Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
MUSIK RAPA’I GEURIMPHENG DI KABUPATEN PIDIE UPAYA REVITALISASI DALAM KONTEKS PENDIDIKAN SENI
Penelitian ini fokus mengkaji permasalahan terkait; (1) memahami hubungan
revitalisasi rapa’i geurimpheng dengan budaya masyarakat; (2) menemukan
cara/strategi revitalisasi rapa’i geurimpheng dilakukan dalam upaya pemertahanannya
sebagai seni pertunjukan di Kabupaten Pidie; (3) menemukan implikasi revitalisasi
rapa’i geurimpheng dalam hubungannya dengan pembangunan pendidikan seni dalam
masyarakat. Pengkajian dalam penelitian ini berlandaskan pada pendekatan
interdisiplin dengan berbagai konsep teori, meliputi strukturasi, kebudayaan, tindakan
sosial, pemertahanan, akulturasi, dan pendidikan melalui seni. Metode penelitian yang
digunakan adalah etnografi sebuah studi atas berbagai aspek budaya, dalam bentuk
ide/gagasan, sistem sosial, perilaku, maupun artefak fisik yang ada, yang berkaitan
dengan revitalisasi musik rapa’i geurimpheng lebih mendalam. Pengumpulan data
menggunakan teknik studi dokumentasi, wawancara, dan pengamatan. Keabsahan data
berdasarkan pada kredibility, transferability serta triangulasi. Analisis data digunakan
untuk mereduksi, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa terjadi hubungan yang erat antara revitalisasi
rapa’i geurimpheng dengan kehidupan budaya masyarakat. Harapan masyarakat
terhadap revitalisasi rapa’i geurimpheng yaitu: partisipasi masyarakat dalam usaha
melestarikan budaya lokal, pemberdayaan masyarakat terutama seniman dan praktisi
seni, mengedukasi masyarakat akan pentingnya pelestarian seni. Pendidikan dan
pembinaan generasi muda, Peningkatan kesadaran dan pemahaman masyarakat
terhadap revitalisasi.
Pelaku utama revitalisasi adalah seniman sebagai agen, legitimasi pemerintah
diwakili oleh BPNB Aceh dan adanya kolaborasi keduanya. Dari hasil diskusi dengan
seniman dan masyarakat setempat, maka dianalisis bersama rangkaian pertunjukan
rapa’i geurimpheng. Terdapat “rukun” rapa’i geurimpheng sebagai hasil revitalisasi,
yaitu: saleuem aneuk syahi, saleuem rakan, seulaweut, tingkah, kisah, syahi panyang,
saman, dan lanie. Dalam setiap penampilan menggunakan “rukun” sebagai tahapan
yang telah ditetapkan bersama.
Implikasi pendidikan seni dalam latihan rapa’i geurimpheng, mulai dari saleuem
hingga lanie semua mengetengahkan pendidikan seni. Teknik memainkan rapa’i,
keseragaman tabuhan menimbulkan warna bunyi yang sangat khas dan unik.
xv
Mengembangkan pemahaman dan apresiasi terhadap musik rapa’i geurimpheng serta
mempertahankan warisan budaya yang berharga. Disamping itu implikasi pendidikan
seni pada latihan rapa’i geurimpheng yang dilakukan hari demi hari adalah pendidikan
karakter, yaitu disiplin, tanggungjawab, kerjasama, menghargai orang lain. Semua
karakter ini muncul pada setiap peserta latihan. Pada akhirnya muncul kesadaran
budaya, yang dimiliki oleh semua anggota tim rapa’i geurimpheng.
