Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
EFEKTIVITAS MEDIA EDUKATIF VIDEO SANGGUL MODIFIKASI SISWA SMK NEGERI 06 SEMARANG
Kurangnya kreativitas disebabkan oleh kurangnya pengetahuan siswa dan
kurangnya minat membaca buku dan mencari referensi dari sumber lain. Sanggul
yang monoton ternyata menjadi indikator kurangnya kreativitas siswa, dan
seringkali sama dengan beberapa siswa lainnya. peneliti memutuskan untuk
melaksanakan penelitian mengenai efektifitas media edukatif video sanggul
tradisional padasanggul tradisional siswa SMK Negeri 06 Semarang dengan
kompetensi dasar sanggul gelung malang, sanggul pusung tagel dan sanggul ukel
konde yang mana memiliki keunggulan pada tutorial pembuatan video yang
menarik.
Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah kuantitatif dengan jenis
penelitian Eskperimen . Metode penelitian ini, menggunakan teknik pengumpulan
data berupa angket skala likert dan dianalisis dengan menggunakan teknik
deskriptif kuantitatif. Penelitian ini diimplementasikan di SMK Negeri 06
Semarang dengan populasi keseluruhan kelas XI jurusan tata kecantikan dengan
sampel 60 siswa
Hasil penelitian ini menunjukan (1) hasil sebuah produk media pembelajaran
berupa media edukatif video sanggul tradisional yang layak digunakan. (2) Hasil
kelayakan dari uji validitas menggunakan Aiken V. Pada kelayakan materi
diperoleh skor aikensebesar 0,783 dan kelayakan mediadengan skor aiken sebesar
0.719 pada kategori valid (3) hasil uji efektifitasn menggunakan sample t-test
dengan hasil signifikan dan nilai t = 6.847 > t tabel (df-2) = 2.048 (4). dan uji N
Gain hasilnya menunjukanbahwa N-Gain pada kelas kontrol adalah sebesar 22.9%
kategori rendah dan N- Gain pada kelas eksperimen 62.5% kategori sedang.
Sehingga media edukatif efektif meningkatkan hasil belajar pada siswa tata
kecantikan.
Kata Kunci: media pembelajaran, sanggul tradisional, tata kecantikan, SM
PENGARUH ZAT WARNA ALAM TINGI DENGAN TEKNIK STEAM TERHADAP HASIL ECOPRINT
Wati, Ayu Sri Anzar. (2023). Pengaruh Zat Warna Alam Tingi Dengan Teknik
Steam Terhadap Hasil Ecoprint. Skripsi, Pendidikan Tata Busana, Jurusan
Kesejahteraan Keluarga, Fakultas Teknik Universitas Negeri Semarang. Dosen
Pembimbing : Dra. Widowati, M.Pd.
Ecoprint merupakan salah satu karya yang terinpirasi dari alam seiring
banyaknya masalah yang muncul dikarenakan limbah tekstil, sehingga mendorong
industri untuk melakukan inovasi baru dengan langkah yang potensial. Ekoprint
adalah proses transfer warna dan motif pada dasar kain secara langsung. Dalam
penelitian ini proses pembuatan ecoprint menggunakan teknik steam dengan
bahan utama daun dan zar warna alam tingi, bertujuan untuk mengetahui
pengaruh zat warna alam tingi dengan teknik steam terhadap hasil ecoprint.
Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen dengan variabel tunggal,
Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi dan lembar
pengamatan. Teknik analisis data yang digunakan adalah analisis derkriptif
persentase.
