Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
“UJI KELAYAKAN DAN UJI KESUKAAN KONSUMEN TERHADAP KONTEN PRODUK BUTIK SEKAR AYU DI SHOPEE SEBAGAI SARANA PEMASARAN DIGITAL ”
Khuswatun Nisa, 2024. “Uji Kelayakan dan Uji Kesukaan Konsumen Terhadap
Konten Produk Butik Sekar Ayu di Shopee Sebagai Pemasaran Digital”. Pendidikan
Tata Busana, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang. Dosen pembimbing :
Roudlotus Sholikhah, S.Pd., M.Pd.
Butik Sekar Ayu merupakan salah satu usaha dibidang fesyen yang dikelola
oleh Prodi Pendidikan Tata Busana yang mengembangkan produk karya mahasiswa
dan riset dosen. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui proses pembuatan konten
katalog dan video, menguji kelayakan dan kesukaan konsumen terhadap konten katalog
dan video Butik Sekar Ayu di Shopee. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
yaitu pengembangan model ADDIE dengan teknik pengumpulan data observasi dan
angket. Penelitian ini menggunakan variabel tunggal yaitu kelayakan dan kesukaan
konsumen, serta teknik analisis data menggunakan deskriptif presentase. Proses
pembuatan konten katalog dan video menggunakan aplikasi Canva dan CapCut dengan
menerapkan metode ADDIE yang meliputi Analysis, Design, Development,
Impementaton & Evaluation. Uji kelayakan konten dilakukan oleh tiga ahli materi dan
tiga ahli konten. Sedangkan uji kesukaan konsumen melibatkan responden yang
merupakan pengikut akun Shopee Butik Sekar Ayu. Dari total populasi 278 pengikut,
sampel yang dipilih berjumlah 164 orang menggunakan teknik purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukan bahwa konten katalog dan video Butik Sekar Ayu di
Shopee dinilai “Sangat Layak” oleh ahli materi memperoleh skor 94% dan ahli konten
memperoleh skor 89% dengan kategori “Sangat Layak”. Selain itu, uji kesukaan
konsumen menunjukkan bahwa konten tersebut mendapat skor 80% yang temasuk
dalam kategori “Suka”. Berdasarkan hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa konten
katalog dan video Butik Sekar Ayu di Shopee layak digunakan sebagai strategi
pemasaran digital. Saran untuk penelitian ini yaitu lebih meningkatkan kualitas resolusi
video, penyuntingan katalog dan video serta penggunaan elemen visual lebih mendetail
agar hasil konten lebih optimal sehingga dapat memperkuat branding Butik Sekar Ayu.
Kata kunci : Pemasaran Digital, Shopee, Butik Sekar Ayu, Kelayakan konten,
Kesukaan konsumen, ADDIE
THE INFLUENCE OF ARABIC SOUNDS ON THE ENGLISH PRONUNCIATION PRACTICED BY STUDENTS AT NURUSSIROJ ISLAMIC BOARDING SCHOOL
Nadlifah, U. 2024. The Influence of Arabic Sounds on the English Pronunciation
Practiced by Students at Nurussiroj Islamic Boarding School. A Final Project.
English Education Study Program. Faculty of Languages and Arts. Universitas
Negeri Semarang. Advisor: Pasca Kalisa, S.Pd., M.A., M.Pd.
Most Indonesian students face difficulties in acquiring English pronunciation
because both Indonesian language as their mother tongue and English have
different phonological systems. Some English consonants sounds do not exist in
the Indonesian language, but those consonants exist in Arabic. Indonesia hosts the
largest Muslim in the world, and therefore Arabic is a language that is familiar to
most Indonesians. This study aims to investigate the influences of Arabic sounds
on students‘ English pronunciation skill and to find out the students‘ perceptions
on the influences of Arabic sounds for improving students‘ English pronunciation
skills. A case study qualitative approach was used in this study. The participants
of the study were 41 students of the Nurussiroj Islamic Boarding School.
