Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BATIK DI KAMPUNG BATIK KOTA SEMARANG

    No full text
    Baiti, Wakhidatun Nur. 2024. “Strategi Pengembangan Usaha Batik di Kampung Batik Kota Semarang”. Tesis. Program Studi Pendidikan Ekonomi (S2). Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd., Pembimbing II Dr. Nina Oktarina, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Batik Semarangan, SWOT, Kampung Batik Jawa Tengah memiliki sumber alam yang beraneka ragam dan jumlah penduduk mencapai 278,69 juta jiwa, dengan kondisi demikian iklim usaha di wilayah Jawa Tengah khususnya UKM memiliki potensi yang besar untuk dapat berkembang. Salah satu sektor usaha unggulan Jawa Tengah adalah sektor usaha tekstil dan garment, khususnya batik yang sebagian besar dikelola oleh usaha UKM. Batik adalah karya seni budaya bangsa Indonesia yang dikagumi dunia dan patut dilestarikan keberadaannya serta dibudidayakan secara maksimal. Kota Semarang terkenal dengan Batik Semarangan yang motifnya sangat memiliki ciri khas setiap sudut Kota Semarang, namun Batik Semarangan ini belum cukup dikenal oleh khalayak umum. Banyak penjual batik di Kampung Batik yang tidak dapat survive saat terjadi pandemi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi pengembangan usaha bati di Kampung Batik Kota Semarang. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Variabel dalam penelitian ini yaitu faktor internal yang mencakup sumber daya manusia, bahan baku, pemasaran, serta manajemen dan faktor eksternal yang mencakup pesaing, kondisi sosial ekonomi, serta dukungan pemerintah. Subjek penelitiannya adalah pengrajin batik di Kampung Batik Desa Rejomulyo Kecamatan Semarang Timur. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis deskriptif dan analisis SWOT. Hasil penelitian menunjukan matrik IE usaha batik di kampung batik kota semarang terletak pada sel V yang menunjukan dalam kondisi pertumbuhan. Strategi yang digunakan yaitu untuk strategi S-O adalah dengan memanfaatkan sosial media dan konsisten membuat konten, serta tetap menjalin kerjasama yang baik dan mempererat hubungan dengan kemitraan bisnis. Strategi W-O adalah dengan merekrut pengrajin batik yang kompeten serta disediakan pakaian jadi di toko dengan berbagai model. Strategi S-T adalah dengan terus menciptakan inovasi batik, serta memperluas target pasar dan jangkauan pemasaran. Strategi W-T adalah dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah serta dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Saran dari penelitian ini untuk pemilik usaha yaitu memanfaatkan teknologi dalam pemasarannya, perlu untuk menambah pengrajin batik yang kompeten, dan mengimplementasikan pelatihan atau sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah. Sedangkan untuk pemerintah yaitu perlunya memilah dalam memberikan bantuan, memberikan perhatian terhadap kesulitan pengrajin batik, dan memberikan bantuan pinjaman modal kepada sejumlah produsen batik semarangan

    PENGEMBANGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATA PELAJARAN PRAKTIKUM AKUNTANSI LEMBAGA DALAM MENINGKATKAN BERFIKIR KRITIS SISWA SMK KELAS XI AKUNTANSI

