Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
ANALISIS KOMPARASI PENJATUHAN PIDANA MATI DI INDONESIA DAN TIONGKOK (STUDI PENGARUH ALIRAN HUKUM YANG MELATARBELAKANGINYA)
Penelitian ini bertolak dari perbedaan tajam angka vonis pidana mati yang tinggi di
Indonesia dan Tiongkok sepanjang tahun 2022, menjadikan penelitian ini menarik untuk
diteliti dalam hal aliran hukum yang melatarbelakangi penjatuhan pidana mati oleh
[majelis] hakim di kedua negara tersebut.
Berbekal pendekatan kualitatif hukum guna melakukan komparasi dan mendedah
pertimbangan hakim dalam putusan pidana mati 2022 di Indonesia dan Tiongkok, penulis
menemukan bahwa, pertama, terkait dengan corak ketentuan penjatuhan pidana mati di
Tiongkok dan Indonesia. Persamaan antara corak ketentuan pidana mati di Indonesia dan
Tiongkok ialah pidana mati dipandang dapat diandalkan untuk mencipta atau
mengembalikan keteraturan masyarakat dengan efek jera yang dilekatkan padanya.
Perbedaannya, di Tiongkok, penjatuhan pidana mati bergantung sepenuhnya oleh
keputusan Partai Komunis, sementara di Indonesia penjatuhan pidana mati bergantung
pada pertimbangan hakim masing-masing tingkat peradilan.
Kedua, vonis pidana mati di Tiongkok dipengaruhi secara berkelindan oleh aliran
Legalisme dan Konfusianisme, spesifiknya Legalisme menekankan pidana mati sebagai
aspek pembalasan, sementara Konfusianisme memberi penekanan pidana mati sebagai
prevensi umum sekaligus upaya menyelamatkan masyarakat luas dari bahaya dampak
tindak pidana yang dilakukan oleh pelaku. Sementara di Indonesia, pengaruh aliran Neo
klasik-lah yang dominan mempengaruhi, di mana pidana mati didasarkan pada alas dan
tujuan kemanusiaan.
Ketiga, terkait dengan formulasi ideal pidana mati di Indonesia, telah hadir KUHP
Nasional atau “KUHP Nusantara” yang semakin menjunjung tinggi nilai-nilai
kemanusiaan, yakni dengan menempatkan pidana mati sebagai pidana yang pidana khusus
yang bersifat alternatif dengan pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling
lama 20 tahun (de jure “retentionist”). Di samping itu, terpidana mati diberi kesempatan
(baca: masa percobaan) selama 10 tahun untuk membenahi dirinya menjadi lebih baik.
Meski begitu, penting bagi hakim melakukan interpretasi serius ketika berhadapan dengan
kasus yang berpotensi dijatuhi pidana mati
TINGKAT PENGETAHUAN DAN PARTISIPASI ANGGOTA KAMPUNG SIAGA BENCANA (KSB) DALAM MENGHADAPI BENCANA BANJIR DI DESA NGASTOREJO KECAMATAN JAKENAN KABUPATEN PATI
Desa Ngastorejo merupakan daerah yang memiliki topografi dataran rendah
dan berada di sebelah sungai besar Silugonggo, sehingga sangat rawan terjadi
bencana banjir dan memimbulkan dampak yang cukup besar. Oleh sebab itu, untuk
mengurangi adanya dampak negatif yang terjadi, pihak desa mengajukan kepada
pihak Dinsos di bentuknya Kampung Siaga Bencana (KSB) berjumlah 60 anggota
yang merupakan warga sekitar desa dan memiliki rasa sukarela, sehingga
pentingnya untuk mengetahui tingkat pengetahuan dan partisipasi anggota KSB
dalam menghadapi bencana banijir. Penelitian ini bertujuan untuk (1) untuk
mengidentifikasi tingkat pengetahuan anggota KSB dalam menghadapi bencana
banjir (2) untuk menganalisis partisipasi anggota KSB dalam menghadapi bencana
banjir dan (3) untuk mengidentifikasi tingkat kerawanan bencana banjir di Desa
Ngastorejo, Kecamatan Jakenan, Kabupaten Pati.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain
deskriptif. Penelitian dilakukan di Desa Ngastorejo, Kecamatan Jakenan,
Kabupaten Pati. Populasi dalam penelitian ini anggota KSB sebanyak 60 orang.
Sampel pada penelitian ini diambil menggunakan teknik non probability sampling
dengan sampling jenuh sebanyak 60 orang. Teknik pengumpulan yang digunakan
yaitu tes, angket, dan wawancara serta dokumentasi sebagai data pendukung.
