Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
KONSOLIDASI TANAH PASCA BENCANA GEMPA BUMI DI KAMPUNG CIKADU II DESA GASOL KABUPATEN CIANJUR
Rahmah, Nabilla Alya. 2024. Konsolidasi Tanah Pasca Bencana Gempa Bumi di
Kabupaten Cianjur. Skripsi, Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas
Negeri Semarang. Pembimbing: Aprila Niravita, S.H., M.Kn.
Kata kunci: Konsolidasi Tanah, Bencana, Gempa Bumi.
Desa Gasol merupakan salah satu desa dari banyakanya desa yang terkena
dampak dari bencana alam gempa bumi yang terjadi di wilayah Kabupaten Cianjur
pada November 2022 lalu. Kerusakan yang terjadi sebagai akibat dari adanya
gempa tersebut dinilai cukup parah, mulai dari rumah yang hancur, sarana dan
prasarana hancur, serta terputusnya akses jalan desa. Berdasarkan hal tersebut
Yayasan Rumah Amal Salman Institut Teknologi Bandung tergerak untuk
melakukan perbaikan kawasan dengan memanfaatkan program konsolidasi tanah
yang merupakan salah satu kebijakan yang dimiliki Kantor Pertanahan Kabupaten
Cianjur. Konsolidasi tanah tertuang dalam Peraturan Menteri Agraria/Tata Ruang
Nomor 12 Tahun 2019 tentang Konsolidasi Tanah. Berdasarkan latar belakang
tersebut terdapat rumusan masalah sebagai berikut (1) Bagaimana pelaksanaan
konsolidasi tanah pasca bencana gempa bumi di Kabupaten Cianjur? (2) Apa saja
hambatan dan solusi dalam pelaksanaan konsolidasi tanah pasca bencana gempa
bumi di Kabupaten Cianjur?.
Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan jenis pendekatan
kualitatif. Menggunakan teori kepastian hukum dan teori negara kesejahteraan.
Sumber data yang digunakan yaitu sumber data primer dan data sekunder. Teknik
pengumpulan data menggunakan teknik wawancara, observasi dan studi
dokumentasi. Validitas data menggunakan triangulasi yang selanjutnya
menganalisis data.
Hasil dari penelitian ini menjelaskan mengenai tahapan pelaksanaan
konsolidasi tanah di Desa Gasol khususnya Kampung Cikadu II pasca bencana
gempa bumi yang dibagi menjadi 2 (dua) tahapan yaitu tahap perencanaan dan
tahap pelaksanaan untuk menata kembali pengelolaan, kepemilikan, penggunaan
dan pemanfaatan tanah agar dapat memberikan sebesar-besarnya kesejahteraan
bagi masyarakat Desa Gasol berdasarkan ketentuan Peraturan Menteri ATR/BPN
Nomor 12 Tahun 2019 tentang Konsolidasi Tanah dan Petunjuk Teknis Perencanaan
dan Pelaksanaan Konsolidasi Tanah Tahun 2023. Serta menganalisis hambatan dan
solusi yang dialami dalam pelaksanaan konsolidasi tanah di Kampung Cikadu II,
Desa Gasol, Kecamatan Cugenang, Kabupaten Cianjur. Hambataan tersebut
disebabkan oleh faktor internal, dimana masyarakat belum memahami sepenuhnya
tentang konsolidasi tanah, kesulitan untuk mendapatkan persetujuan masyarakat,
dan domisili warga Desa Gasol yang sudah tidak berada di tempat. Dan faktor
eksternal yaitu adanya keterbatasan anggaran, sehingga pelaksanaan hanya
menggunakan Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran Kantor Pertanahan Kabupaten
Cianjur No: SP DIPA 056.0 1.2.429796/2023 Tanggal 14 September 2023
PERLINDUNGAN HUKUM OLEH UNIT PELAYANAN PEREMPUAN DAN ANAK POLRESTABES SEMARANG TERHADAP ANAK PENYANDANG DISABILITAS INTELEKTUAL KORBAN KEKERASAN SEKSUAL
Aprilia, Ely Dyah Ayu. Perlindungan Hukum Terhadap Anak Penyandang
Disabilitas Intelektual Korban Kekerasan Seksual Oleh Unit Pelayanan
Perempuan Dan Anak Polrestabes Semarang. Skripsi, Bagian Hukum Pidana
Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang, Pembimbing Dr. Indah Sri Utari,
S.H., M.Hum.
