Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
KARAKTER KREATIF PESERTA DIDIK DALAM KONTEKS KEMERDEKAAN BELAJAR: STUDI KASUS PEMBELAJARAN TARI DI SMP NEGERI SEKABUPATEN PEKALONGAN
Lelyana Aryani, 2023. “Karakter Kreatif Peserta Didik Dalam Konteks
Kemerdekaan Belajar: Studi Kasus Pembelajaran Tari Di SMP Negeri
SeKabupaten Pekalongan”. Tesis. Program studi Pendidikan Seni S2, Pascasarjana.
Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Prof. Dr. Hartono, M.Pd.,
Pembimbing II : Dr. Malarsih, M.Sn.
Kata Kunci : Kreatif, Merdeka Belajar, SMP Negeri SeKabupaten Pekalongan
Tujuan dalam penelitian ini yaitu, ingin menemukan dan menganalisis karakter
peserta didik di SMP Negeri 1 Kajen Kabupaten Pekalongan, ingin menemukan dan
menganalisis karakter peserta didik di SMP Negeri 1 Sragi Kabupaten Pekalongan,
ingin mencari faktor pendukung karakter peserta didik, dan ingin mencari faktor
penghambat karakter peserta didik di SMP Negeri SeKabupaten Pekalongan.
Peneliti menggunakan metode penelitian kualitatif, model studi kasus
dengan pendekatan etnokoreologi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik
observasi, teknik wawancara, dan studi dokumentasi. Teknik keabsahan data
menggunakan triangulasi data. Teknik analisis data dilakukan melalui tahap reduksi
data, penyajian data dan verifikasi data.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses pembelajaran kreatif terdiri
atas penerapan prinsip diferensiasi dalam aspek proses, konten, dan produk
pembelajaran. Pembelajaran karakter kreatif peserta didik sesuai dengan
Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM). Pembelajaran karakter kreatif peserta
didik di SMP Negeri 1 Kajen oleh guru mata pelajaran sudah sesuai dengan modul
ajar karakter kreatif peserta didik dan implementasi dimensi bernalar kritis
diimplementasikan pada saat diskusi kelompok dan praktik gerak tari kelompok.
Peserta didik dapat mengimplementasikan tiga elemen P5 yang terintegrasi
pada pembelajaran diferensiasi yakni kreatif, berpikir kritis dan bergotong-royong.
Dimensi berpikir kritis yang terintegrasi pada pembelajaran seni tari di kelas,
peserta didik dapat menyajikan sebuah karya tari kelompok sesuai tema tari yang
diarahkan oleh guru seni tari dan disesuaikan modul ajar.
Pembelajaran karakter kreatif peserta didik di SMP Negeri 1 Sragi dapat
mengimplementasikan pembelajaran sesuai dengan modul ajar, peserta didik dapat
mencapai dimensi perpikir kritis pada saat peserta didik mengimplementasikan
gerak tari kelompok di depan kelas. Sehingga seluruh elemen pembelajaran kreatif
mencapai hasil yang maksimal pada kegiatan pembelajaran. Peserta didik juga
dapat mengimplementasikan karakter gotong-royong pada saat bekerja kelompok
membuat karya tari.
Saran dari penulis penanaman karakter kreatif peserta didik perlu
diperhatikan secara terus-menerus dan berpusat pada peserta didik, modul ajar
dibuat berdasarkan Implementasi Kurikulum Merdeka (IKM) diadakan workshop
atau In House Training (IHT) sehingga modul ajar dirancang sebelum
melaksanakan pembelajaran dan peserta didik mendapat kemerdekaan belajar
ANALISIS MODAL SOSIAL DALAM KEBERLANGSUNGAN USAHA BATIK TULIS LASEM DAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI KABUPATEN REMBANG
WINARTI, ENI. 2024. “Analisis Peran Modal Sosial dalam Keberlangsungan
Industri Batik Tulis Lasem dan Pemberdayaan Masyarakat di Kabupaten
Rembang”. Tesis. Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial.
Pembimbing I Prof. Dr. Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, M.Si., Pembimbing
II Dr. Nugroho Trisnu Brata, S.Sos., M.Hum.
Kata Kunci: Modal sosial, Keberlangsungan usaha, Batik tulis, Pemberdayaan
masyarakat.
Penelitian ini merupakan penelitian yang yang bertujuan untuk melakukan
pemberdayaan masyarakat dengan perspektif sosial-humaniora. Pengembangan
potensi ekonomi lokal yang ada di lingkungan masyarakat menjadi bentuk
pemberdayaan masyarakat yang dapat meningkatkan kesempatan kerja. Selain
memberikan kesempatan kerja terhadap masyarakat pengembangan ekonomi juga
berperan dalam memberikan penambahan ilmu pengetahuan yang mendalam
mengenai potensi yang ada di suatu daerah.
