Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
CITRA PEREMPUAN DAN KETIDAKADILAN GENDER PADA NOVEL RE: DAN PEREMPUAN KARYA MAMAN SUHERMAN
Pramudita, R.A. (2024). “Citra Perempuan dan Ketidakadilan Gender pada Novel
Re: dan Perempuan Karya Maman Suherman.” Skripsi. Jurusan Bahasa dan Sastra
Indonesia, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Dosen
Pembimbing: Dr. Muhammad Burhanudin, S.S., M.A.
Kata kunci : Novel, Citra Perempuan, Ketidakadilan Gender
Citra perempuan dan ketidakadilan gender menjadi sebuah kajian penting
karena mengajak pembaca untuk memahami gambaran kaum perempuan dalam
masyarakat. Kita juga dapat melihat bagaimana kedudukan dan citra perempuan di
masyarakat, bahwa perempuan masih dikesampingkan hak-haknya. Kedudukan
perempuan ini juga bisa menimbulkan ketidakadilan gender di masyarakat. Hal
tersebut juga terdapat pada sebuah karya sastra seperti novel. Novel kerap
menyajikan berbagai bentuk permasalahan, salah satunya citra perempuan dan
ketidakadilan gender melalui tokoh perempuan. Oleh karena itu, penelitian ini akan
menganalisis citra perempuan dan ketidakadilan gender pada novel Re: dan
Perempuan karya Maman Suherman.
Penelitian ini menggunakan kritik sastra feminis sebagai pendekatan. Lalu
metode yang digunakan yaitu deskriptif kualitatif, di mana menguraikan dengan
kata-kata bentuk citra perempuan dan ketidakadilan gender yang ada dalam novel.
Penelitian ini menyajikan data dalam bentuk berupa kata, kalimat, frasa, maupun
klausa serta seluruh teks narasi dalam novel Re: dan Perempuan. Sumber primer
dari penelitian ini adalah novel Re: dan Perempuan sedangkan sumber sekunder
berupa buku dan jurnal yang menunjang penelitian ini. Teknik pengumpulan data
penelitian ini menggunakan teknik studi pustaka. Uji transferabilitas dan
dependabilitas digunakan untuk menjamin keabsahan data yang ada. Analisis data
yang diperoleh menggunakan model interaktif dengan cara mendeskripsikan data
yang sudah dikumpulkan, lalu mengklasifikasikan, menjabarkan, menganalisis
data, kemudian menafsirkan data yang sudah dianalisis, terakhir disimpulkan.
Hasil penelitian meliputi : (1) citra perempuan dalam novel Re: dan
Perempuan karya Maman Suherman meliputi citra fisik tokoh perempuan
digambarkan sebagai seorang perempuan yang berparas cantik, perempuan yang
berkulit langsat, berambut panjang, dan tebal, serta perempuan yang dewasa dan
subur. Citra psikis yang terdapat pada tokoh digambarkan sebagai sosok perempuan
yang tabah, peduli, tanggung jawab, penyayang, mandiri, pantang menyerah, dan
cerdas. Lalu citra sosial, terdapat dua peran yaitu peran dalam keluarga dan peran
dalam masyarakat. Berdasarkan peran dalam keluarga, tokoh perempuan
digambarkan memiliki citra sebagai seorang istri dan ibu. Berdasarkan peran dalam
masyarakat, tokoh perempuan digambarkan sebagai seorang sahabat dan sebagai
sesama manusia; (2) Bentuk ketidakadilan gender terwujud dalam bentuk
marginalisasi, subordinasi, stereotipe, kekerasan, serta beban kerja yang dialami
oleh tokoh-tokoh perempuan di dalam novel tersebut.
Adapun saran yang dapat penulis sampaikan berdasarkan hasil simpulan di
atas, yakni penelitian selanjutnya diharapkan dapat melakukan kajian bandingan
temuan dari novel Re: dan Perempuan dengan karya sastra lain yang memiliki tema
vii
serupa untuk mendapatkan perspektif lain tentang citra perempuan atau
ketidakadilan gender dalam karya sastra. Novel Re: dan Perempuan masih dapat
dikaji menggunakan kajian feminisme dengan aspek berbeda atau dengan kajian
lainnya. Misalnya sosiologi, psikologi, studi gender, dan lain sebagainya.