Observation and questionnaire guide were utilized as data instruments. The
finding shows that students can apply their Arabic knowledge on the English
pronunciation. From the data, which came from 45 words pronounced by 41
students, 82% of the data were classified as correct pronunciation. Regarding the
students‘ perception, most of the students have a positive perception toward the
influence of Arabic sounds for improving the English pronunciation skills. They
feel easier in learning English pronunciation. In conclusions, positive transfers
happened from Arabic to English.
Keywords: pronunciation; Arabic consonants; English consonants; language
transfer
TEACHING PRACTICES IN THE KAMPUS MENGAJAR PROGRAM: PRE- SERVICE ENGLISH TEACHERS’ VOICE
Zahra, Izzata Nuriz. 2024. Teacing practices in the Kampus Mengajar Program: Pre-
service English Teachers Voice. Final Project. English Departmen. Faculty of
Languages and Arts. Universitas Negeri Semarang. Advisor: Agung Ginanjar
Anjaniputra, S.Pd., M.Pd.
Keywords: teaching practices, kampus mengajar program, pre-service English
teachers, narrative inquiry
The Kampus Mengajar (KM) program is a pivotal initiative in Indonesia‟s
educational reform under the Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) policy,
aimed at addressing educational inequities and enhancing the quality of education
across the nation. This study aims focusing on literacy, numeracy, adaptation
technology and the teaching practices experiences of pre-service English teachers in
partner schools. Given the lack of research on KM Batch 1 to 5, this study is crucial
for assessing the program's effectiveness. Employing a narrative inquiry method, data
were collected through interviews and student journals. Findings indicate that literacy
teaching includes additional reading and writing classes, literacy media, and school
library improvements. Numeracy teaching is enhanced through games like counting
and jumping, playdough, snakes and ladders, and real-life problem-solving activities.
Technology integration is evidenced by the use of digital media, Kahoot and Quizizz,
digital administrative tasks, and digital literacy learning. English teaching practices
involve basic vocabulary, text types, and pronunciation, using teaching methods such
as flashcards, text-based approaches, and vocabulary videos. Challenges include
limited English proficiency, language instruction issues, and classroom management,
addressed through ice-breaking activities, student rapport, and technology use. The
study concludes that multimodal learning approaches in the KM program foster
inclusive and engaging educational environments, benefiting diverse learners. ICT
integration enhances the learning process, making it more efficient and effective.
Implications suggest that these approaches not only support diverse learning styles
but also ensure meaningful literacy and numeracy education, promoting better
engagement and educational outcomes
PENGARUH MODEL STUDENTS TEAMS-ACHIEVEMENT DIVISIONS DENGAN MIND MAPPING TERHADAP KETERAMPILAN SOSIAL DAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA KELAS IV PADA PEMBELAJARAN IPAS DI SD SUPRIYADI SEMARANG
Assidiqi, M,M. 2024. “Pengaruh Model Student Teams Achievement Divisions
dengan Mind Mapping terhadap Keterampilan Sosial dan Kemampuan
Berpikir Kritis Siswa Kelas IV pada Pembelajaran IPAS di SD Supriyadi
Semarang”. Tesis. Magister Pendidikan. Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I Prof. Dr. Yeri Sutopo, M.Pd.,MT.. Pembimbing II Prof. Dr.
Tri Joko Raharjo, M.Pd.
Kata Kunci: Kemampuan Berpikir Kritis, Keterampilan Sosial, Mind Mapping,
Model STAD.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis pengaruh model
STAD dengan mind mapping terhadap keterampialn sosial dan
kemampuan berpikir kritis siswa kelas IV pada pelajaran IPAS di SD
Supriyadi Semarang. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian
kuantitatif yakni metode kuasi eksperimen dengan desain penelitian yang
digunakan pretest-posttest control group design. Desain ini melibatkan
dua kelompok subjek, satu diberi perlakuan eksperimental (kelompok
eksperimen) dan yang lain tidak diberikan perlakuan (kelas kontrol).
