Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
HUBUNGAN KEPRIBADIAN EXTRAVERSION DENGAN CAREER EXPLORATION PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Persiapan karir merupakan salah satu dari tugas perkembangan individu di usia dewasa awal. Kalangan mahasiswa yang merupakan individu yang termasuk dalam perkembangan dewasa awal diharapkan untuk dapat mengembangkan persiapan karirnya. Namun, dalam proses persiapan karir ini terdapat beberapa masalah yang timbul, seperti kurangnya sumber informasi, kurangnya persiapan diri, kurangnya pengetahuan tentang karir, dan kurangnya lingkungan yang mendukung proses persiapan karir. Trait kepribadian extraversion yang digambarkan sebagai kepribadian yang aktif, ramah, hangat, dan asertif sehingga mudah dalam berinteraksi dan menjalin hubungan dengan orang lain diharapkan dapat membantu proses career exploration dari mahasiswa. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan dari trait kepribadian extraversion terhadap perilaku career exploration. Data penelitian ini diperoleh sebanyak 150 responden dan merupakan mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Semarang dari angkatan 2020 hingga angkatan 2023. Teknik sampling dalam penelitian ini menggunakan teknik purposive sampling. Pengukuran dalam penelitian ini menggunakan skala trait kepribadian extraversion yang disusun sendiri oleh penulis dengan terinspirasi pada Skala Trait Kepribadian Extraversion yang dikembangkan oleh Herrin (2012) dengan reliabilitas sebesar 0,727, dan skala career exploration yang disusun sendiri oleh penulis dengan terinspirasi pada Career Exploration Check (CEC) yang dikembangkan oleh Pesch (2014) dengan reliabilitas sebesar 0,788. Uji hipotesis dengan teknik korelasi product moment pearson diperoleh p = 0,847, sig. = 0,000 (< 0,05). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan dan positif antara trait kepribadian extraversion dengan perilaku career exploration. Semakin tinggi trait kepribadian extraversion maka semakin tinggi perilaku career exploration pada mahasiswa mahasiswa Program Studi Psikologi, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi, Universitas Negeri Semarang
ANALISIS KESALAHAN PENGGUNAAN RAGAM BAHASA TULIS PADA MATOME SKRIPSI MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA JEPANG UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG ANGKATAN 2018
Ragam bahasa tulis bahasa Jepang merupakan salah satu ragam
bahasa yang terdapat di dalam bahasa Jepang. Penggunaan ragam bahasa tulis
dapat ditemukan pada surat kabar dan jurnal ilmiah. Ragam bahasa tulis
bahasa Jepang memiliki aturan penggunaan yang kompleks sehingga sering
terjadi kesalahan penggunaan. Kesalahan penggunaan ragam bahasa tulis
bahasa Jepang juga terjadi pada matome skripsi mahasiswa Pendidikan
Bahasa Jepang Unnes Angkatan tahun 2018. Berdasarkan hal tersebut
penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apa saja kesalahan yang terjadi
pada matome (ringkasan) skripsi mahasiswa PBJ Unnes sekaligus untuk
mengetahui penyebab terjadinya kesalahan penggunaan ragam bahasa tulis.
Adapun manfaat dari penelitian ini yakni supaya dapat meminimalisir
terjadinya kesalahan penggunaan ragam bahasa tulis bahasa Jepang terutama
bagi pemelajar bahasa Jepang. Teori yang digunakan pada penelitian ini
adalah teori ragam bahasa tulis milik (Masami Ikeda, 2014) dan teori
taksonomi kesalahan berbahasa milik Chomsky dalam (Henri Guntur
Tarigan, 1988). Menggunakan pendekatan penelitian Mixed Methods.
Menggunakan teknik pengumpulan data dokumentasi dan angket & tes.
Analisis data kualitatif menggunakan langkah milik (Miles dan & Huberman
dalam Harahap 2020) dan analisis data kuantitatif menggunakan metode
statistik deskriptif. Penelitian ini menemukan terjadinya kesalahan
penggunaan ragam bahasa tulis bahasa Jepang sebanyak 320 data. Dimana
kesalahan penggunaan akhir kalimat sebanyak 299 kesalahan (93,4%),
bentuk sambung sebanyak 12 kesalahan (3,75%), dan kosakata khusus
sebanyak 9 kesalahan (2,8%). Kemudian, dilihat dari penyebab terjadinya
kesalahan sebanyak 13 kesalahan (4%) termasuk ke dalam jenis kesalahan
mistake dan 307 kesalahan (96%) termasuk ke dalam jenis kesalahan error.
