82567 research outputs found
Sort by
Hubungan Gaya Kelekatan Dewasa dengan Sikap terhadap Pernikahan pada Dewasa Awal
Penelitian ini bertujuan untuk mencari tahu hubungan antara gaya kelekatan dewasa dengan sikap terhadap pernikahan. Sikap terhadap pernikahan yang dimaksud di sini adalah pandangan subjektif individu tentang institusi pernikahan heteroseksual, yang dapat berupa respons positif atau negatif. Sedangkan gaya kelekatan dewasa pada penelitian ini berfokus pada kelekatan cemas dan kelekatan menghindar. Sebanyak 183 individu dewasa awal berpartisipasi dalam penelitian ini yang terdiri dari laki-laki dan perempuan dengan umur berkisar 20-30 tahun. Peneliti melakukan survei sebagai metode pengumpulan data dalam bentuk kuesioner secara daring. Penelitian ini menggunakan skala Experiences in Close Relationships-Revised (ECR-R) yang ditranslasikan sendiri untuk mengukur variabel gaya kelekatan dewasa dan Marital Attitudes Scale yang telah diadaptasi oleh Tiyas (2024) untuk mengukur sikap terhadap pernikahan. Seluruh proses analisis data dilakukan dengan menggunakan software Jamovi for Windows 2.6.26. Peneliti melakukan uji asumsi dan uji korelasi untuk menganalisis variabel sikap terhadap pernikahan dan dimensi-dimensi variabel gaya kelekatan dewasa. Dari hasil analisis data penelitian, diketahui bahwa terdapat hubungan yang signifikan dan negatif antara kelekatan cemas dan sikap terhadap pernikahan (r = -0.225, p = 0.002), lalu terdapat hubungan yang signifikan dan negatif antara kelekatan menghindar dan sikap terhadap pernikahan (r
= -0.388, p < .001). Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin tinggi kelekatan cemas dan/atau kelekatan menghindar individu, maka semakin rendah sikap terhadap pernikahanny
Peran Mediasi Affective Commitment pada Pengaruh Perceived Supervisor Support terhadap Intention to Stay pada Industri Non-hospitality
Rendahnya intention to stay menjadi permasalahan umum yang terjadi di berbagai perusahaan, termasuk perusahaan di industri non-hospitality. Namun, penelitian yang meneliti pengaruh perceived supervisor support terhadap intention to stay pada industri non-hospitality masih relatif terbatas. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran mediasi affective commitment pada pengaruh perceived supervisor support terhadap intention to stay pada industri non-hospitality berdasarkan Social Cognitive Theory (SCT) dengan pengujian empiris. Penelitian dilakukan dengan metode survei yang disebar secara daring. Diperoleh data sebanyak 94 karyawan dari beberapa sektor industri non-hospitality yang didominasi oleh sektor teknologi informasi dan komunikasi serta pendidikan dan pelatihan. Analisis data dilakukan dengan melakukan uji mediasi. Hasil analisis data menemukan bahwa perceived supervisor support tidak berpengaruh secara langsung terhadap intention to stay. Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa pengaruh perceived supervisor support terhadap intention to stay dimediasi sepenuhnya oleh affective commitment
Pengaruh Gejala Premenstrual Syndrome terhadap Work Performance Wanita dengan Perceived Organizational Support sebagai Moderasi
