Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    STUDI FAKTOR DETERMINAN KEJADIAN DEMAM BERDARAH DENGUE (DBD) DI KECAMATAN TEMBALANG TAHUN 2023

    No full text
    umlah kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kecamatan Tembalang pada tahun 2023 sebanyak 49 kasus dengan 2 kasus kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui faktor determinan yang berhubungan dengan kejadian DBD di Kecamatan Tembalang tahun 2023. Jenis penelitian ini adalah observasional analitik dengan rancangan case control. Sampel yang ditetapkan sebesar 40 sampel kasus dan 40 sampel kontrol dengan teknik random sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuisioner dan lembar observasi. Data dianalisis dengan uji Chi-Square menggunakan perangkat pengolah data statistik dan disajikan dalam bentuk tabel. Hasil penelitian menunjukan bahwa penggunaan obat anti nyamuk (OR 5,4; 95% CI 1,602-18,204), tempat aktivitas (OR 6,333; 95% CI 1,289-31,115), keberadaan kawat kassa ventilasi (OR 3,143; 95% CI 1,120-8,822), dan pendidikan (OR 2,914; 95% CI 1,149-7,393) berhubungan dengan kejadian DBD, sedangkan keberadaan kontainer air tertutup tidak berhubungan dengan kejadian DBD. Saran penelitian ini adalah meningkatkan peran lembaga kesehatan dan masyarakat untuk melakukan tindakan pencegahan dan pengendalian pada faktor determinan dengan menggunakan obat anti nyamuk, memasang kawat kassa pada ventilasi, pencegahan saat beraktivitas, dan peningkataan edukasi tentang penyakit DBD

    ANALISIS KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA DITINJAU DARI SELF-EFFICACY PADA PEMBELAJARAN DENGAN GUIDED DISCOVERY LEARNING BERBANTUAN APLIKASI GRAPHER

    No full text
    Kemampuan berpikir kritis merupakan salah satu kemampuan yang penting dimiliki siswa terutama dalam pembelajaran matematika. Berdasarkan hasil observasi pada kelas X SMK Ma’arif NU 1 Semarang menggunakan materi prasyarat, kemampuan berpikir kritis siswa masih belum optimal. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kemampuan berpikir kritis siswa pada Guided Discovery Learning (GDL) berbantuan aplikasi grapher: (1) mencapai batas ketuntasan aktual; (2) mencapai ketuntasan klasikal; (3) rata-rata lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa dengan Discovery Learning (DL); (4) proporsi lebih tinggi dibandingkan proporsi kemampuan berpikir kritis siswa dengan DL; dan (5) pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan GDL berbantuan aplikasi grapher; (6) deskripsi kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari self-efficacy dengan GDL berbantuan aplikasi grapher. Penelitian ini menggunakan mixed method dengan desain penelitian sequential explanatory dengan pretest-posttest control group. Populasi penelitian ini adalah siswa kelas X SMK Ma’arif NU 1 Semarang Tahun Ajaran 2023/2024 dengan sampel penelitian kelas X PS 1 (kelas eksperimen) sebanyak 18 siswa dan kelas X PS 2 (kelas kontrol) sebanyak 16 siswa yang diambil menggunakan teknik random sampling. Enam siswa dipilih sebagai subjek penelitian melalui teknik puposive sampling berdasarkan tingkat self-efficacy siswa. Data penelitian kuantitatif diambil dari hasil tes kemampuan berpikir kritis kemudian dianalisis dengan uji t, uji z, uji binomial, dan uji regresi sederhana. Data penelitian kualitatif diambil dari hasil angket dan wawancara kemudian direduksi data, penyajian data, dan diperoleh triangulasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan berpikir kritis siswa dengan pembelajaran GDL berbantuan grapher: (1) mencapai batas ketuntasan aktual; (2) mencapai ketuntasan secara klasikal; (3) rata-rata lebih baik daripada kemampuan berpikir kritis siswa dengan DL; (4) proporsi lebih tinggi dibandingkan proporsi kemampuan berpikir kritis siswa dengan DL; dan (5) adanya pengaruh self-efficacy terhadap kemampuan berpikir kritis siswa dengan GDL berbantuan aplikasi grapher yaitu sebesar 50,2%; (6) deskripsi kemampuan berpikir kritis siswa ditinjau dari self-efficacy dengan GDL berbantuan aplikasi grapher, yaitu (a) siswa dengan self-efficacy tinggi mampu memenuhi semua indikator kemampuan berpikir kritis; (b) siswa dengan self-efficacy sedang mampu memenuhi tiga dari empat indikator kemampuan berpikir kritis; (c) siswa dengan self-efficacy rendah mampu memenuhi indikator kemampuan berpikir kritis memberikan penjelasan sederhana dan memberikan penjelasan lebih lanjut

