Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
IMPLEMENTASI MODEL KOMBINASI EXPECTATION CONFIRMATION THEORY DAN WEBQUAL 4.0 DALAM ANALISIS CUSTOMER RELATIONSHIP MANAGEMENT TERHADAP LOYALITAS PELANGGAN SHOPEEFOOD PASKA PANDEMI
Online Food Delivery (OFD) adalah sebuah layanan di mana konsumen dapat memesan makanan secara online melalui platform atau aplikasi khusus, dan makanan tersebut kemudian disiapkan oleh restoran atau penyedia layanan makanan dan dikirimkan langsung ke alamat konsumen. Shopee adalah salah satu platform e-commerce terbesar dan paling populer di Indonesia dengan salah satu layanan yang mengalami pertumbuhan pesat adalah ShopeeFood, sebuah fitur layanan pesan antar makanan. Shopee juga telah merambah sejumlah negara di Asia Tenggara dan Taiwan sejak diluncurkan pada tahun 2015. Tujuan penelitian ini adalah untuk membuktikan implementasi kombinasi WebQual 4.0 dan ECT dalam menganalisis hubungan CRM terhadap loyalitas pelanggan dan untuk mengetahui pengaruh hubungan antar variabel yang diteliti dengan loyalitas pelanggan ShopeeFood. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan kriteria sampel yaitu masyarakat Pulau Jawa yang pernah menggunakan ShopeeFood dan berusia antara 19-34 tahun. Penelitian ini mendapatkan data valid sebanyak 186 melalui survei yang telah disebar melalui media sosial. Mayoritas responden berjenis kelamin perempuan dengan usia 19-26 tahun yang merupakan lulusan SMA/SMK. Hasil yang diperoleh menemukan faktor yang mempengaruhi hasil uji hipotesis sebanyak 9 hipotesis menunjukkan bahwa 7 hipotesis diterima dan 2 hipotesis ditolak. Dari hipotesis tersebut terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi loyalitas pengguna terhadap beberapa platform online food delivery adalah kepuasan pengguna, dan CRM. Selain itu, kualitas informasi, ekspektasi dan CRM juga mempengaruhi kepuasan pengguna. Ekspektasi juga mempengaruhi confirmation. Di sisi lain, pengujian yang dilakukan terhadap variabel usability, service quality, confirmation tidak mempengaruhi kepuasan pengguna yang telah dilakukan pada penelitian ini
PERLINDUNGAN HUKUM TERHADAP PEKERJA ATAS PENGGUNAAN HUBUNGAN KEMITRAAN OLEH PERUSAHAAN (STUDI KASUS SEMARANG ROYALE GOLF)
Rendahnya pengetahuan hukum para pekerja mengakibatkan
pekerja tidak mengetahui hak-hak normatif yang didapat sesuai Undang
Undang Ketenagakerjaan dan maraknya perusahaan yang salah kaprah
dalam menerapkan perjanjian kemitraan dapat menciptakan kebingungan,
penyalahgunaan dan celah hukum. Salah satu perusahaan yang menerapkan
perjanjian kemitraan memuat unsur-unsur hubungan kerja adalah Semarang
Royale Golf. Akibatnya, terjadi perselisihan Pemutusan Hubungan Kerja
yang diselesaikan dalam Putusan Nomor 3/Pdt. Sus-PHI/2024/PN.SMG.
Penelitian ini bertujuan untuk: (1) mengidentifikasi dan mengkaji penerapan
hubungan kemitraan antara pramugolf dengan Semarang Royale Golf. (2)
mengidentifikasi dan mengkaji perlindungan hukum terhadap pekerja atas
penggunaan hubungan kemitraan oleh perusahaan yang memenuhi unsur
unsur hubungan kerja.
Metode penelitian yang digunakan adalah yuridis empiris dengan
pendekatan kualitatif. Teknik pengambilan data wawancara kepada
Pengusaha, Pekerja, dan Dinas Tenaga Kerja, kuesioner, observasi, studi
pustaka, dan dokumentasi. Validasi data menggunakan metode Trigulasi
Data. Analisis data menggunakan menggunakan metode deskriptif analisis
Hasil penelitian menunjukan: (1) Penerapan hubungan kemitraan antara
Pramugolf dengan Semarang Royale Golf tidak termasuk dalam pola
kemitraan yang tercantum dalam Pasal 106 Peraturan Pemerintah Nomor 7
2021 dan tidak adanya hubungan setara melainkan subordinasi. Kemudian
tidak adanya keadilan distributif seperti perlakuan yang didapat oleh para
pramugolf berbeda-beda seperti lama waktu menjalankan masa trainning
dan tidak adilnya dalam pemberian uang makan dan uang transportasi.
