Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGARUH METODE LATIHAN SERVIS DAN POINT OF CONTACT TERADAP HASIL SERVIS FLAT ATLET TENIS PEMULA KU 10-12 TAHUN DI SEKOLAH TENIS NEW ARMADA TAHUN 2023
Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan servis flat pada
atlet pemula KU 10-12 Tahun di Sekolah Tenis New Armada yang memiliki
kemampuan servis masih rendah. Tujuan penelitian ini adalah dengan
memberikan metode latihan servis gradual length dan straight from baseline yang
diharapkan mampu meningkatkan kemampuan servis flat atlet pemula KU 10-12
Tahun di Sekolah Tenis New Armada.
Metode penelitian yang digunakan pada penelitian ini adalah metode
eksperimen dengan desain faktorial 2x2 dengan teknik pengambilan purposive
random sampling. Dibagi menjadi 4 kelompok pada penelitian ini meliputi 2
kelompok gradual length dengan point of contact tinggi dan rendah dan 2
kelompok straight from baseline dengan point of contact tinggi dan rendah
dengan total sampel 20 atlet tenis pemula KU 10-12 Tahun di Sekolah Tenis New
Armada dan total 18 kali latihan pertemuan. Penelitian ini berfokus pada Hasil
Servis Flat.
Hasil penelitian ini terdapat perbedaan pengaruh metode latihan gradual
length terhadap servis flat atlet tenis pemula sekolah tenis new armada dengan
nilai rata-rata sebesar 16.80, dan ada pengaruh metode latihan straight from
baseline terhadap hasil servis flat atlet tenis pemula sekolah tenis new armada
dengan nilai rata-rata 9.90. Ada perbedaan pengaruh atlet yang memiliki point of
contact tinggi terhadap servis flat atlet tenis pemua sekolah tenis new armada
dengan nilai rata-rata sebesar 15.50, dan ada perbedaan pengaruh atlet yang
memiliki point of contact rendah terhadap hasil servis flat atlet tenis pemula
sekolah tenis new armada dengan nilai rata-rata sebesar 11.20.
Simpulan ada perbedaan pengaruh antara metode latihan gradual length
dan metode latihan straight from baseline terhadap hasil servis flat atlet pemula
sekolah tenis new armada. Ada perbedaan pengaruh antara point of contact tinggi
dan point of contact rendah terhadap hasil servis flat atlet pemula sekolah tenis
new armada. Tidak ada interaksi antara metode latihan dan point of contact
terhadap hasil servis atlet pemula sekolah tenis new armada. Saran : Atlet perlu
memperhatikan point of contact ketika servis dengan tepat, Pelatih hendaknya
memberikan metode latihan yang tepat dan pengawasan secara terstruktur
PENGARUH PERCEIVED USEFULNESS, PERCEIVED EASE OF USE, DAN USER SATISFACTION TERHADAP INTENTION TO USE SISTEM MBKM PADA MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Intention to use merupakan kemauan seseorang untuk terus menggunakan
teknologi tersebut. Kemauan menggunakan teknologi dapat dilihat dari sejauh
mana tingkat penggunaannya terhadap teknologi yang ada. Tujuan penelitian ini
adalah untuk mengetahui pengaruh secara simultan dan parsial antara perceived
usefulness, perceived ease of use dan user satisfaction terhadap intention to use
sistem MBKM pada mahasiswa Pendidikan Ekonomi Universitas Negeri
Semarang.
Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Ekonomi
Universitas Negeri Semarang angkatan 2019 dan 2020 yang berjumlah 597
mahasiswa. Teknik pengambilan sampel yaitu menggunakan proportional random
sampling. Sampel yang ditetapkan sebanyak 240 mahasiswa. Metode
pengumpulan data menggunakan kuesioner, wawancara dan observasi. Teknik
analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif presentase dan analisis
regresi linear berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara simultan perceived usefulness,
perceived ease of use, dan user satisfaction berpengaruh positif dan signifikan
terhadap intention to use sistem MBKM sebesar 57,8%. Secara parsial pengaruh
perceived usefulness terhadap intention to use sebesar 17,64%. Pengaruh
perceived ease of use terhadap intention to use sebesar 1,8225%. Pengaruh user
satisfaction terhadap intention to use sebesar 0,8281%.