Urgensi (keutamaan) penelitian ini dapat memberikan empat kontribusi
positif dalam pembangunan masyarakat, peningkatan kesejahtaraan masyarakat,
pelestarian budaya batik tulis lasem, dan kegiatan modal sosial masyarakat berbasis
kearifan lokal serta pemberdayaan masyarakat di usaha batik tulis lasem Kabupaten
Rembang khususnya, dan usaha-usaha bati tulis lainnya di wilayah Indonesia.
Berbasis data observasi pendahuluan yang telah dilakukan oleh peneliti maka
tujuan penelitian; (1) Menganalisis keberadaan modal sosial dalam pelaku usaha
batik tulis lasem, (2) Menganalisis keberlangsungan usaha para pelaku usaha batik
tulis lasem, (3) Menganalisis hambatan dan solusi peran modal sosial dalam usaha
batik tulis lasem terhadap pemberdayaan masyarakat.
Peneliti menggunakan metode kualitatif yang menghasilkan data deskriptif
kualitatif melalui teknik observasi dan wawancara mendalam untuk menggali data
pemberdayaan masyarakat berbasis modal sosial dalam pelaku usaha batik tulis
lasem guna meningkatkan pemberdayaan masyarakat serta mengidentifikais
keberlangsungan usaha batik tulis lasem yang ada di Kabupaten Rembang. Lokasi
penelitian di industri batik tulis lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Modal sosial memiliki peran yang
sangat penting di dalam masyarakat terutama dalam keberlangsungan usaha batik
tulis lasem. Keberadan modal sosial dalam pelaku industri batik tulis lasem yaitu
partisipasi perkumpulan yang dilakukan oleh para pemilik usaha batik tulis lasem
terdiri dari berbagai kegiatan. (2) Keberlangsungan usaha para pemilik usaha batik
tulis lasem di Kabupaten Rembang mencakup dalam keberlangsungan permodalan,
keberlangsungan sumber daya manusia, keberlangsungan produksi,
keberlangsungan distribusi, dan keberlangsungan konsumsi. (3) Hambatan dan
dukungan terhadap keberlangsungan industri batik tulis lasem berjalan dengan
seimbang sehingga para pemilik usaha batik tulis lasem terus berusaha
mengembangkan usaha mereka agar lebih maju, berkembang dan dapat
meningkatkan pemberdayaan masyarakat
KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH DAN PEMAHAMAN KONSEP MATEMATIS DITINJAU DARI SELF-RENEWAL CAPACITY PADA MODEL DISCOVERY LEARNING PENDEKATAN SCIENTIFIC BERBANTUAN GEOGEBRA-APPLET
Noverianto, B. 2024. “Kemampuan Pemecahan Masalah dan Pemahaman
Konsep Matematis Ditinjau dari Self-Renewal Capacity pada Model
Discovery Learning Pendekatan Scientific Berbantuan Geogebra-
Applet”. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika. Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I Dr. Arief Agoestanto, M.Si., Pembimbing II Dr.
Nuriana Rachmani Dewi (Nino Adhi), M.Pd.
Kata Kunci: Discovery Learning, Kemampuan Pemahaman Konsep Matematis,
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis, Pendekatan Scientific, Self-Renewal
Capacity
Kemampuan Pemecahan Masalah Matematis (KPMM) yang rendah
disebabkan oleh berbagai faktor seperti kurangnya Kemampuan Pemahaman
Konsep Matematis (KPKM), dan Self-Renewal Capacity (SRC). Penelitian ini
bertujuan untuk menganalisis kualitas model Discovery Learning (DL) dengan
pendekatan scientific berbantuan geogebra applet terhadap peningkatan KPMM
peserta didik, menganalisis pengaruh SRC terhadap KPMM melalui KPKM, dan
deskripsi KPMM dan KPKM ditinjau dari SRC peserta didik. Penelitian ini
merupakan penelitian experimental dan correlational dengan metode mixed method
desain sequential explanatory. Teknik pengambilan data dalam penelitian ini terdiri
dari tes KPMM dan KPKM, angket SRC, dan wawancara. Populasi dari penelitian
ini adalah peserta didik kelas XII SMA Kesatrian 2 Semarang Tahun Ajaran 2023-
2024. Sampel penelitian ini terdiri dari kelompok kontrol yaitu peserta didik di
kelas XII-3, dan kelompok eksperimen di kelas XII-1. Teknik analisis data terdiri
dari analisis data kuantitatif yaitu analisis keefektifan yang terdiri dari analisis one
sample t-test, uji z, uji paired sample t-test dan n-gain score, dan uji independent
sample t-test. Sedangkan analisis pengaruh menggunakan uji regresi dan analisis
jalur. Hasil penelitian menunjukkan bahwa model DL dengan pendekatan scientific
berbantuan geogebra applet berkualitas dalam meningkatkan KPMM peserta didik.
