Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PENGARUH GAYA KEPEMIMPINAN, KOMPETENSI PEGAWAI, DAN TATA RUANG KANTOR TERHADAP PRODUKTIVITAS KERJA PEGAWAI DI KANTOR KELURAHAN SE-KECAMATAN CANDISARI KOTA SEMARANG

    No full text
    Produktivitas kerja adalah perbandingan antara keluaran (output) dan masukan (input). Faktor pendukung berjalan dengan baik atau tidak tergantung dari sumber daya manusia dalam bekerja, karena pegawai yang melakukan semua pekerjaan dalam organisasi sekalipun mesin dapat beroperasi jika dikendalikan oleh tenaga manusia. Berdasarkan hasil studi pendahuluan menggunakan metode wawancara dan angket, diketahui bahwa produktivitas kerja pegawai kelurahan sudah baik tetapi belum optimal. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui pengaruh gaya kepemimpinan, kompetensi pegawai, dan tata ruang kantor terhadap produktivitas kerja pegawai di kantor kelurahan secara simultan dan parsial. Populasi dalam penelitian ini adalah semua pegawai di kantor kelurahan se-Kecamatan Candisari berjumlah 50 pegawai yang merangkap menjadi sampel penelitian pada penelitian ini. Metode pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan angket. Analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase, uji asumsi klasik, analisis regresi linear berganda, dan uji hipotesis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa analisis regresi linear berganda diperoleh persamaan: Y = -20,293 + 0,344 GK + 0,299 KP + 0,487 TR + e. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat pengaruh simultan antara gaya kepemimpinan, kompetensi pegawai, dan tata ruang kantor terhadap produktivitas kerja sebesar 92%. Tiap variabel juga memiliki pengaruh yang positif dan signifikan terhadap produktivitas kerja pegawai yaitu variabel gaya kepemimpinan sebesar 31,92%, variabel kompetensi pegawai berpengaruh sebesar 27,35%, dan variabel tata ruang kantor sebesar 54,9%. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu produktivitas kerja pegawai kelurahan se-Kecamatan Candisari dapat ditingkatkan dengan memperhatikan peningkatan dari gaya kepemimpinan, kompetensi pegawai, dan tata ruang kantor. Saran dalam penelitian ini yaitu pemimpin dalam memberi kebijakan sebaiknya dapat adil bagi semua pegawai, pemimpin sebaiknya dapat memantau kesulitan pegawai dengan cara memberikan bimbingan dan solusi ketika terdapat permasalahan serta selalu mengontrol hasil tersebut, pegawai di kelurahan perlu mengembangkan nilai dan konsep agar tidak terfokus pada kebaikan diri saja, pegawai sebaiknya dapat mengikuti pelatihan yang diadakan untuk menunjang peningkatan produktivitas kerja dan pihak kantor sebaiknya memperhatikan kebutuhan sarana prasarana yang tersedia meliputi warna atau cat dinding