Sedangkan tidak adanya keadilan korektif yakni perusahaan masih
menggunakan hubungan kemitraan (2) Perlindungan Hukum terhadap
pekerja atas penggunaan hubungan kemitraan oleh perusahaan dapat berupa
perlindungan preventif dan represif
PERLINDUNGAN HUKUM PEMENANG LELANG DARI GUGATAN PIHAK KETIGA
Putusan hakim dianggap sebagai keputusan penguasa sebab kekuatan
hukumnya sebagai perwujudan atau manifestasi penegakan hukum dimasyarakat
yang diberi wewenang oleh negara agar hubungan antar masyarakat sesuai dengan
yang ada dalam perundang-undangan. Hukum sendiri memiliki tujuan yaitu
kepastian hukum, keadilan dan kemanfaatan. Agar memperoleh perlindungan
hukum dapat dilakukan dengan upaya hukum biasa hingga upaya hukum luar biasa.
Sama halya dengan pemenang Lelang yang berhak memperoleh perlindungan
hukum. Berdasarkan latar belakang, rumusan masalah pada skripsi ini adalah: (1)
Bagaiamana perlindungan hukum pemenang lelang terhadap gugatan pihak ketiga
dan (2) Apa upaya yang dilakukan Pemenang Lelang untuk mempertahankan
haknya setelah putusan peninjauan kembali.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan
pendekatan kualitatif. Sumber data dalam skripsi ini adalah sumber data primer dan
sekunder dengan teknik pengumpulan data berupa wawancara dan dokumentasi.
Serta untuk menguji keabsahan data dilakukan dengan teknik triangulasi data.
Hasil penelitian ini menyebutkan bahwa (1) Pemenang lelang yang telah
mengikuti proses lelang dengan benar dan sah berhak menguasai objek lelang jika
sudah dikeluarkan risalah lelang. Risalah lelang memiliki pembuktian sempurna
maka dapat digunakan guna akta jual beli sebagai bukti yang sah telah melakukan
pembelian terhadap objek lelang tersebut dengan itikad baik. Sehingga sudah
sepatutnya pemenang lelang mendapatkan perlindungan hukum. (2) Implementasi
perlindungan hukum pemenang lelang dari gugatan pihak ketiga, pada saat putusan
hakim yang telah dibacakan memiliki kekuatan hukum tetap dan dapat
dilaksanakan eksekusi. Putusan hakim yang telah dibacakan memiliki kekuatan
hukum tetap dan dapat dilaksanakan eksekusi. Eksekusi merupakan upaya hukum
yang dapat dilakukan oleh pihak pemenang dengan mengajukan permohonan
kepada Ketua Pengadilan karena pihak kalah tidak dengan sukarela melaksanakan
isi putusan
ANALISIS PENGINTEGRASIAN WAWASAN MULTIKULTURAL DALAM KURIKULUM MERDEKA (Studi kasus pada Mata Pelajaran Sejarah Kelas X di SMA Negeri 1 Lasem)
Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan: (1) penanaman nilai-nilai multikultural di integrasikan di sekolah melalui pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Lasem, (2) kendala dan upaya pada penanaman nilai-nilai multikulturalisme dalam pembelajaran sejarah di SMA Negeri 1 Lasem, (3) pandangan siswa terhadap nilai-nilai multikultural yang di terapkan di sekolah SMA Negeri 1 Lasem.
Penelitian dilakukan di SMA Negeri 1 Lasem. Bentuk penelitian ini adalah deskriptif kualitatif, Sumber data yang digunakan dalam penelitian ini dari informan, dokumen modul ajar, serta mengamati tempat dan peristiwa. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi, wawancara, dan studi dokumen. Uji validitas data dengan menggunakan teknik trianggulasi sumber data dan trianggulasi teknik, serta menggunakan teknik analisis data dengan alur reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa: (1) guru sejarah sudah melaksanakan pengintegrasian nilai-nilai multikultural dalam pembelajaran sejarah, meskipun belum maksimal, penanaman nilai multikulturalisme dilakukan dengan pengembangan sikap atau nilai-nilai yang terkandung dalam materi sejarah, (2) kendala yang dihadapi dalam mengintegrasikan nilai-nilai multikultural adalah karena tidak adanya kurikulum yang secara khusus mengatur tentang penanaman nilai-nilai multikultural, namun dalam pelaksanaannya guru sudah menginternalisasikan pendidikan multikultural kepada peserta didik selama proses belajar mengajar berlangsung. Selain itu, kendala lain yang dihadapi oleh guru adalah terkait manajemen waktu ketika menggunakan model pembelajaran PBL (Problem Best Learning) untuk menerapkan penanaman nilai-nilai multikulturalisme dalam pembelajaran sejarah, (3) siswa memiliki persepsi positif mengenai pembelajaran sejarah yang menanamkan nilai-nilai multikulturalisme, siswa mengakui guru sejarah sudah menanamkan nilai-nilai multikulturalisme sehingga siswa dapat lebih bersikap toleran, menghargai pendapatm dan ramah sosial terhadap masyarakat.
