Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN ANTARA FAKTOR INDIVIDU DAN FAKTOR LINGKUNGAN KERJA DENGAN STRES KERJA PADA PEKERJA DI AREA RESIDUE CATALYTIC CRACKING COMPLEX (RCC) PT KILANG PERTAMINA INTERNASIONAL (Persero) REFINERY UNIT VI BALONGAN
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara faktor
individu serta faktor lingkungan kerja dengan tingkat stres kerja pada pekerja
Residue Catalytic Cracking (RCC) Complex PT Kilang Pertamina Internasional
(Persero) Refinery Unit VI Balongan. Data Laporan Bulanan Occupational Health
Mei 2022 mengindikasikan bahwa unit RCC mengalami tingkat stres kerja yang
sangat tinggi, dengan persentase stres berat mencapai 55,56% di Unit RCU-RCC
dan 66,67% di Unit LEU-RCC. Survei pada Juni 2023 memperkuat temuan ini,
menunjukkan bahwa 13,3% pekerja mengalami stres tinggi dan 10% mengalami
stres sangat tinggi. Temuan ini menyoroti tren signifikan dalam tingkat stres kerja
di area RCC Complex dan hasil dari penelitian ini diharapkan dapat memberikan
gambaran yang lebih jelas mengenai kontribusi kedua faktor tersebut terhadap stres
kerja, serta menjadi dasar dalam upaya pencegahan dan pengelolaan stres di tempat
kerja.
Jenis penelitian yang digunakan adalah metode kuantitatif analitik dengan
cara pendekatan cross sectional yaitu penelitian untuk mencari hubungan antar
variabel. Sampel yang ditetapkan sebesar 73 responden dengan teknik purposive
sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner Perceive Stress Scale (PSS)
dan alat pengukur kebisingan sound level meter. Data dianalisis menggunakan
analisis Chi-Square.
Berdasarkan uji Chi-Square Hubungan Antara Faktor Individu dan Faktor
Lingkungan Kerja dengan Stres Kerja pada Pekerja di Area Residue Catalytic
Cracking Complex (RCC) PT Kilang Pertamina Internasional (Persero) Refinery
Unit VI Balongan diperoleh hasil bahwa yang memiliki hubungan dengan stres
kerja (p<0,05) adalah usia (p=0,000), masa kerja (p=0,016), tingkat pendidikan
(p=0,002), dan kebisingan (p=0,001). Sedangkan yang tidak berhubungan dengan
stres kerja adalah status pernikahan (p=0,573) Dari hasil penelitian ini dapat
disimpulkan bahwa ada hubungan yang signifikan antara usia, masa kerja, tingkat
pendidikan, kebisingan dengan stres kerja pada pekerja di Area RCC Complex PT
KPI (Persero) RU VI Balongan. Saran yang diberikan untuk penelitian ini adalah
perusahaan perlu melakukan pendekatan komprehensif, baik dari segi lingkungan
kerja, dukungan psikologis maupun penyediaan program yang mendukung. Dan
diperlukan peran aktif pekerja untuk aktif dalam manajemen diri
PEMBAGIAN PERAN GENDER PADA PEKERJA INDUSTRI RUMAHAN KERUPUK MIE DI DESA HARJOSARI LOR
Lahirnya konsep gender terjadi karena adanya proses sosial budaya di dalam
masyarakat yang mempunyai keterkaitan dengan pembagian kedudukan serta peran
antara laki-laki dan perempan. Laki-laki dan perempuan dianggap memiliki peran
yang berbeda dalam masyarakat. Pada industri rumahan kerupuk mie di Desa
Harjosari Lor, laki-laki dan perempuan juga memiliki perbedaan tugas kerja yang
terlihat jelas. Penelitian ini bertujuan yang pertama untuk melihat bagaimana sistem
kerja pada industri rumahan kerupuk mie sehingga mengakibatkan adanya
perbedaan peran kerja pada laki-laki dan perempuan. Kedua, untuk melihat
bagaimana pembagian peran gender tepatnya terkait pembagian peran kerja yang
berbeda antara laki-laki dan perempuan di industri rumahan kerupuk mie Desa
Harjosari Lor. Selain itu juga untuk melihat apakah terdapat diskriminasi gender
yang dialami oleh pekerja laki-laki maupun pekerja perempuan atau tidak.
