Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
EVALUASI PEMBINAAN PRESTASI TENIS LAPANGAN KLUB TUMOU TOU TENIS ACADEMI KABUPATEN MINAHASA PROVINSI SULAWESI UTARA
Kemajuan prestasi olahraga merupakan tanggung jawab seluruh
masyarakat yang mampu menyaring dan membina atlet dari level bawah.
mengingat prestasi olahraga tidak akan datang secara instan tetapi pencapaian
prestasi olahraga secara optimal dapat diwujudkan melalui proses pembinaan
terutama dalam cabang olahraga tenis lapangan di kabupaten minahasa provinsi
Sulawesi Utara yang minim kehadiran atlet di ajang kejuaraan Nasional yang ada
di Indonesia maka dari itu berdirinya suatu klub yang ada di Sulawesi utara ini
untuk meningkatkan prestasi atlet yang berkopetensi di bidang tenis lapangan.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan menggunakan
model Evaluasi CIPP (Context input process product ) yang di kembangkan oleh
Stuffbem. Dengan subjek penelitian ini adalah pengurus pelatih atlet dan orang
tua. Dengan pengumpulan data menggunakan observasi wawancara dan
dokumentasi.
Hasil penelitian menujukan 1) Context latar belakang visi misi dan tujuan
program yang baik 2) Input SDM (Pengurus dan Pelatih.Atlet) di sesuaikan dan di
tempati seperti bidangnya.kesedian sarana prasarana pada aspek lapangan tidak
mencukupi dengan atlet berjumlah 25 atlet dengan ketentuan waktu yang sudah di
tetapkan dan bola masih kekurangan sumber pendanaan dari orang tua atlet
masing masing 3) Process program latihan yang sudah terjadwal pelatih yang di
tunjuk langsung dan penerimaan atlet kapan saja.kordinasi yang berjalan dengan
baik. 4) Product prestasi dan kesejahtraan di kategori sedang prestasi yang stabil
dan kesejahtraan di kategorikan dengan hasil juara.
Simpulannya Berdasarkan pembahasan di atas adalah 1) Context yang visi
dan misinya dalam keadaan baik dan tujuan program dalam keadaan baik. 2)Input
kesediaan SDM dalam keadaan baik dan kesediaan sarana prasarana baik standart
dan terawat. pendanaan sedang dengan sumber dana tidak pasti. 3)Process dalam
sistem penerimaan pelatih titunjuk langsung dengan kategori sedang dan sestem
penerimaan atlet juga dalam keadaan sedang potensial dan tanpa
seleksi.pelaksanaan program latihan memiliki program latihan rencana dan
berpedoman pada latih. sarana prasarana yang memanfaatkan prasarana yang ada.
Kordinasi baik sekali terjalin kordinasi dan komunikasi yang baik antar pengurus
4)Product
Prestasi
baik
memiliki prestasi dan sering mengikuti
kopetensi.Kesejatraan sedang hanya mendapatkan bonus dari hasil kejuaraa
PERLINDUNGAN HUKUM TERSANGKA PEMBUNUHAN AKIBAT PEMBELAAN TERPAKSA (NOODWEER) TINDAK PIDANA PENCURIAN DENGAN KEKERASAN (STUDI KASUS DI POLDA NUSA TENGGARA BARAT)
Tindakan membela diri yang berlebihan dapat mengakibatkan seseorang menjadi
tersangka pembunuhan, meskipun awalnya bertujuan untuk melindungi diri dari
ancaman kejahatan. Penelitian ini membahas tentang perlindungan hukum bagi
tersangka pembunuhan akibat pembelaan terpaksa (noodweer) dalam kasus tindak
pidana pencurian dengan kekerasan di Polda NTB. Rumusan masalah dalam
penelitian ini meliputi: bagaimana perlindungan hukum diterapakan terhadap
tersangka pembunuhan akibat pembelaan terpaksa sesuai Pasal 49 KUHP dalam
penerapan Pasal 49 dapat diimplementasikan kepada masyarakat Indonesia. Metode
penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian
yuridis-empiris. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Perlindungan hukum
terhadap tersangka pembunuhan akibat pembelaan terpaksa (noodweer) di wilayah
hukum Polda NTB menghadapi tantangan dalam penerapan Pasal 49 KUHP.
