Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    PENGGUNAAN TANAH PADA KAWASAN SEMPADAN SUNGAI GELIS KABUPATEN KUDUS BERDASARKAN PERSPEKTIF NILAI DASAR HUKUM

    No full text
    Penggunaan Tanah Pada Kawasan Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus Berdasarkan Perspektif Nilai Dasar Hukum. Graita Alfalaq Badnah. [email protected]. Suhadi. [email protected]. Rini Fidiyani. [email protected]. Kata Kunci: Penggunaan Tanah, Kawasan Sempadan Sungai, Nilai Dasar Hukum Kebutuhan manusia yang jumlahnya terbatas salah satunya adalah tanah. Dalam hidup manusia membutuhkan tanah untuk membangun tempat tinggal, tempat melangsungkan kegiatan ekonomi, ibadah, dan kegiatan lainnya. Namun, tingginya kebutuhan tanah disisi lain menyebabkan masyarakat cenderung menggunakan tanah pada kawasan yang tidak semestinya, seperti kawasan Sempadan Sungai Gelis di Kabupaten Kudus. Tujuan penelitian ini yakni (1) mengidentifikasi dan menganalisis faktor penyebab ketidaksesuaian penggunaan tanah pada kawasan Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus; (2) mengidentifikasi dan menganalisis tindakan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana atas ketidaksesuaian penggunaan tanah pada kawasan Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus; (3) menganalisis dan menjelaskan penggunaan tanah pada kawasan Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus berdasarkan perspektif nilai dasar hukum. Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan pendekatan kualitatif. Sumber data primer, sekunder, dan tersier dengan teknik pengambilan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Menggunakan validitas data berupa triangulasi dan teknis analisis data menggunakan analisis data kualitatif. Hasil penelitian (1) Faktor penyebab ketidaksesuaian penggunaan tanah pada kawasan Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus ada 4 yakni faktor ekonomi, faktor sosial, faktor budaya, faktor politik. Belum berhasilnya peraturan penggunaan tanah pada kawasan sempadan sungai dipengaruhi oleh unsur budaya hukum dalam teori sistem hukum Lawrence M Friedman. (2) Tindakan yang dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana atas ketidaksesuaian penggunaan tanah pada kawasan Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus yakni sosialisasi untuk ketidaksesuaian berupa perkebunan, pemberian sosialisasi dan SP untuk ketidaksesuaian berupa pariwisata. (3) Penggunaan tanah pada kawasan Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus berdasarkan perspektif nilai dasar hukum yakni penggunaan tanah harus dilakukan sesuai dengan aturan yang berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali, penggunaan tanah harus sesuai manfaat aslinya sebagai kawasan lindung sehingga mendatangkan manfaat untuk banyak orang dan sanksi yang tegas diperlukan dalam aturan penggunaan tanah pada kawasan Sempadan Sungai Gelis. Sesuai dengan teori nilai dasar hukum Gustav Radbruc

    KEMANDIRIAN BERWIRAUSAHA ALUMNI PROGRAM KECAKAPAN WIRAUSAHA DI PKBM HANDAYANI KENDAL

    No full text
    Rahmanto, Fajar. 2024. Kemandirian Berwirausaha Alumni Program Kecakapan Wirausaha di PKBM Handayani Kendal. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah, Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang, Dosen Pembimbing: Bagus Kisworo,M.Pd. Kata kunci : Kemandirian Berwirausaha, PKW, PKBM Handayani Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku kemandirian berwirausaha serta faktor pendukung dan penghambat kemandirian berwirausaha alumni program kecakapan wirausaha di PKBM Handayani Kendal. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukanya dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam teknik keabsahan data menggunakan metode serta triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa : 1) Perilaku berwirausaha alumni program Pendidikan Kecakapan Wirausaha di PKBM Handayani Kab Kendal berlandaskan motivasi dalam berwirausaha, kemampuan dalam berwirausaha, tanggung jawab, kemampuan d alam berpikir kritis; 2) Faktor pendukung: fasilitas berwirausaha, dukungan dari pemerintah, dan warga sekitar sangat mendukung proses berwirausaha alumni; 3) Faktor penghambat: kurangnya pengetahuan alumni dengan pembuatan kerupuk petis sehingga memakan waktu yang lama dalam proses belajar berwirausha mandir