Penelitian ini merupakan penelitian dengan metode penelitian kualitatif dan
menggunakan pendekatan studi kasus. Penelitian ini menggunakan sumber data
primer yang diperoleh dengan menggunakan teknik pengumpulan data berupa
observasi dan wawancara. Wawancara dilakukan dengan mengajukan pertanyaan
kepada para informan yaitu pemilik dan pekerja industri rumahan kerupuk mie di
Desa Harjosari Lor. Observasi dilakukan dengan mengamati segala aktivitas yang
terjadi di dalam industri rumahan kerupuk mie Desa Harjosari Lor. Teknik analisis
data yang digunakan dalam penelitian ini yaitu analisis data di lapangan model
Miles and Huberman yang terdiri dari pengumpulan data, kondensasi, penyajian
data, dan verifikasi atau penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem kerja pada industri rumahan kerupuk
mie telah memberikan hak dan kesempatan yang sama bagi pekerja laki-laki dan
perempuan, dimana perbedaan tugas kerja didasari oleh kemampuan para pekerja.
Terkait pembagian peran kerja, pekerja laki-laki mempunyai tugas kerja yang lebih
berat jika dibandingkan dengan pekerja perempuan. Tugas kerja laki-laki berkaitan
dengan tugas-tugas yang membutuhkan tenaga fisik dan keterampilan. Tugas kerja
perempuan lebih ringan dan masih berkaitan dengan peran reproduktif seperti
memasak dan menjemur. Namun, baik pekerja laki-laki maupun perempuan juga
memiliki peran gender yang sama yakni peran produktif, peran reproduktif, dan
v
peran kemasyarakatan. Dapat disimpulkan bahwa dalam industri rumahan kerupuk
mie di Desa Harjosari Lor tidak terdapat diskriminasi gender yang terjadi karena
perbedaan yang terjadi didasarkan pada kemampuan atau keahlian yang dimiliki
bukan pada gender maupun jenis kelamin. Adapun saran yang bisa penulis berikan
yaitu: 1) perlu diadakannya program pelatihan dan pengembangan untuk pekerja
perempuan guna meningkatkan keahlian; 2) perlu meningkatkan kesadaran dan
kemauan pada diri perempuan untuk bisa bersaing secara setara dengan laki-laki;
3) diadakannya promosi kesetaraan gender pada masyarakat; dan 4) melakukan
evaluasi berkala terhadap sistem kerja
ANALISIS STRUKTUR KOMPOSIT ZnO/rGO DAN ZnO-NiO/rGO SEBAGAI MATERIAL ELEKTRODA SUPERKAPASITOR
Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki dampak dari penambahan Ni dengan variasi rasio molaritas terhadap struktur dan morfologi komposit ZnO/rGO. Metode yang digunakan adalah metode hydrothermal dengan rasio molaritas 1:1 dan 1:2 pada NiO dan ZnO. Karakterisasi yang digunakan adalah XRD, FESEM dan Raman Spektroskopi. Hasil XRD mengungkapkan bahwa rGO yang dihasilkan memiliki domain multilayer serta intensitas ZnO maupun NiO yang tidak terlihat karena dominasi rGO. Namun analisis FESEM mampu mengunkapkan keberadaan ZnO dan NiO yang menunjukkan morfologi beragam seperti nanoflakes, nanoflower dan nanocube. Pengamatan EDX juga mengungkapkan sebagian ZnO dan NiO menyisip ke dalam lapisan rGO. Sementara spektroskopi Raman mengungkapkan adanya ketidaksempurnaan dalam struktur rGO melalui intensitas pita D yang tinggi, yang menurun setelah penambahan Ni, menunjukkan perbaikan struktur sp².Hasil ini menunjukkan bahwa komposit ZnO-NiO/rGO memiliki potensi signifikan sebagai material elektroda superkapasitor, berkat stabilitas dan integritas struktur sp² dalam rGO yang dipertahankan oleh kehadiran ZnO dan NiO, serta kontribusi lapisan multilayer rGO yang dapat meningkatkan kapasitas penyimpanan muatan