Rapa’i geurimpheng akan tetap lestari jika agen masih diberikan kekuatan dan kesehatan
untuk melakukan latihan serta pertunjukan. Agen tidak berfungsi, jika masyarakat luas tidak
tanggap dan melupakan keberadaan rapa’i geurimpheng. Oleh karenanya seni pertunjukan
rapa’i geurimpheng akan terus ada jika semua masyarakat pendukung mampu
mempertahankan keberadaannya dengan cara memberi ruang pertunjukan
EFEKTIVITAS PENGGUNAAN SOFTWARE AUTOCAD DAN INVENTOR DALAM MENGGAMBAR CAD 3 DIMENSI PADA KOMPETENSI KEAHLIAN TEKNIK PEMESINAN KAPAL DAN TEKNIK PENGELASAN DI SMK N 10 SEMARANG
Penelitian ini dilatarbelakangi adanya penggunaan Software AutoCAD dan Inventor
di SMK N 10 Semarang. Tujuan penelitian ini antara lain: 1). Menganalisis
perbandingan efektivitas software AutoCAD dan Inventor dalam menggambar CAD
3D berdasarkan hasil belajar siswa di kelas 12 Kompetensi Keahlian Teknik
Pemesinan Kapal dan Teknik Pengelasan SMK N 10 Semarang. 2). Menganalisis
perbandingan kemudahan penggunaan software AutoCAD dan Inventor dalam
menggambar CAD 3D di kelas 12 Kompetensi Keahlian Teknik Pemesinan Kapal
dan Teknik Pengelasan SMK N 10 Semarang. Penelitian ini merupakan jenis
penelitian quasi experiment dengan desain one group pre-test post-test design.
Sampel penelitian terdiri dari kelas XII Teknik Pemesinan Kapal rombel A dan XII
Teknik Pengelasan rombel A yang berjumlah masing masing rombel 35 siswa.
Sebelum digunakan untuk mengumpulkan data, instrumen penelitian berupa
gambar CAD 3D divalidasi oleh 4 ahli dengan hasil rata-rata 85% (sangat layak).
Hasil penelitian yaitu nilai rata-rata post-test kelompok AutoCAD adalah 73,49 dan
kelompok Inventor 85,34. Hasil angket kemudahan Software AutoCAD
menunjukkan angka 65,61% (mudah) dan software Inventor menunjukkan angka
78,18% (sangat mudah). Data di atas menunjukkan software Inventor lebih efektif
dan lebih mudah digunakan untuk menggambar CAD 3D daripada software
AutoCAD
KEEFEKTIFAN KONSELING KELOMPOK PENDEKATAN COGNITIVE BEHAVIOR THERAPY TEKNIK COGNITIVE RESTRUCTURING DAN SELF-TALK UNTUK MEREDUKSI PROKRASTINASI AKADEMIK SISWA
Penelitian ini menggunakan metode eksperimen dengan desain Randomized
Pretest-Posttest Comparasion Group. Sebagai langkah memperoleh data maka
melibatkan 17 siswa yang dipilih secara random assignment. Ada 3 kelompok
yang diberikan perlakuan dengan masing-masing ada 6(A), 6(B), 5(C) siswa.
Kelompok eksperimen tersebut menggunakan teknik cognitive restructuring,
teknik self-talk, dan teknik gabungan. Pengambilan sampel berdasarkan hasil
pretest, yaitu siswa yang mempunyai tingkat prokrastinasi tinggi. Analisis data
menggunakan Uji Wilcoxon, Uji Mann Whitney.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada saat treatment selesai diberikan, nilai
rata-rata prokrastinasi kelompok A (teknik cognitive restructuring) sebesar M =
58.07 sedangkan pada kelompok B (teknik self-talk) sebesar M = 52.33 serta pada
kelompok C (teknik kombinasi) nilai M sebesar = 57.20. Hal ini menunjukkan
bahwa terjadi penurunan tingkat prokrastinasi yang dilakukan oleh siswa pada
ketiga kelompok pada saat sebelum diberikan treatment dan sesudah diberikan
treatment.