Saran dari penelitian ini adalah: (1) Perceived usefulness pada sistem MBKM
sudah baik, tetapi perlu adanya peningkatan server guna meminimalisir error. (2)
Perceived ease of use pada sistem MBKM juga sudah baik, tetapi perlu adanya
peningkatan mengenai panduan dan keterangan fitur-fitur yang ada didalam
sistem MBKM. (3) User satisfaction pada sistem MBKM cukup baik namun perlu
adanya peningkatan berupa keakuratan guna menyajikan informasi secara akurat
dan bebas kesalaha
PENGARUH PENDIDIKAN KEWIRAUSAHAAN DAN PEMANFAATAN MEDIA SOSIAL TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA MELALUI SELF EFFICACY MAHASISWA PENDIDIKAN EKONOMI UNNES ANGKATAN 2019
Minat berwirausaha adalah aktivitas seseorang karena tertarik terhadap
dunia kewirausahaan serta mempunyai keinginan untuk memulai usahanya
sendiri. Berdasarkan data yang diperoleh dari HIPMI PT UNNES menunjukkan
Mahasiswa Pendidikan Ekonomi yang berwirausaha hingga tahun 2022 belum
optimal, sehingga masih diperlukan peningkatan jumlah mahasiswa untuk
berwirausaha. Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pendidikan
kewirausahaan dan pemanfaatan media sosial terhadap minat berwirausaha
melalui self efficacy sebagai variabel intervening.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif. Desain penelitian
menggunakan metode survei dengan angket sebagai instrumen pengumpulan data.
Populasi penelitian merupakan seluruh Mahasiswa Pendidikan Ekonomi UNNES
Angkatan 2019 yang berjumlah mahasiswa. Jumlah sampel sebanyak 140
mahasiswa yang ditentukan berdasarkan rumus Slovin. Teknik pengambilan
sampel pada penelitian ini menggunakan teknik simple random sampling. Alat
analisis dalam penelitian ini menggunakan analisis deskriptif, path analysis, dan
sobel test dengan menggunakan program IBM SPSS Statistic 23.
Hasil uji hipotesis menunjukan bahwa: ada pengaruh positif dan signifikan
pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha (11,02%), ada pengaruh
positif dan signifikan pemanfaatan media sosial terhadap minat berwirausaha
(14,5%) ada pengaruh positif dan signifikan self efficacy terhadap minat
berwirausaha (27,2%), ada pengaruh positif dan signifikan pendidikan
kewirausahaan terhadap sel efficacy (14,4%), ada pengaruh positif dan signifikan
pemanfaatan media sosial terhadap self efficacy (12,5%), ada pengaruh positif dan
signifikan pendidikan kewirausahaan terhadap minat berwirausaha melalui self
efficacy (33,2%), ada pengaruh positif dan signifikan pemanfaatan media sosial
terhadap minat berwirausaha melalui self efficacy (21,2%).
Simpulan dari penelitian ini adalah self efficacy berpengaruh positif dan
signfikan secara langsung terhadap minat berwirausaha. Sedangkan pendidikan
kewirausahaan dan pemanfaatan media sosial berpengaruh positif dan signifikan
secara langsung dan tidak langsung melalui self efficacy. Saran yang berkaitan
dengan penelitian ini yaitu perlunya meningkatkan kemampuan self efficacy
dalam proses pembelajaran kewirausahaan, serta wawasan mahasiswa tentang
kewirausahaan agar mahasiswa dapat memilih wirausaha sebagai pilihan alternatif
karir. Selain diri sendiri yang dapat bekerja, dengan berwirausaha mahasiswa juga
dapat menciptakan lapangan kerja baru untuk orang lain
HUBUNGAN MATA KULIAH PENGENALAN LAPANGAN PERSEKOLAHAN DENGAN MINAT MENJADI GURU PADA MAHASISWA PRODI PENDIDIKAN TEKNIK BANGUNAN ANGKATAN 2020 UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Pengenalan Lapangan Persekolahan (PLP) adalah sebuah program yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan Universitas Negeri Semarang (UNNES) untuk merasakan menjadi seorang guru. Meskipun melalui PLP mahasiswa mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang profesi guru, kenyataan di lapangan menunjukkan bahwa menjadi guru bukanlah hal yang mudah. Pengalaman langsung di lapangan mengungkapkan bahwa mahasiswa menghadapi berbagai kesulitan dalam praktik mengajar. Sedangkan minat mahasiswa untuk memilih profesi guru muncul dari proses pengenalan terhadap peran guru, yang menghasilkan perasaan terkait profesi tersebut dan memicu keinginan dalam diri mereka untuk menjadi guru. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah terdapat hubungan yang signifikan antara mata kuliah PLP dengan minat menjadi guru serta mencari tau berapa banyak mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan UNNES angkatan 2020 yang berminat menjadi guru.
Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah kuantitatif asosiatif dimana hal tersebut berlandaskan dua variabel yang saling berhubungan didalam penelitian ini. Responden dari penelitian ini adalah mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan UNNES angkatan 2020 yang telah mengambil mata kuliah PLP saat semester 7 sebanyak 55 mahasiswa. Uji Validitas dan reliabilitas dilakukan dengan responden mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan UNNES angkatan 2018 dan 2019 yang telah melaksanakan mata kuliah PLP. Uji prasyarat yang digunakan dalam penelitian ini adalah uji normalitas dan linieritas. Data dikumpulkan menggunakan angket/kuesioner dan dianalisis menggunakan analisis korelasi, kemudian uji-t digunakan untuk mengambil keputusan terhadap hipotesis.
Hasil analisis menunjukan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara mata kuliah PLP dengan minat menjadi guru pada mahasiswa Pendidikan Teknik Bangunan UNNES angkatan 2020. Hasil uji korelasi dalam penelitian ini sebesar 0.406 mengacu pada pedoman menurut sugiyono 2019 nilai korelasi tersebut masuk kedalam kategori korelasi sedang. Serta lebih dari 50% mahasiswa cenderung memiliki minat untuk menjadi guru. Pengalaman dan pemahaman mengenai profesi guru yang didapatkan selama kegiatan PLP ternyata memiliki hubungan yang cukup signifikan terhadap minat mahasiswa untuk dapat menjadi seorang guru
ADAPTASI PENDUDUK TERHADAP ROB DI PABEAN KELURAHAN PADUKUHAN KRATON KECAMATAN PEKALONGAN UTARA KOTA PEKALONGAN
Adaptasi dalam menghadapi Bencana Rob di Kelurahan Padukuhan
Kraton Kecamatan Pekalongan Utara Kota Pekalongan sangat penting untuk
diketahui, hal itu untuk mengurangi risiko bencana banjir rob yang sewaktu-waktu
terjadi dan menggenangi permukiman warga. Tujuan Penelitian 1. Mengetahui
kondisi banjir rob yang terjadi di Kelurahan Padukuhan Kraton Kota Pekalongan
2. Menganalisis adaptasi masyarakat terhadap banjir rob di Kota Pekalongan.
Lokasi penelitian ini terletak di Kelurahan Padukuhan Kraton, Kecamatan
Pekalongan Utara, Kota Pekalongan. Variabel adaptasi dalam penelitian ini terdiri
dari adaptasi aktif, pasif, dan ekonomi. Populasi dalam penelitian ini adalah
penduduk yang ada di Kelurahan Padukuhan Kraton yang terdiri dari 1.227 kepala
keluarga. Namun untuk fokus penelitian terdapat di dua RW yaitu RW 12 dan RW
13 yang terdiri dari 572 KK. Sampel diambil sebanyak 57 kepala keluarga.
Pengambilan sampel menggunakan teknik Purposive Sampling yang dilakukan
dengan cara menentukan sampel dengan pertimbangan tertentu. Sumber data yaitu
data primer dan data sekunder. Metode pengumpulan data menggunakan
kuesioner, wawancara dan observasi. Penelitian ini merupakan penelitian dengan
pendekatan kuantitatif. Teknik analisis data secara deskriptif presentase
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kondisi banjir rob kedalaman rata
rata mencapai 50 cm serta lama genangannya bisa mencapai satu bulan. Frekuensi
terjadinya banjir rob tidak dapat dipastikan namun dalam satu tahun terjadi 2-3
kali. Lalu untuk kondisi sosial dan ekonomi saat terjadi banjir rob mengalami
kesulitan untuk menjalankan aktivitas seperti biasa. Kondisi banjir rob ini juga
menyebabkan kerusakan bangunan serta kesulitan mendapatkan air bersih.