Saran bagi sekolah, guru, dan siswa hendaknya lebih mengoptimalkan pengintegrasian wawasan multikultural dengan memastikan pembelajaran sejarah yang mencakup berbagai perspektif budaya, dan menyediakan sumber daya yang mendukung pembelajaran multikultural, hal ini akan menciptakan lingkungan sekolah yang harmonis
PRARANCANGAN MENARA DISTILASI PADA PABRIK ETIL ASETAT DARI ASAM ASETAT DAN ETANOL DENGAN PROSES ESTERIFIKASI MENGGUNAKAN EXTRACTIVE DISTILLATION KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN
Pabrik etil asetat ini dirancang dengan kapasitas 10.000 ton/tahun. Bahan baku
pembuatan produk etil asetat adalah asam asetat 99,5% dan ethanol 96% melalui proses
reaksi esterifikasi pada reaktor fix bed multitube. Etil asetat yang terbentuk dimurnikan
melalui proses distilasi ekstraktif pada Menara Distilasi. Perancangan Menara Distilasi,
diperlukan perhitungan desain Menara. Perhitungan ini berupaya untuk mencari
kondisi Menara seefisiensi mungkin dalam melakukan proses pemurnian. Dari hasil
perhitungan desain Menara Distilasi Ekstraktif ini, didapatkan tipe sieve tray tower
dengan tinggi menara sebesar 9,63 m, diameter menara 0,81 m ,jumlah plate sebanyak
27. Menghasilkan kemurnian produk etil asetat 99,5%
PRARANCANGAN REAKTOR FIXED BED MULTITUBE PADA PABRIK ETIL ASETAT DARI ASAM ASETAT DAN ETANOL DENGAN PROSES ESTERIFIKASI MENGGUNAKAN EXTRACTIVE DISTILLATION KAPASITAS 10.000 TON/TAHUN
Pabrik etil asetat ini dirancang dengan kapasitas 10.000 ton/tahun. Bahan baku
pembuatan produk etil asetat adalah asam asetat 99,5% dan ethanol 96% melalui
proses reaksi esterifikasi pada reaktor fix bed multitube. Etil asetat yang terbentuk
dimurnikan melalui proses distilasi ekstraktif pada Menara Distilasi. Perancangan
Reaktor Fixed Bed Multitube diperlukan agar tercapainya efisiensi yang tinggi
dalam pembentukan etil asetat. Perhitungan ini berupaya untuk menentukan
kondisi operasional yang optimal dalam proses reaksi. Dari hasil perhitungan
desain Reaktot Fixed Bed Multitube ini, didapatkan tinggi tube sebesar 3,1 m,
jumlah tube sebesar 3.550, total tinggi reaktor 4,19 m dan diameter reaktor
sebesar 1,22 m
PERKEMBANGAN JARINGAN TELEGRAF DAN TELEPON DI KOTA SEMARANG TAHUN 1906 – 1942
Telegraf dan Telepon adalah alat komunikasi modern yang muncul di Hindia Belada pada abad ke-19. Di Semarang telegraf dan telepon ini digunakan sebagai tanda munculnya gaya hidup yang modern yang menarik untuk diulas. Untuk itu peneliti ingin mengkaji beberapa permasalahan yang dikelompokan menjadi tiga, yaitu: (1) Bagaimana perkembangan modernisasi di Semarang awal abad ke-20? (2) Bagaimana perkembangan telegraf dan telepon di Kota Semarang tahun 1906-1942 ? dan yang terakhir (3) Dampak penggunaan telegraf dan telepon bagi masyarakat Kota Semarang tahun 1906-1942 ?