Intervensi konseling kelompok menggunakan teknik cognitive restructuring dan
teknik self-talk efektif untuk menurunkan prokrastinasi siswa MTs Nurul Huda
Demak. Terdapat perbedaan tingkat keefektifan intervensi menggunakan teknik
cognitive restructuring, teknik self-talk, dan kombinasi teknik cognitive
restructuring dan teknik self-talk dalam menurunkan prokrastinasi siswa MTs
Nurul Huda Demak. Intervensi teknik self-talk lebih efektif dalam penelitian ini
EFEKTIVITAS LATIHAN PLIOMETRIK DAN PANJANG TUNGKAI TERHADAP PENINGKATAN DAYA LEDAK OTOT TUNGKAI PESERTA EKSTRAKURIKULER BOLAVOLI SISWA SMP NEGERI 2 AJIBARANG
Cabang olahraga bola voli membutuhkan aspek fisik yang memadai salah
satunya adalah daya ledak. Pda saat pertandingan daya ledak otot tungkai sangat
dibutuhkan ketika menyerang dan bertahan seperti blok dan smash, sehingga
dibutuhkan metode latihan yang sesuai untuk mengoptimalkan daya ledak otot
tungkai. Salah satu metode latihan untuk meningkatkan daya ledak yaitu
plyometrik. Namun pada faktanya kemampuan fisik khususnya daya ledak belum
mendapatkan perhatian khusus untuk diberikan kepada partisipan bola voli,
artinya perlukan pengujian efektivitas. Tujuan penelitian adalah menguji (1)
perbedaan pengaruh plyometrik tuck jump dan double leg jump terhadap daya
ledak otot tungkai, (2) perbedaan panjang tungkai tinggi dan rendah terhadap daya
ledak otot tungkai, (3) interkasi plyometrik (tuck jump dan double leg jump)
dengan panjang tungkai (tinggi dan rendah) terhadap daya ledak otot tungkai.
Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan desain faktorial 2x2.
Partisipan adalah pemain bola voli ekstrakurikuler sekolah menengah pertama
jenis kelamin laki-laki berjumlah 28 orang. Pengambilan sampel dengan teknik
purposive sampling. Instrumen adalah meteran dan vertical jump serta
penggunaan rumus Harman untuk mencari peak power. Analisis data adalah Two
way anova taraf signifikansi p<0.05, dengan bantuan SPSS versi 23.
Hasil penelitian telah ditemukan (1) Ada perbedaan efektivitas plyometrics
tuck jump dan double leg jump terhadap daya ledak otot tungkai dengan nilai
signifikansi 0.011<0.05 dan nilai F adalah 7.690. (2) tidak ada perbedaan panjang
tungkai (tinggi dan rendah) terhadap daya ledak otot tungkai dengan nilai
signifikansi adalah 0.118>p 0.05 dan nilai F adalah 2.630. (3) tidak ada interaksi
plyometrik (tuck jump dan double leg jump) dengan panjang tungkai (tinggi dan
rendah) terhadap daya ledak otot tungkai.
Simpulan metode latihan plyometrics tuck jump lebih baik peningkatannya
daripada double leg jump terhadap daya ledak otot tungkai, hal ini dapat dilihat
karakteristik gerakan tuck jump lebih cepat dan tidak ada jeda hal ini
menunjukkan foot kontak kebawah kemudian meloncat keatas membutuhkan
kecepatan dan kekuatan yang singkat. Selain itu, panjang tungkai tinggi dan
rendah tidak menjadi salah satu faktor daya ledak yang baik namun ada faktor�faktor lain untuk mengoptimalkan daya ledak otot tungkai, oleh karena itu
panjang tungkai tinggi dan rendah sama baiknya diberikan latihan plyometrik tuck
jump dan double leg tuck jump
ANALISIS KELAYAKAN ISI DAN BAHASA BUKU TEKS PEMBELAJARAN BAHASA INDONESIA KURIKULUM MERDEKA SEBAGAI SUMBER BELAJAR YANG ESENSIAL BAGI PESERTA DIDIK KELAS X SMA/SMK
Buku teks memiliki peranan penting dalam memperlancar proses pembelajaran
di sekolah sehingga diperlukan buku teks yang baik dan berkualitas untuk mencapai
tujuan pembelajaran yang dicanangkan kurikulum. Kualitas buku teks yang digunakan
dalam pembelajaran juga akan memengaruhi pencapaian target materi pembelajaran.
