Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    CITRA PEREMPUAN DAN KETIDAKADILAN GENDER PADA NOVEL RE: DAN PEREMPUAN KARYA MAMAN SUHERMAN

    No full text
    Pramudita, R.A. (2024). “Citra Perempuan dan Ketidakadilan Gender pada Novel Re: dan Perempuan Karya Maman Suherman.” Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing: Dr. Muhammad Burhanudin, S.S., M.A. Kata kunci : Novel, Citra Perempuan, Ketidakadilan Gender Citra perempuan dan ketidakadilan gender menjadi sebuah kajian penting karena mengajak pembaca untuk memahami gambaran kaum perempuan dalam masyarakat. Kita juga dapat melihat bagaimana kedudukan dan citra perempuan di masyarakat, bahwa perempuan masih dikesampingkan hak-haknya. Kedudukan perempuan ini juga bisa menimbulkan ketidakadilan gender di masyarakat. Hal tersebut juga terdapat pada sebuah karya sastra seperti novel. Novel kerap menyajikan berbagai bentuk permasalahan, salah satunya citra perempuan dan ketidakadilan gender melalui tokoh perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini akan menganalisis citra perempuan dan ketidakadilan gender pada novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman. Penelitian ini menggunakan kritik sastra feminis sebagai pendekatan. Lalu metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, di mana menguraikan dengan kata-kata bentuk citra perempuan dan ketidakadilan gender yang ada dalam novel. Penelitian ini menyajikan data dalam bentuk berupa kata, kalimat, frasa, maupun klausa serta seluruh teks narasi dalam novel Re: dan Perempuan. Sumber primer dari penelitian ini adalah novel Re: dan Perempuan sedangkan sumber sekunder berupa buku dan jurnal yang menunjang penelitian ini. Teknik pengumpulan data penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka. Uji transferabilitas dan dependabilitas digunakan untuk menjamin keabsahan data yang ada. Analisis data yang diperoleh menggunakan model interaktif dengan cara mendeskripsikan data yang sudah dikumpulkan, lalu mengklasifikasikan, menjabarkan, menganalisis data, kemudian menafsirkan data yang sudah dianalisis, terakhir disimpulkan. Hasil penelitian meliputi : (1) citra perempuan dalam novel Re: dan Perempuan karya Maman Suherman meliputi citra fisik tokoh perempuan digambarkan sebagai seorang perempuan yang berparas cantik, perempuan yang berkulit langsat, berambut panjang, dan tebal, serta perempuan yang dewasa dan subur. Citra psikis yang terdapat pada tokoh digambarkan sebagai sosok perempuan yang tabah, peduli, tanggung jawab, penyayang, mandiri, pantang menyerah, dan cerdas. Lalu citra sosial, terdapat dua peran yaitu peran dalam keluarga dan peran dalam masyarakat. Berdasarkan peran dalam keluarga, tokoh perempuan digambarkan memiliki citra sebagai seorang istri dan ibu. Berdasarkan peran dalam masyarakat, tokoh perempuan digambarkan sebagai seorang sahabat dan sebagai sesama manusia; (2) Bentuk ketidakadilan gender terwujud dalam bentuk marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan, serta beban kerja yang dialami oleh tokoh-tokoh perempuan di dalam novel tersebut. Adapun saran yang dapat penulis sampaikan berdasarkan hasil simpulan di atas, yakni penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan kajian bandingan temuan dari novel Re: dan Perempuan dengan karya sastra lain yang memiliki tema vii serupa untuk mendapatkan perspektif lain tentang citra perempuan atau ketidakadilan gender dalam karya sastra. Novel Re: dan Perempuan masih dapat dikaji menggunakan kajian feminisme dengan aspek berbeda atau dengan kajian lainnya. Misalnya sosiologi, psikologi, studi gender, dan lain sebagainya. Diharapkan juga mengeksplorasi lebih dalam mengenai dampak psikologis dari ketidakadilan gender terhadap tokoh perempuan dalam novel ini

    PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PJOK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL SEKOLAH DASAR KECAMATAN GABUS KABUPATEN PATI