Kata Kunci : Disabilitas Intelektual; Anak; Kekerasan Seksual; Perlindungan
Hukum.
Disabilitas Intelektual merupakan kondisi dimana seseorang terlahir dengan
kecerdasan atau IQ yang rendah dibawah rata-rata sehingga tidak memiliki
keterampilan yang cukup mumpuni untuk melakukan kegiatan sehari-hari. Anak
disabilitas perlu mendapat kesempatan yang seluas-luasnya untuk tumbuh dan
berkembang secara optimal, baik fisik, mental. Untuk itu, perlu dilakukan upaya
perlindungan untuk mewujudkan kesejahteraan Anak disabilitas dengan
memberikan jaminan terhadap pemenuhan hak-haknya tanpa perlakuan
diskriminatif. Aturan larangan melakukan tindak pidana kekerasan seksual pada
Anak Penyandang disabilitas sudah di atur dalam Undang-Undang No 35 Tahun
2014 tentang Perlindungan Anak dan Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 tentang
Penyandang Disabilitas. Rumusan Masalah pada penelitian ini yaitu Bagaimana
Realitas Kasus Penyandang Disabilitas Korban Kekerasan Seksual Di Unit PPA
Polrestabes Semarang dan Bagaimana Perlindungan Hukum Terhadap Anak
Penyandang Disabilitas Intelektual Korban Kekerasan Seksual Oleh Unit PPA
Polrestabes Semarang.
Pendekatan penelitian ini menggunakan pendekatan Kualitatif dengan Jenis
Penelitian Yuridis Sosiologis. Penelitian ini dilakukan di Unit PPA Polrestabes
Semarang dan UPTD PPA Kota Semarang dengan menggunakan sumber data
primer dan sekunder, dengan teknik pengumpulan data menggunakan observasi,
wawancara dan dokumentasi. Uji validitas data dengan menggunakan teknik
triangulasi data. Analisis data dengan cara pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Simpulan pada Penelitian ini yaitu realitas pada dua kasus kekerasan seksual
terhadap Penyandang Disabilitas Sensorik dan Intelektual memiliki ketidaksamaan
dalam proses penanganan hukum. Anak Penyandang disabilitas intelektual tidak
mendapatkan hak-haknya secara utuh sesuai dengan Peraturan Perundang-
Undangan, serta pihak UPPA Polrestabes Semarang belum bisa menangani kasus
kekerasan seksual tersebut dengan cepat sesuai dengan peraturan yang ditetapkan
dalam KUHAP. Sebelum memberikan perlindungan hukum Pihak UPPA
Polrestabes Semarang akan memberikan penanganan terlebih dahulu kepada Anak
Penyandang Disabilitas Intelektual yakni sejak adanya laporan yang masuk
kemudian dilakukan screnning assessment, rehabilitasi baik itu rehabilitasi
kesehatan maupun fisik kemudian pemulangan dan reintegrasi sosial. Bentuk
perlindungan hukum yang diberikan oleh Unit PPA berupa pendampingan selama
xi
proses hukum, perahasiaan identitas, pemulihan awal, konseling dan pendampingan
psikolog. Perlindungan Hukum yang diberikan belum sesuai dengan Pasal 5
Undang-Undang No. 31 Tahun 2024 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban
bahwa “Korban berhak untuk mendapatkan Penerjemah”. Korban juga tidak
mendapatkan bantuan hukum seperti yang tercantum pada Pasal 29 Undang-
Undang No. 8 Tahun 2016 Tentang Penyandang Disabilitas bahwa Pemerintah dan
Pemerintah Daerah wajib menyediakan bantuan hukum kepada Penyandang
Disabilitas pada setiap lembaga penegak hukum dalam hal keperdataan atau pidana
sesuai dengan Peraturan Perundang-Undangan. Adapun hambatan yang terjadi
yakni kurangnya personil penyidik di Unit PPA, Pelaku melarikan diri, tidak
mempunyai rumah aman, dan korban tidak kooperatif
PENYELESAIAN SENGKETA SERTIPIKAT TUMPANG TINDIH (OVERLAPPING) HAK ATAS TANAH DI KANTOR PERTANAHAN KOTA SEMARANG
Saepudin, Asep. 2024. Penyelesaian Sengketa Sertipikat Tumpang Tindih
(overlapping) Hak Atas Tanah di Kantor Pertanahan Kota Semarang. Skripsi.
