Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGELOLAAN DESA WISATA SRIWULAN BERBASIS PARTISIPASI MASYARAKAT DI KECAMATAN LIMBANGAN, KABUPATEN KENDAL
Desa wisata merupakan wujud pariwisata yang melibatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaannya. Pengelolaan dilakukan untuk mewujudkan desa wisata berkelanjutan dengan memanfaatkan potensi melalui kegiatan promosi, namun hal ini terkadang menjadi kelemahan akibat penyebarluasannya yang tidak merata seperti di desa wisata Sriwulan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pengelolaan desa wisata yang meliputi perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan pengendalian, serta partisipasi masyarakat mulai dari partisipasi dalam pengambilan keputusan, partisipasi pelaksanaan, partisipasi pemanfaatan hasil, partisipasi evaluasi, dan faktor pendukung serta penghambat pengelolaan desa wisata berbasis berbasis partisipasi masyarakat.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan subyek penelitian yakni pengelola, ketua Pokdarwis, masyarakat, dan pengunjung yang memiliki peran dalam pengelolaan desa wisata berbasis partisipasi masyarakat. Informan utama dalam penelitian ini adalah pengelola, ketua Pokdarwis, dan masyarakat, serta informan pendukung yakni pengunjung yang sedang berwisata di desa wisata Sriwulan. Teknik keabsahan data menggunakan triangulasi sumber dan metode dengan teknik analisis data menggunakan pengumpulan data, reduksi, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengelolaan berbasis partisipasi masyarakat di desa wisata Sriwulan memiliki empat tahap yakni perencanaan dengan identifikasi potensi, perumusan tujuan dan program, penyediaan fasilitas, anggaran dana, dan kebijakan, pengorganisasian dengan pembentukan organisasi kepengurusan dan pembagian tugas, penggerakan melalui partisipasi masyarakat lokal dan koordinasi, pengendalian melalui monitoring, evaluasi, koreksi, pelaporan, dan pengembangan. Pengelolaan ini melibatkan masyarakat secara aktif melalui partisipasi pengambilan keputusan, partisipasi pelaksanaan, partisipasi pemanfaatan hasil, dan partisipasi evaluasi. Faktor pendukung pengelolaannya meliputi faktor internal dan eksternal yakni potensi, unsur ekonomi, peran Pemerintah Desa dan masyarakat, pengunjung dan pihak luar. Faktor penghambat terdiri dari faktor internal dan eksternal berupa minimnya pengelola, kurangnya promosi, kecemburuan sosial, serta akses dan infrastruktur masih kurang.
Simpulan dari penelitian ini adalah seluruh proses yang dilakukan dalam proses pengelolaan berbasis partisipasi masyarakat di desa wisata Sriwulan melibatkan peranan masyarakat baik secara langsung maupun tidak langsung. Berdasarkan hasil penelitian, saran yang diberikan peneliti adalah Pokdarwis meningkatkan partisipasi masyarakat desa wisata Sriwulan, meningkatkan upaya pemberdayaan masyarakat melalui pelatihan manajerial terhadap pengelola dan pelatihan pembuatan produk atau usaha kepada masyarakat desa, serta melakukan perbaikan sarana prasarana desa wisata Sriwulan oleh
PENGARUH KEBERSYUKURAN DAN HARGA DIRI TERHADAP PERILAKU MENCARI BANTUAN PSIKOLOGIS PADA SISWA SMK DI KECAMATAN BOJA KABUPATEN KENDAL
Masalah psikologis rentan dialami oleh remaja, untuk itu remaja perlu untuk menerapkan perilaku mencari bantuan psikologis. Perilaku ini dipengaruhi ciri kepribadian positif antaranya kebersyukuran dan harga diri. Untuk itu penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh dari kebersyukuran dan harga diri pada siswa SMK di Kecamatan Boja Kabupaten Kendal Kabupaten Kendal, yang mana siswa SMK dalam tahap perkembangannya berada dalam masa remaja.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif desain korelasional multivariat dengan teknik analisis regresi berganda. Populasi dalam penelitian ini adalah siswa SMK di Kecamatan Boja Kabupaten Kendal Kabupaten Kendal tahun pelajaran 2023/2024 yang berjumlah 2.504 siswa. Sampel pada penelitian ini berjumlah 333 siswa yang diambil menggunakan metode cluster random sampling. Instrumen penelitian yang dipakai berupa skala kebersyukuran yang dikembangkan dari teori Watkins (2014), skala harga diri yang dikembangkan dari teori Coopersmith (1967), dan skala perilaku mencari bantuan psikologis dikembangkan dari teori Rickwood (2012) dengan skala model likert. Hasil uji validitas untuk skala kebersyukuran mendapatkan rentang nilai 0,238-0,648, rentang nilai skala harga diri 0,229-0,610, rentang nilai skala perilaku mencari bantuan psikologis 0,175-0,545. Hasil uji reliabilitas skala kebersyukuran diperoleh hasil sebesar 0,852, skala harga diri sebesar 0,854 dan perilaku mencari bantuan sebesar 0,736. Berdasarkan paparan tersebut dapat disimpulkan kedua skala valid dan reliabel.
