Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGARUH KOMITE AUDIT, PROFITABILITAS, DAN KONSENTRASI KEPEMILIKAN TERHADAP ENTERPRISE RISK MANAGEMENT DENGAN DEWAN DIREKSI SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Enterprise Risk Management (ERM) adalah suatu proses yang sistematis
dan berkelanjutan untuk mengidentifikasi, menganalisis, menilai, dan mengelola
risiko guna mencapai tujuan strategis perusahaan. COSO menekankan pentingnya
integrasi risiko dengan proses strategis, operasional, dan pengelolaan kinerja
organisasi dengan mengeksplorasi elemen-elemen inti dari kerangka kerja COSO,
yang meliputi identifikasi risiko, penilaian risiko, respons risiko, dan pemantauan
risiko, serta pentingnya komunikasi dan pengawasan yang efektif. Dengan
mengintegrasikan ERM ke dalam proses perencanaan dan pengambilan keputusan,
perusahaan dapat mengidentifikasi peluang dan ancaman dengan lebih baik, serta
mengelola risiko secara proaktif untuk mencapai tujuan bisnisnya. Hal tersebut
dapat diartikan bahwa ERM bukan hanya tentang mengurangi risiko, tetapi juga
tentang menciptakan nilai tambah bagi perusahaan. Penelitian ini bertujuan untuk
meneliti pengaruh komite audit, profitabilitas, dan konsentrasi kepemilikan
terhadap Enterprise Risk Management (ERM) yang dimoderasi oleh variabel dewan
direksi.
Populasi penelitian ini adalah perusahaan sektor manufaktur yang terdaftar
di Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam jangka waktu tahun 2020-2022. Penelitian ini
merupakan penelitian kuantitatif dengan menggunakan data sekunder yang diambil
dari annual report. Sampel penelitian diambil menggunakan metode purposive
sampling dan diperoleh sampel sebanyak 32 perusahaan dengan unit analisis
sebanyak 96 unit. Data dianalisis dengan menggunakan metode Structural Equation
Model Partial Least Square (SEM-PLS) dengan software WarpPLS 8.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa profitabilitas berpengaruh positif
terhadap ERM, sedangkan komite audit berpengaruh negatif terhadap ERM. dan
konsentrasi kepemilikan tidak berpengaruh terhadap ERM. Selanjutnya, Dewan
direksi dapat memoderasi dengan memperkuat pengaruh konsentrasi kepemilikan
terhadap ERM dan memperlemah pengaruh komite audit terhadap ERM, namun
dewan direksi tidak dapat memoderasi pengaruh profitabilitas terhadap ERM.
Hasil penelitian ini bermanfaat bagi manajemen perusahaan dalam
implementasi enterprise risk management yang lebih akurat. Kerangka kerja ERM
yang efektif dapat membantu perusahaan mengurangi kerugian yang diakibatkan
oleh risiko, meningkatkan efisiensi operasional, dan mencapai tujuan strategisnya.
Selain itu, perusahaan dapat meningkatkan peran komite audit dan
mempertimbangkan diversifikasi kepemilikan untuk meningkatkan pengelolaan
enterprise risk management. Penelitian mendatang diharapkan dapat
mengeksplorasi sektor lainnya dan menambahkan variabel independen lainnya
yang secara spesifik memengaruhi ERM untuk meningkatkan nilai R-square
KRISIS DAN PENEMUAN IDENTITAS TOKOH ELIEZER DALAM ROMAN LE JOUR KARYA ELIE WIESEL (KAJIAN IDENTITAS SOSIAL HENRI TAJFEL)
Elie Wiesel adalah seorang lulusan Universitas Paris yang berhasil menerima penghargaan
nobel dari pesan dan karyanya sebagai seorang tokoh perdamaian yang terkenal. Salah satu
karyanya, Le Jour, mengangkat kisah hidup dan pengalaman dari seorang tokoh bernama
Eliezer yang menjadi korban dari pecahnya perdamaian di peristiwa Holocaust puluhan tahun
silam. Eliezer mengalami rasa keterasingan dan keterpurukan di dalam masyarakat karena
dirinya adalah seorang Yahudi. Krisis identitas pun muncul dalam tokoh Eliezer, dirinya
meragukan eksistensi dan nilai dirinya sebagai manusia di dalam masyarakat dengan dunia
yang kejam. Maka dari itu, penelitian ini akan mengkaji lebih lanjut bagaimana bentuk krisis
sekaligus penemuan identitas tokoh Eliezer sebagai representasi ideologi pengarang
menggunakan konsep identitas sosial dari Henri Tajfel.
