Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN GIZI KURANG PADA BALITA DI KELURAHAN KALIREJO KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG
Berdasarkan hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) tahun 2022, jumlah
balita dengan gizi kurang sebanyak 7,7% dimana angka tersebut mengalami
peningkatan sebanyak 0,6% dari tahun sebelumnya. Kabupaten Semarang
merupakan salah satu kabupaten dengan prevalensi gizi kurang yang cukup tinggi.
Wilayah puskesmas dengan prevalensi gizi kurang terbanyak di Kabupaten
Semarang yaitu Puskesmas Leyangan sebesar 8,8% dengan jumlah kasus terbanyak
di Kelurahan Kalirejo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor-faktor yang
berhubungan dengan kejadian gizi kurang pada balita di Kelurahan Kalirejo,
Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang.
Jenis penelitian ini yaitu observasional analitik dengan pendekatan cross
sectional. Perhitungan sampel menggunakan teknik purposive sampling dan
menggunakan rumus Lemeshow (1990) didapatkan hasil sebanyak 63 sampel.
Instrument penelitian yang digunakan yaitu timbangan, mikrotoise, formulir Recall
24 jam, status pekerjaan ibu, kuesioner pengetahuan ibu, kuesioner pola asuh ibu,
dan kuesioner ketahanan pangan rumah tangga (USDA). Teknik analisis data
meliputi analisis univariat dan analisis bivariat menggunakan analisis Chi-square
dengan batas kemaknaan 0,05.
Hasil penelitian yaitu yang didapatkan yaitu asupan energi (p=0,00), protein
(p=0,00), pengetahuan ibu (p=0,01), pola asuh ibu (p=0,03), dan ketahanan pangan
keluarga (0,01) sedangkan pada variabel pekerjaan ibu didapatkan hasil (p=0,9).
Kesimpulan penelitian ini adalah ada hubungan antara asupan energi, protein,
pengetahuan ibu, pola asuh ibu, dan ketahanan pangan keluarga dengan gizi kurang
pada balita, sedangkan pekerjaan ibu tidak berhubungan dengan gizi kurang pada
balita
FORMULASI SEDIAAN KRIM TABIR SURYA EKSTRAK KULIT DURIAN (Durio zibethinus Murr.) DAN ANALISIS PENENTUAN NILAI SUN PROTECTION FACTOR SECARA IN VITRO
Paparan sinar ultraviolet dengan intensitas tinggi dan dalam jangka waktu yang
lama pada kulit manusia dapat menyebabkan berbagai dampak negatif yang
membahayakan kulit seperti eritema hingga dapat menyebabkan kanker kulit. Oleh
karena itu untuk menangkal dampak negatif dari paparan sinar ultraviolet pada kulit
manusia dibutuhkan tabir surya dengan bahan alami yang aman dari efek samping
seperti ekstrak kulit durian (Durio zibethinus Murr.). Kandungan senyawa aktif
flavonoid dalam ekstrak kulit durian mampu menyerap sinar ultraviolet sebab
flavonoid memiliki gugus kromofor yang merupakan suatu sistem aromatik
terkonjugasi sehingga efektif digunakan sebagai bahan aktif tabir surya.
Tujuan penelitian ini adalah mengembangkan sediaan tabir surya berupa krim
tipe oil in water yang ditambahkan dengan ekstrak kulit durian untuk menghasilkan
sediaan krim tabir surya. Limbah kulit durian diekstraksi dengan menggunakan
metode refluks dengan pelarut etanol 96% yang kemudian dilakukan skrining
fitokimia menggunakan metode tabung dan didapatkan hasil berupa flavonoid dan
fenolik. Ekstrak kulit durian di formulasi menjadi krim tabir surya yang kemudian
dilakukan evaluasi fisik yang meliputi uji organoleptik, uji homogenitas, uji daya
sebar, uji daya lekat, uji tipe krim, uji stabilitas dan uji pH. Setelah evaluasi fisik,
krim dilakukan uji secara in vitro dengan menggunakan Spektrofotometri UV-Vis
untuk menentukan nilai SPF.
