82567 research outputs found
Sort by
TANGGUNG GUGAT PENGACARA TERHADAP KLIEN YANG BERKAITAN DENGAN KESALAHAN PROFESIONAL (PROFESIONAL MALPRACTICE)
Pada dasamya manusia itu diciptakan sebagai mahluk sosial yang di dalam hidupnya selalu berinteraksi dan berhubungan satu dengan yang lain. Hal ini merupakan konsekuensi dari sifat manusia yang sating membutuhkan. lnteraksi dan hubungan itu dapat berupa interaksi dan hubungan antar individu, kelompok, bahkan antar negara. Namun adakalanya dari suatu hubungan antar manusia yang beraneka ragam timbul suatu konflik atau perkara hukum yang mungkin merupakan suatu hal yang tidak dapat dihindari dan pada akhimya memang harus menjadi suatu bagian dari kehidupan manusia yang penuh dengan silang sengketa. Dalam menyelesaikan suatu persoal hukum ada beberapa cara dan proses yang bisa digunakan, yang tentunya cara dan proses itu harus digunakan dengan suatu keahlian, petimbangan yang tepat dan perlunya prinsip kehati-hatian, seperti mengetahui apa yang akan diperkarakan, siapa saja para pihak yang terlibat dalam perkara, bagaimanakah kronologis (alur cerita) terjadinya perkara dan adakah hal-hal yang perlu di perhatikan terhadap penggunaan cara dan proses tertentu di dalam penyelesaiannya. Bagi seseorang yang telah merasakan suka dukanya berperkara, kadangkala cara dan proses yang digunakan dalam menyelesaikan perkara sering kali meninggalkan trauma dan pengalaman buruk baginya. Hal ini terjadi disebabkan kurang atau tidak mengertinya seseorang itu dengan permasalahan hukum beserta Iiku-Iikunya yang sedang ia alami
EKSISTENSI LEMBAGA JAMINAN FIDUCIA SEBAGAI JAMINAN KREDIT BANK
Tujuan Pembangunan Nasional Indonesia adalah untuk membangun manusia Indonesia seutuhnya dan masyarakat selurubnya. Agar supaya tujuan Pembangunan Nasional tersebut dapat berhasil, diantaranya hams didukung oleh peran aktif masyarakat di berbagai bidang pembangunan, yang salah satu perwujudannya berupa kegiatan-kegiatan di bidang ekonomi yang dilakukan oleh pengusaha. Pengusaha-pengusaha tersebut dapat diklasifikasikan menurut modaldan tenaga kerja yang dimilikinya
EFEK SUPLEMENTASI CRUDE CHLORELLA PADA PAKAN RENDAH PROTEIN TERHADAP EKSPRESI IgA DI ILEUM AYAM PETELUR YANG DIVAKSIN AVIAN INFLUENZA
The purpose of this study was to find out the influence of crude chlorella supplementation to the expressions of IgA of layer's ileum that vaccinated by Avian Influenza and treated with low protein feed. This research used factorial completely random design. Sixteen weeks old layer were divided randomly into six groups: 0% crude chlorella supplementation in basal feed; 2,5% crude chlorella supplementation in basal feed; 5% crude chlorella supplementation in basal feed; 0% crude chlorella supplementation in low protein feed; 2,5% crude chlorella supplementation in low protein feed; 5% crude chlorella supplementation in low protein feed. When the layer were twenty four weeks old,they were sacrified and the ileum were collected. The expression of lgA were explored by immunositochemical technique. The data were analyzed by Univariated ANOVA using SPSS for windows 13.00. The result show that supplementation with 2,5% crude chlorella in low protein feed can better increase the lgA expressions in the mucosal of ileum of layer vaccinated by Avian Influenza than lgA expression in the mucosal of ileum of layer vaccinated by Avian Influenza using 5% crude chi orella supplementation in low protein feed
GOD MAKES NO MISTAKE: DINAMIKA PENGAMBILAN KEPUTUSAN PADA INDIVIDU TRANSPUAN DENGAN LATAR BELAKANG KELUARGA RELIGIUS
