Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PENGARUH LUASAN DAN PRODUKSI PADA PEREMAJAAN LAHAN KELAPA SAWIT DAN STRATEGI PENGHIDUPAN PETANI DI NAGARI KOTO TINGGI KECAMATAN KOTO BESAR KABUPATEN DHARMASRAYA PROVINSI SUMATERA BARAT

    No full text
    Yuliati. 2024. Pengaruh Luasan dan Produksi pada Peremajaan Lahan Kelapa Sawit dan Strategi Penghidupan Petani di Nagari Koto Tinggi Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya Provinsi Sumatera Barat. Skripsi, Program Studi Geografi Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Dr. Hariyanto, M.Si. Kata Kunci : Karakteristik Agro Industri, Pengaruh Luasan, Produksi pada Lahan Peremajaan, dan Strategi Penghidupan Petani Usia yang ideal untuk kelapa sawit dapat bereproduksi secara optimal yaitu dengan maksimal usia 25 tahun. Tanaman kelapa sawit yang usianya lebih maka produktivitasnya akan turun 13 ton/ha/tahun sehingga diperlukan program peremajaan (replanting). Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui karakteristik Agro Industri Kelapa Sawit di Nagari Koto Tinggi 2) Mengidentifikasi persebaran lahan peremajaan (replanting) 3) Bagaimana pengaruh produksi pada peremajaan kelapa sawit dan strategi penghidupan petani untuk mencari alternatif penghasilan pada masa peremajaan (replanting). Populasi dari penelitian ini terbagi menjadi dua yaitu populasi area meliputi kebun kelapa yang direplanting di Nagari Koto Tinggi dan populasi manusia meliputi seluruh pemilik kebun kelapa yang direplanting. Teknik pengambilan sampel pemilik kebun kelapa sawit menggunakan teknik purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara kuesioner, observasi, dokumentasi, studi kepustakaan dan pemetaan. Teknik analisis yang digunakan yaitu analisis regresi linier berganda, analisis deskriptif, uji validitas data dan uji hipotesa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) Agro industri KUD Lubuk Karya membantu mengelola kebun kelapa sawit milik petani mulai dari penanaman hingga pengangkutan dari kebun hingga sampai ke pabrik, menyediakan fasilitas simpan pinjam untuk anggota, fasilitas saprodi, pupuk, dan alat berat. 2) Berdasarkan peta lahan replanting perkebunan kelapa sawit di Nagari Koto Tinggi Kecamatan Koto Besar Kabupaten Dharmasraya dibagi menjadi tiga tahun penanaman, di mana peta dengan warna merah muda menunjukkan peta lahan replanting yang tahun tanam kelapa sawitnya di tahun 1992, peta dengan warna hijau menunjukkan lahan replanting yang tahun tanam kelapa sawitnya di tahun 1993, dan peta dengan warna kuning menunjukkan lahan replanting yang tahun tanam kelapa sawitnya di tahun 1994. Pola persebaran lahan replanting kelapa sawit milik petani yang di kelola oleh KUD Lubuk Karya termasuk ke dalam pola persebaran memusat di suatu tempat dengan pola penanaman monokultural. 3) Pada hasil penelitian saya berdasarkan uji F (Simultan) menunjukkan bahwa secara bersama-sama variabel produksi normal/ha dan luas lahan memiliki pengaruh yang signifikan terhadap pendapatan petani. Berdasarkan pada hasil penelitian dengan pengisian kuesioner diketahui bahwa strategi penghidupan yang dilakukan oleh petani untuk mencari alternatif penghasilan adalah dengan Strategi Akumulasi. Strategi akumulasi adalah strategi yang dilakukan rumah tangga petani dengan cara memanfaatkan atau mengembangkan kelebihan aset yang dimiliki

    Karakteristik Agro Industri, Pengaruh Luasan, Produksi pada Lahan Peremajaan, dan Strategi Penghidupan Petani

