Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGARUH LINGKUNGAN KELUARGA TERHADAP KESIAPAN KERJA SISWA DENGAN INFORMASI DUNIA KERJA SEBAGAI VARIABEL MODERATING (Studi Kasus di SMK Negeri 1 Tambelang, Kabupaten Bekasi)
Kesiapan kerja merupakan salah satu faktor penting yang mempengaruhi
lulusan SMK untuk mampu bersaing dalam dunia kerja dengan baik. Namun,
berdasarkan Badan Pusat Statistik, jumlah pengangguran terbuka di Indonesia
menurut pendidikan yang ditamatkan untuk jenjang SMK pada bulan Februari 2024
sebesar 22,5%. Hal tersebut disebabkan oleh banyaknya faktor, hasil analisis
research gap diperoleh pengaruh lingkungan keluarga memiliki hasil inkonsisten
terhadap kesiapan kerja, sehingga peneliti tertarik untuk meneliti kembali variabel
lingkungan keluarga dengan menambahkan informasi dunia kerja sebagai variabel
moderasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan
keluarga terhadap kesiapan kerja siswa dengan informasi dunia kerja sebagai
variabel moderasi. Objek penelitian adalah SMK Negeri 1 Tambelang. Perhitungan
sampel menggunakan metode simple random sampling dan sampel berjumlah 215
siswa kelas XI SMK Negeri 1 Tambelang Tahun Ajaran 2023/2024. Penelitian ini
menggunakan desain ex-post facto dengan pendekatan kuantitatif. Teknik analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini menggunakan Moderated Regression
Analysis (MRA), analisis pengujian asumsi klasik, serta uji hipotesis yang terdiri
dari uji t, uji F, uji koefisien determinasi dan sumbangan efektif. Hasil penelitian
menunjukkan bahwa (1) Lingkungan Keluarga berpengaruh positif dan signifikan
terhadap Kesiapan Kerja Siswa sebesar 11,7% dan (2) Informasi Dunia Kerja
berpengaruh positif dan signifikan terhadap Kesiapan Kerja Siswa sebesar 11,6%,
(3) Informasi Dunia Kerja tidak dapat memoderasi pengaruh Lingkungan Keluarga
terhadap Kesiapan Kerja Siswa, (4) Pengaruh variabel independen secara bersama�sama terhadap variabel terikat adalah sebesar 23,5%. Saran untuk peneliti
selanjutnya diharapkan dapat menggunakan variabel lain sebagai variabel
moderasi
ANALISIS NILAI INDEKS KEANDALAN PADA SISTEM JARINGAN DISTRIBUSI 20 KV DI PT PLN (PERSERO) UP3 SUKOHARJO MENGGUNAKAN METODE RIA (RELIABILITY INDEX ASSESMENT)
Energi listrik merupakan salah satu sumber energi yang secara tidak langsung dapat
meningkatkan kesejahteraan manusia. Meningkatnya kebutuhan energi listrik memerlukan
keandalan distribusi energi listrik yang baik. Keandalan sistem tenaga listrik dapat
didefinisikan sebagai kemampuan sistem dalam menyediakan energi listrik yang cukup dan
berkualitas tinggi. Permasalahan yang paling mendasar pada distribusi daya listrik adalah
pada mutu, kontinuitas dan ketersediaan pelayanan daya listrik pada pelanggan. Tujuan dari
penelitian ini adalah dapat dijadikan evaluasi mengenai keandalan sistem pada jaringan
distribusi 20 kV akibat gangguan faktor internal maupun eksternal dalam upaya
meminimalkan pemadaman listrik.