    No full text
    Valentina, Angger A. D, 2023. Pengembangan Metode Problem Based Learning (PBL) Berbasis Kearifan Lokal Pada Mata Pelajaran Praktikum Akuntansi Lembaga Dalam Meningkatkan Berfikir Kritis Siswa SMK Kelas XI Akuntansi. Tesis. Program Studi Pendidikan Ekonomi (S2). Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. Pembimbing II Dr. Kusumantoro, S.Pd., M.Si. Kata Kunci : Problem Based Learning, Kearifan Lokal, Praktikum Akuntansi Lembaga, Berfikir Kritis Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah jenjang pendidikan menengah formal yang fokus pada keterampilan kerja. SMK Muhammadiyah 1 Semarang menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Tujuan dalam penelitian ini adalah mendiskripsikan pengembangan metode Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran praktikum akuntansi lembaga. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis kevalidan dan keefektifan metode PBL berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa. Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian Thiagarajan dan Semmel (1974) dengan pendekatan pengembangan 4-D. Pengembangan metode PBL berbasis kearifan lokal melibatkan beberapa tahap, yaitu tahap perancangan, validasi oleh ahli, dan uji coba. Pada tahap perancangan, desain modul ajar praktikum akuntansi lembaga disusun dengan mempertimbangkan kearifan lokal. Setelah itu, modul divalidasi oleh ahli untuk menilai kesesuaian dengan kebutuhan pembelajaran dan efektivitas mencapai tujuan pembelajaran. Hasil penelitian menciptakan metode Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal untuk mata pelajaran praktikum akuntansi keuangan lembaga kelas XI. Uji validasi menunjukkan kategori sangat baik dengan skor empiris yang tinggi dari ahli dan praktisi, serta presentase kelayakan yang mencapai 77,33% untuk ahli 1, 76,00% untuk ahli 2, dan 84,00% untuk praktisi. Keefektifan metode PBL berbasis kearifan lokal diuji melalui uji coba kelompok kecil dan besar, yang menunjukkan respon positif dari peserta didik. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa terbukti dari nilai N-Gain yang mencapai 0,567. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal efektif untuk meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran praktikum akuntansi keuangan lembaga. Saran dari penelitian ini adalah agar metode ini diterapkan secara lebih luas di sekolah-sekolah lain dan dilakukan penelitian lanjutan . lanjutan harus difokuskan pada analisis efek jangka panjang penerapan metode PBL berbasis kearifan lokal, dengan penekanan pada pengukuran kemampuan berpikir kritis dan penerapan konsep akuntansi dalam kehidupan nyata. Penelitian ini juga mendorong adanya integrasi kearifan lokal dalam pengembangan metode pembelajaran lainnya

    PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MAHASISWA INDONESIA ATAS PEMUTUSAN KONTRAK SEPIHAK YANG DILAKUKAN OLEH PIHAK PERUSAHAAN DIGITAL AGENCY

    No full text
    Contrat d'apprentissage atau kontrak permagangan merupakan jenis kontrak profesional yang digunakan dalam pogram work-study atau program belajar dan bekerja atau disebut juga dengan program Alternance. Pada pelaksanaan kontrak apprentissage ini terdapat fenomena pemutusan kontrak secara sepihak yang dialamu oleh mahasiswa Indonesia. Di mana fenomena ini memberika kerugian kepada mahasiswa karena tidak tercapainya sesuatu yang telah diperjanjikan sebelumnya. Masalah pokok dari penelitian ini yaitu keabsahan pencantuman klausul pemutusan kontrak sepihak dalam kontrak Appantissage antara Mahasiswa Indonesia dengan Perusahaan Agency digital serta perlindungan hukum bagi mahasiswa Indonesia atas pemutusan kontrak sepihak yang dilakukan oleh pihak Perusahaan Agency digital. Pada penelitian ini penulis akan menggunakan metode penelitian kualitatif menggunakan jenis metode penelitian socio legal, dimana pada prosesnya penulis menggunakan Teori The Most Characteristic Connection oleh Rabbel serta Teori Perlindungan Hukum oleh Piliphus M. Hadjon sebagai pisau analisis permasalahannya. Hasil penelitian ini menemukan bahwa pencantuman klausul pengakhiran sebuah kontrak atau termination clauses yang tertuang dalam kontak apprentissage adalah sah dan sudah sesuai dengan ketentuan aturan perundang-undangan yang berlaku di Perancis tentang ketenagakerjaan sebagaimana dimuat dalam ketentuan Pasal L6222-18 Code du Traval (Undang-undang ketenagakerjaan). Keabsahan kontrak ini didasarkan pada kesesuaiannya dengan ketentuan pengakhiran kontrak yang diatur dalam pasal tersebut, meskipun dalam pelaksanaannya belum sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip hukum kontrak internasional dalam Statuta Unidroit Pasal 1.1 dan 1.3 tentang kebebasan berkontrak, mengingat kontrak tersebut tidak melalui proses penyusunan bersama antara perusahaan digital agency Perancis dengan mahasiswa Indonesia. Selain itu bentuk perlindungan hukum pada penelitian ini tidak ditemukannya jenis perlindungan prefentif yang dilakukan sebelum terjadinya sengketa. Kata Kunci: Kontrak Apprentissage, Klausul Pemutusan Kontrak, Perlindungan Huku

    PENGEMBANGAN MODEL PESMIR UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL DAN MULTIPLE INTELLIGENCES CALON GURU FISIKA