    No full text
    Hidayah, Nadratun. 2024. Pengaruh Perubahan Tutupan Lahan Vegetasi Ke Lahan Terbangun Terhadap Peningkatan Debit Puncak Sungai Beringin, Kota Semarang. Program Studi Geografi. Fakultas Ilmu Sosial. Universitas Negeri Semarang Kata kunci: Perubahan Tutupan Lahan, Peningkatan Debit, Metode Rasional, Limpasan Permukaan Perkembangan wilayah industri yang terjadi secara signifikan telah menyebar ke berbagai wilayah yang masih memiliki ruang dengan tutupan vegetasi yang luas dan mendorong banyaknya terjadi konversi lahan. Perubahan tutupan lahan di DAS Beringin mulai terjadi sejak adanya perkembangan wilayah pinggiran kota di tahun 1999. Perkembangan ini mendorong semakin luasnya lahan terbangun seperti kawasan industri dan permukiman yang kemudian menggeser tutupan lahan vegetasi. Banyaknya konversi tutupan lahan vegetasi menjadi lahan terbangun mengakibatkan daerah resapan air ikut berkurang. Disamping itu, Permasalahan banjir yang sering terjadi di wilayah tengah dan hilir DAS Beringin merupakan dampak dari meluapnya air sungai karena sudah tidak dapat menampung limpasan permukaan yang langsung masuk ke dalam sungai. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari perubahan tutupan lahan vegetasi ke lahan terbangun yang terdapat di DAS Beringin terhadap peningkatan debit Sungai Beringin dari tahun 2000, 2010 dan 2023. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode kuantitatif deskriptif dengan menggunakan analisis regresi linear sederhana untuk mengetahui pengaruh perubahan tutupan lahan terhadap peningkatan debit Sungai Beringin. Perubahan tutupan lahan dari tahun 2000, 2010 dan 2023 diidentifkasi dengan interpretasi visual melalui pendigitasian pada citra satelit Quickbird. Koefisien limpasan permukaan dihitung menggunakan metode Hassing dan debit sungai dihitung menggunakan Metode Rasional. Metode ini memperhitungkan variabel tutupan lahan dan intensitas hujan untuk dapat mengetahui debit puncak sungai. Hasil dari penelitian ini yaitu adanya pengaruh dari perubahan tutupan lahan terhadap koefisien limpasan yang merupakan salah satu hal yang mempengaruhi debit sungai, diketahui juga bahwa terjadi peningkatan debit dari tahun 2000 sebesar 11,44 m3/dtk menjadi 9,96 m3/dtk pada tahun 2010 dan debit sungai pada tahun 2023 mengalami penurunan mencapai 4,56 m3/dtk hal ini terjadi karena intensitas hujan pada tahun 2023 yang menuru

    ANALISIS PERSEPSI TERHADAP SARANA PRASARANA DAN PRESTASI EKSTRAKURIKULER OLAH RAGA SMA NEGERI 5 SEMARANG

    No full text
    Imanda Ratu Ardana. 2024. “Analisis Persepsi Terhadap Sarana Prasarana dan Prestasi Ekstrakurikuler Olahraga SMA Negeri 5 Semarang”. Skripsi. Jurusan Pendidikan Kepelatihan Olahraga. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang. Moch Senoadji Karjadi, S. Pd., M. Pd. Sarana dan prasarana serta prestasi ekstrakurikuler di tingkat Sekolah Menengah Atas saling berkaitan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi mengenai sarana prasarana dan prestasi ekstrakurikuler olahraga di SMA Negeri 5 Semarang. Jenis penelitian ini adalah deskriptif kuantitatif dengan penggunaan persentase. Data diperoleh melalui observasi, penyebaran kuesioner, dan dokumentasi. Populasi dan sampel terdiri dari 57 siswa ekstrakurikuler olahraga, yang dipilih dengan teknik total sampling. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sarana dan prasarana untuk ekstrakurikuler olahraga bola basket memperoleh penilaian 95% dengan kategori sangat baik, bola voli 97% sangat baik, bulutangkis 88% sangat baik, futsal 82% sangat baik, sementara pencak silat 33% dengan kategori kurang. Prestasi ekstrakurikuler menunjukkan bahwa pencak silat memperoleh 67% dengan kategori baik, futsal 75% baik, bola voli 67% baik, sedangkan bola basket dan bulutangkis tidak memperoleh prestasi selama satu tahun terakhir, dengan kategori kurang sekali. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa persepsi terhadap sarana prasarana mencapai 78% dengan kategori sangat baik, sedangkan persepsi terhadap prestasi sebesar 55% dengan kategori sedang. Disarankan kepada pengelola SMA Negeri 5 Semarang untuk menambah sarana dan prasarana guna mendukung kegiatan ekstrakurikuler olahraga. Kata Kunci: sarana, prasarana, prestasi, olahraga, ekstrakurikule