Bagian Perdata Agraria, Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang. Dr. Rofi
Wahanisa, S.H., M.H.
Kata Kunci : Penyelesaian, Sengketa, Sertipikat
Permasalah sengketa masih banyak terjadi, sengketa sertipikat tumpang
tindih (overlapping) merupakan salah satu permasalah yang banyak terjadi di Kota
Semarang. Penanganan penyelesaian sengketa tumpang tindih didasari oleh
Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional
Republik Indonesia Nomor 21 tahun 2020 tentang Penanganan dan Penyelesaian
Kasus Pertanahan yang bertujuan untuk mengatur penanganan dan penyelesaian
untuk memberikan kepastian hukum yang dilakukan Kantor Pertanahan Kota
Semarang.
Rumusan masalah pada penelitian ini adalah : (1) Bagaimana penanganan
penyelesaian sengketa sertipikat tumpang tindih (overlapping) di Kantor
Pertanahan Kota Semarang; (2) Apa saja hambatan dan solusi yang di hadapi dalam
penanganan penyelesaiam sengketa sertipikat tumpang tindih (overlapping) di
Kantor Pertanahan Kota Semarang. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam
penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yuridis empiris.
Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik
pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, observasi, dokumentasi, dan
studi kepustakaan. Teknik validitas menggunakan teknik triangulasi dan analisis
Teknik analisis data dilakukan dalam empat tahapan yaitu pengumpulan, reduksi
data, penyajian data, kesimpulan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa: (1) Penanganan penyelesaian
sengketa sertipikat tumpang tindih (overlapping) di Kantor Pertanahan Kota
Semarang dilakukan dengan tahapan pengkajian kasus, gelar awal, penelitian,
ekspos hasil penelitian, rapat koordinasi, gelar akhir penyelesaian kasus dilakukan
melalui mediasi yang dilakukan mediator. Dalam penanganan penyelesaian sudah
berjalan dengan baik tetapi belum maksimal. (2) Dalam penanganan penyelesaian
ada beberapa faktor penghambat dalam penanganan penyelesaian sengketa
sertipikat tumpang tindih (overlapping) di Kantor Pertanahan Kota Semarang yaitu
terkait keterbatasan data dan para pihak yang bersengketa. Faktor penghambat
tersebut dapat diupayakan dengan mdelakukan analisis lebih mendalam terhadap
data sertipikat dan data pendukung kedua belah pihak dan menegaskan kepada para
pihak agar melakuakan proses mediasi dengan iktikad baik dan meberikan
pemahanan mengenai penguasan tanah
URGENSI DAN IMPLEMENTASI PERATURAN DAERAH NUSA TENGGARA BARAT NOMOR 5 TAHUN 2021 DALAM PENCEGAHAN PERKAWINAN ANAK
Zarnuji, Zhafiratuz Zuhriyyah. 2024. Urgensi Dan Implementasi Peraturan
Daerah Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021 Dalam Pencegahan Perkawinan
Anak. Skripsi. Prodi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing: Dr. Ristina Yudhanti, S.H., M.Hum.