Dalam penelitian ini, digunakan metode penelitian sejarah. Langkah awal yang dilakukan adalah pengumpulan sumber atau heuristik. Sumber primer yang peneliti kumpulkan adalah berupa bentuk arsip foto, dokumen pemerintahan, dan surat kabar dari masa itu. Sedangkan untuk sumber sekunder, peneliti memperolehnya dari berbagai buku, jurnal, dan hasil penelitian sejenis yang sudah ada sebelumnya. Setelah sumber-sumber tersebut terkumpul, tahap selanjutnya adalah menguji kelayakan dan kebenaran sumber tersebut. Tahap ini disebut kritik sumber, yang terdiri dari kritik intern dan kritik ekstern. Dalam kritik intern, peneliti memeriksa isi atau kandungan dari sumber tersebut dengan membaca dan menerjemahkan dokumen, jurnal atau buku sehingga dapat diketahui keabsahan datanya. Sedangkan kritik ekstern dilakukan untuk menguji keaslian sumber, apakah sumber itu asli atau palsu, peneliti melakukan kesesuaian isi arsip atau sumber dengan apa yang akan peneliti narasikan dan melihat wujud arsip itu sendiri. Setelah melalui tahap kritik sumber, langkah berikutnya adalah interpretasi atau penafsiran. Dalam tahap ini, peneliti menghubungkan berbagai fakta yang diperoleh dari sumber-sumber terpilih yang sudah diuji keabsahannya melalui membaca dan menafsirkan sumber tersebut. Fakta-fakta tersebut kemudian dirangkai menjadi satu kesatuan cerita sejarah. Pada tahap akhir yang disebut historiografi, semua fakta yang telah diperoleh dan ditafsirkan tersebut disusun ke dalam satu tulisan sejarah yang utuh dan sistematis. Tulisan sejarah inilah yang akan menjadi hasil akhir dari penelitian sejarah yang dilakukan.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa perkembangan kota Semarang yang semakin maju dimasa kolonial membuat kota ini terpilih menjadi salah satu kota penting bagi pemerintah Hindia Belada. Telegraf dan telepon berkembang dengan baik dan bertumbuh seiring kemajuan zaman. Semarang juga menjadi salah satu kota dengan gaya hidup kolonial yang modern dengan hadirnya layanan telegraf dan telepon. Pengaruh penggunaan layanan telegraf dan telepon ini menjadikan masyarakat kota Semarang menjadi lebih baik dalam berbagai bidang yang berhubungan dengan komunikasi sesama masyarakat kota
ANALISIS FAKTOR YANG MEMPENGARUHI INDEKS PEMBANGUNAN MANUSIA DI 33 PROVINSI INDONESIA TAHUN 2010-2023
Pembangunan pada suatu wilayah atau daerah dapat didefinisikan secara
umum sebagai upaya untuk meningkatkan kehidupan sosial dan ekonomi suatu
masyarakat menjadi lebih baik pada wilayah atau daerah tersebut. United Nations
Development Programme (UNDP) yang dapat digunakan untuk menjadi alat ukur
keberhasilan pembangunan dan kesejahteraan manusia melalui angka harapan dan
kesehatan hidup, pendidikan atau pengetahuan serta standar hidup layak.
Berdasarkan permasalahan tersebut, penelitian ini memiliki tujuan untuk
menganalisis pengaruh pengeluaran publik sektor pendidikan, pengeluaran publik
sektor kesehatan, laju PDRB, investasi asing langsung, dan kemiskinan terhadap
indeks pembangunan manusia di 33 provinsi Indonesia dengan rentang waktu dari
tahun 2010 hingga 2023. Metode Pooled Mean Group-Autoregressive Distributed
Lag (PMG-ARDL) digunakan pada penelitian ini untuk menganalisis pengaruh
jangka pendek dan jangka panjang dari variabel independen terhadap variabel
dependen. Hasil penelitian memperlihatkan bahwa pada jangka pendek variabel
pengeluaran publik sektor pendidikan, investasi asing langsung, dan kemiskinan
tidak memiliki pengaruh signifikan terhadap indeks pembangunan manusia,
sedangkan pada jangka panjang pengeluaran publik sektor pendidikan, pengeluaran
publik sektor kesehatan, laju PDRB, dan investasi asing langsung memiliki
pengaruh positif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia.
Selanjutnya, pada jangka panjang variabel kemiskinan mempunyai pengaruh
negatif dan signifikan terhadap indeks pembangunan manusia, dan pengeluaran
publik sektor kesehatan serta laju PDRB berpengaruh positif namun tidak
signifikan terhadap indeks pembangunan manusia pada jangka pendek.
