Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    STANDAR KONTRAK DALAM FINANCE LEASE

    No full text
    Perkembangan dalam suatu tnasyarakat terlihat pula pada perketnbangan lembaga yang ada pada masyarakat tersebut, baik di bidang politik, ekonomi maupun sosial budaya. Searah dengan meningkatnya kegiatan pembangunan nasional, peran serta pihak swasta da1am pelaksanaan pembangunan semakin terasa di butuhkan

    Peran Keterlibatan Ayah Dalam Pengasuhan Terhadap Konsep Diri Remaja Perempuan di Kota Surabaya

    Full text link
    Penelitian ini bermaksud untuk mengetahui apakah keterlibatan ayah dalam pengasuhan berperan terhadap konsep diri remaja perempuan di Kota Surabaya. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan mencakup keterlibatan langsung, ketersediaan ayah, serta tanggung jawab ayah dalam memenuhi kebutuhan anak. Konsep diri dimaknai sebagai gambaran individu mengenai dirinya sendiri yang memengaruhi cara individu mempersepsikan dan berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode survei. Partisipan dalam penelitian ini adalah remaja perempuan usia 15–18 tahun yang berdomisili di Kota Surabaya dan masih memiliki ayah kandung. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah responden sebanyak 104 orang. Pengumpulan data dilakukan menggunakan skala keterlibatan ayah dalam pengasuhan yang disusun berdasarkan teori Michael E. Lamb serta skala konsep diri Tennessee Self Concept Scale (TSCS) yang dikembangkan oleh William H. Fitts. Analisis data dilakukan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterlibatan ayah dalam pengasuhan memberikan peran yang positif dan signifikan terhadap konsep diri remaja perempuan di Kota Surabaya. Berdasarkan temuan tersebut, hipotesis penelitian dinyatakan diterima

    Hubungan Maskulinitas terhadap Mencari Bantuan Psikologis Pada Laki-laki

    Full text link
    Rendahnya perilaku mencari bantuan psikologis pada laki-laki merupakan fenomena yang konsisten ditemukan dalam berbagai konteks sosial dan budaya. Meskipun laki-laki menghadapi berbagai permasalahan kesehatan mental, mereka cenderung kurang bersedia untuk mengakses layanan kesehatan mental profesional dibandingkan perempuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji hubungan maskulinitas terhadap perilaku mencari bantuan psikologis pada laki-laki melalui pendekatan literature review. Metode yang digunakan adalah penelaahan dan analisis kritis terhadap literatur ilmiah yang membahas maskulinitas, norma gender, stigma kesehatan mental, serta perilaku pencarian bantuan psikologis pada laki-laki. Hasil kajian menunjukkan bahwa norma maskulinitas yang menekankan kemandirian, kekuatan, dan pengendalian emosi berperan signifikan dalam menghambat kesediaan laki-laki untuk mencari bantuan psikologis. Selain itu, stigma kesehatan mental dan ketakutan akan penilaian sosial memperkuat penghindaran laki-laki terhadap layanan kesehatan mental. Temuan ini menegaskan bahwa maskulinitas merupakan faktor psikososial penting yang memengaruhi perilaku pencarian bantuan psikologis pada laki-laki. Oleh karena itu, upaya peningkatan akses dan pemanfaatan layanan kesehatan mental pada laki-laki perlu mempertimbangkan konstruksi maskulinitas dan norma gender yang berlaku agar intervensi yang dilakukan lebih efektif dan responsif terhadap kebutuhan laki-laki

    Menyama Braya sebagai Alternatif Intervensi Budaya untuk Kesehatan Psikososial Wanita Infertil

    Full text link
    Wanita infertil sering menghadapi tekanan psikososial, utamanya akibat stigma budaya dan keyakinan religius, termasuk kepercayaan Punarbhawa yang mengaitkan infertilitas dengan karma kehidupan sebelumnya. Penelitian ini melibatkan 8 wanita infertil berusia 18–40 tahun yang menganut kepercayaan Punarbhawa. Pendekatan kualitatif eksploratif digunakan melalui wawancara mendalam dan observasi partisipatif, sedangkan pendekatan multiple case study akan memberikan Gambaran efektivitas intervensi. Hasil menunjukkan bahwa budaya Menyama Braya berperan sebagai sumber dukungan emosional, spiritual, dan sosial yang signifikan, sehingga mengurangi perasaan terasing, meningkatkan resiliensi, serta memperkuat makna hidup subjek. Kesimpulan penelitian ini menegaskan bahwa Menyama Braya dapat dijadikan intervensi berbasis budaya untuk meningkatkan kondisi psikososial wanita infertil. Implikasinya, psikolog perlu mempertimbangkan kearifan lokal sebagai strategi intervensi yang lebih kontekstual, khususnya dalam komunitas dengan sistem kepercayaan yang kuat