Variabel dalam penelitian ini yaitu pengetahuan dan partisipasi. Analisis data yang
digunakan yaitu deskriptif persentase.
Berdasarkan hasil penelitian tingkat pengetahuan anggota KSB Desa
Ngastorejo dalam mengahadapi bencana banjir memiliki kriteria yang tinggi
dengan persentase 82%. Maka dari itu, anggota KSB dapat dikatakan sudah
memenuhi kriteria untuk menjadi anggota KSB, sendangkan tingkat partisipasi
anggota KSB Desa Ngastorejo berupa tenaga, ide, keterampilan, serta harta dan
benda dalam mengahadapi bencana banjir diperoleh persentase 72% termasuk
kriteria sedang. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi pengetahuan dan
partisipasi yaitu umur, pendidikan, dan pekerjaan. Tingkat kerawanan bencana
banjir yang terjadi cukup rawan hingga sangat rawan dengan KK yang terdampak
sekitar 345-390 KK. Kesimpulan penelitian ini yaitu anggota KSB yang memiliki
tingkat pengetahuan tinggi tetapi dalam berpartisipasi sedang karena faktor yang
mempengaruhi tersebut.
Saran dari penelitian ini pihak pemerintah yaitu TAGANA atupun BPBD
Pati terus mengadakan program edukasi berkelanjutan dan meningkatakan
kesadaran berpartisipasi bahwa peluang lebih banyak untuk anggota berkontribusi
sesuai kemampuan mereka
PENGEMBANGAN PERMAINAN MONOPOLI SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN IPS MATERI KERAJAAN-KERAJAAN HINDU BUDHA DAN ISLAM KELAS VII MTS ARROHMAN 01 BULU KABUPATEN REMBANG
Pelaksanaan pembelajaran IPS di MTs Arrohman 01 Bulu masih bersifat
konvensional dengan metode berupa ceramah dan kurangnya penggunaan media
pembelajaran yang membuat peserta didik kurang aktif dalam pembelajaran. Hasil
belajar peserta didik juga masih banyak yang dibawah kriteria ketercapaian tujuan
pembelajaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media pembelajaran
monopoli dan menganalisis hasil respon peserta didik terhadap media pembelajaran
monopoli pada materi Kerajaan-kerajaan Hindu Budha dan Islam di MTs Arrohman
01 Bulu.
Metode yang digunakan yaitu metode penelitian dan pengembangan atau
Research and Development (R&D) dengan model pengembangan Borg&Gall yang
tahapannya telah dibatasi menjadi 7 tahapan yaitu potensi dan masalah,
pengumpulan data, desain produk, validasi desain, uji coba produk, dan revisi
produk. Subjek penelitian terdiri atas 1 orang ahli materi, 1 orang ahli media, dan
16 peserta didik kelas VII di MTs Arrohman 01 Bulu. Hasil penelitian menunjukkan
bahwa validasi oleh ahli materi sebesar 93,75% dengan kategori sangat baik, ahli
media sebesar 96,15% dengan kategori sangat baik, serta ahli praktikalitas sebesar
93,18% dengan kategori sangat baik. Hasil respon peserta didik sebesar 90,06%
dengan kategori sangat baik.
Hasil validasi oleh validator ahli menunjukkan bahwa media pembelajaran
monopoli sangat layak digunakan. Data hasil respon peserta didik juga
menunjukkan bahwa media pembelajaran monopoli materi Kerajaan-kerajaan
Hindu Budha dan Islam mendapat respon yang sangat baik dari peserta didik.
Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa media pembelajaran monopoli pada
materi Kerajaan-kerajaan Hindu Budha dan Islam sangat layak digunakan sebagai
media pembelajaran di MTs Arrohman 01 Bulu
PENGARUH PENGGUNAAN MEDIA ARTICULATE STORYLINE TERHADAP MINAT DAN HASIL BELAJAR IPS SISWA SD
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya pengaruhnya
penggunaan media Articulate Storyline terhadap minat dan hasil belajar mata
pelajaran IPS siswa kelas IV SDN Palebon 03 Semarang. Jenis penelitian ini adalah
kuantitatif. Variabel bebas dalam penelitian ini adalah media Articulate Storyline,
sedangkan variabel terikatnya adalah minat dan hasil belajar. Sampel yang
digunakan sebanyak 30 siswa kelas IV. Teknik pengumpulan data yang digunakan
adalah angket dan tes berbentuk pilihan ganda yang telah diuji validitasnya.
