Airlangga University

Universitas Airlangga Repository
Not a member yet
    82567 research outputs found

    Faktor Faktor yang Mempengaruhi Psychological Well-Being pada Emerging Adulthood: Tinjuan Literatur Sistematis dengan Pendekatan Eksistensialisme

    Full text link
    Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang memengaruhi psychologial well-being pada masa emerging adulthood dengan menggunakan pendekatan eksistensialisme. Penelitian ini merupakan studi systematic review yang dilakukan dengan menelusuri literatur melalui basis data Google Scholar. Seleksi artikel dilakukan berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditentukan sebelumnya. Dari total 93 artikel yang ditemukan, terdapat 6 artikel yang memenuhi seluruh kriteria seleksi dan dianalisis lebih lanjut. Hasil kajian menunjukkan bahwa psychologial well-being pada emerging adulthood dipengaruhi oleh berbagai faktor eksistensial, seperti presence of meaning in life, spiritualitas, waktu menyendiri yang reflektif, kualitas relasi interpersonal, serta perasaan otentisitas diri. Faktor-faktor ini berkaitan erat dengan isu-isu seperti pencarian makna, krisis identitas, kecemasan eksistensial, dan hubungan dengan transendensi. Beberapa studi juga menyoroti peran mediasi makna hidup dalam menjembatani pengaruh antara spiritualitas dan kesejahteraan psikologis. Tinjauan ini menekankan pentingnya pendekatan eksistensial dalam memahami kesejahteraan psikologis individu muda, terutama pada fase perkembangan yang penuh dinamika seperti emerging adulthood. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar konseptual bagi pengembangan intervensi psikologis yang lebih bermakna, serta mendorong studi lanjutan di bidang psikologi eksistensial dan perkembangan

    Hubungan Stres Akademik dengan Adiksi Short-Form Video Application (SFVA) pada Mahasiswa dan Peran Resiliensi Akademik sebagai Variabel Moderator

    Full text link
    Short-Form Video Application (SFVA) sangatlah populer di kalangan mahasiswa, dan beberapa diantaranya menggunakan SFVA hingga mengganggu kehidupan akademiknya. Fenomena adiksi SFVA pada mahasiswa dapat menghambat proses pembelajaran di kampus. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara stres akademik dengan adiksi SFVA pada mahasiswa serta meneliti peran resiliensi akademik sebagai variabel moderator. Partisipan penelitian berjumlah 158 mahasiswa S1/D4 (31 laki-laki dan 127 perempuan) yang menggunakan SFVA populer. Pengumpulan data menggunakan metode survei daring dengan instrumen Perceptions of Academic Scale (Ramadhani, 2022), Skala Adiksi Short-Form Video Application (Indiswari dkk, 2024), dan Academic Resilience Scale (Dwiastuti, 2024). Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson, uji regresi sederhana, dan uji regresi moderasi dengan bantuan perangkat lunak IBM SPSS Statistics 31 for Windows dan Jamovi 2.6.26 for Windows. Hasil penelitian menunjukkan bahwa stres akademik berhubungan dan berpengaruh positif signifikan terhadap adiksi SFVA (p < 0,001). Resiliensi akademik tidak mampu memperlemah hubungan antara stres akademik dan adiksi SFVA (p = 0,729). Hasil penelitian menunjukkan bahwa semakin tinggi tingkat stres akademik yang dialami oleh mahasiswa, maka mereka akan memiiliki kecenderungan adiksi SFVA yang semakin tinggi pula

    Hubungan Antara Basic Symptoms dengan Gangguan Kecemasan pada Individu yang Mencari Bantuan (Mental Help-Seeking)

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah terdapat hubungan antara basic symptoms dengan gangguan kecemasan pada individu yang mencari bantuan (mental help-seeking). Metode penelitian yang digunakan adalah menggunakan pendekatan kuantitatif. Subjek penelitian berjumlah 89 orang yang terdiri dari rentang umur 15-40 tahun meliputi 20 subjek laki-laki dan 69 subjek perempuan. Alat ukur yang digunakan adalah SPI-A (Schizophrenia Proneness Instrument – Adult Version) untuk mengukur basic symptoms dan alat ukur MINI ICD-10 (Mini International Neuropsychiatric Interview). Analisis data dilakukan dengan teknik korelasi spearman dengan bantuan program statistik SPSS versi 27.0. Hasil statistik menunjukkan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara dimensi cognitive-attentional impediments dan gangguan kecemasan, dan tidak ada korelasi antara cognitive disturbances, disturbances in experiencing the self and surroundings, body perception disturbances, optional, dan perception disturbances dengan gangguan kecemasan

    Hubungan Antara Harga Diri dan Dukungan Sosial dengan Keterampilan Kerja Sama pada Mahasiswa Tahun Pertama Universitas Airlangga

