Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PERAN PENDIDIKAN SENI MUSIK DALAM MEMBANGUN KARAKTER PESERTA DIDIK DI SMP NEGERI 30 SEMARANG
Dewi, Agriana Putri Ratna. 2024. “Peran Pendidikan Seni Musik dalam
Membangun Karakter Peserta Didik di SMP Negeri 30 Semarang”. Skripsi.
Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik. Fakultas Bahasa dan Seni.
Universitas Negeri Semarang.
Dosen Pembimbing: Kusrina Widjajantie, S.Pd., M.A
Kata Kunci: Peran Pendidikan, Pendidikan Seni Musik, Karakter Peserta Didik
Pendidikan memiliki peran penting dalam kehidupan suatu bangsa. Demi
tercapainya tujuan dari pendidikan inilah rancangan-rancangan dalam dunia
pendidikan diciptakan. Pendidikan seni merupakan salah satu program pendidikan
yang berperan sebagai pembangun karakter peserta didik. SMPN 30 Semarang
merupakan salah satu contoh sekolah yang berhasil dalam membangun karakter
siswanya melalui pendidikan seni musik. Bagaimana peran pendidikan seni musik
terhadap pendidikan karakter siswa di SMPN 30 Semarang. Hal-hal apa saja yang
mendukung dan menghambat proses pendidikan karakter melalui pendikan seni
musik di SMPN 30 Semarang. Sehingga dapat diketahui seperti apa peran
pendidikan seni musik dalam membentuk karakter siswa-siswi di SMPN 30
Semarang dan apa saja hal-hal yang mendukung dan menghambat proses
pendidikan karater melaui pendidikan seni musik di SMPN 30 Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan pendekatan
fenomenologi dan menggunakan siswa-siswi SMPN 30 Semarang sebagai objek
penelitian. Instrumen penelitian yang digunakan adalah observasi, wawancara,
dan dokumentasi. Data dikumpulkan dengan teknik pengumpulan data observasi,
wawancara, dan dokumentasi. Sedangkan teknik analisis data dilakukan dengan
langkah reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil dari penelitian ini adalah: (1) Siswa kelas VII mampu belajar
mendisiplinkan diri secara tidak langsung dengan didukung proses pembelajaran
solfeggio dan ritmis yang merka dapatkan; (2) Siswa kelas VIII mampu
bersosialisasi dengan baik baik antar teman maupun dengan warga sekolah
melalui praktikum bermain ansambel dan band yang mereka lakukan; (3) Siswa
kelas IX berhasil membangun rasa percaya diri melalui bernyanyi lagu populer
baik secara individu maupun berkelompok dengan mempresntasikannya di depan
kelas
PELAYANAN MUSIK LITURGI BAGI JEMAAT BERKEBUTUHAN KHUSUS DI GEREJA ABK EBEN HAEZER SALATIGA
Veronica, Yemima. 2024, Pelayanan Musik Liturgi Bagi Jemaat Berkebutuhan
Khusus di Gereja ABK Eben Haezer Salatiga. Skripsi, Jurusan Pendidikan Seni,
Drama, Tari dan Musik, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang.
Dosen Pembimbing Irfanda Rizki Harmono Sejati, S.Sn., M.A.
Gereja pada umumnya mempunyai jemaat yang beragam dan dilayani
dalam satu tempat dan waktu ibadah secara bersamaan. Berbeda dengan Gereja
ABK Eben Haezer Salatiga yang merupakan salah satu gereja di Salatiga yang
melayani jemaat-jemaat berkebutuhan khusus. Tentunya dengan kondisi jemaat di
Gereja ABK Eben Haezer Salatiga yang berbeda dengan jemaat di gereja kristen
pada umumnya, menyebabkan adanya perbedaan manajemen pelayan musik dan
fungsi musik gereja di Gereja ABK Eben Haezer Salatiga. Dalam penelitian ini, di
rumuskan permasalahan yakni : (1) bagaimana liturgi ibadah di Gereja ABK Eben
Haezer Salatiga, (2) bagaimana manajemen pelayan musik di Gereja ABK Eben
Haezer Salatiga dan (3) bagaimana fungsi musik bagi jemaat berkebutuhan khusus
di Gereja ABK Eben Haezer Salatiga. Penelitian ini mempunyai tujuan untuk
mendeskripsikan musik liturgi, manajemen pelayan musik serta fungsi musik yang
ada di Gereja ABK Eben Haezer Salatiga.
Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan pendekatan fenomenologi
dan musikologi. Teknik analisis data yang dilakukan pada penelitian ini meliputi 3
tahap yakni reduksi data, penyajian data serta penarikan kesimpulan. Lokasi
penelitian dilakukan di Gereja ABK Eben Haezer Salatiga, Jalan Raya Kopeng
kilometer 3, Kelurahan Kumpulrejo, Kecamatan Argomulyo, Kota Salatiga, Jawa
Tengah. Teknik pengumpulan data yang digunakan meliputi ; observasi,
wawancara dan dokumentasi. Penelitian ini berbentuk deskriptif kualitatif sehingga
data diungkapkan dalam bentuk deskripsi.
Hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa, Gereja ABK
Eben Haezer Salatiga menggunakan liturgi yang meliputi ; (1) Pembuka, (2) Praise
and Worship, (3) Firman Tuhan, (4) Diskusi renungan Firman Tuhan, (4) Penutup.
Manajemen pelayan musik di Gereja ABK Eben Haezer Salatiga harus menguasai
bahasa isyarat melalui pelatihan bahasa isyarat yang disediakan Gereja ABK Eben
Haezer Salatiga. Musik gereja di Gereja ABK Eben Haezer Salatiga memiliki
fungsi sebagai pengiring dalam kegiatan ibadah. Selain itu juga berfungsi sebagai
media terapi bagi jemaat berkebutuhan khusus dan sarana untuk mengungkapkan
ekspresi jemaat berkebutuhan khusus melalui pujian dan penyembahan.
Kata Kunci : Musik Gereja, Jemaat berkebutuhan khusus, Gereja ABK Eben
Haezer
BENTUK KOREOGRAFI TARI LENGGANG PARI DI SANGGAR SENI PERWITASARI KELURAHAN KEMANDUNGAN KECAMATAN TEGAL BARAT KOTA TEGAL
Dwimas Aprilina, Baety. 2024. Bentuk Koreografi Tari Lenggang Pari di Sanggar
Seni Perwitasari Kelurahan Kemandungan Kecamatan Tegal Barat Kota
Tegal. Skripsi. Jurusan Pendidikan Seni Drama Tari dan Musik, Fakultas
Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing
Rimasari Pramesti Putri, S.Pd., M.Pd.
Kata kunci: Bentuk Koreografi, Tari Lenggang Pari, Sanggar Seni Perwitasari.
Bentuk Koreografi Tari Lenggang Pari merupakan bentuk karya tari baru
yang diciptakan pada tahun 2015. Tari Lenggang Pari tergolong tari kerakyatan
yang terinspirasi dari aktifitas bercocok tanam pada masyarakat Kota Tegal yang
bekerja sebagai petani. Tari Lenggang Pari ditarikan oleh penari putri sebagai
wujud dari lambang kesuburan yang berhubungan erat dengan kemakmuran
masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses koreografi dan
menjelaskan secara deskriptif mengenai bentuk koreografi Tari Lenggang Pari di
Sanggar Seni Perwitasari Kelurahan Kemandungan Kecamatan Tegal Barat Kota
Tegal.
Penelitian Bentuk Koreografi Tari Lenggang Pari menggunakan metode
penelitian kualitatif dengan menggunakan pendekatan etnokoreologi. Lokasi
penelitian terletak di Sanggar Seni Perwitasari Kelurahan Kemandungan
Kecamatan Tegal Barat Kota Tegal. Teknik pengumpulan data menggunakan
metode observasi, wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan
metode menurut konsep Janet Adzhead. Teknik keabsahan data dengan
menggunakan trianggulasi melalui beragam sumber, teknik, dan waktu.