Hasil dari analisis diskriptif persentase arah warna pada kain utama
dengan zat warna alam tingi menghasilkan arah warna cantaloupe persentase
(73,30%) dan arah warna pada kain blanket adalah clay dengan persentase
(53,34%), berdasarkan analisis arah warna menghasilkan warna yang tergolong
tinggi. Hasil analisis derkriptif persentase ketajaman motif ecoprint dengat zat
warna alam tingi pada kain utama yaitu skor 5 berjumlah 7 persentase (46,67%),
sedangkan pada kain blanket menunjukkan skor 4 dengan jumlah 6 persentase
(40,00%), berdasarkan hasil analisis ketajaman motif tergolong rendah atau bisa
dibilang cukup jelas. Simpulan dari uji arah warna ecoprint yang hanya
menggunakan zat warna alam tingi pada penelitian ini menghasilkan warna
cantaloupe pada kain utama dan clay pada kain blanket, sehingga memperoleh
sedikit perbandingan. Untuk penelitian selanjutnya penggunaan ZWA sebagai uji
arah warna dapat menggunakan lebih banyak zat warna alam lain untuk
memperoleh arah warna yang beragam. Pada aspek ketajaman motif pada kain
utama dan kain blanket tergolong rendah atau cukup jelas, hal ini dilihat
berdasarkan hasil analisis dibawah 50%. Karena motif serat daun yang dihasilkan
tidak terlihat jelas, hanya membentuk pola daun dan jejak warna. Untuk penelitian
selanjutnya bisa dilakukan proses steam dengan durasi waktu lebih lama atau
menambahkan jumlah mordan yang digunakan untuk mendapatkan serat motif
daun lebih jelas.
Kata Kunci: Kualitas Ecoprint, Teknik Steam, Zat Warna Alam
EVALUASI PEMBELAJARAN FASE E ELEMEN SISTEM INFORMASI DAN KOMUNIKASI ORGANISASI PADA PROGRAM KEAHLIAN MANAJEMEN PERKANTORAN DAN LAYANAN BISNIS DI SMK NEGERI 2 SEMARANG 2023/2024
Maulina, Ivatul Krisia. 2024. “Evaluasi Pembelajaran Fase E Elemen Sistem
Informasi dan Komunikasi Organisasi Pada Program Keahlian Manajemen
Perkantoran dan Layanan Bisnis SMK Negeri 2 Semarang Tahun Ajaran
2023/2024”. Skripsi. Program Studi Pendidikan Ekonomi. Fakultas Ekonomika dan
Bisnis. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Tusyanah, S.Pd., M.Pd.
Kata Kunci: Evaluasi Pembelajaran, CIPP (Context, Input, Process, Product),
Elemen Sistem Informasi dan Komunikasi Organisasi, Program Keahlian
MPLB
Evaluasi pembelajaran CIPP merupakan evaluasi pembelajaran yang
digunakan untuk menilai dan memperbaiki sebuah program. Hal tersebut didukung
oleh penelitian yang didapatkan dari data hasil evaluasi pemahaman Elemen Sistem
Informasi dan Komunikasi Organisasi (SIKO), yaitu terdapat 93,05% atau 67 siswa
dengan kategori baik dalam pembelajaran Elemen Sistem Informasi dan
Komunikasi Organisasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengevaluasi
pembelajaran Elemen Sistem Informasi dan Komunikasi Organisasi jika dilihat dari
aspek-aspek CIPP.
Jenis penelitian ini adalah kualitatif dengan model evaluasi CIPP
Stufflebeam (1973). Teknik pengumpulan data dengan menggunakan observasi,
wawancara, dokumentasi, dan kuesioner. Sumber data dalam penelitian ini adalah
wakil kepala sekolah bidang kurikulum, ketua jurusan MPLB, guru pengampu
MPLB, dan siswa kelas X atau Fase E MPLB. Metode analisis data menggunakan
pengumpulan data (data collection), kondensasi (data condensation), penyajian
data (data display), penarikan kesimpulan/verifikasi data (conclusion
drawing/verification).
Hasil penelitian evaluasi dengan model CIPP (Context, Input, Process,
Product) menunjukkan bahwa, dari aspek context, Elemen Sistem Informasi dan
Komunikasi Organisasi bagian dari mata pelajaran Dasar-dasar MPLB dengan
urgensi penting, pembelajaran berbasis teori dengan simulasi praktik, tidak adanya
pelatihan bagi guru. Dari aspek input, perangkat pembelajaran disiapkan oleh guru,
sarana prasarana dalam pembelajaran ini sudah baik namun belum optimal. Dari
aspek process, modul yang digunakan oleh guru belum sesuai, adanya kendala
ketika pembelajaran berlangsung, alokasi waktu yang digunakan oleh guru dirasa
sudah optimal, model pembelajaran yang digunakan berupa PjBL dan simulasi.
Dari aspek product, penugasan yang diberikan berbentuk praktik dan project,
penilaian berupa formatif dan sumatif, evaluasi pemahaman siswa pada Elemen
Sistem Informasi dan Komunikasi Organisasi menunjukkan bahwa 67 siswa
dikategorikan baik, 4 siswa dikategorikan cukup, dan 1 siswa dikategorikan kurang
pada pembelajaran Elemen Sistem Informasi dan Komunikasi Organisasi.