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara harga diri dan dukungan sosial terhadap keterampilan kerja sama pada mahasiswa tahun pertama Universitas Airlangga. Keterampilan kerja sama didefinisikan sebagai kepercayaan diri individu terhadap kompetensinya dalam membangun relasi sesama anggota tim, memberikan kontribusi pemikiran, serta menyesuaikan diri dengan perubahan dalam kelompok. Harga diri digambarkan sebagai penilaian individu terhadap dirinya sendiri, baik secara positif maupun negatif, yang mencakup aspek penerimaan diri, keyakinan akan kemampuan, dan perasaan bernilai. Sedangkan dukungan sosial merupakan bentuk persepsi individu terhadap ketersediaan dukungan emosional, instrumental, atau informasi dari tiga sumber utama, yaitu keluarga, teman sebaya, dan orang-orang signifikan. Dengan menggunakan metode kuantitatif terhadap 79 responden yang dipilih melalui teknik accidental sampling, data dikumpulkan melalui tiga skala psikologis, yaitu Teamwork Scale for Youth untuk mengukur keterampilan kerja sama, Rosenberg Self-Esteem Scale untuk mengukur harga diri, dan Multidimensional Scale of Perceived Social Support untuk mengukur dukungan sosial. Analisis dilakukan menggunakan perangkat lunak Jamovi dan IBM SPSS Statistics. Hasil menunjukkan bahwa harga diri memiliki hubungan positif yang signifikan dengan keterampilan kerja sama, sementara dukungan sosial memiliki hubungan yang lemah dan tidak signifikan

    Gambaran Kelekatan Ibu Yang Mengalami Postpartum Depression

    Full text link
    Pada periode kehamilan dan pasca melahirkan, terdapat golongan ibu rentan yang dapat mengembangkan gangguan mental, salah satunya postpartum depression (PPD). PPD tidak sebatas berdampak pada diri ibu sendiri, tetapi juga kualitas hubungannya dengan orang lain, termasuk bayi, pasangan, serta orang-orang terdekat. Ibu yang mengalami PPD menghadapi konflik berkaitan dengan kedekatan emosional, kebergantungan, serta kecemasan yang dipahami melalui kerangka teori kelekatan dewasa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran kelekatan ibu yang mengalami PPD menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa ibu yang mengalami PPD menujukkan kelekatan yang bersfiat dinamis, kontekstual, serta melibatkan pengalaman relasional selama masa kehamilan hingga pasca melahirkan. Manifestasi gejala depresi, ketersediaan sumber daya internal dan eksternal, serta perilaku kelekatan yang terbentuk sejak awal kepada figur yang signifikan berperan penting terhadap bagaimana ibu merespons tekanan yang dirasakan, serta mempertahankan hubungan dengan orang-orang di sekitarnya selama menghadapi krisis

    PENGARUH ADVERSE CHILDHOOD EXPERIENCES TERHADAP STRES PENGASUHAN ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK USIA DINI

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengeksplorasi sejauh mana Adverse Childhood Experiences memberikan pengaruh terhadap Stres Pengasuhan pada orang tua yang memiliki anak usia dini. Seharusnya, pengasuhan menjadi proses yang positif dan mendukung kesejahteraan anak. Namun, orang tua dengan pengalaman masa kecil yang merugikan justru rentan mengalami stres pengasuhan, sehingga diperlukan penelitian lebih lanjut untuk memahami fenomena ini secara menyeluruh. Metodologi yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kuantitatif dengan metode analisis regresi linier sederhana. Data diperoleh melalui kuesioner dalam google-form dengan jumlah responden sebanyak 55 responden. Hasil dari penelitian ini yaitu ditemukannya pengaruh langsung yang signifikan antara adverse childhood experiences (ACES) dan stres pengasuhan pada orang tua dengan anak usia dini. Dengan demikian, pengalaman masa kecil yang merugikan berkontribusi terhadap meningkatnya stress pengasuhan dalam menjalani peran sebagai orang tua

    Peran Kecerdasan Emosi Terhadap Perilaku Konsumtif Mahasiswa yang Merantau di Surabaya berdasarkan Jenis Kelamin

    Full text link
    Mahasiswa perantau di Surabaya menghadapi tantangan adaptasi yang dapat memengaruhi perilaku konsumtif mereka. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran kecerdasan emosional terhadap perilaku konsumtif mahasiswa perantau dengan mempertimbangkan jenis kelamin sebagai kovariat. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif, sebanyak 120 mahasiswa perantau menjadi partisipan penelitian. Data dikumpulkan melalui kuesioner online menggunakan Assessing Emotional Scale (AES) dari Schutte dkk. (1998) untuk mengukur kecerdasan emosional dan skala perilaku konsumtif dari Lina dan Rosyid (1997). Analisis data dilakukan menggunakan ANCOVA dengan bantuan SPSS versi 2.6. Hasil analisis menunjukkan bahwa kecerdasan emosional berpengaruh signifikan terhadap perilaku konsumtif mahasiswa (p < 0,05) meskipun jenis kelamin tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan. Temuan ini mengindikasikan pentingnya pengembangan kecerdasan emosi dalam upaya menekan perilaku konsumtif, khususnya di kalangan mahasiswa perantau

