Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    MODEL PENGEMBANGAN WISATA KAMPUNG TEMATIK UNTUK MENDUKUNG PEMBANGUNAN BERBASIS MASYARAKAT DI KELURAHAN KENEP KABUPATEN SUKOHARJO

    No full text
    Pembangunan merupakan salah satu langkah awal dalam menciptakan kelayakan bagi khalayak umum. Salah satu strategi Pembangunan di wilayah pedesaan yang kerap kali digunaan yaitu melibatkan masyarakat untuk turut serta membangun wilayahnya. Seperti yang dilakukan oleh Pemerintah Kelurahan Kenep. Optimalisasi pembangunan dilakukan melalui program Desa Wisata Kreatif. Program ini menyongsong UMKM masyarakat sebagai elemen utama pariwisata dan didukung dengan potensi daerah lainnya. Tujuan dilakukannya penelitian ini yaitu : 1) untuk mengetahui model pengembangan wisata yang diterapkan di Kelurahan Kenep. 2) untuk mengetahui strategi yang digunakan untuk mengembangkan wisata dalam mendukung pembangunan berbasis masyarakat di Kelurahan Kenep. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan menjabarkan berbagai temuan lapangan. Informan kunci dalam penelitian ini yaitu pengurus Pokdarwis Kampung Sanga selaku pengelola Desa Wisata Kreatif Kenep. Sedangkan informan pendukung diambil dari elemen masyarakat yang diberdayakan. Teknik keabsahan data disini menggunakan triangulasi sumber dan triangulasi teknik. Sedangkan dalam menganalisis temuan lapangannya, penelitian ini menggunakan konsep bottom up dalam pengembangan desa wisata. Hasil penelitian menunjukkan Kelurahan Kenep menggunakan model pariwisata berbasis masyarakat dalam mengembangkan Program Desa Wisata Kreatif Kenep. Dalam pengembangannya, Desa Wisata Kreatif Kenep menggabungkan berbagai destinasi wisata dari beberapa kampung yang ada di Kelurahan Kenep. Sehingga dalam pengembangannya, Desa Wisata Kreatif dipilih menjadi branding yang dinilai cocok untuk pengembangan wisata di Kelurahan Kenep. Dibantu oleh Pokdarwis Kampung Sanga, Desa Wisata Kreatif Kenep turut serta melibatkan masyarakat dalam kegiatan kepariwisataan. Strategi yang dilakukan selanjutnya yaitu menggali dan mengembangkan potensi yang telah dimiliki. Saran yang dapat diberikan untuk perbaikan desa wisata ini antara lain : 1) mengoptimalkan sumber daya manusia dalam mengelola, 2) mengencarkan sosialisasi kepada masyarakat Kelurahan Kenep berbagai informasi mengenai Desa Wisata Kreatif Kenep dalam meningkatkan partisipasi masyarakat, 3) menerapkan sistem administrasi pengunjung seperti menyediakan buku tamu dan dokumen pendukung lainnya, dan 4) mempromosikan Desa Wisata Kreatif Kenep secara lebih masif