Hasil penelitian ini diketahui bahwa kebersyukuran dan harga diri siswa di berada pada kategori tinggi, sedangkan perilaku mencari bantuan psikologis pada kategori sedang. Berdasar analisis regresi berganda, terdapat pengaruh signifikan dari variabel kebersyukuran dan harga diri terhadap perilaku mencari bantuan psikologis pada siswa SMK di Kecamatan Boja Kabupaten Kendal. Koefisien determinasi (R Square) sebesar 0,311 yang berarti variabel kebersyukuran dan harga diri berpengaruh sebesar 31,1% terhadap perilaku mencari bantuan psikologis.
Dengan demikian, semakin tinggi tingkat kebersyukuran dan harga diri pada siswa maka akan semakin tinggi pula tingkat perilaku mencari bantuan, pengaruh dari kebersyukuran dan harga diri bersifat positif dan signifikan terhadap perilaku mencari bantuan psikologis. Merujuk dari hal tersebut, peneliti merekomendasikan guru BK untuk memberikan layanan dasar yang bertujuan untuk meningkatkan perilaku mencari bantuan psikologis dari sisi kebersyukuran dan harga diri dengan menekankan dorongan pada aspek penghargaan pada orang lain, aspirasi, dan pertahanan. Rekomendasi untuk peneliti selanjutnya dapat dengan metode eksperimen untuk membuktikan pengaruh pada penelitian ini atau meneliti dengan metode serupa namun menambahkan variabel moderator
HUBUNGAN ANTARA KEBERSYUKURAN DAN KESEJAHTERAAN PSIKOLOGIS ORANG TUA YANG MEMILIKI ANAK BERKEBUTUHAN KHUSUS DITINJAU DARI JENIS KELAMIN
Orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus akan menghadapi berbagai tantangan karena keterbatasan yang dimiliki anak mereka. Orang tua yang merawat anak berkebutuhan khusus sering mengalami perasaan tidak percaya, sedih, menolak takdir, dan kecewa terhadap situasi yang mereka hadapi. Beberapa ayah dan ibu sempat saling menyalahkan atau merasa marah terhadap Tuhan atas ujian ini, tetapi ada juga yang mencoba menerima dan legowo menghadapi kondisi anak mereka. Maka dari adanya fenomena tersebut, dalam penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara kebersyukuran dan kesejahteraan psikologis, dengan mempertimbangkan perbedaan jenis kelamin orang tua. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif dengan desain penelitian korelasi. Alat pengumpulan data yang digunakan terdiri dari dua skala yaitu skala gratitude yang dikembangkan oleh MCCullough, Emmons, dan Tsang (2002) dengan validitas 0,555-0,744 dan reliabilitas 0.702. Instrumen kedua yaitu skala psychological well- being yang dibuat oleh Diener (2009) dengan validitas 0,476-0,743 dan reliabilitas 0.736. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua yang memiliki anak berkebutuhan khusus di SLB Negeri Semarang dan SLB Hj. Soemiyati Himawan, dengan sampel berjumlah 164 orang tua yang diambil menggunakan teknik simple purposive sampling. Teknik analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah Moderation Process Analysis : model 1 oleh Hayes yang mendapatkan hasil bahwa jenis kelamin terbukti signifikan menjadi moderator dalam mempengaruhi arah hubungan kebersyukuran dengan kesejahteraan, tetapi efek moderator jenis kelamin mengindikasikan adanya tingkat korelasi antara kebersyukuran dengan kesejahteraan psikologis yang berbeda pada kedua jenis kelamin. Tingkat korelasi antara kebersyukuran dengan kesejahteraan psikologis pada jenis kelamin perempuan (β=,708,p0,05). Jadi pada jenis kelamin perempuan terbukti signifikan, sedangkan laki-laki tidak terbukti signifikan
HUBUNGAN BIMBINGAN BELAJAR ORANG TUA DAN MOTIVASI BELAJAR DENGAN HASIL BELAJAR IPS PADA PEMBELAJARAN DARING DI SDN GUGUS HASANUDIN KECAMATAN KRADENAN KABUPATEN GROBOGAN