Berdasarkan hasil penelitian menunjukan Bentuk Koreografi Tari Lenggang
Pari melalui elemen pokok tari dan elemen pendukung tari seperti musik, properti,
tata rias dan busana. Proses koreografi Tari Lenggang Pari yang meliputi tahap
eksplorasi (penjajakan), tahan improvisasi (pencarian), tahap forming
(pembentukan).
Saran dari peneliti untuk Sanggar Seni Perwitasari perlu adanya pelatihan
Tari Lenggang Pari untuk seluruh anggota Sanggar Seni Perwitasari sehingga tidak
hanya anak remaja saja yang bisa menarikan Tari Lenggang Pari, serta adanya
inovatif, kreatifitas dalam penciptaan tari selanjutnya dan meningkatkan kualitas
dengan memperbanyak produk yang mengangkat kearifan lokal Kota Tegal agar
dapat dikenal luas oleh masyarakat Kota Tegal bahkan tidak hanya di Kota Tegal
saja
KOMPONEN SEMANTIK LEKSIKON PENYAKIT PANCAINDERA PADA MASYARAKAT KABUPATEN PONOROGO
Hutami, Adelia Winmar. 2024. Komponen Semantik Leksikon Penyakit
Pancaindera pada Masyarakat Kabupaten Ponorogo. Skripsi. Jurusan
Bahasa dan Sastra Jawa, Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa,
Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Eka
Yuli Astuti.
Kata Kunci: Komponen semantik, istilah, penyakit pancaindera
Masyarakat Kabupaten Ponorogo memiliki banyak pengetahuan terkait
istilah-istilah penyakit berbahasa Jawa yang kerap digunakan dalam komunikasi
sehari-hari. Adanya fenomena tersebut menarik untuk diteliti lebih lanjut terkait
keberagaman istilah penyakit pancaindera menggunakan teori komponen
semantik. Penelitian ini dilaksanakan dengan tujuan untuk menguak lebih dalam
fitur-fitur komponen semantik yang muncul pada istilah penyakit pancaindera
berbahasa Jawa pada masyarakat Kabupaten Ponorogo serta mengetahui makna
dari istilah tersebut.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pendekatan kualitatif.
Pemahaman objek pada penelitian ini akan disajikan secara deskriptif.Sumber
data penelitian ini berupa data lingual yang diperoleh melalui kegiatan
wawancara. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode
simak dan metode cakap. Metode analisis datanya menggunakan metode analisis
komponensial dengan cara menghimpun data-data, kemudian dibutiri setiap
komponen semantik yang terkandung pada setiap data, ditentukan kontras atau
perbedaan antar data satu dengan lainnya, lalu semua data dikelompokkan
berdasarkan kategori-kategori maknanya.
Hasil penelitian menunjukkan terdapat 50 leksem jenis penyakit pancaindera
yang dikelompokkan ke dalam 5 bagian, terdiri dari penyakit indera peraba
dengan jumlah 32 leksem, penyakit indera penglihatan berjumlah 5 leksem,
penyakit indera perasa yang berjumlah 6 leksem, penyakit indera penciuman
berjumlah 3 leksem, dan penyakit indera pendengaran berjumlah 4 leksem.