Hasil tes tes yang sudah dikerjakan oleh setiap responden rata- rata skor yang
diperoleh yakni 16,6
PENINGKATAN PENGETAHUAN MITIGASI BENCANA TANAH LONGSOR DENGAN MEDIA VIDEO DALAM PEMBELAJARAN GEOGRAFI DI SMA
Pada proses pembelajaran materi mitigasi bencana tanah longsor pasti akan
terdapat sebuah permasalahan salah satunya disebabkan oleh minimnya
pemanfaatan media pembelajaran. Video dapat menjadi alternatif media
pembelajaran yang bisa digunakan di era sekarang karena berhubungan erat sekali
dengan perkembangan dan kemajuan IPTEK. Penelitian ini bertujuan untuk: (1)
menyusun desain prototipe dan pembuatan media video pembelajaran, (2)
menganalisis keberterimaan media video, (3) menganalisis pelaksanaan
pembelajaran, dan (4) menganalisis efektivitas video sebagai media pembelajaran.
Penelitian ini dilaksanakan pada siswa kelas XI IPS di SMA Islam Al-Azhar
14 Semarang. Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif metode pre
experimental dengan desain penelitian adalah pretest-posttest one group design.
Sampel yang digunakan dalam penelitian ini adalah seluruh anggota populasi
sejumlah 34 siswa. Metode penumpulan data menggunakan angket, observasi, tes,
dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif
persentase dan uji n-gain.
Hasil penelitian: (1) Perancangan media video pembelajaran dengan dua
tahapan yaitu tahap pertama pengembangan desain prototipe yang berfokus pada
tujuan awal media sebagai alat edukasi serta pengumpulan alat dan bahan. Tahap
kedua yaitu pembuatan media yang diawali dengan pembuatan storyboard, script,
pengambilan video lapangan dan pengeditan video. (2) Keberterimaan media
menurut ahli materi memperoleh nilai 80%. Kemudian penilaian menurut ahli
media dan praktisi memperoleh masing-masing nilai sebesar 87% dan 88% yang
dimaknai media sangat layak dengan beberapa komentar tambahan. (3)
Keterlaksanaan pembelajaran mitigasi tanah longsor menggunakan media video
memperoleh skor 84,62% termasuk kriteria baik. (4) Efektivitas media video pada
indikator evaluasi pembelajaran memperoleh nilai N-gain sebesar 0,56 yang
dimaknai efektivitas media cukup baik dan pada indikator respon siswa
memperoleh nilai sebesar 85% yang dimaknai media video sangat baik dalam
menjelaskan konsep bencana tanah longsor bagi siswa SMA.
Saran dari peneliti dalam pengembangan media ini diharapkan mampu
digunakan dalam kegiatan pembelajaran kebencanaan diberbagai sekolah. Selain
itu, mampu mengembangkan lebih banyak video pembelajaran yang mencakup
berbagai aspek mitigasi bencana dan topik geografi lainnya. Video dengan konten
yang lebih mendalam dan spesifik dapat lebih meningkatkan pemahaman siswa
IDENTITAS PEREMPUAN DALAM NOVEL THÉRÈSE DESQUEYROUX KARYA FRANÇOIS MAURIAC : TINJAUAN FEMINISME EKSISTENSIALIS SIMONE DE BEAUVOIR
Novel Thérèse Desqueyroux karya François Mauriac merupakan novel yang
terbit pada tahun 1927. Novel ini menggambarkan bagaimana kehidupan
masyarakat borjuis pada tahun 1920an. Thérèse adalah pribadi yang cukup bebas
sebelum menikah, namun pernikahan antar keluarga pada saat itu membawa
Thérèse tanpa sadar ke kehidupan yang menyesakkan, dimana setelah menikah dia
memiliki identitas barunya sebagai ibu dan istri, yang terus berada di bawah
dominasi suaminya. Thérèse yang merasa telah kehilangan jati dirinya, menyadari
bahwa dirinya bisa eksis dan mencoba untuk mendapatkan identitasnya kembali.