    KONDISI EKONOMI DAN PELUANG USAHA PEDAGANG KAKI LIMA PASCA PEMBANGUNAN MUSEUM KOTA LAMA SEMARANG

    No full text
    Pada tahun 2021 Pemerintah Kota Semarang mendirikan Museum Kota Lama Semarang. Pembangunan Museum Kota Lama berada di tempat yang strategis dengan banyaknya pedagang kaki lima yang melakukan aktivitas usaha, seharusnya keadaan ini dapat mengembangkan kondisi ekonomi dan memberikan peluang usaha baru bagi pedagang kaki lima yang ada di sekitar museum. Pada kenyataannya tidak semua pembangunan objek wisata di tempat yang strategis memberikan pengaruh bagi kehidupan pedagang kaki lima yang ada di sekitarnya. Tujuan penelitian ini yaitu: 1) Untuk mengetahui kondisi ekonomi pedagang kaki lima setelah adanya pembangunan Museum Kota Lama. 2) Untuk mengetahui peluang usaha baru yang diperoleh pedagang kaki lima setelah pembangunan Museum Kota Lama. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif untuk menjelaskan mengenai kondisi ekonomi pedagang kaki lima setelah adanya pembangunan Museum Kota Lama di Kota Semarang. Subjek dalam penelitian ini ialah pedagang kaki lima yang ada di sekitar Museum Kota Lama Semarang. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian yaitu observasi, wawancara dan dokumentasi. Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan diketahui bahwa: 1) Kondisi ekonomi pedagang kaki lima yang ada di sekitar Museum Kota Lama tidak mengalami perubahan, baik itu perubahan berupa peningkatan pendapatan maupun penurunan pendapatan yang diperoleh selama berjualan pasca berdirinya museum tersebut. 2) Museum Kota Lama Semarang belum bisa memberikan peluang usaha baru bagi pedagang kaki lima yang ada di sekitarnya. Hal ini terjadi karena museum tersebut belum menyediakan fasilitas yang lengkap untuk pengunjung misalnya seperti belum tersedia tempat yang menjual makanan, minuman, souvenir dan sebagainya yang dapat digunakan oleh para pedagang kaki lima untuk dapat berjualan di tempat yang bisa dijangkau dengan mudah oleh pengunjung museum dan belum disediakan lahan parkir untuk pengunjung membuat pengunjung harus mencari parkir sendiri yang letaknya cukup jauh dari lokasi museum. Disisi lain terbatasnya pendanaan atau sumber dana membuat pengelola yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang lambat untuk mengembangkan Museum Kota Lama karena sumber dana diperoleh dari alokasi APBD saja. Saran bagi pemerintah supaya segera menambahkan beberapa fasilitas yang dapat memberikan kenyamanan untuk pengunjung. Bagi pengelola Museum Kota Lama yaitu Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang dapat melakukan kerja sama dengan pihak-pihak swasta pariwisata supaya dapat mengembangkan Museum Kota Lama lebih optimal

    PERLINDUNGAN HUKUM PREVENTIF TERHADAP METODE PRODUKSI SEBAGAI POTENSI RAHASIA DAGANG BERDASARKAN UNDANG-UNDANG NOMOR 30 TAHUN 2000 TENTANG RAHASIA DAGANG

    No full text
    Rimbawan, Aluk Alista. 2024. Perlindungan Hukum Preventif Terhadap Metode Produksi Sebagai Potensi Rahasia Dagang Berdasarkan Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang. Skripsi., Bagian Hukum Perdata- Dagang, Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I : Prof. Dr. Dewi Sulistianingsih, S.H., M.H. Kata Kunci: Perlindungan Hukum, Metode Produksi, Rahasia Dagang Rahasia dagang merupakan salah satu jenis dari Kekayaan Intelektual (KI) yang telah diatur oleh Pemerintah Indonesia dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang. Saat ini perkembangan usaha dalam bidang coffee shop sedang meningkat salah satunya coffee shop Sebuah Kopi. Sedangkan pegawai yang berposisi sebagai barista dapat berpindah tempat kerja pada coffee shop lainnya dalam kurun waktu yang singkat. Berpindahnya pegawai yang mengetahui tentang metode produksi pada coffee shop Sebuah Kopi yang berpotensi sebagai rahasia dagang dikhawatirkan akan terjadi peniruan metode produksi. Tujuan dari penelitian ini yaitu (1) Bagaimana perlindungan hukum preventif terhadap metode produksi sebagai potensi rahasia dagang berdasarkan Undang-Undang No 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang? dan (2) Bagaimana akibat yang ditimbulkan jika terjadi pengungkapan metode produksi sebagai potensi rahasia dagang pada coffee shop Sebuah Kopi di Kabupaten Rembang?. Penelitian ini merupakan penelitian yuridis empiris dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Data penelitian berupa data primer yang diperoleh dari wawancara,observasi dan dokumentasi di coffee shop Sebuah Kopi serta mantan pegawai pada coffee shop Sebuah Kopi sebagai responden. Data sekunder diperoleh dari studi pustaka dan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian dan pembahasan menunjukkan bahwa mantan pegawai pada coffee shop Sebuah Kopi mengetahui hampir semua metode produksi yang digunakan pada coffee shop Sebuah Kopi bahkan ikut serta dalam pembuatan menu baru. Metode produksi yang diketahui oleh mantan pegawai berpotensi sebagai rahasia dagang yang perlindungannya kurang optimal dilakukan oleh pemiliknya. Simpulan dari penelitian ini adalah perlindungan hukum preventif terhadap metode produksi sebagai potensi rahasia dagang berdasarkan Undang- Undang No 30 Tahun 2000 Tentang Rahasia Dagang belum dilaksanakan secara optimal meskipun rahasia dagang sudah dilindungi oleh Undang-Undang Rahasia Dagang secara otomatis, namun perlu dilakukan perlindungan preventif lainnya seperti dibuatnya perjanjian kerja yang mengatur tentang rahasia dagang. Serta akibat yang bisa terjadi dari penggunaan metode produksi yang berpotensi sebagai rahasia dagang pada coffee shop Sebuah Kopi dapat merusak ciri khas dari coffee shop yang ditiru maupun menir