Diharapkan juga mengeksplorasi lebih dalam mengenai dampak psikologis dari
ketidakadilan gender terhadap tokoh perempuan dalam novel ini
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN PJOK MELALUI PERMAINAN TRADISIONAL SEKOLAH DASAR KECAMATAN GABUS KABUPATEN PATI
Pembelajaran permainan tradisisonal diharapkan para siswa menemukan
suasana baru yang menyenangkan dengan suasana yang menyenangkan, siswa
akan lebih tertarik dan senang dalam mengikuti pembelajaran, sehingga siswa
lebih aktif bergerak. Dengan siswa aktif bergerak, maka akan meningkatkan
kemampuan gerak dasar lokomotor. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui :
(1) perencanaan (2) pelaksanaan (3) antusias dan respon siswa dan (4) evaluasi
dalam pelaksanaan pembelajaran PJOK gerak lokomotor menggunakan
permainan Tradisional “Gaprek Kempung” sebagai media pembelajaran di
Sekolah Dasar Negeri Kecamatan Gabus Kabupaten Pati.
Jenis penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Subjek penelitian ini
adalah 12 guru dan siswa PJOK di SD Negeri Kecamatan Gabus. Teknik
pengumpulan data yang digunakan yaitu observasi, wawancara, dan dokumntasi.
Untuk keabsahan data peneliti menggunakan triangulasi metode. Analisis data
kualitatif yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan
kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) perencanaan pembelajaran PJOK
kurang baik (2) pelaksanaan pembelajaran PJOK melalui permainan tradisional
Cukup baik karena pelaksanaan pembelajaran guru telah melakukan tahapan
pendahuluan, inti dan penutup,meskipun tidak semua guru menerapkan permainan
tradisional dalam pelaksanaan pembelajaran (3) respon dan antusias siswa sangat
baik
merespon dan sangat aktif (4) Evaluasi pembelajaran PJOK dalam
kurikulum merdeka dikategorikan cukup baik karena guru tidak hanya menilai
pada hasil ulangan harian, ulangan tengah semester dan ulangan akhir semester
namun guru juga menilai dari kognitif, psikomotorik dan afektif.
Dengan adanya hasil yang kurang baik dalam terlaksananya proses
pembelajaran PJOK melalui permainan tradisional di SDN Kecamatan Gabus
tersebut diharapkan perlu adanya peningkatan dalam pengetahuan guru dalam
penggunakan permainan tradisional sebagai media proses pembelajaran
khususnya bagi guru PJOK dalam pelaksanaan pembelajaran
PEREMPUAN DAN BATIK RIFAIYAH DESA KALIPUCANG WETAN, KABUPATEN BATANG TAHUN 1965-1999
Batik Rifa‟iyah merupakan hasil kesenian komunitas Rifa‟iyah.
Kemunculan Batik Rifa‟iyah dilatar belakangi karena pengaruh ajaran Rifa‟iyah
yang bersumber dari Kitab Tarjumah karya KH. Ahmad Rifa‟i. Rifaiyah
merupakan gerakan suatu kelompok keagamaan yang dicetuskan oleh K.H Ahmad
Rifa‟i pada pertengahan abad ke-19 di Desa Kalisalak Kecamatan Limpung,
Kabupaten Batang. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah (1) awal
perkembangan Batik Riifa‟iyah di Kabupaten Batang pada tahun 1965-1999 (2)
peran serta perempuan dalam perkembangan Batik Rifa‟iyah di Kabupaten Batang
tahun 1965-1999. (3) pengaruh Batik Rifa‟iyah di bidang sosial ekonomi dan
faktor pendukung penghambat perkembangannya. Tujuan Penelitian ini untuk
mengetahui peran perempuan dalam perkembangan Batik Rifa‟iyah di Desa
Kalipucang Wetan, Batang dan pengaruhnya dalam bidang sosial ekonomi.