Hasil penelitian ini menunjukkan krim dengan variasi asam stearat sebesar 2,5%
telah memenuhi standar evaluasi sediaan. Pada uji in vitro menunjukan adanya
potensi sebagai tabir surya dengan nilai SPF sebesar 52,76 pada F3 dengan kategori
perlindungan ultra terhadap paparan sinar ultraviolet
PENERAPAN PEMBELAJARAN KOOPERATIF TGT BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI MENERAPKAN PROSEDUR PENGOPERASIAN MESIN UMUM
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kelayakan, pengaruh dan peningkatan
hasil belajar pada pembelajaran dengan model kooperatif TGT berbantuan media
audio visual kompetensi menerapkan prosedur pengoperasian mesin umum.
Metode penelitian yang digunakan yaitu dengan metode eksperimen dengan
desain penelitian Pretest-Posttest Control Grup Design. Populasi dalam penelitian
ini adalah siswa kelas XI Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan SMK Negeri 5
Semarang tahun ajaran 2023/2024 dengan sampel yang terdiri dari 35 siswa kelas
XI TM 1 (kelas kontrol) dan 35 siswa kelas XI TM 2 (kelas eksperimen). Hasil
analisis media pembelajaran media audio visual pada penelitian ini menggunakan
uji validitas isi yang dinilai oleh delapan ahli menunjukan bahwa 10 aspek
penilaian media dinyatakan valid karena semua nilai CVR diperoleh rata-rata
sebesar 0,90 ≥ 0,75 dan nilai CVI sebesar 0,90 ≥ 0,78, serta multimedia interaktif
dinyatakan reliabel setelah hasil perhitungan menggunakan rumus percent
agreement mendapat penilaian sebesar 90%. Penerapan pembelajaran dengan
media audio visual dapat meningkatkan hasil belajar siswa, setelah hasil uji
Independent Sample T-Test pihak kanan menunjukkan terdapat peningkatan nilai
rata-rata hasil belajar siswa secara signifikan karena t-hitung > t-tabel yaitu 5.094
> 1.667, dan besarnya peningkatan hasil belajar siswa setelah menggunakan
pembelajaran model kooperatif TGT berbantuan media audio visual tergolong
dalam kriteria cukup yaitu sebesar 34,7% sedangkan untuk pembelajaran yang
tidak diberikan perlakuan sebesar 24,4% yang tergolong dalam kriteria rendah.
Jadi dapat disimpulkan bahwa, penerapan pembelajaran TGT berbantuan media
audio visual mampu meningkatkan hasil belajar siswa pada kompetensi
menerapkan prosedur pengoperasian mesin umum
PROSES PENCIPTAAN KOREOGRAFI TARI LANGEN THENGUL SANGGAR ANGLING DHARMA DI KABUPATEN BOJONEGORO
Kesenian adalah pilar keberagaman budaya manusia yang mencakup seni
pertunjukan, rupa, dan sastra, masing-masing mengandung nilai estetis dan fungsi
sosial. Seni tari, sebagai medium ekspresi non-verbal, memadukan gerak, musik,
dan ritme untuk menyampaikan emosi dan cerita, seperti dalam Tari Thengul khas
Bojonegoro. Diciptakan Joko Santoso pada 1992, tarian ini terinspirasi dari Wayang
Thengul, simbol budaya lokal. Adaptasinya, Tari Langen Thengul, menjadi tari
penyambutan khas dengan gerakan lebih ringkas. Pelestarian tari ini penting untuk
menjaga identitas budaya, seperti terlihat dalam peranannya pada acara nasional
dan program pemberdayaan masyarakat, merefleksikan kekayaan seni tradisional
Bojonegoro. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui ide gagasan penciptaan
dan bentuk koregrafi Tari Langen Thengul sanggar Angling Dharma dalam acara
penyambutan Tim Pengawasan dan Evaluasi (Wasev) desa Tambakrejo tahun 2024.