    REFORMULASI KEBIJAKAN YURIDIS RESTRIKSI DANA KAMPANYE PEMILIHAN UMUM LEGISLATIF BERBASIS MODIFIED PUBLIC FINANCING GUNA KONSOLIDASI DEMOKRASI BERKEADILAN

    No full text
    Damayanti, Irsa. 2024. Reformulasi Kebijakan Yuridis Restriksi Dana Kampanye Pemilihan Umum Legislatif Berbasis Modified Public Financing Guna Konsolidasi Demokrasi Berkeadilan. Skripsi Program Studi Ilmu Hukum. Fakultas Hukum. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Skripsi Arif Hidayat, S.H.I., M.H. Kata Kunci: Reformulasi Kebijakan Yuridis, Restriksi Dana Kampanye, Pemilihan Umum Legislatif, Modified Public Financing Pasal 22E Ayat (1) UUD NRI 1945 memberikan acuan bahwa penyelenggaraan pemilu harus memenuhi asas langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, adil, dan berkala. Faktanya, problem integritas pemilu serentak tahun 2024, khususnya pemilihan umum legislatif (pileg) memiliki catatan penting terkait akuntabilitas dan transparansi pelaporan dana kampanye partai politik kemudian belum lengkapnya regulasi mengenai batasan dana kampanye pileg, menyebabkan ruang persaingan menjadi tidak adil karena kandidat maupun partai politik dengan modal banyak dapat menggunakan dana kampanye yang tidak terbatas, sehingga kandidat dan partai politik tersebut diuntungkan melalui intensitas kampanye lebih banyak sehingga, perlu dilakukan reformulasi yuridis pembatasan dana kampanye serta penulis menawarkan sistem modified public financing atau pembiayaan dana oleh publik untuk menyeimbangkan kontestasi pemiu. Skripsi ini akan menganalisis mengenai: (1) bagaimana kerangka yuridis restriksi dana kampanye pemilu legislatif berdasarkan perundang-undangan; dan (2) bagaimana reformulasi yuridis restriksi dana kampanye pemilihan umum legislatif berbasis modified public financing guna konsolidasi demokrasi berkeadilan. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini yaitu yuridis normatif, dengan pendekatan peraturan perundang-undangan (statue approach) dan pendekatan konseptual (conceptual approach). Data digali melalui studi dokumen hukum dan studi pustaka. Hasil dari penelitian ini menunjukan bahwa: (1) kerangka yuridis restriksi dana kampanye pemilu legislatif berdasarkan peraturan perundang-undangan diatur dikelompokkan berdasarkan aspek konstitusional yaitu UUD NRI 1945 memperkuat penyelenggaraan pemilu, kemudian aspek legislasi yaitu UU Pemilu, dan aspek regulasi yaitu PKPU No. 18 Tahun 2003 tentang Dana Kampanye Pemilu belum memenuhi good election atau pemilu yang baik serta perspektif keadilan sosial karena tidak adanya batasan dana kampanye pemilihan umum legislatif; dan (2) kebijakan yuridis UU No. 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum terkait restriksi dana kampanye pileg serta penulis menawarkan desain regulasi restriksi dana kampanye public financing di Indonesia untuk meciptakan pemilihan umum yang lebih setara dan adil, melalui sistem modified public financing yang terdiri dari 4 (empat) desain pengaturan meliputi: (i) desain regulasi restriksi dana kampanye pemilihan umum legislatif (jurisdiction to allow an allocation of funds); (ii) desain regulasi ambang batas pengumpulan dana kampanye (fundraising threshold); (iii) desain regulasi pengeluaran dana kampanye (qualifying expenditures); menjadi salah satu yang paling krusial.; dan (iv) desain regulasi penggunaan dana publik (proper use of public funds)

