Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
STRATEGI PENGEMBANGAN USAHA BATIK DI KAMPUNG BATIK KOTA SEMARANG
Baiti, Wakhidatun Nur. 2024. “Strategi Pengembangan Usaha Batik di Kampung
Batik Kota Semarang”. Tesis. Program Studi Pendidikan Ekonomi (S2). Fakultas
Ekonomika dan Bisnis. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Prof. Dr. Joko
Widodo, M.Pd., Pembimbing II Dr. Nina Oktarina, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci: Strategi Pengembangan, Batik Semarangan, SWOT, Kampung
Batik
Jawa Tengah memiliki sumber alam yang beraneka ragam dan jumlah
penduduk mencapai 278,69 juta jiwa, dengan kondisi demikian iklim usaha di
wilayah Jawa Tengah khususnya UKM memiliki potensi yang besar untuk dapat
berkembang. Salah satu sektor usaha unggulan Jawa Tengah adalah sektor usaha
tekstil dan garment, khususnya batik yang sebagian besar dikelola oleh usaha UKM.
Batik adalah karya seni budaya bangsa Indonesia yang dikagumi dunia dan patut
dilestarikan keberadaannya serta dibudidayakan secara maksimal. Kota Semarang
terkenal dengan Batik Semarangan yang motifnya sangat memiliki ciri khas setiap
sudut Kota Semarang, namun Batik Semarangan ini belum cukup dikenal oleh
khalayak umum. Banyak penjual batik di Kampung Batik yang tidak dapat survive
saat terjadi pandemi. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis strategi
pengembangan usaha bati di Kampung Batik Kota Semarang.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif.
Variabel dalam penelitian ini yaitu faktor internal yang mencakup sumber daya
manusia, bahan baku, pemasaran, serta manajemen dan faktor eksternal yang
mencakup pesaing, kondisi sosial ekonomi, serta dukungan pemerintah. Subjek
penelitiannya adalah pengrajin batik di Kampung Batik Desa Rejomulyo
Kecamatan Semarang Timur. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis
deskriptif dan analisis SWOT.
Hasil penelitian menunjukan matrik IE usaha batik di kampung batik kota
semarang terletak pada sel V yang menunjukan dalam kondisi pertumbuhan.
Strategi yang digunakan yaitu untuk strategi S-O adalah dengan memanfaatkan
sosial media dan konsisten membuat konten, serta tetap menjalin kerjasama yang
baik dan mempererat hubungan dengan kemitraan bisnis. Strategi W-O adalah
dengan merekrut pengrajin batik yang kompeten serta disediakan pakaian jadi di
toko dengan berbagai model. Strategi S-T adalah dengan terus menciptakan inovasi
batik, serta memperluas target pasar dan jangkauan pemasaran. Strategi W-T adalah
dengan mengikuti pelatihan-pelatihan yang diselenggarakan oleh pemerintah serta
dapat menjalin kerjasama dengan berbagai pihak.
Saran dari penelitian ini untuk pemilik usaha yaitu memanfaatkan teknologi
dalam pemasarannya, perlu untuk menambah pengrajin batik yang kompeten, dan
mengimplementasikan pelatihan atau sosialisasi yang dilakukan oleh pemerintah.
Sedangkan untuk pemerintah yaitu perlunya memilah dalam memberikan bantuan,
memberikan perhatian terhadap kesulitan pengrajin batik, dan memberikan bantuan
pinjaman modal kepada sejumlah produsen batik semarangan
PENGEMBANGAN METODE PROBLEM BASED LEARNING (PBL) BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA MATA PELAJARAN PRAKTIKUM AKUNTANSI LEMBAGA DALAM MENINGKATKAN BERFIKIR KRITIS SISWA SMK KELAS XI AKUNTANSI
Valentina, Angger A. D, 2023. Pengembangan Metode Problem Based Learning
(PBL) Berbasis Kearifan Lokal Pada Mata Pelajaran Praktikum
Akuntansi Lembaga Dalam Meningkatkan Berfikir Kritis Siswa SMK
Kelas XI Akuntansi. Tesis. Program Studi Pendidikan Ekonomi (S2).
Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I Prof. Dr. Joko Widodo, M.Pd. Pembimbing II Dr.