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan
etnokoreologi. Data dikumpulkan melalui teknik observasi, wawancara, dan
dokumentasi. Wawancara dilakukan dengan koreografer, pengrawit, penari, serta
pihak terkait acara Wasev. Analisis data dilakukan secara sistematis melalui
tahapan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Untuk memastikan keabsahan data, penelitian ini menerapkan teknik triangulasi
metode dan triangulasi sumber.
Berdasarkan hasil penelitian, koreografi Tari Langen Thengul di Sanggar
Angling Dharma Kabupaten Bojonegoro melalui tahapan penemuan ide, eksplorasi,
improvisasi, komposisi, dan evaluasi. Gerakan utama meliputi trisik, sesembahan,
kembangan, joget, dan penutup. Koreografi ini terdiri atas tiga elemen: gerak,
iringan, dan penataan. Gerak mencakup gerakan pambuka hingga panutup, dengan
iringan musik laras slendro (pathet manyura dan sanga) yang didominasi gending
srepegan. Penataan meliputi tata rias, busana, dan pentas sesuai kebutuhan, seperti
acara WASEV Desa Tambakrejo 2024. Faktor pendukung berasal dari kebutuhan
identitas budaya lokal dan dukungan eksternal masyarakat serta pemerintah.
Tantangan berupa minimnya referensi gerakan dan iringan diatasi melalui
kolaborasi dengan dalang Wayang Thengul dan seniman lokal, sambil
mengadaptasi tari untuk menarik generasi muda.
Sanggar disarankan untuk mendokumentasikan setiap tahapan proses
penciptaan koreografi Tari Langen Thengul secara sistematis, meliputi eksplorasi
gerakan, pemilihan iringan musik, penentuan tata rias, dan desain busana.
Pendokumentasian ini penting sebagai panduan teknis yang dapat mempermudah
proses koreografi di masa mendatang serta mendukung regenerasi koreografer di
sanggar tersebut
THE EFFECTIVENESS OF TIKTOK VIDEO IN ENHANCING STUDENTS’ MOTIVATION AND SPEAKING SKILLS AT SMPN 1 CEPU
Speaking skills is one of the most important skills in learning English.
Most students at SMPN 1 Cepu lack self-confidence, have limited vocabulary, are
passive in learning, and need to be more active in using English in daily
conversations. This is possible because students need more motivation to learn
English. Alternative technology-based learning is needed to foster students'
motivation to speak English. TikTok is a social media application that can be
accessed using a cellphone to share videos (audio-visual) in an interesting and
easy-to-operate manner. This research implements project-based learning assisted
by TikTok videos. This research includes a mixed-method type, quasi-experiment
research design (quantitative research – t-test) and (qualitative research –
interview and questionnaire). The experimental group presented projects that were
video recorded and uploaded on TikTok videos, while the control group presented
projects live in class. Statistical test to determine whether there is an influence of
using TikTok videos on speaking skills and motivation through an independent
sample t-test using SPSS 24. The results of the first research question show that
TikTok videos are effective in enhancing students' speaking skills with a mean of
80.31. It means that the experimental class students' scores in speaking skills are
in the Good category. The score in this study was 0.012, which is less than 0.05
indicating that students effectively use TikTok videos to improve students'
speaking skills in the Good category. TikTok Videos are effective in enhancing
students’ speaking skills. There are differences between the experimental class
and the control class after being given action in the experimental class. The results
of the TikTok Video questionnaire in increasing the motivation of control class
students were 3.64 with a moderate degree level. Meanwhile, the results of the
TikTok Video questionnaire in increasing the motivation of experimental class
students were 4.11 with a high degree level
KUALITAS INDERAWI, KESUKAAN DAN KANDUNGAN PROTEIN PADA WAFFLE DENGAN SUBSTITUSI TEPUNG KACANG MERAH YANG BERBEDA
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kualitas inderawi, kesukaan
masyarakatt dan kandungan protein pada waffle dengan subtitusi tepung kacang
merah yang berbeda yaitu 10%, 20%, 30% dilihat dari aspek warna, rasa, aroma
dan tekstur.