    Makna Pengambilan Keputusan Karier Individu pada Masa Realistic dengan Adanya Preferensi Orang Tua

    Full text link
    Pengambilan keputusan karier merupakan tahap penting pada masa realistic ketika individu mulai memasuki masa dewasa dan membentuk identitas karier. Dalam proses ini, orang tua kerap terlibat melalui penyampaian preferensi, mulai dari dukungan pasif hingga pengendalian yang bersifat memaksa. Penelitian ini melibatkan dua partisipan berusia 18–24 tahun dengan orang tua yang memiliki preferensi terhadap arah karier mereka. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus dan analisis Miles, Huberman, dan Saldana (2014). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan karier berlangsung dinamis di tengah adanya preferensi orang tua. Preferensi hadir dalam bentuk saran, alternatif, hingga arahan langsung, dan dipersepsi secara berbeda oleh tiap individu. Preferensi dapat berperan sebagai dukungan maupun hambatan, bergantung pada penyampaian, kualitas relasi, dan persepsi individu. Secara kognitif, arahan memaksa dirasakan membatasi eksplorasi, sedangkan dukungan meningkatkan keyakinan diri. Secara emosional muncul ambivalensi, seperti tertekan ataupun merasa diperhatikan. Secara perilaku, individu melakukan strategi adaptif seperti mencari dukungan alternatif. Selain itu, pengalaman tersebut dimaknai sebagai bentuk perhatian, sumber pencerahan, dan penguat yang berkontribusi pada perjalanan karier individu pada masa realistic

    Pengalaman Perempuan Dewasa Awal Yang Pernah Mengalami Ketidakhadiran Ayah (Fatherless) Dalam Menjalin Hubungan Romantis

    Full text link
    Ketidakhadiran ayah (fatherless) dalam kehidupan perempuan dewasa awal dapat meninggalkan dampak yang signifikan, khususnya ketika menjalin hubungan romantis. Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi pengalaman subjektif perempuan dewasa awal yang pernah mengalami ketidakhadiran ayah dalam menjalin hubungan romantis. Teori yang digunakan adalah tahap perkembangan Erikson dan Sternberg's triangular theory of love. Penelitian ini menggunakan pendekatan fenomenologis interpretatif yang dikumpulkan dengan melibatkan tiga orang partisipan. Proses penggalian data dilakukan melalui wawancara semi-terstruktur. Teknik analisis data menggunakan Interpretative Phenomenological Analysis (IPA). Hasil penelitian yang diperoleh adalah sebagai berikut: 1) gambaran kondisi ketidakhadiran ayah yang dialami, 2) terdapat perubahan dalam kehidupan perempuan dewasa awal pasca ketidakhadiran ayah, 3) pemaknaan ketidakhadiran ayah dan menjadi suatu proses pembelajaran, 4) ketidakhadiran ayah turut memengaruhi cara perempuan dewasa awal menjalin hubungan romantis, dan 5) dalam menghadapi tantangan-tantangan yang muncul, strategi yang dikembangkan adalah dengan mencari bantuan informal melalui dukungan sosial dari lingkungan sosial terdekat

    Dinamika Pengambilan Keputusan Karier Pada Individu Emerging Adulthood

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi dinamika pengambilan keputusan karier pada individu emerging adulthood, yang merupakan tugas perkembangan penting namun menantang dan seringkali dijalani secara berbeda oleh setiap individu. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus instrumental dan melibatkan empat partisipan berusia 22–25 tahun yang dipilih secara purposive. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam dan dianalisis menggunakan analisis tematik berbasis theory driven. Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pengambilan keputusan karier pada emerging adulthood bersifat kompleks, fluktuatif, dan dipengaruhi oleh berbagai faktor internal dan eksternal, termasuk eksplorasi diri, pengaruh keluarga, kondisi pasar kerja, serta pandemi. Partisipan menunjukkan adanya dinamika seperti kebingungan, eksplorasi alternatif, hingga pertimbangan ulang terhadap pilihan karier. Mereka juga menghadapi tantangan seperti ketidakpastian, konflik internal, dan kesulitan adaptasi. Penelitian ini menegaskan pentingnya dukungan sosial, refleksi diri, dan fleksibilitas dalam membentuk arah karier, serta menunjukkan bahwa keputusan karier pada masa ini merupakan proses adaptif yang terus berkembang