Bimbingan belajar orang tua dan motivasi belajar merupakan salah satu faktor eksternal dan internal yang dibutuhkan siswa untuk mencapai prestasi belajar yang baik serta optimal pada pembelajaran daring. Akan tetapi masih banyak orang tua yang sibuk bekerja sehingga tidak punya waktu untuk menemani anaknya belajar di rumah selama masa pandemi. Disamping itu motivasi belajar yang dimiliki siswa masih kurang yang berakibat pada perolehan hasil belajar mata pelajaran IPS dibawah KKM. Kurangnya bimbingan belajar orang tua dan motivasi belajar serta hasil belajar IPS menjadi permasalahan siswa di SDN Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. Tujuan penelitian ini adalah (1) menguji ada tidaknya hubungan antara bimbingan belajar orang tua dengan hasil belajar (2) menguji ada tidaknya hubungan antara motivasi belajar dengan hasil belajar, dan (3) menguji ada tidaknya hubungan antara bimbingan belajar orang tua dan motivasi belajar terhadap hasil bealajar IPS.
Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan metode korelasi. Populasi penelitian berjumlah 216 siswa, sampel sebanyak 140 siswa. Teknik pengambilan sampel menggunakan proportional random sampling. Teknik pengumpulan data: wawancara, angket, dan dokumentasi. Analisis data menggunakan analisis deskriptif. Analisis awal menggunakan uji normalitas, uji linieritas, dan uji multikolinieritas. Kemudian dilanjutkan dengan uji korelasi sederhana dan uji korelasi ganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa: (1) terdapat hubungan positif dan signifikan antara bimbingan belajar orang tua dengan hasil belajar IPS yaitu sebesar 0,449; (2) terdapat hubungan positif dan signifikan antara motivasi belajar dengan hasil belajar IPS yaitu sebesar 0,498; (3) terdapat hubungan positif dan signifikan antara bimbingan belajar orang tua dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPS yaitu sebesar 0,588.
Simpulan penelitian ini yaitu terdapat hubungan positif dan signifikan antara bimbingan belajar orang tua dan motivasi belajar terhadap hasil belajar IPS siswa kelas IV SDN Gugus Hasanudin Kecamatan Kradenan Kabupaten Grobogan. Saran yang diberikan yaitu guru menciptakan suasana belajar kondusif dan menarik yang dapat meningkatkan motivasi belajar siswa, orang tua dapat meningkatkan intensitas bimbingan belajar yang diberikan kepada siswa
Analisis Efektivitas Penggunaan Articulate Storyline dalam Mendukung Pembelajaran di Sekolah Dasar Perspektif dari Berbagai Studi Literatur
Perkembangan teknologi yang semakin pesat memberikan dampak pada bidang pendidikan. Guru maupun siswa secara tidak langsung harus mampu mengimbangi proses pembelajaran dengan memanfaatkan teknologi yang berkembang pada saat ini. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis : 1) efektivitas penggunaan articulate storyline dalam mendukung pembelajaran IPAS materi Indonesiaku Kaya Budaya kelas IV di Sekolah Dasar melalui persfektif dari berbagai studi literatur, 2) pengaruh penggunaan articulate storyline terhadap hasil belajar siswa pada pembelajaran IPAS materi Indonesiaku Kaya Budaya Kelas IV di Sekolah Dasar. Penelitian ini menggunakan metode SLR (Systematic Literature Review). Data yang digunakan adalah data sekunder, dengan dokumentasi artikel yang terkait dengan topik penelitian serupa. Artikel yang digunakan pada penelitian ini diperoleh dari berbagai jurnal yang sudah terindeks. Kemudian peneliti membatasi 3 artikel yang akan dianalisis terkait topik yang diteliti. Kesimpulan dari hasil penelitian ini adalah: 1) Penggunaan Articulate Storyline dikatakan sangat efektif yang dibuktikan dengan praktik yang dipadukan dengan berbagai model pembelajaran sehingga siswa sangat antusias selama proses pembelajaran berlangsung. 2) Penggunaan Articulate Storyline sangat mempengaruhi perubahan hasil belajar siswa yang dibuktikan dengan skor pre-test dan post test saat pembelajaran berlangsung menggunakan media tersebut