    KESESUAIAN TINGKAT PENCAHAYAAN RUANG PERKULIAHAN FAKULTAS TEKNIK UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG BERDASARKAN STANDAR KRITERIA GREEN BUILDING COUNCIL INDONESIA DAN STANDAR NASIONAL INDONESIA

    No full text
    Krisna Ngesti Sadewa. 2024. Kesesuaian Tingkat Pencahayaan Ruang Perkuliahan Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang Berdasarkan Standar Kriteria Green Building Council Indonesia dan Standar Nasional Indonesia. Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Kata Kunci : Green Building, Standar Nasional Indonesia, Lux Meter, Tingkat Pencahayaan Green Building adalah suatu konsep bangunan hijau dengan tujuan untuk menghemat energi pada bangunan itu sendiri. Krisis energi yang saat ini menjadi perhatian khusus di berbagai negara seperti halnya di Indonesia. Salah satu cara untuk menghemat energi adalah dengan menerapkan konsep green building. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui tingkat pencahayaan yang ada pada ruang perkuliahan teori di Fakultas Teknik berdasarkan standar green building. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kuantitatif. Pendekatan kuantitaif diterapkan dalam penelitian ini dikarenakan data yang diperoleh berbentuk angka dan dianalisis dengan statistik deskriptif. Pengambilan data dilakukan menggunakan lux meter yang menghasilkan data dalam satuan lux. Hasil penelitian didapat bahwa: (1) Tingkat pencahayaan dalam kriteria Green Building Council Indonesia, terdapat 6 ruang perkuliahan teori yang memenuhi standar, yaitu gedung E9, ruang 301 dan 302; gedung E11, ruang 109, 111 dan 209; gedung E12, ruang 301. Adapun 23 ruang perkuliahan teori yang tidak memenuhi standar, yaitu gedung E1, ruang 107, 301, 305, dan 306; gedung E2, ruang 207, 208, 210, dan 304; gedung E3, ruang kayu 1 dan kayu 2; gedung E6, ruang 244 dan 245; gedung E11, ruang 112 dan 210; gedung E12, ruang 111, 210, 302, 303, 304, 305, 307, 309, dan 310. (2) Tingkat pencahayaan dalam kriteria kelayakan ruang perkuliahan teori Standar Nasional Indonesia 6197:2020, terdapat 4 ruang perkuliahan teori yang memenuhi standar, yaitu gedung E9, ruang 301 dan 302; gedung E11, ruang 109 dan 301. Adapun 25 ruang perkuliahan teori yang tidak memenuhi standar, yaitu gedung E1, ruang 107, 301, 305 dan 306; gedung E2, ruang 207, 208, 210 dan 304; gedung E3, ruang kayu 1 dan kayu 2; gedung E6, ruang 244 dan 245; gedung E11, ruang 111, 112, 209 dan 210; gedung E12, ruang 111, 210, 302, 303, 304, 305, 307, 309 dan 31

    PENGARUH TEKANAN AKADEMIK, TEMAN SEBAYA DAN INTEGRITAS MAHASISWA TERHADAP KECURANGAN AKADEMIK DENGAN RELIGIUSITAS SEBAGAI VARIABEL MODERASI (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang Angkatan 2020)