    UPAYA MEMINIMALISIR CONTEMPT OF COURT PADA EKSEKUSI PUTUSAN PERDATA CONDEMNATOIR (STUDI KASUS EKSEKUSI PADA PENGADILAN NEGERI PEKALONGAN KELAS 1B)

    No full text
    Avicenna, Muhammad Fakhri. 2024. Upaya Meminimalisir Contempt of Court Pada Eksekusi Putusan Perdata Condemnatoir (Studi Kasus Eksekusi Pengadilan Negeri Pekalongan Kelas 1B). Skripsi, Bagian Hukum Perdata Dagang, Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing : Dian Latifiani, S.H., M.H. Kata Kunci : Meminimalisir; Contempt of Court; Eksekusi; Putusan perdata condemnatoir yang telah berkekuatan hukum tetap (inkracht van gewijsde) namun tidak dilaksanakan secara sukarela oleh pihak yang kalah dalam perkara keperdataan, menimbulkan konsekuensi hukum berupa mekanisme eksekusi. Dalam tataran praktis, timbul permasalahan hukum yang mengakibatkan pelaksanaan eksekusi mengalami resistensi. Problematika dimaksud dilatarbelakangi oleh sikap, perbuatan, ataupun tindakan oleh pihak termohon eksekusi yang secara sengaja dan dengan itikad buruk berupaya membatalkan pelaksanaan eksekusi, dimana tindakan a quo relevan dengan pranata Contempt of Court secara konseptual. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis bentuk Contempt of Court pada eksekusi putusan perdata condemnatoir pada Pengadilan Negeri Pekalongan Kelas 1B, serta upaya yang dapat dilakukan guna meminimalisir praktik Contempt of Court a quo. Metode penelitian yang dipergunakan dalam penelitian ini adalah penelitian hukum empiris dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian dikonversikan menjadi menjadi sebuah data yang diperoleh melalui teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi. Secara lebih lanjut data tersebut dianalisis dengan memanfaatkan metode analisis deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa ketidakpatuhan terhadap perintah aanmaning dan upaya perlawanan fisik yang secara kumulatif dilakukan oleh pihak termohon eksekusi bertentangan dengan Herzien Inlandsch Reglement (HIR) dan peraturan perundangan terkait lainnya, serta berimplikasi pada stagnasi pelaksanaan eksekusi terhadap putusan perdata condemnatoir pada Pengadilan Negeri Pekalongan Kelas 1B. Ketidakpatuhan terhadap perintah aanmaning dan upaya perlawanan fisik sebagaimana dimaksud, inheren dengan konsep Contempt of Court sebagaimana tertuang dalam Penjelasan Umum butir 4 Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1985 tentang Mahkamah Agung dan pendapat para ahli. Adapun upaya yang dapat dilakukan guna meminimalisir Contempt of Court pada eksekusi terhadap putusan perdata condemnatoir antara lain 1) Melibatkan unsur-unsur keamanan negara (Kepolisian RI dan TNI); 2) Pembentukan peraturan perundang-undangan terkait Contempt of Court yang mengakomodir penindakan terhadap perbuatan, tingkah laku, sikap dan/atau ucapan yang dapat merendahkan dan merongrong kewibawaan, martabat, dan kehormatan badan peradilan

    TANGGUNG JAWAB PEMERINTAH DAERAH KABUPATEN TEGAL DALAM MENGATASI KENDALA BAHAN BAKU PADA USAHA KACANG BOGARES SEBAGAI BENTUK PELINDUNGAN PRODUK LOKAL