Adaptasi penduduk di Kelurahan Padukuhan Kraton terbagi dalam tiga yaitu
adaptasi aktif, adaptasi pasif, dan adaptasi ekonomi. Adaptasi penduduk di
Kelurahan Padukuhan Kraton di RW 12 dan RW 13 termasuk dalam kategori
sedang. Bentuk adaptasinya seperti meninggikan lantai rumah, pembangunan
tanggul, dan mengurangi biaya pengeluaran.
Saran bagi penduduk Kelurahan Padukuhan Kraton tetap menaati aturan
dan himbauan yang sudah Pemerintah berikan untuk mengurangi dampak dari
adanya bencana banjir rob sehingga kita bisa lebih waspada. Kemudian bagi
pemerintah saran yang dapat diberikan yaitu lebih sering meninjau daerah mana
saja yang terdampak banjir rob agar segera dilakukan penanganan yang tepat
untuk mengurangi resiko bencana banjir rob
PENERAPAN MODEL PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA ELEMEN KONSTRUKSI DAN UTILITAS GEDUNG KELAS XI SMK JURUSAN DESAIN PEMODELAN DAN INFORMASI BANGUNAN (DPIB) DI SMKN 2 SALATIGA
Dalam dunia pendidikan, komponen - komponen utama pembelajaran seperti tenaga pendidik/guru, siswa, dan model pembelajaran sangat berpengaruh terhadap keberhasilan dari suatu proses pembelajaran. Berdasarkan observsi pada kelas XI SMK Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan (DPIB) di SMKN 2 Salatiga, pembelajaran elemen yang masih berpusat pada guru (teacher centered) menimbulkan peserta didik kurang aktif dalam mengikuti proses pembelajaran dan motivasi belajar rendah, sehingga berpengaruh pada hasil belajarnya. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui perbedaan antara kelas yang menerapkan model pembelajaran discovery learning dan kelas yang menerapkan model pembelajaran konvensional terdahap hasil belajar siswa pada Elemen Konstruksi Dan Utilitas Gedung kelas XI SMK Jurusan Desain Pemodelan dan Informasi Bangunan di SMKN 2 Salatiga.
Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI DPIB A sebanyak 36 siswa sebagai kelas eksperimen yaitu kelas yang diberi metode pembelajaran discovery learning, dan kelas XI DPIB B sebanyak 35 orang sebagai kelas kontrol yaitu kelas yang tidak dikenai pembelajaran artinya masih menggunakan pembelajaran konvensional. Teknik sampling yang digunakan adalah purposive sampling. Metode pengumpulan data menggunakan tes (pretest dan Posttest) dan angket respon.
Hasil penelitian ini adalah terdapat perbedaan antara hasil belajar belajar siswa untuk pretest dan posttest atau terdapat pengaruh penggunaan model pembelajaran discovery learning terhadap hasil belajar siswa dengan diperolehnya hasil uji N-Gain yang menunjukkan bahwa nilai rata-rata N-Gainscore untuk kelas eksperimen (discovery learning) adalah sebesar 87 %, Sedangkan nilai rata-rata N- Gainscore untuk kelas kontrol (metode konvensional) adalah sebesar 77 %. Hasil belajar model pembelajaran discovery learning kategori tinggi atau lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa kelas XI DPIB SMK N 2 Salatiga.