Metode penelitian yang digunakan adalah metode sejarah yang terdiri dari
(1) heuristik merupakan pengumpulan sumber, (2) kritik sumber merupakan
memastikan keaslian dan kebenaran sumber, (3) interpretasi merupakan
membandingkan sumber satu dengan sumber yang lain, (4) historiografi
merupakan penulisan secara kronologis.
Hasil penelitian menunjukan bahwa awal kemunculan Batik Rifa‟iyah di
Kalipucang Wetan dipengaruhi ajaran Rifa‟iyah yang dibawa Kiyai Ilham murid
KH. Ahmad Rifa‟I tahun 1859. Profesi pembatik di Kalipucang Wetan mayoritas
dikerjakan oleh para perempuan Rifa‟iyah. Keberadaan Batik Rifa‟iyah secara
tidak langsung telah memberikan pengaruh bagi kehidupan sosial dan ekonomi
bagi masyarakat. Namun keberadaan Batik Rifa‟iyah mulai mengalami penurunan
minat dari para generasi muda. Kondisi tersebut dipengaruhi adanya faktor
peralihan kehidupan dan kemunculan garmen dan pabrik.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa perempuan Rifa‟iyah
berperan besar dalam perkembangan Batik Rifa‟iyah. Proses awal pembuatan
hingga tahap pengembangan motif dan pemasaran dilakukan oleh perempuan.
Keberadaan industri batik Rifa‟iyah secara tidak langsung memberikan pengaruh
bagi kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat Rifa‟iyah di Kalipucang Wetan.
Pengaruh tersebut berupa penggunaan batik sebagai identitas komunitas dan
kemampuan perempuan sebagai penyokong ekonomi. Namun eksistensi Batik
Rifa‟iyah semakin lama semakin memudar karena berkurangnya minat generasi
muda
PENGARUH CIRCUIT TRAINING TERHADAP PENINGKATAN DAYA TAHAN AEROBIK (VO2MAX) PADA ATLET HOCKEY KABUPATEN KUDUS
PORPROV Jawa Tengah XVI, maupun pada saat pertandingan. Peneliti
melihat atlet hockey Kabupaten Kudus memiliki daya tahan tubuh yang kurang
baik. Atlet hockey Kabupaten Kudus cenderung cepat kelelahan pada saat
pertandingan sudah memasuki babak kedua. Berdasarkan data dan informasi
tersebut, peneliti ingin membuat sebuah penelitian mengenai “Pengaruh Circuit
Training Terhadap Peningkatan Daya Tahan Aerobik
EVALUASI KESESUAIAN LAHAN UNTUK KAWASAN INDUSTRI MENGGUNAKAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS DI KABUPATEN KENDAL
Penggunaan lahan yang selalu meningkat setiap tahunnya dikhawatirkan akan
menyebabkan adanya ketidaksesuaian ketidakseimbangan ekosistem. Peneliti
mencoba untuk melakukan evaluasi kesesuaian lahan terhadap kawasan industri.
Penelitian ini bertujuan untuk 1) menganalisis dan melakukan pemetaan terhadap
kesesuaian lahan untuk kawasan industri, dan 2) menganalisis dan mengetahui
tingkat kesesuaian lahan untuk kawasan industri di Kabupaten Kendal dengan
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW).
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif. Lokasi penelitian
berada di Kabupaten Kendal, Provinsi Jawa Tengah. Menggunakan 40 sampel
dalam penelitian yang diambil dengan metode Area Sampling. Dalam pengumpulan
data dilakukan dengan survey lapangan dan dokumentasi. Penelitian ini
memanfaatkan sistem informasi geografis (SIG) dan menggunakan metode
Analitycal Hirearchy Process (AHP) sebagai metode dalam teknik pengolahan data
dengan menggunakan variabel penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah,
jarak terhadap jalan utama, serta jarak terhadap sungai.