Kata Kunci: Perkawinan Anak; Implementasi; Pencegahan; Nusa Tenggara
Barat
Indonesia sendiri telah memiliki regulasi khusus menyangkut perkawinan di
Indonesia sebagai acuan dan pedoman untuk menekan angka, dan meminimalisir
konflik yang akan terjadi pada berjalannya suatu perkawinan tersebut, adanya
regulasi ini tentunya bercermin dari permasalahan struktural di masyarakat yang
telah mengakar menjadi sebuah budaya maupun kebiasaan, banyaknya daerah di
Indonesia yang masih memegang teguh budaya perkawinan dini atau turut
melestarikannya secara tidak langsung dengan dalih budaya tersebut sudah
dilakukan secara turun temurun. Penelitian hukum ini memiliki tujuan dalam
menjawab problematika mengenai urgensitas diterapkannya Peraturan Daerah
Provinsi Nusa Tenggara Barat Nomor 5 Tahun 2021 dalam mencegah perkawinan
anak serta terkait implementasinya oleh pejabat pemangku kepentingan dan
masyarakat dalam menekan angka perkawinan anak di Nusa Tenggara Barat. Pada
penulisan skripsi ini menggunakan pendekatan penelitian hukum empiris, yang
menjadi fokus kajiannya adalah gejala sosial yang tidak tertulis secara tekstual
terkait penerapan hukum dalam masyarakat, tergolong ke dalam penelitian yuridis
sosiologis yakni, dalam menekankan pada basis hukum normatif sebagai kajiannya
akan tetapi yang diamati bukanlah substansi hukum normatif tersebut melainkan
gejala atau reaksi masyarakat terhadap substansi hukum yang bekerja di aktual
masyarakat.
Maka disimpulkan bahwa Praktik perkawinan anak merupakan permasalahan
utama yang hadir ditengah masyarakat, campur tangan stigma adat atas budaya
”merariq” dan kebiasaan yang berkembang membuat praktik tersebut menjadi hal
yang lumrah dan bukan persoalan yang besar di tengah masyarakat daerah.
Fenomena praktik perkawinan anak di Provinsi Nusa Tenggara Barat masih terus
berjalan dan ditemukan kasusnya sampai sekarang, meski pada faktanya angka
yang tercatat bersifat fluktuatif dan tidak sama indikator pencatatannya pada setiap
instansi, bahkan pada beberapa instansi dinas yang ditetapkan menjadi SATGAS
PPA tidak memiliki data pencatatan terkait praktik perkawinan anak. Maka
dibutuhkan penyelarasan koordinasi, indikator catatan, dan penguatan substansi
yang memuat sanksi
KENYAMANAN PENGUNJUNG BERDASARKAN KERAPATAN VEGETASI DAN IKLIM MIKRO DI HUTAN KOTA GBK (GELORA BUNG KARNO) PROVINSI DKI JAKARTA
Saat dan pasca pandemi Covid-19 berdampak pada peningkatan jumlah
pengunjung ruang terbuka hijau dibandingkan masa sebelum pandemi. Preferensi setiap pengunjung atas kenyamanan berdasarkan kerapatan vegetasi dan iklim mikro berbeda. Sehingga perlu diketahui terkait kondisi tersebut untuk mengetahui dan meningkatkan kenyamanan pengunjung hutan kota.
Pengumpulan data kerapatan vegetasi didapatkan dari observasi dan analisis NDVI citra sentinel 2. Data iklim mikro didapatkan dari pengukuran lapangan menggunakan thermometer dan hygrometer digital di 15 titik lokasi penelitian lalu dihitung menggunakan rumus THI. Sedangkan data kenyamanan pengunjung didapatkan dari kuesioner dengan sampel 149 pengunjung dan dianalisis menggunakan skoring skala Likert.
Hasil observasi kerapatan pohon di Hutan Kota GBK adalah 0,01 dengan jumlah 144 jenis pohon, jenis dengan jumlah individu terbanyak adalah pohon pulai sebanyak 23 pohon. Nilai NDVI Hutan Kota GBK memiliki rentang 0,12 hingga 0,64. Pengukuran iklim mikro nilai THI pada pagi hari 28,48 dan sore hari 30,35. Kenyamanan pengunjung Hutan Kota GBK berdasarkan kuesioner 12 responden mengatakan cukup nyaman, 112 responden mengatakan nyaman, dan 25 responden mengatakan sangat baik.