Meskipun pasal ini memberikan dasar hukum untuk meniadakan hukuman dalam
kasus pembelaan terpaksa, implementasinya memerlukan interpretasi yang hati-hati
dan komprehensif dari para penegak hukum. Proses pembuktian yang kompleks
serta kebutuhan akan penilaian yang cermat terhadap proporsionalitas tindakan dan
konteks kasus menggarisbawahi pentingnya perlindungan hukum yang lebih kuat
bagi tersangka. Kasus Amaq Sinta menunjukkan bahwa jika terbukti ada alasan
penghapus pidana, seharusnya penyidikan dihentikan dengan penerbitan SP3
TINDAK TUTUR ASERTIF DAN EKSPRESIF DALAM PRAKTIK BERCERITA DI BENGKEL KEMAHIRAN BERCERITA MALAYSIA
Penelitian ini menganalisis tindak tutur asertif dan ekspresif dalam praktik bercerita
di Bengkel Kemahiran Bercerita Malaysia. Kegiatan ini dilaksanakan dalam
program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Internasional UNNES 2024, dengan tujuan
meningkatkan keterampilan berbicara peserta didik melalui bercerita. Fokus
penelitian meliputi penggunaan tindak tutur asertif, yang berperan menyampaikan
informasi secara objektif dan tindak tutur ekspresif, yang digunakan untuk
menyampaikan emosi serta penilaian. Pemilihan Malaysia sebagai lokasi penelitian
didasari oleh kekayaan budaya komunikasinya, yang memengaruhi jenis tindak
tutur dominan dalam bercerita. Penelitian ini menunjukkan bahwa bercerita tidak
hanya mengembangkan kemampuan berbicara, tetapi juga kreativitas, kepercayaan
diri, dan kemampuan berpikir kritis peserta didik. Penelitian ini bertujuan
mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur asertif serta ekspresif dalam praktik
bercerita di Bengkel Kemahiran Bercerita di Malaysia, serta mengevaluasi
keterampilan berbicara berdasarkan hasil analisis tindak tutur tersebut. Metode
yang digunakan adalah simak dengan teknik Simak Bebas Libat Cakap (SBLC) dan
analisis data dilakukan menggunakan metode padan pragmatik dengan teknik Pilah
Unsur Penentu (PUP). Data dianalisis melalui triangulasi teori untuk menjamin
keabsahan. Kemudian, data disajikan menggunakan metode formal dan informal.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa jenis tindak tutur asertif yang dominan adalah
Tindak Tutur Asertif Langsung Literal (108 dari 124 data), sedangkan jenis tindak
tutur ekspresif yang dominan adalah Tindak Tutur Ekspresif Langsung Literal (17
dari 23 data). Fungsi asertif yang paling sering digunakan adalah fungsi
memberitahukan (29 data), sedangkan fungsi ekspresif yang dominan adalah
menyalahkan (7 data). Dominasi fungsi memberitahukan sesuai dengan tujuan
utama bercerita, yaitu menyampaikan informasi kepada audiens. Peneliti yang
tertarik dapat melanjutkan studi tentang tindak tutur asertif dan ekspresif dalam
praktik bercerita di Bengkel Kemahiran Bercerita di Malaysia dengan meneliti
hubungan antara jenis dan fungsi tindak tutur terhadap keberhasilan penyampaian
pesan. Penelitian lanjutan juga dapat mengeksplorasi strategi penggabungan tindak
tutur asertif dan ekspresif untuk menciptakan komunikasi yang interaktif. Selain
itu, studi dapat diperluas dengan membandingkan praktik bercerita berdasarkan
kelompok usia atau latar budaya untuk memahami pengaruh faktor sosial dan
linguistik
PENEGAKAN HUKUM TERHADAP ANAK SEBAGAI PELAKU TINDAK PIDANA BERDASARKAN KEADILAN RESTORATIF (STUDI PADA KEJAKSAAN NEGERI BREBES)
Penegakan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana
berdasarkan keadilan restoratif pada Kejaksaan Negeri Brebes, dalam hal
ini keadilan restoratif merupakan bagian dari sistem peradilan pidana
sebagai bentuk upaya perlindungan dan kesejahteraan yang memberikan
efektivitas sistem penegakan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak
pidana.
