82567 research outputs found
Sort by
Peran Sibling Relationship terhadap Kecenderungan Depresi pada Emerging Adulthood
Penelitian ini bertujuan untuk meneliti tiga hubungan, yaitu: 1) peran dimensi warmth terhadap kecenderungan depresi; 2) peran dimensi conflict terhadap kecenderungan depresi; 3) peran dimensi rivalry terhadap kecenderungan depresi. Penelitian dilakukan pada individu emerging adulthood yang memiliki saudara kandung. Jumlah subjek pada penelitian ini adalah 216 orang, yang terdiri dari 25 laki-laki dan 191 perempuan. Alat ukur yang digunakan untuk mengumpulkan data berupa skala Adult Sibling Relationship Questionnaire (ASRQ) yang terdiri dari 40 item dan Beck Depression Inventory II (BDI-II) yang terdiri dari 21 item. Analisis data dalam penelitian ini dilakukan dengan teknik analisis regresi linier berganda, dengan bantuan software IBM SPSS Statistics versi 20. Hasil analisis data penelitian menunjukkan bahwa dimensi warmth dan rivalry berkorelasi dan berperan signifikan terhadap kecenderungan depresi. Sedangkan, dimensi conflict tidak berperan terhadap kecenderungan depresi.
Kata kunci: Sibling Relationship, Depresi, Emerging Adulthoo
DETEKSI VARIAN VIRUS SECARA MOLEKULER SEBAGAI UPAYA ANTISIPASI PERUBAHAN KHARAKTERISTIK PENVAKIT DI MASYARAKAT
Virus memiliki kemampuan mutasi yang terus-menerus untuk beradaptasi terhadap lingkungan. Untuk virus yang menyebabkan infeksi/penyakit pada manusia, mutasi tertentu dapat memberikan dampak pada faktor virulensinyamanifestasi klinisnya, respons terapi antiviralnya, deteksi laboratoriumnya sampai dengan efektivitas vaksinnya. Untuk mengantisipasi hal tersebut, diperlukan pemeriksaan molekuler khususnya dengan PCR-sekuensing. Dengan terdeteksinya varian virus yang berdampak pada penyakit dan penanganannya, dapat dilakukan intervensi tatalaksana yang tepat, antara lain pengembangan metode deteksi varian virus, pengembangan antivirus baru, pengembangan vaksin terhadap varian baru
BIO·MARKA FERTILITAS PROTEIN OSTEOPONTIN UNTUK INOVASI KRIOPRESERVASI SEMEN SAPI PERAH MENDUKUNG PROGRAM MAKAN BERGIZI GRATIS
Integrasi teknologi reproduksi modern, mulai dari inovasi kriopreservasi hingga pengelolaan plasma nutfah berbasis teknologi molekuler, swasembada susu yang berkelanjutan dapat terwujud. Peningkatan produksi susu nasional ini akan mendukung keberlanjutan Program Makan Bergizi Gratis, memastikan ketersediaan susu sebagai sumber protein berkualitas bagi masyarakat, serta berkontribusi pada pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs). Luaran dari penelitian ini mencakup prototipe media kriopreservasi termodifikasi dengan penambahan protein rekombinan osteopontin (OPN) untuk meningkatkan kualitas gamet dan embrio post-thawing, serta publikasi ilmiah di jurnal internasional bereputasi dengan potensi paten
Dinamika Perilaku Antisosial Pada Dewasa Awal yang Mengalami Perubahan Lingkungan dari Pedesaan ke Perkotaan
Penelitian ini bertujuan untuk memahami perkembangan perilaku antisosial pada masa dewasa awal, yaitu tahap kehidupan ketika individu mulai membentuk identitas, menyesuaikan diri secara sosial, dan mengatur emosi. Perpindahan dari desa ke kota memberikan kesempatan dalam pendidikan dan pekerjaan, tetapi juga menghadirkan tantangan psikologis dan sosial yang dapat memengaruhi perilaku. Penelitian ini menekankan bagaimana individu pada masa dewasa awal beradaptasi dengan lingkungan baru, serta bagaimana proses tersebut berperan dalam pembentukan identitas dan pengendalian kecenderungan antisosial.
Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan studi kasus intrinsik. Partisipan terdiri atas tiga individu berusia 18–25 tahun yang telah bermigrasi dari desa ke kota dan dipilih melalui teknik purposive sampling. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam serta dianalisis menggunakan teknik analisis tematik Boyatzis. Untuk menjaga kredibilitas data, penelitian ini menerapkan teknik member checking.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perkembangan perilaku antisosial pada masa dewasa awal dipengaruhi oleh perbedaan norma sosial antara desa dan kota, tuntutan untuk menyesuaikan diri dengan lingkungan perkotaan yang lebih individualistik dan kompetitif, serta tekanan interaksi sehari-hari. Faktor-faktor ini memengaruhi regulasi emosi dan kontrol diri partisipan. Akibatnya, perilaku antisosial yang muncul bersifat situasional dan tidak berkembang menjadi pola yang tetap atau permanen
DINAMIKA PARENTIFIKASI PADA ANAK PERTAMA DARI KELUARGA BERCERAI
Fenomena parentifikasi pada anak pertama dalam keluarga bercerai terjadi ketika anak mengambil alih peran orang tua akibat perubahan struktur keluarga. Kondisi ini muncul karena batas peran yang kabur, sehingga anak harus memikul tanggung jawab instrumental dan emosional yang tidak sesuai dengan usianya. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus dengan subjek anak pertama dari keluarga bercerai dan significant others, menggunakan wawancara mendalam serta analisis tematik. Hasil penelitian menunjukkan adanya perubahan peran signifikan pada anak, seperti mengurus adik, pekerjaan rumah, menjadi penopang emosi orang tua, dan penengah konflik. Parentifikasi dipengaruhi oleh ketidakhadiran salah satu orang tua, tekanan ekonomi, kebutuhan dukungan emosional, serta nilai budaya tentang tanggung jawab anak sulung. Dampaknya meliputi beban emosional, kecemasan, penurunan kesejahteraan psikologis, namun juga perkembangan kemandirian, empati, dan regulasi emosi sebagai bentuk adaptasi. Penelitian ini menegaskan bahwa parentifikasi merupakan pengalaman kompleks dengan dampak negatif maupun positif, sehingga memerlukan perhatian dan dukungan dari orang tua, sekolah, dan tenaga profesional
Mental Fatigue Pada Petugas Air Traffic Controller (ATC) AirNav di Bandara Internasional Juanda
Air Traffic Controller (ATC) merupakan salah satu pekerjaan yang memiliki tuntutan kerja tinggi,
karena harus memberikan pelayanan prima tanpa boleh melakukan kesalahan sedikitpun. Tingginya
kompleksitas tugas dapat memicu ATC mengalami mental fatigue, yaitu keadaan psikologis yang
ditandai dengan rasa lelah subjektif serta menurunnya performa setelah individu terlibat tugas
kognitif dalam jangka waktu lama. Berdasarkan kondisi tersebut, penelitian ini dilakukan untuk
memahami secara mendalam pengalaman ATC di Bandara Internasional Juanda dalam menghadapi
mental fatigue dengan melihat gambaran, faktor penyebab, serta dampak yang terjadi. Penelitian
ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Penggalian data
dilakukan melalui wawancara semi terstruktur kepada tiga subjek yang merupakan petugas ATC di
Bandara Internasional Juanda. Data kemudian dianalisis menggunakan teknik analisis tematik
untuk mengidentifikasi pola-pola utama terkait gambaran, faktor penyebab, dan dampak mental
fatigue. Hasil temuan penelitian ini menunjukkan bahwa ketiga subjek mengalami mental fatigue
dengan bentuk yang berbeda, mencakup adanya perubahan pada aspek kognitif, emosional,
motivasional, dan fisik. Faktor yang mempengaruhi juga beragam karena setiap individu memiliki
cara yang berbeda dalam merespon tekanan dan kelelahan mental yang dirasakan. Adapun dampak
mental fatigue terlihat pada fungsi kognitif, motivasi kerja, perilaku, dan emosional
HUBUNGAN MINDFULNESS DAN PERCEIVED STRESS PADA SANTRI DI PONDOK PESANTREN NAZHATUT THULLAB
ABSTRAK
Salah satu masalah psikologis yang banyak dialami santri adalah perceived stress atau stres yang dirasakan. Salah satu faktor yang diduga berperan dalam menurunkan tingkat stres adalah mindfulness. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara mindfulness dan perceived stress pada santri di Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, Sampang, Madura. Penelitian menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan 158 santri putra dan putri berusia 12–18 tahun sebagai partisipan, yang dipilih melalui teknik stratified purposive sampling. Instrumen yang digunakan adalah Child and Adolescent Mindfulness Measure (CAMM) versi Bahasa Indonesia (Saragih & Abidin, 2022) dan Perceived Stress Scale (PSS-10) versi Bahasa Indonesia (Hakim dkk., 2024). Analisis data dilakukan menggunakan uji korelasi Spearman’s Rho dengan bantuan perangkat lunak Jamovi 2.6.44. Hasil menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara mindfulness dan perceived stress (r = –0,295; p < .001). Artinya, semakin tinggi tingkat mindfulness santri, semakin rendah tingkat perceived stress yang dirasakan. Temuan ini menunjukkan bahwa mindfulness dapat menjadi strategi adaptif untuk mengelola tekanan kehidupan di lingkungan pesantren.
Kata kunci: santri, pondok pesantren, mindfulness, perceived stress.