    No full text
    Model PESMIR merupakan integrasi model Project Based Learning (PjBL) dengan Ethnoscience (Ethno), STEAM (Science, Engineering, Arts, Mathematics), dan Multiple Intelligences-Representations (MIR). Penelitian ini bertujuan untuk 1) mendeskripsikan karakteristik model PESMIR, 2) menganalisis validitas model PESMIR beserta fitur pendukungnya, 3) menganalisis keefektifan model PESMIR, 4) menentukan korelasi antar variabel konstruk dari model struktural yang dibangun dalam penerapan model PESMIR, dan 5) menganalisis kepraktisan model PESMIR dalam meningkatkan kompetensi profesional dan multiple intelligences calon guru fisika pada mata kuliah Fisika Lingkungan. Jenis metode penelitian ini berupa penelitian dan pengembangan (R&D) dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation), dan desain uji coba dengan Action Research. Penelitian ini diawali analisis kebutuhan, merancang model beserta fitur pendukungnya, membuat produk model PESMIR, memvalidasi instrumen, uji coba skala kecil dan besar, evaluasi keterlaksanaan model PESMIR. Teknik pengumpulan data berupa tes, observasi, dan angket. Teknik pengambilan sampel berupa purposive sampling. Kelas eksperimen 1 dengan menerapkan model PESMIR secara manual, dan kelas eksperimen 2 dengan model PESMIR berbantuan aplikasi Tracker. Teknik analisis data karakteristik berupa kualitatif deskriptif, analisis validitas kuantitatif deskriptif berupa persentase dan CVI, uji efektivitas dengan menghitung persentase, N-Gain, the one sample t-test, independent-sample t-test berbantuan software SPSS 21.0, dan effect size dengan calculator Cohen’s d. Analisis korelasi antar variabel konstruk dengan SEM berbantuan software SmartPLS 3.0. Analisis kepraktisan model PESMIR dengan menghitung persentase lembar angket keterlaksanaan model PESMIR, dan keterlaksanaan tiap tahapan proyek SIINTAN. Ditemukan bahwa karakteristik model PESMIR dapat dideskripsikan dengan baik melalui penilaian para ahli pada buku instruction manual model PESMIR, dan dampak pengiring model dari penilaian observer berkategori sangat baik, serta hasil wawancara mengungkapkan bahwa kecakapan abad 21 (6C) dapat dibentuk dengan penerapan model PESMIR; hasil validitas instrumen sangat baik; terdapat peningkatan N-Gain kompetensi profesional (0,7279), dan multiple intelligences (0,7413) berkategori tinggi dan efektif, data berdistribusi normal dan homogen, hasil the one sample t-test menunjukkan nilai rata-rata kompetensi profesional kelompok eksperimen 1 dan 2 tidak sama dengan 81, dan hasil v independent sample t-test Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil tes kompetensi profesional kelas eksperimen 1 dan 2; korelasi antar variabel konstruk penguasaan materi (ethnoscience), penguasaan metode lintas disiplin ilmu (STEAM), penguasaan konsep (multiple representations) dengan variabel kompetensi profesional memiliki R square (0,995) dengan kategori kuat, dan variabilitas kompetensi profesional terhadap variabel kompetensi profesional yang dikorelasikan dengan multiple intelligences memiliki R square (0,139) dengan kategori rendah. Model struktural yang dibangun dinyatakan valid; hasil angket keterlaksanaan berkategori sangat baik. Karakteristik model PESMIR, yaitu menggunakan kurikulum dengan pendekatan transdisipliner, desain kurikulumnya berupa model embedded integrated, sintaksnya berupa Proyek SIINTAN, dan berimplikasi pada kecakapan 6C; Validitas model PESMIR beserta fitur pendukungnya dinyatakan valid (diterima); Penerapan model PESMIR efektif dalam meningkatkan kompetensi profesional dan multiple intelligences calon guru fisika pada mata kuliah Fisika Lingkungan; Korelasi antar variabel konstruk kompetensi profesional dan multiple intelligences melalui model struktural yang dibangun memiliki hubungan negatif dalam penerapan model PESMIR pada mata kuliah Fisika Lingkungan; Model PESMIR praktis dalam meningkatkan kompetensi profesional dan multiple intelligences calon guru Fisika pada mata kuliah Fisika Lingkungan