    No full text
    Pembelajaran permainan tradisisonal diharapkan para siswa menemukan suasana baru yang menyenangkan dengan suasana yang menyenangkan, siswa akan lebih tertarik dan senang dalam mengikuti pembelajaran, sehingga siswa lebih aktif bergerak. Dengan siswa aktif bergerak, maka akan meningkatkan kemampuan gerak dasar lokomotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) antusias dan respon siswa dan (4) evaluasi dalam pelaksanaan pembelajaran PJOK gerak lokomotor menggunakan permainan Tradisional “Gaprek Kempung” sebagai media pembelajaran di Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Gabus Kabupaten Pati. Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini adalah 12 guru dan siswa PJOK di SD Negeri Kecamatan Gabus. Teknik pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumntasi. Untuk keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi metode. Analisis data kualitatif yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran PJOK kurang baik (2) pelaksanaan pembelajaran PJOK melalui permainan tradisional Cukup baik karena pelaksanaan pembelajaran guru telah melakukan tahapan pendahuluan, inti dan penutup,meskipun tidak semua guru menerapkan permainan tradisional dalam pelaksanaan pembelajaran (3) respon dan antusias siswa sangat baik merespon dan sangat aktif (4) Evaluasi pembelajaran PJOK dalam kurikulum merdeka dikategorikan cukup baik karena guru tidak hanya menilai pada hasil ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester namun guru juga menilai dari kognitif, psikomotorik dan afektif. Dengan adanya hasil yang kurang baik dalam terlaksananya proses pembelajaran PJOK melalui permainan tradisional di SDN Kecamatan Gabus tersebut diharapkan perlu adanya peningkatan dalam pengetahuan guru dalam penggunakan permainan tradisional sebagai media proses pembelajaran khususnya bagi guru PJOK dalam pelaksanaan pembelajaran

    PEREMPUAN DAN BATIK RIFAIYAH DESA KALIPUCANG WETAN, KABUPATEN BATANG TAHUN 1965-1999

    No full text
    Batik Rifa‟iyah merupakan hasil kesenian komunitas Rifa‟iyah. Kemunculan Batik Rifa‟iyah dilatar belakangi karena pengaruh ajaran Rifa‟iyah yang bersumber dari Kitab Tarjumah karya KH. Ahmad Rifa‟i. Rifaiyah merupakan gerakan suatu kelompok keagamaan yang dicetuskan oleh K.H Ahmad Rifa‟i pada pertengahan abad ke-19 di Desa Kalisalak Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) awal perkembangan Batik Riifa‟iyah di Kabupaten Batang pada tahun 1965-1999 (2) peran serta perempuan dalam perkembangan Batik Rifa‟iyah di Kabupaten Batang tahun 1965-1999. (3) pengaruh Batik Rifa‟iyah di bidang sosial ekonomi dan faktor pendukung penghambat perkembangannya. Tujuan Penelitian ini untuk mengetahui peran perempuan dalam perkembangan Batik Rifa‟iyah di Desa Kalipucang Wetan, Batang dan pengaruhnya dalam bidang sosial ekonomi. Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari (1) heuristik merupakan pengumpulan sumber, (2) kritik sumber merupakan memastikan keaslian dan kebenaran sumber, (3) interpretasi merupakan membandingkan sumber satu dengan sumber yang lain, (4) historiografi merupakan penulisan secara kronologis. Hasil penelitian menunjukan bahwa awal kemunculan Batik Rifa‟iyah di Kalipucang Wetan dipengaruhi ajaran Rifa‟iyah yang dibawa Kiyai Ilham murid KH. Ahmad Rifa‟I tahun 1859. Profesi pembatik di Kalipucang Wetan mayoritas dikerjakan oleh para perempuan Rifa‟iyah. Keberadaan Batik Rifa‟iyah secara tidak langsung telah memberikan pengaruh bagi kehidupan sosial dan ekonomi bagi masyarakat. Namun keberadaan Batik Rifa‟iyah mulai mengalami penurunan minat dari para generasi muda. Kondisi tersebut dipengaruhi adanya faktor peralihan kehidupan dan kemunculan garmen dan pabrik. Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa perempuan Rifa‟iyah berperan besar dalam perkembangan Batik Rifa‟iyah. Proses awal pembuatan hingga tahap pengembangan motif dan pemasaran dilakukan oleh perempuan. Keberadaan industri batik Rifa‟iyah secara tidak langsung memberikan pengaruh bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Rifa‟iyah di Kalipucang Wetan. Pengaruh tersebut berupa penggunaan batik sebagai identitas komunitas dan kemampuan perempuan sebagai penyokong ekonomi. Namun eksistensi Batik Rifa‟iyah semakin lama semakin memudar karena berkurangnya minat generasi muda

    PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN DAYA TAHAN AEROBIK (VO2MAX) PADA ATLET HOCKEY KABUPATEN KUDUS

    No full text
    PORPROV Jawa Tengah XVI, maupun pada saat pertandingan. Peneliti melihat atlet hockey Kabupaten Kudus memiliki daya tahan tubuh yang kurang baik. Atlet hockey Kabupaten Kudus cenderung cepat kelelahan pada saat pertandingan sudah memasuki babak kedua. Berdasarkan data dan informasi tersebut, peneliti ingin membuat sebuah penelitian mengenai “Pengaruh Circuit Training Terhadap Peningkatan Daya Tahan Aerobik

    EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK KAWASAN INDUSTRI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN KENDAL

    No full text
    Penggunaan lahan yang selalu meningkat setiap tahunnya dikhawatirkan akan menyebabkan adanya ketidaksesuaian ketidakseimbangan ekosistem. Peneliti mencoba untuk melakukan evaluasi kesesuaian lahan terhadap kawasan industri. Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis dan melakukan pemetaan terhadap kesesuaian lahan untuk kawasan industri, dan 2) menganalisis dan mengetahui tingkat kesesuaian lahan untuk kawasan industri di Kabupaten Kendal dengan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian berada di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Menggunakan 40 sampel dalam penelitian yang diambil dengan metode Area Sampling. Dalam pengumpulan data dilakukan dengan survey lapangan dan dokumentasi. Penelitian ini memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG) dan menggunakan metode Analitycal Hirearchy Process (AHP) sebagai metode dalam teknik pengolahan data dengan menggunakan variabel penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, jarak terhadap jalan utama, serta jarak terhadap sungai. Hasil penelitian ini menemukan bahwa kesesuaian lahan untuk kawasan industri di Kabupaten Kendal terbagi kedalam tiga kelas kesesuaian lahan yang didistribusi kedalam luasan lahan sangat sesuai seluas 4.349,39 Ha (9,68%), cukup sesuai seluas 29.083,74 Ha (64,74%) dan tidak sesuai seluas 11.488,53 Ha (25,57%). Kesesuaian lahan untuk kawasan industri ini berdasarkan lima variabel yaitu penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, jarak terhadap jalan, serta jarak terhadap sungai. Sementara itu, hasil evaluasi dengan RTRW Kabupaten Kendal menghasilkan empat kecamatan yang menjadi pusat pengembangan industri, meliputi Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Kendal, serta Patebon. Sebagian besar wilayah dari keempat Kecamatan tersebut masuk kedalam kelas cukup sesuai dengan luasan lahan 3.373,28 Ha (86,57%), kemudian masuk klasifikasi sangat sesuai dengan luas 521,49 Ha (13,38%) dan luas lahan 1,66 Ha (0,04%) masuk kedalam klasifikasi tidak sesuai. Berdasarkan kelima variabel yang digunakan, masing-masing variabel memiliki bobot yang berbeda dalam evaluasi kesesuaian lahan untuk kawasan industri. Hal ini dikarenakan kepentingan dari masing-masing variabel terhadap kesesuaian lahan. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu, diharapkan dengan berbagai pihak khususnya pihak pemerintahan untuk melakukan evaluasi terhadap kebijakan tata ruang yang terdapat dalam Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) tahun 2020 - 2031 terkhusus dalam kebijakan terhadap pembangunan industri. Selain itu, masyarakat dan juga investor harus berperan aktif dalam mematuhi RTRW yang berlaku dalam pembangunan industr