Analisis data yang digunakan adalah teknik analisis deskritif dan teknik analisis
inferrnsial dengan menggunakan uji regresi linear sederhana. Hasil analisis statistik
deskriptif menunjukkan bahwa rata-rata nilai awal siswa sebesar 57,73 dan
mengalami peningkatan setelah diberikan perlakuan dengan nilai rata-rata 84,53.
Hasil analisis statistik inferensial media Articulate Storyline terhadap minat melalui
pengujian menunjukkan nilai signifikan sebesar 0,015 < 0,05. Sedangkan nilai
signifikansi media Articulate Storyline terhadap hasil belajar sebesar 0,000< 0,05.
Dapat disimpulkan bahwa media Articulate Storyline memiliki pengaruh yang
signifikan terhadap minat dan hasil belajar pada materi kekayaan budaya daerah
siswa kelas IV SDN Palebon 03
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR TELUSUR E-MAPS BERBASIS PROBLEM BASED LEARNING UNTUK MENINGKATKAN KEMANDIRIAN DAN HASIL BELAJAR MATERI PENGENALAN SEL SISWA KELAS VIII
Pendidikan menjadi salah satu kunci dari arah pembangunan Sumber Daya
Manusia (SDM) agar menjadi tangguh, dinamis, produktif, terampil, menguasai
ilmu pengetahuan dan teknologi yang didukung dengan kerjasama industri dan
talenta global. Permasalahan yang terjadi pada siswa kelas VIII SMP Negeri 2
Kramat Kabupaten Tegal adalah siswa memiliki gawai berkuota internet yang
belum dioptimalkan pemanfaatannya, hasil pembelajaran IPA yang belum
mencapai kriteria ketercapaian tujuan pembelajaran, dan menurunnya kemandirian
siswa. Hal ini mendorong peneliti untuk mengembangkan bahan ajar Telusur e
Maps berbasis problem based learning dengan karakterestik spesifiknya, menguji
kelayakan bahan ajar Telusur e-Maps berbasis problem based learning, dan
menguji keefektifannya dalam meningkatkan kemandirian dan hasil belajar pada
materi pengenalan sel siswa kelas VIII. Penelitian ini merupakan penelitian
pengembangan Research and Development menggunakan prosedur pengembangan
4D terdiri dari 4 tahap yaitu Define, Design, Development dan Dissemination yang
dilaksanakan pada 32 siswa kelas VIII SMP Negeri 2 Kramat. Hasil penelitian
menunjukkan karekteristik Telusur e-Maps yang didesain dengan aplikasi Canva,
disisipkan game pemantik, video, gambar 3D, QR Code, dan asesmen
pembelajaran. Hasil analisis kelayakan bahan ajar 88 % dalam kategori sangat layak
yang diperoleh dari analisis ahli materi 92%, ahli media 84%, ahli bahasa 86%, dan
kepraktisan oleh siswa 88%, serta hasil uji kepraktisan oleh guru 89%. Hasil
Analisis keefektifan bahan ajar Telusur e-Maps berbasis problem based learning
dalam meningkatkan kemandirian diperoleh hasil sebesar 85% yang menunjukkan
bahwa bahan ajar yang dikembangkan cukup efektif untuk meningkatkan
kemandirian siswa. Keefektifan bahan ajar Telusur e-Maps berbasis problem based
learning untuk meningkatkan hasil belajar siswa kelas VIII dinyatakan cukup
efektif dengan hasil uji-t berpasangan yang menunjukkan bahwa adanya perbedaan
rata-rata pada data pretest dan posttest, serta hasil n-gain mendapat skor 0,62
dengan kriteria sedang. Simpulan penelitian ini yaitu bahan ajar Telusur e-Maps
berbasis problem based learning untuk meningkatkan kemandirian dan hasil belajar
materi pengenalan sel siswa kelas VIII, dan bahan ajar Telusur e-Maps dapat
digunakan pada kegiatan pembelajaran dengan sangat baik. Bahan ajar bahan ajar
Telusur e-Maps ini dapat digunakan dan dikembangkan untuk pembelajaran IPA di
kelas VIII SMP. Penggunaan teknologi dapat dimanfaatkan untuk membantu siswa
belajar dan meningkatkan kemandirian mereka dalam pembelajaran
KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR DENGAN TEKNIK DISPUTE COGNITIVE DAN ROLE PLAYING UNTUK MENINGKATKAN REGULASI DIRI PADA SISWA DENGAN GEJALA PROKRASTINASI AKADEMIK
Regulasi diri menjadi suatu hal yang urgen dalam kehidupan manusia terutama
bagi para pelajar dalam mencapai prestasi yang diharapkan. Metode penelitian
merupakan rancangan penelitian quasi-eksperimental dengan Two Group Pre-test Post
tes Design. Populasi penelitian sebanyak 40 orang dan sampel penelitian berjumlah 16
orang yang masing-masing kelompok terjadi dari 8 orang pada teknik dispute cognitive
dan teknik role playing sesuai dengan kriteria inklusi dan ekslusi.
Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan skala regulasi diri.
Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji repeated-measures mixed ANOVA.
Hasil penelitian ini menegaskan bahwa Konseling kelompok Teknik Dispute Cognitive
dan Teknik Role Playing efektif meningkatkan regulasi diri siswa. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa siswa yang mendapatkan perlakuan konseling kelompok REBT
dengan teknik Dispute Cognitive dan Role Playing mengalami peningkatan signifikan
dalam regulasi diri dibandingkan dengan kelompok kontrol. Teknik Dispute Cognitive
membantu siswa menantang dan menggantikan keyakinan irasional yang mendukung
prokrastinasi akademik, sedangkan Role Playing memungkinkan mereka untuk melatih
respons yang lebih adaptif dalam menghadapi tekanan akademik.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa konseling kelompok REBT dengan
kedua teknik tersebut efektif dalam meningkatkan regulasi diri pada siswa dengan gejala
prokrastinasi
akademik.Konselor direkomendasikan menggunakan Konseling
kelompok Teknik Dispute Cognitive dan Teknik Role Playing efektif meningkatkan
regulasi diri pada siswa. Penelitian ini diharapkan dapat bermanfaat untuk guru
bimbingan dan konseling dalam menerapkan konseling kelompok Rational Emotive
Behavior Therapy dengan teknik Dispute Cognitive dan Role Playing untuk
meningkatkan regulasi diri pada siswa
THE EFFECTIVENESS OF TECHNOLOGY-ENHANCED DIFFERENTIATED READING INSTRUCTION (TEDRI) TO IMPROVE THE CRITICAL READING SKILLS OF HIGH SCHOOL STUDENTS WITH VARIED MOTIVATION LEVELS AT SMA TARUNA NUSANTARA MAGELANG
This study investigates the effectiveness of Technology-Enhanced
Differentiated Reading Instruction (TEDRI) in improving the critical reading skills
of senior high school students with different levels of reading motivation. Grounded
in the principles of differentiated instruction and supported by digital learning
technologies, TEDRI was designed to respond to the diverse needs of learners and
to foster deeper engagement with reading tasks. The research adopted a mixed
methods approach using a quasi-experimental one-group pre-test and post-test
design, complemented by qualitative data from classroom observations and
questionnaires. Thirty-three Grade 10 students at SMA Taruna Nusantara Magelang
participated in the study and were categorized into high, moderate, and low
motivation groups based on a validated Reading Motivation Questionnaire.
Quantitative data were analysed through descriptive statistics, Shapiro-Wilk
and Levene’s tests, and ANCOVA to assess the effectiveness of TEDRI across
varying motivation levels. Qualitative insights were drawn from teacher journals,
observation checklists, and student reflections, which helped to capture the learning
dynamics in real classroom settings. As both the classroom teacher and the
researcher, I had the opportunity to closely observe how students engaged with the
TEDRI model, adjusting strategies in real time to suit their individual needs. The
findings showed a significant improvement in students’ critical reading scores after
the intervention, with students in the high motivation group showing the most
substantial gains, though encouraging progress was also evident among those with
lower motivation.
Overall, the results suggest that TEDRI is an effective and adaptable
instructional approach for promoting critical reading in EFL contexts, especially
when student motivation is thoughtfully considered. This study highlights the
importance of designing responsive teaching strategies that not only integrate
technology but also honour the varied learning profiles of students in today’s
classrooms
THE ROLES OF TECHNOLOGY, PEDAGOGY AND CONTENT KNOWLEDGE TO SHAPE NOVICE ENGLISH TEACHERS’ IDENTITIES IN TEACHING ENGLISH AT ALOR, EAST NUSA TENGGARA
The TPACK framework has gained much attention in the educational
literature and has added sophistication to educational design, including how student
teachers, novice teachers, and professional teachers can be optimized in
constructing and maintaining their identity as a teacher through important
synergizing knowledge types. The present study seeks to examine the role of the
TPACK framework in shaping six novice English teachers involved in identity
construction. In this project, a narrative inquiry scheme used to disclose the stories
of six English novice teachers. The main technique to collect the narratives of six
novice English teacher semi structure interview. The interview also conducted with
the school principals to get additional information about the participants.
