Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS CANVA BERBANTUAN TANGRAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR PESERTA DIDIK KELAS II SDN 1 KASUGENGAN LOR CIREBON
Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap guru kelas II terdapat
beberapa masalah dalam proses pembelajaran matematika di kelas II SDN 1 Kasugengan Lor Cirebon yaitu kurangnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi berdampak pada rendahnya hasil belajar matematika. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media, menguji kelayakan, dan keefektifan media interaktif berbasis canva berbantuan tangram di kelas II SDN 1 Kasugengan Lor Cirebon.
Penelitian ini merupakan peenelitian Research & Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas II SDN 1 Kasugengan Lor Cirebon yang berjumlah 30 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan non-tes (observasi, wawancara, angket, dokumentasi) dan tes (pretest dan posttest). Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji t, dan uji N-gain.
Hasil penelitian menunjukkanc 1) desain media interaktif menggunakan aplikasi canva berbantuan tangram, terdiri dari halaman cover, menu utama, petunjuk penggunaan, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, halaman materi, kuis (tangram), LKPD, profil pengembang, dan daftar pustaka. 2) kelayakan media interaktif berbasis canva berbantuan tangram ditunjukkan hasil penilaian ahli materi, ahli media dikategorikan dalam kriteria sangat layak. Hasil tanggapan guru dan peserta didik yaitu 100% dengan kategori sangat layak. 3) keefektifan media interaktif berbasis canva berbantuan tangram ditunjukkan hasil uji t diperoleh sig. 0,000<0,05 maka, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil data nilai pretest dan posttest. Hal ini didukung hasil uji N-gain sebesar 0,5499 kategori sedang.
Simpulan dari penelitian ini adalah media interaktif berbasis canva berbantuan tangram berhasil dikembangkan sangat layak dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas II SDN 1 Kasugengan Lor. Saran peneliti, dapat menjadi referensi dan inovasi bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan lebih lanjut terhadap media interaktif berbasis canva berbantuan tangra
PENGARUH PENERAPAN KEMAMPUAN TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) GURU TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKn
Kemampuan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) guru menjadi penting bagi siswa pada abad 21 karena bisa menjadi landasan bagi pembelajaran yang efektif dan lingkungan belajar yang semakin dipengaruhi oleh teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan kemampuan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) guru dengan keterampilan berpikir kritis siswa pada mapel PPKN di SMAN 1 Bergas. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan metode quasi eksperimen, Post-test Only Control Group. Populasi pada penelitian ini adalah kelas XII SMAN 1 Bergas. Sampel yang digunakan sebanyak 128 siswa yang terdiri dari 4 kelas yaitu kelas XII-1 dan XII-4 sebagai kelas kontrol dan kelas XII-7 dan XII-10 sebagai kelas eksperimen.Pengambilan sampel ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen mencapai 84.1, sedangkan kelas kontrol hanya 80.3. Uji t menunjukkan nilai p t tabel (2.342 > 1,979), yang mengindikasikan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan TPACK berpengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa
PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, DISIPLIN KERJA GURU, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMK NEGERI 9 SEMARANG
Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kinerja guru dalam upaya meningkatkan
sumber daya manusia. Kinerja guru tersebut dipengaruhi oleh motivasi kerja.
Motivasi kerja tersebut akan memberikan kaitan dalam hal disiplin kerja guru dan
kepemimpinan kepala sekolah berperan utama dalam menjaga kondisi lingkungan
sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh
kepemimpinan kepala sekolah, disiplin kerja guru, dan motivasi kerja terhadap
kinerja guru.
Populasi dalam penelitian ini adalah Guru di SMK Negeri 9 Semarang.
Pengambilan sampel dengan menggunakan Teknik sampling jenuh sejumlah 56
responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara,
kuesioner, dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data instrumen dilakukan
dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis menggunakan analisis
deskriptif dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic 26 for Windows.
Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif tetapi tidak
signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, disiplin kerja guru
ada pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja guru, dan motivasi
kerja ada pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru.