Berdasarkan latar belakang tersebut, terdapat 3 (tiga) permasalahan
pokok, diantaranya mengenai penegakan hukum dan faktor yang
mempengaruhi penegakan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak
pidana berdasarkan keadilan restoratif pada Kejaksaan Negeri Brebes, serta
proses penyelesaian tindak pidana terhadap anak yang ideal berdasarkan
keadilan restoratif pada Kejaksaan Negeri Brebes. Tujuannya agar dapat
menjadikan sistem peradilan pidana anak yang berfokus pada kepentingan
terbaik bagi anak.
Metode yang digunakan dalam penelitian ialah pendekatan kualitatif
yang berjenis yuridis empiris. Jenis data berupa data primer dan data
sekunder dengan teknik pengambilan data melalui wawancara dan studi
kepustakaan, serta validitas data triangulasi sumber dan analisa data
menggunakan metode pendekatan deskriptif kualitatif. Landasan teori yang
digunakan yaitu teori keadilan restoratif dan teori efektivitas hukum
sedangkan landasan konseptual mengacu pada konsep penegakan hukum
terhadap anak sebagai pelaku tindak pidana berdasarkan keadilan restoratif.
Hasil penelitian dan pembahasan yang diperoleh: (1) Penegakan
hukum pada Kejaksaan Negeri Brebes bekerja cukup baik dan efektif. Peran
aparat penegak hukum, dan faktor substansi hukum, serta faktor masyarakat
menunjang bekerjanya efektivitas sistem penegakan hukum terhadap anak;
(2) Faktor yang mempengaruhi penegakan hukum berdasarkan keadilan
restoratif, terdapat pada faktor budaya hukum, serta faktor sarana dan
prasarana; (3) Penyelesaian tindak pidana terhadap anak yang ideal
berdasarkan keadilan restoratif dengan cara memperhatikan prasyarat
pendekatan keadilan restoratif, dan mengupayakan dalam memperbaiki
faktor yang mempengaruhi penegakan hukum.
Simpulan dan implikasi berdasarkan hasil penelitian diantaranya: (1)
Diharapkan Pemerintah dapat melakukan sosialisasi mengenai Undang
Undang Nomor 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak
kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses penyelesaian perkara
tindak pidana anak sebagai pelaku; (2) Menunjang faktor-faktor yang
mempengaruhi penegakan hukum terhadap anak sebagai pelaku tindak
pidana berdasarkan keadilan restoratif; (3) Memperhatikan prasyarat
pendekatan keadilan restoratif
ANALISIS SENTIMEN DI MEDIA SOSIAL MENGGUNAKAN TF-IDF VECTORIZATION DAN H2O GRADIENT BOOSTING UNTUK DETEKSI KECEMASAN (ANXIETY) SISWA
Permasalahan kesehatan mental sekarang ini menjadi perhatian bagi banyak orang.
Kecemasan atau sering disebut Anxiety yang berlebihan dan berkepanjangan juga
telah menjadi garis depan dari berbagai gangguan psikologis yang memicu dampak
seperti stress hingga bunuh diri. Orang- orang menggunakan platform media sosial
cenderung menjadi media untuk mengungkapan pendapat berbagi informasi bahkan
mengekspresikan emosi sehari hari. Banyak penelitian yang menunjukan adanya
korelasi antara mengekspresikan statement emosi di media sosial dan gangguan
mental. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan analisis sentimen terhadap
Kecemasan (Anxiety) di media sosial menggunakan H2O Gradient Boosting dengan
mengimplementasikan TF-IDF Vectorization yang diatur max feature. Penelitian
ini memanfaatkan 6980 data postingan dari sosial media. Metode yang diterapkan
yaitu dengan melakukan Exploratory Data Analysis kemudian Data preprocessing,
Tf-Idf Vectoriztion dengan percobaan max feature 100,250,500,1000 dan 2000,
Model H2O Gradient Boosting, Cross Validation, dan Evaluasi performa model.