    ANALISIS FAKTOR DETERMINAN TINGKAT PENGANGGURAN TERDIDIK DI PROVINSI JAWA TENGAH

    No full text
    Provinsi Jawa Tengah menjadi posisi pertama dengan penurunan terkecil angka pengangguran terbuka setiap tahunnya di Pulau Jawa. Penurunan angka pengangguran terbuka (TPT) yang tidak diikuti dengan pengangguran terdidik menjadikan angka pengangguran terdidik di Provinsi Jawa Tengah masih tergolong tinggi. Oleh karena itu penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor determinan tingkat pengangguran terdidik di Provinsi Jawa Tengah. Metode penelitian yang digunakan adalah regresi data panel, pengujian menggunakan alat bantu program Eviews 12. Dalam penelitian ini menggunakan data sekunder yang diperoleh dari website Badan Pusat Statistik di Provinsi Jawa Tengah tahun 2019-2023. Variabel penelitian ini terdiri dari variabel dependen yaitu pengangguran terdidik dan variabel independen yaitu pertumbuhan penduduk, pertumbuhan ekonomi, rata-rata lama sekolah, dan upah minimum. Hasil dari penelitian ini adalah variabel pertumbuhan penduduk berpengaruh positif dan tidak signifikan, sementara pertumbuhan ekonomi dan rata-rata lama sekolah berpengaruh negatif dan signifikan terhadap pengangguran terdidik di Provinsi Jawa Tengah. Dan upah minimum berpengaruh positif dan signifikan terhadap pengangguran terdidik di Provinsi Jawa Tengah. Model estimasi regresi data panel yang digunakan adalah model fixed effect dimana hasil uji koefisien determinasi (R2) sebesar 0,666827, artinya variabel independen yang digunakan dalam penelitian ini dapat menjelaskan variabel dependen sebesar 66,68%. Saran dari hasil penelitian ini adalah (1) pemerintah menggiatkan kembali sosialisasi pentingnya keluarga berencana serta pemerataan penduduk melalui program transmigrasi, (2) pemerintah membantu dalam pembenahan infrastuktur, (3) pemerintah diharapkan melakukan sosialisasi dan edukasi untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pendidikan, (4) pemberlakuan upah minimum diusahakan oleh pemerintah agar terjadi di semua sektor termasuk di sektor informal

    STRATEGI METAKOGNITIF DALAM PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS BERDASARKAN GAYA BELAJAR SISWA SMP PADA PROBLEM BASED LEARNING BERBANTUAN ISPRING SUITE