Buku teks yang baik memiliki kriteria atau standar tertentu seperti tentang relevansinya
dengan kurikulum yang sedang berlaku, kesesuaian metode dengan materi yang
disampaikan, serta isi buku atau sudut keilmuan. Berdasarkan Badan Standar Nasional
Pendidikan, terdapat beberapa komponen dasar yang dapat digunakan untuk
menentukan kualitas buku teks, yaitu kelayakan isi atau materi, bahasa, penyajian, dan
kegrafikaan.
Penelitian ini dilakukan bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi kelayakan isi
buku teks bahasa Indonesia untuk kelas X SMA/SMK edisi kurikulum merdeka yang
diterbitkan oleh Kemendikbud Ristek, dan (2) mengidentifikasi kelayakan bahasa buku
teks bahasa Indonesia untuk kelas X SMA/SMK edisi kurikulum merdeka yang
diterbitkan oleh Kemendikbud Ristek.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian analisis isi dengan metode
yang digunakan pada penelitian ini adalah pendekatan teoretis dan metodologis.
Adapun data yang digunakan dalam penelitian ini adalah materi pada buku teks bahasa
Indonesia berjudul “Cerdas Cergas Berbahasa dan Bersastra Indonesia untuk
SMA/SMK kelas X” karya Fadillah Tri Aulia dan Sefi Indra Gumilar yang diterbitkan
Pusat Perbukuan Badan Penelitian dan Pengembangan dan Perbukuan Kementerian
Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian ini dilakukan dengan dokumen serta simak dan catat. Instrumen penelitian
ini adalah peneliti sendiri (human instrument) dan kartu data yang berbentuk tabel.
Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan teknik interaktif Miles dan
Huberman. Kemudian, data disajikan dalam bentuk deskriptif kualitatif. Teknik
keabsahan data dalam penelitian ini adalah derajat kepercayaan (credibility),
keteralihan (transferability), kebergantungan (dependability), dan kepastian
(confirmability).
Hasil penelitian menunjukkan bahwa perhitungan skor kelayakan isi materi dan
bahasa buku teks bahasa Indonesia menunjukkan kesesuaian sebesar 95,13% dan
84,71% dengan kategori sangat baik. Jika dilihat dari persentase kesesuaian maka buku
teks bahasa Indonesia berjudul Cerdas Cergas Berbahasa Indonesia untuk SMA/SMK
kelas X edisi kurikulum merdeka karya Fadillah Tri Utami Aulia dan Sefi Indra
vii
Gumilar yang diterbitkan oleh Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan,
Riset, dan Teknologi tersebut dapat dikategorikan sangat layak untuk digunakan dalam
kegiatan pembelajaran mata pelajaran bahasa Indonesia. Jadi, meskipun buku ini
merupakan cetakan pertama dan belum pernah ada cetakan revisi, tetapi buku ini sudah
disusun dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Badan Standar Nasional Pendidikan
(BSNP).
Saran dalam penelitian ini adalah pengguna buku teks hendaknya memastikan
bahwa isi dan bahasa yang digunakan dalam buku teks yang digunakan dalam kegiatan
pembelajaran telah memenuhi standar kelayakan isi dan bahasa yang telah ditetapkan
oleh Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP)
PENGEMBANGAN BUKU PENGAYAAN MENCERITAKAN KEMBALI LEGENDA KABUPATEN SEMARANG BERMUATAN DIMENSI GOTONG ROYONG UNTUK PESERTA DIDIK SMP
Sumber belajar yang digunakan dalam pembelajaran menceritakan kembali teks
legenda menggunakan kurikulum merdeka masih sangat minim. Belum ada buku
tambahan atau referensi yang dapat digunakan pendidik maupun peserta didik
dalam pembelajaran di kelas. Pembelajaran teks legenda yang berasal dari daerah
sendiri juga belum ditambahkan dalam materi pembelajaran menceritakan kembali
teks legenda. Cerita legenda di Kabupaten Semarang telah banyak yang terlupakan.