Kusumantoro, S.Pd., M.Si.
Kata Kunci : Problem Based Learning, Kearifan Lokal, Praktikum Akuntansi
Lembaga, Berfikir Kritis
Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) adalah jenjang pendidikan menengah
formal yang fokus pada keterampilan kerja. SMK Muhammadiyah 1 Semarang
menghadapi tantangan dalam meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa.
Tujuan dalam penelitian ini adalah mendiskripsikan pengembangan metode
Problem Based Learning (PBL) berbasis kearifan lokal untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siswa pada mata pelajaran praktikum akuntansi
lembaga. Penelitian ini juga bertujuan untuk menganalisis kevalidan dan
keefektifan metode PBL berbasis kearifan lokal dalam meningkatkan kemampuan
berpikir kritis siswa.
Metode penelitian yang digunakan adalah model penelitian Thiagarajan
dan Semmel (1974) dengan pendekatan pengembangan 4-D. Pengembangan
metode PBL berbasis kearifan lokal melibatkan beberapa tahap, yaitu tahap
perancangan, validasi oleh ahli, dan uji coba. Pada tahap perancangan, desain
modul ajar praktikum akuntansi lembaga disusun dengan mempertimbangkan
kearifan lokal. Setelah itu, modul divalidasi oleh ahli untuk menilai kesesuaian
dengan kebutuhan pembelajaran dan efektivitas mencapai tujuan pembelajaran.
Hasil penelitian menciptakan metode Problem Based Learning (PBL)
berbasis kearifan lokal untuk mata pelajaran praktikum akuntansi keuangan
lembaga kelas XI. Uji validasi menunjukkan kategori sangat baik dengan skor
empiris yang tinggi dari ahli dan praktisi, serta presentase kelayakan yang
mencapai 77,33% untuk ahli 1, 76,00% untuk ahli 2, dan 84,00% untuk praktisi.
Keefektifan metode PBL berbasis kearifan lokal diuji melalui uji coba kelompok
kecil dan besar, yang menunjukkan respon positif dari peserta didik. Peningkatan
kemampuan berpikir kritis siswa terbukti dari nilai N-Gain yang mencapai 0,567.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa metode Problem Based
Learning (PBL) berbasis kearifan lokal efektif untuk meningkatkan kemampuan
berpikir kritis siswa pada mata pelajaran praktikum akuntansi keuangan lembaga.
Saran dari penelitian ini adalah agar metode ini diterapkan secara lebih luas di
sekolah-sekolah lain dan dilakukan penelitian lanjutan . lanjutan harus difokuskan
pada analisis efek jangka panjang penerapan metode PBL berbasis kearifan lokal,
dengan penekanan pada pengukuran kemampuan berpikir kritis dan penerapan
konsep akuntansi dalam kehidupan nyata. Penelitian ini juga mendorong adanya
integrasi kearifan lokal dalam pengembangan metode pembelajaran lainnya
PERLINDUNGAN HUKUM BAGI MAHASISWA INDONESIA ATAS PEMUTUSAN KONTRAK SEPIHAK YANG DILAKUKAN OLEH PIHAK PERUSAHAAN DIGITAL AGENCY
Contrat d'apprentissage atau kontrak permagangan merupakan jenis kontrak
profesional yang digunakan dalam pogram work-study atau program belajar dan
bekerja atau disebut juga dengan program Alternance. Pada pelaksanaan kontrak
apprentissage ini terdapat fenomena pemutusan kontrak secara sepihak yang
dialamu oleh mahasiswa Indonesia. Di mana fenomena ini memberika kerugian
kepada mahasiswa karena tidak tercapainya sesuatu yang telah diperjanjikan
sebelumnya.
Masalah pokok dari penelitian ini yaitu keabsahan pencantuman klausul
pemutusan kontrak sepihak dalam kontrak Appantissage antara Mahasiswa
Indonesia dengan Perusahaan Agency digital serta perlindungan hukum bagi
mahasiswa Indonesia atas pemutusan kontrak sepihak yang dilakukan oleh pihak
Perusahaan Agency digital.