    DAMPAK KONFLIK PASCA PEMILIHAN KEPALA DESA (PILKADES) TAHUN 2019 DI DESA BULAKSARI KABUPATEN PEKALONGAN

    No full text
    Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) merupakan salah satu bentuk dari pelaksanaan demokrasi di tingkat desa, yang bertujuan untuk memilih pemimpin lokal yang akan memimpin pemerintahan desa. Pilkades di Desa Bulaksari, Kabupaten Pekalongan, yang berlangsung pada tahun 2019, telah menunjukkan dinamika politik yang signifikan, namun di balik pelaksanaan Pilkades yang demokratis, seringkali muncul konflik yang membawa dampak besar bagi kehidupan sosial, ekonomi, dan politik masyarakat desa. Konflik pasca Pilkades di Desa Bulaksari tidak hanya bersifat sementara, tetapi juga meninggalkan bekas yang mendalam pada struktur sosial masyarakat. Konflik tersebut menciptakan polarisasi di antara warga desa, yang terbagi menjadi pendukung masing-masing calon kepala desa. Polarisasi ini menyebabkan ketegangan dan perpecahan yang berkelanjutan, mempengaruhi interaksi sosial dan kerjasama di tingkat komunitas. Tujuan penelitian ini adalah (1) Mendeskripsikan konflik pada Pilkades tahun 2019 di Desa Bulaksari Kabupaten Pekalongan. (2) Mendeskripsikan dampak konflik pasca Pilkades Tahun 2019 di Desa Bulaksari Kabupaten Pekalongan. Sumber data penelitian diperoleh dari data primer dan sekunder, adapun teknik pengolahan data menggunakan dokumentasi, observasi, dan wawancara. Teknik keabsahan data yang digunakan adalah teknik triangulasi sumber, uji analisis data menggunakan model induktif berupa reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Melalui metode wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, penelitian ini menemukan bahwa konflik pasca Pilkades memicu perubahan signifikan dalam struktur sosial masyarakat desa. Konflik vertikal antara masyarakat dan pemerintah desa serta konflik horizontal antar kelompok pendukung calon kepala desa menyebabkan polarisasi yang tajam, ketegangan sosial, dan keretakan hubungan antarindividu serta keluarga. Di bidang ekonomi, distribusi bantuan dan sumber daya desa menjadi tidak merata akibat afiliasi politik, menimbulkan ketidakpuasan dan ketidakadilan di kalangan warga. Dari perspektif politik, dominasi politik uang dan hegemoni figur politik lokal merusak moral masyarakat dan menurunkan kepercayaan terhadap proses politik. Meskipun terdapat dampak negatif, gotong royong dan nilai-nilai tradisional tetap menjadi dasar dalam menjaga keharmonisan desa. Untuk mengatasi konflik di masa depan, diperlukan peningkatan pendidikan politik di masyarakat, pengurangan praktik politik uang, dan pengembangan regulasi yang lebih ketat serta penegakan prinsip prinsip demokrasi yang adil dan transparan. Penelitian ini menyoroti pentingnya pendekatan komprehensif dalam memahami dan mengatasi dampak konflik politik di tingkat desa

    ANALISIS PROTEIN DAN PERTUMBUHAN KAPANG PADA PRODUK KERIPIK TEMPE ORIGINAL DAN KERIPIK TEMPE FORTIFIKASI DAUN KELOR

    No full text
    Tempe sebagai produk hasil fermentasi kedelai dengan ragi yang menghasilkan kapang atau mikroba yang berkembang biak secara terus menerus tidak dapat bertahan lama yang menyebabkan pembusukan pada tempe. Inovasi olahan tempe yang dijadikan cemilan berupa keripik tempe telah berkembang di masyarakat. Tepung daun kelor dipercaya dapat memperpanjang umur simpan produk. Perlu adanya pengujian maka perlu adanya pengujian terhadap kualitas mutu fisik kadar protein, total kapang keripik tempe fortifikasi daun kelor pada umur simpan 0 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari, dan 30 hari. Tujuan penelitian ini adalah Mengetahui adanya peningkatan atau tidak mengenai protein dan pertumbuhan kapang serta kualitas rasa, tekstur, aroma, dan warna. Keripik tempe original dan keripik tempe kelor umur simpan 0 hari, 7 hari, 14 hari, 21 hari dan 30 hari. Penelitian ini merupakan Data kualitatif uji kapang dianalisis menggunakan teknik observasi dan dokumentasi. Data dari penelitian diamati secara langsung antara keripik tempe original dengan keripik tempe kelor. Data uji organoleptik dianalisis secara deskriptif dan hasil data yang diperoleh dari pengukuran analisis menggunakan IBM SPSS 26 dengan menggunakan uji ANOVA satu arah tujuan untuk mengetahui perbedaan pada setiap perlakuan yang diberikan pada sampel keripik tempe. Data kuantitatif uji protein dianalisis menggunakan uji ANOVA satu arah dilanjutkan dengan uji Duncan. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan protein dan perbedaan pertumbuhan kapang dari penambahan tepung daun kelor yang ada dalam keripik tempe kelor. Uji organoleptik menujukkan bahwa panelis menyukai keripik tempe kelor dari segi rasa dan teksturnya, aroma dan warna keripik tempe original

    STRATEGI KAMPANYE DEWAN PIMPINAN DAERAH PARTAI GERINDRA PROVINSI JAWA TENGAH DALAM MEMENANGKAN PRABOWO-GIBRAN PADA PEMILIHAN PRESIDEN TAHUN 2024 DI JAWA TENGAH