    PERAN EMPATI TERHADAP DEPRESI PADA EMERGING ADULTHOOD

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji sejauh mana empati berperan dalam memengaruhi tingkat depresi pada individu dalam masa emerging adulthood. Empati dalam studi ini terdiri dari empat aspek, yaitu perspective taking, fantasy, empathic concern, dan personal distress. Penelitian ini difokuskan pada empati secara keseluruhan dan hanya dilakukan analisis tambahan pada empat aspek empati tersebut Partisipan dalam penelitian ini merupakan individu dengan rentang usia 18 hingga 25 tahun, yang berada dalam fase emerging adulthood. Jumlah total responden adalah 245 orang, dengan 28 laki-laki dan 217 perempuan. Pengumpulan data dilakukan menggunakan dua alat ukur, yaitu Interpersonal Reactivity Index (IRI) sebanyak 28 item untuk mengukur empati, dan Beck Depression Inventory II (BDI-II) sebanyak 21 item untuk mengukur tingkat depresi. Analisis data dilakukan menggunakan metode regresi linier sederhana dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics versi 30. Hasil analisis regresi menunjukkan bahwa persamaan yang diperoleh adalah Y =22,125 – 0,035(X). Nilai signifikansi variabel empati adalah 0,577 yang mengindikasikan empati tidak berperan signifikan terhadap depresi. Nilai R² sebesar 0,001 menunjukkan bahwa secara keseluruhan, variabel empati hanya memberikan kontribusi sebesar 0,001 % terhadap variabel depresi dan 99,9% menunjukkan bahwa variabel lain lebih berperan terhadap variabel depresi

    PERAN ElEKTROMETRI DALAM MENINGKATKAN TEKNOLOGI SENSOR KlMIA: RISET DAN APLIKASI ELEKTRODA PASTA KARBON NANOPORI! POLIMELAMIN/NANOPARTIKEl EMAS

    Full text link
    kesimpulan sebagai berikut_ 1. Modifikasi elektroda pasta karbon dengan polimelamin dan nanopartikel emas dapat meningkatkan performa elektroda untuk aplikasi sensor elektrokimia. Elektroda yang dimodifikasi ini efektif mendeteksi senyawa biologis, seperti dopamin, asam urat, asam askorbat, dan hidrokuinon dalam kosmetik pemutih kulit, dengan akurasi, sensitivitas, dan selektivitas tinggi. 2. Secara keseluruhan, elektroda ini menunjukkan potensi besar untuk aplikasi deteksi biologis dan analisis senyawa medis dan kosmetik, serta menunjukkan kemampuan deteksi simultan dengan presisi tinggi, menjadikannya pilihan yang menjanjikan untuk pengujian lebih lanjut. Rekomendasi 1. Teknik voltammetri dapat menjadi solusi efektif dalam deteksi klinis di rumah sakit atau laboratorium medis untuk analisis rutin seperti dopamin dan asam urat dalam sampel urin maupun darah. Teknik ini juga dapat digunakan untuk analisis rutin hidrokuinon dan merkuri dalam sampel kosmetik pemutih kulit oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). 2. PerIu dilakukan penelitian tentang kinerja elektroda berbasis pasta karbon yang dimodifikasi untuk analisis vitamin dalam sediaan farmasi, bahan tambahan pangan, cemaran pangan, dan pengujian kualitas air di lingkungan seperti cemaran logam berat dan antibiotik

    REVITALISASI PROGRAM KELUARGA SEJAHTERA MELALUI INOVASI PEMODELAN INDEKS UNTUK PROGRAM AKSI STRATEGIS

    Full text link
    Berbagai Indikator yang relevan dan valid, meliputi aspek kesehatan, pendidikan, perumahan dan lingkungan, sosial dan budaya, serta ekonomi, dapat digunakan sebagai dasar dalam membentuk Indeks Keluarga Sejahtera. Dengan menggunakan formula yang telah ditetapkan, indeks ini memungkinkan untuk mengkategorikan keluarga dalam berbagai tingkat kesejahteraan, dari pra sejahtera hingga berkelanjutan. HasH analisis menunjukkan bahwa sebagian besar keluarga berada dalam kategori Keluarga Sejahtera Menengah, sementara ketepatan klasifikasi indeks mencapai 94,2%, menandakan kehandalan dan akurasi sistem pengukuran ini dalam menggambarkan tingkat kesejahteraan keluarga

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