Dengan demikian, tujuan dari penelitian ini adalah untuk menggali lebih dalam
mengenai identitas perempuan dan perjuangannya untuk menunjukkan
identitasnya.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dan pendekatan
feminisme. Objek material penelitian ini adalah Thérèse Desqueyroux karya
Francois Mauriac yang dikaji menggunakan objek formal identitas perempuan
berdasarkan konsep feminisme eksistensialis Simone de Beauvoir. Data-data dalam
penelitian ini berupa dialog dan kalimat dalam novel yang diambil dengan
menggunakan metode simak, serta dengan pengumpulan data berupa teknik baca
dan teknik catat. Data – data yang telah didapatkan kemudian dikelompokkan ke
dalam tabel tabulasi data, untuk mempermudah analisis.
Hasil analisis menunjukkan identitas perempuan untuk menjadi ibu dan istri
merupakan bentuk konstruksi masyarakat patriarki. Selain itu, ditemukan juga
bahwa mitos-mitos dan stereotip turut membentuk identitas perempuan terus berada
di kelas kedua. Usaha perempuan untuk menunjukkan identitasnya dilakukan
secara internal dan tindakan nyata, yang kemudian perempuan menyadari dan
menolak dirinya menjadi objek. Dengan demikian, dapat disimpulkan bahwa
identitas perempuan dan usaha perempuan menunjukkan identitasnya dalam novel
Thérèse Desqueyroux sesuai dengan konsep feminisme eksistensialis yang
dikemukakan oleh Simone de Beauvoir
THE EFFECTIVENESS OF WORDWALL AS AN INTERACTIVE LEARNING MEDIA IN ENGLISH VOCABULARY UNDERSTANDING
Developing early childhood students' vocabulary understanding can be done through the use of appropriate learning media. One of the learning media that can be used is Wordwall. The purpose of this study was to determine the effectiveness of Wordwall as an interactive learning media for English vocabulary understanding of TK Aisyiyah 06 Sukolilo students.
This study used a quasi-experimental design. The population in this study were all students of TK Aisyiyah 06 Sukolilo class B in the 2023/2024 academic year, consisting of 2 classes totaling 43 students. The sample in this study was all TK B students with the TK B1 class as the experimental class, and the TK B2 class as the control class. The data collection method was by test. Hypothesis testing was carried out using the independent sample t-test, and the N-Gain test.
The results of the study showed that there was an effect of using Wordwall on students' English vocabulary understanding as seen from the difference in the mean of student learning outcomes between the experimental class using Wordwall as a learning medium of 76.30 and the control class using the conventional learning model of 54.29. The effectiveness of Wordwall is also seen from the results of the effectiveness test which is included in the medium category compared to conventional learning models which are in the low category.
The researcher suggests that teachers of TK Aisyiyah 06 Sukolilo can apply the use of Wordwall as an alternative learning media in the classroom because it has been proven to improve student learning outcomes and English vocabulary understanding
MODEL PREDATOR-PREY PADA FASE PERTUMBUHAN TANAMAN PADI DENGAN PENGENDALIAN HAMA MENGGUNAKAN PESTISIDA
Di Indonesia, tanaman padi merupakan tanaman yang mempunyai nilai ekonomi yang tinggi dan memegang peran penting dalam kehidupan masyarakat. Padi menjadi salah satu tanaman pangan utama di Indonesia karena lebih dari setengah penduduk Indonesia menjadikan beras sebagai sumber kebutuhan makanan pokok. Namun di tiap fase pertumbuhan padi serangan hama menjadi ancaman serius karena dapat mengganggu pertumbuhan normal yang menyebabkan tanaman tidak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal sehingga akan memonengaruhi hasil panen. Pada penelitian ini, dikembangkan model matematika predator-prey pada fase pertumbuhan tanaman padi dan hama. Model terdiri dari satu prey yaitu tanaman padi yang pertumbuhan nya dibagi menjadi tiga fase yaitu fase vegetatif, fase reproduktif, dan fase pematangan, serta tiga predator yaitu hama penggerek batang padi (PBP), wereng batang cokelat (WBC), dan tikus. Pada model ini di tambahkan metode kontrol optimal prinsip maksimum pontryagin yaitu pemberian pestisida pada tanaman padi sebagai upaya pengendalian populasi hama. Dengan metode prinsip maksimum pontryagin akan diperoleh persamaan state dan costate. Persamaan state dan costate diselesaikan dengan metode Runge-Kutta orde 4 forward-backward sweep dan software Scilab 2024 untuk simulasi numerik. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji model, menganalisis kestabilan dan keterkontrolan model, serta menentukan gambaran nyata hasil simulasi numerik dari model predator-prey pada fase pertumbuhan tanaman padi dengan pengendalian hama menggunakan pestisida. Hasil penelitian menunjukkan bahwa berdasarkan model matematika yang terbentuk, diperoleh titik ekuilibriu
PENGARUH KUAT ARUS PENGELASAN MIG TERHADAP KEKUATAN BENDING DAN STRUKTUR MIKRO PADA SAMBUNGAN BAJA JIS G3466
Inovasi teknologi dalam berbagai bidang, termasuk manufaktur dan
konstruksi, terus berkembang pesat, salah satunya dalam teknologi pengelasan
logam. Minimnya literatur terkait pengelasan baja JIS G3466, khususnya mengenai
pengaruh kuat arus pengelasan MIG terhadap perubahan struktur mikro logam lasan
dan HAZ, serta kekuatan sambungan, mendorong perlunya studi eksperimental.