Ditemukan juga fitur-fitur semantiknya berupa jenis penyakit bersifat menular dan
tidak menular, onset yang berhubungan dengan jenis penyakit bersifat akut
maupun kronis, faktor penyebab, gejala maupun ciri yang muncul pada penderita
suatu penyakit, metode diagnosis dokter,dan faktor resiko. Sehingga dapat ditarik
kesimpulan sebagai makna leksikal dari istilah-istilah penyakit pancaindera
masyarakat Kabupaten Ponorogo. Untuk masyarakat Kabupaten Ponorogo
hendaknya mampu mempertahankan dan melestarikan penggunaan leksikon
penyakit pancaindera berbahasa Jawa
DIKSI DAN POLA KALIMAT ESTETIS PADA NOVEL ALUN SAMUDRA RASA KARYA ARDINI PANGASTUTI BN
Winarsih. 2024. Diksi dan Pola Kalimat Estetis pada Novel Alun Samudra Rasa Karya Ardini
Pangastuti Bn. Skripsi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Jawa, Fakultas Bahasa dan
Seni, UNNES. Pembimbing 1: Dr. Dhoni Zustiyantoro, S.Pd., M.Hum.
Kata kunci: stilistika, diksi, pola kalimat, estetis
Novel Alun Samudra Rasa merupakan novel bergaya realistis yang dikemas dengan bahasa
yang estetis. Novel ini menggunakan bahasa yang indah dan mudah dipahami karena sering
dipakai dalam percakapan sehari-hari. Bahasa dalam karya sastra turut memperhatikan sisi estetis
untuk memberikan bobot dan nilai karya yang lebih berkualitas. Diksi dan pola kalimat estetis
dalam novel ini digunakan pengarang untuk menciptakan kekhasan dalam karyanya. Kekhasan
tersebut ditemukan melalui teori stilistika Leech yang berusaha menghubungkan apresiasi estetis
dengan deskripsi linguistik.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan sumber data novel Alun Samudra
Rasa karya Ardini Pangastuti Bn dengan pendekatan kajian stilistika. Data dikumpulkan melalui
teknik heuristik untuk membaca teks sastra melalui pemahaman bahasa, kemudian bersamaan
dengan teknik hermeneutika untuk menemukan makna yang belum tampak dan
menerjemahkannya. Sementara itu terdapat teknik pustaka untuk mengkaji teori-teori yang
mendasari penelitian, teknik menyimak dengan cara membaca novel berulang-ulang untuk
memahaminya dengan seksama, dan mencatat data yang ditemukan. Kemudian, data dianalisis
dengan model mengalir yakni penyajian data, reduksi data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian berupa pemakaian diksi yang meliputi geguritan, purwakanthi, reduplikasi,
majas, pralambang, perumpamaan, pepatah, seselan -um-, seselan -in-, tembung camboran,
tembung entar, tembung saroja, dan kosakata bahasa lain serta pemakian pola kalimat estetis
seperti paralelisme, antitesis, klimaks, antiklimaks, pola inversi, frasa deskripstif, dan repetisi.
Diksi dan pola kalimat tersebut menimbulkan pesona estetis dengan menciptakan kekhasan bahasa
yang terbentuk pada kata-kata yang penuh dengan imajinasi, adanya penekanan makna, permainan
bunyi, kata yang luwes, pengulangan yang terus berulang, kata khas yang novelis, dan kata-kata
dalam percakapan sehari-hari yang akrab dengan masyarakat.
viii
Saran pada penelitian ini, perlu adanya ketelitian dalam penulisan karya sastra novel.
