Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    Hubungan Self-Disclosure dan Self-Esteem dengan Kesepian pada Dewasa Awal Pengguna Media Sosial X (Twitter)

    Get PDF
    Dewasa awal merupakan masa dimana individu rentan akan kesepian karena transisi sosial yang terjadi. Kesepian merupakan pengalaman tidak menyenangkan akibat hubungan sosial yang tidak mencukupi. Self-disclosure dan self-esteem diduga memiliki hubungan dengan tingkat kesepian yang dirasakan individu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara self-disclosure dan self-esteem pada dewasa awal pengguna media social X (Twitter). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan analisis regresi linear berganda, melibatkan 187 responden dewasa awal pengguna aktif media sosial X. Instrumen yang digunakan meliputi adaptasi dan translasi Self-Disclosure Scale dimensi control of depth (Wheeles & Grotz, 1976), Rosenberg Self-Esteem Scale (RSES) (Rosenberg, 1965), dan (UCLA) University of California Los Angeles) Loneliness Scale Version 3 (Russel, 2996). Hasil analisis menunjukkan bahwa self-disclosure berhubungan positif dengan kesepian, sedangkan self esteem berhubungan negatif. Nilai R² sebesar 0,309 menunjukkan bahwa kedua variabel memberikan kontribusi sebesar 30,9% terhadap kesepian. Kata kunci: Dewasa Awal, Media Sosial X (Twitter), Kesepian, Self-Disclosure, Self-Estee

    Hubungan antara Dukungan Sosial dengan Burnout pada Blue-Collar Workers di PT X

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi pola hubungan yang paling sesuai—linier atau nonlinier—antara dukungan sosial dengan burnout pada pekerja kerah biru (blue-collar workers) di PT X. Metode penelitian kuantitatif dengan pendekatan survei digunakan pada 93 karyawan operasional pabrik di bagian produksi dan pemeliharaan di PT X menggunakan convenience sampling. Instrumen penelitian meliputi skala 16 item berdasarkan tipe dukungan sosial House (1981) dan translasi Bahasa Indonesia dari skala Maslach Burnout Inventory–General Survey (MBI-GS). Hasil analisis regresi hierarkis menunjukkan bahwa model nonlinier menjadi model yang paling sesuai untuk menjelaskan hubungan antara dukungan sosial dan burnout pada pekerja kerah biru di PT X (R²= 0.266, β = 8.68, p < 0.001). Temuan ini mendukung argumentasi dari Warr (1987) bahwa pada titik tertentu, dukungan sosial yang berlebihan justru dapat berkontribusi pada peningkatan risiko burnout

    Hubungan Antara Athlete Resilience dengan Recovery-Stress pada Atlet Muda Sepakbola U-18

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara resiliensi atlet (yang mencakup self determination, physical toughness, dan emotional control and maturity) dengan keseimbangan pemulihan dan stres pada atlet sepakbola U-18. Atlet muda rentan terhadap stres akibat beban latihan dan tekanan kompetisi, sehingga resiliensi dipandang sebagai faktor protektif. Dengan pendekatan kuantitatif dan metode survei terhadap 90 atlet laki-laki usia 16–18 tahun, digunakan instrumen Resilience Scale for Athlete dan RESTQ-Sport 52. Hasil uji korelasi Kendall’s tau\_b menunjukkan bahwa semua dimensi resiliensi berhubungan positif signifikan dengan pemulihan dan negatif signifikan dengan stres. Misalnya, self determination berhubungan positif dengan recovery (r = .312) dan negatif dengan stress (r = –.354). Temuan ini menegaskan bahwa semakin tinggi resiliensi atlet, semakin tinggi tingkat pemulihan dan semakin rendah stres. Disarankan agar pelatih memperhatikan program pemulihan dan ketahanan mental untuk mendukung performa optimal

    Learning Experiences of University Students with ADHD in Indonesia: A Phenomenological Study

