Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL BERBASIS CYBERBULLYING
Tindak pidana kekerasan seksual berbasis cyberbullying marak terjadi di media
sosial dan menjadi perhatian khusus bagi korban kekerasan seksual. Regulasi yang
ada saat ini masih memiliki masalah karena kurangnya peraturan teknis atau
peraturan pelaksana yang mengikat mengenai kekerasan seksual berbasis
cyberbullying sehingga menyebabkan tidak selarasnya implementasi undang
undang tersebut, dan menimbulkan hambatan dalam terciptanya akses keadilan bagi
korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap
korban kekerasan seksual berbasis cyberbullying dan faktor penghambat korban
kekerasan sesksual berbasis cyberbullying mendapatkan perlindungan hukum.
Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan
penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan
melakukan penelitian secara langsung melalui wawancara terhadap perwakilan
yang ditunjuk LBH Andil Gerakan Keadilan (ANGGREK), UPTD PPA Kota
Semarang, dan LRC KJHAM untuk mendaptakan informasi mengenai masalah
yang diangkat oleh penulis.
Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum terhadap korban
kekerasan seksual berbasis cyberbullying masih perlu diupayakan, hal ini terlihat
dari minimnya pelaporan yang ada sebanyak 13 pelapor di LBH ANGGREK dan
pada dua lembaga yaitu UPTD PPA Kota Semarang dan LRC KJHAM pelaporan
korban terbatas pada perempuan, masih sedikitnya pelaporan menunjukkan tujuan
hukum yang memberikan manfaat bagi masyarakat belum tercapai. Faktor yang
bisa memberikan perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual berbasis
cyberbullying yaitu faktor hukumnya yaitu undang-undang, faktor penegak hukum,
faktor sarana, faktor masyarakat, dan faktor kebudayaan masih belum bisa
mengurangi hambatan dalam perlindungan hukum terhadap korban kekerasan
seksual berbasis cyberbullying.
Simpulan dari penelitian ini adalah perlindungan hukum terhadap korban
kekerasan seksual berbasis cyberbullying masih belum maksimal dan menjamin
perlindungan hak-hak korban. Solusi sangat diperlukan untuk mengurangi
hambatan dalam perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual berbasis
cyberbullying, sehingga diperlukan kerja sama antara pemerintah, aparat penegak
hukum dan masyarakat demi terwujudnya nilai-nilai keadilan dan perlindungan
hukum korban kekerasan seksual berbasis cyberbullying
PENGARUH TAX MINIMIZATION, TUNNELING INCENTIVE, DAN EXCHANGE RATE TERHADAP TRANSFER PRICING DENGAN LEVERAGE SEBAGAI VARIABEL MODERATING
Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap PPh badan menyebabkan
upaya untuk meningkatkan tax ratio semakin sulit. Kondisi tersebut disebabkan
karena perusahaan cenderung menganggap pajak sebagai beban yang mengurangi
laba mereka, sehingga perusahaan akan melakukan segala cara untuk menghindari
pajaknya. Salah satu cara yang sedang marak digunakan oleh beberapa perusahaan
untuk menghindari pajaknya adalah transfer pricing. Penelitian ini bertujuan
untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh tax minimization,
tunneling incentive, dan exchange rate terhadap keputusan perusahaan melakukan
transfer pricing pada perusahaan multinasional dengan leverage sebagai variabel
moderating.
Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan multinasional yang
terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2019-2022 kecuali
perusahaan keuangan, konstruksi, pelayaran, dan penerbangan. Pengambilan
sampel menggunakan metode purposive sampling dengan data unbalanced panel
dan menghasilkan sampel akhir berjumlah 88 perusahaan atau 222 unit analisis
sebagai objek observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik
dokumentasi dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan.
Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif yang
terdiri dari analisis deskriptif dan analisis inferensial. Penelitian ini menggunakan
alat uji berupa analisis regresi data panel dan analisis regresi moderasi (moderated
regression analysis) dengan bantuan software Eviews 12.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tax minimization berpengaruh negatif
dan signifikan terhadap transfer pricing. Tunneling incentive tidak berpengaruh
terhadap transfer pricing. Exchange rate berpengaruh positif dan signifikan
terhadap transfer pricing. Leverage memperkuat pengaruh tax minimization dan
tunneling incentive terhadap transfer pricing, serta leverage memperlemah
pengaruh exchange rate terhadap transfer pricing.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah tax minimization berpengaruh negatif
dan signifikan terhadap transfer pricing, tunneling incentive tidak berpengaruh
terhadap transfer pricing sedangkan exchange rate berpengaruh positif dan
signifikan terhadap transfer pricing. Leverage memperkuat pengaruh tax
minimization dan tunneling incentive terhadap transfer pricing, sedangkan
leverage memperlemah pengaruh exchange rate terhadap transfer pricing.