Saran dari penelitian ini adalah: 1) Diharapkan bagi guru agar model pembelajaran ini dapat dijadikan sebagai acuan dalam menerapkan model pembelajaran agar tidak membosankan bagi siswa sehingga hasil belajar siswa meningkat dan siswa juga merasa lebih tanggung jawab dalam menyampaikan ide- ide kreatifnya. 2) Dengan adanya penelitian ini semoga pihak sekolah dapat memberikan masukan untuk mempertimbangkan model pembelajaran ini supaya dapat diterapkan pada pembelajaran di sekolah
ORIENTASI POLITIK MASYARAKAT MELAYU DAN BENTUK KETERLIBATAN LEMBAGA ADAT MELAYU PADA PILWAKOT BATAM 2020 (Studi Kasus Kampung Tua Tanjung Uma, Kota Batam)
Penelitian ini memiliki tujuan untuk menggambarkan orientasi politik
Masyarakat Melayu di Kampung Tua Tanjung Uma dalam menentukan pilihan
politiknya pada Pilwakot Batam 2020 serta untuk mengetahui bentuk keterlibatan
Lembaga Adat Melayu (LAM) dalam Pilwakot Batam tahun 2020. Penelitian ini
menggunakan pendekatan penelitian kualitatif dengan teknik pengumpulan data
berupa observasi secara tidak langsung dengan narasumber terkait yang dilakukan
selama proses wawancara mendalam kepada masyarakat Melayu Tanjung Uma dan
pihak LAM serta bukti dokumentasi terkait pelaksanaan Pilwakot Batam 2020.
Pembahasan akan dilakukan dengan menggunakan teori orientasi politik milik
Gabriel Almond dan Sidney Verba.
Hasil penelitian menunjukkan: 1) Orientasi politik yang mendasari
pilihan politik masyarakat Melayu Tanjung Uma pada Pilwakot Batam 2020
dilatarbelakangi oleh nilai adat istiadat Melayu dan nilai Islam. Nilai tersebut
dijadikan sebagai pertimbangan dalam berpikir secara evaluatif dalam
menentukan pilihan. 2) Mengenai keterlibatan Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota
Batam pada Pilwakot Batam 2020 adalah LAM tidak berperan secara langsung
dalam memberikan dukungan maupun menggerakkan suara masyarakat Melayu
kepada salah satu paslon pada pelaksanaan Pilwakot Batam 2020. Dengan alasan
independensi yang dimiliki LAM sebagai organisasi adat. Walaupun demikian,
LAM berkontribusi dalam meningkatkan partisipasi politik masyarakat yang
direalisasikan dalam bentuk diskusi politik pada kelompok kecil berbasis keluarga.
Berdasarkan hasil penelitian maka penulis mengajukan saran-saran
berikut: 1) Orientasi politik masyarakat terhadap nilai-nilai keIslaman dan budaya
serta adat istiadat Melayu saat menentukan pilihan politik harus tetap dipertahankan
keberadaannya dengan alasan untuk mempertahankan eksistensi budaya Melayu di
Kota Batam. 2) memperluas jangkauan sosialisasi politik kepada masyarakat
Melayu di Kota Batam dan dengan potensi besar yang dimiliki oleh LAM,
diharapkan LAM dapat memberikan dukungan langsung kepada salah satu paslon
Melayu pada pilkada maupun pemilu di kemudian hari. Hal ini sesuai dengan tujuan
LAM yang ingin mempertahankan identitas Melayu di Kota Bata
PENGARUH GREEN MARKETING MIX TERHADAP GREEN PURCHASE INTENTION PADA PRODUK GARNIER DI KABUPATEN DEMAK
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pada kuartal I-2020
pertumbuhan industri kimia, farmasi, dan obat tradisional termasuk kosmetik
tumbuh 5,59%. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah green
marketing mix berpengaruh terhadap green purchase intention pada Garnier di
Kabupaten Demak.
Penelitian ini dilakukan di Kabupaten Demak. Penelitian ini menggunakan
jenis penelitian kuantitatif dengan kuesioner sebagai teknik pengambilan data.
Populasi pada penelitian ini adalah msyarakat umum Kabupaten Demak dengan
kriteria tertentu. Adapun total responden atau sampel dalam penelitian ini adalah
126 responden yang dibulatkan menjadi 130 responden dengan teknik pengambilan
sampel purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah statistik
deskriptif dan analisis regresi berganda dengan program IBM SPSS statistic version
23 for windows.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa Green product (X1), Green price
(X2), Green place (X3), dan Green promotion (X4) berpengaruh terhadap Green
Purchase Intention (Y) sebesar 77,5%. Sedangkan sisanya sebesar 22,5%
dipengaruhi oleh variabel lain. Sedangkan secara parsial green product berpengaruh
terhadap green purchase intention sebesar 4,25% , green price berpengaruh terhadap
green purchase intention sebesar 9,48%, green place berpengaruh terhadap green
purchase intention sebesar 35,40% ,dan green promotion berpengaruh terhadap green
purchase intention sebesar 3,38%.