Studi ini bertujuan untuk memahami hubungan antara parameter pengelasan,
struktur mikro, dan sifat mekanik sambungan baja tersebut, sehingga dapat menjadi
acuan untuk pengelasan MIG yang optimal.
Penelitian ini menggunakan metode eksperimental untuk meneliti pengaruh
variasi kuat arus 75 A, 90 A, 105 A, 120 A, dan 135 A terhadap struktur mikro dan
kekuatan bending sambungan baja galvanis JIS G3466. Hasilnya menunjukkan
bahwa pada arus 75 A dan 90 A, struktur mikro didominasi oleh ferit dan perlit,
yang menghasilkan distribusi homogen namun dengan tegangan bending
maksimum yang lebih rendah. Pada arus 105 A dan 120 A, terjadi transisi optimal
antara ferit dan perlit, meningkatkan kekuatan dan ketahanan material. Pada arus
135 A, terbentuk lebih banyak sementit karena pendinginan cepat.
Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa nilai tegangan bending
maksimum rata-rata untuk kuat arus 75 A ditemukan sebesar 1094,67 MPa,
sedangkan pada kuat arus 90 A adalah 1217,33 MPa. Pada kuat arus 105 A
didapatkan nilai tegangan bending maksimum rata-rata adalah 1287,33 MPa,
sedangkan untuk kuat arus 120 A adalah 1374,67 MPa, dan nilai tegangan bending
maksimum rata-rata untuk kuat arus 135 A adalah 1450,33 MPa. Berdasarkan hal
tersebut tegangan bending maksimum tertinggi dengan nilai rata-rata sebesar 1450
MPa dicapai pada kuat arus 135 A, sedangkan tegangan bending maksimum
terendah dengan nilai rata-rata sebesar 1094,67 MPa diperoleh pada kuat arus 75
A.
Penelitian ini menyimpulkan bahwa kuat arus adalah faktor penentu dalam
menghasilkan sambungan las dengan tegangan bending maksimum yang tinggi.
Meskipun arus tinggi meningkatkan kekuatan, pembentukan sementit yang rapuh
dapat membuat material lebih rentan terhadap retak
Pengawasan Jasa Keuangan, Fintech Lending, Otoritas Jasa Keuangan, Perlindungan Hukum Berkeadilan
Pembebanan biaya kepada pmilik lahan untuk pemindahan tiang listrik menjadi sebuah
permasalahan karena adanya hak dari warga yang tidak terpenuhi dengan baik. Biaya yang ada
sangat mahal tanpa adanya transparansi biaya yang dilakukan oleh PT. PLN (Persero). Sejak
pendirian tiang listrik juga tidak ada ganti rugi atau kompensasi yang diberikan oleh PT. PLN
kepada pemilik lahan. Tujuan dari penelitian ini: 1) Untuk mengetahui alasan dilakukann
pemindahan tiang listrik oleh masyarakat. 2) Untuk menganalisis bentuk perlindungan hukum
kepada pemilik lahan atas pembebanan biaya dari pemindahan tiang listrik. 3)Untuk
mengetahui bentuk pertanggungjawaban oleh PT.PLN atas pendirian tiang listrik di lahan milik
seseorang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif dengan jenis pendekatan
yuridis empiris. Menggunakan data primer seperti wawancara, studi pustaka, dokumentasi.