Simpulan dari penelitian ini adalah dilihat dari aspek context, pembelajaran
berbasis teori dan praktik, dilihat dari aspek input, persiapan pembelajaran
dilakukan oleh guru dan siswa, dilihat dari aspek process, model yang digunakan
PjBL dan simulasi serta adanya kendala dalam pembelajaran, dilihat dari aspek
product, guru menggunakan penilaian formatif dalam pembelajaran. Saran yang
dapat diberikan dari peneliti yaitu, perlunya pelatihan bagi guru, pembuatan modul
ajar lebih teliti, perlunya perbaikan sarana dan prasarana, siswa diharapkan dapat
meningkatkan belajarnya dan bersungguh-sungguh dalam mengikuti pembelajaran
PENGARUH PENDAPATAN PER KAPITA, PENGANGGURAN, PERTUMBUHAN EKONOMI, SEKTOR INDUSTRI, DAN INFLASI TERHADAP RASIO PAJAK (TAX RATIO) DI INDONESIA TAHUN 1991-2022
Putri Diah Purnama, 2024 “Pengaruh Pendapatan per Kapita, Pertumbuhan
Ekonomi, Pengangguran, Sektor Industri, dan Inflasi Terhadap Rasio Pajak (Tax
Ratio) di Indonesia Tahun 1991-2022” Skripsi Jurusan Ekonomi Pembangunan
Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Negeri Semarang, Pembimbing :
Prasetyo Ari Bowo, S.E., M.E.
Kata Kunci: Rasio Pajak, Pendapatan per Kapita, Pengangguran, Inflasi
Rasio pajak yang rendah di Indonesia merupakan persoalan yang belum
mampu pemerintah selesaikan hingga saat ini. Tren negatif dari rasio pajak
Indonesia menjadi sorotan organisasi internasional yaitu International Monetary
Fund (IMF), karena angkanya yang tidak pernah lagi mencapai 15% sebagai
standar minimum rasio pajak untuk setiap negara. Rendahnya rasio pajak di
Indonesia mencerminkan bahwa pemerintah belum mampu membiayai seluruh
kepentingan negaranya secara mandiri.
Penelitian ini memiliki beberapa gap yaitu theoretical gap dan knowledge
gap. Theoretical gap pada penelitian ini adalah ketidaksesuaian antara teori
perpajakan Musgrave dan teori efek Olivera-Tanzi dengan hasil penelitian.
Knowledge gap pada penelitian ini adalah penggunaan variabel pengangguran dan
inflasi sebagai variabel yang belum pernah diteliti pengaruhnya terhadap rasio
pajak. Penelitian ini dilaksanakan dengan metode kuantitatif, menggunakan teknik
analisis data regresi linier berganda.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pendapatan per kapita
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap rasio pajak; pengangguran
berpengaruh negatif dan signifikan terhadap rasio pajak; pertumbuhan ekonomi
berpengaruh positif dan signifikan terhadap rasio pajak; sektor industri berpengaruh
positif namun tidak signifikan terhadap rasio pajak; serta inflasi berpengaruh positif
dan signifikan terhadap rasio pajak. Secara simultan, pendapatan per kapita;
pengangguran; pertumbuhan ekonomi; sektor industri; dan inflasi berpengaruh
signifikan terhadap rasio pajak.
Peneliti memberikan beberapa saran antara lain pemerintah dapat
mencanangkan kebijakan yang mempercepat kenaikan pendapatan per kapita
masyarakat terutama untuk kelas pendapatan menengah bawah, Sehingga
pendapatan mereka meningkat hingga menyentuh target PPh 21. Pemerintah harus
memastikan ketersediaan lapangan pekerjaan yang cukup dan berupaya
mengintervensi peningkatan upah pekerja. Pemerintah harus mencapai
pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target setiap tahunnya, setelah konsisten
barulah pemerintah berupaya meningkatkan besarannya dari tahun ke tahun.
