Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP KORBAN KEKERASAN SEKSUAL BERBASIS CYBERBULLYING

    No full text
    Tindak pidana kekerasan seksual berbasis cyberbullying marak terjadi di media sosial dan menjadi perhatian khusus bagi korban kekerasan seksual. Regulasi yang ada saat ini masih memiliki masalah karena kurangnya peraturan teknis atau peraturan pelaksana yang mengikat mengenai kekerasan seksual berbasis cyberbullying sehingga menyebabkan tidak selarasnya implementasi undang undang tersebut, dan menimbulkan hambatan dalam terciptanya akses keadilan bagi korban. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual berbasis cyberbullying dan faktor penghambat korban kekerasan sesksual berbasis cyberbullying mendapatkan perlindungan hukum. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah melalui pendekatan penelitian kualitatif. Jenis penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan melakukan penelitian secara langsung melalui wawancara terhadap perwakilan yang ditunjuk LBH Andil Gerakan Keadilan (ANGGREK), UPTD PPA Kota Semarang, dan LRC KJHAM untuk mendaptakan informasi mengenai masalah yang diangkat oleh penulis. Hasil penelitian menunjukan bahwa perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual berbasis cyberbullying masih perlu diupayakan, hal ini terlihat dari minimnya pelaporan yang ada sebanyak 13 pelapor di LBH ANGGREK dan pada dua lembaga yaitu UPTD PPA Kota Semarang dan LRC KJHAM pelaporan korban terbatas pada perempuan, masih sedikitnya pelaporan menunjukkan tujuan hukum yang memberikan manfaat bagi masyarakat belum tercapai. Faktor yang bisa memberikan perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual berbasis cyberbullying yaitu faktor hukumnya yaitu undang-undang, faktor penegak hukum, faktor sarana, faktor masyarakat, dan faktor kebudayaan masih belum bisa mengurangi hambatan dalam perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual berbasis cyberbullying. Simpulan dari penelitian ini adalah perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual berbasis cyberbullying masih belum maksimal dan menjamin perlindungan hak-hak korban. Solusi sangat diperlukan untuk mengurangi hambatan dalam perlindungan hukum terhadap korban kekerasan seksual berbasis cyberbullying, sehingga diperlukan kerja sama antara pemerintah, aparat penegak hukum dan masyarakat demi terwujudnya nilai-nilai keadilan dan perlindungan hukum korban kekerasan seksual berbasis cyberbullying

    PENGARUH TAX MINIMIZATION, TUNNELING INCENTIVE, DAN EXCHANGE RATE TERHADAP TRANSFER PRICING DENGAN LEVERAGE SEBAGAI VARIABEL MODERATING