Pada penelitian ini penulis akan menggunakan metode penelitian kualitatif
menggunakan jenis metode penelitian socio legal, dimana pada prosesnya penulis
menggunakan Teori The Most Characteristic Connection oleh Rabbel serta Teori
Perlindungan Hukum oleh Piliphus M. Hadjon sebagai pisau analisis
permasalahannya.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa pencantuman klausul pengakhiran
sebuah kontrak atau termination clauses yang tertuang dalam kontak apprentissage
adalah sah dan sudah sesuai dengan ketentuan aturan perundang-undangan yang
berlaku di Perancis tentang ketenagakerjaan sebagaimana dimuat dalam ketentuan
Pasal L6222-18 Code du Traval (Undang-undang ketenagakerjaan). Keabsahan
kontrak ini didasarkan pada kesesuaiannya dengan ketentuan pengakhiran kontrak
yang diatur dalam pasal tersebut, meskipun dalam pelaksanaannya belum
sepenuhnya memenuhi prinsip-prinsip hukum kontrak internasional dalam Statuta
Unidroit Pasal 1.1 dan 1.3 tentang kebebasan berkontrak, mengingat kontrak
tersebut tidak melalui proses penyusunan bersama antara perusahaan digital agency
Perancis dengan mahasiswa Indonesia. Selain itu bentuk perlindungan hukum pada
penelitian ini tidak ditemukannya jenis perlindungan prefentif yang dilakukan
sebelum terjadinya sengketa.
Kata Kunci: Kontrak Apprentissage, Klausul Pemutusan Kontrak,
Perlindungan Huku
PENGEMBANGAN MODEL PESMIR UNTUK MENINGKATKAN KOMPETENSI PROFESIONAL DAN MULTIPLE INTELLIGENCES CALON GURU FISIKA
Model PESMIR merupakan integrasi model Project Based Learning (PjBL) dengan
Ethnoscience (Ethno), STEAM (Science, Engineering, Arts, Mathematics), dan
Multiple Intelligences-Representations (MIR). Penelitian ini bertujuan untuk 1)
mendeskripsikan karakteristik model PESMIR, 2) menganalisis validitas model
PESMIR beserta fitur pendukungnya, 3) menganalisis keefektifan model PESMIR,
4) menentukan korelasi antar variabel konstruk dari model struktural yang dibangun
dalam penerapan model PESMIR, dan 5) menganalisis kepraktisan model PESMIR
dalam meningkatkan kompetensi profesional dan multiple intelligences calon guru
fisika pada mata kuliah Fisika Lingkungan.
Jenis metode penelitian ini berupa penelitian dan pengembangan (R&D)
dengan model pengembangan ADDIE (Analysis, Design, Development,
Implementation, Evaluation), dan desain uji coba dengan Action Research.
Penelitian ini diawali analisis kebutuhan, merancang model beserta fitur
pendukungnya, membuat produk model PESMIR, memvalidasi instrumen, uji coba
skala kecil dan besar, evaluasi keterlaksanaan model PESMIR. Teknik
pengumpulan data berupa tes, observasi, dan angket. Teknik pengambilan sampel
berupa purposive sampling. Kelas eksperimen 1 dengan menerapkan model
PESMIR secara manual, dan kelas eksperimen 2 dengan model PESMIR
berbantuan aplikasi Tracker. Teknik analisis data karakteristik berupa kualitatif
deskriptif, analisis validitas kuantitatif deskriptif berupa persentase dan CVI, uji
efektivitas dengan menghitung persentase, N-Gain, the one sample t-test,
independent-sample t-test berbantuan software SPSS 21.0, dan effect size dengan
calculator Cohen’s d. Analisis korelasi antar variabel konstruk dengan SEM
berbantuan software SmartPLS 3.0. Analisis kepraktisan model PESMIR dengan
menghitung persentase lembar angket keterlaksanaan model PESMIR, dan
keterlaksanaan tiap tahapan proyek SIINTAN.