Pemerintah perlu lebih fokus lagi pada pengembangan sektor usaha mikro agar
omzetnya menyentuh PPh Final UMKM 0,5%. Pemerintah tetap harus
mengendalikan nilai inflasi pada angka yang terjaga agar berdampak positif
terhadap rasio pajak dan tidak disertai dengan dampak negatif bagi kesejahteraan
masyaraka
PENGARUH SOCIAL MEDIA MARKETING DAN ELECTRONIC WORD OF MOUTH TERHADAP KEPUTUSAN PEMBELIAN MELALUI MINAT BELI
Pramesthi, Nadia Rizky. 2024. “Pengaruh Social Media Marketing dan Electronic
Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian melalui Minat Beli (Studi pada
Konsumen Produk Pembersih Wajah Pond’s di Kota Semarang)” Skripsi. Program
Studi S1 Manajemen. Fakultas Ekonomika dan Bisnis. Universitas Negeri
Semarang.
Pembimbing : R.R. Endang Sutrasmawati, S.H., S.E., M.M.
Kata Kunci : Social Media Marketing, Electronic Word of Mouth, Keputusan
Pembelian, Minat Beli
Tujuan penelitian ini untuk menguji pengaruh Social Media Marketing dan
Electronic Word of Mouth terhadap Keputusan Pembelian melalui Minat Beli.
Populasi dalam penelitian ini adalah konsumen pembersih wajah Pond’s di Kota
Semarang dengan sampel 105 responden.
Metode pengambilan sampel menggunakan Non-Probability Sampling
dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data yang digunakan adalah
analisis Patrial Least Square – Structural Equation Modelling (PLS-SEM) dengan
program SmartPLS 4.0.
Hasil pengujian secara langsung menunjukkan bahwa Social Media
Marketing berpengaruh tidak signifikan terhadap Minat Beli, Electronic Word of
Mouth berpengaruh positif signifikan terhadap Minat Beli, Social Media Marketing
berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Pembelian, Electronic Word of
Mouth berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Pembelian, Minat Beli
berpengaruh positif signifikan terhadap Keputusan Pembelian. Hasil pengujian
secara tidak langsung menunjukkan bahwa Minat Beli dapat memediasi pengaruh
Social Media Marketing dan Electronic Word of Mouth pada Keputusan Pembelian.
Kesimpulan yang dapat diambil yaitu semakin baik pemanfaatan Social
Media Marketing yang dilakukan perusahaan Pond’s, maka mampu mendorong
minat beli konsumen sehingga pengaruh untuk melakukan keputusan pembelian
akan semakin besar. Adanya komentar positif dan dapat dipercaya mengenai
produk di media elektronik, maka akan meningkatkan minat beli yang dapat
berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Perusahaan disarankan untuk lebih
meningkatkan pemanfaatan Social Media Marketing agar dapat menarik minat
konsumen lebih banyak lagi
PENYELESAIAN SENGKETA AKSES JALAN BIDANG TANAH DI DESA GUNUNGSARI, KECAMATAN WONOSAMUDRO, KABUPATEN BOYOLALI
Nugrahani, Anggitamarta Ratih. 2024. Penyelesaian Sengketa Akses Jalan
Bidang Tanah Di Desa Gunungsari, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten
Boyolali. Skripsi Bagian Hukum Perdata Agraria. Fakultas Hukum Universitas
Negeri Semarang. Pembimbing : Aprila Niravita, S.H., M.Kn.
Kata Kunci : Penyelelesaian Kasus, Penutupan Akses jalan.
Adanya permasalahan sengketa yang berhubungan tanah memiliki
keterkaitannya dengan keterbatasan ketersediaan tanah, mengingat dengan laju
pertumbuhan penduduk yang semakin meningkat sehingga memicu semua
penduduk ingin mendirikan rumah untuk tempat tinggal. Sehingga dengan
keterbatasan ketersedian akan tanah mendorong masyarakat untuk membangun
rumah tanpa memikirkan bahwa tanah memiliki fungsi sosial seperti halnya tanah
yang sebagian digunakan untuk jalan sebagai fasilitas umum. Salah satu
permasalahannya adalah kasus penutupan akses jalan di Desa Gunungsari. Melalui
latar belakang tersebut menjadi fokus penelitian ini dirumuskan melalui rumusan
masalah (1) Bagaimana Penyelesaian Sengketa Akses Jalan Bidang Tanah Di Desa
Gunungsari, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali? (2) akibat hukum
dari penetapan jalan yang menjadi objek sengketa di Desa Gunungsari, Kecamatan
Wonosamudro, Kabupaten Boyolali?