Jenis penelitian ini adalah penelitian eksperimen dengan metode yang
digunakan adalah Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan memberikan 4
perlakuan berbeda pada kue waffle yakni penggunaan subtitusi tepung kacang
merah sebesar 0%, 10%, 20%, 30%. Variabel penelitian yang diteliti terdiri dari 1)
variabel bebas pada penelitian ini adalah penggunaan subtitusi tepung kacang
merah dengan tepung terigu pada sampel K 100%: 0%, A 10% : 90%, B 20% : 80%,
C 30% : 70%. 2) Variabel terikat pada penelitian ini adalah kualitas inderawi
dengan Panelis agak terlatih Semua perlakuan akan diamati mengenai sifat
sensorisnya ditinjau dari aspek warna, rasa, aroma dan tekstur yang dianalisis
mengunakan uji ANAVA, kesukaan masyarakat dengan panelis tidak terlatih
menggunakan analisis deskriptif persentase, dan kandungan protein pada waffle
subtitusi tepung kacang merah diujikan dengan uji laboratorium dianalisis
menggunakan metode kjeldahl. 3) Varibel kontrol pada penelitian ini adalah
pemilihan bahan, alat yang digunakan dan proses pembuatan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa 1) waffle subtitusi tepung kacang merah
memiliki perbedaan yang nyata terhadap aspek warna dan rasa sedangkan pada
aspek aroma dan tekstur tidak menunjukkan perbedaan yang nyata. Pada uji
inderawi sampel 10% memiliki nilai rerata 6,24 dengan kriteria sangat suka pada
aspek warna, rasa, tekstur dan aroma. 2) Kue waffle subtitusi tepung kacang merah
Pada uji kesukaan sampel 10% paling disukai oleh masyarakat dengan hasil tingkat
kesukaan secara keseluruhan menunjukkan persentase 87% dengan kriteria sangat
suka pada aspek warna, rasa, aroma dan tesktur. 3) Uji laboratorium menunjukkan
kadar protein pada sampel 0% sebesar 11,2%, sampel 10% sebesar 23,5%,sampel
20% sebesar 25,6% dan sampel 30% sebesar 28,8%.
Saran pada penelitian ini adalah perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk
memperbaiki sifat fisik pada waffle subtitusi tepung kacang merah dengan
menambahakan bahan tambahan untuk menjadikan waffle lebih menarik pada aspek
warna dan tesktur yang lebih lembut yang masih kurang pada penelitian ini
OPTIMASI PERFORMA SISTEM KENDALI LAMPU LALULINTAS MENGGUNAKAN DQN DAN DDQN UNTUK MENGURANGI WAKTU TUNGGU KENDARAAN
Salah satu dampak kemacetan adalah peningkatan waktu tunggu
kendaraan, terutama di persimpangan jalan yang memiliki kepadatan kendaraan
tertinggi. Oleh karena itu, pengendalian lampu lalulintas yang baik pada
persimpangan dapat memberikan dampak besar dalam mengurangi kepadatan
lalulintas dan meminimalisir waktu tunggu kendaraan. Penelitian ini bertujuan
untuk meningkatkan performa sistem kendali lampu lalulintas dengan
menggunakan algoritma Deep Q-Network (DQN) dan Double Deep Q-Network
(DDQN). Kedua algoritma tersebut diterapkan pada sistem kendali lampu
lalulintas yang disimulasikan melalui software Simulation of Urban Mobility
(SUMO) dengan dua buah environment yang berbeda. Masing-masing algoritma
dilakukan training sebanyak 10 kali pada environment ke-1 dan model yang