Pendekatan penelitian yang digunakan adalah kualitatif dan psikologi sastra. Objek
material roman Le Jour ini akan dianalisis dengan objek formal yang berfokus pada krisis dan
penemuan identitas melalui identifikasi sosial dan kategorisasi sosial berdasarkan kajian
identitas sosial milik Henri Tajfel. Data primer yang digunakan hadir dalam bentuk roman Le
Jour karya Elie Wiesel yang terdiri dari 168 halaman dan terbagi ke dalam 24 bagian,
sedangkan data sekunder yang digunakan berasal dari penulisan ilmiah yang berkaitan dengan
kajian identitas sosial Henri Tajfel. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan teknik baca
dan teknik catat. Tahap akhir dari penyusunan penelitian ini adalah analisis dengan
menggunakan teknik analisis isi laten dan isi komunikasi.
Penelitian ini menghasilkan 24 data kutipan yang telah diperoleh dari roman Le Jour.
Sementara itu, 16 penemuan menunjukkan bentuk krisis identitas yang dialami oleh Eliezer
pasca peristiwa Holocaust. Krisis identitas tersebut terlihat ketika Eliezer menghadapi situasi
terkini dalam hidupnya yang kemudian membuatnya teringat kembali kepada peristiwa
Holocaust. Penemuan identitas yang muncul didasarkan melalui kategorisasi sosial yang dapat
dilihat melalui 8 data kutipan lainnya yang dapat dilihat ketika Eliezer mulai menemukan cara
bagaimana dirinya dapat melanjutkan kembali hidupnya dengan melupakan hal-hal yang
membuatnya kembali terpuruk. Kesimpulan yang dapat ditarik berdasarkan penelitian ini
adalah benar bahwa tokoh Eliezer dalam roman Le Jour mengalami krisis identitas yang
didasarkan melalui identifikasi sosial, namun tidak terlepas dari penemuan identitas barunya
yang didasarkan melalui kategorisasi sosial
PENGARUH SELF COMPASSION DAN KEBERSYUKURAN TERHADAP PERILAKU PROSOSIAL PADA SISWA SMP DI KOTA SEMARANG
Penelitian ini dilakukan berdasarkan fenomena permasalahan perilaku
prososial siswa SMP di Kota Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk
memperoleh data empiris dan memastikan pengaruh signifikansi antara Self
Compassion dan kebersyukuran sebagai variabel independen terhadap perilaku
prososial sebagai variabel dependen.
Desain penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
korelation rancangan ex post facto dengan sampel melibatkan 268 sreponden yang
dipilih menggunakan rumus Isaac dan Michael. Teknik pengumpulan data
menggunakan instrumen skala self-compasssion dan kebersyukuran serta skala
perilaku prososial. Uji validasi menggunakan product moment, untuk self
compassion (X1) jumlah 26 item, valid. Kebersyukuran (X2) jumlah 25 item,
valid. Perilaku prososial jumlah 30 item, valid. Uji reliabilitas menggunakan
Alpha Cronboach dengan hasil X1 = 0.835 (Reliabel), X2 = 0.916 (Reliabel), Y =
0.880 (Reliabel).
Data analisis dengan cara deskriptif dan regresi hirarki. Uji persyaratan
menggunakan uji prasyarat analisis semua variabel penelitian lolos uji normalitas
dan regresis hirarki. Uji hipotesis dilakukan dengan menggunakan uji F
berbantuan SPSS 29. Hasil penelitian menunjukkan bahwa: 1) Self-compassion
memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku prososial (R= 0.583, p <
01); 2) kebersykuran memiliki pengaruh yang signifikan terhadap perilaku
prososial (R= 0.71, p < 01); 3) Self-compassion dan kebersyukuran berpengaruh
secara simulan terhadap perilaku prosoail sebesar 42%, sedangkan sisanya, yaitu
58% dipengaruhi faktor-faktor lain di luar model penelitian. Penelitian ini
memberikan pemahaman bagi siswa SMP mengenai keterlibatan self-compassion
dan kebersyukuran terhadap perilaku prososial.