    No full text
    Saefudin, Muhammad Alif. 2024. Tanggung Jawab Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal Dalam Mengatasi Kendala Bahan Baku Pada Usaha Kacang Bogares Sebagai Bentuk Pelindungan Produk Lokal. Bagian Perdata Dagang, Fakultas Hukum. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Dr. Pujiono, S.H., M.H. Kata Kunci: Tanggung Jawab; Pemerintah Daerah; Bahan Baku. Pelaku usaha kacang bogares dalam menjalankan usahanya mengalami kendala dalam memperoleh bahan baku kacang tanah dengan kualitas baik dan ketergantungan pada penggunaan bahan baku impor karena sulitnya mencari petani lokal. Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini yaitu: 1). Bagaimana tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal dalam mengatasi kendala bahan baku pada usaha kacang bogares sebagai bentuk pelindungan produk lokal. 2). Bagaimana upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal dalam mendorong ketersediaan baku lokal berkualitas bagi usaha kacang bogares. Metode penelitian yang digunakan yaitu empiris dengan pendekatan kualitatif. Data primer diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Sedangkan data sekunder menggunakan bahan hukum primer, bahan hukum sekunder dan bahan hukum tersier. Validitas data triangulasi, analisis data melalui pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan: 1). Upaya yang saat ini dapat dilakukan Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal dalam memfasilitasi ketersediaan dan kesinambungan bahan baku kacang bogares dilakukan melalui operasi pasar 2). Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal dalam mendorong penggunaan bahan baku lokal terkendala pada sedikitnya produksi komoditas kacang tanah di Kabupaten Tegal serta dibutuhkannya mesin-mesin pendukung. Simpulan dalam penelitian ini yaitu: 1). Tanggung jawab Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal dalam mengatasi kendala bahan baku kacang bogares belum dapat dilaksanakan dengan baik karena ketergantungan bahan baku impor, sulitnya mencari petani kacang tanah lokal dan tidak memiliki pemasok tetap. Sebagaimana teori tanggung jawab hukum Hans Kelsen, pemerintah daerah sebagai pemikul tanggung jawab dalam pelindungan produk lokal dapat dituntut untuk bertanggung jawab dalam mengatasi kendala bahan baku kacang bogares dan bertanggung jawab atas sanksi apabila tidak terlaksana. 2). Berdasarkan teori tanggung jawab hukum Hans Kelsen, Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal memikul tangggung jawab dalam mendorong penggunaan bahan baku lokal. Upaya Pemerintah Daerah Kabupaten Tegal dalam mendorong ketersediaan bahan baku lokal berkualitas bagi usaha kacang bogares dapat dilakukan dengan menggerakkan petani lokal untuk menanam kacang tanah melalui skema kemitraan antara pelaku usaha kacang bogares dengan petani lokal serta pemberian bantuan mesin pendukun

    URGENSI PERLINDUNGAN HAK MORAL PENCIPTA MELALUI RIGHT OF DISCLOSURE DAN RIGHT OF WITHDRAWAL PADA KARYA CIPTA BUKU (STUDI PERBANDINGAN INDONESIA, JERMAN DAN PERANCIS)

    No full text
    Putri, Nadiyah Meyliana. 2024. Urgensi Perlindungan Hak Moral Pencipta Melalui Right of Disclosure dan Right of Withdrawal Pada Karya Cipta Buku (Studi Perbandingan Indonesia, Jerman dan Perancis). Skripsi Bagian Perdata Dagang. Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang. Waspiah., S.H., M.H. Kata Kunci: Hak Cipta; Hak Moral; Karya Cipta Buku; Right of Disclosure; Right of Withdrawal. Indonesia belum secara tegas mengatur mengenai right of disclosure dan right of withdrawal sebagaimana Jerman dan Perancis. Hal ini mengakibatkan kurang optimalnya perlindungan hak moral bagi pencipta terkhusus pada karya cipta buku. Penelitian ini bertujuan untuk: (1) Mengetahui dan menganalisis peraturan hak moral atas right of disclosure dan right of withdrawal karya cipta buku dalam UU Hak Cipta di Indonesia, Jerman dan Perancis, dan (2) Memahami, menganalisis dan juga mengidentifikasi urgensi dari perlindungan hak moral pencipta melalui right of disclosure dan right of withdrawal karya cipta buku dalam UU Hak Cipta di Indonesia. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian hukum normatif dengan pendekatan Perundang-undangan (statute approach) dan pendekatan perbandingan (comparative study). Penelitian ini menggunakan data sekunder yang terdiri dari bahan hukum primer, sekunder, dan tersier. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini dilakukan dengan studi pustaka. Validitas data dalam penelitian ini menggunakan metode triangulasi teori. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwasannya, (1) Right of disclosure dan right of withdrawal belum secara khusus diatur dalam UU Hak Cipta di Indonesia. Berbanding terbalik dengan Jerman dan Perancis yang telah lebih dahulu mengatur dan mengakui kedua tambahan hak moral tersebut dalam Urheberrechtsgesetz yang menganut konsep monistic dan Intellectual Property Code yang menganut konsep dualistic. (2) Para pencipta pada hakikatnya memiliki hak untuk mengungkapkan dan menarik kembali karya ciptanya dari peredaran. Kedua hak tersebut bersifat pribadi dan abadi sehingga tidak dapat dibatasi oleh siapapun. Dilindunginya hak-hak moral tersebut secara kuat akan mendorong pencipta khususnya pencipta buku untuk terus berkarya, sehingga ilmu pengetahuan di Indonesia akan terus berkembang seiring dengan perkembangan zaman. Tidak diaturnya hak tersebut akan memungkinkan terjadinya banyak pelanggaran yang akan berakibat pada timbulnya kerugian moral bagi pencipta berupa hilangnya motivasi pencipta untuk menghasilkan karya, serta timbulnya kerugian secara ekonomi bagi penerbit buku yang berdampak pada timbulnya kecenderungan penerbit untuk memilih dan membatasi karya cipta yang akan dipublikasikan. Berdasarkan hal tersebut, dapat disimpulkan bahwa: 1) Akan timbul kekosongan hukum dalam perlindungan hak moral pencipta yang berakibat pada maraknya pelanggaran hak moral berupa pelarangan penerbitan dan penarikan paksa pada karya cipta buku. 2) Pelanggaran tersebut nantinya dapat mengurangi motivasi pencipta dalam menghasilkan karya dikemudian hari, sehingga penerapan right of disclosure dan right of withdrawal perlu untuk diatur. Sehingga disarankan untuk melakukan transplantasi hukum mengenai pengaturan right of disclosure dan right of withdrawal dengan mempertimbangkan negara-negara yang telah terlebih dahulu mengaturnya seperti Jerman dan Perancis. Proses transplantasi hukum tersebut harus kembali disesuaikan dengan kepentingan nasional Indonesia, dengan mempertimbangkan pentingnya perkembangan ilmu pengetahuan dimasa kini dan mendatan

    PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN SAVI (SOMATIC, AUDITORY, VISUAL, INTELLECTUAL) BERBANTUAN MEDIA AUGMENTED REALITY (AR) TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA PADA MATA PELAJARAN GEOGRAFI DI SMA NEGERI 9 SEMARANG

    No full text
    SMA Negeri 9 Semarang merupakan salah satu sekolah yang berada di Kelurahan Padangsari, Kecamatan Banyumanik, Kota Semarang. Penerapan model pembelajaran secara konvensional dan kurangnya pemanfaatan teknologi saat ini menjadikan salah satu alasan adanya penelitian ini. Oleh karena itu diperlukan adanya pembelajaran yang inovatif dengan didukung dengan pemanfaatan teknologi, pembelajaran SAVI dengan berbantu media Augmented Reality (AR) diharapkan mampu memberikan inovasi baru dalam kegiatan belajar mengajar. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pelaksanaan model pembelajaran SAVI berbantuan media Augmented Reality, mengetahui hasil belajar siswa dengan menggunakan model pembelajaran SAVI berbantuan media Augmented Reality, dan mengetahui pengaruh penerapan model pembelajaran SAVI berbantuan media Augmented Reality (AR). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan bentuk one group pretest posttest design. Populasi penelitian ini yaitu seluruh siswa kelas X SMA Negeri 9 Semarang tahun ajaran 2023/2024 dengan sampel berjumlah 36 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling. Teknik pengumpulan data menggunakan observsi, dokumentasi, tes, dan angket. Kemudian teknik analisis data menggunakan statistik deskriptif, uji normalitas, uji t-test, uji asumsi klasik, uji linieritas, uji heterokedastisitas, uji hipotesis, analisis regresi linier sederhana, uji n-gain, dan analisis skala likert. Hasil penelitian menunjukan bahwa pelaksanaan model pembelajaran SAVI berbantuan media Augmented Reality (AR) dapat mempengaruhi hasil belajar siswa, dimana dengan menggunakan model pembelajaran SAVI berbantuan media Augmented Reality (AR) menunjukan presentase peningkatan yang baik dengan memperoleh N-Gain score sebesr 64,61%. Maka dari itu dapat disimpulkan bahwa pelaksanaan model pembelajaran SAVI dengan berbantu media Augmented Reality (AR) dapat meningkatkan hasil belajar siswa. Dari penelitian yang telah dilakukan diharapkan bahwa guru dapat menjadikan model pembelajaran SAVI sabagai referensi inovasi pembelajaran dan penggunaan media Augmented Reality (AR) sebagai referensi pemilihan media yang lebih mengikuti perkembangan teknologi. Selain itu siswa diharapkan mampu lebih aktif dalam pembelajaran dengan menggunakan model pembelajaran SAVI berbantu media Augmented Reality (AR)