Metode penelitian dalam skripsi ini adalah Yuridis Empiris, dengan
Pendekatan Kualitatif. Jenis dan sumber data penelitian yaitu Data Primer, Data
Sekunder, Data Tersier. Data Primer diperoleh melalui observasi, wawancara,
dokumentasi. Data Sekunder diperoleh melalui peraturan perundang-undangan dan
studi pustaka, dan Data Tersier melalui Kamus Besar Bahasa Indonesia. Data
dianalisis secara deskriptif kualitatif.
Hasil Penelitian yang diperoleh yaitu (1) penyelesaian sengketa akses jalan
bidang tanah di Desa Gunungsari, Kecamatan Wonosamudro, Kabupaten Boyolali
diselesaikan melalui jalur non litigasi dengan sepakat untuk dilakukan pengukuran
pengembalian batas, dan memberikan akses jalan baru dengan estimasi kurang lebih
dapat dilalui saat menggotong jenazah kepada pihak yang dirugikan yang
sebagaimana dituangkan pada akta perdamaian yang ditandatangani oleh para pihak
yang bersengketa dan saksi dan diberikan akses jalan baru selebar 1.5 meter (2)
akibat hukum penetapan akses jalan yang dijadikan sebagai objek sengketa
berdasarkan kesepakatan bersama. penutupan akses jalan yang dilakukan sukimin
pada dasarnya secara hukum sudah melanggar kesepakatan dan termasuk ranah
perbuatan melawan hukum karena pada setipikat sudah tertera uuntuk kondisi
secara fisik maupun yurdis terdapat jalan yang berada ditengah-tengah tanah yang
dimilikiny
PELAKSANAAN PENERTIBAN TANAH TERINDIKASI TERLANTAR STUDI PADA KANTOR PERTANAHAN KABUPATEN SRAGEN
Ratno, Dinda Vellanika, 2024 "Pelaksanaan Penertiban Tanah Trindikasi
Terlantar Studi Pada Kantor Pertanahan Kabupaten Sragen”. Skripsi bagian
Hukum Perdata-Agraria, Program Studi Ilmu Hukum, Fakultas Hukum,
Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing: Irawaty, S.H., M.H., Ph.D
Kata Kunci: Pelaksanaan Penertiban; Tanah Terindikasi Terlantar;
Kendala
Pelaksanaan penertiban tanah terindikasi terlantar di Kantor Pertanahan
Kabupaten Sragen berdasarkan pada Peraturan Pemerintah Nomor 20 Tahun 2021
Tentang Penertiban Kawasan dan Tanah terlantar. Penelitian ini bertujuan untuk:
1) mengetahui dan menganalisis pelaksanaan penertiban tanah terindikasi terlantar
di Kabupaten Sragen; 2) mengetahui dan menganalisis kendala dalam pelaksanaan
penertiban tanah terindikasi terlantar di Kabupaten Sragen.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan
pendekatan kualitatif yang menggunakan sumber data primer dan data sekunder.
Data primer dilakukan dengan wawancara, dan dokumentasi. Validitas data
menggunakan triangulasi, sedangkan analisis data melalui pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian ini adalah sebagai berikut: 1) pelaksanaan penertiban
tanah terindikasi terlantar oleh Kantor Pertanahan Kabupaten Sragen yakni
diawali dengan masih di tahap dua dari empat tahap, yaitu di tahap evaluai tanah
terindikasi terlantar. Di Kantor Pertanahan Kabupaten Sragen terdapat 10 bidang
tanah yang terindikasi terlantar. 2) Kendala dalam pelasanaan penertiban tanah
terindikasi terlantar di Kabupaten Sragen yaitu adanya kendalan teknis dan non-
teknis. Kendala internal meliputi kurangnya sumber daya dan kewenangan,
sedangkan hambatan eksternal terkait dengan koordinasi dengan instansi lain.