Aspek bahasa tulis pada novel menjadi hal yang paling penting karena berkaitan dengan makna
dan maksud dari penulis. Adanya kesalahan penulisan akan memberikan terjemahan yang berbeda
atau kekeliruan pemahaman. Oleh karena itu, perlu adanya pengecekan berulang dan ketelitian
dalam penyusunan novel untuk diterbitkan. Selain sudah diteliti pada aspek kebahasaannya,
selanjutnya novel ini diharapkan dapat diteliti pada aspek lainnya seperti simbol dan maknanya
dengan teori yang baru. Novel ini juga dapat dijadikan bahan ajar dengan mengambil bagian-
bagiannya yang sesuai dengan pembelajaran Bahasa Jawa di sekolah
IMPLEMENTASI POLA PENGASUHAN BERBASIS KARAKTER PADA TARUNA TARUNI DI POLITEKNIK TRANSPORTASI SUNGAI, DANAU DAN PENYEBERANGAN PALEMBANG TAHUN PELAJARAN 2023/2024
IMPLEMENTASI POLA PENGASUHAN BERBASIS KARAKTER PADA
TARUNA TARUNI DI POLITEKNIK TRANSPORTASI SUNGAI, DANAU
DAN PENYEBERANGAN PALEMBANG
Penelitian Implementasi Pola Pengasuhan Berbasis Karakter Pada Taruna
Taruni di Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan Palembang,
bertujuan untuk menjelaskan Implementasi Pola Pengasuhan Berbasis Karakter
Pada Taruna Taruni Di Politeknik Transportasi Sungai, Danau Dan
Penyeberangan Palembang. Politeknik Transportasi Palembang sebagai sampel
untuk mengidentifikasikan bagaimana Implementasi Pola Asuhan membentuk
karakter dapat mempengaruhi Hasil Belajar dan Bagaimana keefektifan dan
keamanan di Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan Penyeberangan
Palembang. Berdasarkan Kondisi Faktual Implementasi Pola Pengasuhan Berbasis
Karakter Pada Taruna Taruni di Politeknik Transportasi Sungai, Danau dan
Penyeberangan Palembang, dengan Karakter Lima Citra [1] Taqwa, [2] Tanggap,
[3] Tangguh, [4] Terampil, dan [5] Tanggung Jawab. Penelitian menurut jenis
data yaitu Deskriptif Kualitatif dengan respondennya adalah Direktur (Dr. Eko
Nugroho Widjatmoko, M.M., M. Mar.E). Kepala Pusat Pengembangan Karakter
Taruna, dan berbagai stakeholder lain termasuk Taruna dan Taruni. Instrumen
penelitian menggunakan wawancara (indepth interview) dan terstruktur, studi
pustaka, dokumentasi dan observasi. Hasil penelitian Implementasi Pola
Pengasuhan Taruna belum berlangsung Optimal. Sebab, hal yang fundamental
dalam pengasuhan seperti pengasuh masih berasal dari Instansi lain meskipun
banyak dari Taruna Senior atau Perwira yang membantu Pengasuhan, namun
mereka belum memenuhi Kualifikasi Pengasuh. Selanjutnya, bagaimana Hasil
Belajar atau kompetensi Taruna, terlihat berdasarkan analisis Struktural Equation
Modelling (SEM) dengan (3) Variable pendukungnya, yaitu: (1) Kinerja
Manajemen Pengelola, (2) Budaya Organisasi, dan (3) Implementasi Pola Asuh
Berbasis Karakter dapat mempengaruhi Hasil Belajar yang dasarkan pada Lima
Citra Manusia Perhubungan. Sementara Hasil Belajar yang mengacu pada 3 (tiga)
hal yaitu: (1) Kecakapan Akademik, (2) Kecakapan Personal, (3) Kecakapan
Sosial. Keefektifan dan Keamanan Pola Pengasuhan Berbasis Karakter dianalisis
berdasarkan tiga (3) aspek, yaitu Kecakapan Akademiknya yang dapat lihat dari
dua indikator dasar, yaitu (1) Motivasi Belajar dan hasil tes tertulis (2) Kecakapan
Personalnya, yang setidaknya dapat diukur berdasarkan empat indikator (3)
Kecakapan Sosial, yang dilihat dengan dua indikator dasar, yaitu kemampuan
menjadi Pemimpin dan kecakapan bekerja sama. Diharapkan pemanfaatan
Implementsi Pola Asuh yang Berbasis Karakter (Lima Citra Manusia
Perhubungan) ini dapat diterapkan, atau juga dapat digunakan pada semua tahapan
Pola Pengasuhan, mulai dari tahap orientasi hingga tahap pematangan, sehingga
penyelengaraannya lebih sistematis dan terstruktur yang berorientasi pada
outcome Taruna.
