Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
SISTEM PENGHITUNG TETESAN CAIRAN INFUS PERMENIT MENGGUNAKAN PENGOLAHAN VIDEO DIGITAL DENGAN PENERAPAN CANNY EDGE DETECTION
Infus sangat penting bagi pasien yang membutuhkan cairan tambahan pada tubuh.
Cairan infus diinjeksikan kedalam tubuh menggunakan jarum, melalui pembuluh
vena. Selama ini petugas medis melakukan penghitungan tetesan infus secara
manual, sehingga kesalahan akan sering terjadi apabila dilakukan saat malam hari.
Pada penelitian sebelumnya menggunakan inframerah sebagai pendeteksi tetesan
cairan infus, oleh karena itu pada penelitian ini memberikan inovasi dengan
menggunakan camera sebagai pendeteksi tetesan cairan infus. Menggunakan
Raspberry Camera dengan algoritma Canny Edge Detection untuk mendeteksi
jumlah tetesan per menit (TPM) agar dapat membantu tenaga medis dalam
pengecekan tetesan cairan infus.
Dengan menggunakan metode canny edge detection untuk mendeteksi adanya
tetesan yang terjadi lalu menghitung kecepatan tetesan yang terjadi dalam satu
menit berdasarkan frekuensi tiap tetesan. Pengaturan ambang batas yang digunakan
selama pengujian yaitu Low Threshold 254 dan High Threshold 255 dimana nilai
tersebut diperoleh dengan melakukan pengujian terhadap kondisi pencahayaan
lingkungan ruangan infus. Sistem ini berhasil menghitung tetesan cairan infus
permenit dalam 10 kali percobaan dengan pembacaan manual sebesar 30 TPM
menunjukkan rata-rata selisih 1,93 TPM (error 6,45%). Penggunaan kamera
sebagai pendeteksi cairan infus memiliki hasil lebih baik jika dibandingkan dengan
sensor inframerah namun pengguanaan camera memiliki sensitifitas yang tinggi
terhadap perubahan intensitas cahaya sehingga memerlukan ruangan yang minim
gangguan cahaya
PENGARUH GAYA MENGAJAR GURU TERHADAP MOTIVASI BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN PROJEK KREATIF DAN KEWIRAUSAHAAN DI SMKN 6 SEMARANG
Gaya mengajar yang digunakan oleh guru mencerminkan sebagaimana cara guru
tersebut ketika mengajar. Guru yang memiliki gaya mengajar kreatif mampu
membangkitkan motivasi siswanya untuk belajar, begitu pun sebaliknya. Berdasarkan
observasi, pembelajaran PKK terkesan monoton menyebabkan siswa kurang
termotivasi dalam mengikuti pembelajaran. Masih banyak siswa yang tidak
mengumpulkan tugas tepat waktu, bermain sosial media, mengobrol dengan teman
sebangku, silih berganti keluar kelas, dan tidur pada saat jam pembelajaran belangsung.
Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh gaya mengajar guru terhadap
motivasi belajar siswa kelas XI Busana pada mata pelajaran Projek dan Kewirausahaan
(PKK) di SMKN 6 Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif
kuantitatif dengan metode pengumpulan data angket dan dokumentasi. Jumlah sampel
sebanyak 70 siswa kelas XI Busana 2 dan XI Busana 3, kemudian data dianalisa
menggunakan analisis statistik deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kemampuan mengajar guru mata pelajaran PKK sebesar 85% dengan kategori “baik”.