Self-compassion dan kebersyukuran berpengaruh positif dan signifikan
terhadap perilaku prososial pada siswa SMP. Hasil analisis tersebut dapat
diinterpretasikan semakin baik nilai signifikansi self-compassion dan
kebersyukuran, maka semakin berpengaruh terhadap perilaku prososial siswa
SMP. Untuk peneliti selanjutnya diharapkan dapat menggunakan metode analisis
lainnya seperti metode kualitatif agar dapat hasil yang lebih mendalam
IDENTIFIKASI DAN PEMETAAN EFISIENSI DANA REBOISASI DI WILAYAH KERJA PERUM PERHUTANI DIVISI REGIONAL JAWA TENGAH TAHUN 2018-2022
Dana reboisasi digunakan untuk kegiatan reboisasi, rehabilitasi hutan, dan
kegiatan pendukung lainnya. Dana ini diperoleh dari pemegang izin usaha
pemanfaatan hasil hutan kayu, dengan pungutan berdasarkan volume kayu yang
ditebang. Sesuai dengan tugas dan wewenang Perhutani, pengelolaan sumber daya
hutan negara bertujuan untuk mendukung kelestarian lingkungan, serta sistem
sosial, budaya, dan ekonomi masyarakat hutan, sehingga manfaat dari hutan dan
kawasan hutan dapat dioptimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Prinsipnya,
pemanfaatan semua hutan dan kawasan hutan harus mempertimbangkan sifat,
karakteristik, dan kerentanannya tanpa mengubah fungsi utamanya.
Data yang digunakan dalam penelitian ini merupakan data panel yang terdiri
dari data runtut waktu 2018-2022 dan data silang sebanyak 20 Kesatuan
Pemangkuan Hutan (KPH) wilayah kerja Perum Perhutani Divisi Regional Jawa
Tengah. Variabel input yang digunakan adalah variabel dana reboisasi yang terdiri
dari biaya penanaman (X1) dan biaya pembibitan (X2), sedangkan variabel output
yang digunakan dalam penelitian ini adalah luas area penghijauan (Y1) dan jumlah
pohon yang ditanam (Y2).
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun secara umum efisiensi
dana reboisasi berada dalam kriteria tinggi dengan persentasenya mencapai 81 – 99
persen sebanyak 31 KPH dan 9 KPH yang termasuk kriteria tidak efisien. Pemetaan
menunjukkan bahwa KPH dengan efisiensi sempurna (warna hijau tua) dan tinggi
(warna hijau muda) cenderung berdekatan, mengindikasikan faktor lingkungan
yang mendukung efisiensi. Menariknya, tingkat pengeluaran yang lebih besar tidak
selalu berkorelasi dengan efisiensi yang lebih ting
PENANGGULANGAN TAWURAN ANTARPELAJAR MELALUI INTEGRASI NILAI KARAKTER PADA MATA PELAJARAN IPS (STUDI KASUS DI SMP NEGERI 1 SLIYEG DAN MTs NEGERI 3 INDRAMAYU)
Sekolah adalah lembaga pendidikan yang seharusnya menjadi tempat untuk
siswa memperoleh ilmu pengetahuan dan keterampilan melalui interaksi dan
komunikasi antarsiswa, akan tetapi pada kenyataannya sebagian siswa berinteraksi
untuk melakukan aksi tawuran. Terdapat kasus tawuran antarpelajar SMPN 1
Sliyeg dan MTsN 3 Indramayu terjadi hampir setiap tahun, hingga membentuk
mata rantai tak terputus. Hal ini menunjukkan degradasi moral dalam diri siswa.
Sekolah melakukan upaya penanggulangan tawuran melalui integrasi nilai
karakter pada kebijakan sekolah lebih khusus terintegrasi pada mata pelajaran di
kelas. IPS adalah mata pelajaran dengan objek kajian fenomena sosial dan
memiliki tujuan menghasilkan warga negara yang baik, Untuk itu, integrasi nilai
karakter kedalam IPS sangat relevan. Untuk itu, penelitian ini memiliki tujuan
diantaranya; 1) mengetahui faktor penyebab tawuran, 2) menganalisis upaya
sekolah dalam menanggulangi tawuran melalui integrasi nilai karakter, dan 3)
menganalisis strategi guru IPS dalam mengintegrasikan nilai karakter.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
studi kasus. Lokasi penelitian di SMPN 1 Sliyeg dan MTsN 3 Indramayu. Analisis
kasus menggunakan tipe 2 Single case design-embaded yakni studi kasus dalam
satu konteks sosial, tetapi unit analisisnya dibagi dalam sub-sub unit analisis yang
terdiri dari kebijakan sekolah dalam menanggulangi kasus dengan integrasi nilai
karakter pada IPS. Teknik pemilihan informan menggunakan Purposive Sampling.