Simpulan dari penelitian ini yaitu: 1) Dalam pelaksanaan penertiban tanah
terindikasi terlantar di Kantor Pertanahan Kabupaten Sragen dalam upaya
menertibkan 10 bidang tanah yang terindikasi terlantar yang berakhir pada di
tahap dua yaitu evaluasi tanah terindikasi terlantar, hasil menunjukan 10 bidang
tersebut hanya terindikasi terlantar. 2) Kendala dalam pelaksanaan penertiban
tanah terindikasi terlantar di Kantor Pertanahan Kabupaten Sragen mengalami
berbagai kendala yaitu kendala teknis maupun non-teknis. Faktor kendala utama
yaitu: subyek hak sulit untuk ditemui dan sering tidak diketahui keberadaanya,
kurangnya kepedulian subyek hak terhadap tanah yang dikuasai dan obyek hak
atas tanah seringkali digunakan atau dijaminka
PERLINDUNGAN HUKUM HAK CIPTA PELAKU EKONOMI KREATIF PADA ERA DIGITAL PERSPEKTIF UU NOMOR 28 TAHUN 2014 TENTANG HAK CIPTA
Dzaky, Muhammad Irfan, 2024. Perlindungan Hukum Hak Cipta Pelaku
Ekonomi Kreatif Pada Era Digital Perspektif UU Nomor 28 Tahun 2014 Tentang
Hak Cipta. Skripsi, Bagian Hukum Perdata Dagang. Fakultas Hukum Universitas
Negeri Semarang. Pembimbing Waspiah, S.H., M.H.
Kata Kunci: Perlindungan Hukum; Hak Cipta; Pelaku Ekonomi Kreatif;
Ekonomi Kreatif
Ekonomi Kreatif merupakan hasil tambahan nilai dari kekayaan intelektual
yang berasal dari kreativitas manusia, yang didasarkan pada warisan budaya, ilmu
pengetahuan, dan/atau teknologi. Pelaku ekonomi kreatif merupakan orang
perseorangan atau kelompok orang warga negara Indonesia atau badan usaha
berbadan hukum atau bukan berbadan hukum yang didirikan berdasarkan hukum
Indonesia yang melakukan kegiatan Ekonomi Kreatif. Tujuan penelitian ini adalah
(1) Bagaimana tantangan dan peluang yang dihadapi oleh pencipta ekonomi kreatif
dalam menghadapi transformasi digital terkait hak cipta (2) Bagaimana
perlindungan hukum hak cipta pelaku ekonomi kreatif pada era digital perspektif
UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang Hak Cipta.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian yuridis empiris dengan
pendekatan kualitatif yang menggunakan sumber data primer dan data sekunder.
Data primer dilakukan dengan wawancara dan dokumentasi. Validitas data
menggunakan triangulasi, sedangkan analisis data melalui pengumpulan data,
reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.
Hasil Penelitian menunjukan bahwa: (1) Tantangan dan peluang pelaku
ekonomi kreatif di era transformasi digital menunjukan bahwa tantangan
terbesaranya yaitu seringkali suatu ciptaan karya di ambil oleh orang yang tidak
bertanggung jawab serta peluang di industri kreatif sangat terbuka lebar bagi yang
ingin menciptakan karyanya. (2) Perlindungan hukum terhadap pelaku ekonomi
kreatif sudah terkamodasi dengan lahirnya UU Nomor 28 Tahun 2014 dan PP
Nomor 24 Tahun 2022, ini merupakan langkah maju dalam melindungi hak cipta
dan hak terkait di Indonesia.
Simpulan dari penelitian ini yaitu: (1) Tantangan dan peluang yang dihadapi
oleh pencipta ekonomi kreatif dalam menghadapi transformasi digital beragam,
karena dengan pergerakan digital yang begitu cepat, pelaku ekonomi kreatif juga
harus mengikuti tren di era transformasi digital sehingga tidak tertinggal dengan
yang lain. (2) Perlindungan hukum hak cipta pelaku ekonomi kreatif pada era digital
perspektif UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang hak cipta adalah Pelaku ekonomi
kreatif juga merasa bahwa karya mereka dalam membuat ciptaan merasa di lindungi
dengan hadirnya UU Nomor 28 Tahun 2014. Saran kepada pelaku ekonomi kreatif
adalah harus memahami hak-hak mereka dalam melindungi karya di bawah hukum
hak cipta. Dengan mengenal peraturan seperti UU Nomor 28 Tahun 2014 tentang
Hak Cipta dan PP Nomor 24 Tahun 2022, pelaku ekonomi kreatif bisa melindungi
konten dari pencurian atau penggunaan yang tidak sah
PERAN PENGELOLA DALAM MENINGKATKAN KINERJA PENDIDIK LEMBAGA KURSUS DAN PELATIHAN DESSY DI KELURAHAN BERGAS LOR KECAMATAN BERGAS KABUPATEN SEMARANG
Lembaga kursus dan pelatihan (LKP) menjadi suatu strategi yang dapat dipilih oleh banyaknya usia produktif di Indonesia yang tidak dapat melanjutkan pendidikan formalnya ke jenjang yang lebih tinggi sesuai dengan kompetensi dirinya. Oleh sebab itu, melalui LKP diharapkan usia produktif yang ada dapat terserap ke dalam bursa kerja sesuai dengan kebutuhan industri. Tujuan penelitian ini untuk menguji dan menganalisis pengaruh antara peran pengelola LKP Dessy terhadap kinerja tenaga pendidik/ tutor LKP Dessy. Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling.