    No full text
    Strategi menjadi suatu hal yang penting untuk dilakukan agar bisa mencapai suatu tujuan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui strategi kampanye Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Provinsi Jawa Tengah dalam memenangkan Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden Tahun 2024 di Jawa Tengah. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Subjek penelitian ini ialah pengurus DPD Gerindra Jawa Tengah, ketua sekretariat DPD Gerindra Jawa Tengah, Staff DPD Gerindra Jawa Tengah. Teknik analisis data menggunakan model Miles and Huberman berupa pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian kemudian dianalisis menggunakan konsep proses atau tahapan perencanaan, pelaksanaan dan evalusi pada strategi kampanye Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Provinsi Jawa Tengah dalam memenangkan Prabowo-Gibran pada Pemilihan Presiden Tahun 2024 di Jawa Tengah. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa strategi kampanye Dewan Pimpinan Daerah Partai Gerindra Provinsi Jawa Tengah dalam memenangkan Prabowo Gibran pada Pemilihan Presiden Tahun 2024 di Jawa Tengah terdapat tiga tahapan yakni persiapan, pelaksanaan dan juga evaluasi. Tahap persiapan dimulai dari menyiapkan susunan pimpinan untuk membahas menganai strategi kampanye, menyusun mesin partai seperti dari DPD, DPC, PAC, ranting dan anak ranting, persamaan persepsi terkait tujuan dari strategi kampanye dalam memenangkan Prabowo-Gibran pada pemilihan presiden tahun 2024. Tahap pelaksanaan tentunya menjalankan apa yang sudah direncanakan dimulai dari kampanye darat seperti pemasangan baliho atau alat peraga kampanye, melakukan pertemuan tertutup dan terbuka, sosialisasi dan lain sebagainya. Kampanye udara seperti membuat konten dan kemudian mempromosikan dengan tujuan dapat mengenalkan calon Presiden kepada masyarakat umum. Tahap evaluasi ialah melakukan monitoring secara berkala dan evaluasi akhir dengan tujuan bisa memperbaiki strategi kampanye untuk periode yang akan mendatang. Saran peneliti dari kajian ini ialah bagi DPD Partai Gerinda Jawa Tengah dapat terus mempersiapkan dan meningkatkan strategi-strategi terbaru yang berguna untuk kemenangan bakal calon-calon dari partai Gerindra pada pemilihan presiden selanjutnya. Bagi DPC, PAC, Ranting dan Anak Ranting Partai Gerindra dapat terus memberikan dukungan dan dorongan positif pada setiap pelaksanaan pemilihan umum. Hal ini akan sangat berguna untuk kemajuan DPD partai Gerindra Jawa Tengah

    PBL DENGAN DIFFERENTIATED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN CRITICAL THINKING DAN COLLABORATION DALAM MATERI EKOLOGI DAN KEANEKARAGAMAN HAYATI

    No full text
    Penerapan Kurikulum Merdeka dari hasil wawancara guru IPA SMP N 30 Semarang menunjukkan peserta didik saat ini lebih cenderung terfokus pada jawaban-template, kurang mampu mengekspresikan pemikiran sendiri dan hanya sebagian merespons secara standar terhadap permasalahan. Diperlukan bimbingan untuk meningkatkan kemampuan peserta didik mencari sumber pembelajaran mandiri. Tujuan penelitian untuk 1) menganalisis peningkatan kemampuan critical thinking dan 2) bagaimana collabration skills peserta didik selama proses penerapan PBL dengan differentiated learning pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati. Metode eksperimen semu (Quasi Experiment) dengan desain One Group Pretest-Posttest Design. Teknik sampling yang digunakan yaitu Probability Cluster Sampling. Data diperoleh melalui hasil wawancara, observasi dan tes. Analisis variabel critical thinking dilakukan dengan Paired Sample t-Tes dan N-gain, sedangkan collaboration dengan deskriptif persentase. Beberapa faktor yang memengaruhi kemampuan berpikir kritis dan kolaborasi peserta didik salah satunya saat proses pembelajaran menggunakan lembar kerja yang disesuaikan dengan gaya belajar peserta didik berlangsung. Hasil yang diperoleh 1) terlihat pada hasil uji t-test output terlihat nilai signifikasi 0.000 dan N-gain setiap aspek critical thinking argumen sebesar 0,70, aspek menganalisis argumen sebesar 0,68, aspek melindungi fakta sebesar 0,53, aspek evaluasi sebesar 0,81 dan aspek implementasi sebesar 0,63. Skor keseluruhan mencapai 0.6547 di nilai cukup efektif dalam kategori sedang, 2) terdapat persentase kelompok sebesar 95% sampai 71% dengan kategori kolaboratif, sedangkan untuk persentase keseluruhan aspek yaitu bekerja produktif sebesar 97%, menghargai pendapat sebesar 92%, berkompromi sebesar 89%, dan tanggung jawab bersama sebesar 72%. Simpulan penelitian menunjukkan 1) dapat meningkatkan kemampuan critical thinking dan 2) collaboration skills yang mencapai kategori kolaboratif pada materi Ekologi dan Keanekaragaman Hayati dalam proses penerapan PBL dengan differentiated learning