Berdasarkan hasil tersebut pemerintah memiliki kemampuan untuk meningkatkan
anggaran untuk belanja pemerintah pada fungsi pendidikan dan kesehatan sehingga
kualitas pembangunan manusia juga akan mengalami peningkatan pada seluruh
provinsi di Indonesia, terutama daerah yang masih sangat minim akses
ANALISIS PENGETAHUAN SISWA TENTANG K3 TERHADAP BUDAYA K3 PADA PRAKTIK PROGRAM KEAHLIAN TEKNIK INSTALASI TENAGA LISTRIK DI SMK SE KANTOR WILAYAH CABANG DINAS IX PROVINSI JAWA TENGAH
Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) di lingkungan sekolah sangat
penting. Pengetahuan K3 sangat penting untuk pelaksanaan K3. Siswa masih
kekurangan pengetahuan dan kesadaran tentang perilaku K3, terutama selama
praktik di laboratorium. Studi ini bertujuan untuk menentukan apakah ada
hubungan antara pengetahuan siswa tentang keselamatan dan kesehatan (K3)
dan penerapan budaya K3 pada siswa dengan program keahlian instalasi
tenaga listrik di beberapa SMK se-Cabang Dinas IX Provinsi Jawa Tengah.
Hubungan antara variabel bebas, pengetahuan siswa tentang K3 (X), dan
variabel terikat, penerapan budaya K3 pada setiap indikator (Y), ditentukan
melalui analisis korelasi data variabel Pearson Product Moment. Metode
pengumpulan data menggunakan kuisioner dan hasil belajar siswa. Penelitian
ini melibatkan 85 siswa kelas IX program keahlian instalasi tenaga listrik di
beberapa SMK di Cabang Dinas IX Provinsi Jawa Tengah sebagai responden.
Uji menunjukkan hubungan antara pengetahuan siswa tentang K3 dan
penerapan budaya K3 dalam setiap indikator pada saat praktik cukup
signifikan (r = 0,714). Dengan tingkat signifikansi (α) sebesar 5%, hubungan
pengetahuan siswa tentang K3 terhadap penerapan budaya K3 dalam setiap
indikator sebesar 50,92% dan variabel lain menentukan 49,08% dari total.
Nilai t hitung lebih besar dari t tabel, atau 9,07 lebih besar dari 1,99
PENGARUH PEMBERDAYAAN PSIKOLOGIS DAN PERSEPSI DUKUNGAN ORGANISASI PADA PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASIONAL DENGAN KOMITMEN AFEKTIF SEBAGAI VARIABEL MEDIASI (Studi Pada Pegawai KSPPS BINAMA)
Organizational citizenship behavior (OCB) merupakan perilaku individu di luar uraian
tugas dan tidak ditentukan secara formal dalam sistem penghargaan, dilakukan secara sukarela
dan berkontribusi pada peningkatan efektivitas dan efisiensi dalam organisasi. Beberapa faktor
yang mempengaruhi OCB adalah pemberdayaan psikologis, persepsi dukungan organisasi, dan
komitmen afektif.
Penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberdayaan psikologis dan persepsi
dukungan organisasi pada OCB serta menguji peran mediasi komitmen afektif dalam hubungan
antara pemberdayaan psikologis dan persepsi dukungan organisasi terhadap OCB. Penelitian
ini mengambil populasi pegawai di KSPPS BINAMA, dengan teknik pengambilan sampel
menggunakan proportional random sampling dan jumlah sampel sebanyak 120 pegawai.
Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskripstif dan pengujian menggunakan
perangkat lunak SmartPLS 4.0.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa pemberdayaan psikologis tidak memilik pengaruh
positif yang signifikan terhadap OCB, sedangkan persepsi dukungan organisasi memiliki
pengaruh positif yang signifikan terhadap OCB. Selain tu, komitmen afektif terbukti memiliki
pengaruh signifikan terhadap OCB serta mampu memediasi secara tidak langsung hubungan
antara pemberdayaan psikologis dan persepsi dukungan organisasi terhadap OCB.
Kesimpulan dari penelitian ini menunjukan bahwa pemberdayaan psikologis mampu
mempengaruhi OCB dengan komitmen afektif sebagai mediasinya, selain itu persepsi
dukungan organisasi mampu meningkatkan OCB secara langsung maupun tidak langsung
dengan mediasi komitmen afektif. Penelitian selanjutnya diharapkan dapat memperdalam
pemahaman tentang bagaimana faktor-faktor lain, seperti kepemimpinan dan budaya organisasi
sebagai hubungan antara pemberdayaan psikologis, persepsi dukungan organisasi, dan OCB