Hasil penelitian ini menemukan bahwa kesesuaian lahan untuk kawasan
industri di Kabupaten Kendal terbagi kedalam tiga kelas kesesuaian lahan yang
didistribusi kedalam luasan lahan sangat sesuai seluas 4.349,39 Ha (9,68%), cukup
sesuai seluas 29.083,74 Ha (64,74%) dan tidak sesuai seluas 11.488,53 Ha
(25,57%). Kesesuaian lahan untuk kawasan industri ini berdasarkan lima variabel
yaitu penggunaan lahan, kemiringan lereng, jenis tanah, jarak terhadap jalan, serta
jarak terhadap sungai. Sementara itu, hasil evaluasi dengan RTRW Kabupaten
Kendal menghasilkan empat kecamatan yang menjadi pusat pengembangan
industri, meliputi Kecamatan Kaliwungu, Brangsong, Kendal, serta Patebon.
Sebagian besar wilayah dari keempat Kecamatan tersebut masuk kedalam kelas
cukup sesuai dengan luasan lahan 3.373,28 Ha (86,57%), kemudian masuk
klasifikasi sangat sesuai dengan luas 521,49 Ha (13,38%) dan luas lahan 1,66 Ha
(0,04%) masuk kedalam klasifikasi tidak sesuai.
Berdasarkan kelima variabel yang digunakan, masing-masing variabel
memiliki bobot yang berbeda dalam evaluasi kesesuaian lahan untuk kawasan
industri. Hal ini dikarenakan kepentingan dari masing-masing variabel terhadap
kesesuaian lahan. Saran yang dapat diberikan dalam penelitian ini yaitu, diharapkan
dengan berbagai pihak khususnya pihak pemerintahan untuk melakukan evaluasi
terhadap kebijakan tata ruang yang terdapat dalam Rencana Tata Ruang Wilayah
(RTRW) tahun 2020 - 2031 terkhusus dalam kebijakan terhadap pembangunan
industri. Selain itu, masyarakat dan juga investor harus berperan aktif dalam
mematuhi RTRW yang berlaku dalam pembangunan industr
PENGARUH LATIHAN DENGAN PENDEKATAN BERMAIN TERHADAP PENINGKATAN KEMAMPUAN PASSING BAWAH PERMAINAN BOLA VOLI PESERTA EKSTRAKURIKULER DI SD NEGERI 3 PUYOH
Passing merupakan salah satu teknik yang paling mendasar dalam
permainan bola voli yang digunakan untuk menerima bola dari lawan dan
memberikan umpan kepada teman satu tim. Latihan yang diberikan kurang
bervariasi sehingga dapat memberikan latihan melalui pendekatan bermain agar
dapat meningkatkan kemampuan passing bawah pada para peserta ekstrakurikuler.
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengaruh
latihan pendekatan bermain terhadap peningkatan kemampuan passing bawah bola
voli di SD negeri 3 puyoh.
Jenis penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif dengan
metode eksperimen. Desain penelitian yang digunakan adalah one groups pretest-
posttest design. Sampel dalam penelitian ini adalah peserta ekstrakurikuler SD
negeri 3 puyoh dengan jumlah 20 peserta. Teknik pengambilan sampel dalam
penelitian ini adalah total sampling. Analisis data dalam penelitian ini
menggunakan uji t menggunakan uji paired sample t test.
Hasil penelitian data menunjukkan terdapat pengaruh pada latihan
pendekatan bermain terhadap peningkatan kemampuan passing bawah bola voli di
SD negeri 3 puyoh. Hasil uji t diperoleh nilai hitung sebesar 5,111 > (0,05) dan t
tabel sebesar 2,093 dan P (0,000) < 0,05, maka terdapat perbedaan yang signifikan
pada tingkat kemampuan passing bawah bola voli. Presentase peningkatan tersebut
sebesar 12,15% dengan hasil diperoleh nilai mean pretest 12,75 serta posttest 14,30
dan nilai mean defferent 1,55.
Simpulan penelitian ini terdapat pengaruh latihan pendekatan bermain
terhadap peningkatan kemampuan passing bawah bola voli di SD negeri 3 puyoh,
maka dapat disimpulkan bahwa latihan dengan pendekatan bermain yang
diterapkan lebih efektif dalam meningkatkan kemampuan passing bawah.