Total informan adalah 32 terdiri dari 18 siswa yang terlibat tawuran, 5 guru IPS,
kepala SMPN 1 Sliyeg, 2 guru BK, 2 wakil kepala sekolah bidang Kurikulum dan
1 wakil kepala sekolah bidang Kesiswaan, serta 2 masyarakat sekitar sekolah, juga
1 perwakilan kapolsek Sliyeg. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah
observasi, wawancara, dan studi dokumen.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor penyebab tawuran pelajar
diantaranya; pengaruh dari lingkungan pertemanan siswa yang setelah dilakukan
analisis lebih mendalam dari lingkungan keluarga adalah anak-anak broken home,
tinggal dengan orang tua tunggal yang mendapatkan fasilitas berupa sepeda motor
dan handphone. Selain itu, kelonggaran kegiatan pada lingkungan sekola
PENGARUH PENAMBAHAN 2,4-D DAN BAP TERHADAP PERTUMBUHAN TUNAS BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa (Mill.) Urb)
Bawang Dayak merupakan tanaman obat yang banyak dimanfaatkan
sebagai tanaman obat oleh masyarakat setempat di Kalimantan yang digunakan
untuk mengobati kanker payudara dan peningkatan kekebalan tubuh. Saat ini
ketersediaan bibit bawang dayak di alam terbatas karena banyak bibit bawang
dayak yang terserang hama penyakit. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk
menentukan konsentrasi yang terbaik dari penambahan 2,4-D dan BAP terhad
pertumbuhan tunas bawang dayak dan untuk menentukan interaksi 2,4-D dan BAP
terhadap pertumbuhan tunas bawang dayak serta menyediakan bibit bawang dayak
berkualitas unggul. Penelitian ini terdiri dari 2 set penelitian, yang pertama
penelitian rancangan acak lengkap 2 faktor yaitu konsentrasi 2,4-D terdiri atas 3
taraf (0,5 ppm; 1 ppm, 2 ppm) serta konsentrasi BAP terdiri dari 3 taraf (1 ppm, 2
ppm, 3 ppm) yang dikombinasikan memiliki 9 taraf. Penelitian yang kedua yaitu
penelitian rancangan acak lengkap satu faktor (jenis dan konsentrasi ZPT) terdiri
dari 6 taraf yaitu 2,4-D (0,5 ppm; 1 ppm, 2 ppm) dan BAP (1 ppm, 2 ppm, 3 ppm).
Parameter yang diamati pada penelitian ini yaitu tinggi tanaman, waktu muncul
tunas, jumlah daun dan persentase tumbuh tunas. Analisis data dilakukan dengan
uji Anova one way apabila hasil uji normalitas dan homogenitas memiliki hasil
signifikasi lebih dari 0,05 dan uji Kruskal-Wallis apabila hasil uji normalitas dan
homogenitas memiliki hasil signifikasi kurang dari 0,05 dan dilakukan uji lanjut
apabila hasil uji anova memiliki hasil signifikasi kurang dari 0,05 atau hasil brbeda
nyata. Hasil penelitian menunjukkan pada perlakuan kombinasi zat pengatur
tumbuh 2,4-D dan BAP yang menghasilkan tinggi tanaman optimal pada perlakuan
2,4-D 0,5 ppm + BAP 2 ppm sebesar 13,367 cm. Waktu muncul tunas tercepat pada
perlakuan 2,4-D 0,5 ppm + BAP 3 ppm yaitu 2,67 hari setelah tanam. Jumlah daun
terbanyak pada perlakuan 2,4-D 1 ppm + BAP 2 ppm yaitu 5,33. Sedangkan pada
perlakuan tanpa kombinasi ZPT hasil yang paling optimal tinggi tanaman pada
perlakuan BAP 2 ppm yaitu 11,333 cm. Waktu muncul tunas tercepat pada
perlakuan 2,4-D 0,5 ppm dan BAP 2 ppm yaitu 6,67 HST, jumlah daun terbanyak
pada perlakuan BAP 1 ppm yaitu 2,33. Persentase tumbuh tunas pada penelitian ini
mencapai 100%. Simpulan dari penelitian ini bahwa pengaruh 2,4-D dan BAP
kombinasi berpengaruh nyata pada parameter tinggi tanaman hasil paling optimal
pada perlakuan 2,4-D 0,5 ppm + BAP 2 ppm, waktu muncul tunas hasil paling