Pentingnya peran wanita di tempat kerja dan meningkatnya tingkat partisipasi angkatan kerja perempuan melatarbelakangi diperlukannya pemahaman terhadap salah satu kondisi unik yang umum dialami perempuan, yaitu premenstrual syndrome. Penelitian ini menyelidiki pengaruh premenstrual syndrome terhadap work performance dengan perceived organizational support sebagai variabel moderasi. Data diperoleh dari 80 partisipan yang merupakan perempuan berusia 19-35 tahun yang bekerja di perusahaan. Penelitian ini menggunakan analisis regresi linear sederhana dan uji moderasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa premenstrual syndrome berpengaruh secara signifikan terhadap work performance. Selain itu, ditemukan bahwa perceived organizational support memoderasi hubungan antara premenstrual syndrome dan work performance. Temuan ini mengindikasikan bahwa dukungan organisasi yang dirasakan karyawan dapat memperlemah dampak negatif premenstrual syndrome terhadap work performance, sehingga persepsi terhadap dukungan organisasi berperan penting dalam membantu karyawan perempuan menghadapi tantangan terkait dengan kondisi ini di tempat kerja
Gambaran Penerimaan Keluarga Pada Proses Pemulihan Orang Dengan Skizofrenia
Pemulihan skizofrenia merupakan proses jangka panjang yang memerlukan peran aktif keluarga sebagai sistem pendukung utama. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan penerimaan keluarga dalam mendampingi proses pemulihan orang dengan skizofrenia (ODS). Pendekatan kualitatif dengan metode fenomenologi digunakan untuk memahami pengalaman subjektif keluarga. Hasil menunjukkan bahwa keluarga yang memiliki informasi sejak awal lebih cepat menerima kondisi ODS dan segera mengakses layanan kesehatan. Penerimaan tercermin dalam keterlibatan aktif seperti mendampingi pengobatan dan menjaga stabilitas lingkungan rumah. Faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan meliputi pengetahuan, dukungan sosial, kekuatan psikologis, serta nilai moral dan tanggung jawab. Tantangan utama mencakup tekanan emosional, konflik keluarga, beban ekonomi, dan stigma. Temuan ini menunjukkan bahwa penerimaan keluarga berperan penting dalam menciptakan lingkungan pemulihan yang stabil, serta memperkuat ketahanan keluarga dalam menghadapi dinamika jangka panjang perawatan ODS
Gambaran Penerimaan Diri (Self-Acceptance) Pada Perempuan Penyintas Pornografi Balas Dendam (Revenge Porn)
Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi gambaran penerimaan diri (self-acceptance) pada perempuan penyintas pornografi balas dendam (revenge porn). Penerimaan diri bukan berarti membiarkan perilaku buruk terjadi melainkan sebagai kemampuan untuk menerima diri secara emosional terhadap apa yang sedang kita alami saat ini. Penerimaan ini mencakup berbagai pengalaman, pikiran dan perasaan yang dirasakan. Kompleksitas trauma psikologis mendalam akibat revenge porn mengharuskan penyintas melalui proses dinamika psikologis yang panjang guna mencapai penerimaan diri seutuhnya. Partisipan pada penelitian terdiri atas empat perempuan penyintas berusia 18–29 tahun atau emerging adulthood, yang dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam semi-terstruktur yang mengeksplorasi pengalaman traumatis dan tahap penerimaan penyintas. Analisis data menggunakan pendekatan analisis data tematik Boyatzis berbasis teori (theory-driven thematic analysis). Kredibilitas data diuji melalui triangulasi teknik dan member check. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa seluruh partisipan telah mencapai penerimaan diri penuh, dengan beragam aktivitas pemulihan
Dampak Technostress pada Pekerja Jarak Jauh: Tinjauan Literatur
Technostress sebagai pengalaman stres akibat penggunaan teknologi informasi banyak dialami pekerja jarak jauh. Penelitian tinjauan literatur ini dilakukan untuk mengetahui dampak dari technostress pada pekerja jarak jauh. Tinjauan literatur dilakukan melalui laman Google Scholar menggunakan kata kunci (“technostress”) AND (“impact”) OR (“influence”) OR (“effect”) OR ("consequence”) selama 3-8 Juli 2025 dan menghasilkan temuan sebanyak 1.020 artikel. Melalui penyaringan tahun penerbitan, fokus, dan konteks penelitian dipilih 5 artikel yang kemudian ditelaah lebih lanjut. Berdasarkan telaah terhadap artikel-artikel tersebut, ditemukan bahwa technostress berkaitan dengan penurunan performa kerja, pekerjaan, dan karyawan itu sendiri