Kesimpulan yang didapatkan dari penelitian ini adalah kerapatan vegetasi Hutan Kota GBK rendah, kondisi iklim mikro pada pagi hari sebagian tidak nyaman dan sore hari tidak nyaman, kenyamanan pengunjung dikategorikan nyaman. Saran yang dapat diberikan pengunjung dapat melakukan rekreasi di area dengan tutupan tajuk, pihak pengelola dapat meningkatkan jumlah pohon dengan memerhatikan jenis tajuk untuk meningkatkan kerapatan vegetasi dan kenyamanan termal
KEMAMPUAN KONEKSI MATEMATIS SISWA DALAM PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING DENGAN PENDEKATAN PMRI DITINJAU DARI SELF-EFFICACY
Matematika merupakan suatu ilmu yang dapat menyelesaikan masalah di kehidupan sehari-hari. Hal tersebut berarti matematika mempunyai peranan yang sangat penting bagi kehidupan manusia. Beberapa hal yang penting dalam pembelajaran matematika adalah koneksi matematis dan self efficacy yang dapat ditumbuhkan melalui pembelajaran model PjBL dengan pendekatan koneksi matematis. Tujuan dari penelitian ini adalah (1) menganalisis kualitas model pembelajaran Project Based Learning dengan pendekatan PMRI di SMP dan (2) menemukan pola kemampuan koneksi matematis siswa kelas VII SMP ditinjau dari self efficacy. Metode yang digunakan adalah metode campuran (mix method) dengan kombinasi antara penelitian kualitatif dan kuantitatif. Subjek dalam penelitian ini adalah siswa kelas VII SMP Negeri 2 Banyubiru. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, angket, tes, wawancara, dan dokumentasi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa model pembelajaran PjBL dengan pendekatan PMRI memiliki kualitas baik dalam meningkatkan kemampuan koneksi matematis siswa yang dibuktikan dari hasil posttest siswa yang mencapai ketuntasan minimal dan proporsi ketuntasan lebih dari 75%. Siswa dengan Self Efficacy tinggi mampu menguasai semua indikator koneksi matematis. Siswa self efficacy sedang mampu menguasai semua indikator namun masih belum baik. Siswa self efficacy rendah belum mampu mengusai indikator mengaitkan matematika dengan konteks di luar matematika
GAYA BAHASA PADA LIRIK LAGU AVANT TOI DAN A FLEUR DE TOI KARYA CHARLOTTE GONIN (VITAA)
Gaya bahasa pada sebuah karya sastra salah satunya pada sebuah lirik lagu digunakan oleh penulis lagu sebagai sarana dalam mengekspresikan pesannya kepada para pendengar lagu ciptaanya. Hal ini dapat berkaitan dengan pemilihan kata serta diksi yang sesuai dengan imajinasi sang penulis lagu. Penggunaan berbagai jenis gaya bahasa ini seperti yang ditemukan pada lirik lagu Avant Toi dan A Fleur De Toi karya Vitaa. Dalam kedua lirik lagu tersebut, penggunaan gaya bahasa memberikan makna yang lebih mendalam, sehingga identifikasi gaya bahasa dapat membantu peneliti memahami makna yang tersembunyi di balik kata- kata. Namun, tidak sedikit muncul respon dari sebagian orang yang menikmati kedua lagu tersebut mengungkapkan kurang mengerti akan lirik dan bahasa yang digunakannya. Hal ini karena adanya penggunaan gaya bahasa yang memberikan efek adanya kesulitan pendengar untuk memahami makna, maksud atau inti dari lirik lagu tersebut. Berdasarkan hal tersebut, peneliti memilih kedua lagu tersebut selain berlatar belakang terkenal dan banyak dinyanyikan di beberapa kompetisi bernyanyi, dalam kedua lirik lagu tersebut juga terdapat gaya bahasa yang cukup variatif. Selain itu, peneliti juga ingin memaparkan sisi edukatif dari kedua lagu romantis tersebut bahwa ada alasan-alasan tertentu mengapa penulis membuat alur dan lirik sedemikian rupa.