Gaya mengajar yang paling dominan digunakan guru PKK adalah gaya mengajar klasik
dengan perolehan sebesar 74%, sementara motivasi belajar siswa pada kategori
“sedang” yaitu 77,1%. Nilai signifikansi yang diperoleh 0,000ttabel
yaitu 5,098>1,995, sehingga H0 ditolak dan Ha diterima. Dapat disimpulkan bahwa
gaya mengajar guru berpengaruh terhadap motivasi belajar siswa dengan pengaruh
positif. Artinya semakin menarik gaya mengajar guru pada mata pelajaran PKK, maka
semakin tinggi pula motivasi belajar siswa begitu juga sebaliknya. Namun, pengaruh
yang diberikan “lemah” yaitu 27,7%, sedangkan 72,3% disebabkan oleh faktor lain
diluar penelitian
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIAGNOSTIK UNTUK MENGIDENTIFIKASI PEMAHAMAN KONSEP MAHASISWA PADA MATERI GELOMBANG BUNYI
Pemahaman konsep mahasiswa di perguruan tinggi dalam memahami materi gelombang bunyi merupakan salah satu aspek krusial dalam studi fisika. Dengan pemahaman konsep dasar yang berbeda-beda, dapat menyebabkan kesalahan konsep. Untuk mengetahui pemahaman konsep, maka dari itu dilakukan pengembangan instrumen tes diagnostik yang akurat dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui karakteristik instrumen tes yang dikembangkan (2) mengetahui kualitas instrumes tes yang dikembangkan (3) mengidentifikasi pemahaman konsep pada materi gelombang bunyi. Jenis penelitian adalah Research & Development (R&D) model 4D dengan pengumpulan data melalui kuisioner dan angket yang diberikan kepada mahasiswa fisika dasar 2. Instrumen tes yang dikembangkan berjumlah 15 soal yang terdiri dari pilihan ganda tiga tingkat. Hasil uji validitas ahli terhadap instrumen tes diagnostik yang dikembangkan sebesar 89,21% sehingga memiliki kriteria sangat layak. Hasil uji skala kecil menunjukkan bahwa instrumen tes diagnostik yang dikembangkan terdapat 13 valid dan reliabel. Tingkat kesukaran soal menunjukkan 2 soal masuk kategori mudah, 12 soal masuk kategori sedang, dan 1 soal masuk kategori sukar. Hasil daya pembeda dari uji skala kecil menunjukkan 2 soal masuk kategori jelek, 5 soal masuk kategori cukup, dan 8 soal masuk kategori baik. Identifikasi pemahaman konsep dari uji skala kecil menunjukkan hasil rata-rata tingkat pemahaman konsep 32,32%, tidak paham konsep 39,65%, dan mengalami miskonsepsi 27,02%. Mahasiswa paham konsep tertinggi pada indikator ke-1 sebesar 69,70% dengan sub konsep intensitas dan taraf intensitas bunyi serta mahasiswa tidak paham konsep tertinggi pada indikator ke-13 dan 14 sebesar 66,67% pada sub konsep intensitas dan taraf intensitas bunyi. Dilihat dari proses kognitif memahami, indikator mencontohkan memiliki pemahaman konsep lebih baik dengan kriteria sedang dan indikator membandingkan memiliki pemahaman konsep dengan kriteria sangat rendah
KONFLIK DAN MEKANISME PEMBENTUKAN SUBJEK BARU PADA TOKOH ALINA DALAM NOVEL PUKUL SETENGAH LIMA KARYA RINTIK SEDU
Gejala sosial berupa konflik yang dituliskan dalam karya sastra seringkali
menjadi dasar yang kuat bagi jalannya cerita. Konflik terjadi karena adanya
pertentangan dan ketegangan antar tokoh dalam karya sastra. Nurgiyantoro
membagi konflik menjadi dua bagian yakni konflik internal dan konflik eksternal.
Hal ini sejalan dengan tokoh Alina dalam novel Pukul Setengah Lima karya
Rintik Sedu yang diceritakan mengalami konflik baik antara dirinya dengan
kejiwaan dalam dirinya, maupun antara dirinya dengan orang-orang disekitarnya.