Nilai gotong royong dalam diri peserta didik mulai berkurang di era zaman yang
semakin modern. Pendidik dan peserta didik membutuhkan buku pembelajaran
tambahan yang dilengkapi dengan materi teks legenda, contoh legenda yang ada di
Kabupaten Semarang, dan muatan dimensi gotong royong di dalamnya. Dengan
demikian, buku pengayaan menceritakan kembali legenda Kabupaten Semarang
bermuatan dimensi gotong royong diperlukan untuk memenuhi kebutuhan pendidik
dan peserta didik dalam meningkatkan kualitas pembelajaran di kelas. Berdasarkan
permasalahan tersebut, peneliti bermaksud menyusun buku pengayaan
menceritakan kembali legenda Kabupaten Semarang bermuatan dimensi gotong
royong untuk peserta didik SMP.
Terdapat beberapa tujuan dalam penelitian ini, meliputi 1) mendeskripsikan
analisis kebutuhan buku pengayaan menceritakan kembali legenda Kabupaten
Semarang bermuatan dimensi gotong royong untuk peserta didik SMP; 2)
mendeskripsikan prinsip pengembangan buku pengayaan menceritakan kembali
legenda Kabupaten Semarang bermuatan dimensi gotong royong untuk peserta
didik SMP; 3) mengembangkan prototipe buku pengayaan menceritakan kembali
legenda Kabupaten Semarang bermuatan dimensi gotong royong untuk peserta
didik SMP; 4) mendiskripsikan perbaikan buku pengayaan menceritakan kembali
legenda Kabupaten Semarang bermuatan dimensi gotong royong untuk peserta
didik SMP.
Penelitian ini menggunakan metode research and development (R&D) dengan
lima langkah yakni 1) potensi masalah, 2) pengumpulan data, 3) desain produk, 4)
validasi desain, dan 5) revisi desain. Penelitian ini menggunakan triangulasi
pengumpulan data, yakni observasi, wawancara, dan penyebaran angkat. Data yang
dikumpulkan dalam penelitian adalah (1) analisis kebutuhan pendidik dan peserta
didik, (2) validasi ahli dari pendidik bahasa Indonesia dan dosen ahli selaku
validator. Sumber data penelitian, yakni kebutuhan buku pengayaan oleh pendidik
dan peserta didik dan validasi produk oleh dosen ahli. Analisis data dalam
vii
penelitian ini menggunakan deskriptif kuantitatif dan kualitatif yang terdiri atas
pemaparan data dan simpulan data.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut. Pertama, hasil analisis kebutuhan
pendidik dan peserta didik terhadap buku pengayaan menceritakan kembali legenda
Kabupaten Semarang yang bermuatan dimensi gotong royong yang terdiri dari
empat aspek, yakni materi/isi, penyajian, desain, dan grafik buku. Kedua, prinsip
pengembangan buku pengayaan menceritakan kembali legenda Kabupaten
Semarang yang bermuatan dimensi gotong royong yang digunakan untuk
menyusun buku tersebut. Ketiga, prototipe buku pengayaan menceritakan kembali
legenda Kabupaten Semarang yang bermuatan dimensi gotong royong. Keempat,
penilaian prototipe buku pengayaan menceritakan kembali legenda Kabupaten
Semarang yang bermuatan dimensi gotong royong oleh dosen ahli buku pengayaan
dan ahli pembelajaran sastra dengan memberikan saran dan masukan. Kelima, hasil
perbaikan buku pengayaan menceritakan kembali legenda Kabupaten Semarang
bermuatan dimensi gotong royong untuk peserta didik SMP berdasarkan penilaian
dan saran yang telah diberikan oleh ahli validator.