Metode penelitian ini menggunakan metode RIA (Reliability Index Assesment). Tahap
metode ini meliputi menyiapkan data yang dibutuhkan, menghitung nilai indeks keandalan,
melakukan perbandingan dengan standar keandalan SPLN 62-8:1986. Berdasarkan data dari
PT. PLN (Persero) UP3 Sukoharjo, maka data tersebut diinput guna untuk melihat hasil nilai
keandalan sistem jaringan distribusi berupa SAIFI dan SAIDI untuk masing-masing feeder.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa nilai SAIDI penyulang SLB09, WSI09, dan WSI
16 pada PT. PLN (Persero) UP3 Sukoharjo memiliki nilai indeks keandalan yang cukup baik
menurut standar SPLN 68-2:1986, sehingga kualitas listrik dapat dikatakan andal. Sedangkan
pada penyulang PLR14, SLB15, dan WNI 03 memiliki nilai yang tidak memenuhi standar
SPLN, maka sebab itu, penyulang PLR14, SLB15, dan WNI03 belum dapat dikatakan andal.
Sedangkan nilai indeks keandalan SAIFI pada penyulang PLR14, SLB09, SLB15, WNI03,
WSI09, WSI16 memiliki nilai yang tidak memenuhi standar SPLN 68-2:1986, sehingga
belum dapat dikatakan anda
KELAYAKAN ORNAMEN MAHAR PERNIKAHAN DARI LIMBAH KULIT JAGUNG
Menurut data BPS Kabupaten Banyuwangi, Kecamatan Siliragung
menempati posisi kedua sebagai penghasil jagung terbanyak dari tahun 2019
ke 2020. Hal ini menyebabkan banyaknya limbah kulit jagung di lingkungan
sekitar dan belum dimanfaatkan secara maksimal. Limbah kulit jagung dalam
penelitian ini diolah sebagai ornament mahar pernikahan untuk mengurangi
jumlahnya dan memanfaatkannya menjadi produk yang memiliki daya jual
cukup tinggi. Tujuan penelitian : untuk mengetahui kelayakan produk
ornamen mahar pernikahan dari limbah kulit jagung ditinjau dari uji inderawi
dan uji kesukaan.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain
eksperimen One-Shot Case. Objek penelitian ini adalah ornamen mahar
pernikahan dari limbah kulit jagung. Subjek penelitian ini terdiri dari 3
panelis ahli uji inderawi dan 3 panelis ahli uji kesukaan. Teknik pengumpulan
data yang digunakan adalah observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data
menggunakan deskriptif persentase.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa produk ornamen mahar
pernikahan dinyatakan sangat valid oleh 3 validator melalui uji inderawi. Uji
inderawi dilakukan berdasarkan penilaian indikator desain, bentuk, warna,
tekstur, keserasian, kerapian, dan daya tarik dengan perolehan nilai rata-rata
89,58%. Hasil uji kesukaan yang dinilai oleh 3 panelis ahli berdasarkan
indikator bentuk, warna, tekstur, keserasian, kerapian, dan daya tarik,
memperoleh nilai tertinggi pada indikator keserasian yaitu 91,67% dengan
kriteria sangat suka dan nilai terendah pada indikator warna yaitu 77,08%
dengan kriteria suk
KELAYAKAN BATIK LASEM SEBAGAI AKSESORIS SANGGUL MODERN DALAM LASEM BATIK CARNIVAL
Kelayakan Batik Lasem Sebagai Aksesoris
Sanggul Modern Dalam Lasem Batik Carnival. Skripsi, Program Studi Pendidikan
Tata Kecantikan, Jurusan Pendidikan Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik,
Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing Dra. Erna Setyowati, M.Si.
Adanya wabah Covid-19 menyebabkan perajin batik lasem gulung tikar.