Simpulan dari penelitian ini untuk mengetahui bahwa kepemimpinan kepala
sekolah, disiplin kerja guru, dan motivasi kerja ada pengaruh positif signifikan
terhadap kinerja guru di SMK Negeri 9 Semarang. Pada penelitian ini disarankan
bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas cakupan variabel-variabel pada
penelitian ini
ANALISIS HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BUSANA PADA MATA KULIAH GELAR KARYA
Hasil belajar merupakan gambaran tingkat keberhasilan peserta didik dalam
proses pembelajaran. Hasil belajar dinilai dari pengetahuan, keterampilan dan
sikap, salah satu faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil belajar adalah
lingkungan pembelajaran. Perkuliahan yang dilaksanakan bersamaan dengan
magang membuat mahasiswa belajar cara beradaptasi, menerapkan sikap tangung
jawab dan disiplin dunia kerja sehingga perlu dilakukan analisis hasil belajar.
Tujuan penelitian ini yaitu 1) Menganalisis hasil belajar ranah pengetahuan, 2)
Menganalisis hasil belajar ranah keterampilan, 3) Mengalisis hasil belajar ranah
sikap. Penelitian ini menggunakan mix methode, sampel penelitian mahasiswa
Prodi Pendidikan Tata Busana 2021 yang menempuh Mata Kuliah Gelar Karya
2024 sebanyak 81 mahasiswa. Variabel penelitian ini adalah hasil belajar. Teknik
pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes pengetahuan dan
dokumentasi, teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Tes
pengetahuan menghasilkan rata rata jawaban benar yaitu level menerapkan 91,4%,
level analisis 45%, level evaluasi 32,1% dan level menciptakan 61%. Kriteria
penilian pada ranah keterampilan yaitu 3,7% mahasiswa kriteria nilai baik, 9,8%
mahasiswa kriteria nilai lebih dari baik, dan 86,5% mahasiswa kriteria nilai sangat
baik. Dari 18 aspek sikap yang dinilai yaitu sikap tangung jawab, kemandirian
belajar, dan apresiasi 88,8% sudah baik, 11,2% masih kurang yaitu memberikan
respon positif terhadap prestasi dan penghargaan terhadap keunikan serta
perbedaan. Hasil tertinggi pada ranah pengetahuan yaitu level menerapkan paling
rendah level evaluasi. Ranah keterampilan semua mahasiswa berhasil membuat
produk gelar karya. Pada ranah sikap perlu tingkatkan sikap apresiasi. Saran dari
penelitian ini adalah level evaluasi perlu ditingkatkan dengan latihan menggali dan
mengemukakan ide, teknik jahitan mahasiswa dapat ditingkatkan dengan terus
belatih menjahit busan yang lebih bervariasi, dan sikap apresiasi perlu ditingkatkan
dengan adanya perhatian dan terbiasa belajar secara berkelompok
EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE SIMULASI MITIGASI BENCANA PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS
Metode pembelajaran konvensional yang sering digunakan dapat membuat
siswa merasa bosan dan kurang tertarik, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi
hasil belajar mereka. Oleh karena itu, dengan menerapkan metode simulasi, siswa
akan merasa lebih terlibat dalam kegiatan pembelajaran, dimana mereka akan
bermain peran dengan membuat situasi tiruan seolah-olah mengalami suatu
kejadian tertentu. Metode ini menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga
materi yang diajarkan dapat diingat lebih lama dan diharapkan dapat meningkatkan
motivasi belajar serta mendorong siswa lebih aktif dalam pembelajaran, yang pada
akhirnya berdampak positif pada hasil belajar mereka. Penelitian ini bertujuan
untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran Geografi menggunakan metode
simulasi, menganalisis efektivitas penerapan metode simulasi, dan untuk
mengetahui kendala dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode
simulasi.
Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif one group
pretest-posttest design dengan variabel penelitian yaitu pelaksanaan pembelajaran
geografi, hasil belajar, dan kendala pelaksanaan pembelajaran simulasi. Populasi
dalam penelitian ini seluruh siswa kelas XI yang mengambil peminatan mata
pelajaran Geografi sebanyak 107 orang dengan metode purposive sampling dan
diperoleh kelas XI H sebanyak 36 orang sebagai sampel. Instrumen yang digunakan
adalah tes, lembar observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis
data menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji N-Gain dengan program
SPSS versi 20.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran Geografi
menggunakan metode simulasi memperoleh hasil sebesar 82,50% yang termasuk
kategori baik. Hasil Uji N-Gain Score menunjukkan nilai mean sebesar 57,23 yang
termasuk kategori cukup efektif. Dan berdasarkan respon siswa mengenai kendala
pelaksanaan simulasi diperoleh persentase sebesar 70,69% termasuk kategori baik.
Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat diperoleh simpulan yaitu
pelaksanaan pembelajaran geografi termasuk kategori baik karena dilakukan sesuai
dengan langkah pembelajaran pada modul ajar yang ada, penerapan metode
simulasi pada pembelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Jatilawang termasuk cukup
efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, dan kendala penerapan metode ini
pada aspek waktu yang termasuk kategori cukup karena keterbatasan waktu
sehingga merasa tergesa-gesa. Dalam penelitian ini peneliti memberikan saran bagi
peneliti selanjutnya untuk menggali variabel lain yang berkaitan dengan efektivitas
penerapan suatu metode pembelajaran, memberikan tambahan waktu pelajaran, dan
sekolah menjalin kerjasama dengan pihak eksternal untuk memperkaya
pengalaman belajar siswa, serta guru perlu mendapatkan pelatihan yang memadai
tentang bagaimana menerapkan metode simulasi secara efektif
IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI BIOSFER DAN ANTROPOSFER DI MAN 1 KEBUMEN
MAN 1 Kebumen telah menerapkan Kurikulum Merdeka, namun
pembelajaran geografi kelas X masih didominasi metode ceramah yang
menyebabkan rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa. Untuk mengatasi hal
ini, diterapkan model discovery learning yang melibatkan siswa secara aktif.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang pembelajaran discovery learning,
menganalisis implementasinya dalam proses belajar, serta menganalisis keaktifan
dan hasil belajar siswa pada materi biosfer dan antroposfer kelas X di MAN 1
Kebumen.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk double
shoot case pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas
X MAN 1 Kebumen tahun ajaran 2023/2024, dengan sampel siswa kelas X.7 yang
dipilih secara random sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi,
dokumentasi, tes, dan angket, serta data dianalisis menggunakan skala likert.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan pembelajaran discovery
learning sangat sesuai mengacu pada penilaian yang menunjukkan bahwa setiap
elemen dari rancangan tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk
mendukung tujuan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran dengan model
discovery learning berjalan sesuai rancangan pembelajaran, dimana langkah
langkah pembelajaran memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam model discovery
learning. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran termasuk kategori tinggi,
dimana siswa secara keseluruhan sudah menunjukkan tingkat keterlibatan yang
baik dalam proses pembelajaran. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan,
yang ditunjukkan oleh hasil posttest pertemuan pertama sebesar 75,00% yang
meningkat menjadi 87,50% pada pertemuan kedua.
Model discovery learning terbukti cukup efektif dalam meningkatkan
keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi biosfer dan antroposfer di MAN 1
Kebumen. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru untuk
menerapkan model discovery learning sebagai alternatif untuk meningkatkan
keterlibatan siswa, memotivasi mereka untuk lebih aktif, serta meningkatkan
tanggung jawab dalam proses pembelajaran geografi. Selain itu, hasil penelitian
ini juga memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang
efektif demi mengoptimalkan hasil belajar siswa
TINGKAT PEMAHAMAN TERHADAP PENGGUNAAN APLIKASI GOOGLE MAPS PADA GENDER MAHASISWA ATAU MAHASISWI JURUSAN GEOGRAFI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
PERSEBARAN SPASIAL KUALITAS LAYANAN JARINGAN SINYAL INTERNET DI KECAMATAN GUNUNGPATI, KOTA SEMARANG
Internet telah menjadi kebutuhan pokok manusia di era pesatnya
perkembangan teknologi sekarang. Persebaran menara BTS antar kelurahan yang
tidak merata berdampak pada munculnya kendala ketidakstabilan sinyal internet di
Kecamatan Gunungpati. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui persebaran
kualitas layanan sinyal internet di Kecamatan Gunungpati, 2) Menganalisis
hubungan pengaruh jarak dari BTS, bentuk medan, dan tutupan lahan terhadap
kualitas layanan sinyal internet di Kecamatan Gunungpati.