Hasil penelitian ini menunjukan performa model yang baik melalui nila max feature
TF-IDF= 250 dengan nilai akurasi 99%, Specificity 99,57%, dan Eror Rate sebesar
0.0106. Sehingga penggunaan model H2O Gradient Boosting berhasil memberikan
performa yang baik dalam melakukan klasifikasi terhadap sentimen anxiety
SEKOLAH MENENGAH INTERNASIONAL DENGAN PENDEKATAN SUSTAINABLE ARCHITECTURE DI KOTA DEPOK
Kualitas pendidikan di Indonesia masih menghadapi tantangan serius,
ditandai dengan peringkat ke-67 dari 203 negara menurut Worldtop20.org (2023),
serta rendahnya tingkat partisipasi pendidikan anak usia dini (68%) dan kelulusan
SMA dan perguruan tinggi (masing-masing 78% dan 19%). Evaluasi PISA juga
menunjukkan bahwa kemampuan literasi siswa Indonesia masih di bawah rata-rata
negara anggota OECD. Di Jawa Tengah, khususnya Kota Depok, permasalahan
akses pendidikan dan distribusi guru yang tidak merata turut memperparah kondisi
ini. Sebagai respons terhadap tantangan tersebut, perencanaan dan perancangan
Sekolah Menengah Internasional di Kota Depok menggunakan pendekatan
sustainable architecture yang dianalisis melalui lima aspek utama: fungsional,
kontekstual, teknis, kinerja, dan arsitektural. Pendekatan ini bertujuan menciptakan
lingkungan belajar yang mendukung tumbuh kembang siswa secara optimal, baik
dari aspek ruang luar maupun dalam, sekaligus memenuhi standar internasional.
Penerapan prinsip arsitektur berkelanjutan diharapkan tidak hanya meningkatkan
kualitas lingkungan belajar, tetapi juga menumbuhkan kesadaran siswa terhadap
pentingnya pelestarian lingkungan, mendorong kreativitas, serta keberanian untuk
bereksperimen. Studi banding terhadap sekolah-sekolah sejenis menjadi metode
utama dalam perancangan ini, yang menunjukkan bahwa desain bangunan
pendidikan yang aman dan nyaman harus mempertimbangkan kebutuhan anak serta
konteks lingkungan setempat
Fabrikasi dan Karakterisasi Kowi (Crucible) Berbahan Dasar Abu Batang Eceng Gondok dan Tanah Liat dari Desa Kalitengah, Kecamatan Purwanegara, Kabupaten Banjarnegara
EDUKASI KEMANDIRIAN WARGA DALAM PENGURUSAN SURAT DAN DOKUMEN DI DESA KENTONG
Pelayanan administrasi desa merupakan aspek penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan desa yang transparan, efektif, dan partisipatif. Namun, masih banyak masyarakat desa yang belum memahami prosedur serta pentingnya mengurus dokumen secara mandiri, sehingga sering bergantung pada perantara atau pihak ketiga. Pemerintah Desa Kentong berupaya mengedukasi warga supaya bisa meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam mengurus berbagai dokumen administrasi secara mandiri, tanpa ketergantungan pada pihak ketiga. Permasalahan ini dianalisis melalui kerangka teori pemberdayaan (Zimmerman), partisipasi masyarakat (Cohen & Uphoff), dan self-efficacy (Bandura), serta diperkuat oleh pandangan Freire tentang kesadaran kritis. Tulisan ini merekomendasikan strategi edukatif seperti pelatihan, digitalisasi layanan, penguatan kapasitas aparat desa, dan penyediaan informasi publik yang inklusif untuk meningkatkan literasi administratif warga. Dengan pendekatan yang kontekstual dan partisipatif, diharapkan masyarakat desa dapat menjadi aktor aktif dalam pelayanan publik serta memperkuat posisi mereka dalam sistem sosial yang demokratis dan berkeadilan. Kesimpulannya, edukasi kemandirian warga tidak hanya meningkatkan kualitas layanan desa, tetapi juga memperkuat rasa kepemilikan dan partisipasi warga dalam tata kelola pemerintahan lokal
ENGLISH LANGUAGE LECTURERS' BELIEFS AND CLASSROOM PRACTICES IN PROMOTING STUDENTS' CRITICAL THINKING SKILLS IN LANGUAGE RESEARCH CLASS AT ENGLISH LANGUAGE EDUCATION DEPARTMENT OF UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH YOGYAKARTA