PENGARUH PERSEPSI KARYAWAN TENTANG POLUSI UDARA TERHADAP KINERJA KARYAWAN
Beberapa tahun ini, beberapa kota besar di Indonesia tengah dilanda isu polusi
udara termasuk di Kota Jakarta. Polusi udara yang sedang terjadi di Jakarta tentunya
sangat berbahaya bagi kesehatan dan diasumsikan akan memengaruhi kinerja dari
karyawan. Untuk itu diperlukan adanya kajian terkait bagaimana pengaruh persepsi
karyawan tentang polusi udara terhadap kinerja karyawan agar dapat memperoleh
solusi penyelesaian atas fenomena tersebut. Maka, tujuan dari penelitian ini adalah
untuk mengetahui bagaimana persepsi karyawan luar ruangan tentang polusi udara,
bagaimana kinerja karyawan, dan pengaruh persepsi karyawan tentang polusi udara
terhadap kinerja karyawan. Pendekatan yang digunakan dalam penelitian ini adalah
pendekatan kuantitatif dengan desain asosiatif kausal. Subjek pada penelitian ini
sejumlah 232 orang karyawan yang bekerja outdoor atau semi outdoor di wilayah
Kota Jakarta dengan teknik quota sampling. Instrumen penelitian yang digunakan
dalam penelitian ini adalah Skala Kinerja Karyawan milik (Edison, Anwar, et al.,
2016) untuk mengukur tingkat kinerja karyawan serta Skala Belief in Global
Warming menurut (Heath & Gifford, 2006) yang sudah diadaptasi oleh (Gu et al.,
2015) dengan mengganti ‘global warming’ menjadi ‘polusi udara’ untuk mengukur
persepsi karyawan tentang polusi udara. Teknik analisis yang digunakan adalah
teknik regresi linear sederhana menggunakan SPSS 21 for windows. Hasil
menunjukkan bahwa terdapat pengaruh persepsi karyawan tentang polusi udara
terhadap kinerja karyawan pada karyawan yang bekerja secara outdoor ataupun
semi-outdoor di Kota Jakarta yang ditunjukkan dengan nilai signifikansi 0,000
(p<0,05) dan skor koefisien determinasi 0,103(R Square=0,103). Tingkat kinerja
karyawan outdoor atau semi outdoor berada kategori rendah sedangkan tingkat
persepsi karyawan tentang polusi udara di Kota Jakarta berada pada kategori tinggi.
Untuk itu, dapat disimpulkan bahwa persepsi karyawan tentang polusi udara
memeberikan pengaruh terhadap kinerja karyawan outdoor atau semi outdoor di
wilayah Kota Jakarta
ANALISIS KADAR KALSIUM PADA BATITA STUNTING KOTA SEMARANG
Kalsium (Ca) merupakan jenis mikronutrien yang penting bagi anak-anak terutama
pada masa batita (anak usia di bawah tiga tahun) dalam pertumbuhan dan
perkembangannya, dimana jika tubuh kekurangan kalsium proses mineralisasi
tulang akan rendah dan mengakibatkan mineralisasi matriks deposit tulang baru
rendah hingga mempengaruhi kerja dari osteoblast. Akibatnya pertumbuhan linear
anak akan terhambat hingga beresiko terjadi stunting. Tujuan: menganalisis kadar
kalsium pada batita stunting dengan kisaran usia antara 6-36 bulan di Kota
Semarang. Metode: penelitian ini merupakan penelitian observasional analitik
dengan desain penelitian cross sectional yang dilaksanakan di kelurahan
Bandarharjo dan Tanjungmas. Sampel penelitian terdiri dari 20 batita stunting dan
20 batita normal dengan kisaran usia 6-36 bulan. Variabel bebas penelitian ini
sendiri adalah kadar kalsium darah. Analisis statistik yang digunakan adalah uji
Mann-Whitney U. Hasil: kadar kalsium pada batita stunting sebesar 9.95 mg/dL.