optimal pada perlakuan 2,4-D 0,5 ppm + BAP 3 , dan jumlah daun paling optimal
pada perlakuan 2,4-D 1 ppm + BAP 2, sedangkan pada persentase tumbuh tunas
tidak berpengaruh nyata. Penelitian 2,4-D dab BAP tanpa kombinasi berpengaruh
nyata terhadap tinggi tanaman paling optimal pada perlakuan BAP 2 ppm, waktu
muncul tunas paling optimal ada perlakuan 2,4-D 0,5 ppm, dan jumlah daun paling
optimal pada perlakuan BAP 1 ppm
PELAKSANAAN DIVERSI SEBAGAI PENYELESAIAN PERKARA PIDANA ANAK DALAM PERSPEKTIF UU NO.11 TAHUN 2012 DI POLRESTABES SEMARANG
ANALISIS PENGARUH PERUBAHAN TUTUPAN LAHAN TERHADAP FENOMENA URBAN HEAT ISLAND DAN TINGKAT KENYAMANAN TERMAL DI KOTA BANDUNG
Kota Bandung menjadi kota terbesar dan terpadat di Provinsi Jawa Barat
yang mengalami perkembangan pembangunan yang masif. Peningkatan
pembangunan sebagai dampak dari kemajuan perkembangan kota mengakibatkan
perubahan tutupan lahan menjadi lahan terbangun yang membuat tutupan lahan
sebagai ruang hijau semakin berkurang. Peningkatan lahan terbangun dan
penurunan tutupan lahan bervegetasi secara langsung dapat merubah sifat fisik
permukaan dan meningkatkan suhu di dalam kota sehingga memicu terbentuknya
fenomena UHI pada kawasan perkotaan yang juga berpengaruh terhadap kondisi
kenyamanan termal. Tingkat kenyamanan pada kawasan perkotaan dapat diketahui
dengan menggunakan metode yaitu Thermal Humidity Index (THI) yang
dikembangkan oleh Nieuwolt. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah
analisis spasial dan deskriptif kuantitatif guna mengetahui perubahan tutupan lahan
yang terjadi dan pengaruhnya terhadap fenomena UHI dan kondisi tingkat
kenyamanan termal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi peningkatan
tutupan lahan terbangun permukiman sebesar 717 Ha yang diiringi dengan
penurunan luasan lahan sawah yang mengalami penurunan terbesar yakni mencapai
652 Ha. Terjadi peningkatan UHI dengan intensitas sedang yang mendominasi
wilayah seluas 11.828 Ha diringi dengan perubahan tingkat THI dengan kelas
kenyamanan sedang yang mendominasi wilayah seluas 9.636 Ha. Perubahan
tutupan lahan terhadap fenomena UHI dan tingkat kenyamanan termal yang terjadi
dalam rentang 10 tahun terakhir menunjukkan adanya pengaruh yang kuat dan
hubungan linier yang positif dimana apabila terjadi peningkatan 1% kelas tutupan
lahan terbangun permukiman akan meningkatkan nilai UHI sebesar 0,058 poin dan
nilai THI sebesar 0.193°C
PERLINDUNGAN TERHADAP KONSUMEN LIQUID ELECTRONIC CIGARETTE KADALUWARSA MELALUI MEDIA SOSIAL
Perdagangan liquid e-cigarette melalui media sosial memiliki hubungan
hukum yang menimbulkan kewajiban, hak, dan tanggung jawab. Bea Cukai sebagai
badan pengawasan pemerintahan memiliki kewajiban dalam mengendalikan
peredaran liquid e-cigarette. Permasalahan dalam penelitian ini adalah: (1)
Perlindungan hukum konsumen terhadap praktik jual beli liquid e-cigarette
kadaluwarsa melalui media sosial dalam melindungi konsumen dari kerugian. (2)
Peran badan pengawasan pemerintah yang bertanggung jawab dalam menangani
peredaran jual beli liquid e-cigarette kadaluwarsa.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan pendekatan yuridis
empriris. Peneliti menggunakan data yang bersumber dari data primer dan data
sekunder. Data primer diperoleh dari observasi, wawancara, dan dokumentasi serta