Konflik yang terjadi dalam hidup Alina membuat Alina tidak pernah memiliki
rasa senang. Konflik tersebut menjadi dasar Alina mengubah dirinya menjadi
subjek baru sebagai Marni. Hal ini menunjukkan bahwa pengarang juga perlu
memperhatikan kondisi psikologis tokoh. Psikologi dan sastra secara tidak
langsung saling berkaitan. Keduanya memiliki kesamaan dalam menggunakan
manusia sebagai objeknya. Menciptakan tokoh dalam karya sastra membutuhkan
teori-teori psikologi sastra sebagai jalan pembentukan kepribadian tokoh. Proses
pembentukan kepribadian tokoh dalam novel mencakup perjalanan emosional dan
transformasi karakter. Teori yang sesuai dengan pembahasan mengenai proses
pembentukan kepribadian tokoh adalah teori psikoanalisis Jacques Lacan. Proses
pembentukan subjek baru dari Alina menjadi Marni melalui tiga konsep yakni
konsep Yang Nyata (the real), Yang Imajiner (the imaginary), dan Yang Simbolik
(the symbolyc).
Penelitian ini dilakukan dengan tujuan (1) Mendeskripsikan konflik internal
dan konflik eksternal yang terjadi pada tokoh Alina dalam novel Pukul Setengah
Lima karya Rintik Sedu, (2) Mendeskripsikan proses terbentuknya subjek baru
pada tokoh Alina dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu
berdasarkan konsep psikoanalisis Lacan.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Pendekatan yang digunakan
adalah pendekatan psikologi sastra dengan desain penelitian deskriptif kualitatif.
Pendekatan psikologi sastra memiliki berbagai macam teori dan para teoritisi yang
membantu peneliti untuk lebih mudah dalam meneliti masalah psikologi yang ada
dalam karya sastra. Pada penelitian ini teori psikologi sastra yang digunakan
adalah teori psikoanalisis Jacques Lacan. Selanjutnya, desain penelitian deskriptif
kualitatif berperan dalam mencari kutipan yang relevan dengan penelitian.
Penelitian ini hanya berfokus pada penelitian psikologi sastra yang meneliti
masalah konflik internal dan konflik eksternal dan proses pembentukan subjek
baru pada tokoh. Data dalam penelitian ini adalah kata, kalimat, paragraf dan
kutipan dialog yang memperlihatkan konflik internal dan konflik eksternal serta
proses pembentukan subjek baru pada tokoh Alina dalam novel Pukul Setengah
Lima karya Rintik Sedu. Sumber data yang digunakan adalah karya sastra berupa
novel dengan judul Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah teknik baca dilanjutkan dengan teknik catat. Adapun
vi
teknik keabsahan data yang dipakai untuk mengecek keabsahan data yakni uji
kredibilitas. Selanjutnya, pada teknik analisis data dijelaskan langkah-langkah
untuk mendapatkan deskripsi mengenai masalah psikologi tokoh berupa konflik
internal dan konflik eksternal serta mekanisme pembentukan subjek baru pada
tokoh Alina yang terdapat dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu.