Hasil analisis pengaruh didapatkan bahwa SRC berpengaruh terhadap KPKM
melalui KPKM peserta didik. Peserta didik dengan SRC tinggi memenuhi 4
indikator KPMM yaitu membangun pengetahuan matematika baru, menyelesaikan
masalah matematika dalam konteks lain, menerapkan dan menyesuaikan strategi
penyelesaian yang tepat, dan merefleksikan proses pemecahan masalah, serta
memenuhi 7 indikator KPKM yaitu menafsirkan, memberikan contoh,
mengklasifikasikan, meringkas, menarik inferensi, membandingkan, dan
menjelaskan. Peserta didik dengan SRC sedang memenuhi 3 indikator KPMM yaitu
menyelesaikan masalah matematika dalam konteks lain, menerapkan dan
menyesuaikan strategi penyelesaian yang tepat, dan merefleksikan proses
pemecahan masalah, serta memenuhi 6 indikator KPKM yaitu menafsirkan,
memberikan contoh, mengklasifikasi, meringkas, menarik inferensi, dan
membandingkan. Peserta didik dengan SRC rendah hanya memenuhi 1 indikator
KPMM yaitu menerapkan dan menyesuaikan strategi penyelesaian yang tepat, serta
memenuhi 4 indikator KPKM yaitu memberikan contoh, mengklasifikasi,
meringkas, dan membandingkan. Penelitian lebih lanjut diharapkan dapat
mengembangkan media geogebra applet untuk digunakan dalam peningkatan
KPMM peserta didik baik pada materi geometri maupun lainnya
PROSES PENALARAN DALAM MENYELESAIKAN MASALAH NUMERASI DITINJAU DARI MATHEMATICS SELF-EFFICACY PADA MODEL COLLABORATIVE & NUMERACY PROBLEM BASED LEARNING
Subekti, Fitrianto Eko. 2023.”Proses Penalaran dalam Menyelesaikan Masalah Numerasi
Ditinjau dari Mathematics Self-Efficacy pada Model Collaborative &
Numeracy Problem Based Learning”. Disertasi. Program Studi Doktor
Pendidikan Matematika. Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam.
Universitas Negeri Semarang. Promotor Prof. Dr. rer.nat. YL Sukestiyarno,
M. S., Kopromotor Prof. Dr. Dr. Wardono, M.Si., Anggota Promotor Dr.
Scolastika Mariani, M.Si.
Kata Kunci: Numeracy, Proses Penalaran, Mathematics Self-Efficacy, Collaborative
Learning, Problem Based Learning
Penelitian ini bertujuan untuk: 1) menganalisis numerasi mahasiswa ditinjau dari
mathematics self-efficacy, 2) menganalisis proses penalaran mahasiswa dalam
memecahkan masalah numerasi ditinjau dari mathematics self-efficacy, dan 3)
mengembangkan model Collaborative & Numeracy Problem Based Learning (C&NPBL)
terhadap numerasi mahasiswa. Pendekatan penelitian yang digunakan adalah
menggunakan pendekatan campuran. Penelitian diawali dengan pendekatan kualitatif
untuk mendapatkan gambaran akar permasalahan dalam numerasi dan proses penalaran
dalam memecahkan masalah numerasi ditinjau dari mathematics self-efficacy. Pendekatan
kuantitatif digunakan untuk menggembangkan model C&NPBL dengan menggunakan
desain model pengembangan ADDIE. Teknik pengumpulan data menggunakan Angket,
tes, wawancara, dan dokumentasi. Angket digunakan untuk mendapatkan data mathematics
self-efficacy dan validasi, serta tes dan wawancara digunakan untuk mendapatkan data
tentang numerasi dan proses penalaran dalam memecahkan masalah numerasi. Data
kualitas pembelajaran diperoleh berdasarkan data tes dang angket respon mahasiswa. Data
yang diperoleh didukung oleh dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan untuk
pendekatan kualitatif menggunakan tahapan Miles Huberman, yaitu: reduksi data,
penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Data angket, tes, dan wawancara yang diperoleh
direduksi dan dipilih masing-masing 3 responden untuk setiap kategori mathematics self-
efficacy. Trianggulasi Teknik digunakan untuk mendapatkan data yang kredibel. Untuk
teknik analisis data pada pendekatan kuantitatif menggunakan statistika deskriptif
(persentase) untuk mendapatkan kevalidan dan kepraktisan model yang dikembangkan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Numerasi pada responden kategori tinggi