data sekunder. Data sekunder diperoleh dari undang-undang, buku, dan literatur lain
tentang perlindungan konsumen. Peneliti menggunakan triangulasi sumber dan
triangulasi teori sebagai pengujian dan validitas data. Dalam penelitian ini, Peneliti
menganalisis data menggunakan metode Milles dan Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) Konsumen liquid e-cigarette tidak
mendapatkan informasi secara benar dan jelas terkait tanggal kadaluwarsa dalam
kemasan liquid sehingga tidak mendapatkan hak konsumen yang tertera pada Pasal
4 huruf (a) dan (c) UUPK. (2) Pelekatan cukai dalam kemasan liquid e-cigarette
dimaksudkan untuk mengatur peredaran dan membatasi konsumsi sesuai dengan
Undang-Undang Nomor 39 Tahun 2007 tentang Perubahan Atas Undang-Undang
Nomor 11 Tahun 1995 Tentang Cukai. Hadirnya cukai guna membatasi barang
kena cukai tersebut merupakan upaya dari Pemerintah untuk meningkatkan
pendapatan negara dan mengendalikan produk yang dampaknya negatif
EVALUASI PROGRAM PEMBINAAN PRESTASI BOLA VOLI PBVSI KABUPATEN TIMOR TENGAH UTARA NUSA TENGGARA TIMUR
Pembinaan prestasi olahraga bola voli di PBVSI Timor Tengah Utara
dibuat oleh PBVSI untuk mengembangkan kualitas para atlet dan tim bola voli
PBVSI Timor Tengah Utara di tingkat kabupaten dan provinsi. Penelitian ini
bertujuan untuk mengevaluasi Antencedents yang meliputi ketersediaan,
Mengevaluasi Transaction meliputi proses, Mengevaluasi Outcome meliputi hasil.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif evaluatif dengan model
evaluasi Countenence dengan tiga tahap yaitu, Antencedent yang meliputi visi
misi dan tujuan, ketersediaan pengurus, pelatih dan atlet, ketersediaan sarana
prasarana dan dana. Transaction yang meliputi koordinasi, seleksi pelatih dan
atlet, penggunaan sarana prasarana dan pendanaan, pelaksanaan program
pembinaan dan latihan, monitoring dan evaluasi. Outcome yang meliputi prestasi
dan hasil kejuaraan. Teknik pengumpulan data dengan metode observasi,
wawancara dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan model dari Miles
dan Huberman yaitu pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, verivikasi
data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini yaitu evaluasi Antencedents yang terdiri dari visi misi
dan tujuan sudah jelas, ketersediaan pengurus, pelatih dan atlet dalam kategori
baik, ketersediaan sarana prasarana dan dana dalam kategori kurang atau masih
terbatas, Transaction yang terdiri dari kinerja pengurus baik, seleksi pelatih dan
atlet sudah berjalan dengan baik, penggunaan sarana prasarana dan pendanaan
dalam kategori baik, pelaksanaan program pembinaan dan latihan baik, Evaluasi
Outcome yang berupa prestasi atlet sudah baik hal ini karena banyak prestasi yang
diraih baik tingkat kabupaten maupun provinsi.
Simpulan : Antencedents yang terdiri dari visi misi dan tujuan jelas,
ketersediaan pengurus, pelatih dan atlet baik, ketersediaan sarana prasarana dan
dana kurang, Transaction yang terdiri dari koordinasi pengurus baik, seleksi
pelatih dan atlet baik, penggunaan sarana prasarana dan pendanaan baik,
pelaksanaan program pembinaan dan latihan baik, dan Outcome yang berupa
prestasi atlet bola voli PBVSI kabupaten Timor Tengah Utara Nusa Tenggara
Timur sudah baik, hal ini karena banyak prestasi yang diraih baik tingkat
kabupaten maupun provinsi