    No full text
    Tingginya ketergantungan Indonesia terhadap PPh badan menyebabkan upaya untuk meningkatkan tax ratio semakin sulit. Kondisi tersebut disebabkan karena perusahaan cenderung menganggap pajak sebagai beban yang mengurangi laba mereka, sehingga perusahaan akan melakukan segala cara untuk menghindari pajaknya. Salah satu cara yang sedang marak digunakan oleh beberapa perusahaan untuk menghindari pajaknya adalah transfer pricing. Penelitian ini bertujuan untuk menguji dan menganalisis secara empiris pengaruh tax minimization, tunneling incentive, dan exchange rate terhadap keputusan perusahaan melakukan transfer pricing pada perusahaan multinasional dengan leverage sebagai variabel moderating. Populasi dalam penelitian ini adalah perusahaan multinasional yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pada periode 2019-2022 kecuali perusahaan keuangan, konstruksi, pelayaran, dan penerbangan. Pengambilan sampel menggunakan metode purposive sampling dengan data unbalanced panel dan menghasilkan sampel akhir berjumlah 88 perusahaan atau 222 unit analisis sebagai objek observasi. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik dokumentasi dengan data sekunder yang bersumber dari laporan keuangan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kuantitatif yang terdiri dari analisis deskriptif dan analisis inferensial. Penelitian ini menggunakan alat uji berupa analisis regresi data panel dan analisis regresi moderasi (moderated regression analysis) dengan bantuan software Eviews 12. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tax minimization berpengaruh negatif dan signifikan terhadap transfer pricing. Tunneling incentive tidak berpengaruh terhadap transfer pricing. Exchange rate berpengaruh positif dan signifikan terhadap transfer pricing. Leverage memperkuat pengaruh tax minimization dan tunneling incentive terhadap transfer pricing, serta leverage memperlemah pengaruh exchange rate terhadap transfer pricing. Kesimpulan dari penelitian ini adalah tax minimization berpengaruh negatif dan signifikan terhadap transfer pricing, tunneling incentive tidak berpengaruh terhadap transfer pricing sedangkan exchange rate berpengaruh positif dan signifikan terhadap transfer pricing. Leverage memperkuat pengaruh tax minimization dan tunneling incentive terhadap transfer pricing, sedangkan leverage memperlemah pengaruh exchange rate terhadap transfer pricing. Penelitian ini menyarankan untuk menggunakan sektor perusahaan selain perusahaan multinasional, memperpanjang periode penelitian dengan rentang waktu yang lebih relevan di masa depan, menggunakan proksi lain dalam mengukur variabel transfer pricing seperti RPTSE, menggunakan proks

    PENGARUH KOMITMEN ORGANISASI, BUDAYA ORGANISASI, DAN KECERDASAN EMOSIONAL TERHADAP KINERJA PENGURUS ORGANISASI MELALUI KOMUNIKASI SEBAGAI VARIABEL MEDIASI DALAM LEMBAGA KEMAHASISWAAN FAKULTAS EKONOMIKA DAN BISNIS UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG PERIODE 2022

    No full text
    Organisasi mahasiswa menjadi salah satu aspek penting di perguruan tinggi untuk meningkatkan hard skill dan soft skill mahasiswa. Keberhasilan dalam suatu organisasi dipengaruhi oleh kinerja pengurus. Kinerja pengurus sangat diperlukan organisasi untuk dapat mencapai keberhasilan tujuan program dan agenda kerja. Namun, berdasarkan angket awal didapatkan bahwa 42% kinerja pengurus organisasi masih tergolong rendah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh komitmen organisasi, budaya organisasi, dan kecerdasan emosional terhadap kinerja pengurus organisasi melalui komunikasi sebagai variabel mediasi. Pendekatan penelitian yang digunakan penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Pengumpulan data menggunakan teknik kuesioner (angket) dan dianalisis menggunakan SEM-PLS dengan bantuan software Smart PLS 4.0.9.6. Populasi dalam penelitian ini adalah pengurus organisasi LK FEB UNNES periode kabinet aktif 2022 dengan total sebesar 414 pengurus. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan purposive sampling. Purposive sampling adalah teknik penentuan sample berdasarkan pertimbangan tertentu atau tujuan. Dalam penentuan pengambilan sampel penelitian ini menggunakan rumus Slovin, sehingga sampel dalam penelitian ini berjumlah 203. Berdasarkan sepuluh hipotesis yang diajukan penelitian ini, menunjukkan tujuh hipotesis yang diterima dan tiga ditolak. Komitmen organisasi berpengaruh positif dan tidak signifikan terhadap kinerja pengurus sebesar 11,6%, budaya organisasi berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja pengurus sebesar -5,4%, dan kecerdasan emosional berpengaruh negatif dan tidak signifikan terhadap kinerja pengurus sebesar -3,6%. Komunikasi berpengaruh positif dan signifikan sebesar 60,6% terhadap kinerja pengurus organisasi. Komitmen organisasi berpengaruh positif dan signifikan sebesar 19,4% terhadap komunikasi. Budaya organisasi berpengaruh positif dan signifikan sebesar 22,9% terhadap komunikasi. Kecerdasan emosional berpengaruh positif dan signifikan terhadap komunikasi sebesar 30,6%. Komitmen organisasi yang dimediasi oleh komunikasi berpengaruh positif dan signifikan sebesar 11,8% terhadap kinerja pengurus. Budaya organisasi yang dimediasi oleh komunikasi berpengaruh positif dan signifikan sebesar 13,9% terhadap kinerja pengurus. Kecerdasan emosional yang dimediasi oleh komunikasi berpengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja pengurus organisasi sebesar 18,6%. Simpulan dari penelitian ini yaitu terdapat tujuh hipotesis diterima dan tiga hipotesis ditolak. Saran untuk peneliti selanjutnya, diharapkan dapat menganalisis dan mengkaji varibael lain yang dapat mempengaruhi kinerja pengurus organisasi seperti time mangement, gaya kepemimpinan, struktur organisasi, dan variabel lain yang dapat mendukung penelitian dalam mengukur kinerja pengurus organisasi