Metode analisis data menggunakan analisis statistik deskriptif dengan sampel sebanyak 30 responden yang merupakan tenaga pendidik dan tutor di LKP (Lembaga Kursus dan Pelatihan) Dessy. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis regresi linier sederhana dengan menggunakan program SPSS 26. Berdasarkan hasil penelitian, uji koefisien (uji t) menunjukkan bahwa variabel peran pengelola memiliki nilai signifikansi 0,000 < 0,05, artinya adanya pengaruh antara variabel peran pengelola dengan kinerja tenaga pendidik dan tutor. Hasil tersebut menunjukkan bahwa semakin besar peran pengelola LKP Dessy maka semakin meningkat pula kinerja tenaga pendidik dan tutor.
Kesimpulan hasil penelitian didapatkan bahwa pengelola memiliki peran yang cukup penting terhadap kinerja tenaga pendidik/ tutor agar bekerjsa sesuai dengan standar LKP Dessy dan mampu mencetak generasi peserta pelatihan yang siap kerja dan sesuai dengan standar kebutuhan industry
PERAN PENDIDIK DALAM MEMBANGUN EMPATI ANAK MELALUI METODE ROLE PLAYING DI KELOMPOK BERMAIN AISYIYAH 01 KOTA SEMARANG
Lembaga pendidikan pra-sekolah mulai tingkat yang paling rendah sampai tingkat yang paling tinggi memiliki peranan sebagai agen pengembangan empati anak yang patut diteladani oleh lembaga pendidikan lainnya. Hal ini bertujuan agar anak-anak dapat memiliki rasa empati dan memahami bahwa tidak semua keinginan dapat dipenuhi oleh orang lain. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan peran pendidik dalam membangun empati anak melalui metode role playing di kelompok bermain Aisyiyah 01 Kota Semarang, selain itu juga untuk mengetahui hambatan dalam pelaksanaan yang meliputi faktor internal dan eksternal.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif. Teknik pelaksanaan dengan pengumpulan data melalui observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model interaktif pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.
Hasil penelitian yang diperoleh yaitu melalui peran pendidik dalam kegiatan pembelajaran metode role playing untuk membangun empati anak yang dimana pendidik berperan sebagai demonstrator, fasilitator, dan juga evaluator. Sehingga dapat memberikan metode pembelajaran melalui kegiatan role playing berdampak terhadap empati anak. Sedangkan yang menjadi hambatan pendidik dalam kegiatan role playing terdapat Faktor internal meliputi kurangnya alokasi waktu yang ada dan juga dukungan alat peraga dalam mengembangkan metode tersebut, faktor eksternal yaitu kurikulum pembelajaran kurang fleksibel yang membuat kegiatan pembelajarannya belum terlaksana dengan optimal.
Simpulan dari penelitian ini menunjukkan bahwa empati anak usia dini sangatlah berperan penting dalam tumbuh kembang anak, dengan begitu melalui pendidikan di kelompok bermain yang dimana tempat anak-anak berinteraksi satu sama lain dapat memunculkan sifat empati dari metode yang sudah dilakukan oleh pendidik. Dengan bermain peran diharapkan anak dapat meniru atau mencontoh hal-hal sederhana dari cerita sehari-hari yang dibawakan. Oleh karena itu peranan pendidik sangat penting dalam memfasilitasi perkembangan empati anak