    No full text
    Dwi Putri Achliyanda. 2024. “Pengaruh Tekanan Akademik, Teman Sebaya Dan Integritas Mahasiswa Terhadap Kecurangan Akademik Dengan Religiusitas Sebagai Variabel Moderasi (Studi Kasus Mahasiswa Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang Angkatan 2020)”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Akuntansi. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Dwi Puji Astuti, S.Pd., M.Pd. Kata Kunci: Kecurangan Akademik, Tekanan Akademik, Teman Sebaya, Integritas Mahasiswa, Religiusitas Fenomena kecurangan akademik di perkuliahan merupakan suatu masalah yang sulit dihilang. Bentuk kecurangan akademik yang terjadi yaitu menyontek, plagiarisme, manipulasi data, joki tugas, menyalin tugas. Hal tersebut mengakibatkan perilaku seperti kurang percaya diri, kurang disiplin, kurang tanggung jawab, kurang kreatif, kurang rasa berprestasi, kurang minat membaca materi pelajaran. Karena itu tujuan penelitian ini untuk menguji dan menganalisis pengaruh tekanan akademik, teman sebaya, integritas dan religiusitas terhadap kecurangan akademik. Populasi pada penelitian ini yaitu Mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis Angkatan 2020 sejumlah 1.227. Jumlah sampel dalam penelitian sebanyak 302 mahasiswa. Penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Metode yang digunakan kuantitatif dengan menggunakan data primer berupa kuesioner. Analisis data penelitian ini yaitu analisis deskriptif dengan bantuan IBM SPSS Statistic 26. Hasil analisis menunjukan tekanan akademik, teman sebaya dan religuistas berpengaruh terhadap kecurangan akademik, integritas mahasiswa tidak berpengaruh terhadap kecurangan akademik, serta religiusitas sebagai moderasi mampu memperlemah pengaruh tekanan akademik dan teman sebaya terhadap kecurangan akademik, religiusitas tidak mampu memperlemah pengaruh integritas mahasiswa terhadap kecurangan akademik. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa tekanan akademik, teman sebaya, religiusitas berpengaruh terhadap kecurangan akademik dan integritas mahasiswa tidak berpengaruh terhadap kecurangan akademik. Lalu religiusitas berperan sebagai variabel moderasi. Karena itu saran mahasiswa perlu belajar mengelola tekanan akademik dengan baik melalui manajemen waktu yang efektif dan Memilih lingkungan pertemanan yang mendukung dan memiliki nilai-nilai yang positi

    DETERMINAN EMISI KARBON DIOKSIDA (CO2) DI NEGARA-NEGARA BRICS TAHUN 1998-2021

    No full text
    Shavera Sofiana Malia, 2024. “Determinan Emisi Karbon dioksida (CO2) Di Negara- Negara BRICS Tahun 1998 – 2021”. Skripsi Prodi Ekonomi Pembangunan, Fakultas Ekonomika dan Bisnis, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Andryan Setyadharma, S.E., M.Si., Ph.D. Kata Kunci : Emisi Karbon dioksida (CO2). Pertumbuhan Penduduk, FDI, Keterbukaan Perdagangan, Konsumsi Energi Primer, Nilai Sewa Hutan, Analisis FMOLS Emisi karbon dioksida (CO2) di negara BRICS (Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan) memiliki dampak signifikan terhadap perubahan iklim global. Negara- negara ini merupakan penyumbang emisi CO2 terbesar di dunia, yang disebabkan oleh pertumbuhan ekonomi yang cepat, industrialisasi yang berkembang, dan populasi yang besar. Pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan peningkatan emisi CO2 karena ketika suatu negara mengalami pertumbuhan ekonomi yang cepat, umumnya terjadi peningkatan dalam aktivitas industri, mobilitas, dan konsumsi energi yang akan menyebabkan peningkatan emisi CO2 ke atmosfer. Karbon dioksida sebagai gas rumah kaca yang alami dalam atmosfer, memiliki peran penting dalam menjaga kualitas lingkungan. Emisi tersebut dapat berasal dari pembakaran bahan bakar fosil dan proses industri, yang pada akhirnya dapat menimbulkan dampak negatif terhadap lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pertumbuhan penduduk, foreign direct investment, keterbukaan perdagangan, konsumsi energi primer, dan nilai sewa hutan terhadap emisi karbon dioksida (CO2). Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data panel dari tahun 1998 – 2021. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan teknik analisis Fully Modified OLS (FMOLS). Hasil penelitian menemukan bahwa pertumbuhan penduduk, foreign direct investment, dan konsumsi energi primer memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap emisi karbon dioksida (CO2). Kemudian untuk variabel nilai sewa hutan memiliki pengaruh negatif dan signifikan terhadap emisi karbon dioksida. Sedangkan variabel keterbukaan perdagangan tidak berpengaruh terhadap emisi karbon dioksida (CO2)

    PENGARUH DEWAN KOMISARIS INDEPENDEN, KEPEMILIKAN SAHAM INSTITUSIONAL, DAN MANAJEMEN LABA TERHADAP AGRESIVITAS PAJAK DENGAN CSR SEBAGAI VARIABEL MODERATING

