Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    Pemboikotan McDonald's di Indonesia: Pengaruh Brand Image dan Customer Experience terhadap Brand Loyalty yang Dimoderasi oleh Individual Level of Collectivist Value

    Get PDF
    This study aims to examine the influence of brand image and customer experience on brand loyalty to the McDonald's brand with individual level of collectivist value as a moderator variable. The brand loyalty in question is loyalty to McDonald's to resist the boycott issue that is growing massively in Indonesian society. The study was conducted using a quantitative method with a cross-sectional study design conducted on 96 respondents who were Indonesian citizens aged 18-27 years who had dined at McDonald's. Online questionnaires were distributed using the convenience sampling method. The questionnaire contained research instruments: Brand Image Scale (BIS) developed by Putri (2024), Customer Experience Scale (CES) developed by Kurniawati (2019), Brand Loyalty Scale (BLS) developed by Putri (2024), and Individual Level of Collectivist Value (ILCV) Scale reduced version by Sivadas et al. (2008). The moderation analysis model data analysis technique in Jamovi 2.4.11 was used to test the research hypothesis. The results of the data analysis found that brand image and customer experience have a significant positive influence on brand loyalty. Individual level of collectivist value was found to weaken the influence of customer experience on brand loyalty (estimate = -0.30, p = 0.01). However, individual level of collectivist value was not significant in moderating the influence between brand image and brand loyalty (p = 0.136)

    Peran Intoleransi Ketidakpastian dan Empty Nest Syndrome terhadap Separation Anxiety pada Orang Tua Dewasa Madya

    Get PDF
    Studi ini bertujuan untuk mengetahui peran antara intoleransi ketidakpastian dan empty nest syndrome terhadap separation anxiety pada orang tua dewasa madya. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian 80 orang tua dewasa madya. Alat ukur yang digunakan dalam penelitian ini untuk mengukur separation anxiety adalah the self-report questionnaire for adult SA (ASA-27) yang dikembangkan oleh Manicavasagar dkk (2003). Alat ukur yang digunakan untuk mengukur intoleransi ketidakpastian adalah intolerance of uncertainty scale (IUS-12) yang dikembangkan oleh Carleton dkk (2007). Alat ukur yang digunakan untuk mengukur empty nest syndrome adalah empty nest syndrome scale - indian form (ENS-IF) yang dikembangkan oleh Jhangiani dkk (2022). Analisis data yang digunakan adalah uji regresi linear berganda dengan bantuan Jamovi versi 2.3.28. Hasil analisis data menunjukan bahwa intoleransi ketidakpastian dan empty nest syndrome secara simultan memiliki peran terhadap separation anxiety pada orang tua dewasa madya dengan nilai R² sebesar 0,541 yang termasuk ke dalam kategori kuat

    Pengaruh Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Terhadap Intensi Kenakalan Pada Remaja

    Get PDF
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh keterlibatan ayah terhadap intensi kenakalan remaja berusia 15-17 tahun. Kenakalan remaja menjadi isu krusial yang berdampak luas pada individu dan lingkungan. Salah satu faktor protektif yang penting adalah keterlibatan peran ayah dalam pengasuhan. Penelitian dilakukan secara kuantitatif terhadap 94 responden menggunakan instrumen Inventory of Father Involvement (IFI) dan skala intensi kenakalan remaja berdasarkan Theory of Planned Behavior. Data dianalisis menggunakan regresi linier sederhana. Hasil menunjukkan tidak terdapat pengaruh yang signifikan antara keterlibatan ayah dan intensi kenakalan remaja (p = 0,191). Meskipun arah hubungan negatif, kekuatannya lemah. Temuan ini mengindikasikan bahwa kenakalan remaja dipengaruhi oleh berbagai faktor lain di luar keterlibatan ayah. Penelitian ini menekankan pentingnya pendekatan multivariat dalam memahami perilaku remaj

    Hubungan Antara Kematangan Emosional dan Kesiapan Menikah pada Dewasa Awal dengan Pengalaman Orang Tua Bercerai

    Get PDF
    Perceraian orang tua dapat memberikan dampak jangka panjang terhadap anak, terutama saat mereka mulai menjalin hubungan romantis. Ketidakmatangan emosional yang timbul seringkali menghambat kemampuan individu dalam membangun hubungan pernikahan yang sehat. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kematangan emosional dan kesiapan menikah pada dewasa awal yang memiliki pengalaman orang tua bercerai. Partisipan dalam penelitian ini yaitu 130 dewasa awal berusia 20–30 tahun yang memiliki orang tua bercerai serta memiliki pasangan namun belum menikah. Data dikumpulkan melalui metode survei menggunakan instrumen Kesiapan Menikah (Zakiah, 2012) dan Emotional Maturity Scale (Mumtazah, 2024). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Pearson dengan bantuan IBM SPSS Statistics versi 30. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif dan signifikan antara kematangan emosional dan kesiapan menikah pada dewasa awal yang memiliki pengalaman orang tua bercerai