Kata Kunci: Implementasi, Pola Pengasuhan, Karakter (Lima Citra Manusia Perhubungan)
DUKUNGAN FATHERING DALAM PENYESUAIAN DIRI ANAK USIA DINI PADA KELUARGA POLIGAMI
Farah Maulida Haura. 2024.“ Dukungan Fathering dalam Penyesuaian Diri Anak Usia
Dini pada Keluarga Poligami”. Tesis. Program Studi Pendidikan Anak Usia
Dini. Pascasarjana. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Ali Formen,
S. Pd., M. Ed., Ph.D., Pembimbing II Dr. Ali Sunarso, M. Pd.
Kata Kunci: Penyesuaian diri, anak usia dini, Fathering, Poligami
Penelitian ini berupaya untuk mempelajari kemampuan penyesuaian diri anak
usia dini pada keluarga poligami. Kemampuan penyesuaian diri anak usia dini yang
dimaksud dalam penelitian ini secara spesifik ditinjau dari fathering (keterlibatan ayah
dalam pengasuhan) pada keluarga poligami. Keterlibatan ayah dalam pengasuhan
dapat memberikan dampak pada kehidupan anak, antara lain mempermudah dalam
pemantapan hubungan dengan orang lain, menyesuaikan perilaku, dan keberhasilan
dalam menjalin hubungan dengan lawan jenis, selain itu juga memberikan banyak
manfaat untuk perkembangan sosial, emosional dan kognitif
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan desain penelitian studi
kasus. Data dikumpulkan dari wawancara, dokumentasi dan observasi. Kriteria subjek
penelitian adalah seorang ayah dalam keluarga poligami yang memiliki anak usia dini
dari salah satu diantara beberapa istri dengan rumah terpisah dan dalam keadaan
ekonomi yang sepenuhnya bergantung pada suami (traditional earner). Teknik analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini adalah thematic analysis.
Hasil yang diperoleh dari dua subjek penelitian adalah Bapak T cenderung lebih
fleksibel dan terlibat dalam kehidupan sehari-hari anak-anaknya, sedangkan Bapak H
lebih memegang teguh prinsip-prinsip tradisional dan otoritatif dalam pengasuhan.
Pendekatan Bapak T tampaknya lebih mendukung perkembangan sosial dan emosional
anak-anaknya ditandai dengan interaksi anaknya dengan teman sebaya maupun orang
dewasa di sekitarnya, sementara pendekatan Bapak H bisa mengakibatkan keterbatasan
dalam hubungan emosional antara ayah dan anak dintandai dengan kurangnya waktu
bermain anak bersama ayahnya serta keterbatasan dalam memberikan pendidikan
formal
PERAN LEMBAGA PENJAMIN KREDIT DALAM PENYELESAIAN KLAIM KREDIT USAHA RAKYAT (KUR) PERSPEKTIF PERATURAN MENTERI KOORDINATOR BIDANG PEREKONOMIAN REPUBLIK INDONESIA ( PERMENKO ) NOMOR 1 TAHUN 2023 Studi pada PT. Asuransi Kredit Indonesia (ASKRINDO) Cabang Sukabumi
Aldehita Purnasanti Maulida. 2024. Peran Lembaga Penjamin Kredit Dalam
Penyelesaian Kredit Usaha Rakyat (Kur) Bermasalah Perspektif Permenko No.1
Tahun 2023 Studi Pada PT. Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) Cabang Sukabumi,
Pembimbing Prof. Dr. Dewi Sulistyaningsih SH MH, Irawaty, Ph.D.
Kata Kunci: Lembaga Penjamin Kredit, Kredit Usaha Rakyat, No.
ASKRINDO, Permenko No. 1 Tahun 2022, UMKM.