Pemerintah Kabupaten Rembang melakukan berbagai cara meningkatkan
eksistensi batik lasem termasuk kegiatan Lasem batik carnival. Sehingga menjadi
gagasan penciptaan aksesoris sanggul modern menggunakan batik lasem. Tujuan
penelitian ini untuk mengetahui kelayakan batik lasem sebagai aksesoris sanggul
modern dalam lasem batik carnival melalui uji inderawi dan uji kesukaan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan metode eksperimen
desain one shot case study. Objek penelitian ini adalah aksesoris sanggul modern
berbahan batik lasem. Subjek penelitian yaitu 3 expert judgment sebagai validator
produk dan 15 panelis agak terlatih untuk uji kesukaan. Variabel penelitian
menggunakan variabel tunggal. Penelitian ini dilaksanakan bulan September 2023
hingga mei 2024 Tempat penelitian di Kabupaten Rembang. Teknik pengumpulan
data menggunakan observasi dan dokumentasi. Analisis data menggunakan
deskriptif presentase. Berdasarkan penilaian uji validitas menunjukan produk
dinyatakan sangat valid dengan rata-rata 86,6%. Hasil penilaian uji inderawi
memperoleh rata-rata 84,9% dengan kriteria sangat layak dan penilaian uji
kesukaan memperoleh rata-rata 91,6% dalam kriteria sangat suka. Hasil dari
penelitian menyatakan batik lasem berpotensi menjadi aksesoris sanggul modern
dalam lasem batik carnival. Desain dan hasil jadi aksesoris sanggul modern
dibentuk sesuai kebutuhan dan tema carniva
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN TEKNIK AIRBRUSH TERHADAP RIAS PENGANTIN INTERNASIONAL PADA KULIT WAJAH HIPERPIGMENTASI
Menghindari keluhan umum pada kulit wajah, seperti hiperpigmentasi, penyebab
umum hiperpigmentasi adalah paparan sinar matahari yang berlebihan, pencegahan
hiperpigmentasi dapat dilakukan dengan menghindari faktor-faktor penyebab
hiperpigmentasi. Karena hiperpigmentasi dapat menimbulkan masalah lain, seperti
kesulitan saat merias wajah pada acara-acara khusus, seperti pernikahan, maka
diperlukan teknik pengaplikasian yang baik, seperti teknik airbrush. Tujuan dari
penelitian ini untuk mengetahui efektivitas penggunaan teknik airbrush terhadap
makeup pengantin internasional pada wajah hiperpigmentasi, dengan menggunakan
metode penelitian kuantitatif dan desain penelitian Eksperimen, memperoleh hasil
penelitian oleh ekspert yaitu pretest 63% postest 82%, oleh responden pretest 67%,
postest 86%, sehingga dapat disimpulkan dari 3 ekspert pretest dinyatakan efektif
dan postest dinyatakan sangat efektif sedangkan dari 15 responden pretest
dinyatakan efektif dan postest dinyatakan sangat efektif terhadap rias pengantin
internasional pada kulit hiperpigmentasi melasma., kemudian disarankan untuk
penelitian selanjutnya pada penggunaan produk sama banyak pada kedua
perlakuannya, dan penelitian selanjutnya pada penggunaan produk sama warna
pada kedua perlakuanny
PENGELOLAAN PENDIDIKAN NILAI KARAKTER MANDIRI DAN KREATIF PADA ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DI SEKOLAH INKLUSI (STUDI KASUS SD SURYO BIMO KRESNO SEMARANG)
Pendidikan karakter memegang peranan penting dalam holistik anak, terutama untuk
anak berkebutuhan khusus (ABK). Penelitian ini mengeksplorasi pengelolaan
pendidikan karakter yang berfokus pada kemandirian dan kreativitas yang disesuaikan
untuk ABK dengan mengambil tempat penelitian di SD Suryo Bimo Kresno (SBK)
Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian deskriptif kualitatif dengan
menggunakan pendekatan fenomenologi. Fokus utama dari penelitian ini adalah untuk
memahami dan menganalisa bagaimana melakukan pengelolaan pendidikan karakter
mandiri dan kreatif yang optimal bagi anak ABK. Dalam pengumpulan data, penelitian
ini menggunakan 3 metode yang berbeda, yaitu metode observasi, wawancara dan
dokumentasi. Selanjutnya, diterapkan metode triangulasi guna menjamin reliabilitas
dan keabsahan data. Hasil temuan menunjukkan bahwa pengelolaan pendidikan
karakter mandiri dan kreatif bagi ABK meliputi proses perencanaan, pelaksanaan, dan
evaluasi. Dalam tahap perencanaan, guru mempersiapkan bahan ajar melalui diskusi
dalam kelompok kerja guru (KKG), yang disesuaikan dengan kebutuhan siswa ABK
dan disetujui oleh Kepala Sekolah. Pembelajaran di kelas atas mengacu pada modul
ajar dari majelis Pendidikan Dasar dan Menengah, sementara di kelas bawah, Rencana
Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) disederhanakan agar lebih mudah dipahami.