Penelitian ini mengkaji pengalaman dan pemaknaan individu transpuan yang lahir dan tumbuh dalam keluarga religius di Indonesia. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi, penelitian ini mengungkap dinamika kompleks yang dihadapi oleh transpuan dalam konteks keluarga religius, serta bagaimana mereka menemukan kekuatan dan dukungan untuk mengekspresikan identitas mereka. Berdasarkan wawancara mendalam dengan subjek, ditemukan lima tema emergen: (1) Pemaknaan Pengalaman yang Mendasari Keputusan, (2) Pemaknaan Religius dan Identitas Gender, (3) Kondisi Lingkungan Sosial, (4) Stigma dan Diskriminasi, dan (5) Pemaknaan Setelah Keputusan Diambil. Subjek menunjukkan fase penolakan diri dan keraguan sebelum akhirnya menerima identitas transpuan, dengan pengalaman membaca jurnal kesehatan dan dukungan dari figur transpuan di media sosial yang berperan penting. Aspek religius membantu subjek tetap teguh pada keputusannya meskipun mendapat tekanan dari lingkungan religiusnya. Dukungan sosial dari teman-teman menunjukkan penerimaan yang positif, sementara penolakan sosial dan ujaran kebencian terutama melalui media sosial menjadi tantangan yang harus dihadapi. Penelitian ini mengungkapkan bagaimana transpuan menemukan kekuatan dan dukungan dalam perjalanan identitas mereka di tengah tekanan sosial dan religius
PENGARUH SELF-EFFICACY TERHADAP INTENSI MELAKUKAN TRASH TALK PADA ATLET LIGA MAHASISWA
Trash talking adalah perilaku yang digunakan dalam konteks kompetitif, baik dalam olahraga fisik maupun permainan video. Tujuannya adalah untuk memotivasi diri sendiri, memengaruhi psikologis lawan, atau mengekspresikan emosi selama pertandingan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Tingkatan perilaku trash talking dapat diketahui melalui hasil skor pengisian skala pengukuran kuisioner trash talking. diadaptasi dari pengukuran Trash talk Questionare oleh Kitchings (2015). Atribut Self-efficacy Athlete diukur dalam pengukuran Athlete Self-efficacy Scale oleh Koçak (2020). Populasi dalam penelitian ini merupakan atlet Liga Mahasiswa dalam rentang musim kompetisi 2023/2024. Dalam hasil pengujian data dapat ditemukan bahwa tidak adanya signifikansi dari Athletic Self-efficacy terhadap Variabel Trash talk. Hal ini dibuktikan dengan tingginya angka hasil uji korelasi yang mengatakan bahwa p-value dari total Athelete Self-efficacy dan total Trash talk mencapai angka 0.196. hasil dari uji korelasi ini berkebalikan dengan yang dinyatakan pada landasan teori yang mengatakan bahwa Self-efficacy memiliki keterkaitan dengan Trash talk
PIDANA PENJARA SEUMUR HIDUP DALAM PERUNDANGUNDANGAN DI INDONESIA
Dalam sejarah hukum pidana, persoalan mengenai pidana menjadi kajian yang aktual seiring dengan perkembangan peradaban manusia. Fungsi pidana sebagai salah satu sarana penanggulangan kejahatan dalam perjalanan sejarahnya mengalami perubahan da n pengembangan. Dengan perubahan dan pengembangan tersebut, arti, jenis, sifat serta tujuan pidana dari masa ke masa membawanya sebagai sarana penanggulangan kejahatan yang masih dibutuhkan sampai sekarang
TUGAS, WEWENANG DAN TANGGUNG JAWAB BADAN PENGAWAS OBAT DAN MAKANAN DALAM RANGKA PERLINDUNGAN KONSUMEN
Tidak bisa dipungkiri bahwa indonesia yang mempunyai populasi penduduk lebib dari 200 juta jiwa merupakan pasar yang sangat potensial bagi perkembangan dunia usaha. Hal tersebut memberikan dampak yang baik bagi perekonomian nasional disamping juga memberikan kontribusi yang banyak bagi pemenuhan kebutuhan konsumen. K.arena perekonomian nasional selama ini diarahkan untuk mendukung dun.ia usaha agar dapat menghasilkan barang dan Jasa yang akh.iruya dibarapkan dapat meningkatkan kesejahteraan bagi masyarakat. Perkembangan teknologi yang mengalami percepatan luar biasa juga menjadi faktor yang tidak bisa dilepaskan daJam rangka pemenuhan kebutuhan masyarakat. Semakin canggih teknologi, maka kebutuhan masyarakat terhadap teknologi juga semakin men.ingkat. Hal in.i terkait erat dengan dinarn.isasi yang ada dimasyarakat sena kebutuhan masyarakat terhadap efek-rifitas dan keprakrisan. Perkembangan teknologi telah membawa perubahan-perubahan yang cepat dan signifikan pada industri farmasi, obat asli Indonesia. makanan kosmetika dan alat kesehatan. Dengan menggunakan teknologi modem. industri-industri tersebut kini mampu memproduksi dalam skala yang sangat besar mencakup berbagai produk dengan dismbusi yang sangat luas serta k'Ual itas yang beragam