Sampel dalam penelitian ini yaitu 27 siswa pada kelas eksperimen dan 27
siswa pada kelas kontrol. Hasil dari penelitian ini adalah (1) Terdapat
pengaruh dalam penggunaan model pembelajaran Student Teams
Achievemnet Division (STAD) dengan mind mapping terhadap
keterampilan social siswa kelas IV. Perbandingan rata-rata N-Gain di kelas
kontrol dan kelas eksperimen. Pada kelas kontrol, rata-rata N-Gain sebesar
0,16 dan berada pada kategori rendah, sedangkan pada kelas eksperimen
rata-rata N-Gain sebesar 0,54 dan berada pada kategori sedang; (2)
Terdapat pengaruh dalam penggunaan model pembelajaran Student Teams
Achievemnet Division (STAD) dengan mind mapping terhadap kemampuan
berpikir kritis siswa kelas IV. Dilihat perbandingan rata-rata N-Gain di
kelas kontrol dan kelas eksperimen. Pada kelas kontrol, rata-rata N-Gain
sebesar 0.32 dan berada pada kategori sedang, sedangkan pada kelas
eksperimen rata-rata N-Gain sebesar 0.74 dan berada pada kategori tinggi.
Hal ini menunjukkan bahwa perolehan kemampuan berpikir kritis siswa di
kelas eksperimen lebih baik dibandingkan dengan kelas kontrol.Simpulan
penelitian ini adalah Model STAD dengan mind mapping berpengaruh
dalam meningkatkan keterampilan sosial dan kemampuan berpikir kritis
siswa
ANALISIS BENTUK LAGU ANAK LANANG KARYA NDARBOY GENK
Prasetyo, Randyka Gumilang, 2024. Analisis Bentuk Lagu Anak Lanang Karya
Ndarboy Genk. Skripsi. Jurusan Pendidikan Seni Drama, Tari, dan Musik,
Universitas Negeri Semarang, Pembimbing : Antonius Edi Nugroho, S. Pd., M.
Pd.
Kata kunci : analisis, bentuk dan struktur lagu, dan Ndarboy Genk
Ndarboy Genk memiliki nama asli yaitu Helarius Daru Indrajaya atau
akrab disapa Ndaru. Penggunaan nama Ndarboy Genk didasari pada saat duduk di
bangku kuliah, Ndaru sering dipanggil “Boy” oleh salah satu temannya yang
bernama Arnen yang menjadi inspirasi penggunaan nama “Ndarboy” untuk
digunakan oleh Ndaru sebagai nama panggung. Kemudian kata “Genk” yang
terdapat di kata belakang nama panggung Ndaru adalah merujuk kepada orang
lain yang ada dibelakangnya. Lagu “Anak Lanang” merupakan salah satu lagu
ciptaan dari Ndarboy Genk yang terdapat keunikan di dalamnya, yaitu terdapat
perpaduan lagu jawa klasik dalam hal ini macapat dengan dangdut modern. Anak
Lanang merupakan single terbaru yang dirilis oleh Ndarboy Genk pada bulan
November 2023 di kanal youtube miliknya. Lagu anak lanang merupakan lagu
yang ditulis dan diciptakan oleh Ndaru sendiri. Lagu ini ditulis pertama kali oleh
Ndaru yaitu pada sekitar tahun 2019 dan 2020. Setelah lagu ini muncul ke
permukaan dan diperdengarkan oleh banyak orang, lagu ini mampu meraih atensi
positif dan diterima oleh pendengarnya.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah pendekatan musikologi. Sasaran
penelitian ini adalah analisis bentuk lagu Anak Lanang karya Ndarboy Genk.