    Get PDF
    This study aims to understand the learning experiences of university students with Attention Deficit/Hyperactivity Disorder (ADHD) in Indonesia through a qualitative phenomenological approach. The main focus of the study is to explore the challenges they face, the adaptive strategies they develop, and the role of social and institutional environments in supporting their learning process. The participants consisted of three undergraduate students who had been formally diagnosed with ADHD. Data were collected through in-depth semi-structured interviews and analyzed using Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). The findings reveal that students with ADHD face various difficulties related to executive functioning, emotional regulation, and a lack of understanding from their surroundings. Nevertheless, participants were able to develop coping strategies both independently and through social support. This study highlights the importance of inclusive educational access, the presence of a supportive community, and the active role of lecturers in creating a learning environment that is responsive to the needs of neurodivergent students

    HUBUNGAN KELEKATAN ORANG TUA DAN ANAK DENGAN REGULASI EMOSI PADA REMAJA YANG MEMILIKI ORANG TUA BERCERAI

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan kelekatan orang tua dan anak dengan strategi regulasi emosi pada remaja yang memiliki orang tua bercerai. Tingginya angka perceraian di Indonesia yang tidak hanya berdampak pada relasi kedua orang tua, namun juga berdampak pada anak khususnya remaja sebagai individu rentan. Kelekatan orang tua dan anak didefinisikan sebagai ikatan psikologis yang terbentuk sejak awal kehidupan melalui hubungan emosional memberikan rasa aman bagi anak. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan survei pada 85 remaja yang memiliki orang tua bercerai usia 15-21 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah IPPA (Inventory Parent Peer Attachment) ERQ (Emotion Regulation Questionnaire). Hasil analisis menunjukkan bahwa kelekatan orang tua memiliki hubungan negatif signifikan dengan strategi regulasi emosi expressive suppression. tetapi tidak menunjukkan korelasi signifikan terhadap strategi regulasi emosi cognitive reappraisal

    PERAN MODERASI JOB CRAFTING DALAM PENGARUH LAISSEZ- FAIRE LEADERSHIP TERHADAP WORK ENGAGEMENT

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh gaya kepemimpinan laissez-faire terhadap work engagement karyawan serta melihat peran moderasi job crafting dalam hubungan tersebut. Pengumpulan data dilakukan terhadap 117 karyawan dari berbagai sektor organisasi yang memiliki masa kerja minimal 1 tahun dengan menggunakan metode purposive sampling. Alat ukur yang digunakan meliputi Multifactor Leadership Questionnaire (MLQ), Utrecht Work Engagement Scale (UWES-17), dan Job Crafting Questionnaire (JCQ). Analisis data dilakukan dengan pendekatan regresi moderasi menggunakan PROCESS Macro Model 1 oleh Hayes. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gaya kepemimpinan laissez-faire berpengaruh negatif signifikan terhadap work engagement (β = -0.7765, p < 0.001). Selain itu, job crafting terbukti memoderasi hubungan tersebut, di mana pengaruh negatif menjadi lebih lemah ketika tingkat job crafting tinggi (β = 0.1735, p < 0.001). Temuan ini mengindikasikan bahwa gaya kepemimpinan pasif dapat menurunkan keterlibatan kerja, namun efek tersebut dapat dilemahkan atau bahkan menjadi tidak signifikan dengan adanya perilaku job crafting karyawan. Penelitian ini memberikan implikasi bagi organisasi untuk memperhatikan pola kepemimpinan dan mendorong perilaku job crafting guna meningkatkan keterlibatan karyawan