    ANALISIS PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN PICTURE AND STUDENT ACTIVE DENGAN PENDEKATAN CONTEXTUAL TEACING AND LEARNING PADA PEMBELAJARAN SEJARAH SEBAGAI UPAYA MENINGKATKAN HISTORICAL THINKING PESERTA DIDIK KELAS X SMK N 1 CEPU TAHUN AJARAN 2023/2024

    No full text
    Historical Thinking merupakan aspek dasar yang perlu dikuasai peserta didik dalam belajar sejarah yaitu berupa proses berpikir kronologis, kausalitas, pemahaman tiga dimensi waktu, hingga proses intepretasi juga pemaknaan terhadap peristiwa sejarah yang akan mendorong pada pengalaman sekaligus perkembangan sudut pandang peserta didik dalam menghadapi suatu permasalahan serta konflik yang ada. Kemudian sebagai upaya untuk meningkatkan Historical Thinking peserta didik, diterapkan model pembelajaran Picture and Student Active dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning sebagai desain pembelajaran inovatif dan interaktif dengan menggunakan gambar sebagai media ajar. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh dan seberapa besar peningkatan Historical Thinking peserta didik melalui penerapan model pembelajaran Picture and Student Active dengan Pendekatan Contextual Teaching and Learning. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan objek penelitian peserta didik kelas X SMKN 1 Cepu. Pemilihan sampel diambil berdasarkan teknik sampling acak berstrata sehingga diperoleh kelas dengan hasil belajar tinggi (X AKL 2), sedang (PM 1), rendah (DKV 2). Perolehan data selanjutnya diberlakukan uji persyaratan sehingga mendapatkan kelas sampel AKL 2 dan DKV 2 untuk dikenai analisis pada uji persamaan regresi yang memuat uji t (parsial), uji F (dua prediktor dan simultan) serta R2 (Adjust R-Square). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Penerapan model pembelajaran Picture and Student Active dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning secara parsial tidak menjamin peningkatan Historical Thinking peserta didik kelas X SMKN 1 Cepu. 2) Pengaruh tidak langsung pendekatan Contextual Teaching and Learning terhadap model Picture and Student Active yang semakin konsisten, akan memberikan peningkatan terhadap Historical Thinking peserta didik kelas X SMKN 1 Cepu. 3) Penerapan model pembelajaran Picture and Student Active dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning secara simultan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan Historical Thinking peserta didik dengan nilai R2 berada dalam skala 52%-64%, yaitu peningkatan Historical Thinking peserta didik kelas X SMKN 1 Cepu sebanyak 52%-64% diperoleh dari penerapan model pembelajaran Picture and Student Active dengan pendekatan Contextual Teaching and Learning. Berdasarkan hasil temuan, disarankan untuk dapat dilakukan kajian dan penelitian yang lebih mendalam dengan memperhatikan variasi sampel yang lebih luas, konstribusi peserta didik dalam serangkaian proses pembelajaran yang lebih interaktif, ketersediaan perangkat dan bahan ajar yang lebih maksimal serta materi yang lebih spesifik untuk menekankan pemahaman peserta didik