    ANTARA RITUS ATAU SENI HIBURAN: PERUBAHAN TAYUB SRAGEN PADA TAHUN 1970-1993

    No full text
    Penelitian skripsi dengan judul “Antara Ritus Atau Seni Hiburan: Perubahan Tayub Sragen Pada Tahun 1973-1993” ini membahas tentang bagaimana dinamika tari tayub Sragen dan seperti apa profil ledhek di atas maupun di luar panggung. Iingkup spasial yang penulis ambil adalah Kab. Sragen. Sedangkan lingkup temporal pada tahun 1970-1993. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah, metode penelitian sejarah. pemilihan topik penelitian, pengumpulan sumber (heuristik), kritik sumber secara internal dan eksternal (verifikasi), interpretasi, dan penulisan sejarah (historiografi). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tayub Sragen tumbuh berkembang dipengaruhi oleh kultural masyarakat pada masa itu. Setelah meletusnya G30S membuat pementasan tayub pada awal pemerintahan orde baru sempat terhenti. Kemudian pada awal tahun 1970 tayub Sragen kembali diminati. Keberhasilan tayub Sragen kembali mengisi panggung tanggapan dikarenakan gending karawatian yang dipakai memasukan unsur musik dangdut dengan nuansa bladhutan. Pementasan yang disertai minuman keras terkadang membuat penari tayub dihadapkan dengan permasalahan kekerasan seksual. Selain itu anggapan terhadap penari tayub tak ubahnya perempuan gampangan dalam pementasan ataupun diluar pementasan selalu melekat, menempatkan para penari dalam subordinat tertentu dalam masyarakat

    KEEFEKTIFAN MODEL PEMBELAJARAN KNISLEY TERHADAP KEMAMPUAN PEMECAHAN MASALAH MATEMATIS SISWA PADA MATERI DIFERENSIAL

    No full text
    Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji keefektifan model pembelajaran knisley terhadap kemampuan pemecahan masalah matematis pada siswa SMA kelas 11 materi diferensial. Metode penelitian ini menggunkan metode penelitian kuantitatif dengan populasi penelitian adalah siswa kelas 11 SMA N 1 Boja. Sampel penelitian diambil dengan cara random sampling dan terpilih kelas XI MIPA 4 sebagai kelompok eksperimen dan kelas XI MIPA 5 sebagai kelompok kontrol. Masing-masing kelompok baik kelompok eksperimen maupun kelompok kontrol terdiri dari 32 orang siswa. Teknik pengambilan data dilakukan dengan cara tes kemampuan pemecahan masalah matematis siswa menggunakan instrumen penelitian yang disusun peneliti dan terdiri dari 6 soal uraian untuk materi diferensial. Data dianalisis dengan uji ketuntasan klasikal lalu membandingkan rata-rata hasil tes dengan KKM sekolah kemudian membandingkan rata rata hasil tes pada kelompok eksperimen dan kelompok kontrol. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata hasil tes siswa pada kelompok eksperimen yang menggunakan model pembelajaran knisley lebih baik daripada kelompok kontrol yang menggunakan metode pembelajaran konvensional dan mencapai ketuntasan klasikal sebesar 87 persen. Ini artinya model pembelajaran knisley efektif untuk menghasilkan kemampuan pemecahan masalah matematis yang lebih baik pada siswa SMA kelas 11 pada materi diferensial. Dalam penelitian ini kedepannya peneliti berharap kegiatan belajar mengajar sebaiknya bisa lebih maksimal menggunakan metode pembelajaran knisley dengan sistem pembelajaran yang sama di setiap pertemuannya yakni selalu tatap muka karena yang telah dilakukan peneliti ini gabungan antara luring dan daring sehingga pengamatan terhadap siswa menjadi kurang maksimal ketika pembelajaran menggunakan sistem daring