    ANALISIS BENTUK PENYAJIAN DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TARI PAGEBLUG KARYA KANDANG SRAWUNG BIYUNG BIBI DI KABUPATEN KLATEN

    No full text
    Avianti, Devia Rosa. 2022. Analisis Bentuk Penyajian Dan Nilai Pendidikan Karakter Dalam Tari Pageblug Karya Kandang Srawung Biyung Bibi Di Kabupaten Klaten. Pembimbing Utama: Atip Nurharini, S.Pd., M.Pd., 99 halaman. Tarian adalah bentuk ekpresi jiwa manusia yang diuangkapkan dalam bentuk gerakan yang indah dan tertata secara rinci. Saat tarian sudah jadi bentuk penyajiannya juga harus menarik perhatian orang agar di lihat, di masa pandemi ini ada sekelompok penari yang anggotanya dari 11 wanita dewasa dan 3 laki laki di dalamnya. Rumusan masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimana bentuk penyajian dari tari Pagebug oleh Kandang Srawung Biyung Bibi; (2) bagaimana nilai Pendidikan Karakter yang terkandung dalam setiap gerakan tari Pageblug karya kendang srawung biyung bibi. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek penelitian ini yaitu latar belakang tari Pageblug, bentuk penyajian tari Pageblug, dan Nilai yang terkandung disetiap gerakan. Subjek penelitian yaitu, koreografer, penata tari, penata rias dan properti, serat penari. Tempat penelitian yaiti di kecamatan Cawas Kabupaten Klaten. Teknik analisis data dengan mereduksi dan menarik kesimpulan dari hasil yang didapatkan. Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) tarian Pageblug diciptakan sebagai hiburan semata dan bertepatan dengan adanya pandemi jadi bisa untuk pengingat dan hiburan dengan isi tari bagaimana pandemic berlangsung yang di ciptakan oleh sekelompok penari di kabupaten klaten yaitu Kandang Srawung Biyung Bibi. Bentuk penyajian tari Pageblug ini yaitu tema, gerak, iringan, pola lantai, kostum, tata rias, property; dan (2) nilai karakter yang terkandung dalam tari antara lain kerja keras, doa, taat protokol Kesehatan saat pandemik, dan menjutkan hidup dengan snjuran pemerintah. Simpulan penelitian ini yaitu tarian Pageblug oleh Kandang Srawung Biyung Bibi muncul di Kabupaten Klaten akibat adanya pandemic covid 19 yang menyerang dunia khususnya di Indonesia. Penyajian tari ini dengan anggota 11 wanita dan 4 pria, tema pandemi, gerakan yang di gunakan ada 5 kelompok yaitu Gunungan, Putri china, bedhayan, corona, dan kerakyatan. Mengandung nilai yang bisa diambil dari setiap gerakannya yaitu: keagamaan, kehidupan, keindahan, dan karakter. Kata Kunci: bentuk penyajian, tari Pageblug, Pendidikan, karakte

    GAMIFIKASI ALTERNATIF LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM UPAYA PENINGKATAN SELF REGULATED LEARNING PADA SISWA