IMPLEMENTASI MODEL TEAM ASISTED INDIVIDUALIZATION BERBANTUAN MEDIA BIG BOOK TERHADAP KEMAMPUAN MEMBACA PEMAHAMAN DAN MINAT BELAJAR KELAS IV DI DABIN II DESA SOSMOSARI
Kemampuan membaca pemahaman berarti membaca dengan tujuan untuk
memahami isi kalimat yang telah dibaca. Pembaca akan memperoleh pemahaman
yang lebih baik tentang materi yang mereka baca melalui kegiatan ini. Peneliti
menemukan bahwa kemampuan membaca pemahaman dan minat belajar kelas IV
di SDN 2 Somosari, kecamatan Batealit, kebupaten Jepara, kategori rendah. Ini
ditunjukkan oleh hasil belajar bab 4 pertemuan kedua yang rendah dan hasil
penyebaran angket pada awal pertemuan.
Penelitian ini menggunakan model Team Assisted Individualization (TAI)
berbantuan media Big Book dengan tujuan menilai kemampuan membaca dan
menganalisis minat siswa sebelum dan sesudah model Team Assisted
Individualization (TAI) berbantuan media Big Book diterapkan pada pembelajaran.
Penelitian ini menggunakan model eksperimen ini adalah eksperimen dua
kelas, kelas eksperimen dan kelas kontrol, masing-masing dengan jumlah kelas 19
siswa. Hasil ketuntasan kemampuan membaca pemahaman dan uji hipotesis
menunjukkan sig (2-tailed) 0,004 untuk kemampuan membaca pemahaman dan sig
(2-tailed) 0,000 untuk minat belajar kelas IV. Hasil penelitian dan diskusi ini
menunjukkan bahwa model team assisted individualization menggunakan media
big book dengan efektif untuk meningkatkan kemampuan membaca pemahaman
dan minat belajar kelas IV. Selain itu, nilai rata-rata kelas eksperimen lebih besar
daripada kelas kontrol dalam perhitungan N-gain.
Kesimpulan yang dapat dipastikan setelah penelitian model team asisted
individualization berbantuan media big book memiliki efektivitas yang baik dalam
meningkatkan kemampuan membaca pemahaman dan minat belajar kelas IV di
SDN 2 Somosari. Saran dalam penelitian agar guru yang model Team Assisted
Individualization (TAI) berbantuan media Big Book menyediakan big book
sejumlah kelompok dan membentuk kelompok dengan kemampuan siswa dalan
kelomppok berbeda-beda
HUBUNGAN DENGAN KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA HUBUNGAN CAREER SELF-EFFICACY DENG KESIAPAN KERJA PADA MAHASISWA JURUSAN PSIKOLOGI UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
Seorang mahasiswa harus merencanakan atau mempersiapkan dengan
matang apabila ingin memasuki dunia kerja yang baru. Kesiapan kerja bisa
didefinisikan sebagai kapabilitas seseorang yang bertautan dengan pemahaman,
ilmu pengetahuan, keterampilan, atribut kepribdian, serta pemahaman yang
menjadikan individu memiliki kemungkinan untuk mendapatkan pekerjaan serta
bisa mencapai kesuksesan serta kepuasan. Kesiapan kerja seorang mahasiswa bisa
mendapat pengaruh dari banyak faktor, salah satu faktor yang mempengaruhinya
adalah efficacy beliefs. Efficacy beliefs adalah salah satu faktor yang ada dalam
diri seseorang. Didalamnya ada kemampuan untuk melaksanakan sebuah
penilaian secara objektif terkait kemampuan diri sehingga mampu menyelesaikan
pekerjaan, istilah ini disebut dengan self-efficacy.