    PENGARUH PERSEPSI PROFESI GURU, SELF EFFICACY, DAN STATUS SOSIAL EKONOMI TERHADAP MINAT MENJADI GURU EKONOMI DENGAN PLP SEBAGAI VARIABEL MODERASI

    No full text
    Minat menjadi guru ekonomi merupakan kemauan seseorang terhadap profesi guru yang dibentuk oleh rasa melalui keinginan, respon positif, dan rasa senang dalam diri seseorang. Minat mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2020 sepenuhnya belum optimal, masih terdapat mahasiswa yang tidak ingin berprofesi sebagai guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui adakah pengaruh persepsi profesi guru, self efficacy, dan status sosial ekonomi terhadap minat menjadi guru ekonomi dengan PLP sebagai variabel moderasi pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2020 FEB UNNES. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2020 FEB UNNES sebanyak 381 mahasiswa. Penentuan jumlah sampel menggunakan teknik rumus Slovin dan diperoleh hasil sebanyak 195 mahasiswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan teknik proporsional random sampling yaitu dengan mempertimbangkan proporsi dari jumlah populasi. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah persepsi profesi guru, self efficacy, dan status sosial ekonomi, sedangkan variabel terikat yaitu minat menjadi guru ekonomi dengan PLP sebagai variabel moderasi. Metode pengumpulan data menggunakan metode kuesioner. Metode analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dan MRA. Hasil perhitungan menunjukkan bahwa : persepsi profesi guru, self efficacy, dan status sosial ekonomi berpengaruh terhadap minat menjadi guru ekonomi, PLP mampu memperkuat persepsi profesi guru terhadap minat menjadi guru ekonomi, PLP tidak mampu memperkuat self efficacy dan status sosial ekonomi terhadap minat menjadi guru ekonomi. Berdasarkan hasil penelitian di atas, dapat disimpulkan bahwa dari enam hipotesis penelitian ini, empat hipotesis penelitian dinyatakan diterima dan dua hipotesis penelitian lainnya dinyatakan ditolak. Saran penelitian ini diharapkan mahasiswa tetap mempertahankan dan meningkatkan minat untuk menjadi guru dengan mengikuti pelatihan demi meningkatkan minat terhadap profesi guru, untuk fakultas diharapkan lebih mempertimbangkan rekognisi pada mata kuliah PLP, dan untuk penelitian selanjutnya diharapkan lebih teliti dalam memilih sampel penelitian pada penggunaan variabel PLP

    PERBEDAAN NILAI KEBISINGAN DAN EMISI PADA SEPEDA MOTOR MATIC DAN SPORT MENGGUNAKAN HIGH PERFORMANCE-LOW POLLUTION MUFFLER (HPLPM) TIPE-2 DENGAN TIPE-MOD.