dihasilkan diuji pada kedua environment. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
pada tahap training, kedua algoritma tidak memiliki perbedaan performa yang
signifikan dengan hasil T-test pada rata-rata reward sebesa
PENGEMBANGAN MODUL PEMBELAJARAN BENCANA BANJIR LIMPASAN BERBASIS SATUAN PENDIDIKAN AMAN BENCANA (SPAB) DAN LINGKUNGAN PADA SISWA SMP DI KOTA SEMARANG
Kesadaran bencana merujuk pada pengetahuan, sikap, dan perilaku individu atau
kelompok dalam menghadapi risiko bencana yang mungkin terjadi di lingkungan
sekitarnya. Pada konteks ini, kesadaran bencana mengacu pada pemahaman dan
kesiapsiagaan terhadap bencana, baik itu dari segi pemahaman tentang potensi bencana
yang ada maupun kemampuan untuk menghadapi dampaknya. Hal ini sangat penting,
terutama bagi pelajar sebagai generasi muda yang perlu memiliki kesiapan untuk
menanggulangi dan menghadapi risiko bencana. Pendidikan kebencanaan berbasis Satuan
Pendidikan Aman Bencana (SPAB) menjadi sangat penting untuk membangun kesadaran
dan kesiapsiagaan siswa sejak dini. Integrasi aspek lingkungan dalam pembelajaran
bencana juga diperlukan agar siswa memahami keterkaitan antara perilaku manusia
terhadap lingkungan dengan risiko bencana.
Berdasarkan latar belakang masalah, identifikasi masalah, cakupan masalah, dan
rumusan masalah yang telah dijelaskan di atas, maka tujuan yang ingin dicapai melalui
penelitian ini adalah (1) Melakukan analisis kesadaran siswa kelas 7 akan potensi bencana
di SMP Kota Semarang dan analisis kebutuhan tentang modul pembelajaran bencana banjir
limpasan berbasis SPAB dan lingkungan pada siswa SMP di Kota Semarang; (2) Menyusun
desain modul pembelajaran bencana banjir limpasan berbasis SPAB dan lingkungan pada
siswa SMP di Kota Semarang; (3) Menganalisis keefektifan modul pembelajaran bencana
banjir limpasan berbasis SPAB dan lingkungan pada siswa SMP di Kota Semarang.
Penelitian ini menggunakan kerangka kerja penelitian pengembangan dari Borg dan
Gall yakni research and development. Penelitian ini dilaksanakan dengan menggunakan
pendekatan penelitian campuran.Analisis data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu
menggunakan analisis kualitatif dan analisis kuantitatif. Mengacu pada kerangka kerja data
fenomenologi Creswell, peneliti melakukan telaah analisis kebutuhan tentang modul
pembelajaran bencana banjir limpasan berbasis SPAB dan lingkungan pada siswa SMP di
Kota Semarang. Analisis data kuantitatif dalam penelitian ini digunakan untuk
menganalisis data berupa analisis kebutuhan dari responden tentang modul pembelajaran
mitigasi bencana, dan digunakan untuk menganalisis efektivitas modul pembelajaran
bencana banjir limpasan berbasis SPAB dan lingkungan pada siswa SMP di Kota
Semarang.
Modul yang dikembangkan dirancang agar lebih menarik dan mudah dipahami oleh
siswa, dengan melibatkan siswa dalam proses pengembangan untuk memastikan
kesesuaian materi dengan kebutuhan mereka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa modul
yang dihasilkan berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang mitigasi bencana banjir.