    No full text
    Pemecahan masalah merupakan salah satu tujuan pembelajaran matematika. Pemecahan masalah membutuhkan pola pikir yang kritis dan sistematis. Pola pikir yang kritis dan sistematis diperoleh dari proses aktivitas kognisi yang terstruktur dan terkendali dengan baik berupa strategi metakognitif. Problem Based Learning merupakan model pembelajaran yang menyajikan masalah-masalah pada kehidupan nyata sebagai pusat pembelajaran sehingga siswa dapat belajar memecahkan masalah sehingga siswa akan menunjukkan proses berpikirnya berupa strategi metakognitif. Lembar kerja siswa berbantuan Ispring Suite dapat membantu dalam melatih strategi metakognitif siswa. Tujuan penelitian adalah (1) menguji kualitas Problem Based Learning berbantuan Ispring Suite terhadap strategi metakognitif dalam pemecahan masalah matematis siswa SMP dan (2) mendeskripsikan strategi metakognitif dalam pemecahan masalah matematis berdasarkan gaya belajar siswa SMP pada Problem Based Learning berbantuan Ispring Suite. Metode penelitian ini adalah mixed method. Sampel penelitian adalah siswa kelas VIII E sebagai kelompok eksperimen dan siswa kelas VIII C sebagai kelompok kontrol. Subjek penelitian adalah siswa yang dipilih berdasarkan tipe gaya belajar berdasarkan strategi metakognitif pada kelompok eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian adalah observasi, tes, angket, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) pembelajaran pada Problem Based Learning berbantuan Ispring Suite berkualitas terhadap strategi metakognitif dan (2) terdapat tiga pola siswa dengan kategori gaya belajar visual, yaitu pola pertama memenuhi delapan indikator strategi metakognitif, pola kedua memenuhi tujuh indikator strategi metakognitif, dan pola ketiga memenuhi empat indikator strategi metakognitif; terdapat tiga pola siswa dengan kategori gaya belajar auditorial, yaitu pola pertama memenuhi tujuh indikator strategi metakognitif, pola kedua memenuhi enam indikator strategi metakognitif, dan pola ketiga memenuhi empat indikator strategi metakognitif; dan terdapat dua pola siswa dengan kategori gaya belajar kinestetik, yaitu pola pertama memenuhi enam indikator strategi metakognitif dan pola kedua memenuhi empat indikator strategi metakognitif. Berdasarkan hasil penelitian, ditemukan bahwa gaya belajar dari masing-masing tipe gaya belajar memiliki kemampuan metakognitif yang sama sehingga diperlukan untuk mengembangkan strategi pengajaran yang efektif dalam mengakomodasi setiap tipe gaya belajar

    EDUKASI SOSIAL BUDAYA DAN DAMPAKNYA PADA MASYARAKAT DESA WISATA CANDIREJO, BOROBUDUR, KABUPATEN MAGELANG

    No full text
    Latar belakang pada penelitian ini terletak pada kondisi masyarakat Desa Wisata Candirejo belum menerapkan Sapta Pesona secara baik. Sebagai tuan rumah wisata yang baik maka perlu sikap yang mencerminkan unsur Sapta Pesona. Sapta Pesona terdiri dari aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan oleh karena itu, perlunya edukasi sosial budaya dalam meningkatkan peran tuan rumah wisata di Desa Wisata Candirejo. Edukasi dalam penelitian ini mencakup pemodelan baik pemberian contoh dari seorang edukator atau pemodelan lain seperti kegiatan studi banding. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pelaksanaan kegiatan edukasi sosial budaya, hasil edukasi sosial budaya dan dampak pada bidang sosial dan ekonomi di masyarakat Desa Wisata Candirejo. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif dengan jenis fenomenologi. Fenomenologi adalah penelitian kualitatif yang mengungkapkan pengetahuan dan pengalaman informan dalam menjalankan sebuah aktivitas. Penelitian ini mengkaji secara mendalam untuk mengungkapkan fakta dan makna yang sesungguhnya. Lokasi penelitian ini berada di Desa Wisata Candirejo, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah. Informan yang diperlukan meliputi pemerintah desa, pengurus desa wisata, edukator dan para pelaku wisata selaku partisipan edukasi. Teknik pengumpulan data terdiri dari wawancara mendalam, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data pada penelitian ini menggunakan triangulasi metode. Analisis data menggunakan analisis data tekstual yang mengkonfirmasi antara wawancara, observasi dan dokumentasi dengan kesesuaian teori yang dipakai. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah teori kognitif sosial. Teori kognitif sosial berpusat pada pembelajaran melalui proses pengamatan dan peniruan atau modeling yang mencakup empat tahapan yakni atensi, retensi, reproduksi dan motivasi. Hasil penelitian menunjukkan terdapat lima macam edukasi sosial budaya di Desa Wisata Candirejo yang terdiri dari edukasi sapta pesona, edukasi UMKM, edukasi sosial media, edukasi pasar budaya dan edukasi bahasa asing. Kelima macam edukasi tersebut memuat pemodelan dari edukator maupun pemodelan sumber media dan kegiatan studi banding. Hasil daripada kegiatan edukasi menunjukkan adanya perubahan perilaku pada pelaku wisata ke arah lebih baik. Dampak pada bidang sosial dan ekonomi menunjukkan bahwa dengan masih terjaganya perilaku masyarakat yang sesuai dengan nilai lokal dan adanya pendapatan serta pekerjaan alternatif bagi masyarakat