Penelitian ini menggunakan populasi koneksi layanan sinyal internet di
wilayah Kecamatan Gunungpati dengan sampel penelitian yaitu titik kuat sinyal
dan kecepatan internet. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan
metode stratified random sampling. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan
survey lapangan secara langsung dan data sekunder dari instansi atau Lembaga
terkait serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis
menggunakan sistem informasi geografis untuk pemetaan dan analisis perhitungan
statistik regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran spasial kualitas layanan sinyal
internet cukup baik hingga sangat baik memiliki persentase sebesar 64,55% dari
total luas wilayah Kecamatan Gunungpati. Namun masih terdapat 35,45% dari
wilayah Kecamatan Gunungpati yang memiliki kualitas layanan sinyal internet
dengan kategori buruk. Dari hasil perhitungan statistik regresi linier berganda
diketahui bahwa hanya variabel jarak dari BTS yang memiliki hubungan terhadap
kualitas layanan sinyal internet. Hubungan jarak dari BTS terhadap kualitas layanan
sinyal berbanding terbalik. Pada penelitian ini tidak terdapat pengaruh antara
bentuk medan dan tutupan lahan terhadap sebaran spasial kualitas layanan sinyal
internet di Kecamatan Gunungpati.
Saran bagi pemerintah Kota Semarang untuk melakukan pemerataan
infrastruktur dan optimalisasi penempatan menara BTS di wilayah Kecamatan
Gunungpati yang memiliki jangkauan jarak yang jauh dari menara BTS, sehingga
diharapkan distribusi sinyal internet akan lebih merata
KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA BANJIR DI DESA SITURAJA, KECAMATAN GANTAR, KABUPATEN INDRAMAYU
Berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Indramayu Tahun
2019 - 2023, Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, memiliki
risiko bencana banjir yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena penilaian
terhadap tingkat ancaman dan tingkat kerugian akibat bencana banjir yang tinggi,
sementara tingkat kapasitas untuk menghadapi bencana banjir rendah. Oleh karena
itu, diperlukan upaya bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat.
Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengukur tingkat kesiapsiagaan masyarakat
dalam menghadapi ancaman bencana banjir di Desa Situraja; dan (2) menganalisis
faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam
menghadapi ancaman bencana banjir di Desa Situraja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian campuran (mixhed
methods) dengan desain penelitian concurrent embedded. Populasi dalam penelitian
ini adalah semua Kepala Keluarga (KK) di Desa Situraja yang berjumlah 994 KK,
dengan sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak
100 KK. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, studi
dokumentasi, kuesioner, dan soal tes. Teknik analisis yang digunakan adalah
analisis spasial, analisis deskriptif persentase (univariat), dan analisis bivariat
menggunakan korelasi Chi-Square. Tingkat kesiapsiagaan diukur berdasarkan 5
(lima) parameter yang digunakan LIPI dan UNESCO (2006), yaitu; (1)
pengetahuan dan sikap terhadap risiko bencana; (2) kebijakan dan panduan; (3)
rencana tanggap darurat; (4) sistem peringatan bencana; dan (5) mobilisasi
sumberdaya.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat Desa
Situraja termasuk dalam klasifikasi "Kurang Siap" dengan indeks nilai 59. Tingkat
kesiapsiagaan yang diperoleh disebabkan oleh tingkat pendidikan masyarakat yang
umumnya rendah, kurangnya sosialisasi tentang kesiapsiagaan bencana, dan tidak
diambilnya pelajaran dari pengalaman banjir sebelumnya. Hasil uji statistik Chi
Square menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (Pvalue 0,031) memiliki nilai Pvalue <
0,05, yang artinya ada hubungan statistik yang signifikan antara faktor tingkat
pendidikan dengan kesiapsiagaan masyarakat. Sedangkan lama tinggal (Pvalue
0,405), jenis kelamin (Pvalue 0,230), umur (Pvalue 0,146), dan pekerjaan (Pvalue 0,202),
memiliki nilai Pvalue > 0,05, yang artinya tidak ada hubungan statistik yang
signifikan antara faktor tersebut dengan kesiapsiagaan masyarakat.