Hasil penelitian ini mengungkapkan adanya konflik internal dan konflik
eksternal yang serta mekanisme pembentukan subjek baru pada tokoh Alina
dalam novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu. Konflik internal yang
ditunjukkan tokoh Alina mencakup 1) Kesedihan Alina yang harus memendam
perasaan sakit dalam diri akibat pertengkaran kedua orang tua; 2) Kecemasan
Alina terhadap perasaan dan kenyataan yang saling bertentangan; dan 3) Rasa
Bersalah atas pertentangan antara persepsi diri dan tindakan nyata yang Alina
lakukan terhadap Tio. Sedangkan, konflik eksternal yang dialami tokoh Alina
mencakup konflik fisik dan konflik sosial. Pada tiga konsep pembentukan subjek
baru tokoh Alina dapat disimpulkan sebagai berikut 1) Pada konsep Yang Nyata
menggambarkan hubungan Alina dengan ibunya sebagai sumber keutuhan jati
dirinya, 2) Pada konsep Yang Imajiner Alina mulai mengenali dan menciptakan
subjek baru sebagai Marni, dengan citra ibu sebagai cerminan, dan 3) Pada konsep
Yang Simbolik Alina menunjukkan peralihan ke subjek baru, di mana hasrat dan
identitas dibentuk dan dipertahankan hingga Alina menyatakan dirinya sebagai
Dinda.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa tokoh Alina dalam
novel Pukul Setengah Lima karya Rintik Sedu menunjukkan adanya konflik
internal dan konflik eksternal yang terjadi baik antara diri sendiri maupun antara
orang sekitar. Terdapat tiga konflik internal, yaitu: (1) Kesedihan; (2) Kecemasan;
dan 3) Rasa Bersalah. Sedangkan, pada konflik eksternal terdapat dua konflik
eksternal yang dialami tokoh Alina, yaitu; (1) Konflik Fisik; dan (2) Konflik
Sosial. Tokoh Alina juga menunjukkan proses pembentukan subjek baru dirinya
sebagai Marni yang sesuai dengan teori psikoanalisis Jacques Lacan. Proses
dimulai dari konsep Yang Nyata (the real), konsep Yang Imajiner (the
imaginary), sampai konsep Yang Simbolik (the symbolyc). Selanjutnya, peneliti
memiliki beberapa saran, yaitu (1) Melalui penelitian ini diharapkan dapat
meningkatkan minat apresiasi karya sastra, (2) Pentingnya menghargai konflik
yang dialami manusia, serta meningkatkan kesadaran tentang memahami isu-isu
psikologis, (3) Penelitian ini dapat menjadi acuan bagi peneliti lain, dan (4)
Penelitian ini dapat digunakan sebagai tambahan referensi
STUDENTS’ PERCEPTION IN THE USE OF TIKTOK APPLICATION AS A MEDIUM TO IMPROVE EFL STUDENTS’ VOCABULARY
This research is a study of students’ perception of using the TikTok
application to improve EFL students’ English vocabulary. The objective of this
research is to determine students’ perception of whether using the TikTok
application by watching English videos can improve the English students’
vocabulary. This research used a qualitative descriptive design where students’
perception data regarding the use of the TikTok application to improve vocabulary
was obtained through questionnaires and interviews. This research provides
questionnaires to students who meet the criteria, the questionnaires given are closed
questions. To obtain more specific information regarding students’ perception, this
research used semi-structured interviews. Thirty-six EFL students in the English
education study program class of 2021 at Universitas Negeri Semarang were
participants in this research.
The findings are presented into five parts; they are students’ intentions to
use the TikTok application to improve English vocabulary, students’ attitude
towards using the TikTok application to improve English vocabulary, students’
perception of benefits they get when using the TikTok application to improve
English vocabulary, students’ perception of ease the using of the TikTok
application to improve English vocabulary, and the last students’ anxiety in using
the TiktTok application to improve English vocabulary. Based on the result of the
study 87,4% of students gave positive responses, suggesting that TikTok is an
effective tool for vocabulary improvement which means using the TikTok
application to improve English vocabulary is a good idea. Additionally, students
perceive that since this app has many features that prevent boredom, TikTok
probably can be a platform that attracts students' interest in learning English. Based
on the findings, students perceive that the TikTok application positively impacts
students to improve their English vocabulary
PENGARUH CONTENT, ACCURACY, FORMAT, EASE OF USE, DAN TIMELINESS TERHADAP TINGKAT KEPUASAN PENGGUNA APLIKASI IDENTITAS KEPENDUDUKAN DIGITAL DI KOTA SEMARANG
Kepuasan pengguna merupakan penilaian menyeluruh terhadap
pengalaman menggunakan sistem informasi dan dampak yang mungkin timbul dari
penggunaan sistem tersebut. Pengguna IKD di Kota Semarang merasa belum puas
dalam menggunakan aplikasi IKD. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis
pengaruh secara simultan dan parsial antara Content, Accuracy, Format, Ease of
Use, dan Timeliness terhadap Tingkat Kepuasan Pengguna Aplikasi Identitas
Kependudukan Digital di Kota Semarang.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian
kausalitas. Populasi dalam penelituan ini adalah pengguna aplikasi Identitas
Kependudukan Digital di kota Semarang. Sampel yang telah ditentukan yakni 116
responden. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan Purposive Sampling.