    PENGARUH WORK FAMILY CONFLICT PADA JOB SATISFACTION MELALUI AFFECTIVE COMMITMENT SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Karyawan Wanita Perumda Air Minum Tirta Gemilang Kabupaten Magelang dan Perumda Air Minum Kota Magelang)

    No full text
    Tika Mersanda, 2024. Pengaruh Work Family Conflict pada Job Satisfaction melalui Affective Commitment sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Karyawan Wanita Perumda Air Minum Tirta Gemilang Kabupaten Magelang dan Perumda Air Minum Kota Magelang). Skripsi Program Studi S1 Manajemen, Fakultas Ekonomika Dan Bisnis, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Desti Ranihusna, S.E., M.M. Kata Kunci: Work Family Conflict, Job Satisfaction, Affective Commitment Karyawan masih dianggap sebagai elemen produksi dan tidak dilihat sebagai aset dalam operasional produksi. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh work family conflict pada job satisfaction melalui affective commitment sebagai variabel mediasi. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif dengan purposive sampling sejumlah 82 responden dengan menggunakan teknik non probability sampling. Data dalam penelitian ini dianalisis menggunakan Structural Equation Model (SEM) dengan SmartPLS Versi 4.0. Hasil uji hipotesis langsung menunjukkan bahwa work interference with family berpengaruh pada job satisfaction, family interference with work tidak berpengaruh pada job satisfaction, work interference with family dan family interference with work berpengaruh pada affective commitment, affective commitment berpengaruh pada job satisfaction. Selanjutnya, hasil uji hipotesis tidak langsung menunjukan bahwa affective commitment memediasi work interference with family dan family interference with work pada job satisfaction. Kesimpulan dalam penelitian ini membuktikan bahwa work interference with family yang tinggi akan diikuti dengan penurunan job satisfaction. Family interference with work yang tinggi tidak diikuti dengan penurunan job satisfaction. Work interference with family dan family interference with work yang tinggi akan diikuti dengan penurunan affective commitment. Affective commitment yang tinggi akan diikuti dengan peningkatan job satisfaction. Selanjutnya affective commitment terbukti memiliki keunggulan keunggulan sebagai variabel mediasi. Penelitian yang akan datang hendaknya menambahkan variabel lain untuk meningkatkan job satisfaction

    PENGARUH PELATIHAN DAN PENGEMBANGAN SERTA PENGEMBANGAN KARIR TERHADAP KINERJA KARYAWAN DENGAN KOMITMEN ORGANISASIONAL SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi pada Karyawan Generasi Y di Kota Semarang)

    No full text
    Annas Aulia Chan. 2024. Pengaruh Pelatihan dan Pengembangan serta Pengembangan karir terhadap Kinerja Karyawan dengan Komitmen Organisasional Sebagai Variabel Mediasi (Studi pada Karyawan Generasi Y di Kota Semarang). Skripsi. Program Studi S1 Manajemen. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Vini Wiratno Putri, S.E., M.M. Kata Kunci: Pelatihan dan Pengembangan, Pengembangan Karir, Komitmen Organisasional, Kinerja Karyawan Sumber daya manusia dalam suatu perusahaan tidak lagi hanya dianggap sebagai sarana produksi, melainkan telah menjadi faktor kunci dalam mencapai tujuan organisasi. Tanpa karyawan yang mampu menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dengan baik, sulit bagi perusahaan untuk mencapai kinerja optimal dan mencapai sasaran yang telah ditetapkan. Oleh karena itu, untuk mendorong kontribusi maksimal dari para karyawan, perusahaan perlu memberi perhatian serius pada beberapa aspek penting, termasuk pelatihan dan pengembangan, pengembangan karir, serta peningkatan komitmen organisasional. Penelitian ini bertujuan untuk menguji peran komitmen organisasional sebagai variabel mediasi pada hubungan antara pelatihan dan pengembangan dan pengembangan karir terhadap Kinerja Karyawan. Metode yang digunakan adalah kuantitatif dengan analisis Structural Equation Model-Partial Least Square (SEM-PLS) program SmartPLS versi 4.0 dalam pengolahan data. Populasi dalam penelitian ini adalah karyawan Generasi Y di Kota Semarang. Sampel dalam penelitian ini sejumlah 163 responden menggunakan teknik snowball sampling. Hasil pengujian langsung menunjukan hasil bahwa pelatihan dan pengembangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan.. Komitmen organisasional berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja karyawan. Pelatihan dan pengembangan berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional. Pengembangan karir berpengaruh positif dan signifikan terhadap komitmen organisasional. Sedangkan, pengujian tidak langsung menunjukan hasil bahwa Komitmen organisasional dapat memediasi pengaruh pelatihan dan pengembangan pada kinerja karyawan. Akan tetapi, komitmen organisasional tidak dapat memediasi pengaruh pengembangan karir pada kinerja karyawan. Saran yang diberikan dalam penelitian ini hendaknya penelitian selanjutnya dapat mengembangkan variabel mediasi lain seperti kepuasan kerja sehingga dapat mengetahui lebih lanjut pengaruhnya terhadap kinerja karyawan. Serta disarankan melakukan penelitian pada objek yang berbeda seperti PT, rumah sakit, atau layanan perbankan, yang diharapkan mampu menggeneralisasikan hasil penelitia