    FORMULASI SENYAWA AKTIF MINYAK SERAI WANGI (Cymbopogon winterianus) SEBAGAI ZAT ADITIF PADA PEMBUATAN KAPUR PENOLAK SEMUT

    No full text
    Kapur semut merupakan insektisida berbentuk stik yang digunakan untuk mengusir hama semut karena mengandung zat kimia cypermethrin didalamnya. Akan tetapi, penggunaan cypermethrin dinilai memiliki dampak yang buruk terhadap kesehatan manusia dan lingkungan. Penggunaan senyawa alami menjadi alternatif pengganti zat kimia sintetik karena tidak bersifat toksik dan ramah bagi manusia serta lingkungan. Serai wangi (Cymbopogon winterianus) memiliki potensi sebagai insektisida nabati terutama minyak atsirinya karena mengandung senyawa aktif sitronelal, sitronelol dan geraniol. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui senyawa aktif minyak serai wangi mempunyai aktivitas penolakan semut yang baik. Sehingga, senyawa aktif tersebut dapat digunakan sebagai zat aditif pada kapur penolak semut. Aktivitas penolakan semut diukur melalui penentuan nilai Minimum Inhibitory Concentration (MIC) pada media pengujian. Parameter uji yang digunakan adalah jumlah semut yang lewat dan presentase daya tolak yang dianalisis dengan One-way ANOVA. Hasil penelitian didapatkan bahwa minyak serai wangi, sitronelal, sitronelol dan geraniol terbukti efektif dalam menolak semut geramang (Anopholepis gracillipes) dengan nilai MIC berturut-turut 0,75%, 1,00%, 0,75%, dan 0,50%. Senyawa aktif minyak serai wangi yang telah diuji MIC, diformulasikan sebagai zat aditif dalam pembuatan kapur ant repellent. Hasil pengamatan diperoleh bahwa formula kapur ant repellent dengan komposisi kalsium karbonat 22% tersebut efektif dalam menolak semut geramang (Anopholepis gracillipes)

    IMPLEMENTASI SITUS WEB PADLET TERHADAP MOTIVASI BELAJAR, KETERAMPILAN KOMUNIKASI, DAN KOLABORASI SISWA PADA MATERI SISTEM IMUN

    No full text
    Pembelajaran setelah terjadinya masa pandemi mengubah arah pembelajaran yang biasanya dilakukan luring menjadi lebih banyak memanfaatkan berbagai platform digital. Namun demikian, siswa dan guru belum terbiasa dalam pembelajaran berbasis platform digital yang membutuhkan penguasaan teknologi yang baik. Selain itu, terjadi penurunan motivasi belajar selama pembelajaran daring berlangsung. Beberapa keterampilan abad 21 seperti keterampilan komunikasi dan kolaborasi siswa juga tidak terasah dengan baik selama pembelajaran masa pandemi. Permasalahan lain yang muncul dalam pembelajaran, khususnya Biologi adalah karakteristik setiap materi Bioologi yang memiliki konsep dan permasalahan kompleks. Hal ini menyebabkan siswa sering merasa kesulitan dalam pemahaman materi Biologi. Materi sistem imun yang membahas mekanisme kerja di dalam tubuh banyak menyulitkan siswa dalam belajar serta menyebabkan siswa mengalami miskonsepsi. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui profil motivasi belajar siswa, profil keterampilan komunikasi siswa, dan profil keterampilan kolaborasi siswa pada pembelajaran Biologi materi Sistem Imun berbantuan situs web Padlet. Padlet adalah platform pembelajaran daring sinkron karena pendidik dan peserta didik hadir pada jam yang bersamaan. Padlet biasa disebut sebagai papan tulis online yang memungkinkan pendidik dan peserta didik menyampaikan dan membagikan ide-ide/ gagasan dan pemikiran dalam bentuk teks, foto maupun video secara realtime. Penelitian ini merupakan penelitian Penelitian ini merupakan penelitian pre-eksperimental design dengan rancangan one-shot case study. Sampel diambil dengan metode purposive sampling, sehingga didapat 36 responden yang diambil dari siswa SMA kelas XI (Fase F). Teknik pengumpulan data penelitian ini adalah observasi, angket dan dokumentasi. Hasil analisis motivasi belajar siswa diperoleh rata-rata sebesar 80,43%, keterampilan komunikasi diperoleh rerata sebesar 81,24%, dan keterampilan kolabolasi diperoleh rerata sebesar 76,69%. Berdasarkan hasil tersebut, dapat diambil kesimpulan bahwa motivasi belajar, keterampilan komunikasi, dan kolaborasi siswa pada penggunaan situs web Padlet dalam pembelajaran Biologi materi Sistem Imun termasuk dalam kategori tinggi