cenderung dapat mengidentifikasi dan memaknai informasi secara utuh, dapat menentukan
dan menggunakan strategi dengan mengkoneksikan pengalaman dan kemampuan awal
yang dimiliki dengan pengetahuan baru, serta mengkoneksikan berbagai konten untuk
menyelesaikan masalah; 2) Numerasi pada kategori sedang dan rendah cenderung
memaknai informasi secara parsial terutama pada permasalahan yang membutuhkan
koneksi antar materi dalam penyelesaiannya; 3) Proses penalaran pada responden kategori
tinggi cenderung dapat mengoptimalkan kemampuan dalam menduga menggunakan
proporsi dan analogi dalam tahap actions sehingga membantu dalam proses penyelesaian
masalah. Tahap review tidak dapat dilakukan dengan baik pada kategori sedang dan rendah;
dan 4) Model C&NPBL memenuhi kriteria Valid dan Praktis mendorong numerasi
mahasiswa
PENGEMBANGAN E-MODUL STEAM PjBL MATERI GETARAN, GELOMBANG DAN BUNYI UNTUK MENINGKATKAN LITERASI DIGITAL DAN KETERAMPILAN PROSES SAINS SISWA
Rohaeti,ْ Ai.ْ 2024.ْ “ Pengembangan E-Modul Berbasis STEAM PjBL Materi
Getaran, Gelombang, dan Bunyi untuk Meningkatkan Literasi Digital dan
Keterampilan Proses Sains Peserta Didik”.ْ Tesis. Program Pendidikan Ilmu
Pengetahuan Alam. Pascasarjana. Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing 1 Dr. Bambang Subali, M.Pd., Pembimbing II Arif
Widiyatmoko, S.Pd., M.Pd., P.hD.
Kata Kunci: e-modul, STEAM PjBL, Literasi Digital, Keterampilan Proses Sains.
Berdasarkan analisis kebutuhan yang telah dilakukan diketahui bahwa belum
terdapat bahan ajar berupa e-modul model STEAM PjBL. Adapun bahan ajar yang
digunakan selama ini merupakan bahan ajar cetak yang memiliki keterbatasan
interaktivitas yang justru dibutuhkan dalam keterampilan proses sains peserta didik
dan memiliki keterbatasan informasi sehinga membatasi akses peserta didik
terhadap berbagai sumber informasi secara lebih luas dan beragam secara online,
serta peggunaan atau pemanfaatan software dan hardware dalam pembelajaran. Hal
ini belum sesuai dengan kebutuhan peserta didik dimana kemampuan literasi digital
dan ketrampilan proses sains peserta didik rendah. Maka perlu dilakukan modifikasi
kualitas pembelajaran salah satunya yaitu melalui penggunaan bahan ajar berupa e-
modul yang disesuaikan dengan kebutuhan. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis kelayakan e-modul model STEAM PjBL materi getaran, gelombang,
dan bunyi untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan proses sains,
menganalisis perbedaan kemampuan literasi digital dan keterampilan pross sains
peserta didik setelah mengunakan e-modul model STEAM PjBL. Penelitian ini
merupakan penelitian pengembangan ADDIE dengan syntax pengembangan
Analyze, Design, Development, Implementation, dan Evaluation. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa e-modul STEAM PjBL materi getaran, gelombang, dan bunyi
untuk meningkatkan literasi digital dan keterampilan proses sains peserta didik valid
berdasarkan penilaian ahli dan respon peserta didik, serta layak digunakan dalam
pembelajaran. Kemampuan literasi digital peserta didik berbeda secara signifikan
dan meningkat secara signifikan setelah diberi atau menggunakan e-modul STEAM
PjBL. Keterampilan proses sains peserta didik berbeda secara signifikan dan
meningkat secara signifikan setelah diberi atau menggunakan e-modul STEAM
PjBL. Simpulan penelitian ini adalah hasil pengembangan e-modul STEAM PjBL
materi getaran, gelombang dan bunyi mampu meningkatkan kemampuan literasi
digital dan keterampilan proses sains siswa
PELAKSANAAN KURIKULUM MERDEKA MATA PELAJARAN PENDIDIKAN JASMANI OLAHRAGA DAN KESEHATAN PADA SEKOLAH PENGGERAK TINGKAT SEKOLAH MENENGAH PERTAMA DI KABUPATEN TEMANGGUNG
Setiawan, Indra. 2023. “Pelaksanaan Kurikulum Merdeka Mata Pelajaran
Pendidikan Jasmani Olahraga dan Kesehatan pada Sekolah Penggerak
Tingkat Sekolah Menengah Pertama di Kabupaten Temanggung”. Tesis.