    HUBUNGAN REGULASI EMOSI DENGAN KECENDERUNGAN PERILAKU KEKERASAN DALAM PACARAN PADA MASA DEWASA AWAL

    No full text
    Data CATAHU 2023 (Komnas Perempuan, 2023) menunjukkan kasus kekerasan dalam pacaran di Indonesia mengalami peningkatan setiap tahun dan paling banyak terjadi pada usia 18-25 tahun. Salah satu penyebab terjadinya kekerasan dalam pacaran adalah kesulitan individu dalam mengelola emosi negatif yang dapat menyebabkan munculnya perilaku agresif. Untuk menghindari hal tersebut, maka diperlukan kemampuan regulasi emosi yang baik. Teori perkembangan menjelaskan bahwa pada masa dewasa awal, individu telah memiliki kemampuan regulasi emosi yang baik. Meski demikian, banyaknya kasus kekerasan dalam pacaran pada dewasa awal secara tidak langsung menunjukkan kurangnya kemampuan regulasi emosi yang dimiliki individu dewasa awal. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui hubungan regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku kekerasan dalam pacaran pada masa dewasa awal. Penelitian ini dilakukan menggunakan metode kuantitatif korelasional dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 144 dewasa awal yang diambil melalui teknik purposive sampling. Instrumen penelitian yang digunakan merupakan modifikasi skala DVQ-RP untuk mengukur perilaku kekerasan dalam pacaran dan adaptasi DERS-SF untuk mengukur regulasi emosi. Analisis data menggunakan uji korelasi Product Moment Pearson dengan bantuan SPSS versi 29. Hasil analisis menunjukkan nilai (r) sebesar 0,415 dengan p = 0,001 < 0,05, dengan demikian artinya terdapat hubungan positif yang signifikan antara regulasi emosi dengan kecenderungan perilaku kekerasan dalam pacaran pada masa dewasa awal. Karena menggunakan skala DERS-SF dalam mengukur regulasi emosi, maka interpretasi hasil penelitian yaitu semakin tinggi kesuliatan regulasi emosi, maka semakin tinggi juga kecenderungan perilaku kekerasan dalam pacaran pada masa dewasa awal. Adapun tingkat regulasi emosi pada individu dewasa awal berada pada kategori sedang dan kekerasan dalam pacaran pada kategori rendah. Disarankan bagi individu dewasa awal untuk dapat meningkatkan kemampuan regulasi emosinya agar dapat meminimalisir perilaku kekerasan dalam pacaran

    GRATITUDE PADA KURIR PERUSAHAAN PAXEL

    No full text
    Gratitude berhubungan dengan perasaan menghargai, membangung, membantu menciptakan lingkungan pekerjaan yang bahagia dan positif yang dapat memengaruhi dan memperkuat hubungan antara manajemen dan rekan kerja, serta berdampak pada kemungkinan peningkatan keberhasilan karyawan dan organisasi. Suatu ungkapan rasa syukur melalui ucapan terima kasih dari seorang atasan atau lingkungan kerja atas sesuatu yang telah dilakukan individu atau atas kinerja karyawan akan berdampak pada peningkatan harga diri pekerja. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran gratitude pada kurir paxel di kota Semarang dan Solo.Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif. Sampel dari penelitian ini berjumlah 60 subjek dengan karakteristik kurir paxel di kota Semarang dan Solo. Teknik pengambilan sampling yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan menggunakan teknik nonprobability sampling. Skala yang digunakan dalam penelitian ini sudah diterjemahkan oleh Listyandini dkk. dan sudah melalui uji validitas dengan menggunakan confirmatory faktor analysis (CFA). Berjumlah 30 item dengan koefisien reliabilitas sebesar 0,8887. Hasil analisis deskriptif berdasarkan status kurir, gambaran gratitude pada kurir perusahaan paxel berada dalam kategori skor tinggi, itu artinya responden sudah baik dalam bersyukur. Hasil ini menggambarkan bahwa semakin tinggi kategori skor gambaran gratitude maka semakin baik pula tingkat rasa bersyukur atau gratitude yang dilakukan oleh kurir perusahaan paxel

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