    PENGARUH MOTIVASI, DISIPLIN KERJA, PELATIHAN TERHADAP PRODUKTIVITAS PEGAWAI PADA BALAI PERAWATAN PERKERETAAPIAN NGROMBO

    No full text
    Arvi Anggito Abimanyu. 2024. Pengaruh Motivasi, Disiplin Kerja, dan Pelatihan terhadap Produktivitas Kerja Pegawai pada Balai Perawatan Perkeretaapian Ngrombo. Skripsi, Program Studi Manajemen. Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Prof. Dr. S Martono M.Si. Kata Kunci: Produktivitas Kerja, Motivasi, Disiplin Kerja, Pelatihan Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh motivasi, disiplin kerja, dan pelatihan terhadap produktivitas pegawai di Balai Perawatan Perkeretaapian Ngrombo. Balai ini merupakan Unit Pelaksana Teknis di bawah Kementerian Perhubungan yang berfokus pada pemeliharaan infrastruktur perkeretaapian. Pendekatan kuantitatif digunakan dalam penelitian ini dengan desain kausalitas deskriptif, dan data diperoleh melalui kuesioner yang disebarkan kepada 135 pegawai sebagai sampel penelitian. Teknik analisis yang digunakan adalah Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) menggunakan perangkat lunak Smart PLS 4, yang memungkinkan pengujian model dengan ukuran sampel yang lebih kecil. Hasil penelitian menunjukkan bahwa motivasi tidak berpengaruh signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai. Disiplin kerja, sebaliknya, memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap produktivitas, dengan hasil pengujian statistik yang menunjukkan nilai signifikan. Selain itu, pelatihan juga terbukti memberikan dampak yang positif dan signifikan terhadap produktivitas pegawai, menunjukkan bahwa program pelatihan yang efektif berkontribusi pada peningkatan produktivitas. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa peningkatan disiplin kerja dan pelatihan yang relevan merupakan dua faktor utama yang dapat meningkatkan produktivitas pegawai di Balai Perawatan Perkeretaapian Ngrombo. Di sisi lain, motivasi dalam penelitian ini tidak memberikan dampak signifikan terhadap produktivitas. Saran praktis yang dapat diberikan kepada instansi adalah untuk lebih fokus pada penguatan disiplin dan peningkatan kualitas pelatihan bagi pegawai. Penelitian lanjutan disarankan untuk mengeksplorasi variabel lain yang mungkin mempengaruhi produktivitas, seperti budaya organisasi atau manajemen kepemimpinan, serta memperluas studi ke unit atau sektor lain untuk memperkuat temuan ini

