Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PENGEMBANGAN MEDIA INTERAKTIF BERBASIS CANVA BERBANTUAN TANGRAM UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MATERI BANGUN DATAR PESERTA DIDIK KELAS II SDN 1 KASUGENGAN LOR CIREBON

    No full text
    Berdasarkan hasil observasi dan wawancara terhadap guru kelas II terdapat beberapa masalah dalam proses pembelajaran matematika di kelas II SDN 1 Kasugengan Lor Cirebon yaitu kurangnya penggunaan media pembelajaran berbasis teknologi berdampak pada rendahnya hasil belajar matematika. Oleh karena itu, diperlukan media pembelajaran yang dapat mengatasi permasalahan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan media, menguji kelayakan, dan keefektifan media interaktif berbasis canva berbantuan tangram di kelas II SDN 1 Kasugengan Lor Cirebon. Penelitian ini merupakan peenelitian Research & Development (R&D) dengan model ADDIE (Analyze, Design, Development, Implementation, Evaluation). Subjek pada penelitian ini adalah peserta didik kelas II SDN 1 Kasugengan Lor Cirebon yang berjumlah 30 peserta didik. Teknik pengumpulan data menggunakan non-tes (observasi, wawancara, angket, dokumentasi) dan tes (pretest dan posttest). Teknik analisis data menggunakan uji normalitas, uji t, dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkanc 1) desain media interaktif menggunakan aplikasi canva berbantuan tangram, terdiri dari halaman cover, menu utama, petunjuk penggunaan, capaian pembelajaran, tujuan pembelajaran, halaman materi, kuis (tangram), LKPD, profil pengembang, dan daftar pustaka. 2) kelayakan media interaktif berbasis canva berbantuan tangram ditunjukkan hasil penilaian ahli materi, ahli media dikategorikan dalam kriteria sangat layak. Hasil tanggapan guru dan peserta didik yaitu 100% dengan kategori sangat layak. 3) keefektifan media interaktif berbasis canva berbantuan tangram ditunjukkan hasil uji t diperoleh sig. 0,000<0,05 maka, terdapat perbedaan yang signifikan antara hasil data nilai pretest dan posttest. Hal ini didukung hasil uji N-gain sebesar 0,5499 kategori sedang. Simpulan dari penelitian ini adalah media interaktif berbasis canva berbantuan tangram berhasil dikembangkan sangat layak dan efektif untuk meningkatkan hasil belajar peserta didik kelas II SDN 1 Kasugengan Lor. Saran peneliti, dapat menjadi referensi dan inovasi bagi peneliti selanjutnya untuk mengembangkan lebih lanjut terhadap media interaktif berbasis canva berbantuan tangra

    PENGARUH PENERAPAN KEMAMPUAN TECHNOLOGICAL PEDAGOGICAL CONTENT KNOWLEDGE (TPACK) GURU TERHADAP KETERAMPILAN BERPIKIR KRITIS SISWA PADA MATA PELAJARAN PPKn

    No full text
    Kemampuan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) guru menjadi penting bagi siswa pada abad 21 karena bisa menjadi landasan bagi pembelajaran yang efektif dan lingkungan belajar yang semakin dipengaruhi oleh teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji pengaruh penerapan kemampuan Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK) guru dengan keterampilan berpikir kritis siswa pada mapel PPKN di SMAN 1 Bergas. Pendekatan penelitian kuantitatif digunakan dalam penelitian ini, dengan menggunakan metode quasi eksperimen, Post-test Only Control Group. Populasi pada penelitian ini adalah kelas XII SMAN 1 Bergas. Sampel yang digunakan sebanyak 128 siswa yang terdiri dari 4 kelas yaitu kelas XII-1 dan XII-4 sebagai kelas kontrol dan kelas XII-7 dan XII-10 sebagai kelas eksperimen.Pengambilan sampel ini menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan tes untuk mengukur keterampilan berpikir kritis siswa. Hipotesis diuji dengan menggunakan uji independent sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai rata-rata keterampilan berpikir kritis siswa pada kelas eksperimen mencapai 84.1, sedangkan kelas kontrol hanya 80.3. Uji t menunjukkan nilai p t tabel (2.342 > 1,979), yang mengindikasikan perbedaan yang signifikan antara kedua kelompok. Temuan ini menunjukkan bahwa penerapan TPACK berpengaruh positif terhadap peningkatan keterampilan berpikir kritis siswa