Kesimpulan dari penelitian ini adalah Desa Situraja merupakan daerah
dengan risiko bencana banjir yang tinggi dan perlu tindakan nyata untuk
meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Peneliti merekomendasikan untuk
menyelenggarakan pelatihan atau simulasi kesiapsiagaan bencana banjir secara
berkala, berkelanjutan, dan massif untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di
Desa Situraja
PENGEMBANGAN OBJEK DESA WISATA BERDASARKAN DAYA DUKUNG PARIWISATA DI DESA TEGALSARI, KECAMATAN KARANGGEDE, KABUPATEN BOYOLALI
Desa Wisata Tegalsari yang terletak di Kabupaten Boyolali telah mengalami
kemajuan yang signifikan dan memilki berbagai potensi untuk pengembangan
pariwisata desa. Namun, kajian terkait pengembangan pariwisata berdasarkan daya
dukung di Desa Tegalsari belum dikelola secara optimal. Tujuan penelitian ini
adalah untuk memetakan persebaran objek wisata, menghitung nilai daya dukung
terhadap objek wisata yang tersedia, dan mengevaluasi potensi pengembangan
objek wisata di Desa Wisata Tegalsari, Kecamatan Karanggede, Kabupaten
Boyolali.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dikumpulkan
melalui metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Populasi
penelitian ini terbagi menjadi populasi wilayah dan populasi masyarakat. Sampel
yang digunakan berjumlah 105 orang, dengan menggunakan teknik area probability
sampling dan incidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan pada
penelitian ini adalah analisis spasial untuk mengkaji variabel distribusi pariwisata,
analisis daya dukung untuk mengevaluasi variabel kualitas daya dukung wisata, dan
analisis deskriptif persentase untuk menganalisis variabel potensi objek wisata.
Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui
persebaran kuesioner dan data sekunder diperoleh dari publikasi pemerintah.
Hasil penelitian menunjukan bahwa persebaran objek wisata di Desa Tegalsari
belum dikelola secara optimal dan beberapa objek wisata sedang tidak beroperasi.
Pemetaan persebaran objek wisata di Desa Tegalsari dilakukan untuk
mengidentifikasi lokasi, kondisi, dan potensi dari setiap objek wisata. Berdasarkan
hasil penelitian, beberapa objek wisata di Desa Wisata Tegalsari telah melebihi
kapasitas daya dukung nya. Namun, terdapat beberapa objek wisata lainnya yang
masih dalam batas aman dari kapasitas yang direkomendasikan. Oleh sebab itu,
diperlukan strategi pengembangan yang tepat untuk setiap objek wisata, dengan
menerapkan unsur pengembangan pariwisata seperti attraction, accessibilities,
amenities, accommodation, activity, dan ancillary.
Penelitian ini perlu dilakukan pembaruan secara berkala untuk memastikan
informasi terkait persebaran objek wisata di Desa Tegasari selalu akurat. Selain itu,
pengelola perlu memerhatikan kapasitas daya dukung setiap objek wisata dan
menerapkan strategi pengembangan yang dapat meningkatkan daya tari pariwisata,
sehingga Desa Wisata Tegalsari dapat menjadi salah satu destinasi wisata daerah
yang lebih unggul