    PENGEMBANGAN METODE INQUIRY LEARNING BERBASIS DIFERENSIASI BAHASAN PERMASALAHAN EKONOMI PADA PROGRAM KEAHLIAN AKUNTANSI DI SMK KABUPATEN KUDUS

    No full text
    Penelitian ini bertujuan untuk membuat dan mengembangkan produk berupa metode pembelajaran inquiry learning berbasis diferensiasi pada pokok bahasan permasalahan ekonomi program keahlian akuntansi di SMK. Metode inquiry learning adalah metode pembelajaran yang melibatkan peserta didik untuk mencari dan menemukan pengetahuan sendiri. Sedangkan tujuan pembelajaran diferensiasi adalah untuk memberikan pengalaman belajar yang sesuai dengan tingkat kesiapan, minat, dan gaya belajar individu peserta didik. Penelitian ini mengadopsi pendekatan penelitian pengembangan atau Research and Development (RnD) yang mengadopsi prosedur pengembangan 4D (Four-D). Data yang digunakan adalah data faktual yang selama ini dilaksanakan. Dalam penelitian ini tidak menggunakan uji coba tetapi FGD (Focus Group Discussion) oleh ahli praktisi dan akademisi. Selain itu, penelitian ini juga dilakukan untuk mengetahui keaktifan peserta didik dalam pembelajaran diferensiasi pada pembelajaran ekonomi di SMK. Penelitian ini dilakukan di SMK Kabupaten Kudus yaitu SMK N 1 Kudus dan SMK PGRI 1 Kudus. Hasil dari penelitian ini berupa metode inquiry learning berbasis diferensiasi, produk tersebut dilengakapi dengan (1) Metode inquiry learning berbasis diferensiasi; (2) Panduan metode inquiry learning berbasis diferensiasi; (3) Panduan Mengajar inquiry learning pembelajaran ekonomi berbasis diferensiasi yang dikembangkan telah valid (memenuhi syarat) untuk digunakan sebagai panduan mengajar pada pembelajaran ekonomi kelas XI pada program keahlian akuntansi di SMK. Karakteristik metode yang dikembangkan adalah metode inquiry learning berbasis diferensiasi pokok bahasan permasalahan ekonomi. Produk yang dikembangkan yaitu panduan mengajar dan desain metode inquiry learning berbasis diferensiasi. Dari hasil FGD menunjukkan bahwa diperoleh rata rata 93% yang dikategorikan “sangat layak” untuk model final. Saran penelitian ini yaitu untuk menerapkan metode inquiry learning berbasis diferensiasi pada hasil riset ini kepada guru untuk bisa menggunakan metode ini maka harus memperhatikan karakteristik yang dimiliki oleh setiap peserta didik, karakteristik kelas, fasilitas, dsb. Agar metode inquiry learning berbasis diferensiasi bisa digunakan secara efektif

    EFEKTIVITAS SANKSI PIDANA TERHADAP PELAKU KEKERASAN SEKSUAL (Studi Penerapan Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak)

