam bentuknya, yaitu mulai dari pihak keluarga sendiri, agen perantara, maupun organisasi sindikat untuk seks komersil, pedofilia maupun distribusi narkoba

    PERSAINGAN USAHA TIDAK SEHAT DENGAN MENGGUNAKAN MEREK

    No full text
    Pembangunan dan perkembangan perekonomian umumnya dan khususnya di bidang perindustrian dan perdagangan nasional telah menghasilkan berbagai variasi barang dan/atau jasa yang dapat dikonsumsi. Globalisasi dan perdagangan bebas yang didukung oleh kemajuan teknologi komunikasi dan informatika telah memperluas arus gerak dan transaksi barang dan atau jasa melintasi batas-batas wilayah suatu negara, sehingga barang dan/atau jasa yang ditawarkan ben'ariasi, baik produk dalam negeri maupun produk luar negeri. Kondis1 yang demikian mempunyai manfaat bagi konsumen. karena kehutuhan konsumen akan barang dan atau jasa sesuai dengan keinginan dan kemampuan konsumen

    PELANGGARAN ATAS KEWAJIBAN MENYERAHKAN URUSAN PIUTANG NEGARA KEPADA PUPN BERKAITAN DENGAN PERJANJIAN KREDIT PADA BANK NEGARA

    No full text
    Sejak tanggal 17 Agustus 1945 bangsa Indonesia berhasil melepaskan diri dari belenggu penjajahan dan memproklamirkan kemerdekaannya ke seluruh penjuru dunia, sehingga bangsa Indonesia mempunyai kedudukan yang sama dengan bangsa-bangsa merdeka yang lainnya di dunia dan berhak untuk mengatur sendiri sendi-sendi kehidupannya tanpa adanya campur tangan dari pihak asing. Dalam masa penjajahan tersebut, bangsa Indonesia tanpa disadari telah banyak tertinggal jauh dari bangsa-bangsa lainnya di dunia, baik itu dari segi fisik atau materi maupun sumber daya manusianya. Oleh sebab itu, sejak kemerdekaanya bangsa Indonesia te1ah berusaha untuk melakukan pembangunan di segala bidang, baik itu di bidang politik, sosial budaya, ekonomi maupun bidang pertahanan keamanan

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