Penyesuaian model pembelajaran dilakukan dengan memberikan porsi lebih banyak
kepada pendidikan karakter dibandingkan akademik, sebagai respons terhadap
menurunnya karakter moral di kalangan siswa. Kepala sekolah mendorong penerapan
model pembelajaran cooperative learning untuk mendukung proses pendidikan
karakter. Implementasi pendidikan karakter mandiri dan kreatif dilakukan dengan
sistem pembiasaan yang berulang serta penerapan reward dan punishment untuk
meningkatkan motivasi siswa. Namun, evaluasi pendidikan karakter menghadapi
tantangan karena tidak adanya target bersama yang jelas, meskipun guru kelas
memiliki indikator masing - masing untuk menilai keberhasilan pendidikan karakter
mandiri dan kreati
SATUAN LINGUAL PENGUNGKAP MAKNA KONSERVASI DALAM BERITA KONSERVASI DI LAMAN UNNES.AC.ID
Peran bahasa sangat penting dalam kehidupan sehari-hari. Salah satunya dalam
penulisan teks berita dengan berbagai isu yang penting bagi masyarakat seperti isu
konservasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis satuan lingual yang
digunakan dalam berita konservasi di laman unnes.ac.id guna mengungkap makna
konservasi yang disampaikan. Sebagai universitas yang memiliki visi berwawasan
konservasi, Universitas Negeri Semarang (UNNES) aktif mempublikasikan berita
terkait upaya pelestarian lingkungan, nilai karakter, dan budaya melalui laman
resminya. Penelitian ini menggunakan metode analisis kualitatif dengan
pendekatan deskriptif untuk mengidentifikasi dan mengkategorikan satuan lingual
seperti kata, frasa, klausa, dan kalimat yang berfungsi sebagai pengungkap makna
konservasi. Data diperoleh dari penggalan satuan lingual yang terdapat dalam
berita di laman unnes.ac.id selama periode bulan Oktober 2023-Mei 2024 yang
diduga sebagai pengungkap makna konservasi. Pengumpulan data penelitian
disediakan menggunakan metode simak dan teknik catat. Data dianalisis
menggunakan metode agih serta teknik baca markah. Hasil penelitian ini
menunjukkan bahwa bentuk satuan lingual pengungkap makna konservasi yang
terdapat dalam 29 teks berita konservasi di laman unnes.ac.id diperoleh delapan
kata, enam frasa, dan tiga kalimat. Penggunaan yang tepat dan bervariasi sangat
penting dalam menyampaikan pesan konservasi itu sendiri.