Program Studi Pendidikan Olahraga. Fakultas Ilmu Keolahragaan.
Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dr. Endang Sri Hanani,
M.Kes., Pembimbing II Dr. Bambang Priyono, M.Pd.
Kata Kunci : (Kurikulum Merdeka, Pembelajaran, PJOK)
Latar belakang penelitian ini yaitu adanya perubahan kurikulum yang
dilakukan oleh pemerintah dengan mengganti kurikulum sebelumnya.
Permasalahan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan Kurikulum Merdeka
mata pelajaran PJOK pada aspek: 1) perencanaaan, 2) pelaksanaan, 3) asesmen,
dan 4) kendala yang dihadapi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji dan
menganalisis perencanaan, pelaksanaan, asesmen, dan kendala pembelajaran
PJOK pada Kurikulum Merdeka di SMP Kabupaten Temanggung.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian kualitatif. Pengumpulan
data dilakukan dengan metode wawancara, observasi, dan dokumentasi. Sumber
data dalam penelitian ini adalah SMP N 1 Tlogomulyo, SMP N 1 Temanggung,
SMP N 2 Temanggung SMP N 1 Jumo, SMP PGRI Candiroto, SMP Krista Citra,
SMP N 1 Parakan, SMP N 1 Kandangan, dan SMP N 1 Gemawang. Masing –
masing sekolah terdiri dari 3 responden yaitu kepala sekolah, guru PJOK dan
siswa. Teknik analisis data dilakukan dengan reduksi data, penyajian data,
penarikan kesimpulan dan verifikasi.
Hasil penelitian pelaksanaan Kurikulum Merdeka mata pelajaran PJOK pada
SMP Pengerak di Kabupaten Temanggung menunjukkan bahwa 1) Pada
perencanaan, semua guru PJOK sudah menyusun perangkat pembelajaran
Kurikulum Merdeka secara bervariatif sesuai dengan kondisi lingkungan sekolah
masing – masing. 2) Pada pelaksanaan, terdapat perbedaan cara mengajar guru
antar sekolah yaitu dengan menerapkan pembelajaran berdiferensiasi. 3) Pada
assesmen, guru telah menerapkan assesmen diagnostik, assesmen formatif dan
assesmen sumatif selama proses pembelajaran. 4) Kendala meliputi belum adanya
contoh konkrit mengenai pembelajaran kurikulum merdeka, guru kesulitan
memantau peserta didik yang dibagi menjadi beberapa kelompok, dan guru
kesulitan dalam menyusun penilaian karena jenis penilaian tidak hanya 1.
Simpulan: 1) pada perencanaan, semua guru PJOK sudah menyusun perangkat
pembelajaran Kurikulum Merdeka secara bervariatif, 2) pada pelaksanaan,
terdapat perbedaan cara mengajar guru antar sekolah, 3) pada assesmen, guru
telah menerapkan assesmen diagnostik, assesmen formatif dan assesmen sumatif.
4) kendala meliputi belum adanya contoh konkrit pelaksanaan kurikulum
merdeka, guru kesulitan memantau peserta didik saat berkelompok, dan guru
kesulitan dalam menyusun penilaian yang bervariatif. Saran kepala sekolah agar
melakukan supervisi. Bagi guru mengikuti program seperti PMM dan CGP. Bagi
sekolah untuk mencari guru yang selinear dengan mata pelajaran
PENGARUH LATIHAN DRILL DAN POWER LENGAN TERHADAP HASIL LOB DAN SMASH ATLET PEMULA PB KAISAR TEGAL
Irsya, Musytafizur Ziqri. 2024. “Pengaruh Latihan Drill dan Power Lengan
Terhadap Hasil Lob dan Smash’. Tesis. Program Studi Pendidikan
Olahraga. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I Dr.Hermawan Pamot Raharjo, M.Pd. Pembimbing II Donny
Wira Yudha Kusuma, M. Pd, Ph. D.