    No full text
    Pujiastuti, Rastia Dewi. 2023. “Pengaruh Dewan Komisaris Independen, Kepemilikan Saham Institusional, dan Manajemen Laba terhadap Agresivitas Pajak dengan CSR sebagai Variabel Moderating”. Skripsi. Jurusan Akuntansi. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Kiswanto, S.E., M.Si., CMA., CIBA., CERA. Kata kunci: Dewan Komisaris Independen, Kepemilikan Saham Institusional, Manajemen Laba, CSR, Agresivitas Pajak. Agresivitas pajak merupakan suatu tindakan merekayasa pendapatan kena pajak yang dirancang melalui tindakan perencanaan pajak (tax planing) baik menggunakan cara yang tergolong legal (tax avoidance) atau ilegal (tax evasion). Agresivitas pajak tidak dapat dibenarkan meskipun dalam pelaksanaannya tidak ada hukum yang dilanggar, karena dapat menurunkan penerimaan negara dari sektor perpajakan. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis pengaruh dewan komisaris independen, kepemilikan saham institusional, dan manajemen laba terhadap agresivitas pajak dengan CSR sebagai variabel intervening. Populasi yang digunakan dalam penelitian ini adalah perusahaan sektor property dan real estate yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada tahun 2019- 2022 dengan jumlah sebanyak 88 perusahaan. Metode pengambilan sampel menggunakan Teknik purposive sampling dan terpilih 144 total sampel penelitian. Teknik analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial dengan bantuan alat analisis aplikasi SPSS versi 25. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dewan komisaris independen berpengaruh negatif terhadap agresivitas pajak. Kepemilikan saham institusional dan manajemen laba berpengaruh positif terhadap agresivitas pajak. CSR mampu memoderasi hubungan kepemilikan saham institusional dengan agresivitas pajak. CSR tidak mampu memoderasi hubungan dewan komisaris independen dan manajemen laba terhadap agresivitas pajak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu dari keenam hipotesis yang diajukan terdapat dua hipotesis yang diterima dan empat hipotesis ditolak. Saran bagi penelitian selanjutnya yaitu penelitian selanjutnya diharapkan menggunakan variabel independent lain seperti koneksi politik yang kemungkinan memberikan pengaruh yang lebih besar terhadap agresivitas pajak

    UKURAN BANK SEBAGAI VARIABEL MODERASI PADA PENGARUH FDR DAN BOPO TAHUN SEBELUMNYA TERHADAP NON-PERFORMING FINANCING BPRS DI INDONESIA YANG TERDAFTAR DI OJK PERIODE 2022-2023