Pemilihan latihan tersebut merupakan salah satu cara untuk melatih keterampilan
passing bawah melalui suasana yang menyenangkan dengan tujuan latihan dapat
meningkatkan keterampilan passing bawah dan dapat meningkatkan motivasi
untuk melakukan passing bawah karena latihan yang dikemas kedalam permainan
akan menjadi lebih menarik dan mendorong peserta untuk lebih fokus dalam
menguasi teknik dasar passing bawah
PENGEMBANGAN E-MODUL BERMUATAN ETNOSAINS PADA MATERI WUJUD ZAT DAN PERUBAHANNYA UNTUK MENINGKATKAN LITERASI SAINS PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR
The problems that occurred at SDN Kalimati 01 were known from the results of observations and interviews regarding learning, it was revealed that the learning tools used did not describe the scientific literacy learning process which directly involved students. The scientific literacy teaching materials used are still less relevant to the real situation that exists in the Kalimati 01 Elementary School environment. Based on these problems, it is necessary to develop learning tools packaged in e-modules containing ethnoscience.
This research aims to produce an ethnoscience e-module on the material of the form of substances and their changes to improve the science literacy of elementary school students, as well as to determine the characteristics, feasibility, effectiveness and practicality. This research adapts the ADDIE development model which is an instructional development process with 5 stages, namely analysis (Analysis), design (Design), development (Development), research implementation (Implementation) and evaluation (Evaluation).
The feasibility test results for developing an ethnoscience-laden e-module to increase scientific literacy were 91.03% with very feasible criteria obtained from the average media validation results of 83%; material validation results of 94.5%; the readability test results by students were 88.75% with very good criteria and no need for revision; practical test results by students were 95%; the results of the practicality test by the teacher were 98%; and the results of the implementation test by students were 86.94% with very practical criteria and can be used without revision. The effectiveness of the ethnoscience-laden e-module to increase the scientific literacy of fourth grade elementary school students was stated to be very effective with the results of the paired t-test which showed that there was an average difference in the pretest and posttest data, and the n-gain results received a score of 0.71 with high/very effective criteria.
E-modules containing ethnoscience are said to be very feasible, practical and effective for increasing students' scientific literacy with a high percentage of validation and practicality
GAMBARAN QUARTER-LIFE CRISIS PADA PENCARI KERJA LULUSAN SLTA DI INDONESIA
Fenomena quarter-life crisis umum terjadi pada individu dewasa awal. Salah satu
kelompok dewasa awal yang banyak mengalami quarter-life crisis yaiu lulusan
SLTA sederajat baik yang sudah bekerja, maupun yang belum bekerja. Penelitian
ini dilakukan untuk mengetahui gambaran quarter-life crisis pada pencari kerja
lulusan SLTA sederajat di Indonesia. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian
ini yaitu kuantitatif deskriptif. Penelitian ini melibatkan 109 responden berusia 18
25 tahun di Indonesia. Pengambilan data dilakukan dengan menggunakan Skala
Quarter-Life Crisis Indonesia dengan reliabilitas sebesar 0,917. Pengambilan
sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Data penelitian
dianalisis dengan analisis deskriptif dengan software pengolah data. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa gambaran quarter-life crisis pada pencari kerja
lulusan SLTA sederajat di Indonesia sebagian besar berada pada kategori sedang
berjumlah 57 orang (52,3%), sedangkan paling sedikit berada pada kategori tinggi
berjumlah 22 orang (20,2%)
PENGARUH EKSPEKTASI USAHA, FASILITAS PENDUKUNG DAN KEBIASAAN TERHADAP PERILAKU PENGGUNAAN PEMBAYARAN NONTUNAI DENGAN LITERASI KEUANGAN SEBAGAI VARIABEL MODERASI
Tren penggunaan pembayaran nontunai di Indonesia dalam beberapa tahun