Kata Kunci: Metode Drill, Power Lengan, Lob dan Smash
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penurunan prestasi bulutangkis pada
peralihan usia anak ke pemula atlet PB Kaisar Tegal. Penurunan prestasi ini
menunjukan adanya penurunan teknik ketepatan pukulan lob dan smash. Tujuan
penelian ini untuk mengetahui: (1) Ada tidaknya pengaruh metode latihan drill
campuran terhadap hasil ketepatan pukulan lob. (2) Ada tidaknya pengaruh metode
latihan drill terpisah terhadap hasil ketepatan pukulan smash. (3) Ada tidaknya
pengaruh metode latihan drill campuran terhadap hasil ketepatan pukulan smash.
(4) Ada tidaknya pengaruh drill terpisah terhadap hasil ketepatan pukulan smash.
(5) Ada tidaknya interaksi yang signifikan antara latihan drill campuran dan drill
terpisah terhadap hasil ketepatan pukulan lob dan smash.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen rancangan faktorial 2 x 2.
Sampel dalam penelitian ini berjumlah 20 atlet, teknik pengambilan sampel
menggunakan probability sampling dengan subjek sudah ditentukan yaitu usia 12-
15 tahun dan dibagi menjadi 4 kelompok dengan Overhead Medicine Ball Throw
yang bertujuan untuk membagi kelompok subjek dan instrumen tes ketepatan lob
smash menggunakan teori (Frank M.Verducci dalam Sapta Kunta Purnama, 2010).
Teknik analisis data meggunakan uji t dengan metode paired sampel tes dan uji
interaksi menggunakan multivariant dua jalur dengan taraf signifikansi 5%.
Hasil penelitian: (1) Terdapat pengaruh metode latihan drill campuran
terhadap hasil ketepatan pukulan lob atlet pemula PB Kaisar”. Berdasarkan hasil
tabel output Paired Sample t-Test diatas, diketahui nilai sig.(2-tailed) adalah
sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho dan Ha diterima. (2) Terdapat pengaruh metode
latihan drill terpisah terhadap hasil ketepatan pukulan smash. Berdasarkan hasil
tabel output Paired Sample t-Test diatas, diketahui nilai sig.(2-tailed) adalah
sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho dan Ha diterima. (3) Terdapat pengaruh metode
latihan drill campuran terhadap hasil ketepatan smash atlet pemula PB Kaisar”.
Berdasarkan hasil tabel output Paired Sample t-Test diatas, diketahui nilai sig.(2-
tailed) adalah sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho dan Ha diterima. (4) Terdapat
pengaruh metode latihan drill terpisah terhadap hasil ketepatan lob atlet pemula PB
Kaisar”. Berdasarkan hasil tabel output Paired Sample t-Test diatas, diketahui nilai
sig.(2-tailed) adalah sebesar 0,000 < 0,05 maka Ho dan Ha diterima. (5) Ada
interaksi yang signifikan antara latihan drill campuran dan drill terpisah terhadap
hasil ketepatan pukulan lob dan smash, nilai signifikansi 0,000 < 0,5. berarti
terdapat interaksi antara metode drill dan power lengan terhadap ketepatan pukulan
lob dan smash atlet pemula PB Kaisar Tegal, telah terbukti
HUBUNGAN POLA MAKAN, KEBUGARAN JASMANI DAN STRES TERHADAP KONDISI OBESITAS PERSONEL POLRI
Novi Setyawan Putra. 2024. “Hubungan Pola Makan, Kebugaran Jasmani dan
Stres Terhadap Kondisi Obesitas Personel Polri” Tesis. Program Studi Pendidikan
Olahraga. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing
I Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M.Pd., Pembimbing II Dr. Drs. Cahyo Yuwono, M.Pd.
Kata Kunci: Pola Makan, Kebugaran Jasmani, Stres, Obesitas.
Obesitas merupakan kondisi fisik yang sangat diperhatikan oleh Kepolisian
Negara Republik Indonesia (Polri). Selain memberikan dampak antropometri yang
berlebih, obesitas dapat memberikan hasil performa kondisi fisik yang kurang
optimal. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui seberapa besar hubungan: 1)
Pola makan terhadap kondisi obesitas personel Polri, 2) Kebugaran jasmani
terhadap kondisi obesitas personel Polri, 3) Stres terhadap kondisi obesitas personel
Polri, dan 4) Hubungan pola makan, kebugaran jasmani, dan stres terhadap kondisi
obesitas personel Polri.
Penelitian ini merupakan jenis penelitian korelasional. Penelitian ini
dilakukan dengan subjek yang berjumlah 584 personel Polri. Instrumen yang
digunakan dalam penelitian ini yaitu pada instrumen pola makan dengan
menggunakan Food Frequency Questionnaires for Adults, Instrumen Kebugaran
jasmani menggunakan Tes Kebugaran Jasmani Polri, dan Instrumen Stres
menggunakan Aplikasi E-Mental Polri. Teknik analisis data dalam penelitian ini
dengan menggunakan analisis uji korelasi product moment, korelasi ganda
menggunakan persamaan garis regresi, uji prasyarat dan uji hipotesis serta analisis
univariat dan bivariat.