Penelitian ini bertujuan untuk memaparkan jenis gaya bahasa pada kedua lirik lagu berbahasa Prancis tersebut. Selain jenis gaya bahasa, penelitian ini juga bertujuan untuk menjelaskan makna yang terkandung pada kedua lirik lagu tersebut. Adapun jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data yang dilakukan berupa teknik studi dokumen dan Simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Hasil dari penelitian ini ditemukan sebanyak 115 data lirik lagu yang mengandung gaya bahasa berdasarkan teori Keraf. Data tersebut terdiri dari 35 data yang ditemukan pada lirik lagu Avant Toi dan 80 data ditemukan pada lirik lagu A Fleur De Toi. Sebanyak 13 jenis gaya bahasa ditemukan pada lirik lagu Avant Toi serta total 16 jenis gaya bahasa ditemukan pada lirik lagu A Fleur De Toi. Hasil kajian mengenai makna pada lirik lagu Avant Toi intinya berkaitan dengan cerita perjalanan penulis lagu dalam mencari cinta sejati, sedangkan pada lirik lagu A Fleur De Toi yang intinya berkaitan dengan kisah yang mengeksplorasi lika-liku perjalanan hidup penulis lagu ini
KESESUAIAN MATERI DUOLINGO DENGAN CAPAIAN PEMBELAJARAN MATA KULIAH KETERAMPILAN MEMBACA BAHASA PRANCIS SEMESTER I
Hadirnya aplikasi pembelajaran bahasa asing salah satunya bahasa Prancis yang memberikan pengaruh dalam kegiatan pembelajaran. Hal ini dikarenakan aplikasi pembelajaran bahasa digunakan oleh pengajar untuk menunjang proses pembelajaran agar lebih efektif dan untuk membantu mencapai kompetensi yang diharapkan dengan mudah. Dalam bahasa Prancis terdapat berbagai macam aplikasi yang bisa digunakan, salah satunya adalah aplikasi Duolingo. Dalam aplikasi tersebut memuat materi serta latihan soal yang menarik dan mudah dijangkau oleh peserta didik maupun pengajar. Materi di dalamnya terdiri dari berbagai macam tema yang tersebar dalam beberapa tingkatan A1 sampai B1. Materi yang disajikan dalam Duolingo memiliki susunan yang sama dengan pembelajaran bahasa Prancis yang menggunakan tingkatan dari A1 dan seterusnya.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui kesesuaian materi yang terdapat pada aplikasi Duolingo, tepatnya pada fitur Stories. Pendekatan penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan deskriptif kualitatif. Sumber data pada penelitian ini adalah materi keterampilan membaca dalam fitur Stories Duolingo Tingkat A1. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan metode dokumentasi. Setelah data terkumpul, selanjutnya data dianalisis untuk mengetahui kesesuaian materi Duolingo dengan capaian pembelajaran mata kuliah keterampilan membaca bahasa Prancis semester 1.