    PERLINDUNGAN TERHADAP HAK PEKERJA PEREMPUAN DI KABUPATEN REMBANG

    No full text
    Aktivitas manusia sehari-hari, terutama dalam hal bekerja, memerlukan pemenuhan persyaratan tertentu agar dapat dilakukan secara ideal. Baik bekerja untuk orang lain maupun untuk diri sendiri, aktivitas ini diharapkan dapat mencukupi kebutuhan ekonomi, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Namun, tenaga kerja perempuan sering kali menghadapi risiko diskriminasi yang tinggi di lingkungan kerja. Praktik Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pekerja perempuan masih menjadi isu yang relevan dan perlu mendapat perhatian khusus. Perusahaan seringkali menempatkan pekerja perempuan pada posisi yang lebih rentan, terutama dalam hal stabilitas pekerjaan dan hak-hak kerja. Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, jenis penelitian yuridis empiris, dan validitas triangulasi. Sumber data terdiri dari sumber data primer, sekunder, dan tersier. Penelitian dilakukan di wilayah hukum Kabupaten Rembang dengan fokus pada implementasi peraturan ketenagakerjaan terkait PHK pekerja perempuan. Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa PHK terhadap pekerja perempuan di Kabupaten Rembang sering kali disamarkan dengan istilah "dirumahkan" ketika kondisi perusahaan tidak stabil. Namun, pekerja perempuan yang dirumahkan sering kali tidak mendapatkan kepastian mengenai kapan mereka dapat dipekerjakan kembali. Bentuk kebijakan perusahaan terhadap pekerja perempuan yang cuti hamil dan melahirkan, misalnya, termasuk tetap memberikan gaji selama masa cuti dan memperbolehkan mereka kembali bekerja pasca cuti. Sanksi terhadap perusahaan yang melakukan PHK tidak sesuai peraturan dapat berupa denda keuangan, pencabutan izin usaha, atau sanksi administratif lainnya sesuai dengan PP Ketenagakerjaan No. 35 Tahun 2021 dan UU No. 6 Tahun 2023. Penerapan sanksi ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mendorong perusahaan untuk mematuhi peraturan yang melindungi hak-hak pekerja perempuan. Namun, dalam kenyataannya, sanksi-sanksi tersebut belum diimplementasikan secara konsisten. Kata kunci: Pekerja perempuan, pemutusan hubungan kerja, perlindungan huku

    IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PADA PELATIHAN BAHASA KOREA DI LPK KONGBUHAPSIDA TEMANGGUNG

    No full text
    Putri, Arindi. 2020. “Implementasi Pembelajaran Pelatihan Bahasa Korea di LPK Kongbuhapsida Temanggung”. Skripsi, Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing Prof. Dr. Joko Sutarto, M.Pd. Kata Kunci : Bahasa Korea, Lembaga Pelatihan dan Kursus, Pembelajaran Pelatihan. Berdasarkan banyaknya angka putus sekolah dan lulusan perguruan tinggi yang tidak bekerja karena kurangnya keterampilan, sehingga jumlah pengangguran meningkat. LPK Kongbuhapsida Temanggung adalah sebuah lembaga pelatihan yang terfokus pada program G to G Korea Selatan untuk memenuhi kebutuhan dunia industri yang mana menciptakan SDM yang kompeten melalui pelatihan bahasa Korea dan mampu meningkatkan perekomian keluarga. Sehingga setelah peserta didik lulus uji kompetensi dapat bekerja di Korea Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta faktor pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran pelatihan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek penelitian yang terdiri dari (3) peserta didik dan informan yang terdiri dari (1) pemimpin, (2) instruktur. Sumber data yang digunakan adalah data primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan simpulan. Hasil penelitian menunjukkan : (1) perencanaan yang memuat identifikasi kebutuhan, kelompok sasaran, materi pembelajaran, sumber belajar seperti modul dan instruktur yang sudah lulus uji kompetensi. Media dan sarana prasarana yang lengkap dan menunjang kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakan dalam pembelajaran yaitu ceramah, demonstrasi, dan tanya jawab. (2) pelaksanaan pembelajaran pelatihan memuat kegiatan pendahuluan, inti, dan penutup. Alokasi waktu pembelajaran disesuaikan dengan kebutuhan peserta didik, satu sesi pembelajaran 3 jam senin hingga sabtu dan rata-rata peserta didik lulus dalam waktu 4 bulan dengan perkiraan 406 jam pelajaran. (3) evaluasi pembelajaran pelatihan terdapat pre-test, post-test, evaluasi saat pelaksanaan pembelajaran dan uji kompetensi. (4) faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran pelatihan berasal dari instruktur, metode pembelajaran, fasilitas, dan bahan ajar. Sedangkan, faktor penghambat berasal dari faktor cuaca, motivasi, dan manajemen waktu peserta didik. Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran telah dilaksanakan sesuai dengan tahapan-tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi. Saran peneliti adalah menambah program privat dan bisa menyalurkan kerja peserta didik, instruktur mematangkan metode yang digunakan, dan peserta didik agar bisa meningkatkan motivasi, keterampilan, pengetahuan, pengalaman, dan kesiapan kerja untuk mendapatkan sertifikat EPS-Topi