    PENGARUH KEPEMIMPINAN KEPALA SEKOLAH, DISIPLIN KERJA GURU, DAN MOTIVASI KERJA TERHADAP KINERJA GURU DI SMK NEGERI 9 SEMARANG

    No full text
    Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kinerja guru dalam upaya meningkatkan sumber daya manusia. Kinerja guru tersebut dipengaruhi oleh motivasi kerja. Motivasi kerja tersebut akan memberikan kaitan dalam hal disiplin kerja guru dan kepemimpinan kepala sekolah berperan utama dalam menjaga kondisi lingkungan sekolah. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui apakah ada pengaruh kepemimpinan kepala sekolah, disiplin kerja guru, dan motivasi kerja terhadap kinerja guru. Populasi dalam penelitian ini adalah Guru di SMK Negeri 9 Semarang. Pengambilan sampel dengan menggunakan Teknik sampling jenuh sejumlah 56 responden. Metode pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara, kuesioner, dan dokumentasi. Pengujian keabsahan data instrumen dilakukan dengan uji validitas dan uji reliabilitas. Teknik analisis menggunakan analisis deskriptif dengan bantuan aplikasi IBM SPSS Statistic 26 for Windows. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa ada pengaruh positif tetapi tidak signifikan kepemimpinan kepala sekolah terhadap kinerja guru, disiplin kerja guru ada pengaruh positif tetapi tidak signifikan terhadap kinerja guru, dan motivasi kerja ada pengaruh positif dan signifikan terhadap kinerja guru. Simpulan dari penelitian ini untuk mengetahui bahwa kepemimpinan kepala sekolah, disiplin kerja guru, dan motivasi kerja ada pengaruh positif signifikan terhadap kinerja guru di SMK Negeri 9 Semarang. Pada penelitian ini disarankan bagi peneliti selanjutnya untuk memperluas cakupan variabel-variabel pada penelitian ini

    ANALISIS HASIL BELAJAR MAHASISWA PENDIDIKAN TATA BUSANA PADA MATA KULIAH GELAR KARYA

    No full text
    Hasil belajar merupakan gambaran tingkat keberhasilan peserta didik dalam proses pembelajaran. Hasil belajar dinilai dari pengetahuan, keterampilan dan sikap, salah satu faktor yang mempengaruhi perbedaan hasil belajar adalah lingkungan pembelajaran. Perkuliahan yang dilaksanakan bersamaan dengan magang membuat mahasiswa belajar cara beradaptasi, menerapkan sikap tangung jawab dan disiplin dunia kerja sehingga perlu dilakukan analisis hasil belajar. Tujuan penelitian ini yaitu 1) Menganalisis hasil belajar ranah pengetahuan, 2) Menganalisis hasil belajar ranah keterampilan, 3) Mengalisis hasil belajar ranah sikap. Penelitian ini menggunakan mix methode, sampel penelitian mahasiswa Prodi Pendidikan Tata Busana 2021 yang menempuh Mata Kuliah Gelar Karya 2024 sebanyak 81 mahasiswa. Variabel penelitian ini adalah hasil belajar. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, tes pengetahuan dan dokumentasi, teknik analisis yang digunakan adalah analisis deskriptif. Tes pengetahuan menghasilkan rata rata jawaban benar yaitu level menerapkan 91,4%, level analisis 45%, level evaluasi 32,1% dan level menciptakan 61%. Kriteria penilian pada ranah keterampilan yaitu 3,7% mahasiswa kriteria nilai baik, 9,8% mahasiswa kriteria nilai lebih dari baik, dan 86,5% mahasiswa kriteria nilai sangat baik. Dari 18 aspek sikap yang dinilai yaitu sikap tangung jawab, kemandirian belajar, dan apresiasi 88,8% sudah baik, 11,2% masih kurang yaitu memberikan respon positif terhadap prestasi dan penghargaan terhadap keunikan serta perbedaan. Hasil tertinggi pada ranah pengetahuan yaitu level menerapkan paling rendah level evaluasi. Ranah keterampilan semua mahasiswa berhasil membuat produk gelar karya. Pada ranah sikap perlu tingkatkan sikap apresiasi. Saran dari penelitian ini adalah level evaluasi perlu ditingkatkan dengan latihan menggali dan mengemukakan ide, teknik jahitan mahasiswa dapat ditingkatkan dengan terus belatih menjahit busan yang lebih bervariasi, dan sikap apresiasi perlu ditingkatkan dengan adanya perhatian dan terbiasa belajar secara berkelompok