Adapun saran yang dapat direkomendasikan, yaitu hendaknya buku pengayaan
dapat digunakan oleh peserta didik dan pendidik sebagai buku pendamping dalam
pembelajaran menceritakan kembali teks legenda; dapat digunakan oleh pendidik
dalam upaya penanaman nilai-nilai gotong royong dan pendidikan karakter; dan
dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menguji buku pengayaan menceritakan
kembali teks legenda bermuatan dimensi gotong royong sehingga dapat digunakan
secara maksimal
STRUKTUR KEPRIBADIAN TOKOH UTAMA NOVEL LUKACITA KARYA VALERIE PATKAR
Permasalahan tentang kondisi mental dapat dialami oleh semua kalangan,
termasuk pada kalangan remaja. Masa remaja merupakan masa peralihan dari anakanak menuju dewasa. Kondisi mental yang tidak sehat dapat mengakibatkan
gangguan suasana hati, kemampuan berpikir serta kendali emosi yang pada
akhirnya memberikan pengaruh negatif pada perilaku buruk seperti skizofrenia,
depresi, kecemasan, gangguan kepribadian, gangguan mental organik, gangguan
psikosomatik, bunuh diri, dan retadrasi mental. Dengan begitu, permasalahan
tersebut perlu diatasi sepenuhnya karena dapat mengganggu kepribadian dalam
menjalani kehidupannya. Kepribadian juga dapat ditemukan pada karya sastra
seperti novel melalui tokoh-tokoh yang ada di dalam cerita. Kepribadian pada
tokoh-tokoh tersebut yang diceritakan masing-masing secara khusus yang sesuai
dengan imajinasi pengarangnya yang mampu memikat perhatian pembaca.
Tujuan pokok dari penelitian ini adalah mendeskripsikan penyebab dari
kepribadian serta struktur kepribadian tokoh utama dalam novel Lukacita karya
Valerie Patkar.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Adapun data dalam
penelitian ini berupa kata, kalimat dan paragraf yang diduga mengandung penyebab
munculnya kepribadian serta struktur kepribadian dari tokoh utama pada cerita
dalam novel Lukacita karya Valerie Patkar. Pengumpulan data pada penelitian ini
dilakukan dengan teknik studi pustaka, teknik simak, dan teknik catat.
Hasil penelitian Struktur Kepribadian Tokoh Utama Novel Lukacita Karya
Valerie Patkar menunjukkan (1) kejadian-kejadian yang dapat menyebabkan
munculnya arketipe-arketipe dalam kepribadian dari tokoh Utara diantaranya ketika
keharusan Utara untuk menyesuaikan diri dengan menutupi kondisi Disleksia yang
dialaminya, pengalaman-pengalaman kelam seperti meninggalnya Edwin dan
perselingkuhan yang terjadi pada Yasa dengan Gigi di masa lalu yang terus
membayangi kehidupannya, momen bersama Javier yang memberikan nasihat
kepadanya, serta berakhir dengan ketakutan-ketakutan pada dirinya yang perlahan
berubah menuju ke arah yang lebih baik. (2) Kejadian-kejadian yang dapat
menyebabkan munculnya arketipe-arketipe dalam kepribadian dari tokoh Javier
diantaranya ketika keharusan untuk menyesuaikan diri dengan menutupi kondisi
buta warna yang dimiliki, pengalaman-pengalaman kelam seperti kecelakaan saat
ia berusaha mengejar adiknya kabur dari rumah di masa lalu yang masih
membayangi kehidupannya, momen bersama Mama Javier yang menunjukkan
sikap lembut untuk memberikan kenyaman, serta berakhir dengan ketakutanketakutan sebelumnya yang perlahan berubah menuju ke arah yang lebih baik.
Melalui berbagai pengalaman yang dialami dapat merefleksikan arketipe-arketipe
pada kepribadian Utara diantaranya adalah (1) Persona yang berupa menampilkanix
sosok pekerja keras, Shadow yang berupa memulai hidup baru dengan
meninggalkan dunia caturnya, Animus yang berupa sikap tegas saat berbicara
kepada Javier, dan Self yang berupa penerimaan keadaan yang menciptakan mimpi
untuk kembali bermain catur tanpa memikirkan obsesi untuk menang. (2)
Kemudian, pada kepribadian Javier juga dapat merefleksikan arketipe-arketipe
diantaranya Persona yang berupa sosok pemimpin yang tegas, Shadow yang berupa
keluar dari Pengantara, Anima yang berupa sikap lemah lembut kepada Utara, dan
Self yang berupa penerimaan keadaan yang menciptakan mimpi mengenai
kebebasan dalam hidupny
PEMANFAATAN BUKU CERITA BERGAMBAR BAGI PENINGKATAN KECEPATAN MEMBACA PESERTA DIDIK KELAS II SEKOLAH DASAR MELALUI PENDEKATAN DIFERENSIASI
IMPLEMENTATION OF FLIPPED CLASSROOM METHOD TO ENHANCE THE MOTIVATION AND READING ACHIEVEMENT OF STUDENTS WITH DIFFERENT GENDER AT MADRASAH ALIYAH HUSNUL KHOTIMAH SEMARANG
This study aimed to demonstrate how the use of flipped classroom methods could
enhance students’ motivation and reading achievement based on gender
perspectives. It employed mixed-method research (qualitative and quantitative).