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK BERBANTUAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASE LEARNING UNTUK MENULIS NARASI SISWA KELAS III SDN KLUMPRIT 01

    No full text
    Riyanti, Leny. 2024. Pengembangan Media Pembelajaran Komik Berbantuan Model Pembelajaran Project Base Learning untuk Menulis Narasi Siswa Kelas III SD Negeri Klumprit 01. Skripsi. Prodi Pendidikan Guru Sekolah Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing : Drs. Sukarir Nuryanto, M.Pd. 245 halaman. Hasil data yang diperoleh peneliti pada kegiatan observasi, dokumentasi, dan wawancara dengan guru kelas III di SD Negeri Klumprit 01 menyatakan bahwa kemampuan menulis siswa masih rendah, hal tersebut disebabkan karena pembelajaran kurang menarik dan belum menerapkan media pembelajaran yang inovatif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran komik berbantuan model pembelajaran Project Base Learning, menguji kelayakan media, dan menguji keefektifan media komik terhadap keterampilan menulis narasi siswa kelas III SD Negeri Klumprit 01. Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Research and Development (R&D). Tahapan penelitian R&D dalam penelitian ini sesuai dengan pendapat dari Borg dan Gall, yaitu diawali dari: (1) potensi dan masalah, (2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6) uji coba produk, (7) revisi produk, dan (8) uji coba pemakaian. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, angket, dokumentasi, dan tes. Teknik analisis data dalam penelitian R&D meliputi analisis data awal dengan uji normalitas, dan analisis data akhir dengan uji paired sample t-test dan uji N- gain. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media komik dinyatakan sangat layak digunakan dengan penilaian kelayakan media sebesar 94% dan kelayakan materi sebesar 82,6%. Uji keefektifan media komik melalui pengujian hipotesis (uji t), diperole

    GAMBARAN CYBER-AGGRESSION PADA PENGGUNA AKTIF MEDIA SOSIAL GENERASI Z

    No full text
    Marlinah, Rini. 2024. Gambaran Cyber-Aggression Pada Pengguna Aktif Media Sosial Generasi Z. Skripsi. Jurusan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Sukma Adi Galuh Amawidyati, S.Psi., M.Psi. Kata kunci: cyber-aggression, generasi Z, media sosial Generasi Z, generasi yang lahir pada tahun 1995 hingga 2012, dilaporkan sebagai generasi yang paling lama mengakses media sosial, dan sebagai generasi yang cenderung menyalurkan perasaan negatif melalui media sosial dibanding generasi lainnya. Di media sosial, perilaku penindasan, pelecehan, penyerangan, penyalahgunaan dan penguntitan diidentifikasi sebagai perilaku online negatif yang semakin umum terjadi di media sosial. Tindakan-tindakan agresi yang terjadi di media sosial tersebut dikenal dengan istilah cyber-aggression. Runions dkk. (2016) menjelaskan bahwa cyber-aggression adalah perilaku online berbahaya yang didorong oleh dua motif, yaitu untuk mengurangi emosi negatif (aversive) atau mendapatkan emosi positif (appetitive). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran cyber-aggression pada pengguna aktif media sosial generasi Z. Melalui pendekatan dengan metode kuantitatif, data dari 491 responden yang merupakan generasi Z dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif dengan pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala psikologi CATQ (Cyber-Aggression Typology Questionnaire) yang dikembangkan oleh Runions dkk. (2016) dan diadaptasi oleh Adinugroho dkk. (2022). Hasil penelitian menunjukan bahwa pengguna aktif generasi Z mayoritas melakukan cyber- aggression di media sosial dengan tipe controlled-aversive aggression. Hal ini berarti generasi Z melakukan cyber-aggression secara terencana sebagai bentuk upaya balas dendam yang telah diperhitungkan dengan tujuan untuk mengurangi emosi negatif atau mengusir emosi yang tidak nyama

    PERANCANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF APLIKASI MOBILE “WATCH YOUR BACK” SEBAGAI MEDIA EDUKASI KESEHATAN TUBUH

    No full text
    Raihana, Adinda Sophia. 2024. “Perancangan Multimedia Interaktif Aplikasi Mobile "Watch your Back" Sebagai Media Edukasi Kesehatan Tubuh”. Proyek Studi, Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Dr. Wandah Wibawanto, S.Sn., M.Ds. Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Kesehatan, Peregangan Tubuh. Nyeri punggung bawah adalah salah satu keluhan yang paling umum di dunia. Penyakit ini mempengaruhi kedua jenis kelamin di semua kelompok umur di berbagai pekerjaan, dan merupakan sumber utama penderitaan dan penghambat aktivitas sehari-hari. Dengan mempertimbangkan popularitas Digital health dan aplikasi mobile, maka penulis tertarik untuk merancang aplikasi Digital health mobile yang membahas tentang kesehatan tulang belakang khususnya untuk kalangan remaja hingga dewasa. Tujuan multimedia interaktif ini adalah memberikan informasi dasar penyakit nyeri tulang belakang. Metode pengumpulan data yang dilakukan adalah melakukan studi karya sejenis. Selanjutnya dilakukan tahapan perancangan yaitu membuat peta navigasi, sketsa halaman, menentukan tone dan manner, merancang visualisasi interface, dan pemilihan tipografi. Tahap selanjutnya adalah fase programing dan merancang media promosi. Proyek studi menghasilkan karya multimedia interaktif berbasis aplikasi mobile. Hasil karya dipublikasi melalui pameran proyek studi dan penyebaran link serta QR Code untuk mengunduh aplikasi dalam posel Android. Proyek studi diharapkan dapat menjadi sarana informasi mengenai nyeri punggung belakang serta sebagai acuan untuk karya serupa

    BENTUK PERTUNJUKAN TARI JARANAN DI SANGGAR KRIDHO TURONGGOSARI (KDTS) KOTA SALATIGA

    No full text
    Mustafa, Aurelia Berlian Noor. 2024. Bentuk Pertunjukan Tari Jaranan di Sanggar Kridho Turonggosari (KDTS) Kota Salatiga. Skripsi, Pendidikan Seni Tari Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Rimasari Pramesti Putri, S. Pd., M. Pd. Kata Kunci: bentuk pertunjukan, tari jaranan, Sanggar KDTS Tari tradisional merupakan salah satu wujud ekspresi budaya yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu tarian yang mencerminkan identitas budaya masyarakat Jawa adalah Tari Jaranan. Sanggar Kridho Turonggosari (KDTS) di Kota Salatiga menjadi salah satu tempat yang secara aktif melestarikan kesenian Tari Jaranan. Tari Jaranan di Sanggar KDTS Kota Salatiga tidak hanya menjadi medium pelestarian budaya, tetapi juga menjadi representasi identitas lokal yang melekat pada masyarakat sekitar. Penelitian ini dikaji menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan dengan triangulasi sumber, teori, dan metode. Teknik analisis data menggunakan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 elemen bentuk pertunjukan, dengan 3 elemen diantaranya memiliki inovasi dan keunikan dibanding dengan bentuk pertunjukan serupa lainnya di Kota Salatiga. Ragam gerak alakatur yang unik menjadi ciri khasnya, sementara iringan musiknya kini diperkaya dengan elemen modern seperti musik dangdut. Inovasi juga tampak dalam tata rias, yang tidak lagi terbatas pada penggunaan pidih dan singwit, tetapi kini melibatkan alat rias modern dan kontak lensa untuk mendukung penampilan penari. Didukung oleh elemen lainnya, seperti pola lantai, pelaku, busana, properti, dan tata panggung, inovasi-inovasi ini membuktikan bahwa Tari Jaranan KDTS mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman dan menarik bagi masyarakat luas

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