Penelitian ini adalah sebuah penelitian kuantitatif dengan metode
korelasional. Penelitian ini terdapat 263 sampel mahasiswa Jurusan Psikologi
Universitas Negeri Semarang dengan memakai teknik sampling stratified random
sampling. Data penelitian memakai dua skala, yaitu skala kesiapan kerja yang
terdiri dari 46 aitem valid dengan besaran koefisien validitas dari 0,367 hingga
0,754. Serta nilai reliabilitas yang reliabel dengan nilai sebesar 0,792. Serta skala
career self-efficacy dengan 28 aitem valid dengan besaran koefisien validitas dari
0,319 hingga 0,749. Serta reliabel dengan nilai reliabilitas sebesar 0,915.
Pengujian hipotesis dilakukan dengan teknik korelasi Pearson, dengan
didapatkan hasil koefisien korelasi adalah sebesar 0,753 dengan nilai signifikansi
sebesar 0,000. Karena nilai signifikansi yang didapat adalah sebesar 0,000 lebih
kecil daripada α 0,05, maka hipotesis penelitian yang berbunyi “Ada hubungan
signifikan career self-efficacy dengan kesiapan kerja pada mahasiswa Jurusan
Psikologi Universitas Negeri Semarang.” Diterima. Sehingga dapat dikatakan
bahwa terdapat hubungan yang positif antara kedua variabel, hal ini berarti
semakin tinggi career self-efficacy maka akan semakin tinggi kesiapan kerja.
Begitu pula sebaliknya, apabila semakin rendah career self-efficacy maka akan
semakin rendah kesiapan kerja
Pengaruh Big Five Personality terhadap Intolerance of Uncertainty Pada Freshgraduate
Saat ini dunia memasuki era yang memiliki perkembangan cepat di setiap bidang, perubahan terus terjadi. Era saat disebut dengan era VUCA World (Volatility, Uncertainty, Complexity, Ambiguity). Ketidakpastian terjadi di kehidupan sehari- hari dan semakin sering terjadi saat memasuki era ini. Kondisi di mana individu tidak mampu menangani kejadian yang tidak pasti atau terjadi perubahan secara tiba-tiba disebut dengan istilah Intolerance of Uncertainty. Terdapat beberapa faktor yang mempengaruhi Intolerance of Uncertainty salah-satunya adalah kepribadian (big five personality).
Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kuantitatif-korelasional. Menggunakan fresh graduate sebagai responden (N= 295). Teknik sampling yang digunakan adalah non-probabilitas, yaitu convenience sampling. Alat ukur yang digunakan merupakan IPIP-BFM25 untuk mengukur kepribadian big five personality dan Skala pendek Intolerance of Uncertainty (IUS-12).