Ditemukan bahwa karakteristik model PESMIR dapat dideskripsikan
dengan baik melalui penilaian para ahli pada buku instruction manual model
PESMIR, dan dampak pengiring model dari penilaian observer berkategori sangat
baik, serta hasil wawancara mengungkapkan bahwa kecakapan abad 21 (6C) dapat
dibentuk dengan penerapan model PESMIR; hasil validitas instrumen sangat baik;
terdapat peningkatan N-Gain kompetensi profesional (0,7279), dan multiple
intelligences (0,7413) berkategori tinggi dan efektif, data berdistribusi normal dan
homogen, hasil the one sample t-test menunjukkan nilai rata-rata kompetensi
profesional kelompok eksperimen 1 dan 2 tidak sama dengan 81, dan hasil
v
independent sample t-test Sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,05 yang berarti terdapat
perbedaan yang signifikan antara hasil tes kompetensi profesional kelas eksperimen
1 dan 2; korelasi antar variabel konstruk penguasaan materi (ethnoscience),
penguasaan metode lintas disiplin ilmu (STEAM), penguasaan konsep (multiple
representations) dengan variabel kompetensi profesional memiliki R square
(0,995) dengan kategori kuat, dan variabilitas kompetensi profesional terhadap
variabel kompetensi profesional yang dikorelasikan dengan multiple intelligences
memiliki R square (0,139) dengan kategori rendah. Model struktural yang dibangun
dinyatakan valid; hasil angket keterlaksanaan berkategori sangat baik.
Karakteristik model PESMIR, yaitu menggunakan kurikulum dengan
pendekatan transdisipliner, desain kurikulumnya berupa model embedded
integrated, sintaksnya berupa Proyek SIINTAN, dan berimplikasi pada kecakapan
6C; Validitas model PESMIR beserta fitur pendukungnya dinyatakan valid
(diterima); Penerapan model PESMIR efektif dalam meningkatkan kompetensi
profesional dan multiple intelligences calon guru fisika pada mata kuliah Fisika
Lingkungan; Korelasi antar variabel konstruk kompetensi profesional dan multiple
intelligences melalui model struktural yang dibangun memiliki hubungan negatif
dalam penerapan model PESMIR pada mata kuliah Fisika Lingkungan; Model
PESMIR praktis dalam meningkatkan kompetensi profesional dan multiple
intelligences calon guru Fisika pada mata kuliah Fisika Lingkungan
PERLINDUNGAN TERHADAP HAK PEKERJA PEREMPUAN DI KABUPATEN REMBANG
Aktivitas manusia sehari-hari, terutama dalam hal bekerja, memerlukan
pemenuhan persyaratan tertentu agar dapat dilakukan secara ideal. Baik bekerja
untuk orang lain maupun untuk diri sendiri, aktivitas ini diharapkan dapat
mencukupi kebutuhan ekonomi, baik bagi laki-laki maupun perempuan. Namun,
tenaga kerja perempuan sering kali menghadapi risiko diskriminasi yang tinggi di
lingkungan kerja. Praktik Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap pekerja
perempuan masih menjadi isu yang relevan dan perlu mendapat perhatian khusus.
Perusahaan seringkali menempatkan pekerja perempuan pada posisi yang lebih
rentan, terutama dalam hal stabilitas pekerjaan dan hak-hak kerja.
Penelitian ini menggunakan metode pendekatan kualitatif, jenis penelitian yuridis
empiris, dan validitas triangulasi. Sumber data terdiri dari sumber data primer,
sekunder, dan tersier. Penelitian dilakukan di wilayah hukum Kabupaten
Rembang dengan fokus pada implementasi peraturan ketenagakerjaan terkait PHK
pekerja perempuan.
Berdasarkan hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa PHK terhadap
pekerja perempuan di Kabupaten Rembang sering kali disamarkan dengan istilah
"dirumahkan" ketika kondisi perusahaan tidak stabil. Namun, pekerja perempuan
yang dirumahkan sering kali tidak mendapatkan kepastian mengenai kapan
mereka dapat dipekerjakan kembali.
Bentuk kebijakan perusahaan terhadap pekerja perempuan yang cuti hamil dan
melahirkan, misalnya, termasuk tetap memberikan gaji selama masa cuti dan
memperbolehkan mereka kembali bekerja pasca cuti. Sanksi terhadap perusahaan
yang melakukan PHK tidak sesuai peraturan dapat berupa denda keuangan,
pencabutan izin usaha, atau sanksi administratif lainnya sesuai dengan PP
Ketenagakerjaan No. 35 Tahun 2021 dan UU No. 6 Tahun 2023. Penerapan
sanksi ini diharapkan dapat memberikan efek jera dan mendorong perusahaan
untuk mematuhi peraturan yang melindungi hak-hak pekerja perempuan. Namun,
dalam kenyataannya, sanksi-sanksi tersebut belum diimplementasikan secara
konsisten.