This study explored the English language lecturers’ beliefs and classroom practices in promoting students' critical thinking skills in Language Research class at English Language Education Department of Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. This study sought to understand how lecturers integrate critical thinking skills through their beliefs and teaching practices. The study conducted in the odd semester 2024/2025. In this regard, this study used an exploratory case study approach, which incorporated qualitative methods to collect data. The data collection methods included in-depth interviews, classroom observations, and document analysis which provide rich, detailed descriptions of the English language lecturers’ beliefs and practices regarding critical thinking in teaching Language Research class. The research findings showed that lecturers maintain positive beliefs about critical thinking as necessary for academic success and ongoing learning and research activities. Lecturers hold these beliefs because of their educational backgrounds, experience, and personal philosophical orientations on teaching. Lecturers' practice of critical thinking development relies on implementing methods that combine problem-based learning with dialogic questioning, Socratic questioning, case-study analysis, inquiry-based learning, collaborative learning, written task assessment, peer and lecturer feedback. However, several constraints disrupted the relationship between teaching expectations and classroom delivery because of tech underutilization, time limitation, lecturer development needs, and technology dependency on students. The research indicated that although lecturers' beliefs strongly correlate with their instructional practices, contextual and institutional issues usually inhibit full implementation of critical thinking promotion in practice. Therefore, institutional support and training are necessary to bridge the gap between belief and practice
PENERAPAN DESAIN TIPOGRAFI PADA MEDIA TOTE BAG BERBASIS MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING SEBAGAI SARANA PENGEMBANGAN KREATIVITAS VISUAL SISWA KELAS X SMA ISLAM AL AZHAR 30 SALATIGA
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis penerapan desain tipografi pada media tote bag sebagai sarana pembelajaran berbasis Project Based Learning (PjBL) dalam meningkatkan kreativitas visual siswa kelas X di SMA Islam Al Azhar 30 Salatiga. Latar belakang penelitian ini dilandasi oleh minimnya eksplorasi media dalam pembelajaran seni rupa di sekolah tersebut, yang berdampak pada rendahnya motivasi dan keterlibatan siswa dalam proses belajar. Tipografi dipilih sebagai fokus materi karena potensinya sebagai medium visual yang komunikatif dan ekspresif. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif, dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara, dokumentasi, dan analisis karya siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penerapan tipografi pada media tote bag melalui pendekatan PjBL mampu mendorong siswa untuk berpikir kreatif, berekspresi visual secara personal, serta meningkatkan pemahaman mereka terhadap prinsip desain grafis dan tipografi. Selain itu, kegiatan ini juga meningkatkan motivasi belajar, keterampilan teknis, serta kemampuan problem solving siswa dalam konteks visual. Penelitian ini menyimpulkan bahwa tipografi tidak hanya berfungsi sebagai elemen desain, tetapi juga sebagai strategi pembelajaran aplikatif yang dapat mengembangkan potensi artistik dan kreativitas visual siswa secara signifikan. Temuan ini memberikan kontribusi terhadap pengembangan model pembelajaran seni rupa yang kontekstual, inovatif, dan berbasis pada pengalaman nyata