Kata Kunci: satuan lingual, makna konservasi, berita konserva
IMPLEMENTASI E-OFFICE DALAM MENINGKATKAN LAYANAN DI DINAS PENDIDIKAN KOTA CIREBON
Tuntutan keterbukaan informasi publik mengarah pada optimasi fungsi
E-Office dalam menyajikan informasi yang dibutuhkan publik, begitu juga
pelayanan yang cepat. Strategi pencegahan korupsi berbasis sumber daya aparatur
biasa dilakukan dengan rotasi pegawai secara berkala dan pegawai baru yang
bertugas akan sangat membutuhkan banyak informasi untuk mempelajari hal-hal
secara cepat. Di sinilah peran E-Office dalam pengelolaan informasi tersebut. Di
lingkup perkantoran pemerintahan, pelayanan berbasis elektronisasi merupakan
suatu keharusan dan merupakan amanat dari Good Government. Penelitian ini
bertujuan mendeskripsikan pengembangan dan integrasi sistem E-Office ,
implementasi E-Office untuk meningkatkan layanan, dan tantangan teknis,
organisasional, budaya yang muncul selama proses implementasi E-Office di dinas
Pendidikan Kota Cirebon.
Penelitian dengan pendekatan kualitatif ini menempatkan Dinas Pendidikan
Kota Cirebon. Subjek penelitian yang dilibatkan adalah 1 Kepala Dinas, 1 Kepala
Bidang, 7 Pegawai Dinas dan 1 Pegawai UPT Satuan Pendidikan sebagai pengguna
layanan. Data dikumpulkan dengan teknik wawancara, observasi, dan dokumentasi
untuk memperoleh informasi sesuai tujuan penelitian. Keabsahan data dilakukan
dengan triangulasi sumber dan metode. Analisis data kualitatif menggunakan model
Miles & Huberman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi sistem dari konvensional
beralih menggunakan E-Office membutuhkan proses. Implementasi Aplikasi
E-Office memerlukan personel yang memiliki keterampilan teknologi informasi.
Keberhasilan pelayanan melalui E-Office di Dinas Pendidikan Kota Cirebon pada
umumnya sudah berjalan sesuai standar minimal pelayanan. Tantangan yang
dihadapi dalam implementasi E-Office adalah teknis dalam penggunaan E-Office
lebih kepada hal-hal yang bersifat personal penyesuaian budaya kerja.
Kesimpulannya bahwa integrasi layanan dilakukan membutuhkan waktu
secara berkala dengan kesiapan sumberdaya yang mendukung. Keberhasilan
layanan sudah sesuai kriteria standar minimal pelayanan dan tantangan perubahan
yang harus siap dihadapi dalam implementasi E-Office . Sehingga perlu strategi
pencapaian yang sitematis dilakukan dalam penjaminan mutu pelayana
THE TEACHERS’ IMPLEMENTATION OF CAMBRIDGE CURRICULUM IN TEACHING WRITING AT CAMBRIDGE BILINGUAL HIGH SCHOOL YOGYAKARTA
Cambridge English Language Assessment is one of the curriculum pathways
used in Senior High School. This curriculum has required subjects, including
English as a Second Language/ESL. At the end of the course, Cambridge
curriculum has a final test named Cambridge testing/ IGCSE test. Based on
previous studies, it found that writing is the students’ lowest point. In addition,
preliminary research at CBHS Yogyakarta also found that writing skills,
especially hortatory exposition text, is the most challenging material faced by
11th
-grade students. Therefore, the role of the teachers in the teaching-learning
process, especially in writing, is essential.
This thesis aimed to evaluate how English teachers perceive, plan, and
practice the Cambridge curriculum in teaching writing. The objectives of the
research are (1) to explain the teachers’ perception of the Cambridge curriculum
in teaching writing at CBHS Yogyakarta (2) to explain teachers’ plan of
instructional process on the basis of the Cambridge curriculum in teaching writing
in Cambridge at CBHS Yogyakarta (3) to explain the teachers’ practice of the
Cambridge curriculum in teaching writing at CBHS Yogyakarta (4) to show the
relationship between the teachers’ perception, the teachers’ plan, and the teachers’
practice of Cambridge curriculum in teaching the students writing at CBHS
Yogyakarta. It was collected by case study. The sample involved four English
teachers from CBHS Yogyakarta. Data collection included interview guidelines,
questionnaires, document analysis, and observation. The technique of analyzing
the data used the steps of analyzing data proposed by Braun and Clarke (2006).