    RANCANGAN OBAT BERBASIS LIGAN SECARA KOMPUTASIONAL DALAM RANGKA AKSELERASI PROSES PENGEMBANGAN OBAT DI INDONESIA

    Get PDF
    Ancangan obat berbasis ligan ini adalah: a. Rancangan obat berbasis ligan (LBDD) sebagai metode penemuan obat yang menggunakan informasi struktur dan sifat kimia ligan yang aktif mengikat target biologis, telah berkontribusi pada tahap-tahap dalam pengembangan obat baru untuk mengidentifikasi senyawa penuntun, mengarahkan modifikasi molekul dalam rangka optimalisasi sifat senyawa calon obat, yang mencakup sifat fisikokimia, farmakokinetik, dan aktivitas farmakologisnya; serta seleksi senyawa yang paling potensial untuk disintesis dan diuji aktivitasnya sebagai calon obat. Hal ini meningkatkan efisiensi dengan menurunkan waktu dan biaya pada tahap penemuan obat sehingga dapat dijadikan pilihan yang berharga dalam rangka akselerasi pengembangan obat. b. Banyak metode yang dapat dijadikan pilihan dalam LBDD, terutama QSAR dan pemodelan farmakofor, yang semakin tinggi kinerjanya dengan dukungan teknik komputasional masa kini. Berbagai teknik komputasi dalam LBDD bermanfaat dalam memprediksi aktivitas biologis, profil ADME, kemungkinan efek samping dan toksisitas, seperti: karsinogenik, mutagenik, atau teratogenik sebelum senyawa calon obat disintesis. Dengan menggunakan teknik docking molekul, yang asalnya dari pendekatan berbasis struktur (SBDD), untuk menguji aktivitas senyawa secara in silica, tingkat kemaknaan prediksi dapat ditingkatkan. Sebagai metodologi utama dalam LBDD, akurasi dan keandalan prediktif model Hubungan Kuantitatif Struktur-Aktivitas (QSAR) juga meningkat dengan memanfaatkan perangkat dan teknik komputasi canggih dalam mengintegrasikan berbagai data kimia senyawa, melakukan perhitungan parameter sifat fisikokimia dan descriptor molekul, analisis dan pemodelan regresi secara komprehensif sehingga lebih efektif dalam proses seleksi calon obat potensial. c. Metode rancangan obat berbasis ligan secara komputasional yang dilanjutkan ke tahap sintesis dan uji aktivitas biologis, telah diterapkan dan terbukti bermanfaat pada pengembangan turunan as am benzoilsalisilat sebagai senyawa analgesikantiinflamasi, yang menghasilkan 3 senyawa potensial untuk diuji lebih Ian jut dalam tahap uji praklinik. LBDD juga diterapkan untuk: i) rancangan senyawa antibakteri baru konjugat gossypetin-asam kumarat yang potensial menghambat DNA gyrase pada sel bakteri target, dan ii) identifikasi secara in silica senyawa antibakteri untuk menanggulangi bakteri resisten, yaitu: 12 turunan luteolin yang menunjukkan aktivitas lebih tinggi terhadap DNA gyrase dibanding obat antibakteri siprofloksasin, dan mengikat enzim penyebab resistensi bakteri terhadap antibiotika, yaitu ESBL varian CTXM -15 dari bakteri Escherischia coli, lebih kuat daripada as am klavulanat, senyawa penghambat beta-Iaktamase, sehingga penelitian merekomendasikan modifikasi molekul dan sintesis senyawa 8-C-digitoksopiranosilluteolin untuk dikembangkan sebagai antibakteri baru. REKOMENDASI: 1. Seiring dengan kebijakan pemerintah tentang strategi untuk memetakan kemampuan beberapa lembaga riset di Indonesia yang berpotensi menghasilkan produk pengembangan obat barn yang dapat dihilirisasi menjadi produk obat, direkomendasikan untuk mengadopsi beberapa senyawa hasil riset yang telah dibuktikan potensinya sampai tahap praklinik, sebagai bahan aktif yang akan dikembangkan sebagai produk obat dengan melanjutkan proses ke tahap selanjutnya. 2. Bagi Perguruan tinggi direkomendasikan agar memfasilitasi kolaborasi riset antar bidang keahlian, yang meningkatkan kerjasama para peneliti dari research group dalam institusi untuk mengembangkan obat baru menggunakan senyawa aktif hasil riset dari tahap penemuan obat, sehingga dapat segera dilanjutkan ke tahap praklinik, pengembangan formulasi, uji klinik, sampai mendapatkan persetujuan dari badan yang berwenang. Dengan demikian akan tercapai akselerasi pengembangan obat sampai menghasilkan produk farmasi yang dapat diedarkan