    No full text
    Self-regulated learning, merupakan pengelolaan diri dalam belajar adalah suatu kegiatan belajar yang melibatkan aspek kognisi, motivasi, dan perilaku siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar. Pada setiap individu berbeda-beda. Akan tetapi hal itu dapat ditingkatkan melalui gamifikasi yang akan dibahas pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas tentang model penerapan gamifikasi dalam layanan bimbingan dan konseling serta mengetahui problematika penerapan gamifikasi dalam layanan bimbingan dan konseling. Penelitian menggunakan metode studi pustaka yaitu ringkasan tertulis dari berbagai artikel jurnal, buku, dan dokumen yang menggambarkan informasi dari suatu topik studi penelitian. Data literature diperoleh dari google shooler dengan kata kunci utama yaitu “gamifikasi” atau “gamification” dan “self-regulated learning” atau “regulasi diri dalam belajar” dari 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2020 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan gamifikasi dapat digunakan sebagai alternatif layanan dalam Bimbingan dan konseling untuk meningkatkan Self Regulated Learning yang dimodifikasi sebagai dalam layanan klasikal menggunakan sistem poin dan level

    ANALISIS AFIKSASI TUTURAN HONORIFIK BAHASA JEPANG DALAM GIM GENSHIN IMPACT

    No full text
    Alatas, Naufal. 2024. Analisis Afiksasi Tuturan Honorifik Bahasa Jepang Dalam Gim Genshin Impact. Skripsi. Prodi Pendidikan Bahasa Jepang. Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Pembimbing: Dr. Rina Supriatnaningsih, M.Pd. Kata Kunci:Afiksasi, Bahasa Jepang, Gim Genshin Impact, Tuturan Honorifik, Bahasa merupakan salah satu unsur budaya yang memiliki keunikan tersendiri salan satu contohnya adalah tuturan honorifik. Tuturan honorifik ini ada pada Bahasa Jepang. Pada Bahasa Jepang tuturan honorifik disebut dengan keigo. Tuturan honorifik Bahasa Jepang dapat dipelajari melalui buku atau di perkuliahan program studi Bahaasa Jepang, namun dengan kemajuan teknologi dan hadirnya produk digital seperti gim. Tuturan honorifik dapat ditemukan dan dipelajari melalui gim. Dari produk digital gim ditemukan banyak proses pembentukan tuturan honorifik terutama yang mengalami afiksasi prefiks dan sufiks. Penelitian ini dilakukan untuk mendeskripsikan afiksasi prefiks dan sufiks pada tuturan honorifik Bahasa Jepang pada gim, Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini adalah gim Genshin Impact yang terdapat pada Quest Story Kamisato Ayaka yang diterbitkan oleh Perusahaan Hoyoverse (2020). Teknik analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik pilah unsur penentu. Penelitian ini mengidentifikasi tuturan honorifik yang mengandung proses afiksasi, kemudian menjabarkan proses afiksasinya dan menganalisis penggunaan tuturan honorifik tersebut. Berdasarkan data yang telah dianalisis dari 74 data kutipan percakapan yang ditemukan, tuturan honorifik yang mengalami proses afiksasi prefiks o berjumlah 32 data, proses prefiks go berjumlah 4 data, dan proses afiksasi verba berpola prefiks o/go diikuti sufiks ni naru/nasaru/kudasaru 6 data, serta proses afiksasi verba berpola prefiks o/go diikuti sufiks itasu/suru/itadaku/moushi ageru 4 data. Selanjtunya tuturan honorifik yang mengalami proses afiksasi sufiks san 38 data, proses afiksasi sufiks sama 13 data. Proses afiksasi sufiks yang terjadi pada tuturan honorifik terjadi pada penambahan gelar setelah penyebutan nama. Fungsi afiks tersebut sebagai penanda honorifik

    PENGARUH PENERAPAN GAMIFIKASI TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X PADA ELEMEN KONSEP DASAR KELISTRIKAN DAN ELEKTRONIKA SMKN 7 SEMARANG