    No full text
    Hikmah, Alfina Fauzul. 2024. “Ukuran Bank sebagai Variabel Moderasi pada Pengaruh FDR dan BOPO Tahun Sebelumnya terhadap Non-Performing Financing BPRS di Indonesia yang Terdaftar di OJK Periode 2022-2023”. Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Dr. Maylia Pramono Sari, S.E., M.Si. Kata Kunci: Non-Performing Financing, Financing to Deposit Ratio, beban operasional terhadap pendapatan operasional, ukuran bank. Non-Performing Financing diartikan sebagai rasio perbandingan antara jumlah pembiayaan bermasalah dengan total pembiayaan. Bank pembiayaan rakyat syariah atau BPRS pada periode 2014 hingga 2023 memiliki nilai rasio Non- Performing Financing yang fluktuatif dan berada di atas batas aman 5%. Rasio Non-Performing Financing yang tinggi menandakan bahwa pembiayaan masalah yang dimiliki juga tinggi. Hal itu akan menimbulkan risiko pembiayaan bermasalah bagi BPRS. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh Financing to Deposit Ratio dan Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional Tahun Sebelumnya dengan dimoderasi oleh ukuran bank terhadap Non-Performing Financing. Penelitian ini merupakan jenis penelitian kuantitatif. Penelitian ini menggunakan populasi sebanyak 173 bank pembiayaan rakyat syariah di Indonesia yang terdaftar di otoritas Jasa Keuangan periode 2022-2023. Sampel yang digunakan sebanyak 165 BPRS dengan 325 unit analisis yang dipilih melalui metode purposive sampling. Data penelitian diambil dari laporan keuangan yang diunggah oleh masing-masing BPRS di laman resmi Otoritas Jasa keuangan yakni https://www.ojk.go.id. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini terdiri dari analisis statistik deskriptif dan analisis statistik inferensial menggunakan Moderated Regression Analysis (MRA). Data penelitian diolah menggunakan alat analisis Eviews 12 dengan model terpilih yaitu Fixed Effect Model (FEM). Hasil penelitian mengungkapkan bahwa Financing to Deposit Ratio berpengaruh positif dan signifikan terhadap Non-Performing Financing. Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional Tahun Sebelumnya berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap Non-Performing Financing. Ukuran bank mampu memperlemah pengaruh Financing to Deposit Ratio terhadap Non- Performing Financing. Ukuran bank tidak mampu memoderasi pengaruh Beban Operasional terhadap Pendapatan Operasional Tahun Sebelumnya terhadap Non- Performing Financing. Simpulan penelitian ini yakni Non-Performing Financing dipengaruhi oleh FDR secara positif. Penelitian ini memberikan saran kepada pihak manajemen BPRS untuk dapat lebih berhati-hati dalam menyalurkan pembiayaan. Manajemen BPRS hendaknya menganalisis data-data terkait calon nasabah secara lebih mendalam dan memastikan bahwa calon nasabah layak untuk diberi pembiayaan. BPRS juga diharapkan untuk dapat mengawasi pembayaran kewajiban nasabah di setiap pembayaran angsuran secara optimal. Harapan untuk penelitian yang akan datang adalah dapat menambahkan variabel independen yang berpotensi berpengaruh terhadap Non-Performing Financing, memperluas populasi dan periode penelitian, serta menggunakan variabel moderasi yang berbeda

    The Influence of Leadership, Work Motivation, Organizational Culture, and Soft Skill Competence on the Innovative Work Behavior of Maritime College Lecturers in the Human Resource Development on Tramsportation Agency at Ministry of Transportation"

    No full text
    Yustina Sapan, 2024. "The Influence of Leadership, Work Motivation, Organizational Culture, and Soft Skill Competence on the Innovative Work Behavior of Maritime College Lecturers in the Human Resource Development on Tramsportation Agency at Ministry of Transportation"". Dissertation. Educational Management Study Program. Postgraduate. Semarang State University. Promoter: Prof. Dr. Tri Joko Raharjo, M.Pd Copromotor Prof. Heri Yanto, MBA, Ph.D, Member of the Promoter Prof. Dr. Muh Khafid, M. Si Keywords: Leadership, Work Motivation, Organizational Culture, Soft Skill Competence, Innovative Work Behavior. This study aims to determine the innovative work behavior of lecturers in the Ministry of Transportation BPSDM Environment where lecturers are required to be more creative and continue to innovate in carrying out all their activities that have been regulated in the Tridarma of Higher Education. Tridarma of higher education is currently a benchmark for lecturers' performance, wherein in practice, there are still obstacles in its implementation. The characteristics of quality human resources in the 21st century force lecturers to be innovative, creative, ethical, and never stop learning at work. This study uses quantitative research methods with data analysis techniques Structural Equation Model (SEM) to examine the direct and indirect effects. Data collection was assisted by a google form which was distributed to all respondents. The population in this study were lecturers of the Human Resource Development on Transportation Agency who already had 145 academic positions. The results show that in the formation of innovative work behavior, lecturers are dominated by organizational culture with a loading factor value of 0.557 with the largest dimension being people orientation, which means the extent to which the leader pays attention to the needs of lecturers, interests, and areas of lecturer personality development to speed up their work. Novelty research is a model of innovative work behavior of lecturers by considering two factors, namely external, in which we need a leader who can provide clear and systematic directions and an organizational culture that focuses on caring for people by paying attention to lecturers needed. While internal factors include the soft skills of lecturers by sharpening the ability of lecturers to solve problems, and accommodating the motivation of lecturers' work through the strengths of the lecturers to facilitate and support the work of lecturers. In conclusion, the innovative work behavior of lecturers is dominated by an organizational culture that is very dominant and is expected to give more attention to the formation of soft skill competencies and increase the work motivation of lecturers in the Ministry of Environment, BPSDM Ministry of Transportation

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