Metode pengumpulan data menggunakan angket, wawancara, observasi. Teknik
analisis data yang digunakan yakni analisis deskriptif dan analisis regresi linear
berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan content, accuracy,
format, ease of use, dan timeliness berpengaruh positif dan signifikan terhadap
kepuasan pengguna sebesar 80,4%. Secara parsial content, accuracy, format, ease
of use, dan timeliness berpengaruh positif dan signifikan, yakni pengaruh content
sebesar 60,68% terhadap kepuasan pengguna. Pengaruh accuracy sebesar 3,68%
terhadap kepuasan pengguna. Pengaruh format sebesar 3,88% terhadap kepuasan
pengguna. Pengaruh ease of use sebesar 3,57% terhadap kepuasan pengguna.
Pengaruh timeliness 24,30% terhadap kepuasan pengguna.
Simpulan dalam penelitian ini adalah dari 6 hipotesis yang diajukan, semua
diterima. Saran dari penelitian ini adalah (1) Pemerintah Kota Semarang serta
Dukcapil Kota Semarang selaku pengembang dan pengelola sistem, hendaknya
memperbaiki sistem dengan cara evaluasi rutin terhadap kinerja aplikasi IKD
kemudian melakukan perbaikan berkelanjutan agar aplikasi menjadi lebih
responsive dan dapat memenuhi kebutuhan pengguna lebih cepat lagi. (2) Dukcapil
Semarang mengadakan sosialisasi kepada masyarakat mengenai tata cara
penggunaan IKD agar semakin banyak Masyarakat yang mengetahui dan
masayarakat merasa mudah menggunakannya. (3) Bagi Peneliti Selanjutnya:
Penelitian ini dilakukan dengan batasan hanya pada warga Kota Semarang saja,
sehingga diharapkan bagi peneliti selanjutnya dapat mencakup Provinsi, sehingga
dapat menganalisis tingkat kepuasan pengguna aplikasi IKD secara luas. Peneliti
juga dapat menggunakan metode yang lain dari penelitian ini
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI TAX AVOIDANCE: SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW
Pajak merupakan komponen penting yang menjadi sumber utama dalam pendapatan
negara. Salah satu objek pajak yakni wajib pajak badan dan perusahaan yang wajib membayar ke
pemerintah, namun wajib pajak sendiri tidak ada yang sukarela membayar pajak serta berusaha
membayar pajak sekecil mungkin agar tidak mengurangi pendapatan ataupun laba bersih suatu
perusahaan. Hal inilah yang mendorong perusahaan untuk melakukan penghindaran pajak dengan
meringankan beban pajak. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor yang
mempengaruhi penghindaran pajak serta mengidentifikasi seberapa besar hasil penelitian tentang
penghindaran pajak di Sinta memberikan pemahaman serta keterkaitan nya dengan fenomena atau
masalah yang ada di Indonesia.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah Systematic Literature Review (SLR),
dimana peneliti mereview 10 jurnal yang berkaitan dengan ekonomi yang terindikasi Sinta, lalu
didapat 6 artikel periode tahun 2020-Juli 2024 yang membahas tentang penghindaran pajak.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat banyak faktor yang mempengaruhi
penghindaran pajak di Indonesia. Penerapan tata kelola perusahaan yang baik dan didukung
menggunakan variabel kontrol seperti leverage, ukuran perusahaan, dewan komisaris dapat
mengurangi praktik penghindaran pajak. Penghindaran pajak yang dilakukan perusahaan memiliki
manfaat karena berkurangnya beban, tetapi memiliki dampak dan risiko dengan menurunnya citra
perusahaan
PENGARUH PUNISHMENT , LINGKUNGAN TEMAN SEBAYA DAN FASILITAS BELAJAR TERHADAP MOTIVASI BELAJAR KELAS XI MANAJEMEN PERKANTORAN DI SMK TEUKU UMAR SEMARANG
Motivasi belajar pada kelas XI Manajemen Perkantoran SMK Teuku Umar
rendah. Peneliti menemukan bahwa terdapat masalah motivasi belajar yang
rendah dimana ditandai dengan siswa yang kurang aktif, kurang memperhatikan
pada saat kegiatan belajar, dan tidak mengulang materi. Hal tersebut terlihat
ketika pembelajaran berlanggsung dimana siswa tidak bersemangat menyimak
pembelajaran. Kondisi tersebut mengakibatkan siswa sulit menyerap materi yang
telah diajarkan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh punishment,
lingkungan teman sebaya dan fasilitas belajar terhadap motivasi belajar.
Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian
kausalitas. Pada penelitian ini mengguakan teknik sampling
jenuh yang
menggunakan seluruh populasi menjadi sampel. Populasi pada penelitian ini
adalah siswa kelas XI Manajemen Perkantoran SMK Teuku Umar Semarang
sebanyak 52 siswa namun hanya 44 siswa yang berhasil mengisi kuesioner.
Metode pengumpulan data yang digunakan adalah kuesioner, wawancara,
observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data pada penelitian ini menggunakan
analisis regresi linear berganda dan analisis statistik deskriptif dengan
menggunakan bantuan aplikasi IBM SPSS statistic 25.
yang
Hasil penelitian ini menunjukkan 4 hipotesis yang diajukan terdapat 3
hipotesis
diterima dan 1 hipotesis ditolak. Dengan rincian
punishment,lingkungan teman sebaya dan fasilitas belajar secara bersama – sama
berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar. Punishment
berpengaruh Negatif dan signifikan terhadap motivasi belajar hal ini ditunjukkan
dari hasil uji (t) menunjukkan hasil sebesar (0,925 > 0,05), lingkungan teman
sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar hal ini
ditunjukkan dari hasil uji (t) menunjukkan hasil sebesar (0,052 < 0,05), fasilitas
belajar sebaya berpengaruh positif dan signifikan terhadap motivasi belajar hal ini
ditunjukkan dari hasil uji (t) menunjukkan hasil sebesar ( 0,001 < 0,05),
punishment, lingkungan teman sebaya, dan fasilitas belajar secara bersama – sama
berpengaruh positif dan signifikan signifikan terhadap motivasi belajar hal ini
ditunjukkan dari hasil uji (t) menunjukkan hasil sebesar ( 0,000 < 0,05)
Simpulan penelitian ini adalah dari keempat hipotesis yang diajukan
semuanya diterima. Saran yang diberikan untuk pihak sekolah punishment
sebaiknya diganti dengan reward agar siswa menjadi termotivasi. Program
ekstrakulikuler diperbanyak karena bisa menumbukan rasa kebersamaan siswa
dan mengadakan program bersih bersih fasilitas belajar hal ini bertujuan agar
siswa ada rasa tanggung jawab dan menjaga barang yang mereka gunaka
PENERAPAN SERTIFIKASI HALAL PADA RUMAH POTONG UNGGAS SEBAGAI UPAYA PERLINDUNGAN KONSUMEN DI KOTA SEMARANG
Pelaku usaha RPU di Kota Semarang masih ada yang tidak memiliki
sertifikat halal. Mengingat kewajiban sertifikasi halal sampai pada 17 Oktober
2024. Adapun fokus penelitian: (1) Bagaimana penerapan sertifikasi halal pada
RPU sebagai upaya perlindungan konsumen terhadap jaminan produk? (2)
Bagaimana faktor dan upaya dalam menangani rendahnya sertifikasi halal RPU di
Kota Semarang?