Penelitian ini menyarankan untuk menggunakan sektor perusahaan selain
perusahaan multinasional, memperpanjang periode penelitian dengan rentang
waktu yang lebih relevan di masa depan, menggunakan proksi lain dalam
mengukur variabel transfer pricing seperti RPTSE, menggunakan proks
PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, BUDAYA ORGANISASI, DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA PENGURUS ORGANISASI MELALUI KOMUNIKASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DALAM LEMBAGA KEMAHASISWAAN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG PERIODE 2022
Organisasi mahasiswa menjadi salah satu aspek penting di perguruan tinggi
untuk meningkatkan hard skill dan soft skill mahasiswa. Keberhasilan dalam suatu
organisasi dipengaruhi oleh kinerja pengurus. Kinerja pengurus sangat diperlukan
organisasi untuk dapat mencapai keberhasilan tujuan program dan agenda kerja.
Namun, berdasarkan angket awal didapatkan bahwa 42% kinerja pengurus
organisasi masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis
pengaruh komitmen organisasi, budaya organisasi, dan kecerdasan emosional
terhadap kinerja pengurus organisasi melalui komunikasi sebagai variabel mediasi.
Pendekatan penelitian yang digunakan penelitian ini adalah penelitian
kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner (angket) dan
dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan bantuan software Smart PLS 4.0.9.6.
Populasi dalam penelitian ini adalah pengurus organisasi LK FEB UNNES periode
kabinet aktif 2022 dengan total sebesar 414 pengurus. Teknik pengambilan sampel
dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Purposive sampling adalah
teknik penentuan sample berdasarkan pertimbangan tertentu atau tujuan. Dalam
penentuan pengambilan sampel penelitian ini menggunakan rumus Slovin,
sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 203.
Berdasarkan sepuluh hipotesis yang diajukan penelitian ini, menunjukkan
tujuh hipotesis yang diterima dan tiga ditolak. Komitmen organisasi berpengaruh
positif dan tidak signifikan terhadap kinerja pengurus sebesar 11,6%, budaya
organisasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja pengurus
sebesar -5,4%, dan kecerdasan emosional berpengaruh negatif dan tidak signifikan
terhadap kinerja pengurus sebesar -3,6%. Komunikasi berpengaruh positif dan
signifikan sebesar 60,6% terhadap kinerja pengurus organisasi. Komitmen
organisasi berpengaruh positif dan signifikan sebesar 19,4% terhadap komunikasi.
Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan sebesar 22,9% terhadap
komunikasi. Kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap
komunikasi sebesar 30,6%. Komitmen organisasi yang dimediasi oleh komunikasi
berpengaruh positif dan signifikan sebesar 11,8% terhadap kinerja pengurus.
Budaya organisasi yang dimediasi oleh komunikasi berpengaruh positif dan
signifikan sebesar 13,9% terhadap kinerja pengurus. Kecerdasan emosional yang
dimediasi oleh komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja
pengurus organisasi sebesar 18,6%.
Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat tujuh hipotesis diterima dan tiga
hipotesis ditolak. Saran untuk peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menganalisis
dan mengkaji varibael lain yang dapat mempengaruhi kinerja pengurus organisasi
seperti time mangement, gaya kepemimpinan, struktur organisasi, dan variabel lain
yang dapat mendukung penelitian dalam mengukur kinerja pengurus organisasi
ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND STUDENT ACTIVE DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACING AND LEARNING PADA PEMBELAJARAN SEJARAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HISTORICAL THINKING PESERTA DIDIK KELAS X SMK N 1 CEPU TAHUN AJARAN 2023/2024
Historical Thinking merupakan aspek dasar yang perlu dikuasai peserta
didik dalam belajar sejarah yaitu berupa proses berpikir kronologis, kausalitas,
pemahaman tiga dimensi waktu, hingga proses intepretasi juga pemaknaan
terhadap peristiwa sejarah yang akan mendorong pada pengalaman sekaligus
perkembangan sudut pandang peserta didik dalam menghadapi suatu
permasalahan serta konflik yang ada. Kemudian sebagai upaya untuk
meningkatkan Historical Thinking peserta didik, diterapkan model pembelajaran
Picture and Student Active dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning
sebagai desain pembelajaran inovatif dan interaktif dengan menggunakan gambar
sebagai media ajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan
seberapa besar peningkatan Historical Thinking peserta didik melalui penerapan
model pembelajaran Picture and Student Active dengan Pendekatan Contextual
Teaching and Learning.
Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan objek penelitian
peserta didik kelas X SMKN 1 Cepu. Pemilihan sampel diambil berdasarkan
teknik sampling acak berstrata sehingga diperoleh kelas dengan hasil belajar
tinggi (X AKL 2), sedang (PM 1), rendah (DKV 2). Perolehan data selanjutnya
diberlakukan uji persyaratan sehingga mendapatkan kelas sampel AKL 2 dan
DKV 2 untuk dikenai analisis pada uji persamaan regresi yang memuat uji t
(parsial), uji F (dua prediktor dan simultan) serta R2 (Adjust R-Square).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan model pembelajaran
Picture and Student Active dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning
secara parsial tidak menjamin peningkatan Historical Thinking peserta didik kelas
X SMKN 1 Cepu. 2) Pengaruh tidak langsung pendekatan Contextual Teaching
and Learning terhadap model Picture and Student Active yang semakin konsisten,
akan memberikan peningkatan terhadap Historical Thinking peserta didik kelas X
SMKN 1 Cepu. 3) Penerapan model pembelajaran Picture and Student Active
dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning secara simultan
memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan Historical Thinking
peserta didik dengan nilai R2 berada dalam skala 52%-64%, yaitu peningkatan
Historical Thinking peserta didik kelas X SMKN 1 Cepu sebanyak 52%-64%
diperoleh dari penerapan model pembelajaran Picture and Student Active dengan
pendekatan Contextual Teaching and Learning.
Berdasarkan hasil temuan, disarankan untuk dapat dilakukan kajian dan
penelitian yang lebih mendalam dengan memperhatikan variasi sampel yang lebih
luas, konstribusi peserta didik dalam serangkaian proses pembelajaran yang lebih
interaktif, ketersediaan perangkat dan bahan ajar yang lebih maksimal serta materi
yang lebih spesifik untuk menekankan pemahaman peserta didik
FORMULASI SENYAWA AKTIF MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon winterianus) SEBAGAI ZAT ADITIF PADA PEMBUATAN KAPUR PENOLAK SEMUT
Kapur semut merupakan insektisida berbentuk stik yang digunakan untuk mengusir
hama semut karena mengandung zat kimia cypermethrin didalamnya. Akan tetapi,
penggunaan cypermethrin dinilai memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan
manusia dan lingkungan. Penggunaan senyawa alami menjadi alternatif pengganti zat
kimia sintetik karena tidak bersifat toksik dan ramah bagi manusia serta lingkungan.