Hubungan antara Dukungan Sosial dan Resiliensi dengan Quarter-Life Crisis pada Emerging Adulthood
Periode emerging adulthood merupakan periode perkembangan yang memiliki kebebasan, tetapi juga memunculkan kekhawatiran dalam mencapai kestabilan. Proses transisi dari remaja menuju dewasa dapat memunculkan tantangan berupa quarter-life crisis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari dukungan sosial yang bersumber dari keluarga, teman, dan significant others serta resiliensi dengan quarter-life crisis pada emerging adulthood. Penelitian ini dilakukan pada 233 responden berusia 18-25 tahun dengan menggunakan metode kuantitatif. Alat ukur yang digunakan berjumlah tiga, yaitu Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) untuk dukungan sosial, skala Quarter-Life Crisis Hassler untuk quarter-life crisis, dan Connor-Davidson Resilience Scale untuk resiliensi. Teknik analisis data yang digunakan adalah Kendall’s Tau B untuk uji korelasi. Keseluruhan analisis dilakukan dengan menggunakan bantuan software Jamovi versi 2.6.22 for Windows. Berdasarkan hasil analisis yang telah dilakukan, keempat hipotesis dalam penelitian ini diterima bahwa dukungan keluarga, teman, significant others, dan resiliensi memiliki hubungan yang signifikan dengan quarter-life crisis pada emerging adulthood
PENGERTIAN TERORISME NEGARA SEBAGAI BENTUK AGRESI MILITER SUATU NEGERA DALAM KAJIAN HUKUM INTERNASJONAL
Kata terorisme sebenamya bukan barang baru dalam percaturan politik dunia dan hukum intemasional. Banyak pihak yang berusaha untuk mendefinisikan terorisme. Sehingga rumusan umum dalamn terminologi terorisme adaJah sebagai aktivitas kekerasan bermotif politis yang digunakan untuk melawan target-target nun-comhatanl ( dduar pertempuran ) oleh kelvmpok-kelompok sub-nasional atau agen rahasia. Kelompok teroris adalah kelompok yang mempraktekkan terorisme sedangkan negara pendukung terorisme adalah negara yang mendukung terorisme dengan memberikan bantuan dana, dukungan ideologis, dan bantuan militer/operasional terhadap kelompok teroris; mengoperasikan terorisme secara langsung melalui kelompok-kelompok diluar institusi negara; serta melaksanakan aktivitas terorisme melalui lembaga-Jembaga resmi negara, angkatan bersenjata, dinas intelijen, atau agen-agen negara secara langsung
TANGGUNG GUGAT PT. TELKOM TERHADAP KONSUMEN AKIBAT PEMBERLAKUAN TELKOM MEMO
Perkembangan dalam bidang informasi dan teknologi semakin pesat dan maju. Hal ini memberikan pengaruh besar bagi seluruh aspek kehidupan manusia. Salah satu yang berkembang sangat pesat dan menjadi pemicu berbagai perkembangan kehidupan manusia adalah komunikasi. Selain itu perkembangan yang terjadi dalam dunia informasi juga menjadi hal yang penting dalam aspek kehidupan, sehingga pada akhimya komunikasi menjadi bagian yang sangat penting dalam melengkapi kehidupan manusia di dunia ini
PERJANJIAN BAKU SEBAGAI DASAR PENGGUNAAN FASILITAS ATM (AUTOMATIC TELLER MACHINE)
Bank adalah lembaga keuangan yang dapat dipergunakan dan/atau dimanfaatkan oleh masyarakat sebagai tempat untuk menyimpan uangnya yang semata-mata dilandasi oleh kepercayaan bahwa uangnya itu akan dapat diperoleh kembali pada waktunya dan disertai imbalan berupa bunga. Dari dana yang telah terkumpul tadi, bank akan dapat menyalurkannya kembali dalam bentuk kredit pada masyarakat