    No full text
    Sari, Nindi Mustika. 2024. Pengaruh Penerapana Gamifikasi terhadap Peningkatan Motivasi dan Minat Belajar Peserta Dididk Kelas X pada Elemen Konsep Dasar Kelistrikan dan Elektronika SMKN 7 Semarang. Program Studi Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing: Drs. Yohanes Primadiyono, M.T. Elemen konsep dasar kelistrikan dan elektronika merupakan salah satu mata pelajaran dasar yang wajib di ikuti bagi peserta didik kelas X program keahlian Teknik Elektronika. Terdapat kendala pada pembelajaran teori elemen konsep dasar kelistrikan dan elektronika yaitu rendahnya minat dan motivasi belajar peserta didik SMK dalam mengikuti kegiatan pembelajaran teori. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendekatan pembelajaran gamifikasi terhadap motivasi dan minat belajar peserta didik SMK kelas X Teknik Elektronika pada elemen konsep dasar kelistrikan dan elektronika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif menggunakan desain quasi eksperimen pre-respond post respond with non- equivalent. Penelitiaan ini memiliki sampel sebanyak 71 peserta didik yang dibagi menjadi kelas eksperimen sejumlah 36 peserta didik dan kelas kontrol sejumlah 35 peserta didik. Pengumpulan data menggunakan angket kemudian akan dianalisis menggunakan uji independen sample t-test dan analisis regresi linier sederhana dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji independen sampel t untuk variabel motivasi dan minat belajar menunjukkan nilai sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,005. Analisis koefisien determinan persamaan 1, nilai R2 = 0,474, atau 47,4%. Sedangkan analisis koefiesien determinan pada\ud persamaan 2 bernilai R2 = 0,615 atau 61,5%. Uji t (parsial) pada persamaan 1 didapatkan bahwa nilai nilai thitung = 5,533 > ttabel = 2,032. Sedangkan nilai uji t (parsial) yang telah dilakukan pada persamaan 2 diperoleh hasil nilai thitung = 7,373 > ttabel = 2,032. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa peningkatan motivasi belajar meskipun hanya sebesar 47,4% dan minat belajar 61,5% pada peserta didik kelas X Jurusan Teknik Elektronika SMKN 7 Semarang, akan tetapi hasil tersebut masuk ke dalam kategori tinggi. Pendekatan pembelajaran gamifikasi dapat dijadikan inovasi baru yang inovatif dalam dunia pendidikan vokasi. Selain itu, dapat memberikan kontribusi bagi bidang Pendidikan Teknik Elektronika, khususnya dalam pengembangan pendekatan pembelajaran berbasis gamifikasi yang dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik dalam pendidikan vokasi. Saran dari penelitian ini untuk meningkatan dan perbaikan untuk pendekatan pembelajaran gamifikasi, supaya lebih baik dalam meningkatkan motivasi dan minat belajar. Menggabungkan pendekata pembelajarn gamifikasi dengan model pembelajaran yang sudah ada seperti game-based learning atau membuat dan menerapkan game pembelajaran pada elemen konsep dasar kelistrikan dan elektronika dapat dilakukan, supaya dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik secara maksimal. Kata Kunci: Gamifikasi, Motivasi Belajar, Minat Belajar, Kelistrikan dan Elektronika, Quasi-Eksperime

    IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN MODEL PROBLEM SOLVING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA ELEMEN STATIKA BANGUNAN DI SMK NEGERI 7 SEMARANG