Studi ini secara umum bertujuan untuk menganalisis peran PT. ASKRINDO
Cabang Sukabumi dalam rangka penyelesaian klaim Kredit Usaha Rakyat (KUR)
berlandaskan pada Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
(Permenko) No. 1 Tahun 2023. Secara khusus penelitan ini mempunyai tujuan
Mendeskripsikan pelaksanaan Perjanjian Kredit Usaha Rakyat (KUR),
Mengidentifikasi penyelesaian kredit bermasalah dan wanprestasi yang dilakukan
oleh debitur dalam Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang diasuransikan pada PT.
Askrindo Cabang Sukabumi, Menganisis Peran PT. Askrindo Cabang Sukabumi
sebagai ystem penjamin dalam penyelesaian Kredit Usaha Rakyat (KUR)
berdasarkan Permenko No. 1 Tahun 2022 tentang Pedoman Pelaksanaan Kredit
Usaha Rakyat
Dalam konteks peningkatan kinerja ekonomi mikro, kecil, dan menengah
(UMKM), Kredit Usaha Rakyat (KUR) menjadi salah satu ystem ent penting
yang digunakan oleh pemerintah Indonesia untuk memfasilitasi akses pembiayaan.
Namun, terdapat tantangan ystem KUR mengalami kendala dalam penyelesaian
kredit yang bermasalah. Lembaga Penjamin Kredit, seperti PT. Asuransi Kredit
Indonesia (ASKRINDO), memegang peran vital dalam mengatasi masalah ini.
Melalui teori Perjanjian , Titik Temu Kontrak (The Nexus of Contract Theory)
dan Teori Peran (Role Theory) penelitian ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif
dengan jenis penelitian yuridis sosiologis. Data dikumpulkan melalui wawancara,
observasi, dan studi dokumentasi terkait operasional dan kebijakan penyelesaian
KUR bermasalah
Hasil Penelitian. Dari Studi mendalam diperoleh data bahwa Lembaga
penjamin kredit memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran program
KUR melalui penyediaan jaminan kredit, yang pada gilirannya meningkatkan akses
pembiayaan bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM). Di samping itu PT.
ASKRINDO memiliki strategi dan mekanisme yang efektif dalam menangani KUR
bermasalah. Lembaga ini berperan sebagai mediator antara pemberi kredit dan
penerima kredit, serta mengimplementasikan kebijakan penjaminan yang sesuai
dengan regulasi terbaru. ASKRINDO juga berkontribusi dalam mengurangi risiko
kredit dan mendukung UMKM untuk tetap beroperasi meskipun menghadapi
kesulitan keuangan.
Simpulan penelitian menunjukkan bahwa ASKRINDO memainkan peran
kunci dalam menurunkan risiko kredit dan mendukung kebijakan pemerintah dalam
pengembangan UMKM. Penelitian ini memberikan wawasan baru mengenai
implementasi kebijakan penjaminan kredit di Indonesia dan menyarankan beberapa
xi
rekomendasi untuk meningkatkan efektivitas penyelesaian ystem KUR berpotensi
terjadi masalah. Rekomendasi tersebut antara lain peningkatan koordinasi
antarlembaga terkait, pengembangan ystem informasi manajemen risiko yang
lebih baik, dan penyempurnaan regulasi penjaminan kredit untuk mendukung
keberlanjutan program KUR
ANALISIS HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DESAIN PERMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN PADA ELEMEN STATIKA BANGUNAN DENGAN MODEL PEMBELAJARAN TEAMS GAMES TOURNAMENT (TGT) SMK NEGERI 3 SEMARANG
Rahmawati, Annisa Noor, 2024. Analisis Hasil Belajar Siswa Kelas X Desain
Permodelan dan Informasi Bangunan pada Elemen Statika Bangunan dengan
Model Pembelajaran Teams Games Tournament (TGT) SMK Negeri 3 Semarang.
Pendidikan Teknik Bangunan, Jurusan Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Dosen
pembimbing Dr. Ir. Sucipto, M.T., IPM.