    No full text
    Knalpot memiliki peran yang penting pada sepeda motor. Modifikasi knalpot seringkali menjadi alternatif yang dipilih untuk meningkatkan efisiensi pada sepeda motor. Kontruksi knalpot yang dimodifikasi dapat meningkatkan efisiensi, tetapi juga mempengaruhi tingkat kebisingan yang dihasilkan. Selain tingkat kebisingan, modifikasi pada knalpot juga mempengaruhi tingkat emisi yang dihasilkan. Akibatnya, knalpot yang tidak memenuhi regulasi kebisisngan dan emisi tidak diperbolehkkan penggunaannya dijalan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode simulasi dan penelitian eksperimen. Pada penelitian ini menggunakan software ANSYS 19.2. untuk simulasi FEA harmonic acoustics, sound level meter untuk uji kebisingan, dan gas analyzer untuk uji emisi gas buang. Knalpot yang digunakan pada penelitian ini adalah knalpot standar kendaraan, HPLPM mod., dan HPLPM 2. Pengujian tingkat kebisingan dan emisi gas buang dilakukan dengan menggunakan motor matic 110CC dan motor sport 250CC. Nilai transmission loss masing-masing menunjukkan nilai 115,95dB dan 118,48dB, nilai sound pressure level 74,996dB dan 72,001dB, serta uji validitas antara knalpot HPLPM mod. dengan simulasi knalpot menghasilkan perbedaan 0,52% dan 2,44%. Perbedaan nilai kebisingan antara penggunaan knalpot HPLPM mod. dan tipe-2 dengan knalpot standar masing-masing adalah 2,44% dan 8,10% pada sepeda motor matic, sedangkan pada sepeda motor sport perbedaan yang terjadi masing-masing adalah 7,29% dan 11,73%. perbedaan nilai emisi gas buang antara penggunaan knalpot HPLPM mod. dan tipe-2 dengan knalpot standar dengan masing-masing terjadi presentase penurunan CO sebesar 33,21% dan 25,97%, serta penurunan gas HC 49,98% dan 33,02% pada sepeda motor matic. Perbedaan nilai emisi gas buang pada sepeda motor sport antara knalpot standar dengan knalpot HPLPM mod. dan tipe-2 masing-masing terjadi penurunan dengan presentase 78,99% dan 74,76% untuk gas CO, serta 55,48% dan 60,13% untuk gas HC. Seluruh variasi knalpot yang digunakan pada sepeda motor matic dan sport memenuhi regulasi emisi gas buang (CO dan HC) sesuai Peraturan Menteri LHK No.08 tahun 2023. Knalpot yang memenuhi regulasi tingkat kebisingan pada Peraturan Menteri LHK No.P 56 tahun 2019 adalah knalpot standar, HPLPM mod. dengan dan tanpa catalytic converter pada sepeda motor matic, serta knalpot standar pada sepeda motor sport

    Ketika Masa Paceklik Melanda : Kelangkaan Beras di Indramayu Tahun 1960 – 1970

    No full text
    Indramayu merupakan kabupaten yang berada di Jawa Barat dengan potensi sumber daya alam yang melimpah yakni berasal dari sektor pertanian dan hasil laut. Masyarakat di Indramayu memiliki profesi sebagai petani, nelayan, pedagang dan merantau ke Kota. Hal ini seharusnya membat Indramayu menjadi kabupaten yang makmur dan sejahtera, namun Indramayu mengalami kelangkaan beras dikarenakan gagal panen yang berdampak pada masyarakat sehingga pada tahun 1962 adanya kelaparan dan kemiskinan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kondisi Indramayu pada tahun 1960, dampak kelangkaan bahan bagi masyarakat Indramayu tahun 1960-1970, dan upaya yang dilakukan pemerintah dalam menangani kelangkaan bahan pangan tahun 1965-1970. Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu metode penelitian sejarah yang meliputi heuristk, kritik sumber, interpretasi dan historografi. Teknik pengumpulan data melalui studi pustaka, dokumen dan wawancara. Dengan data – data yang didapat dari buku, jurnal, skripsi, surat kabar sejaman, arsip serta sumber lisan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Indramayu mengalami kelangkaan bahan pangan di tahun 1962-1964. Kelangkaan pangan tersebut disebabkan karena gagalnya panen akibat musim kemarau dan tikus serta hama. Adanya kelangkaan bahan beras menjadi ketakutan yang nyata bagi masyarakat indramayu, sehingga masyarakat kesusahan untuk mengkonsumsi nasi sebagai makanan pokok sehari – hari. Dampak dari adanya kelangkaan pangan ini adalah kelaparan dan kemiskinan. Kelaparan yang terjadi di Indramayu memakan korban 60 jiwa, Selain kelaparan kemiskinan juga menjadi dampak dari langkanya bahan pangan, masyarakat yang berprofesi sebagai petani yang biasanya mendapatkan upah dari hasil bertani atau menjadi buruh, tidak dapat upah karaena panen yang gagal. Hal ini menyebabkan petani tidak dapat membeli makanan yang langka dan harga yang mahal

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