    No full text
    Catatan kasus kekerasan seksual terhadap anak dengan angka yang cukup tinggi berada di Kabupaten Jepara, Jawa Tengah. Hal ini sebagaimana data Kepolisian Resor Jepara yang menunjukan angka peningkatan kasus, yaitu tahun 2020 sebanyak 17 kasus, tahun 2021 sebanyak 25 kasus, tahun 2022 sebanyak 49 kasus, tahun 2023 sebanyak 63 kasus serta tahun 2024 sampai dengan bulan Juli sebanyak 23 kasus yang terus menunjukan angka peningkatan. Kondisi seperti ini tidak sesuai dengan keadaan sosial masyarakat setempat yang dikenal sebagai penduduk yang religius dan terampil, karena faktanya bahwa perlakuan kasar terhadap perempuan dan anak masih kerap terjadi di Kabupaten Jepara. Hal ini sangat memprihatinkan karena mayoritas korban kekerasan seksual di wilayah Kabupaten Jepara berasal dari kalangan anak di bawah umur. Penyebab tingginya angka kekerasan seksual khususnya terhadap anak adalah kondisi anak yang lemah serta proses pemberian sanksi hukum terhadap pelaku yang masih sangat lemah. Pemerintah harus lebih tegas dalam pemberian sanksi serta mengkaji ulang efektivitas Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak terhadap pemberian sanksi pidana pelaku kekerasan seksual. Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan pemidanaan dalam perkara tindak pidana kekerasan seksual terhadap anak di kabupaten Jepara sesuai penjatuhan Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak, cenderung menerapkan teori pemidanaan gabungan, serta berupaya menampilkan pembaharuan untuk mengaplikasikan teori pemidanaan kontemporer. Efektivitas hukum dalam penerapan Pasal 81 Undang-Undang Perlindungan Anak dapat dikatakan kurang efektif dalam mengatasi kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Jepara. Hal ini disebabkan karena kualitas, ketersediaan serta keanekaragaman perilaku masyarakat yang menyebabkan dinamikan kehidupan akan terjadinya potensi kekerasan seksual terhadap anak. Oleh karena itu, upaya “Adaftif Teori Pemidanaan Kontemporer” serta “Model Perkembangan, Kinerja dan Pemulihan Kontemporer Berbasis KUHP Nusantara” penting untuk dapat dilaksanakan di masyarakat

    PENGEMBANGAN PERMAINAN LARI TRIPLE R UNTUK PEMBELAJARAN PENJASORKES PADA SISWA KELAS V DI SD NEGERI WATES 01

    No full text
    Berdasarkan hasil observasi di SD Negeri Wates 01, bahwa meskipun materi lari jarak pendek termasuk dalam kurikulum, implementasinya masih terbatas. Hal ini disebabkan oleh keterbatasan sarana prasarana, kurangnya inovasi terkait pembelajaran permainan lari jarak pendek, dan kurangnya minat antusias siswa dalam mengikuti pembelajaran materi lari jarak pendek. Tujuan penelitian ini ialah diharapkan menghasilkan produk berupa pengembangan model “Permainan Lari Triple R” ini yang efektif dalam pembelajaran materi lari jarak pendek pada kelas V di Sekolah Dasar Negeri Wates 01 Kecamatan Ngaliyan Kota Semarang. Penelitian yang akan digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian pengembangan (Research and Development). Berdasarkan dalam penelitian ini, peneliti menggunakan 10 tahap penelitian yang mengacu pada 10 langkah penelitian pengembangan menurut Sugiyono. Pengumpulan data dilakukan dengan lembar evaluasi ahli, lembar kuesioner siswa, dan lembar pengamatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah deskriptif prosentase. Subjek uji coba skala kecil melibatkan 16 siswa, sedangkan uji coba skala besar melibatkan 56 siswa. Penelitian ini memperoleh hasil kuesioner yang dilakukan oleh para ahli permainan dan ahli pembelajaran tersebut diperoleh rata-rata 89% atau masuk kategori “Sangat Baik”. Data uji coba skala kecil didapat rata-rata prosentase pilihan jawaban yang sesuai yaitu 89% berdasarkan kriteria yang ditetapkan maka memenuhi kriteria “Sangat Baik”. Data keseluruhan uji coba skala besar diperoleh rata-rata 93% memenuhi kriteria “Sangat Baik”. Simpulan dari penelitian ini kriteria yang ada maka produk model pembelajaran lari jarak pendek menjadi permainan lari Triple R memenuhi kriteria sangat baik sehingga layak dan dapat diimplementasikan secara efektif dalam pembelajaran penjasorkes di sekolah dasar, memberi kontribusi positif terhadap peningkatan keterampilan dan partisipasi peserta didik kelas V. Saran yang diberikan peneliti sebagai inovasi bagi guru penjas yaitu: 1) Produk oermainan sebagai inovasi bagi guru penjas dalam pembelajaran. 2) pengembangan permainan lari triple R disesuaikan dengan karakteristik siswa agar pemebelajaran menyenangkan dan lebih mudah