Sedangkan pada balita non stunting adalah sebesar 16.51 mg/dL. Dan secara
statistik menunjukkan bahwa kadar kalsium pada balita stunting berbeda signifikan
dengan kadar kalsium pada balita non stunting (p=0.000). Simpulan: adanya
perbedaan secara signifikan antara kadar kalsium pada batita stunting dengan batita
non stunting usia 6-36 bulan di Kota Semarang
PENGARUH BIRTH ORDER DITINJAU DARI RASA TANGGUNG JAWAB ANAK
Setiap anak yang dilahirkan dalam keluarga memiliki karakteristik genetik yang
berbeda dan dihadapkan pada lingkungan sosial yang berbeda, termasuk urutan
kelahiran mereka. Di dalam keluarga, kepribadian rasa tanggung jawab anak sulung,
anak tengah, dan anak bungsu akan berbeda karena perbedaan yang mereka miliki
sebagai anggota kelompok sosial. Perlu kiranya mengkaji hal tersebut untuk
mengetahui pengaruh birth order terhadap rasa tanggung jawab anak dengan
mengambil sampel dari anak usia dini yang berusia 5-6 tahun sebagai anak sulung,
anak tengah, dan anak bungsu. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif�korelasional dengan teknik pengumpulan data menggunakan lembar observasi. Hasil
dari penelitian ini diperoleh data dan fakta bahwa proses birth order menujukkan
adanya pengaruh di beberapa indikator aspek, seperti anak dapat menghargai waktu,
menaati peraturan, mengembalikan barang sesuai dengan tempatnya, menerima resiko
atas tidakan yang dilakukan, menjaga barang miliknya, tidak mudah menyalahkan atau
menuduh orang lain, bersedia mengakui dan meminta maaf atas kesalahan yang
dilakukan, dan melakukan kegiatan sebelum diarahkan atau diperintah. Birth order
terbukti memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap rasa tanggung jawab ana
ANALISIS KESIAPAN DAN PENERIMAAN PENGGUNA TERHADAP SEABANK INDONESIA DENGAN PENDEKATAN TECHNOLOGY READINESS AND ACCEPTANCE MODEL (TRAM)
Bidang keuangan merupakan salah satu dari beberapa bidang lainnya yang terpengaruh dan memanfaatkan teknologi informasi. Bank digital ialah bank yang menggunakan teknologi digital untuk memberikan berbagai jenis layanan seperti pembukaan rekening, transfer dana, pembayaran tagihan, investasi, dan pinjaman, yang dapat diakses melalui platform digital oleh nasabah. Salah satu bank digital yaitu Seabank Indonesia yang menawarkan kemudahan seperti pembukaan rekening secara online, transfer antar bank bebas biaya admin, tabungan deposit, isi ulang dompet elektronik, serta pembayaran QRIS melalui saluran digital. Namun masih terdapat pengguna yang mengeluh dengan aplikasi SeaBank Indoneisa seperti sistem login dan transaksi mengalami kendala, hingga aplikasi terlalu berat sehingga dalam memproses membutuhkan waktu yang lama. Selain itu, bagi sebagian nasabah konvensional masih ada keengganan dan kekhawatiran untuk menggunakan aplikasi perbankan digital dikarenakan kurangnya pengalaman dan keamanan. Sehingga, tujuan penelitian ini yaitu untuk mengeksplorasi faktor yang berpengaruh terhadap intention to use bagi pengguna aplikasi Seabank dengan mengadopsi model technology readiness and acceptance model (TRAM). Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan teknik purposive sampling untuk menentukan sampel responden, yaitu pengguna aplikasi SeaBank Indonesia. Data valid terkumpul sebanyak 421 yang didapatkan dari penyebaran kuesioner secara online dan dianalisis menggunakan metode partial least squares structured equation modeling (PLS-SEM). Hasil analisis mengidentifikasi 8 dari 12 hipotesis diterima. Dimana intention to use dipengaruhi langsung oleh perceived usefullness, perceived ease of use¸ dan perceived security. Selanjutnya perceived usefullness dipengaruhi secara langsung oleh optimism, innovativeness, serta perceived ease of use. Serta perceived ease of use yang dipengaruhi langsung oleh optimism dan innovativeness
Duolingo as MALL in Increasing Students' Motivation in Learning Grammar (A case of teaching English to the Eleventh Graders of SMA N 1 Gringsing in the Academic Year of 2023/2024)
This research aims to determine the perceptions of class XI students at SMA N 1
Gringsing regarding the use of Duolingo as a mobile learning tool in increasing
motivation to learn English grammar. This research uses quantitative methods with
an experimental design. Two classes, XI.1 and XI.2, were chosen as research
samples. These two classes took an initial test (pre-test) and a final test (post-test)
to measure grammar mastery before and after using Duolingo. The pre-test results
show that class XI.1 students' average grammar mastery is 6.8, while class XI.2 is
6.6. After using Duolingo's average post-test score for class XI.1 increased to 7.9
and class XI.2 to 7.6. The Duolingo application has a significant positive impact on
student learning motivation. Most students like Duolingo because of its game-like
learning format (gamification) and the use of two languages (Indonesian and
English), making it easier for them to understand and memorize sentence patterns.