Teknik pengumpulan data dilakukan dengan cara observasi, studi dokumen, dan
wawancara.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa lagu “Anak Lanang” karya dari
Ndarboy Genk memiliki bentuk tiga bagian yang terdiri dari 36 birama dengan
sukat 4/4 dan tempo 60 bpm. Lagu “Anak Lanang” ini merupakan lagu tiga
bagian dengan bentuk dan struktur lagu A(a,x), B(b,y), C(c,z), A(x), C’(c,z,z),
A’(x) dengan menggunakan nada dasar bes. Pada bagian A terdapat motif (m),
(m1), (n), (m2), (m3), dan (n1) dengan progresi akor 1-iii-vi-V-IV-iv-I-iii-vi-V-
IV-V-I dan terdapat kadens autentik sempurna. Pada bagian B terdapat motif (o),
(o1), (p), (o2), (o3), dan (n2) dengan progresi akor ii-V-iii-vi-ii-V-I-IV-V-iii-vi-ii-
V-I dan terdapat kadens autentik sempurna. Pada bagian C terdapat motif (q),
(q1), (r), dan (s) dengan progresi akor IV-V-iii-vi-ii-V-I-IV-V-iii-vi-ii-V-I dan
terdapat kadens autentik sempurna. Pada bagian A(x) terdapat motif (m2), (m3)
dan (n1) dengan progresi akor I-iii-vi-V-IV-V-I dan terdapat kadens autentik
sempurna. Pada bagian C’ terdapat motif (q), (q1), (r), (s), (s1), dan (s2) dengan
progresi akor IV-V-iii-vi-ii-V-I-IV-V-iii-vi-ii-V-I dan terdapat kadens autentik
sempurna. Pada bagian A’ (outro) terdapat motif (m), (m1), dan (n3) dengan
progresi akor I-iii-vi-V-IV-V-I dan terdapat kadens autentik
PENGUATAN KARAKTER DISIPLIN DEWAN AMBALAN MELALUI PENDIDIKAN KEPRAMUKAAN DI GUGUS DEPAN 07.117-07.118 AMBALAN BROTOSENO-LARASATI YANG BERPANGKALAN DI SMA NEGERI 1 JEKULO TAHUN 2024
Marom, Siti Nihayatul. 2024. Penguatan Karakter Disiplin Dewan Ambalan
melalui Pendidikan Kepramukaan di Gugus Depan 07.117-07.118 Ambalan
Brotoseno-Larasati yang Berpangkalan di SMA Negeri 1 Jekulo Tahun 2024.
Skripsi. Jurusan Politik dan Kewarganegaraan. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu
Politik. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Noorochmat Isdaryanto, S.S.,
M.Si. 196 halaman.
Kata Kunci: Penguatan, Karakter Disiplin, Anggota Pramuka, Pendidikan
Kepramukaan, Gugus Depan.
Terjadinya perilaku tidak disiplin menunjukkan bahwa pengetahuan peserta
didik di sekolah tidak membawa pengaruh positif terhadap perilaku peserta didik
sehari-hari. Salah satu cara untuk menguatkan karakter disiplin adalah melalui
pendidikan kepramukaan di gugus depan dikarenakan dalam pelaksanaan
pendidikan kepramukaan di gugus depan mengandung nilai-nilai kedisiplinan. Oleh
sebab itu, dibutuhkan penguatan karakter disiplin melalui metode pembiasaan dan
keteladanan di dalam pendidikan kepramukaan. Melalui penguatan karakter
disiplin, seseorang memiliki pedoman untuk berperilaku yang baik sesuai dengan
norma atau aturan yang ada. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan 1)
Penguatan karakter disiplin dewan ambalan melalui pendidikan kepramukaan di
gugus depan 07.117-07.118 Ambalan Brotoseno-Larasati yang berpangkalan di
SMA Negeri 1 Jekulo 2) Faktor pendorong dan faktor penghambat penguatan
karakter disiplin dewan ambalan melalui pendidikan kepramukaan di gugus depan
07.117-07.118 Ambalan Brotoseno-Larasati yang berpangkalan di SMA Negeri 1
Jekulo.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif
melalui penelitian di Gugus depan 07.117-07.118 Ambalan Brotoseno-Larasati
SMA Negeri 1 Jekulo. Sumber data dalam penelitian ini menggunakan sumber data
primer dan sekunder. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Uji keabsahan data menggunakan triangulasi sumber
dan Teknik. Teknik analisis data yang digunakan adalah pengumpulan data, reduksi
data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penguatan karakter disiplin anggota
dewan ambalan melalui pendidikan kepramukaan di gugus depan 07.117-07.118
Ambalan Brotoseno-Larasati bahwa penguatan karakter disiplin dilakukan melalui
latihan rutin dengan metode pembiasaan dan keteladanan serta metode
kepramukaan yaitu belajar sambil melakukan dan kehadiran orang dewasa yang
memberikan bimbingan dan dukungan. Faktor pendorong penguatan karakter
disiplin berasal dari motivasi dewan ambalan dalam mengikuti pendidikan
kepramukaan di gugus depan. Faktor penghambatnya yaitu munculnya persepsi
mengenai aturan yang mengenai aturan yang berdampak tidak ditaati aturan.