The participants comprised 28 second-grade students 14 males and 14 females
majoring in IPS in the academic year 2023/2024. Data were gathered through
observation checklists, tests, closed-ended questionnaires, and semi-structured
interviews. The result of this study was found that; 1) The flipped classroom
method effectively enhanced reading achievement in both female and male
students, as evidenced by their pre-post test results; 2) The flipped classroom
method had a positive impact on both female and male students' motivation, but
the effect was more pronounced among female students; 3) the teacher's
implementation of the flipped classroom method positively impacted both female
and male students' motivation in reading activities. Female students responded
more positively, showing higher engagement, collaboration, and enjoyment
levels. Male students required more continuous support and prompting from the
teacher to stay motivated and engaged. The differences in responses highlight the
importance of tailored strategies to address female and male students' varying
needs and motivations in reading activities
HUBUNGAN TERPAAN HOAKS VAKSINASI COVID-19 DI MEDIA SOSIAL DAN PERSEPSI DALAM HEALTH BELIEF MODEL TERHADAP PERILAKU VAKSINASI COVID-19 MASYARAKAT UMUM KABUPATEN JOMBANG
Latar Belakang: Virus SARS-CoV-2 atau biasa disebut COVID-19 merupakan salah satu jenis virus Corona yang pertama kali ditemukan di kota Wuhan, China pada tanggal 31 Desember 2019. Pencegahan COVID-19 telah memasuki babak baru dengan tersedianya vaksin COVID-19 yang telah melalui beberapa tahap uji klinis dan dapat diproduksi secara massal. Kebijakan vaksinasi yang dilakukan saat ini merupakan salah satu langkah untuk mengakhiri pandemi COVID-19. Banyaknya pengguna platform media sosial di Indonesia menyebabkan cepatnya akses terhadap informasi yang tersebar di media sosial. Berbagai platform media sosial menimbulkan permasalahan, yakni munculnya banyak hoaks terkait pandemi vaksinasi Covid-19. Berdasarkan uraian – uraian di atas, peneliti ingin mengkaji lebih lanjut apakah terdapat pengaruh terpaan hoaks vaksinasi COVID-19 di media sosial dan persepsi dalam Health Belief Model terhadap perilaku vaksinasi COVID-19 pada warga Kabupaten Jombang.
Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dan desain penelitian cross-sectional, dengan cara menyebarkan kuesioner kepada masyarakat umum di Kabupaten Jombang dengan pengambilan anggota sampel dari populasi yang dilakukan secara accidental sampling mengingat populasi yang cukup besar dari penelitian ini. Penelitian dilakukan pada Oktober 2022
Hasil: Responden berjumlah 400 orang yang memenuhi kriteria inklusi. Dari 400 sampel diperoleh hasil uji t diperoleh t hitung sebesar 6,339 > t tabel 1,965 dan nilai sig 0,00 t table 1,965 dan nilai sig 0,00 f table sebesar 3,018 dengan signifikansi 0,00 < 0,05 menunjukkan bahwa variable “Paparan Hoax Vaksinasi COVID-19 di Media Sosial” dan “Persepsi pada Health Belief Model” “Secara simultan mempunyai pengaruh terhadap” Perilaku Vaksinasi COVID-19 Masyarakat Umum di Kabupaten Jombang.
Kesimpulan: Paparan hoax vaksinasi COVID-19 di media sosial dan persepsi dalam Health Belief Model berpengaruh signifikan terhadap perilaku vaksinasi COVID-19 masyarakat umum di Kabupaten Jombang