Validitas data dengan triangulasi data dan analisis data dengan pengumpulan data, reduksi data,
penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian 1)Alasan masyarakat melakukan pemindahan tiang listrik adalah
adanya dampak atas risiko dari keberadaan tiang listrik sangat dirasakan oleh pemilik lahan
yang cukup mengganggu. Terbatasnya penggunaan lahan membuat terbatas pula kegiatan
pemilik lahan untuk keperluan untuk lahan tersebut. 2)Perlindungan hukum atas pembebanan
biaya kepada pemilik lahan untuk pemindahan tiang listrik kurang terpenuhi dengan baik.
Adanya biaya yang besar untuk pemindahan tiang listrik tanpa informasi yang jelas
memberatkan pemilik lahan. Hal ini merugikan pemilik lahan karena kurangnya transparansi
atas penentuan biaya serta kurangnya regulasi yang melindungi hak-hak dari pemilik lahan
dalam penentuan biaya serta pemberian ganti rugi. Sehingga kebijakan khusus mengenai
besaran biaya yang timbul dari pemindahan biaya diperlukan untuk menjamin hak sebagai
pemilik lahan. 3) Bentuk pertanggungjawaban PT.PLN dengan memberikan kompensasi yang
merinci atas kerugian berkurangnya luas lahan karena pendirian tiang listrik.
Simpulan dari penelitian ini: 1)Alasan masyarakat melakukan pemindahan tiang listrk
karena adanya gangguan dan dampak yang di alami dan itu sangat mengganggu. Berkurangnya
pemanfaatan lahan juga alasan diinginkannya pemindahan tiang listrik. 2) Perlindungan hukum
kepada pemilik lahan atas pembebanan biaya untuk pemindahan tiang listrik tidak di atur secara
jelas hanya saja dala UU Ketenagalistrikan semua hak pemilik lahan harus terjamin. 3) Bentuk
pertanggungjawaban yang dilakukan PT. PLN yaitu dengan memberikan kompensasi dan ganti
kerugian untuk pendirian tiang listrik. Saran : Pemerintah sebagai pemegang hak kewenangan
perlu membuat regulasi khusus mengenai besaran biaya yang relevan untuk pemindahan tiang
listrik serta untuk apa saja biaya itu diperuntukan guna mengurangi kerugian dari pemilik lahan
yang ingin memindahkan tiang listrik. PT. PLN (Persero) juga harus melakukan pengawasan
dan pemeliharaan terhadap dampak yang timbul dari keberadaan tiang listrik serta melakukan
komunikasi terbuka dalam proses pemindahan tiang listrik
PELAKSANAAN PERATURAN DAERAH KABUPATEN KLATEN NOMOR 11 TAHUN 2018 TENTANG PEMBERDAYAAN USAHA MIKRO PADA KLASTER USAHA LOGAM
Industri logam di Kecamatan Ceper, merupakan salah satu lokasi klaster
usaha logam di Kabupaten Klaten yang memiliki peran signifikan dalam
mendukung perekonomian lokal, dengan sejarah yang panjang sebagai sentra
produksi logam berkualitas. Meski memiliki potensi besar, sektor ini menghadapi
berbagai kendala, seperti keterbatasan akses permodalan, minimnya pelatihan
teknis dan manajerial, serta kurang optimalnya promosi dan pemasaran produk.
Pemerintah Kabupaten Klaten telah menetapkan Peraturan Daerah Nomor 11
Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Usaha Mikro untuk mengatasi tantangan
tersebut. Namun, pelaksanaan kebijakan ini belum sepenuhnya berjalan efektif,
khususnya pada industri logam di Kecamatan Ceper. Rumusan masalah dalam
penelitian ini adalah (1) Bagaimana pelaksanaan Peraturan Daerah Kabupaten
Klaten Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Usaha Mikro pada klaster
usaha logam, di Kecamatan Ceper? (2) Bagaimana pemberdayaan usaha mikro pada
klaster usaha logam di Kecamatan Ceper?
Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan empiris.
Data diperoleh melalui wawancara mendalam dengan pelaku usaha dan staff Dinas
Koperasi Usaha Mikro Kecil Menengah dan Perdagangan (DKUKMP) sebagai
perangkat daerah yang membidangi usaha mikro dan observasi lapangan. Hasil
penelitian menunjukkan bahwa Dinas Koperasi Usaha Kecil Menengah dan
Perdagangan (DKUKMP) Kabupaten Klaten sebagai perangkat daerah yang
membidangi usaha mikro telah melaksanakan berbagai program pemberdayaan,
seperti pelatihan digital marketing dan pameran produk sebagai bentuk pelaksanaan
Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2018 tentang Pemberdayaan Usaha Mikro.