Kurikulum Merdeka memungkinkan sekolah merancang pembelajaran
sesuai kebutuhan siswa dan tuntutan kerja. SMK Negeri 3 Semarang sendiri fokus
pada keterampilan praktis dan kemitraan industri, mengajarkan desain dan statika
bangunan. Model Teams Games Tournament (TGT) diusulkan untuk mengatasi
kekurangan literasi, numerasi, dan berpikir kritis. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)
mengetahui apakah model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)
meningkatkan hasil belajar, (2) mengetahui efektivitas model pembelajaran Teams
Games Tournament (TGT), serta (3) kemampuan afektif siswa saat penerapan
model pembelajaran Teams Games Tournament (TGT)
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif eksperimen semu
(quasi experiment) dengan desain penelitian yang digunakan adalah untreated
control group design with pretest and posttest atau rancangan kelompok kontrol
yang tidak sama (non-equivalent control group design). Sampel penelitian ini
adalah kelas X DPIB 1 sebagai kelas eksperimen dan kelas X DPIB 2 sebagai kelas
kontrol yang masing-masing terdiri dari 36 siswa. Pengambilan sampel dalam
penelitian ini dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Teknik
pengumpulan data meliputi pretest, posttest, dan penilaian afektif siswa. Teknik
analisis data yang digunakan adalah uji validitas, uji normalitas, uji hipotesis, dan
uji homogenitas.
Hasil analisis menunjukkan bahwa model TGT secara signifikan
meningkatkan hasil belajar siswa, dengan nilai N-Gain sebesar 0.6512 yang
termasuk dalam kategori sedang, dan hasil uji Paired Sample T-Test yang
menunjukkan signifikansi sebesar 0.000. Peningkatan pemahaman siswa terlihat
jelas dari siklus 1 ke siklus 2, di mana persentase siswa yang mencapai nilai lebih
dari atau sama dengan 75 meningkat dari 19% menjadi 56%. Sebagai perbandingan,
di kelas kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional, hanya
33% siswa yang mencapai nilai tersebut.
Kata Kunci : Pembelanjaran, Teams Games Tournament (TGT), Statika Bangunan
PRARANCANGAN KOLOM DISTILASI PABRIK TRIBUTIL SITRAT DARI ASAM SITRAT DAN N-BUTANOL DENGAN PROSES ESTERIFIKASI MENGGUNAKAN KATALIS HOMOGEN KAPASITAS 14.000 TON/TAHUN
Indriasari, Heni. 2024. Prarancangan Kolom Distilasi Pabrik Tributil Sitrat dari Asam
Sitrat dan N-butanol dengan Proses Esterifikasi Menggunakan Katalis Homogen
Kapasitas 14.000 Ton/Tahun, Skripsi. Program Studi S1, Program Studi Teknik Kimia,
Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang.
Tributil sitrat, sebagai plasticizer ramah lingkungan, memiliki potensi pasar yang besar
di Indonesia. Ketergantungan pada impor mendorong kebutuhan akan produksi dalam
negeri. Penelitian ini bertujuan merancang kolom distilasi optimal untuk memproduksi
tributil sitrat dengan kapasitas 14.000 ton per tahun. Penelitian ini berfokus pada proses
esterifikasi asam sitrat dengan n-butanol menggunakan katalis asam methanesulfonat.
Perancangan kolom distilasi meliputi pemilihan jenis tray, penentuan jumlah tahap
kesetimbangan, dan optimasi kondisi operasi seperti suhu dan tekanan. Tujuan utama
adalah mencapai kemurnian produk yang tinggi serta efisiensi proses yang maksimal.
Melalui perancangan yang cermat, diharapkan dapat diperoleh desain kolom distilasi
yang optimal untuk produksi tributil sitrat di Indonesia. Hasil penelitian ini diharapkan
dapat berkontribusi pada pengembangan industri kimia nasional, mengurangi
ketergantungan pada impor, serta membuka peluang pasar yang lebih luas bagi produk
dalam negeri.
Kata kunci : Kolom distilasi, Tributil sitrat, Esterifikasi