ABSTRACT
One of the prevalent psychological problems among Islamic boarding school students (santri) is perceived stress. A potential protective factor against stress is mindfulness. This study aimed to analyze the relationship between mindfulness and perceived stress among students of Pondok Pesantren Nazhatut Thullab, Sampang, Madura. Using a quantitative correlational design, 158 male and female students aged 12–18 years were selected through stratified purposive sampling. Instruments used were the Indonesian version of the Child and Adolescent Mindfulness Measure (CAMM; Saragih & Abidin, 2022) and the Perceived Stress Scale (PSS-10; Hakim et al., 2024). Data were analyzed using Spearman’s Rho correlation test via Jamovi 2.6.44 for Windows. Results indicated a significant negative correlation between mindfulness and perceived stress (r = –0.295; p < .001), suggesting that higher mindfulness is associated with lower perceived stress levels. These findings highlight mindfulness as an adaptive strategy for managing psychological pressures in Islamic boarding schools.
Keywords: Santri, Islamic boarding school, mindfulness, perceived stress
Peran Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Perilaku Narsistik yang dimoderasi oleh Harga Diri pada remaja pengguna TikTok
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Fear of Missing Out (FoMO) terhadap Perilaku narsistik yang dimoderasi oleh Harga Diri pada remaja pengguna TikTok. Perilaku narsistik merupakan keyakinan berlebihan terhadap diri sendiri akan keunggulan diri yang dimiliki, timbulnya keinginan kuat untuk mencari perhatian dan pengakuan, serta timbulnya reaksi emosional secara berlebihan terhadap kritik. Penelitian ini dilakukan pada remaja pengguna TikTok dengan jumlah subjek penelitian sebanyak 100 orang, yang terdiri atas 67 remaja perempuan dan 33 remaja laki-laki. Alat pengumpul data pada penelitian ini berupa kuesioner Fear of Missing Out (FoMO) yang terdiri dari 8 item, harga diri yang terdiri dari 9 item, serta perilaku narsistik yang terdiri dari 14 item. Analisis data dilakukan dengan menggunakan analisis regresi moderasi dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai koefisien regresi Fear of Missing Out (FoMO) dengan perilaku narsistik sebesar .095 dengan p = .126 (>0.05), selanjutnya koefisien regresi harga diri dengan perilaku narsistik sebesar -.010 dengan p = .900 (>0.05), serta koefisien interaksi (FoMO × harga diri) sebesar .042 dengan p = .000 (<0.05). Hal ini menunjukkan bahwa harga diri memiliki peran sebagai variabel moderator yang secara signifikan memperkuat peran Fear of Missing Out (FoMO) terhadap perilaku narsistik pada remaja pengguna TikTok
Proses Regulasi Emosi Pada Ibu Bekerja yang Memiliki Anak Gangguan Spektrum Autisme
Ibu bekerja dengan anak Gangguan Spektrum Autisme (GSA) menghadapi tantangan peran ganda yang berisiko menimbulkan stres, sehingga regulasi emosi adaptif menjadi krusial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif studi kasus yang bertujuan untuk memahami proses regulasi emosi pada tiga ibu bekerja menggunakan kerangka Gross, dengan data wawancara mendalam dan dianalisis secara tematik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketiga subjek menerapkan kelima proses regulasi emosi Gross, meskipun dengan variasi penerapan sesuai kondisi masing-masing. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa regulasi emosi adalah proses adaptif yang vital, yang memungkinkan ibu bekerja dengan anak GSA untuk mempertahankan stabilitas psikologis dan menjalankan peran gandanya secara lebih efektif. Temuan ini menegaskan akan pentingnya dukungan psikologis yang berfokus pada penguatan regulasi emosi bagi populasi ini
Kata kunci: gangguan spektrum autisme, ibu bekerja, regulasi emos
GAMBARAN KONSEP DIRI WANITA EMERGING ADULTHOOD DENGAN PENGALAMAN CHILD MALTREATMENT
Penelitian ini bertujuan untuk melihat gambaran konsep diri pada individu wanita emerging adulthood dengan pengalaman child maltreatment. Penelitian merupakan penelitian kualitatif menggunakan metode fenomenologi interpretatif. Subjek dalam penelitian ini adalah tiga orang wanita dengan rentang usia 18-29 tahun yang memiliki pengalaman child maltreatment. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur. Teknik analisis data yang digunakan adalah interpretative phenomenological analysis. Hasil penelitian menunjukkan berbagai dampak yang berpengaruh pada proses membentuk konsep diri di masa emerging adulthood. Dampak tersebut antara lain pada aspek psikologis seperti pada aspek kognitif dan afektif, serta aspek sosial dalam hubungan dengan keluarga, teman, dan hubungan romantis. Meskipun memiliki pengalaman yang menyakitkan, ketiga subjek menunjukkan adanya upaya untuk bangkit dan membentuk konsep diri yang positif