    EFEKTIVITAS PENERAPAN METODE SIMULASI MITIGASI BENCANA PADA PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 1 JATILAWANG KABUPATEN BANYUMAS

    No full text
    Metode pembelajaran konvensional yang sering digunakan dapat membuat siswa merasa bosan dan kurang tertarik, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi hasil belajar mereka. Oleh karena itu, dengan menerapkan metode simulasi, siswa akan merasa lebih terlibat dalam kegiatan pembelajaran, dimana mereka akan bermain peran dengan membuat situasi tiruan seolah-olah mengalami suatu kejadian tertentu. Metode ini menciptakan suasana yang menyenangkan sehingga materi yang diajarkan dapat diingat lebih lama dan diharapkan dapat meningkatkan motivasi belajar serta mendorong siswa lebih aktif dalam pembelajaran, yang pada akhirnya berdampak positif pada hasil belajar mereka. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran Geografi menggunakan metode simulasi, menganalisis efektivitas penerapan metode simulasi, dan untuk mengetahui kendala dalam pelaksanaan pembelajaran menggunakan metode simulasi. Dalam penelitian ini menggunakan jenis penelitian kuantitatif one group pretest-posttest design dengan variabel penelitian yaitu pelaksanaan pembelajaran geografi, hasil belajar, dan kendala pelaksanaan pembelajaran simulasi. Populasi dalam penelitian ini seluruh siswa kelas XI yang mengambil peminatan mata pelajaran Geografi sebanyak 107 orang dengan metode purposive sampling dan diperoleh kelas XI H sebanyak 36 orang sebagai sampel. Instrumen yang digunakan adalah tes, lembar observasi, angket, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data menggunakan analisis deskriptif persentase dan uji N-Gain dengan program SPSS versi 20. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kegiatan pembelajaran Geografi menggunakan metode simulasi memperoleh hasil sebesar 82,50% yang termasuk kategori baik. Hasil Uji N-Gain Score menunjukkan nilai mean sebesar 57,23 yang termasuk kategori cukup efektif. Dan berdasarkan respon siswa mengenai kendala pelaksanaan simulasi diperoleh persentase sebesar 70,69% termasuk kategori baik. Berdasarkan hasil penelitian diatas dapat diperoleh simpulan yaitu pelaksanaan pembelajaran geografi termasuk kategori baik karena dilakukan sesuai dengan langkah pembelajaran pada modul ajar yang ada, penerapan metode simulasi pada pembelajaran Geografi di SMA Negeri 1 Jatilawang termasuk cukup efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa, dan kendala penerapan metode ini pada aspek waktu yang termasuk kategori cukup karena keterbatasan waktu sehingga merasa tergesa-gesa. Dalam penelitian ini peneliti memberikan saran bagi peneliti selanjutnya untuk menggali variabel lain yang berkaitan dengan efektivitas penerapan suatu metode pembelajaran, memberikan tambahan waktu pelajaran, dan sekolah menjalin kerjasama dengan pihak eksternal untuk memperkaya pengalaman belajar siswa, serta guru perlu mendapatkan pelatihan yang memadai tentang bagaimana menerapkan metode simulasi secara efektif