Kata kunci: Pekerja perempuan, pemutusan hubungan kerja, perlindungan
huku
IMPLEMENTASI PEMBELAJARAN PADA PELATIHAN BAHASA KOREA DI LPK KONGBUHAPSIDA TEMANGGUNG
Putri, Arindi. 2020. “Implementasi Pembelajaran Pelatihan Bahasa
Korea di LPK Kongbuhapsida Temanggung”. Skripsi, Jurusan Pendidikan
Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang.
Dosen Pembimbing Prof. Dr. Joko Sutarto, M.Pd.
Kata Kunci : Bahasa Korea, Lembaga Pelatihan dan Kursus, Pembelajaran
Pelatihan.
Berdasarkan banyaknya angka putus sekolah dan lulusan perguruan
tinggi yang tidak bekerja karena kurangnya keterampilan, sehingga jumlah
pengangguran meningkat. LPK Kongbuhapsida Temanggung adalah
sebuah lembaga pelatihan yang terfokus pada program G to G Korea Selatan
untuk memenuhi kebutuhan dunia industri yang mana menciptakan SDM
yang kompeten melalui pelatihan bahasa Korea dan mampu meningkatkan
perekomian keluarga. Sehingga setelah peserta didik lulus uji kompetensi
dapat bekerja di Korea Selatan. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi serta faktor
pendukung dan faktor penghambat pelaksanaan pembelajaran pelatihan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subjek
penelitian yang terdiri dari (3) peserta didik dan informan yang terdiri dari
(1) pemimpin, (2) instruktur. Sumber data yang digunakan adalah data
primer dan data sekunder. Teknik pengumpulan data menggunakan
observasi, wawancara, dan dokumentasi. Keabsahan data menggunakan
triangulasi sumber dan triangulasi metode. Teknik analisis data
menggunakan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan
penarikan simpulan.
Hasil penelitian menunjukkan : (1) perencanaan yang memuat
identifikasi kebutuhan, kelompok sasaran, materi pembelajaran, sumber
belajar seperti modul dan instruktur yang sudah lulus uji kompetensi. Media
dan sarana prasarana yang lengkap dan menunjang kegiatan pembelajaran.
Metode yang digunakan dalam pembelajaran yaitu ceramah, demonstrasi,
dan tanya jawab. (2) pelaksanaan pembelajaran pelatihan memuat kegiatan
pendahuluan, inti, dan penutup. Alokasi waktu pembelajaran disesuaikan
dengan kebutuhan peserta didik, satu sesi pembelajaran 3 jam senin hingga
sabtu dan rata-rata peserta didik lulus dalam waktu 4 bulan dengan perkiraan
406 jam pelajaran. (3) evaluasi pembelajaran pelatihan terdapat pre-test,
post-test, evaluasi saat pelaksanaan pembelajaran dan uji kompetensi. (4)
faktor pendukung pelaksanaan pembelajaran pelatihan berasal dari
instruktur, metode pembelajaran, fasilitas, dan bahan ajar. Sedangkan,
faktor penghambat berasal dari faktor cuaca, motivasi, dan manajemen
waktu peserta didik.
Simpulan penelitian ini adalah pembelajaran telah dilaksanakan
sesuai dengan tahapan-tahapan yang terdiri dari perencanaan, pelaksanaan,
dan evaluasi. Saran peneliti adalah menambah program privat dan bisa
menyalurkan kerja peserta didik, instruktur mematangkan metode yang
digunakan, dan peserta didik agar bisa meningkatkan motivasi,
keterampilan, pengetahuan, pengalaman, dan kesiapan kerja untuk
mendapatkan sertifikat EPS-Topi
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN KOMIK BERBANTUAN MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASE LEARNING UNTUK MENULIS NARASI SISWA KELAS III SDN KLUMPRIT 01
Riyanti, Leny. 2024. Pengembangan Media Pembelajaran Komik Berbantuan
Model Pembelajaran Project Base Learning untuk Menulis Narasi Siswa
Kelas III SD Negeri Klumprit 01. Skripsi. Prodi Pendidikan Guru Sekolah
Dasar, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing : Drs. Sukarir Nuryanto, M.Pd. 245 halaman.