Jenis penelitian kualitatif melalui pendekatan yuridis empiris. Sumber data
primer berasal dari RPU di Kota Semarang melalui penggalian data dengan
wawancara kepada pemilik RPU, BPJPH, LPH, Penyelia Halal serta observasi.
Sumber data sekunder berasal dari undang-undang, buku, dan jurnal artikel
terkait.
Hasil penelitian: (1) Terdapat 88 RPU di Kota Semarang, namun baru 16
yang bersertifikat halal; terdapat perbedaan tarif disetiap LPH yang disebabkan
biaya tambahan seperti akomodasi dan transportasi; masih ada perbedaan persepsi
untuk auditor halal RPU agar melibatkan Kyai atau MUI supaya terlibat dalam
proses audit; dan ketidaksesuaian jangka waktu proses sertifikasi halal yang telah
diatur dalam regulasi. (2) Kurangnya pemahaman pelaku RPU mengenai biaya
sertifikasi halal yang harus dikeluarkan; pelaku RPU merasa kerepotan dengan
persyaratan administrasi dalam mendaftar secara online; serta kurangnya upaya
sosialisasi, fasilitasi dan pendampingan yang dilakukan oleh pemerintah.
Simpulan penelitian: (1) Penerapan Pasal 140 PP 39/2021 tentang
penahapan kewajiban sertifikasi halal RPU belum diterapkan secara optimal,
yakni baru 18.2% yang bersertifikat halal dari 88 RPU di Kota Semarang.
Kemudian, secara das sollen dan das sein proses sertifikasi halal melebihi jangka
waktu dalam Pasal 66-72 PP 39/2021, serta masih kurang memberikan kepastian
hukum karena tidak adanya regulasi yang mengatur mengenai kualifikasi auditor
halal RPU dan biaya tambahan pemeriksaan LPH. (2) Rendahnya sertifikasi halal
di Kota Semarang disebabkan pelaku RPU kurang memahami biaya sertifikasi
halal yang terdapat pada Kepakban 141/2021 serta tidak memahami secara jelas
panduan pendaftaran sertifikasi halal. Kemudian lemahnya efektivitas penegakan
hukum dikarenakan kurangnya sosialisasi dan pendam
ANALISIS SENTIMEN ULASAN APLIKASI TIKTOK DI GOOGLE PLAY STORE MENGGUNAKAN METODE SUPPORT VECTOR MACHINE (SVM), NAIVE BAYES DAN K-NEAREST NEIGHBOR (KNN)
Kemajuan teknologi pada dunia internet sangat pesat, mencakup berbagai aspek kehidupan seperti perdagangan, pendidikan, dan komunikasi sosial. Salah satu aplikasi media sosial yang banyak digunakan saat ini adalah Tiktok, yang memungkinkan penggunanya untuk membuat video kreatif dengan berbagai fitur tambahan seperti musik, filter, efek, dan stiker. Aplikasi Tiktok dapat diunduh di Google Play Store dan banyak pengguna memberikan ulasan tentang aplikasi ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis sentimen ulasan pengguna aplikasi Tiktok dengan menggunakan tiga algoritma: Support Vector Machine (SVM), Naive Bayes Classifier (NBC), dan K-Nearest Neighbor (KNN). Metode yang digunakan mencakup preprocessing teks dengan teknik text mining seperti case folding, removal punctuation, tokenizing, spelling correction, stopword removal, dan stemming, serta pengambilan data ulasan secara otomatis melalui web scraping.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa NBC memiliki performa terbaik dalam mengklasifikasikan ulasan pengguna dengan nilai akurasi sebesar 83%, precision sebesar 83%, recall sebesar 90%, dan f1-score sebesar 86%. Algoritma SVM dan KNN juga memberikan hasil yang baik namun tidak sebaik NBC dalam hal keseimbangan antara precision dan recall. Pembahasan lebih lanjut menunjukkan bahwa NBC unggul dalam menangani data teks yang tidak seimbang dan dapat memberikan hasil yang lebih konsisten dalam berbagai konteks analisis sentimen