    IMPLEMENTASI MODEL DISCOVERY LEARNING TERHADAP KEAKTIFAN DAN HASIL BELAJAR SISWA KELAS X DALAM MATA PELAJARAN GEOGRAFI MATERI BIOSFER DAN ANTROPOSFER DI MAN 1 KEBUMEN

    No full text
    MAN 1 Kebumen telah menerapkan Kurikulum Merdeka, namun pembelajaran geografi kelas X masih didominasi metode ceramah yang menyebabkan rendahnya keaktifan dan hasil belajar siswa. Untuk mengatasi hal ini, diterapkan model discovery learning yang melibatkan siswa secara aktif. Penelitian ini bertujuan untuk merancang pembelajaran discovery learning, menganalisis implementasinya dalam proses belajar, serta menganalisis keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi biosfer dan antroposfer kelas X di MAN 1 Kebumen. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk double shoot case pretest-posttest design. Populasi penelitian adalah seluruh siswa kelas X MAN 1 Kebumen tahun ajaran 2023/2024, dengan sampel siswa kelas X.7 yang dipilih secara random sampling. Teknik pengumpulan data meliputi observasi, dokumentasi, tes, dan angket, serta data dianalisis menggunakan skala likert. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan pembelajaran discovery learning sangat sesuai mengacu pada penilaian yang menunjukkan bahwa setiap elemen dari rancangan tersebut telah memenuhi standar yang ditetapkan untuk mendukung tujuan pembelajaran. Pelaksanaan pembelajaran dengan model discovery learning berjalan sesuai rancangan pembelajaran, dimana langkah langkah pembelajaran memenuhi kriteria yang ditetapkan dalam model discovery learning. Keaktifan siswa dalam proses pembelajaran termasuk kategori tinggi, dimana siswa secara keseluruhan sudah menunjukkan tingkat keterlibatan yang baik dalam proses pembelajaran. Hasil belajar siswa mengalami peningkatan, yang ditunjukkan oleh hasil posttest pertemuan pertama sebesar 75,00% yang meningkat menjadi 87,50% pada pertemuan kedua. Model discovery learning terbukti cukup efektif dalam meningkatkan keaktifan dan hasil belajar siswa pada materi biosfer dan antroposfer di MAN 1 Kebumen. Penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi guru untuk menerapkan model discovery learning sebagai alternatif untuk meningkatkan keterlibatan siswa, memotivasi mereka untuk lebih aktif, serta meningkatkan tanggung jawab dalam proses pembelajaran geografi. Selain itu, hasil penelitian ini juga memberikan kontribusi bagi pengembangan strategi pembelajaran yang efektif demi mengoptimalkan hasil belajar siswa