Saran, pembina pramuka diharapkan bukan terdiri dari satu orang saja
sehingga dapat memaksimalkan fungsinya. Sedangkan bagi dewan ambalan
menjadi teladan agar dapat memberikan teladan kepada para anggotanya dalam
mengikuti serangkaian kegiatan di pendidikan kepramukaan, seperti mematuhi
aturan, datang tepat waktu, dan menyelesaikan tugas
PENGARUH KETERAMPILAN ICT, DIGITAL LEARNING, LINGKUNGAN KERJA, DAN TEACHER TRAINING TERHADAP KOMPETENSI TPACK GURU EKONOMI DENGAN OPENNESS TO EXPERIENCE SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Guru dapat dikatakan kompeten menurut Permendikbud Nomor 28 Tahun 2020 terdapat empat kompetensi yang harus dimiliki seorang guru diantaranya: kompetensi kepribadian, kompetensi profesional, kompetensi pedagogis dan kompetensi sosial. Berdasarkan hasil UKG tahun 2022 Kabupaten Pati masuk kedalam kategori rendah dan belum mencapai batas minimum yakni 80,00. Diperkuat dengan hasil observasi awal bahwasannya tingkat kompetensi TPACK guru di Kabupaten Pati masih belum optimal. TPACK merupakan sebuah framework (kerangka kerja) yang kompleks yang diperlukan guru untuk mengintegrasikan teknologi dengan pengetahuan konten dan pedagogis secara tepat dan efektif. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh keterampilan ICT, digital learning, lingkungan kerja, dan teacher training terhadap kompetensi TPACK dengan openness to experience sebagai variabel moderasi.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Populasi penelitian ini guru ekonomi SMA se-Kabupaten Pati berjumlah 45 guru. Adapun sampel yang digunakan dalam penelitian ini yakni menggunakan seluruh populasi yang ada. Teknik pengambilan data menggunakan kuesioner dan dengan teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif dan Moderate Regression Analysis (MRA).
Hasil Analisis deskriptif menunjukkan bahwa kompetensi TPACK guru, keterampilan ICT, digital learning, lingkungan kerja, teacher training, dan openness to experience berada dalam kategori sangat tinggi. Hasil uji hipotesis menunjukkan bahwa keterampilan ICT, digital learning, dan teacher training berpengaruh positif terhadap kompetensi TPACK guru. Lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kompetensi TPACK guru. Openness to experience mampu memoderasi atau memperkuat pengaruh keterampilan ICT, digital learning, lingkungan kerja dan teacher training terhadap kompetensi TPACK guru.
Kesimpulan dalam penelitian ini menunjukkan bahwa keterampilan ICT, digital learning, dan teacher training berpengaruh terhadap kompetensi TPACK guru, sedangkan lingkungan kerja tidak berpengaruh terhadap kompetensi TPACK guru. Openness to experience mampu memoderasi semua variabel independen terhadap variabel dependen. Peneliti selanjutnya diharapkan menggunakan objek penelitian sekolah lain, dan mengganti atau menambah variabel-variabel independen lain seperti self efficacy, gender dan variabel lain yang mampu menjelaskan variabel kompetensi TPACK dan mencari indikator-indikator lain untuk mengukur variabel-variabel dalam penelitian ini
KEEFEKTIFAN MODUL AJAR BERPENDEKATAN TPACK PADA KETERAMPILAN KOMUNIKASI DAN HASIL BELAJAR KOGNITIF PESERTA DIDIK SMP
Wara, A. D. (2024). Keefektifan Modul Ajar Berpendekatan TPACK pada
Keterampilan Komunikasi dan Hasil Belajar Kognitif Peserta Didik SMP. Skripsi.