    PENGARUH LATIHAN DENGAN PENDEKATAN BERMAIN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SD NEGERI 3 PUYOH

    No full text
    Passing merupakan salah satu teknik yang paling mendasar dalam permainan bola voli yang digunakan untuk menerima bola dari lawan dan memberikan umpan kepada teman satu tim. Latihan yang diberikan kurang bervariasi sehingga dapat memberikan latihan melalui pendekatan bermain agar dapat meningkatkan kemampuan passing bawah pada para peserta ekstrakurikuler. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh latihan pendekatan bermain terhadap peningkatan kemampuan passing bawah bola voli di SD negeri 3 puyoh. Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one groups pretest- posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler SD negeri 3 puyoh dengan jumlah 20 peserta. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini adalah total sampling. Analisis data dalam penelitian ini menggunakan uji t menggunakan uji paired sample t test. Hasil penelitian data menunjukkan terdapat pengaruh pada latihan pendekatan bermain terhadap peningkatan kemampuan passing bawah bola voli di SD negeri 3 puyoh. Hasil uji t diperoleh nilai hitung sebesar 5,111 > (0,05) dan t tabel sebesar 2,093 dan P (0,000) < 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan pada tingkat kemampuan passing bawah bola voli. Presentase peningkatan tersebut sebesar 12,15% dengan hasil diperoleh nilai mean pretest 12,75 serta posttest 14,30 dan nilai mean defferent 1,55. Simpulan penelitian ini terdapat pengaruh latihan pendekatan bermain terhadap peningkatan kemampuan passing bawah bola voli di SD negeri 3 puyoh, maka dapat disimpulkan bahwa latihan dengan pendekatan bermain yang diterapkan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan passing bawah. Pemilihan latihan tersebut merupakan salah satu cara untuk melatih keterampilan passing bawah melalui suasana yang menyenangkan dengan tujuan latihan dapat meningkatkan keterampilan passing bawah dan dapat meningkatkan motivasi untuk melakukan passing bawah karena latihan yang dikemas kedalam permainan akan menjadi lebih menarik dan mendorong peserta untuk lebih fokus dalam menguasi teknik dasar passing bawah

    PENGEMBANGAN E-MODUL BERMUATAN ETNOSAINS PADA MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR

    No full text
    The problems that occurred at SDN Kalimati 01 were known from the results of observations and interviews regarding learning, it was revealed that the learning tools used did not describe the scientific literacy learning process which directly involved students. The scientific literacy teaching materials used are still less relevant to the real situation that exists in the Kalimati 01 Elementary School environment. Based on these problems, it is necessary to develop learning tools packaged in e-modules containing ethnoscience. This research aims to produce an ethnoscience e-module on the material of the form of substances and their changes to improve the science literacy of elementary school students, as well as to determine the characteristics, feasibility, effectiveness and practicality. This research adapts the ADDIE development model which is an instructional development process with 5 stages, namely analysis (Analysis), design (Design), development (Development), research implementation (Implementation) and evaluation (Evaluation). The feasibility test results for developing an ethnoscience-laden e-module to increase scientific literacy were 91.03% with very feasible criteria obtained from the average media validation results of 83%; material validation results of 94.5%; the readability test results by students were 88.75% with very good criteria and no need for revision; practical test results by students were 95%; the results of the practicality test by the teacher were 98%; and the results of the implementation test by students were 86.94% with very practical criteria and can be used without revision. The effectiveness of the ethnoscience-laden e-module to increase the scientific literacy of fourth grade elementary school students was stated to be very effective with the results of the paired t-test which showed that there was an average difference in the pretest and posttest data, and the n-gain results received a score of 0.71 with high/very effective criteria. E-modules containing ethnoscience are said to be very feasible, practical and effective for increasing students' scientific literacy with a high percentage of validation and practicality

    GAMBARAN QUARTER-LIFE CRISIS PADA PENCARI KERJA LULUSAN SLTA DI INDONESIA

    No full text
    Fenomena quarter-life crisis umum terjadi pada individu dewasa awal. Salah satu kelompok dewasa awal yang banyak mengalami quarter-life crisis yaiu lulusan SLTA sederajat baik yang sudah bekerja, maupun yang belum bekerja. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui gambaran quarter-life crisis pada pencari kerja lulusan SLTA sederajat di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini yaitu kuantitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan 109 responden berusia 18 25 tahun di Indonesia. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Skala Quarter-Life Crisis Indonesia dengan reliabilitas sebesar 0,917. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Data penelitian dianalisis dengan analisis deskriptif dengan software pengolah data. Hasil penelitian menunjukkan bahwa gambaran quarter-life crisis pada pencari kerja lulusan SLTA sederajat di Indonesia sebagian besar berada pada kategori sedang berjumlah 57 orang (52,3%), sedangkan paling sedikit berada pada kategori tinggi berjumlah 22 orang (20,2%)