    PERSEBARAN SPASIAL KUALITAS LAYANAN JARINGAN SINYAL INTERNET DI KECAMATAN GUNUNGPATI, KOTA SEMARANG

    No full text
    Internet telah menjadi kebutuhan pokok manusia di era pesatnya perkembangan teknologi sekarang. Persebaran menara BTS antar kelurahan yang tidak merata berdampak pada munculnya kendala ketidakstabilan sinyal internet di Kecamatan Gunungpati. Penelitian ini bertujuan untuk 1) Mengetahui persebaran kualitas layanan sinyal internet di Kecamatan Gunungpati, 2) Menganalisis hubungan pengaruh jarak dari BTS, bentuk medan, dan tutupan lahan terhadap kualitas layanan sinyal internet di Kecamatan Gunungpati. Penelitian ini menggunakan populasi koneksi layanan sinyal internet di wilayah Kecamatan Gunungpati dengan sampel penelitian yaitu titik kuat sinyal dan kecepatan internet. Pengambilan sampel dilakukan dengan menggunakan metode stratified random sampling. Teknik pengumpulan data diperoleh dengan survey lapangan secara langsung dan data sekunder dari instansi atau Lembaga terkait serta dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan yaitu analisis menggunakan sistem informasi geografis untuk pemetaan dan analisis perhitungan statistik regresi linier berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebaran spasial kualitas layanan sinyal internet cukup baik hingga sangat baik memiliki persentase sebesar 64,55% dari total luas wilayah Kecamatan Gunungpati. Namun masih terdapat 35,45% dari wilayah Kecamatan Gunungpati yang memiliki kualitas layanan sinyal internet dengan kategori buruk. Dari hasil perhitungan statistik regresi linier berganda diketahui bahwa hanya variabel jarak dari BTS yang memiliki hubungan terhadap kualitas layanan sinyal internet. Hubungan jarak dari BTS terhadap kualitas layanan sinyal berbanding terbalik. Pada penelitian ini tidak terdapat pengaruh antara bentuk medan dan tutupan lahan terhadap sebaran spasial kualitas layanan sinyal internet di Kecamatan Gunungpati. Saran bagi pemerintah Kota Semarang untuk melakukan pemerataan infrastruktur dan optimalisasi penempatan menara BTS di wilayah Kecamatan Gunungpati yang memiliki jangkauan jarak yang jauh dari menara BTS, sehingga diharapkan distribusi sinyal internet akan lebih merata

    KESIAPSIAGAAN MASYARAKAT DALAM MENGHADAPI ANCAMAN BENCANA BANJIR DI DESA SITURAJA, KECAMATAN GANTAR, KABUPATEN INDRAMAYU

    No full text
    Berdasarkan Dokumen Kajian Risiko Bencana Kabupaten Indramayu Tahun 2019 - 2023, Desa Situraja, Kecamatan Gantar, Kabupaten Indramayu, memiliki risiko bencana banjir yang sangat tinggi. Hal ini disebabkan karena penilaian terhadap tingkat ancaman dan tingkat kerugian akibat bencana banjir yang tinggi, sementara tingkat kapasitas untuk menghadapi bencana banjir rendah. Oleh karena itu, diperlukan upaya bersama dalam meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk; (1) mengukur tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana banjir di Desa Situraja; dan (2) menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi tingkat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi ancaman bencana banjir di Desa Situraja. Penelitian ini menggunakan pendekatan penelitian campuran (mixhed methods) dengan desain penelitian concurrent embedded. Populasi dalam penelitian ini adalah semua Kepala Keluarga (KK) di Desa Situraja yang berjumlah 994 KK, dengan sampel yang diambil menggunakan teknik purposive sampling sebanyak 100 KK. Data dikumpulkan melalui observasi lapangan, wawancara, studi dokumentasi, kuesioner, dan soal tes. Teknik analisis yang digunakan adalah analisis spasial, analisis deskriptif persentase (univariat), dan analisis bivariat menggunakan korelasi Chi-Square. Tingkat kesiapsiagaan diukur berdasarkan 5 (lima) parameter yang digunakan LIPI dan UNESCO (2006), yaitu; (1) pengetahuan dan sikap terhadap risiko bencana; (2) kebijakan dan panduan; (3) rencana tanggap darurat; (4) sistem peringatan bencana; dan (5) mobilisasi sumberdaya. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kesiapsiagaan masyarakat Desa Situraja termasuk dalam klasifikasi "Kurang Siap" dengan indeks nilai 59. Tingkat kesiapsiagaan yang diperoleh disebabkan oleh tingkat pendidikan masyarakat yang umumnya rendah, kurangnya sosialisasi tentang kesiapsiagaan bencana, dan tidak diambilnya pelajaran dari pengalaman banjir sebelumnya. Hasil uji statistik Chi Square menunjukkan bahwa tingkat pendidikan (Pvalue 0,031) memiliki nilai Pvalue < 0,05, yang artinya ada hubungan statistik yang signifikan antara faktor tingkat pendidikan dengan kesiapsiagaan masyarakat. Sedangkan lama tinggal (Pvalue 0,405), jenis kelamin (Pvalue 0,230), umur (Pvalue 0,146), dan pekerjaan (Pvalue 0,202), memiliki nilai Pvalue > 0,05, yang artinya tidak ada hubungan statistik yang signifikan antara faktor tersebut dengan kesiapsiagaan masyarakat. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Desa Situraja merupakan daerah dengan risiko bencana banjir yang tinggi dan perlu tindakan nyata untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat. Peneliti merekomendasikan untuk menyelenggarakan pelatihan atau simulasi kesiapsiagaan bencana banjir secara berkala, berkelanjutan, dan massif untuk memperkuat kesiapsiagaan masyarakat di Desa Situraja