Serai wangi (Cymbopogon winterianus) memiliki potensi sebagai insektisida nabati
terutama minyak atsirinya karena mengandung senyawa aktif sitronelal, sitronelol dan
geraniol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa aktif minyak serai wangi
mempunyai aktivitas penolakan semut yang baik. Sehingga, senyawa aktif tersebut
dapat digunakan sebagai zat aditif pada kapur penolak semut. Aktivitas penolakan
semut diukur melalui penentuan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) pada
media pengujian. Parameter uji yang digunakan adalah jumlah semut yang lewat dan
presentase daya tolak yang dianalisis dengan One-way ANOVA. Hasil penelitian
didapatkan bahwa minyak serai wangi, sitronelal, sitronelol dan geraniol terbukti
efektif dalam menolak semut geramang (Anopholepis gracillipes) dengan nilai MIC
berturut-turut 0,75%, 1,00%, 0,75%, dan 0,50%. Senyawa aktif minyak serai wangi
yang telah diuji MIC, diformulasikan sebagai zat aditif dalam pembuatan kapur ant
repellent. Hasil pengamatan diperoleh bahwa formula kapur ant repellent dengan
komposisi kalsium karbonat 22% tersebut efektif dalam menolak semut geramang
(Anopholepis gracillipes)
IMPLEMENTASI SITUS WEB PADLET TERHADAP MOTIVASI BELAJAR, KETERAMPILAN KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI SISWA PADA MATERI SISTEM IMUN
Pembelajaran setelah terjadinya masa pandemi mengubah arah pembelajaran
yang biasanya dilakukan luring menjadi lebih banyak memanfaatkan berbagai
platform digital. Namun demikian, siswa dan guru belum terbiasa dalam
pembelajaran berbasis platform digital yang membutuhkan penguasaan teknologi
yang baik. Selain itu, terjadi penurunan motivasi belajar selama pembelajaran
daring berlangsung. Beberapa keterampilan abad 21 seperti keterampilan
komunikasi dan kolaborasi siswa juga tidak terasah dengan baik selama
pembelajaran masa pandemi. Permasalahan lain yang muncul dalam pembelajaran,
khususnya Biologi adalah karakteristik setiap materi Bioologi yang memiliki
konsep dan permasalahan kompleks. Hal ini menyebabkan siswa sering merasa
kesulitan dalam pemahaman materi Biologi. Materi sistem imun yang membahas
mekanisme kerja di dalam tubuh banyak menyulitkan siswa dalam belajar serta
menyebabkan siswa mengalami miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui profil motivasi belajar siswa, profil keterampilan komunikasi siswa,
dan profil keterampilan kolaborasi siswa pada pembelajaran Biologi materi Sistem
Imun berbantuan situs web Padlet. Padlet adalah platform pembelajaran daring
sinkron karena pendidik dan peserta didik hadir pada jam yang bersamaan. Padlet
biasa disebut sebagai papan tulis online yang memungkinkan pendidik dan peserta
didik menyampaikan dan membagikan ide-ide/ gagasan dan pemikiran dalam
bentuk teks, foto maupun video secara realtime. Penelitian ini merupakan penelitian
Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental design dengan rancangan
one-shot case study. Sampel diambil dengan metode purposive sampling, sehingga
didapat 36 responden yang diambil dari siswa SMA kelas XI (Fase F). Teknik
pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, angket dan dokumentasi. Hasil
analisis motivasi belajar siswa diperoleh rata-rata sebesar 80,43%, keterampilan
komunikasi diperoleh rerata sebesar 81,24%, dan keterampilan kolabolasi diperoleh
rerata sebesar 76,69%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa
motivasi belajar, keterampilan komunikasi, dan kolaborasi siswa pada penggunaan
situs web Padlet dalam pembelajaran Biologi materi Sistem Imun termasuk dalam
kategori tinggi
PENGEMBANGAN METODE INQUIRY LEARNING BERBASIS DIFERENSIASI BAHASAN PERMASALAHAN EKONOMI PADA PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI DI SMK KABUPATEN KUDUS
Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengembangkan produk berupa
metode pembelajaran inquiry learning berbasis diferensiasi pada pokok bahasan
permasalahan ekonomi program keahlian akuntansi di SMK. Metode inquiry
learning adalah metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk mencari
dan menemukan pengetahuan sendiri. Sedangkan tujuan pembelajaran diferensiasi
adalah untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan tingkat kesiapan,
minat, dan gaya belajar individu peserta didik.
Penelitian ini mengadopsi pendekatan penelitian pengembangan atau
Research and Development (RnD) yang mengadopsi prosedur pengembangan 4D
(Four-D). Data yang digunakan adalah data faktual yang selama ini dilaksanakan.
Dalam penelitian ini tidak menggunakan uji coba tetapi FGD (Focus Group
Discussion) oleh ahli praktisi dan akademisi. Selain itu, penelitian ini juga
dilakukan untuk mengetahui keaktifan peserta didik dalam pembelajaran
diferensiasi pada pembelajaran ekonomi di SMK. Penelitian ini dilakukan di SMK
Kabupaten Kudus yaitu SMK N 1 Kudus dan SMK PGRI 1 Kudus.
Hasil dari penelitian ini berupa metode inquiry learning berbasis diferensiasi,
produk tersebut dilengakapi dengan (1) Metode inquiry learning berbasis
diferensiasi; (2) Panduan metode inquiry learning berbasis diferensiasi; (3)
Panduan Mengajar inquiry learning pembelajaran ekonomi berbasis diferensiasi
yang dikembangkan telah valid (memenuhi syarat) untuk digunakan sebagai
panduan mengajar pada pembelajaran ekonomi kelas XI pada program keahlian
akuntansi di SMK. Karakteristik metode yang dikembangkan adalah metode
inquiry learning berbasis diferensiasi pokok bahasan permasalahan ekonomi.