Program Studi Pendidikan IPA Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam
Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Dr. Novi Ratna Dewi, S.Si., M.Pd.
Kata Kunci: Modul Ajar, Pendekatan TPACK, Keterampilan Komunikasi, Hasil
Belajar Kognitif.
Pembelajaran abad 21 menuntut peserta didik untuk memiliki keterampilan
komunikasi. Selain itu pembelajaran IPA menekankan pengembangan keterampilan
dan pola pikir pemahaman kognitif. Pendekatan TPACK merupakan solusi untuk
meningkatkan kualitas pembelajaran melalui integrasi pengetahuan teknologi,
pedagogi, dan konten. Penelitian ini bertujuan menganalisis keefektifan modul ajar
berpendekatan TPACK pada keterampilan komunikasi dan hasil belajar kognitif
peserta didik SMP dan menganalisis profil keterampilan komunikasi dan hasil
belajar kognitif peserta didik setelah penerapan modul ajar berpendekatan TPACK.
Pengambilan sampel pada penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling
dengan kelas VII D sebagai kelas eksperimen dan VII E sebagai kelas kontrol. Jenis
penelitian yang digunakan adalah penelitian eksperimen dengan desain quasi
experiment dan bentuk nonequivalent control group design. Metode analisis data
menggunakan paired samples test untuk mengetahui adanya perbedaan rata-rata
setelah penerapan modul ajar berpendekatan TPACK. Selain itu juga menggunakan
uji N-gain untuk mengetahui peningkatan keterampilan komunikasi dan hasil
belajar kognitif. Hasil penelitian menunjukan bahwa keterampilan komunikasi
peserta didik terdapat perbedaan signifikan setelah penerapan modul ajar
berpendekatan TPACK. N-gain keterampilan komunikasi pada kelas eksperimen
0,71 dengan kategori tinggi dan kelas kontrol 0,51 dengan kategori sedang. Profil
keterampilan komunikasi peserta didik setelah penerapan modul ajar berpendekatan
TPACK yaitu sebagian besar berada pada kriteria sangat terampil dan terampil serta
sebagian kecil berada pada kriteria cukup terampil. Hasil belajar kognitif peserta
didik terdapat perbedaan signifikan setelah penerapan modul ajar berpendekatan
TPACK. N-gain hasil belajar kognitif pada kelas eksperimen 0,53 dengan kategori
sedang dan kelas kontrol 0,29 dengan kategori rendah. Profil hasil belajar kognitif
peserta didik setelah penerapan modul ajar berpendekatan TPACK yaitu sebagian
besar berada pada kriteria sangat baik, baik dan cukup serta sebagian kecil berada
pada kriteria sangat kurang
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN INTERAKTIF CIKALMATIKA PADA MATERI KELILING DAN LUAS PERSEGI SERTA PERSEGI PANJANG UNTUK SISWA KELAS VII
Salah satu hal penting dalam pembelajaran adalah media yang digunakan. Media pembelajaran yang
menarik tentunya dapat memotivasi siswa untuk belajar. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan
media pembelajaran interaktif yang layak dan terbaca untuk digunakan dalam pembelajaran. Model
pengembangan yang digunakan dalam penelitian ini adalah ADDIE yang terdiri dari tiga tahapan, yaitu
analisis, perancangan, dan pengembangan. Berdasarkan hasil penelitian menunjukkan bahwa media
pembelajaran interaktif Cikalmatika sangat layak digunakan dengan persentase rata-rata 84%. Hasil uji
keterbacaan menunjukkan bahwa media pembelajaran interaktif Cikalmatika memperoleh persentase
rata-rata sebesar 84% dengan kriteria terbaca. Dengan demikian, media pembelajaran interaktif
Cikalmatika layak dan terbaca untuk digunakan dalam pembelajaran. Saran untuk penelitian selanjutnya,
adanya penelitian pengaruh media pembelajaran interaktif terhadap pemahaman dan pengetahuan siswa
serta pengujian tingkat efektivitas media dalam pembelajaran.