The Relationship Between Sibling Relationships and Mental Health Issues in Adolescence: Scoping Review
Due to the rising mental health issues in the adolescence period which threaten
adolescents’ mental health and well-being, this study aims to explore the relation of sibling
relationship and adolescents experiencing mental health issues. This study uses the scoping review
method, utilising PRISMA-ScR to analyse the relationship between sibling relationships and
mental health issues in adolescence. This study reviewed five articles and found that positive
sibling relationships have been shown to influence and decrease depressive symptoms and serve
as a buffer against problems that occur in adolescence. The influence of these relationships is seen
stronger during the occurrence of low-quality or no parental relationships. Future research should
include no sibling participants in their research and explore the dynamics within sibling
relationships, including age, gender, order, race, and socioeconomic background to determine the
further analysis of the dynamic of sibling relationships on adolescent mental health
Pengaruh Psychological Capital pada Kinerja Guru SMP Negeri di Surabaya
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh psychological capital pada kinerja guru. Kinerja guru yang dimaksud adalah kemampuan guru mengajar murid-muridnya (task performance) serta kemampuan guru dalam berorganisasi di sekolah (contextual performance). Sebanyak 51 guru SMP dengan pengalaman mengajar minimal 6 bulan, serta mengajar minimal satu mata pelajaran berpartisipasi dalam penelitian ini. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif dengan metode survei dan teknik accidental sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini adalah Teacher Jobs Performance Scale, dan Psychological Capital Questionnaire-24. Analisis regresi linier dan uji-t dipakai untuk menjelaskan pengaruh psychological capital pada kinerja guru. Hasil penelitian menunjukkan bahwa psychological capital berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru, namun psychological capital tidak memiliki pengaruh secara parsial ketika masing-masing dimensinya diuji
Pengaruh Career Decision Self Efficacy Terhadap Career Adaptability Karyawan Baru Lulusan Sarjana
Generasi Z menghadapi tantangan seperti perkembangan teknologi yang cepat, ketidakpastian kerja, dan persaingan global. Banyak juga yang mengalami PHK terutama pada karyawan baru, sehingga kemampuan adaptasi karier menjadi penting untuk tetap relevan dan fleksibel. Rendahnya CDSE pada lulusan sarjana menunjukkan perlunya meningkatkan pengambilan keputusan karier agar mendukung adaptasi karier dalam dunia kerja. Karyawan baru sering mengalami tantangan adaptasi dalam memasuki dunia kerja atau school to work, sehingga penting untuk memahami peran CDSE dalam meningkatkan CA.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik survei. Alat ukur yang dipakai yaitu career decision self efficacy-short form (CDSE-SF) milik Betz dengan 25 item yang dilakukan evaluasi psikometrik oleh Purnama dan Ernawati, (2021) menjadi 10 item untuk dapat digunakan di Indonesia. Pengukuran career adaptability pada penelitian ini menggunakan skala career adapt-abilities scale (CAAS) - Indonesian form oleh Sulistiani (2018). Terdapat 150 responden dan mendapat nilai signifikansi sebesar 0,000 < 0,05, maka ada pengaruh career decision self efficacy terhadap career adaptability