    Pengaruh Computer Self-Efficacy Dan Perfeksionisme Terhadap Test Anxiety Pada Siswa Yang Menghadapi ANBK

    Get PDF
    Penelitian ini menginvestigasi pengaruh computer self-efficacy dan perfeksionisme terhadap test anxiety pada siswa SMPN 1 Gondangwetan yang menghadapi Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK). Pergeseran ke ujian berbasis komputer menyoroti pentingnya memahami faktor psikologis yang memengaruhi kecemasan siswa. Hipotesis penelitian ini adalah bahwa computer self-efficacy dan perfeksionisme memiliki pengaruh. Menggunakan metode kuantitatif dengan 50 siswa kelas 8, data dikumpulkan melalui kuesioner Computer self-efficacy Scale, The Perfectionism Inventory, dan FRIEDBEN Test anxiety Scale, kemudian dianalisis dengan regresi linear berganda. Hasil menunjukkan computer self-efficacy dan perfeksionisme secara signifikan memengaruhi test anxiety (p < 0,001), dengan pengaruh positif. Temuan ini menekankan pentingnya meningkatkan computer self-efficacy dan mengelola perfeksionisme untuk mengurangi kecemasan ujian dan meningkatkan performa siswa dalam penilaian berbasis komputer

    Persepsi Dukungan Sosial dan Niat Mencari Bantuan Psikologis Profesional pada Remaja

    Get PDF
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui ada tidaknya hubungan antara persepsi dukungan sosial dan niat mencari bantuan kesehatan mental profesional pada remaja. Dukungan sosial yang dipersepsikan oleh remaja berkaitan dengan pencarian bantuan profesional yang mereka lakukan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Responden merupakan 188 remaja berusia 12-19 tahun. Alat ukur yang digunakan adalah Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) (Zimet, 1988) dan Mental Help-seeking Intention Scale (MHSIS) (Hammer & Spiker, 2018). Analisis dilakukan dengan Spearman’s rank correlation. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi positif signifikan antara Persepsi Dukungan Sosial pada dengan Niat Mencari Bantuan pada remaja (rs=0,332; p<0,001). Dapat disimpulkan terdapat korelasi positif antara persepsi dukungan sosial dan niat mencari bantuan pada remaja. Artinya, semakin tinggi tingkat persepsi dukungan sosial, semakin tinggi niat mencari bantuan pada remaja

    Pengaruh Mediasi Resiliensi Terhadap Hubungan Job Insecurity Dengan Kesejahteraan Psikologis Pada Pekerja Industri Kreatif di Indonesia

    Get PDF
    ABSTRAK Pekerja industri kreatif di Indonesia cenderung memiliki permasalahan dalam kesejahteraan psikologis mereka akibat tekanan kerja dan ketidakpastian yang sering mereka hadapi. . Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana hubungan tidak langsung antara job insecurity dengan kesejahteraan psikologis pada pekerja industri kreatif di Indonesia melalui resiliensi serta hubungan lansgung antara job insecurity dengan kesejahteraan psikologis pada pekerja kreatif. Penelitian ini melibatkan 204 partisipan dalam bidang industri kreatif. Analisis data dilakukan dengan menggunakan software Jamovi versi 2.2.5. Hasil analisis menunjukkan job insecurity memiliki pengaruh secara langsung dengan kesejahteraan psikologis secara signifikan dan memiliki efek negatif. Kemudian, melalui indirect effect, dapat diketahui bahwa variabel resiliensi dapat menjelaskan secara tidak langsung hubungan antara job insecurity dengan kesejahteraan psikologis secara signifikan dengan hubungan bersifat negatif. Sehingga, dapat disimpulkan bahwa resiliensi memediasi parsial antara hubungan job insecurity dan psychological well-being. Kata kunci: Job Insecurity, Kesejahteraan Psikologis, Resiliensi, Industri Kreatif ABSTRACT Workers in Indonesia's creative industries frequently have psychological problems as a result of the stress and uncertainty they encounter on the job. The purpose of this research is to ascertain both the direct and indirect relationships between job insecurity and psychological well-being among creative workers in Indonesia, as well as the latter between job insecurity and resilience. There were 204 creative industry participants in this study. Data analysis was done with version 2.2.5 of the Jamovi software. The findings of the analysis demonstrate that job uncertainty has a detrimental and substantial direct influence on psychological well-being. The association between employment instability and psychological well-being can then be significantly explained by the resilience variable through the indirect impact, with a negative relationship. Thus, it can be concluded that resilience partially mediates the relationship between job insecurity and psychological well-being. Keywords: Job insecurity, psychological well-being, resilience, creative industrie