    Hubungan Regulasi Emosi dengan Resiliensi Pada Pasien Hipertiroid

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara regulasi emosi dan resiliensi pada pasien hipertiroid yang tergabung dalam Komunitas Pita Tosca. Hipertiroid sebagai penyakit kronis tidak hanya menimbulkan gejala fisik tetapi juga mempengaruhi kondisi psikologis, sehingga kemampuan regulasi emosi dan resiliensi penting untuk dimiliki pasien. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode korelasional. Partisipan berjumlah 143 orang berusia 18-40 tahun yang dipilih dengan teknik purposive sampling. Instrumen yang digunakan yaitu SEK-27 untuk mengukur regulasi emosi dan CD-RISC 25 untuk mengukur resiliensi. Analisis data menggunakan uji korelasi Pearson melalui Jamovi 2.6.26.0 for Mac. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dan resiliensi pada pasien hipertiroid (r = 0,684; p < 0,001), yang mengindikasikan semakin baik regulasi emosi maka semakin tinggi resiliensi pasien. Temuan ini dapat menjadi dasar pengembangan intervensi psikologis bagi pasien hipertiroid dalam menghadapi tantangan fisik dan emosional

    Peran Dukungan Sosial dan Regulasi Emosi terhadap Stres Akademik pada Mahasiswa Baru S1

    Full text link
    Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran antara dukungan sosial dan regulasi emosi terhadap stress akademik mahasiswa baru jenjang S1. Dukungan sosial merujuk pada persepsi individu terhadap keberadaan dukungan yang berasal dari keluarga, teman, dan orang-orang signifikan lainnya (Zimet dkk., 1988). Regulasi emosi merujuk suatu proses yang digunakan individu untuk memengaruhi jenis emosi yang dirasakan, waktu kemunculannya, serta cara emosi tersebut dialami dan diekspresikan (Gross, 1998). Stres akademik sendiri merupakan tekanan psikologis yang timbul akibat tuntutan akademik yang melebihi kapasitas individu untuk mengatasinya (Gadzella, 1991). Metode yang digunakan dalam penelitian ini ialah metode kuantitatif. Sampel dalam penelitian ini berjumlah 171 mahasiswa baru. Alat ukur yang digunakan untuk mengukur stres akademik pada penelitian ini, yaitu Student-life Stress Inventory (SSI) oleh yang dikembangkan oleh Gadzella (1994). Alat ukur yang digunakan untuk mengukur dukungan sosial, yaitu Multidimensional Scale of Perceived Social Support (MSPSS) yang dikembangkan oleh Zimet (1988). Alat ukur yang digunakan untuk mengukur regulasi emosi, yaitu Emotion Regulation Questionnaire (ERQ) yang dikembangkan oleh Gross (1998). Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji regresi linear berganda dengan menggunakan perangkat lunak Jamovi. Hasil analisis data pada penelitian ini menunjukkan bahwa dukungan sosial dan regulasi emosi berperan secara simultan memiliki peran terhadap stres akademik pada mahasiswa baru S1 dengan nilai R2 sebesar 0,0437

    Kepatuhan Minum Obat pada Penderita Hipertensi dengan Durasi Mengidap ≤ 5 Tahun Ditinjau dengan Protection Motivation Theory (PMT)

    Full text link
    Hipertensi merupakan keadaan dimana tekanan darah individu berada di atas batas normal (WHO, 2023). Untuk menjaga kestabilan tekanan darah, penderita hipertensi perlu untuk patuh minum obat (Salensehe, dkk., 2020). Protection Motivation Theory merupakan kerangka kerja yang dapat digunakan untuk memprediksi suatu perilaku protektif (Norman, dkk., 2005). Penelitian ini bertujuan untuk menguji secara empiris pengaruh komponen Protection Motivation Theory terhadap kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi dengan durasi mengidap ≤ 5 tahun. Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah Morisky Medication Adherence Scale-8 (MMAS-8) versi Bahasa Indonesia (Riani, 2017) dan Skala Protection Motivation Theory yang penulis kembangkan sendiri dengan berdasar pada instrumen milik Dowd, dkk. (2015). Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif yang melibatkan 140 penderita hipertensi dengan durasi mengidap ≤ 5 tahun melalui teknik pengambilan data purposive sampling. Data penelitian sendiri dianalisis melalui analisis regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat hubungan positif yang signifikan antara perceived severity, response efficacy, self efficacy, dan response cost dengan kepatuhan minum obat. Namun, dari empat komponen tersebut, hanya self efficacy dan response cost yang terbukti memiliki pengaruh signifikan dengan kepatuhan minum obat pada penderita hipertensi dengan durasi mengidap ≤ 5 tahun

    80,293

    full texts

    82,567

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Airlangga Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