    PENGEMBANGAN OBJEK DESA WISATA BERDASARKAN DAYA DUKUNG PARIWISATA DI DESA TEGALSARI, KECAMATAN KARANGGEDE, KABUPATEN BOYOLALI

    No full text
    Desa Wisata Tegalsari yang terletak di Kabupaten Boyolali telah mengalami kemajuan yang signifikan dan memilki berbagai potensi untuk pengembangan pariwisata desa. Namun, kajian terkait pengembangan pariwisata berdasarkan daya dukung di Desa Tegalsari belum dikelola secara optimal. Tujuan penelitian ini adalah untuk memetakan persebaran objek wisata, menghitung nilai daya dukung terhadap objek wisata yang tersedia, dan mengevaluasi potensi pengembangan objek wisata di Desa Wisata Tegalsari, Kecamatan Karanggede, Kabupaten Boyolali. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif yang dikumpulkan melalui metode observasi, dokumentasi, wawancara, dan kuesioner. Populasi penelitian ini terbagi menjadi populasi wilayah dan populasi masyarakat. Sampel yang digunakan berjumlah 105 orang, dengan menggunakan teknik area probability sampling dan incidental sampling. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah analisis spasial untuk mengkaji variabel distribusi pariwisata, analisis daya dukung untuk mengevaluasi variabel kualitas daya dukung wisata, dan analisis deskriptif persentase untuk menganalisis variabel potensi objek wisata. Sumber data dalam penelitian ini adalah data primer yang diperoleh melalui persebaran kuesioner dan data sekunder diperoleh dari publikasi pemerintah. Hasil penelitian menunjukan bahwa persebaran objek wisata di Desa Tegalsari belum dikelola secara optimal dan beberapa objek wisata sedang tidak beroperasi. Pemetaan persebaran objek wisata di Desa Tegalsari dilakukan untuk mengidentifikasi lokasi, kondisi, dan potensi dari setiap objek wisata. Berdasarkan hasil penelitian, beberapa objek wisata di Desa Wisata Tegalsari telah melebihi kapasitas daya dukung nya. Namun, terdapat beberapa objek wisata lainnya yang masih dalam batas aman dari kapasitas yang direkomendasikan. Oleh sebab itu, diperlukan strategi pengembangan yang tepat untuk setiap objek wisata, dengan menerapkan unsur pengembangan pariwisata seperti attraction, accessibilities, amenities, accommodation, activity, dan ancillary. Penelitian ini perlu dilakukan pembaruan secara berkala untuk memastikan informasi terkait persebaran objek wisata di Desa Tegasari selalu akurat. Selain itu, pengelola perlu memerhatikan kapasitas daya dukung setiap objek wisata dan menerapkan strategi pengembangan yang dapat meningkatkan daya tari pariwisata, sehingga Desa Wisata Tegalsari dapat menjadi salah satu destinasi wisata daerah yang lebih unggul

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