    Pemanfaatan Media Sosial Twitter Dan Instagram Sebagai Alat Pemenuhan Kebutuhan Afiliasi Pada Remaja Akhir Di Surabaya

    Get PDF
    Manusia terlahir sebagai makhluk sosial yang tidak mampu hidup sendiri. Di era globalisasi, semua telah berkembang dengan pesat. Media sosial merupakan salah satu hasil dari bentuk keberhasilan perkembangan teknologi pada globalisasi. Pada usia remaja akhir, individu memiliki keinginan yang besar untuk berhubungan dengan orang lain. Hal ini sejalan dengan teori motivasi McClelland, yaitu need for affiliation atau kebutuhan afiliasi. Adapun tujuan dari penelitian ini adalah mengetahui pemanfaatan media sosial Twitter dan Instagram sebagai alat pemenuhan kebutuhan afiliasi remaja akhir di Surabaya. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan studi kasus serta analisis tematik theory driven berdasarkan teori dan penelitian terdahulu. Subjek penelitian terdiri dari 2 laki-laki berusia 20 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa subjek pertama merasa bahwa menggunakan Twitter dapat memenuhi kebutuhan afiliasinya. Sementara subjek kedua merasa menggunakan Instagram itu belum dapat memenuhi kebutuhan afiliasinya. Untuk memenuhi kebutuhan afiliasinya, subjek tetap harus bersosialisasi dan bertemu dengan orang secara langsung

    Pengaruh Career Decision Self Efficacy Terhadap Career Adaptability Karyawan Baru Lulusan Sarjana

    Get PDF
    Generasi Z menghadapi tantangan seperti perkembangan teknologi yang cepat, ketidakpastian kerja, dan persaingan global. Banyak juga yang mengalami PHK terutama pada karyawan baru, sehingga kemampuan adaptasi karier menjadi penting untuk tetap relevan dan fleksibel. Rendahnya CDSE pada lulusan sarjana menunjukkan perlunya meningkatkan pengambilan keputusan karier agar mendukung adaptasi karier dalam dunia kerja. Karyawan baru sering mengalami tantangan adaptasi dalam memasuki dunia kerja atau school to work, sehingga penting untuk memahami peran CDSE dalam meningkatkan CA. Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Alat ukur yang dipakai yaitu career decision self efficacy-short form (CDSE-SF) milik Betz dengan 25 item yang dilakukan evaluasi psikometrik oleh Purnama dan Ernawati, (2021) menjadi 10 item untuk dapat digunakan di Indonesia. Pengukuran career adaptability pada penelitian ini menggunakan skala career adapt-abilities scale (CAAS) - Indonesian form oleh Sulistiani (2018). Terdapat 150 responden dan mendapat nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka ada pengaruh career decision self efficacy terhadap career adaptability

    EFEKTIVITAS PROBIOTIK SEBAGAI ANTI-ALERGI PADA MENCIT YANG DISENSITISASI OVALBUMIN

    No full text
    The purpose of this research was to measure effectivity probiotic for inhibit and decreasing amoWJt of IgE and increasing amoWlt of IgG2a .. l8 male mice age 12-14 weeks was divided into three groups. Each group filled with 6 mice. Group A was given ovalbumin and probiotic Lactobacillus rhamnosus GG (LGG), group B was given ovalbumin and probiotic Lactobacillus plan/arum JS-10506 (LIS), group C was given ovalbumin only. The serum of sample were determined by using ELISA reader at 405 nm. Data were analyzed by MANOVA (Multi Analysis of Variant), if there were any differences, the analyzes will be continued with DWJcan test. The result from this research showed the effectivity differences of probiotic. In decreasing amoWJt of IgE, Lactobacillus rhamnosus GG (LGG) had Optical Density (OD) that not significant (P>0,05) with Lactobacillus plantarum JS-10506 (LIS} and significant (P<0,05} with placebo. At increasing amoWJt ofigG2a, Lactobacillus plantarum JS-10506 (LIS) had Optical Density (OD) that significant (P<0,05} with Lactobacillus rhamnosus GG (LGG) and placebo

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