Hasil analisis menunjukkan bahwa materi Duolingo pada tingkatan A1 berjumlah 91 materi. Dari jumlah tersebut yang sesuai dengan CPMK sebanyak 60 materi serta 31 materi tidak sesuai dengan CPMK dalam RPS keterampilan membaca bahasa Prancis semester
KEEFEKTIFAN PENGEMBANGAN SUMBER BELAJAR BERBASIS WEB TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI DAN HASIL BELAJAR SISWA SEKOLAH DASAR
Penelitian ini dilatar belakangi karena SD Negeri Badran mengalami kekurangan sumber belajar yang layak. Penelitian ini bertujuan untuk membuat wadah sumber belajar berbasis website yang bisa digunakan oleh siswa dan guru di SD Negeri Badran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan automasi sumber belajar berbasis website di lingkup SD Negeri Badran. Selain itu untuk melihat peningkatan motivasi, dan hasil belajar siswa dari pengembangan automasi di lingkup SD Negeri Badran. Metode penelitian yang digunakan disebut Design Based Research dengan metode 4D, yaitu Define, Design, Develop, dan Disseminate. Pada tahap define dilakukan rekapitulasi jawaban dari beberapa guru di sekolah. Tahap design dilakukan dengan mendesain website yang sesuai kebutuhan peserta didik dan pendidik. Pada tahap develop peneliti melakukan pembuatan sesuai dengan desain yang telah dibuat pada tahap sebelumnya. Sedangkan untuk tahap disseminate dihilangkan oleh peneliti dikarenakan keterbatasan waktu. Penelitian ini dilakukan dengan 30 siswa kelas 6 SD Negeri Badran, dengan teknik sampling jenuh yang menggunakan seluruh anggota populasi. Peneliti memperoleh data dengan angket dan tes tertulis. Sedangkan untuk analisis data menggunakan analisis data kuantitatif, seperti uji normalitas, uji kelayakan, uji hipotesis, dan uji n-gain. Sehingga hasil dari penelitian ini adalah website sumber belajar layak untuk disebarluaskan karena mendapatkan nilai 0,490. Sedangkan efektifitas dalam meningkatkan motivasi belajar dan hasil belajar dapat dikatakan layak. Hal tersebut dikarenakan secara berurutan mendapatkan nilai rata-rata n-gain persen berada pada angka 66% dan juga 61%. Implikasi nyata terhadap penyediaan sumber belajar, penelitian ini juga menawarkan pendekatan penelitian yang dapat menjadi pedoman bagi pengembangan sumber belajar berbasis teknologi di institusi sekolah lainnya
PERUBAHAN KURIKULUM TERHADAP KINERJA MENGAJAR GURU DI SD HJ. ISRIATI MOENADI UNGARAN (STUDI FENOMENOLOGI)
Pendidikan terus beradaptasi menyesuaikan dengan perubahan zaman yang terus terjadi. Dari zaman ke zaman, kurikulum di Indonesia semakin berkembang. Banyak usaha yang telah dilakukan pemerintah untuk peningkatan kualitas dari jenjang pendidikan. Adapun salah satunya dengan adanya perubahan kurikulum. Perubahan kurikulum yang terjadi di dunia pendidikan, harus menjadi sebuah tantangan bagi guru dalam proses pembelajaran. Guru dituntut untuk memiliki kecakapan, kreativitas, tanggung jawab dan keahlian dalam menggunakan berbagai macam media, metode dan strategi agar tujuan dalam kurikulum dapat tercapai dengan maksimal.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka pada SD Hj. Isriati Moenadi Ungaran dan untuk mengetahui bagaimana perubahan kurikulum merdeka terhadap kinerja guru dalam melakukan perencanaan, implementasi, dan evaluasi pembelajaran di SD Hj. Isriati Moenadi Ungaran menggunakan metode kualitatif. Lokasi penelitian ini terletak di SD Hj. Isriati Moenadi Ungaran. Jenis data yang digunakan yaitu data sekunder dan data primer. Alat pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi. Analisis data yang dilakukan dalam penelitian ini menggunakan metode Interpretative Phenomenological Analysis (IPA) atau biasa dikenal dengan Analisis Fenomenologis Interpretatif (AFI).
Hasil penelitian menunjukkan terdapat beberapa perbedaan antara kurikulum 2013 dengan kurikulum merdeka. Perbedaan ini dapat terlihat pada tujuan, kompetensi yang dituju, struktur kurikulum, perangkat ajar, dan penilaian. Adanya perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum merdeka di SD Hj. Isriati Moenadi Ungaran, memberikan dampak perubahan kepada kinerja guru dalam merancang, mengimplementasikan, dan evaluasi pembelajaran kurikulum merdeka.
Untuk menghadapi perubahan yang ada, guru harus mengembangkan kompetensi dengan mengikuti pelatihan dan pengembangan diri untuk memahami dan menerapkan kurikulum merdeka