    PENGARUH GOAL ORIENTATION, STRATEGI METAKOGNITIF, SELF EVALUATION TERHADAP SELF REGULATED LEARNING DIMODERASI BUDAYA SEKOLAH

    No full text
    Peningkatan pemahaman dan keahlian bagi siswa SMK memiliki peranan yang penting sebagai upaya pembekalan kemampuan yang dimiliki. Upaya yang dapat dilakukan yaitu melalui self regulated learning yang dapat mendorong siswa mengarahkan perilaku baik dalam belajar dengan memiliki inisiatif belajar yang tinggi dan memiliki regulasi belajar yang diterapkan dalam dirinya. Siswa masih mengalami kesulitan dalam memahami materi akuntansi dasar karena tidak menerapkan self regulated learning. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji pengaruh goal orientation, strategi metakognitif, dan self evaluation terhadap self regulated learning yang dimoderasi budaya sekolah. Jenis penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan pengujian hipotesis. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa kelas X jurusan Akuntansi di SMK Bina Bangsa Kersana yang sedang atau sudah mendapatkan mata pelajaran akuntansi dasar dengan jumlah 96 siswa. Jumlah sampel sebanyak 96 siswa dengan menggunakan sampel jenuh artinya seluruh siswa kelas X jurusan Akuntansi. Metode pengumpulan data menggunakan kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis deskriptif dan Moderated Regression Analysys (MRA) dengan bantuan alat IBM statistic SPSS versi 26. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penelitian ini memenuhi validitas dan reliabilitas dengan mengacu perhitungan yang telah disesuaikan sehingga penelitian ini dikatakan layak. Hasil penelitian ini mengungkapkan bahwa goal orientation berpengaruh positif terhadap self regulated learning, strategi metakognitif berpengaruh positif terhadap self regulated learning, self evaluation berpengaruh positif terhadap self regulated learning,budaya sekolah tidak memperkuat goal orientation terhadap self regulated learning, budaya sekolah tidak memperkuat strategi metakognitif terhadap self regulated learning, budaya sekolah tidak memperkuat self evaluation terhadap self regulated learning. Simpulan dalam penelitian ini goal orientation, strategi metakognitif dan self evaluation berpengaruh postif terhadap self regulated learning. Budaya sekolah sebagai variabel moderasi tidak dapat memperkuat goal orientation, strategi metakognitif dan self evaluation terhadap self regulated learning. Saran dalam penelitian ini siswa diharapkan mampu meningkatan self regulated learning dengan persiapan belajar sebelum mata pelajaran akuntansi dasar dilaksanakan, menetapkan goal orientation baik itu untuk jangka panjang atau jangka pendek, siswa mampu mengoptimalkan self evaluation dengan membuat catatan pribadi untuk mengevaluasi pencapaian

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