Produk yang dikembangkan yaitu panduan mengajar dan desain metode inquiry
learning berbasis diferensiasi. Dari hasil FGD menunjukkan bahwa diperoleh rata
rata 93% yang dikategorikan “sangat layak” untuk model final.
Saran penelitian ini yaitu untuk menerapkan metode inquiry learning berbasis
diferensiasi pada hasil riset ini kepada guru untuk bisa menggunakan metode ini
maka harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki oleh setiap peserta didik,
karakteristik kelas, fasilitas, dsb. Agar metode inquiry learning berbasis diferensiasi
bisa digunakan secara efektif
EFEKTIVITAS SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU KEKERASAN SEKSUAL (Studi Penerapan Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak)
Catatan kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan angka yang cukup tinggi
berada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Hal ini sebagaimana data Kepolisian
Resor Jepara yang menunjukan angka peningkatan kasus, yaitu tahun 2020
sebanyak 17 kasus, tahun 2021 sebanyak 25 kasus, tahun 2022 sebanyak 49 kasus,
tahun 2023 sebanyak 63 kasus serta tahun 2024 sampai dengan bulan Juli
sebanyak 23 kasus yang terus menunjukan angka peningkatan. Kondisi seperti ini
tidak sesuai dengan keadaan sosial masyarakat setempat yang dikenal sebagai
penduduk yang religius dan terampil, karena faktanya bahwa perlakuan kasar
terhadap perempuan dan anak masih kerap terjadi di Kabupaten Jepara. Hal ini
sangat memprihatinkan karena mayoritas korban kekerasan seksual di wilayah
Kabupaten Jepara berasal dari kalangan anak di bawah umur. Penyebab tingginya
angka kekerasan seksual khususnya terhadap anak adalah kondisi anak yang
lemah serta proses pemberian sanksi hukum terhadap pelaku yang masih sangat
lemah. Pemerintah harus lebih tegas dalam pemberian sanksi serta mengkaji ulang
efektivitas Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak terhadap pemberian
sanksi pidana pelaku kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukan bahwa
penerapan pemidanaan dalam perkara tindak pidana kekerasan seksual terhadap
anak di kabupaten Jepara sesuai penjatuhan Pasal 81 Undang-Undang
Perlindungan Anak, cenderung menerapkan teori pemidanaan gabungan, serta
berupaya menampilkan pembaharuan untuk mengaplikasikan teori pemidanaan
kontemporer. Efektivitas hukum dalam penerapan Pasal 81 Undang-Undang
Perlindungan Anak dapat dikatakan kurang efektif dalam mengatasi kasus
kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Jepara. Hal ini disebabkan karena
kualitas,
ketersediaan serta keanekaragaman perilaku masyarakat yang
menyebabkan dinamikan kehidupan akan terjadinya potensi kekerasan seksual
terhadap anak. Oleh karena itu, upaya “Adaftif Teori Pemidanaan Kontemporer”
serta “Model Perkembangan, Kinerja dan Pemulihan Kontemporer Berbasis
KUHP Nusantara” penting untuk dapat dilaksanakan di masyarakat
PENGEMBANGAN PERMAINAN LARI TRIPLE R UNTUK PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI WATES 01
Berdasarkan hasil observasi di SD Negeri Wates 01, bahwa meskipun materi lari
jarak pendek termasuk dalam kurikulum, implementasinya masih terbatas. Hal ini
disebabkan oleh keterbatasan sarana prasarana, kurangnya inovasi terkait pembelajaran
permainan lari jarak pendek, dan kurangnya minat antusias siswa dalam mengikuti
pembelajaran materi lari jarak pendek. Tujuan penelitian ini ialah diharapkan
menghasilkan produk berupa pengembangan model “Permainan Lari Triple R” ini yang
efektif dalam pembelajaran materi lari jarak pendek pada kelas V di Sekolah Dasar
Negeri Wates 01 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang.
Penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian
pengembangan (Research and Development). Berdasarkan dalam penelitian ini, peneliti
menggunakan 10 tahap penelitian yang mengacu pada 10 langkah penelitian
pengembangan menurut Sugiyono. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar
evaluasi ahli, lembar kuesioner siswa, dan lembar pengamatan. Teknik analisis data
yang digunakan adalah deskriptif prosentase. Subjek uji coba skala kecil melibatkan 16
siswa, sedangkan uji coba skala besar melibatkan 56 siswa.
Penelitian ini memperoleh hasil kuesioner yang dilakukan oleh para ahli
permainan dan ahli pembelajaran tersebut diperoleh rata-rata 89% atau masuk kategori
“Sangat Baik”. Data uji coba skala kecil didapat rata-rata prosentase pilihan jawaban
yang sesuai yaitu 89% berdasarkan kriteria yang ditetapkan maka memenuhi kriteria
“Sangat Baik”. Data keseluruhan uji coba skala besar diperoleh rata-rata 93%
memenuhi kriteria “Sangat Baik”.
Simpulan dari penelitian ini kriteria yang ada maka produk model pembelajaran
lari jarak pendek menjadi permainan lari Triple R memenuhi kriteria sangat baik
sehingga layak dan dapat diimplementasikan secara efektif dalam pembelajaran
penjasorkes di sekolah dasar, memberi kontribusi positif terhadap peningkatan
keterampilan dan partisipasi peserta didik kelas V. Saran yang diberikan peneliti sebagai
inovasi bagi guru penjas yaitu: 1) Produk oermainan sebagai inovasi bagi guru penjas
dalam pembelajaran. 2) pengembangan permainan lari triple R disesuaikan dengan
karakteristik siswa agar pemebelajaran menyenangkan dan lebih mudah
PENGARUH GOAL ORIENTATION, STRATEGI METAKOGNITIF, SELF EVALUATION TERHADAP SELF REGULATED LEARNING DIMODERASI BUDAYA SEKOLAH
Peningkatan pemahaman dan keahlian bagi siswa SMK memiliki peranan
yang penting sebagai upaya pembekalan kemampuan yang dimiliki. Upaya yang
dapat dilakukan yaitu melalui self regulated learning yang dapat mendorong siswa
mengarahkan perilaku baik dalam belajar dengan memiliki inisiatif belajar yang
tinggi dan memiliki regulasi belajar yang diterapkan dalam dirinya. Siswa masih
mengalami kesulitan dalam memahami materi akuntansi dasar karena tidak
menerapkan self regulated learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji
pengaruh goal orientation, strategi metakognitif, dan self evaluation terhadap self
regulated learning yang dimoderasi budaya sekolah.
Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengujian
hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X jurusan Akuntansi di
SMK Bina Bangsa Kersana yang sedang atau sudah mendapatkan mata pelajaran
akuntansi dasar dengan jumlah 96 siswa. Jumlah sampel sebanyak 96 siswa dengan
menggunakan sampel jenuh artinya seluruh siswa kelas X jurusan Akuntansi.
Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data
menggunakan analisis deskriptif dan Moderated Regression Analysys (MRA)
dengan bantuan alat IBM statistic SPSS versi 26.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini memenuhi validitas dan
reliabilitas dengan mengacu perhitungan yang telah disesuaikan sehingga penelitian
ini dikatakan layak. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa goal orientation
berpengaruh positif terhadap self regulated learning, strategi metakognitif
berpengaruh positif terhadap self regulated learning, self evaluation berpengaruh
positif terhadap self regulated learning,budaya sekolah tidak memperkuat goal
orientation terhadap self regulated learning, budaya sekolah tidak memperkuat
strategi metakognitif terhadap self regulated learning, budaya sekolah tidak
memperkuat self evaluation terhadap self regulated learning.
Simpulan dalam penelitian ini goal orientation, strategi metakognitif dan
self evaluation berpengaruh postif terhadap self regulated learning. Budaya sekolah
sebagai variabel moderasi tidak dapat memperkuat goal orientation, strategi
metakognitif dan self evaluation terhadap self regulated learning. Saran dalam
penelitian ini siswa diharapkan mampu meningkatan self regulated learning dengan
persiapan belajar sebelum mata pelajaran akuntansi dasar dilaksanakan,
menetapkan goal orientation baik itu untuk jangka panjang atau jangka pendek,
siswa mampu mengoptimalkan self evaluation dengan membuat catatan pribadi
untuk mengevaluasi pencapaian