Hasil data yang diperoleh peneliti pada kegiatan observasi, dokumentasi,
dan wawancara dengan guru kelas III di SD Negeri Klumprit 01 menyatakan
bahwa kemampuan menulis siswa masih rendah, hal tersebut disebabkan karena
pembelajaran kurang menarik dan belum menerapkan media pembelajaran yang
inovatif. Penelitian ini bertujuan mengembangkan media pembelajaran komik
berbantuan model pembelajaran Project Base Learning, menguji kelayakan
media, dan menguji keefektifan media komik terhadap keterampilan menulis
narasi siswa kelas III SD Negeri Klumprit 01.
Jenis metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode Research
and Development (R&D). Tahapan penelitian R&D dalam penelitian ini sesuai
dengan pendapat dari Borg dan Gall, yaitu diawali dari: (1) potensi dan masalah,
(2) pengumpulan data, (3) desain produk, (4) validasi desain, (5) revisi desain, (6)
uji coba produk, (7) revisi produk, dan (8) uji coba pemakaian. Pengumpulan data
dalam penelitian ini menggunakan teknik wawancara, angket, dokumentasi, dan
tes. Teknik analisis data dalam penelitian R&D meliputi analisis data awal dengan
uji normalitas, dan analisis data akhir dengan uji paired sample t-test dan uji N-
gain.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa media komik dinyatakan sangat
layak digunakan dengan penilaian kelayakan media sebesar 94% dan kelayakan
materi sebesar 82,6%. Uji keefektifan media komik melalui pengujian hipotesis
(uji t), diperole
GAMBARAN CYBER-AGGRESSION PADA PENGGUNA AKTIF MEDIA SOSIAL GENERASI Z
Marlinah, Rini. 2024. Gambaran Cyber-Aggression Pada Pengguna Aktif Media
Sosial Generasi Z. Skripsi. Jurusan Psikologi. Fakultas Ilmu Pendidikan dan
Psikologi. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Sukma Adi Galuh
Amawidyati, S.Psi., M.Psi.
Kata kunci: cyber-aggression, generasi Z, media sosial
Generasi Z, generasi yang lahir pada tahun 1995 hingga 2012, dilaporkan
sebagai generasi yang paling lama mengakses media sosial, dan sebagai generasi
yang cenderung menyalurkan perasaan negatif melalui media sosial dibanding
generasi lainnya. Di media sosial, perilaku penindasan, pelecehan, penyerangan,
penyalahgunaan dan penguntitan diidentifikasi sebagai perilaku online negatif yang
semakin umum terjadi di media sosial. Tindakan-tindakan agresi yang terjadi di
media sosial tersebut dikenal dengan istilah cyber-aggression. Runions dkk. (2016)
menjelaskan bahwa cyber-aggression adalah perilaku online berbahaya yang
didorong oleh dua motif, yaitu untuk mengurangi emosi negatif (aversive) atau
mendapatkan emosi positif (appetitive). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui
gambaran cyber-aggression pada pengguna aktif media sosial generasi Z.
Melalui pendekatan dengan metode kuantitatif, data dari 491 responden
yang merupakan generasi Z dianalisis menggunakan metode analisis deskriptif
dengan pengambilan sampel menggunakan teknik non-probability sampling, yaitu
convenience sampling. Alat ukur yang digunakan adalah skala psikologi CATQ
(Cyber-Aggression Typology Questionnaire) yang dikembangkan oleh Runions
dkk. (2016) dan diadaptasi oleh Adinugroho dkk. (2022). Hasil penelitian
menunjukan bahwa pengguna aktif generasi Z mayoritas melakukan cyber-
aggression di media sosial dengan tipe controlled-aversive aggression. Hal ini
berarti generasi Z melakukan cyber-aggression secara terencana sebagai bentuk
upaya balas dendam yang telah diperhitungkan dengan tujuan untuk mengurangi
emosi negatif atau mengusir emosi yang tidak nyama
PERANCANGAN MULTIMEDIA INTERAKTIF APLIKASI MOBILE “WATCH YOUR BACK” SEBAGAI MEDIA EDUKASI KESEHATAN TUBUH
Raihana, Adinda Sophia. 2024. “Perancangan Multimedia Interaktif Aplikasi
Mobile "Watch your Back" Sebagai Media Edukasi Kesehatan Tubuh”. Proyek
Studi, Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing: Dr. Wandah Wibawanto, S.Sn., M.Ds.