Penelitian ini menunjukkan: (1) adanya hubungan yang kuat antara pola
makan terhadap kondisi obesitas personel Polri dengan nilai p-value sebesar 0,641
dengan nilai sig. sebesar 0,000 dan sumbangan efektif sebesar 5,8% (2) adanya
hubungan yang cukup kuat antara kebugaran jasmani terhadap kondisi obesitas
personel Polri dengan nilai p-value sebesar 0,433 dengan nilai sig. sebesar 0,000
dan sumbangan efektif sebesar 4,7% (3) adanya hubungan yang cukup kuat antara
tingkat stres terhadap kondisi obesitas personel Polri dengan nilai p-value sebesar
0,429 dengan nilai sig. sebesar 0,000 dan sumbangan efektif sebesar 2,9% (4)
Adanya hubungan yang sangat kuat antara pola makan, kebugaran jasmani, dan
stres terhadap kondisi obesitas personel Polri dengan memperoleh nilai Fhitung
sebesar 12,149 dan Ftabel sebesar 8,536 ditandai nilai R sebesar 0,84 dengan taraf
signifikansi sebesar 0,000.
Berdasarkan dari hasil penelitian di atas dapat disimpulkan bahwa terdapat
hubungan yang sangat kuat antara pola makan, kebugaran jasmani, dan stres
terhadap kondisi obesitas pada personel Polri, serta dapat diketahui bahwa pola
makan memberikan pengaruh yang paling signifikan dibandingkan dengan
kebugaran jasmani maupun stres sebesar 5,8%. Saran: institusi Polri perlu
mengadopsi program-program yang mendorong pola makan sehat untuk personel,
biro jasmani Polda penting untuk menerapkan program kebugaran jasmani yang
komprehensif dan berkelanjutan, serta biro psikologi Polda memberikan program
atau pengecekan berkala yang dapat membantu mengelola dan mengurangi stres di
tempat kerj
PERBANDINGAN AKTIVITAS FISIK DAN KEBUGARAN JASMANI ANTARA SISWI MADRASAH ALIYAH MATHOLI’UL HUDA BUGEL KEDUNG JEPARA YANG TINGGAL DI PONDOK PESANTREN DAN NON PONDOK PESANTREN
Nisavinea, Dintuqatih, 2024. Perbandingan Aktivitas Fisik dan Kebugaran Jasmani
antara Siswi Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Bugel Kedung Jepara yang
tinggal di Pondok Pesantren dan Non Pondok Pesantren. Tesis. Program Studi
Pendidikan Olahraga. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I Prof. Dr. Setya Rahayu, M.S Pembimbing II Fajar
Awang Irawan, S.Si., M.Pd., Ph.D.
Kata kunci : Aktivitas Fisik, Kebugaran Jasmani, Siswi MA
Aktivitas fisik merupakan salah satu faktor yang mempengaruhi kebugaran
jasmani siswi. Penelitian ini bertujuan untuk membandingkan aktivitas fisik dan
kebugaran jasmani antara siswi Madrasah Aliyah Matholi’ul Huda Bugel Kedung
Jepara yang tinggal di pondok pesantren dan yang tidak tinggal di pondok
pesantren.
Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kuantitatif dengan
survey. Subjek penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu 725 siswi MA
Matholi’ul Huda Bugel Kedung Jepara. Teknik pengambilan sampel menggunakan
total sampling. Pengumpulan data dengan kuesioner aktivitas fisik IPAQ dan
kebugaran jasmani TKPN. Analisis data kuantitatif terdiri dari uji normalitas, uji
hipotesis statistik.
Hasil penelitian menunjukkan Siswi MA Matholi’ul Huda Bugel Kedung
Jepara tingkat aktivitas fisik sedang sebanyak 462 (64%). Tingkat aktivitas fisik
tinggi sebanyak 263 (64%). Tingkat aktivitas fisik siswi secara keseluruhan dalam
kategori sedang. Siswi MA Matholi’ul Huda Bugel Kedung Jepara tingkat
kebugaran jasmani baik sekali sebanyak 52 (7%). Kategori baik sebanyak 315
(43%). Kategori cukup sebanyak 72 (10%). Tingkat kebugaran jasmani seluruh
siswi dalam kategori baik. Nilai Aktivitas Fisik Pondok = 389.07 lebih tinggi
dibandingkan kelompok Non Pondok sebesar = 347.71. Nilai Kebugaran Jasmani
TKPN Non Pondok = 378.53 lebih tinggi dibandingkan kelompok Pondok sebesar
= 336.51.