Saran yang diberikan adalah Apabila pihak garnier menginginkan purchase
intention meningkat maka perlu ditingkatkan dan dikembangkan kembali green
marketing mix yang telah diterapkan oleh perusahaan. Dan bagi penelitian selanjutnya,
diharapkan memperluas penelitian dengan menambah variabel bebas seperti kontrol
perilaku atau menambah variabel terikat seperti brand image, brand awarness dan lain
sebagainya
KARAKTERISTIK MATERIAL RESIN EPOXY KOMPOSIT BERPENGUAT LIMBAH KAIN KATUN DAN WOL UNTUK APLIKASI RANGKA QUADCOPTER DRONE
Industri teknologi pesawat tanpa awak (drone) menunjukkan peningkatan sering dengan makin banyaknya penggunaan secara komersial di Indonesia. Keadaan tersebut menjadikan pelaku industri khususnya komponen drone untuk melakukan beragam inovasi terkait demi memperoleh karakteristik dengan kualitas terbaik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layering terhadap karakteristik sifat fisik dan mekanik komposit berpenguat limbah kain katun dan wol, serta potensinnya untuk digunakan sebagai material rangka quadcopter drone. Limbah kain dipilih sebagai suatu upaya dalam mendukung pengelolaan limbah, terutama limbah tekstil. Metode pembuatan komposit dilakukan dengan teknik hand lay up menggunakan matriks pengikat berupa resin epoxy. Karakterisasi sifat fisik dan mekanik diuji melalui pengujian densitas, kekerasan, flexural, water absorption, dan foto makro. Pengujian menunjukkan hasil yang baik pada variasi layering komposit yang diperkuat full kain katun (KKKKK). Dengan demikian, penggunaan limbah kain katun dan wol sebagai penguat komposit tidak hanya dapat dijadikan sebagai solusi permasalahan limbah tekstil, namun sebagai peluang baru dalam pengembangan komposit ramah lingkungan
PENGARUH PENAMBAHAN PASIR SILIKA DAN SEKAM PADI TERHADAP KARAKTERISASI MATERIAL KOMPOSIT UNTUK APLIKASI BRAKE PADS PADA KERETA API
Saat ini banyak penelitian yang sedang mengebangkan brake pads kereta api yang menggunakan bahan komposit. Pada penelitian sebelumnya, brake pads dibuat dengan metode compression cold molding dengan pemberian tekanan sebesar 10 Mpa dalam waktu 20 menit dan ditemukan kualitas terbaik yang diperoleh dengan komposisi epoxy, sekam padi, Al O , dan Fe O masing-masing 50%, 20%, 15%, dan
23 23
15%. Namun, nilai koefisien gesek yang diperoleh hanya 0,262 µ, yang belum sesuai dengan standar yang telah ditetapkan oleh PT INKA yaitu 0,14-0,22 µ. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji mengenai pengaruh variasi komposisi yang terdiri dari resin epoxy, aluminium oxide, dan iron oxide dengan komposisi masing- masing sebesar 50%, 15%, dan 15% yang memvariasikan komposisi pasir silika (20%, 10%, dan 0%) dan sekam padi (0%, 10%, dan 20%). Dalam pembuatan brake pads komposit menggunakan metode compression cold molding dengan penekanan 10 MPa dalam waktu 15 menit. Hasil penelitian menunjukan spesimen dengan variasi komposisi B memiliki sifat fisik dan mekanik yang lebih baik dibandingkan dengan dua variasi komposisi lainnya. Penggunaan variasi komposisi B menghasilkan nilai densitas, kekerasan, flexural, dan koefisien gesek, yaitu sebesar 1,234 g/cm³, 75,2 Shore-D, 34,78 Mpa, dan 0,57 µ. Dari hasil penelitian yang telah dilakukan menunjukan bahwa, brake Pads dengan variasi komposisi B telah memenuhi standar kekerasan dan juga flexural yang telah ditentukan oleh PT INKA. Namun pada nilai kekuatan densitas dan juga koefisien gesek belum sesuai dengan standar yang telah dikeluarkan oleh PT INKA yaitu 1,7 g/cm³ dan 0,14-0,22 µ