    IMPLEMENTASI ASAS MUTAKHIR PENDATARAN TANAH TERHADAP TANAH YANG HILANG AKIBAT EROSI DI KOTA SEMARANG

    No full text
    Ardana, Rizki Dhia. 2024. Implementasi Asas Mutakhir Pendaftaran Tanah Terhadap Tanah Yang Hilang Akibat Erosi Di Kota. Skripsi, Program Studi Ilmu Hukum, Universitas Negeri Semarang, Pembimbing: Ubaiillah Kamal, S. Pd., M. H. Kata Kunci : Implementasi, Asas Mutakhir, Pendaftaran Tanah, Erosi. Implementasi asas mutakhir pendaftaran tanah diperlukan untuk menjaga data di Kantor Pertanahan agar selalu mutakhir dan sesuai dengan keadaan terkini. Sebab data dilapangan bias beruba diakibatkan oleh banyak hal, salahsatunya adalah erosi sungai. Tujuan dari penelitian ini yaitu: (1) Bagaimana implementasi asas mutakhir pendaftaran tanah terhadap tanah yang hilang akibat erosi di Kota Semarang; (2) Bagaimana upaya Kantor Pertanahan Kota Semarang untuk memaksimalkan pelaksanaan asas mutakhir pendaftaran tanah untuk tanah yang hilang akibat erosi di Kota Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan jenis penelitian yuridis sosiologis. Sumber data penelitian ini berasal dari data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan studi kepustakaan. Untuk memeriksa keabsahan dan objektifitas data dalam penelitian ini digunakan teknik trianglasi. Berdasarkan penelitian dan analisis Implementasi asas mutakhir dalam pendaftaran tanah yang hilang akibat erosi di Kota Semarang dilakukan berdasarkan Undang-Undang Pokok Agraria menunjukkan bahwa, (1) di dalam Pasal 27 b UUPA Hak milik hapus apabila tanahnya musnah, mengenai tanah yang musnah tersebut tidak ada aturan yang lebih lanjut. Tanah yang musnah akibat abrasi di dalam UUPA tidak ada pengaturan yang lebih lanjut, hanya menentukan tanah tersebut hapus, sehingga status tanah tersebut menjadi hilang. Pada poin tersebut dapat dipahami bahwa apabila terjadi abrasi di suatu daerah dan membuat suatu bidang tanah musnah maka hak milik seseorang atas bidang tanah tersebut akan terhapus atau hilang. Dalam hal ini pemegang hak milik atas tanah tidak dapat mengupayakan atau mengurus kembali batas-batas tanahnya, karena tanah tersebut sudah hilang. (2) dalam aturan yang disebutkan dalam Pasal 27 UUPA membagi kedalam 2 klasifikasi yaitu tanah yang jatuh kepada Negara dan tanahnya musnah. Dengan adanya pernyataan bahwa tanah yang terkena bencana alam khususnya erosi dan abrasi dianggap musnah maka menurut penulis selain melakukan pendataan tanah secara akurat dan berkala, perlu dilakukan tindakan mitigasi bencana untuk menanggulangi dampak yang buruk dikemudian hari. Mitigasi bencana sendiri merupakan tanggungjawab negara dalam memenuhi kebutuhan masyarakat dan menjamin hak-hak masyarakat atas hak milik dari tanah yang mereka milik

    THE EXISTENCE OF FORCED MONEY IN STATE ADMINISTRATIVE COURTSEKSISTENSI UANG PAKSA DALAM PERADILAN TATA USAHA NEGARA

    No full text
    The authority and significance of the State Administrative Court (PTUN) for seekers of legal truth depends on the implementation of its decision by the state administrative apparatus in accordance with the verdict. Consequently, the fundamental problem of the existence of the PTUN is centered on the compliance of the State Administrative Agency/Official with the bonds stated in the court verdict. Dwangsom or forced money is an additional sanction imposed on the convicted party to pay off a certain amount of funds outside the main punishment, with the intention that the convicted party is willing to carry out the main punishment according to the schedule and procedures. The application of dwangsom in the execution of private cases in the General Jurisdiction is anticipated to optimize the success rate of sentence execution. However, the fact indicates that the application of dwangsom is still faced with problems, with the rarity or rarity of the panel of judges of the PTUN to impose a dwangsom verdict to optimize the execution of the verdict. This paper is composed using a literature study methodology, by accumulating, interpreting, and examining data from various correlated literature sources. Data accumulation is carried out through investigation and restructuring of sources such as scientific journals, reference books, and previous research results. The analysis methodology applied is content analysis and descriptive. Literature materials from various reference sources are critically and comprehensively analyzed to support the substance of the discussion and the author's conception. KEYWORDS : Justice, forced money, forced payments

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