belakang meningkat pesat. Namun, pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan
2021 Universitas Negeri Semarang masih jarang menggunakan pembayaran
nontunai dalam transaksi sehari-hari dan lebih dominan menggunakan uang tunai,
meskipun berbagai kemudahan telah ditawarkan. Fenomena ini penting diteliti
untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi adopsi teknologi pembayaran
di kalangan mahasiswa. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menguji dan
menganalisis pengaruh ekspektasi usaha, fasilitas pendukung, dan kebiasaan
terhadap niat penggunaaperilaku penggunaan pembayaran nontunai dengan literasi
keuangan sebagai variabel moderasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif. Populasi penelitian
adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi angkatan 2021 di Universitas Negeri
Semarang. Pengumpulan data menggunakan kuesioner online melalui Google
Form. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional purposive sampling
dengan 205 responden. Analisis data meliputi analisis deskriptif dan analisis jalur
SEM-PLS menggunakan SmartPLS 4.0.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebiasaan merupakan faktor yang
paling berpengaruh signifikan terhadap niat penggunaan, sementara ekspektasi
usaha dan fasilitas pendukung tidak signifikan. Niat penggunaan berpengaruh
signifikan terhadap perilaku penggunaan pembayaran nontunai. Literasi keuangan
memoderasi secara positif pengaruh kebiasaan terhadap niat penggunaan, namun
memperlemah pengaruh ekspektasi usaha. Hal ini mungkin mengindikasikan
bahwa individu dengan literasi keuangan tinggi cenderung lebih kritis terhadap
kemudahan penggunaan sistem pembayaran nontunai.
Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa kebiasaan
merupakan faktor kunci dalam mendorong niat dan perilaku penggunaan
pembayaran nontunai di kalangan mahasiswa. Penelitian ini memberikan wawasan
penting bagi pengembangan strategi peningkatan adopsi pembayaran nontunai,
terutama melalui penguatan kebiasaan dan peningkatan literasi keuangan. Implikasi
praktisnya, penyedia layanan pembayaran nontunai dan institusi pendidikan dapat
fokus pada program-program yang membangun kebiasaan penggunaan dan
meningkatkan pemahaman keuangan mahasiswa untuk mendorong adopsi
teknologi pembayaran yang lebih luas
PENGARUH TINGKAT PENGANGGURAN, JUMLAH PENDUDUK, UPAH MINIMUM, DAN PERTUMBUHAN EKONOMI TERHADAP TINGKAT KEMISKINAN
Kemiskinan merupakan permasalahan multidimensional yang dapat
berpengaruh terhadap berbagai dimensi baik dimensi sosial maupun ekonomi.
Dimensi sosial disini berkaitan dengan adanya perbedaan status sosial dalam
masyarakat, sedangkan pada dimensi ekonomi disini lebih berkaitan kepada
perolehan pendapatan atau kondisi ekonomian dari suatu negara. Permasalahan
kemiskinan telah menjadi perhatian serius secara global terlebih bagi negara
berkembang. Kemiskinan ini terlihat dari jumlah masyarakat yang masih hidup
dibawah garis kemiskinan dan mayoritas berada di daerah pedesaan yang memiliki
keterbatasan akses. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis tingkat
pengangguran, jumlah penduduk, upah minimum dan pertumbuhan ekonomi
terhadap tingkat kemiskinan. Penelitian ini menggunakan data sekunder dengan
populasi seluruh kota dan kabupaten yang berada di Provinsi Daerah Istimewa
Yogyakarta dan Jawa Tengah tahun 2018-2023.
Penelitian ini termasuk kedalam penelitian kuantitaif karena penggunaan
data berupa angka angka yang kemudian dianalisis dengan statistic yaitu melalui
uji t dan uji f. Pengambilan sampel penelitian sebanyak 240 unit analisis. Analisis
yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis regresi data panel. Alat analisis
yang digunakan adalah Eviews versi 9.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa tingkat pengangguran dan jumlah
penduduk tidak memiliki pengaruh terhadap tingkat kemiskinan. Upah minimum
memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap tingkat kemiskinan. Serta
pertumbuhan ekonomi berpengaruh negatif dan signifikan terhadap tingkat
kemiskinan.
Penelitian selanjutnya diharapkan juga untuk menggunakan sektor Provinsi
lain yang lebih luas dengan jangka waktu yang terbaru dan lebih panjang