Kata Kunci: Multimedia Interaktif, Kesehatan, Peregangan Tubuh.
Nyeri punggung bawah adalah salah satu keluhan yang paling umum di dunia.
Penyakit ini mempengaruhi kedua jenis kelamin di semua kelompok umur di
berbagai pekerjaan, dan merupakan sumber utama penderitaan dan penghambat
aktivitas sehari-hari. Dengan mempertimbangkan popularitas Digital health dan
aplikasi mobile, maka penulis tertarik untuk merancang aplikasi Digital health
mobile yang membahas tentang kesehatan tulang belakang khususnya untuk
kalangan remaja hingga dewasa. Tujuan multimedia interaktif ini adalah
memberikan informasi dasar penyakit nyeri tulang belakang. Metode pengumpulan
data yang dilakukan adalah melakukan studi karya sejenis. Selanjutnya dilakukan
tahapan perancangan yaitu membuat peta navigasi, sketsa halaman, menentukan
tone dan manner, merancang visualisasi interface, dan pemilihan tipografi. Tahap
selanjutnya adalah fase programing dan merancang media promosi. Proyek studi
menghasilkan karya multimedia interaktif berbasis aplikasi mobile. Hasil karya
dipublikasi melalui pameran proyek studi dan penyebaran link serta QR Code untuk
mengunduh aplikasi dalam posel Android. Proyek studi diharapkan dapat menjadi
sarana informasi mengenai nyeri punggung belakang serta sebagai acuan untuk
karya serupa
BENTUK PERTUNJUKAN TARI JARANAN DI SANGGAR KRIDHO TURONGGOSARI (KDTS) KOTA SALATIGA
Mustafa, Aurelia Berlian Noor. 2024. Bentuk Pertunjukan Tari Jaranan di
Sanggar Kridho Turonggosari (KDTS) Kota Salatiga. Skripsi, Pendidikan Seni Tari
Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Rimasari
Pramesti Putri, S. Pd., M. Pd.
Kata Kunci: bentuk pertunjukan, tari jaranan, Sanggar KDTS
Tari tradisional merupakan salah satu wujud ekspresi budaya yang telah
mengakar kuat dalam kehidupan masyarakat Indonesia. Salah satu tarian yang
mencerminkan identitas budaya masyarakat Jawa adalah Tari Jaranan. Sanggar
Kridho Turonggosari (KDTS) di Kota Salatiga menjadi salah satu tempat yang
secara aktif melestarikan kesenian Tari Jaranan. Tari Jaranan di Sanggar KDTS
Kota Salatiga tidak hanya menjadi medium pelestarian budaya, tetapi juga menjadi
representasi identitas lokal yang melekat pada masyarakat sekitar.
Penelitian ini dikaji menggunakan metode penelitian kualitatif deskriptif
dengan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan
wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik keabsahan data dilakukan dengan
triangulasi sumber, teori, dan metode. Teknik analisis data menggunakan reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 9 elemen bentuk pertunjukan,
dengan 3 elemen diantaranya memiliki inovasi dan keunikan dibanding dengan
bentuk pertunjukan serupa lainnya di Kota Salatiga. Ragam gerak alakatur yang
unik menjadi ciri khasnya, sementara iringan musiknya kini diperkaya dengan
elemen modern seperti musik dangdut. Inovasi juga tampak dalam tata rias, yang
tidak lagi terbatas pada penggunaan pidih dan singwit, tetapi kini melibatkan alat
rias modern dan kontak lensa untuk mendukung penampilan penari. Didukung oleh
elemen lainnya, seperti pola lantai, pelaku, busana, properti, dan tata panggung,
inovasi-inovasi ini membuktikan bahwa Tari Jaranan KDTS mampu beradaptasi
dengan perkembangan zaman dan menarik bagi masyarakat luas