Namun, program tersebut belum mencakup seluruh klaster usaha hal ini tidak sesuai
dengan peraturan, termasuk klaster logam di Kecamatan Ceper. Sebagai perangkat
daerah yang membidangi usaha mikro DKUKMP bertanggung jawab terhadap
seluruh klaster usaha yang ada di Kabupaten Klaten termasuk klaster usaha logam
di Kecamatan Ceper. Hambatan utama dalam implementasi kebijakan ini meliputi
distribusi informasi yang belum merata, keterbatasan anggaran, dan rendahnya
partisipasi pelaku usaha dalam program pelatihan.
Simpulannya, pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 11 Tahun 2018 telah
sesuai dengan regulasi yang ada, tetapi belum optimal dalam menjangkau semua
pelaku usaha mikro termasuk di sektor logam. Oleh karena itu, diperlukan langkah
strategis dari pemerintah daerah untuk meningkatkan akses informasi, memperluas
cakupan pelatihan, dan memaksimalkan dukungan terhadap pelaku usaha guna
meningkatkan daya saing
PERANCANGAN ALAT AUTOMATIC SWITCH TRANSMISSION PADA SEPEDA DENGAN 7 TINGKATAN KECEPATAN
Bicycle transmission atau sistem transmisi sepeda pada telah mengalami banyak
perkembangan yang mulanya hanya dibekali dengan satu gigi, yang dikenal sebagai
konsep single speed bicycles. Konsep single speed bicycles yang sederhana dengan
hanya satu rasio gigi tanpa pilihan gigi yang lebih rendah membuat mekanisme ini
cenderung kurang fleksibel dalam menghadapi berbagai medan. Mayoritas sepeda
yang diproduksi saat ini tidak lagi menggunakan konsep single speed bicycles
dalam sistem transmisinya, sepeda saat ini lebih banyak menggunakan sistem
derailleur sebagai mekanisme transmisinya. Eksistensi penggunaan sistem
derailleur tidak lain karena kemudahan pengendara dalam mengubah rasio gigi
yang dapat menyesuaikan kecepatan atau usaha yang diperlukan saat bersepeda di
berbagai medan. Penggunaan sistem transmisi otomatis seperti sistem Continuously
Variable Transmission (CVT), belum pernah dipasangkan pada sepeda
konvensional. Padahal tanpa adanya penggunaan sistem transmisi yang disematkan,
kebutuhan energi akan semakin besar, terutama saat melewati tanjakan.
Peningkatan energi tersebut membuat penelitian tentang efisisensi dan kenyamanan
alat perpindahan gigi diperlukan. Penelitian ini mengkaji bagaimana titik
perpindahan gigi yang optimal pada sepeda kota sehingga memberikan
kenyamanan ketika bersepeda dengan menggunanal alat automatic switch
transmission dalam 7 tingkatan. Penelitian ini akan menggunakan kuesioner yang
telah divalidasi para ahli dibidangnya yang kemudian dianalisis menggunakan
Metode Quality Function Deployment (QFD), House of Quality (HoQ), dan
prototyping. Berdasarkan analisis hasil kuesioner terdapat 11 kebutuhan pengguna
atau konsumen dan 11 respon teknik yang dibutuhkan oleh pengguna. Hasil analisis
metode House of Quality menunjukkan bahwa prioritas respon bahwa karakteristik
teknik yang paling berpengaruh adalah posisi penempatan yang sesuai teknik yang
harus dilakukan dalam upaya meningkatkan efisisensi dan kenyamanan pengguna. Berdasarkan analisis HoQ terdapat 3 opsi konsep desain penempatan automatic
switch transsmission. kosep pertama adalah menempatkan alat transmisi otomatis
pada bagian atas down-tube, kosep kedua adalah menempatkan alat automatic
switch transmission pada bagian bawah top-tube, dan konsp ketiga adalah
penempatan alat pada bagian chain stay. Konsep yang paling sesuai dengan hasil
analisisi kebutuhan penguna adalah konsep ketiga, karena penempatan alat pada
bagian chain stay memungkinkan seluruh komponen komponen pada alat berada
pada satu bagian yang sama tentunya hal ini dapat meringkas alat menjadi lebih
ringan. Sehingga keinginan pengguna untuk alat yang lebih nyaman, efisien, dan
tidak mengganggu komponen lain dapat tercapai dengan konsep ketiga ini