    Pengaruh Dukungan Sosial Terhadap Resiliensi Pada Emerging Adulthood yang Mengalami Adverse Childhood Experience

    Get PDF
    Penelitian ini memiliki tujuan untuk mengetahui pengaruh dukungan sosial terhadap resiliensi pada emerging adulthood yang mengalami ACE. Bagi para emerging adulthood yang mengalami ACE terlihat kurang seperti orang dewasa yang sedang berkembang dan mengalami proses yang cukup kompleks, oleh sebab itu diperlukan adanya resiliensi. Salah satu faktor protektif dari resiliensi adalah dukungan sosial. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survey pada 112 responden dengan karakteristik laki-laki atau perempuan berusia 18-25 tahun dan memiliki salah satu atau lebih karakteristik dari ACE. Skala yang digunakan adalah MSPSS yang diadaptasi oleh Sulistiani dkk., (2022) dan CD RISC yang diadaptasi oleh Listiyandini dan Akmal (2015) dari komponen dan item yang mengukur resiliensi dari Connor dan Davidson (2003). Screening kuesioner menggunakan WHO ACE-IQ yang telah diadaptasi oleh Rahapsari dkk., (2021). Hasil dari penelitian tersebut secara simultan dukungan sosial memiliki pengaruh terhadap resiliensi pada emerging adulthood yang memiliki ACE. Namun, secara parsial menunjukkan dukungan sosial yang berasal dari keluarga dan orang lain berpengaruh memiliki pengaruh terhadap resiliensi pada emerging adulthood yang memiliki ACE. Namun, dukungan sosial yang berasal dari teman tidak memiliki pengaruh pada emerging adulthood yang memiliki ACE

    Analisis Peran Lingkungan Keluarga dalam Perkembangan Psikologis Anak

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran lingkungan keluarga dalam perkembangan psikologis anak, dengan fokus pada aspek kognitif, emosional, dan sosial. Lingkungan keluarga yang sehat dan mendukung terbukti memiliki dampak signifikan terhadap perkembangan anak, termasuk dalam membangun kepercayaan diri, keterampilan sosial, dan kemampuan beradaptasi. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus, penelitian ini mengumpulkan data dari wawancara mendalam dan observasi langsung terhadap interaksi keluarga. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan yang positif antara orangtua dan anak, serta atmosfer rumah yang kondusif, berkontribusi pada kesejahteraan psikologis anak. Temuan ini menekankan pentingnya menciptakan lingkungan keluarga yang mendukung sebagai upaya untuk mempromosikan perkembangan psikologis yang sehat bagi anak-ana

    HUBUNGAN PAPARAN KDRT TERHADAP IBU DENGAN KELEKATAN ORANG TUA DAN ANAKNYA DI MASA REMAJA TENGAH DAN AKHIR

    Get PDF
    Remaja menanggapi kejadian KDRT pada ibunya dengan strategi koping yang bervariasi termasuk melindungi ibunya, meskipun hubungan dengan orang tuanya menjadi lebih asing. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan paparan KDRT terhadap ibu dengan kelekatan orang tua dan anaknya dimasa remaja tengah dan akhir. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei pada 126 partisipan berusia 16-20 tahun. Skala yang digunakan adalah CEDV dan IPPA-R. Analisis data menggunakan teknik korelasi pearson's r. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan antara paparan KDRT terhadap ibu dengan kelekatan orang tua dan anaknya di masa remaja tengah dan akhir karena faktor keterasingan dan faktor kepercayaan. Serta tidak terdapat hubungan antara paparan KDRT terhadap ibu dengan kelekatan orang tua dan anaknya di masa remaja tengah dan akhir karena faktor komunikasi

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