Kata Kunci: cikalmatika, media pembelajaran interaktif, pengembangan
PENGEMBANGAN PERANGKAT PEMBELAJARAN BERBASIS REALISTIC MATHEMATICS EDUCATION DENGAN MODEL PEMBELAJARAN CREATIVE PROBLEM SOLVING UNTUK MENINGKATKAN LITERASI STATISTIS
Muflihatunnisak, S. 2024. Pengembangan Perangkat Pembelajaran Berbasis
Realistic Mathematics Education dengan Model Pembelajaran Creative Problem
Solving untuk Meningkatkan Literasi Statistis. Skripsi, Program Studi Pendidikan
Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam, Universitas
Negeri Semarang. Pembimbing Dr. Scolastika Mariani, M.Si.
Kata Kunci: pengembangan, perangkat pembelajaran berbasis RME, model
pembelajaran CPS, literasi statistis.
Literasi statistis merupakan kemampuan yang harus dimiliki oleh siswa di era saat
ini. Namun pada kenyataannya literasi statistis siswa masih rendah. Penelitian ini
bertujuan untuk mengetahui karakteristik, kelayakan, kepraktisan, dan keefektifan
perangkat pembelajaran berbasis Realistic Mathematics Education dengan model
pembelajaran Creative Problem Solving untuk meningkatkan literasi statistis
siswa. Metode penelitian ini adalah penelitian pengembangan Research and
Development dengan model 4D yang mempunyai 4 tahapan, yaitu 1) Define
(Pendefinisian); 2) Design (Perancangan); 3) Development (Pengembangan); dan
4) Dissemination (Penyebaran). Teknik pengumpulan datanya menggunakan
angket dan tes. Instrumen yang digunakan berupa angket kelayakan perangkat
pembelajaran, angket kepraktisan dan keterbacaan perangkat pembelajaran, serta
soal uraian literasi statistis. Analisis deskriptif persentase digunakan untuk
mengetahui tingkat kelayakan, kepraktisan, dan keterbacaan perangkat
pembelajaran. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan oleh peneliti meliputi
silabus, RPP, bahan ajar, LKS, media presentasi, dan alat evaluasi (soal) memiliki
karakteristik yaitu (1) perangkat pembelajaran disusun berdasarkan kurikulum
2013 dengan materi pembelajaran statistika kelas VIII; (2) perangkat
pembelajaran disusun berbasis Realistic Mathematics Education; (3) perangkat
pembelajaran menggunakan model pembelajaran Creative Problem Solving yang
terdiri dari 4 tahap pembelajaran; (4) perangkat pembelajaran disusun dengan
tujuan meningkatkan literasi statistis siswa. Berdasarkan hasil uji kelayakan
perangkat pembelajaran diperoleh hasil dengan kategori sangat layak dengan
persentase silabus sebesar 86,18%, RPP sebesar 88,41%, bahan ajar sebesar
90,63%, LKS sebesar 89,72%, media presentasi sebesar 87,98%, dan alat evaluasi
(soal) sebesar 88,77%. Hasil uji kepraktisan menunjukkan bahwa perangkat
pembelajaran praktis digunakan dengan persentase 84,97%. Hasil uji keterbacaan
menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran mudah dipahami dengan persentase
84,73%. Perangkat pembelajaran yang dikembangkan efektif dalam meningkatkan
literasi statistis siswa yang ditunjukkan dengan literasi statistis siswa mencapai
ketuntasan belajar, rata-rata literasi statistis siswa dengan pembelajaran
menggunakan perangkat pembelajaran berbasis Realistic Mathematics Education
dengan model pembelajaran Creative Problem Solving lebih dari rata-rata literasi
statistis siswa dengan pembelajaran ekspositori, terdapat peningkatan rata-rata
literasi statistis siswa setelah pembelajaran menggunakan perangkat pembelajaran
yang dikembangkan dengan hasil N-Gain 0,59735 dengan kriteria sedang. Oleh
karena itu, hasil penelitian menunjukkan bahwa perangkat pembelajaran layak,
mudah digunakan dan mudah dipahami, serta efektif untuk meningkatkan literasi
statistis siswa