    PENGARUH EKSPEKTASI USAHA, FASILITAS PENDUKUNG DAN KEBIASAAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN PEMBAYARAN NONTUNAI DENGAN LITERASI KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI

    No full text
    Tren penggunaan pembayaran nontunai di Indonesia dalam beberapa tahun belakang meningkat pesat. Namun, pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2021 Universitas Negeri Semarang masih jarang menggunakan pembayaran nontunai dalam transaksi sehari-hari dan lebih dominan menggunakan uang tunai, meskipun berbagai kemudahan telah ditawarkan. Fenomena ini penting diteliti untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi pembayaran di kalangan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan menganalisis pengaruh ekspektasi usaha, fasilitas pendukung, dan kebiasaan terhadap niat penggunaaperilaku penggunaan pembayaran nontunai dengan literasi keuangan sebagai variabel moderasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2021 di Universitas Negeri Semarang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online melalui Google Form. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional purposive sampling dengan 205 responden. Analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis jalur SEM-PLS menggunakan SmartPLS 4.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan merupakan faktor yang paling berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan, sementara ekspektasi usaha dan fasilitas pendukung tidak signifikan. Niat penggunaan berpengaruh signifikan terhadap perilaku penggunaan pembayaran nontunai. Literasi keuangan memoderasi secara positif pengaruh kebiasaan terhadap niat penggunaan, namun memperlemah pengaruh ekspektasi usaha. Hal ini mungkin mengindikasikan bahwa individu dengan literasi keuangan tinggi cenderung lebih kritis terhadap kemudahan penggunaan sistem pembayaran nontunai. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan merupakan faktor kunci dalam mendorong niat dan perilaku penggunaan pembayaran nontunai di kalangan mahasiswa. Penelitian ini memberikan wawasan penting bagi pengembangan strategi peningkatan adopsi pembayaran nontunai, terutama melalui penguatan kebiasaan dan peningkatan literasi keuangan. Implikasi praktisnya, penyedia layanan pembayaran nontunai dan institusi pendidikan dapat fokus pada program-program yang membangun kebiasaan penggunaan dan meningkatkan pemahaman keuangan mahasiswa untuk mendorong adopsi teknologi pembayaran yang lebih luas

    PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN, JUMLAH PENDUDUK, UPAH MINIMUM, DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN

    No full text
    Kemiskinan merupakan permasalahan multidimensional yang dapat berpengaruh terhadap berbagai dimensi baik dimensi sosial maupun ekonomi. Dimensi sosial disini berkaitan dengan adanya perbedaan status sosial dalam masyarakat, sedangkan pada dimensi ekonomi disini lebih berkaitan kepada perolehan pendapatan atau kondisi ekonomian dari suatu negara. Permasalahan kemiskinan telah menjadi perhatian serius secara global terlebih bagi negara berkembang. Kemiskinan ini terlihat dari jumlah masyarakat yang masih hidup dibawah garis kemiskinan dan mayoritas berada di daerah pedesaan yang memiliki keterbatasan akses. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat pengangguran, jumlah penduduk, upah minimum dan pertumbuhan ekonomi terhadap tingkat kemiskinan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan populasi seluruh kota dan kabupaten yang berada di Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta dan Jawa Tengah tahun 2018-2023. Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitaif karena penggunaan data berupa angka angka yang kemudian dianalisis dengan statistic yaitu melalui uji t dan uji f. Pengambilan sampel penelitian sebanyak 240 unit analisis. Analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel. Alat analisis yang digunakan adalah Eviews versi 9. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran dan jumlah penduduk tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat kemiskinan. Upah minimum memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Serta pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Penelitian selanjutnya diharapkan juga untuk menggunakan sektor Provinsi lain yang lebih luas dengan jangka waktu yang terbaru dan lebih panjang

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