Simpulan dari penelitian ini yaitu diembangkannya modul pembelajaran yang interaktif
dan relevan dengan konteks lokal siswa. Modul ini harus mencakup elemen-elemen yang
memungkinkan siswa untuk terlibat langsung dalam simulasi bencana, seperti latihan
evakuasi dan penanganan banjir. Hal ini sejalan dengan teori pembelajaran sosial Bandura
yang menekankan pentingnya observasi dan imitasi dalam proses belajar
ANALISIS ANTROPOMETRI PADA PEMAIN SEPAKBOLA TERHADAP TINGGI LOMPATAN DI PPLOP JAWA TENGAH
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh hasil dari lompatan
sundulan dengan konsep latihan Jump Box untuk meningkatkan power tungkai
pada permainan sepakbola di PPLOP Jawa Tengah.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah pra- eksperimen,
penelitian ini masuk dalam bentuk one group pretest-posttest design. Populasi
dalam penelitian ini adalah atlet sepakbola dari PPLOP Jawa tengah dengan
kelompok umur U-19. Sampling menggunakan Purposive Sampling, dengan
kriteria : (1) Atlet Sepakbola PPLOP Jawa Tengah. (2) Berjenis kelamin laki – laki.
Instrumen penelitian adalah Jump Box, Instrumen test Vertical Jump, analisis data
yang digunakan adlah uji-t.
Hasil analisis menunjukan bahwa komponen kondisi atlet sepakbola
PPLOP berada di kategori cukup dari tabel hasil perhitungan data ,< 0,01 < 0,05.
Hasil tersebut didapat hasil pengujian dan pengaruh setelah diberikan program
latihan.
Simpulan dari hasil penelitian menunjukan bahwa metode Jump Box
mempunyai pengaruh terhadap peningkatan daya ledak otot tungkai atlet
sepakbola PPLOP Jawa Tengah. Disarankan agar latihan plyometric jump box
dapat digunakan untuk melatih kekuatan otot tungkai, maka dari itu pelatih dapat
menggunkan metode latihan jump box untuk meningkatkan daya ledak pada atlet
secara berkala
ANALISIS KETERAMPILANDANKORELASIANTAR KOMPONEN4CPADAPEMBELAJARANSISTEM MOBILITASDENGANMODELPEMBELAJARANGGE JAS
Kurang optimalnya keterampilan 4C siswa menyebabkan prestasi siswa belum
mencapai target. Hal ini terjadi pada pembelajaran IPA khususnya biologi pada
materi sistem mobilitas, sehingga diperlukan terobosan untuk mengatasinya. Model
GGE-JAS diduga dapat mengatasi kondisi ini. Tujuan penelitian ini ialah
menganalisis korelasi aspek keterampilan 4C berdasarkan ketercapaian indikator pada
tiap aspek. Penelitian ini dilakukan di SMA N 1 Tengaran, Kabupaten Semarang
dengan model quasi experiment dan desain penelitian non-equivalent group design.
Kelas yang digunakan ialah kelas XI MIPA 6 sebagai kelas kontrol dan XI MIPA 1
dan XI MIPA 7 SMA N 1 Tengaran, Kabupaten Semarang sebagai kelas perlakuan.
Metode pengumpulan data menggunakan instrumen tes dan non-tes. Hasil penelitian
hasil belajar pada kelas eksperimen memiliki hasil N-gain sebesar 0,53 berkategori
sedang, dan kelas kontrol sebesar 0,36 berkategori rendah. Hal tersebut menunjukkan
adanya perbedaan menonjol pada tiap kelas. Siswa tuntas KKM pada kelas
eksperimen ialah 71% sehingga model GGE-JAS efektif. Setelah penerapan model
GGE-JAS, ketercapaian indikator berpikir kritis, kolaborasi, komunikasi dan berpikir
kreatif pada kelas eksperimen berturut-turut ialah 73% (baik), 83% (sangat baik),
74,8% (baik) dan 71,32% (baik). Hasil analisis korelasi didapatkan bahwa
keterampilan kolaborasi memiliki hubungan signifikan dengan keterampilan
komunikasi dengan t-value 3,22, sedangkan keterampilan berpikir kreatif memiliki
hubungan signifikan dengan keterampilan berpikir kritis dengan t-value 2,04.
Kesimpulan penelitian ini ialah, keterampilan kolaborasi siswa berkorelasi secara
signfiikan dengan keterampilan komunikasi, sedangkan keterampilan berpikir kreatif
siswa memiliki hubungan positif signifikan dengan keterampilan berpikir kritis siswa