Hasil dari penelitian ini dikatehaui bahwa sebanyak 59% dari total responden mmemiliki IU tingkat tinggi, 37,7% tingkat sedang, dan 10,3% tingkat rendah. Selanjutnya, diketahui bahwa pengaruh dimensi ekstraversion terhadap intolerance of uncertainty sebesar 18.32%, agreeableness memiliki pengaruh sebesar 5.3%. conscientiousness memiliki pengaruh parsial sebanyak 18%. Emotional stability atau neurotisicm memiliki pengaruh sebesar 16.1%. Serta diketahui bahwa intellect memiliki pengaruh parsial sebesar 7%.Dalam penelitian ini dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh kepribadian terhadap IU. Kemudian secara parsial extraversion, agreeableness dan intellect memiliki pengaruh negatif terhadap IU, sedangkan conscientiousness dan emotional stability memiliki pengaruh positif terhadap IU
SUPERSTITIOUS BELIEF DITINJAU DARI PERBEDAAN KEMAMPUAN BERPIKIR KAUSALITAS
Salah satu kebudayaan yang masih melekat di masyarakat adalah percaya terhadap takhayul atau disebut juga dengan superstitious belief. Superstitious belief merupakan kepercayaan pada suatu peristiwa atau kejadian tertentu, ritual yang dilakukan, benda tertentu (jimat) melalui mekanisme yang irasional mampu mendatangkan konsekuensi keberuntungan atau ketidakberuntungan. Superstitious belief masih banyak dijumpai di kalangan mahasiswa yang bersuku Jawa, baik yang memiliki kemampuan berpikir kausalitas cukup tinggi maupun tinggi. Lantas, apakah dengan kemampuan berpikir kausalitas yang berbeda akan mempengaruhi tingkat superstitious belief pada mahasiswa? Penelitian ini bertujuan untuk menguji superstitious belief ditinjau dari perbedaan kemampuan berpikir kausalitas.
Jenis penelitian ini adalah penelitian kuantitatif komparatif. Populasi dalam penelitian ini adalah mahasiswa yang bersuku Jawa dengan jumlah sampel 140 subjek. Responden dipilih menggunakan sampling kuota. Penelitian ini menggunakan skala superstitious belief yang terdiri dari 38 aitem yang memiliki koefisien korelasi aitem total rix rix ≥ 0.30 yang bergerak dari koefisien 0,401 sampai 0,831 dengan koefisien reliabilitas α=0,978. Serta menggunakan Tes Kemampuan Diferensial (TKD) 4 yang terdiri dari 20 soal dan memiliki 3 pilihan jawaban.
Hasil penelitian pada uji hipotesis dengan uji Kruskal Wallis menunjukan nilai sig sebesar 0,823 < 0,05 yang tidak terdapat perbedaan yang signifikan Superstitious belief pada resonden. Oleh karena itu, Ha yang berbunyi “Terdapat perbedaaan superstitious belief pada subjek dengan tingkat berpikir kausalitas cukup tinggi dan tinggi” ditolak dan H0 yang berbunyi “Tidak terdapat perbedaaan superstitious belief pada subjek dengan tingkat berpikir kausalitas cukup tinggi dan tinggi” diterima
PENGARUH SEXUAL ESTEEM TERHADAP PERILAKU SEKSUAL PADA PENYINTAS INTIMATE PARTNER VIOLENCE
Dewasa awal merupakan salah satu tahapan perkembangan individu dimana pada tahap ini individu mulai menjalin hubungan dengan lawan jenis atau berpacaran. Dalam menjalani hubungan berpacaran, seringkali terjadi perbedaan pendapat yang mengakibatkan munculnya konflik. Konflik ini apabila tidak diselesaikan dengan baik akan memicu munculnya kekerasan. Namun, seringkali penyintas kekerasan tidak menyadari saat mengalami kekerasan oleh pasangan, karena mereka cenderung menganggap perlakuan pacarnya adalah bukti rasa sayang, perhatian, dan cinta. Individu dewasa dengan telah matangnya organ- organ seksual mengakibatkan munculnya dorongan seksual yang akhirnya mengarah pada perilaku seksual. Perilaku seksual terjadi karena faktor internal individu yaitu sexual esteem. Sexual esteem merupakan gambaran penilaian seseorang terhadap harga dirinya sebagai makhluk seksual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh sexual esteem terhadap perilaku seksual pada penyintas intimate partner violence. Kriteria responden pada penelitian ini yaitu individu dewasa awal berusia 20-30 tahun, aktif secara seksual dengan pasangan, pernah atau sedang berpacaran, dan pernah atau sedang menjadi korban kekerasan oleh pasangan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain penelitian kausal komparatif. Teknik pengambilan sampel yang digunakan dalam penelitian ini yaitu non-probability based sampling. Jumlah sampel pada penelitian ini sebanyak 392 individu. Teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini yaitu regresi linear sederhana menggunakan program SPSS. Hasil analisis menunjukkan terdapat pengaruh positif sexual esteem terhadap perilaku seksual pada penyintas intimate partner violence (R² = 0,155 dan p < 0,05)