Supporting the interview data, observation was conducted to confirm the stories of
the participants. Thematic analysis with multiple case studies was applied to
analyse the narratives of six participants and three themes were established to
answered seven research questions.
The narratives of six participants revealed that a strong teacher identity is
emerged from a correct and balanced understanding and effective implementation
of the TPACK framework. Therefore, TPACK framework which consist of three
core knowledges and four intersection plays a significant roles in novice English
teachers’ identity formation. The finding suggested that the teacher education
program also plays crucial roles in identity formation, therefore university should
provide the pre-service teachers with adequate knowledge about TPACK and
experiences in implementing in teaching
PENGEMBANGAN BAHAN AJAR ELEKTRONIK BERBASIS SOCIO SCIENTIFIC ISSUES (SSI) PADA MATERI LISTRIK STATIS UNTUK MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR DAN ARGUMENTASI ILMIAH PESERTA DIDIK
Motivasi belajar menjadi aspek yang mendorong peserta didik dalam tercapalanya tujuan pembelajaran dan keterampilan argumentasi merupakan keterampilan yang signifikan dalam menghadapi perkembangan abad ke-21. Keterampilan ini dapat membantu peserta didik untuk menyelesaikan suatu permasalahan dengan sistematis dan rasional. Berdasarkan hasil observasi di SMA N 4 Semarang kedua permasalahan tersebut belum optimal dimiliki oleh peserta didik. Oleh karena itu perlu adanya upaya yang dilakukan dengan mengembangkan bahan ajar elektronik berbasis SSI. Penelitian ini secara umum bertujuan untuk mengetahui bahan ajar elektronik berbasis SSI yang dapat meningkatkan motivasi belajar dan argumentasi ilmiah dengan mengetahui karakteristik, kelayakan, keefektifan, dan kepraktisan. Penelitian ini menerapkan penelitian pengembangan R&D dengan menggunakan model pengembangan (ADDIE) Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation. Bahan ajar SSI ini menggunakan teknologi flipbook. Kelayakan bahan ajar divalidasi oleh lima ahli rata-rata nilai Aiken's V sebesar 0,89 dengan kategori layak. Impelementasi terhadap motivasi belajar dan argumentasi ilmiah pada kelas eksperimen berturut turut pada nilai rata-rata N-gain 0,68 dan 0,46 keduanya dalam kriteria sedang, sedangkan pada kelas kontrol motivasi belajar dan argumentasi ilmiah rata-rata nilai N-gain berturut-turut pada nilai 0.33 dan 0.30 pada kriteria sedang. Bahan ajar SSI ini memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap motivasi belajar peserta didik baik kelompok eksperimen dan kontrol pada aspek attention dan relevance, sedangkan pada keterampilan argumentasi ilmiah pada kelompok eksperimen memiliki pengaruh yang lebih besar terhadap aspek backings dan qualifer, pada kelompok kontrol aspek yang menonjol pada aspek backings dan claim. Kepraktisan bahan ajar elektronik dan bahan ajar cetak oleh peserta didik rata-rata pada nilai 75,5% dan 74,85% keduanya dalam kategori praktis, sedangkan menurut guru kepraktisan sebesar 94,55% dalam kategori sangat praktis. Bahan ajar SSI dapat meningkatkan motivasi dan argumentasi peserta didik
COMPARING THE REALIZATION OF THE TUTOR’S AND THE STUDENTS’ SPEECH ACTS IN THE EFL CLASSROOM INTERACTION OF SMALL ENGLAND ENGLISH COURSE CENTER IN BLORA
The purpose of this study is to identify the types of speech acts performed
by the English tutor and students in a series of English teaching and learning process
at Small England English Course on the basis of Searle’s theory of illocutionary
acts and its forces. This research applied descriptive-qualitative in nature. The
objects of this study were the utterances uttered by the tutor and students during
teaching and learning practices. The data were in the form of words, phrases, and
utterances employed by tutor and students. The major instrument in this study was
the researcher, who involved in every step of the process from the research design
to the data report. The data were obtained through conducting classroom
observation accompanied by recording the audio and video. The data were, then,
transcribed into the written form, select to fit the objectives of the study, record into
the data sheets, interpret and analyze using the theory of speech acts proposed by
Searle (1996). The data analyzed by using IFIDs proposed by Searle.
Methodological triangulation used to establish the trustworthiness of the data. This
study promotes a better understanding of pragmatic competence in ELT and
encourages the use of authentic, communicative strategies that foster dynamic
teacher-student interaction