Simpulan : Aktivitas fisik dalam kategori tinggi dan kebugaran jasmani dalam
kategori baik. Aktivitas fisik siswi di pondok pesantren lebih tinggi dibandingkan
non pondok pesantren. Sedangkan kebugaran jasmani non pondok lebih tinggi
dibandingkan dengan kebugaran jasmani di pondok pesantren
HUBUNGAN KECEMASAN, KECERDASAN EMOSIONAL, DAN KONSENTRASI BERPIKIR TERHADAP KEMAMPUAN PENGAMBILAN KEPUTUSAN WASIT SEPAKBOLA ASKAB PSSI ACEH BESAR
M Alif Hamzah, 2024, “Hubungan Kecemasan, Kecerdasan Emosional, dan
Konsentrasi Berpikir Terhadap Kemampuan Pengambilan Keputusan Wasit
Sepakbola ASKAB PSSI Aceh Besar”. Tesis. Program Studi Pendidikan
Olahraga. Program Pascasarjana. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing
I: Dr. Mugiyo Hartono, M.Pd. Pembimbing II: Prof. Nasuka, M.Kes.
Kata Kunci: Psikologi, Sepakbola, Wasit, Pengambilan Keputusan, Kabupaten
Aceh Besar.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara kecemasan,
kecerdasan emosional, dan konsentrasi berfikir dengan pengambilan keputusan
wasit sepakbola di Kabupaten Aceh Besar.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan
pendekatan deskriptif korelasional. Populasi dan sampel dalam penelitian ini adalah
sebanyak 55 orang wasit Sepakbola Kabupaten Aceh Besar dengan menggunakan
teknik pengambilan sampel Total Sampling. Teknik analisis data pada penelitian
ini yaitu korelasi regresi, uji normalitas data, uji linearitas, uji homogenitas dan uji
hipotesis menggunakan perangkat lunak SPSS versi 23.
Hasil penelitian ini: 1) Ada Hubungan antara Kecemasan Terhadap
Pengambilan Keputusan Wasit Sepakbola dengan Hasil Fhitung 24,522> Ftabel
4,02, 2) Ada Hubungan antara Kecerdasan Emosil Terhadap Pengambilan
Keputusan Wasit Sepakbola dengan Hasil Fhitung 17,977 > Ftabel 4,02, 3) Ada
Hubungan antara Konsentrasi Berfikir Terhadap Pengambilan Keputusan Wasit
Sepakbola dengan Hasil Fhitung 15,858 > Ftabel 4,02, 4) Ada Hubungan antara
Kecemasan dan Kecerdasan Emosional Terhadap Pengambilan Keputusan Wasit
Sepakbola dengan Hasil Fhitung 31,334 > Ftabel 3,18, 5) Ada Hubungan Yang
antara Kecemasan dan Konsentrasi Berfikir Terhadap Pengambilan Keputusan
Wasit Sepakbola dengan Hasil Fhitung 26,398 > Ftabel 3,18, 6) Ada Hubungan
antara Kecerdasan Emosional dan Konsentrasi Berfikir Terhadap Pengambilan
Keputusan Wasit Sepakbola dengan Hasil Fhitung 14,389 > Ftabel 3,18, 7) Ada
Hubungan antara Kecemasan, Kecerdasan Emosional dan Konsentrasi Berfikir
Terhadap Pengambilan Keputusan Wasit Sepakbola dengan Hasil Fhitung 28,356
> Ftabel 2,79.
Simpulan penelitian: Penelitian menunjukkan hubungan signifikan antara
kecemasan, kecerdasan emosional, dan konsentrasi berpikir dengan pengambilan
keputusan wasit sepakbola di Kabupaten Aceh Besar. Faktor kecemasan dan
kecerdasan emosional, serta konsentrasi berpikir, berperan penting dalam
mempengaruhi keputusan wasit. Selain itu, kombinasi faktor-faktor tersebut
memiliki dampak yang kuat pada kualitas pengambilan keputusan. Saran: PSSI,
Komite Wasit Sepakbola, dan para wasit perlu bekerja sama untuk meningkatkan
pengambilan keputusan melalui pelatihan dan dukungan psikologis. PSSI harus
menyediakan program kesejahteraan mental, sementara Komite Wasit
mengevaluasi dan menyediakan sumber daya psikologi olahraga. Para wasit
didorong untuk memanfaatkan dukungan ini dan mengembangkan keterampilan
psikologis mereka