The results showed that the four teachers of CBHS Yogyakarta had a
positive perception of teaching writing. They have adequate knowledge and
experience dealing with Cambridge curriculum implementation. The teachers’
practice aligned with their perception and plan. However, although their lesson
plan did not include all aspects based on the local curriculum qualification, it was
completed enough to implement in the classroo
PENGARUH KOREAN WAVE TERHADAP NILAI-NILAI GUSJIGANG DI KABUPATEN KUDUS
Gaya hidup masyarakat terus berkembang seiring dengan perkembangan jaman
yang banyak dipengaruhi oleh globalisasi dan modernisasi. Dampaknya terasa pada
perubahan gaya hidup masyarakat Indonesia yang senantiasa mengikuti perkembangan
terkini dari dunia luar. Belakangan ini budaya Korea atau K-pop begitu mewabah pada
remaja di Indonesia termasuk remaja di sekitar Kabupaten Kudus. Adanya komunitas
Dance Korea; Grup Online Yang Diikuti Remaja, Korean Drama Fans; hingga Kedai
Makan Korea. Fenomena tersebut memperlihatkan adanya pergeseran nilai sosial budaya
masyarakat Kota Kudus yang memiliki filosofi dan etos kerja “gusjigang” yang diartikan
bagus, mengaji, dan berdagang. Menurunnya makna “gusjigang” dikalangan remaja Kota
Kudus dewasa ini akibat dari perubahan gaya hidup remaja dan pergaulan remaja yang
lebih banyak mengikuti trend masa kini atau yang lebih dikenal dengan budaya
“kekinian” oleh para remaja. Tujuan penelitian ini adalah (1) mendeskripsikan gaya hidup
Korean Wave pelajar SMA di Kabupaten Kudus saat ini, (2) memaparkan faktor yang
mempengaruhi gaya hidup Korean Wave pelajar SMA di Kabupaten Kudus dan (3)
menganalisis pengaruh gaya hidup Korean Wave terhadap nilai-nilai Gusjigang.
Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif, Penelitian ini
memanfaatkan konsep riset fenomenologi. Informan dalam riset ini direncanakan
berjumlah 4 orang siswa pelajar SMA Kabupaten Kudus dengan usia 17 hingga 18 tahun
serta merupakan pelajar kelas XI dan XII. Metode pemungutan sampling dengan
purposive sampling.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Gaya hidup Korean Wave pelajar SMA di
Kabupaten Kudus saat ini adalah dengan selalu mencari informasi mengenai K-Pop
melalui media sosial, mengkoleksi produk-produk yang berhubungan dengan K-Pop. (2)
Faktor yang mempengaruhi gaya hidup Korean Wave pelajar SMA di Kabupaten Kudus
adalah adanya koneksi dari lirik musik dengan kehidupan pribadi dari pelajar SMA, selain
itu adalah pelajar juga mengagumi perilaku dari artis Korea. Faktor lainnya adalah
paparan informasi dari media sosial yang sangat pesat yang membuat pelajar banyak
mengetahui berbagai informasi, penemuan-penemuan baru, kejadian ditempat lain,
adopsi ideologi, gaya hidup Korea.(3) Pengaruh gaya hidup Korean Wave terhadap nilainilai Gusjigang oleh pelajar SMA di kota Kudus dirasakan tidak menurunkan nilai-nilai
gusjigang yang dianut oleh pelajar. Hal ini karena pelajar SMA tetap mengamalkan nilai
gusjigang dengan berdampingan bersama budaya Korea. Selain itu gusjigang dinilai tidak
akan punah karena nilai ini telah melekat pada masyarakat di kota Kudus dengan kuat
bahkan masuk dalam mata pelajaran sosiologi sehinggaa membuat murid-murid sekolah
atau generasi muda di Kota Kudus mengetahui dan mengamalkan budaya gusjigang