Interactive features and repeated exercises make learning more fun and less
tiresome, so students feel motivated to learn every day. However, it is crucial to add
more explicit and in-depth grammar theory material to Duolingo so students do not
need to look for additional learning resources. This enhancement is key to fully
harnessing Duolingo's potential as an effective learning tool. Overall, Duolingo can
be an effective learning tool in improving students' grammar mastery by improving
these aspect
THE IMPLEMENTATION OF MINDFULNESS APPROACH TO STIMULATE EFL LEARNERS IN IMPROVING THEIR SKILLS AND CREATIVITY IN POETRY WRITING (A STUDY AT UNIVERSITAS PENDIDIKAN GANESHA SINGARAJA)
Mindfulness in poetry and EFL language learning is under-studied. The fact that
mindfulness creates positive and productive feelings and poetry is the language of
identity in language learning is the best combination in EFL learning. Those
combinations need to be investigated more deeply. Therefore, this study aims to
investigate the implementation of the mindfulness approach in EFL poetry writing. The
mindfulness-based approach is a strategic approach to be implemented in language
learning since it has four criteria; the ability to see something from different points of
view, the ability to see information or phenomena as something new, the ability to be
at context, and the ability to create new categories. In the context of poetry writing,
those criteria help learners to be able to know themselves better, being more sensitive,
creative, and productive. 15 language learners became the participants of the study.
They were chosen based on purposive sampling. The methods used here was mixed
methods where qualitative and quantitative methods are implemented to gain a deeper
and richer perspectives on the research in the context of mindfulness approach in EFL
poetry classroom. The qualitative data were gained from the experience of learners
through narrative inquiry, mindful journal, poetry writing, and interviews. While the
quantitative data were gained from scoring rubrics, questionnaire and t-tests. The
findings of the present study advanced the field of mindfulness in language learning by
adding the presence of voice of identity, self-esteem, language identity, and language
invention. It is proven that mindfulness could stimulate the learners’ poetry writing
skills as they can write poetry with authenticity and creativity. It has also been proven
quantitatively that mindfulness can improve learners’ poetry writing skills and
language creativity. The contribution of the mindfulness approach in the context of EFL
poetry writing is that it stimulates language sensitivity, language creativity, and
language productivity
DETERMINAN SEKTOR MANUFAKTUR TERHADAP PDRB PULAU JAWA DAN LUAR JAWA TAHUN 2015 - 2022
Industri pengolahan menjadi sektor unggulan sekaligus menjadi leading
sector di Indonesia. Namun, pertumbuhan ekonomi menurut PDRB di Indonesia
tidak mengalami kenaikan dan pertumbuhan ekonomi di Indonesia masih berada
pada 5% . Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor nilai
tambah, investasi, tenaga kerja dan teknologi pada sektor manufaktur terhadap
PDRB di wilayah Pulau Jawa dan luar Jawa.
Metode penelitian yang dilakukan dalam penelitian ini yaitu metode
kuantitatif dengan menggunakan data panel cross section dari 34 Provinsi di
Indonesia dan time series selama tahun 2015-2022. Data dianalisis dengan analisis
regresi data panel Fixed Effect Model dengan menggunakan alat analisis Eviews.
Variabel penelitian ini diantaranya yaitu PDRB konstan, Nilai Tambah Sektor
Manufaktur, Investasi Sektor Manufaktur, Tenagakerja Sektor Manufaktur dan
Teknologi Sektor Manufaktur
Hasil penelitian ini yaitu pada wilayah pulau jawa nilai tambah manufaktur
dan teknologi berpengaruh positif sedangkan investasi manufaktur tidak
berpengaruh dan tenagakerja berpengaruh negatif tidak signifikan terhadap PDRB,
pada wilayah luar jawa nilai tambah manufaktur, investasi manufaktur, tenagakerja
manufaktur dan teknologi manufaktur berpengaruh positif dan signifikan terhadap
PDRB. Saran dari penelitian ini yaitu dalam sisi nilai tambah manufaktur yaitu
dengan memperkuat hilirisasi dengan mengelolah bahan mentah menjadi barang
jadi sebelum di ekspor, untuk meningkatkan investasi dapat dilakukan dengan
mempermudah perizinan di sektor manufaktur. Di sisi teknologi manufaktur,
kebijakan yang dapat dilakukan dengan memberikan intensif pajak atau subsidi
untuk perusahaan yang berinvestasi dalam pengembangan inovasi dalam sektor
manufaktur berbasis teknolog