    No full text
    Fitriani, Ari. 2024. Implementasi Strategi Pembelajaran Discovery Learning Dengan Model Problem Solving Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pada Elemen Statika Bangunan di SMK Negeri 7 Semarang. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Bangunan. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang. Dosen Pembimbing Retno Mayasari, S.Pd., M.Pd. Latar belakang pada penelitian ini adalah hasil belajar beberapa peserta didik kelas X KPBS SMK Negeri 7 Semarang yang belum optimal pada elemen statika bangunan saat pembelajaran menerapkan metode ceramah, dapat dilihat dari data nilai peserta didik kelas X KPBS 1 dan 2 yang masih belum optimal berada pada grade B dengan nilai rata-rata 84,17 untuk kelas X KPBS 1 dan 83,66 untuk kelas X KPBS 2. Sehingga model problem solving dipilih karena belum pernah diterapkan sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan pembelajaran dengan strategi pembelajaran discovery learning model problem solving dan mendeskripsikan hasil belajar peserta didik setelah menerapkan strategi tersebut di kelas X KPBS SMK Negeri 7 Semarang. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis penelitian eksperimen metode Quasi Experimental Design. Sampel pada penelitian ini adalah kelas X KPBS 1 sebagai kelas kontrol dan X KPBS 2 sebagai kelas eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan dokumentasi. Pengujian hipotesis menggunakan uji Mann Whitney – U berbantu IBM SPSS versi 25. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan kesimpulan bahwa terdapat pengaruh atau peningkatan hasil belajar peserta didik dengan implementasi strategi pembelajaran discovery learning dengan model problem solving. Hal tersebut didasarkan pada hasil uji Mann Whitney – U terhadap nilai pre – test dan post – test kelas eksperimen. Pada hasil belajar kelas eksperimen, kenaikan hasil belajar yang diraih adalah sebesar 21,72 dengan rata-rata nilai pre – test sebesar 71,71 dan post – test sebesar 93,43. Sementara itu, kenaikan hasil belajar pada kelas kontrol sebesar 13,57 dengan rata-rata nilai pre – test sebesar 62,86 dan post – test sebesar 76,43. Uji tersebut menghasilkan nilai Asymp.Sig (2- tailed) sebesar 0,000 yang dapat berarti < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa hipotesis diterima. Yang berarti, terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik pada elemen pelajaran statika bangunan dengan penerapan strategi pembelajaran discovery learning model problem solving. Kata Kunci : Strategi Discovery Learning, Model Problem Solving, Hasil Belaja

    PERPUSTAKAAN DIGITAL DI KABUPATEN TEGAL DENGAN PENDEKATAN SMART BUILDING

    No full text
    “Perpustakaan Digital Di Kabupaten Tegal Dengan Pendekatan Smart Building” Oleh: Gilang Amiruz Zaman Dosen Pembimbing: Moch. Fathoni Setiawan, S.T., M.T. Prodi S1 Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang Dengan perkembangan teknologi modern, perpustakaan tidak hanya menyimpan buku, tetapi juga menyediakan literatur digital dan kesempatan untuk menyebarkan informasi dalam bentuk tertulis, lisan dan visual, yang juga dapat digunakan masyarakat sebagai sarana pendidikan dan rekreasi. Menurut Universitas Central Connecticut pada tahun 2016, Indonesia menduduki peringkat ke-60 dari 61 negara dalam hal tingkat literasi terendah. Data ini menunjukkan bahwa minat baca di Indonesia jauh lebih rendah daripada di negara tetangga. Dengan kondisi perpustakaan daerah Kabupaten Tegal saat ini tempatnya yang kecil dan koleksi buku yang terbatas mengakibatkan sedikitnya jumlah pengunjung yang datang, minat untuk datang dan minat untuk membaca sudah sangat berkurang, perencanaan bangunan perpustakaan digital ini menghadirkan solusi bagi pemerintah daerah untuk adanya perpustakaan dengan fasilitas berteknologi maju serta tampak yang menarik, sehingga dapat menarik masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan sekaligus dapat meningkatkan minat baca masyarakat. Untuk mewujudkan perpustakaan berbasis digital, pendekatan smart building ini memanfaatkan kemajuan teknologi, baik dalam proses peracangan maupun dalam sistem yang digunakan untuk menjalankan perpustakaan. Tujuan dari Perpustakaan Digital ini adalah untuk mewujudkan suatu desain yang dapat menjadi daya tarik masyarakat sekitar sehingga dapat menaikan minat baca masyarakat dan wadah bagi masyarakat yang ingin membaca, mencari informasi dan menambah pengetahuan. Kata Kunci : Perpustakaan Digital, Smart Building, Teknologi Moder

    PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI MEMAHAMI FUNGSI DAN KELENGKAPAN GAMBAR TEKNIK

    No full text
    Ronald Dwi Okta Nugraha, 2024. Pembelajaran menggunakan Multimedia Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Kompetensi Memahami Fungsi Dan Kelengkapan Gambar Teknik. Pembimbing Prof. Dr. Muhammad Khumaedi M.Pd. Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peningkatan hasil belajar siswa yang menggunakan media multimedia berbasis powerpoint dan yang menggunakan media buku ajar. Penelitian ini menggunakan metode true eksperimental dengan menggunakan pretest-posttest control group yang terdiri dari kelompok eksperimen yang terdiri dari kelompok eksperimen 28 siswa TKR- A dan kelas kontrol 28 siswa TKR-B. penentuan sampel sampel menggunakan proporsional random sampling dengan cara diundi. Teknik pengumpulan data mencakup observasi, wawancara, angket serta tes. Analisis data meliputi adanya peningkatan hasil belajar. Analisis data membuktikan adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar. Peneliti menggunakan analisis uji T 2 pihak untuk menguji hasil pretest, sedangkan untuk analisis pada posttest adalah menggunakan analisis uji t pihak kanan. Pada analisis data menggunakan Statistical Produk and Service Solitions SPSS, hasil posttest nilai Sig. (2-Tailed) 0.000 t tabel (2.048). Jadi dapat disimpulkan jika ada peningkatan hasil belajar siswa antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, dimana siswa yang menggunakan media multimedia berbasis powerpoint mengalami peningkatan hasil belajar 40%, sedangkan siswa yang menggunakan buku ajar hanya mengalami peningkatan 24.33%, hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam memahami fungsi dan kelengkapan gambar teknik pada kelas eksperimen yang diajar dengan pembelajaran menggunakan mulrimedia lebih tinggi dari pada siswa kelas kontrol. Kata Kunci : Pembelajaran, Media pembelajaran multimedia, Hasil belajar, Fungsi dan kelengkapan gambar teknik

    PRARANCANGAN REAKTOR ALIR PIPA PADA PABRIK FENOL DENGAN KATALIS ASAM SULFAT MENGGUNAKAN PROSES DEKOMPOSISI KUMENA HIDROPEROKSIDA KAPASITAS 30.000 TON/TAHUN

    No full text
    Pundiana, Elza. 2024. “Prarancangan Reaktor Alir Pipa Pada Pabrik Fenol Dengan Katalis Asam Sulfat Menggunakan Proses Dekomposisi Kumena Hidroperoksida Kapasitas 30.000 Ton/Tahun”, Program Studi S1, Jurusan Teknik Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Semarang. Penelitian ini bertujuan untuk merancang reaktor alir pipa sebagai bagian dari proses produksi fenol dari kumena hidroperoksida menggunakan katalis asam sulfat dengan kapasitas produksi 30.000 ton per tahun. Studi ini berfokus pada perancangan kondisi operasi dan spesifikasi teknis reaktor alir pipa yang optimal. Rancangan meliputi tiga reaktor yang dioperasikan secara seri, masing-masing dengan parameter operasi yang berbeda: reaktor pertama beroperasi pada suhu 56°C dengan konversi 60%, reaktor kedua pada suhu 60°C dengan konversi 50%, dan reaktor ketiga pada suhu 54°C dengan konversi 30%. Spesifikasi reaktor meliputi volume tangki, panjang, diameter, tekanan desain, dan ketebalan dinding, dengan material konstruksi berupa Stainless Steel SA 203 Grade B berbentuk tangki silinder horizontal. Hasil desain menunjukkan bahwa reaktor alir pipa ini memiliki potensi untuk meningkatkan nilai tambah produk fenol sekaligus mengurangi ketergantungan impor fenol di Indonesia. Kata Kunci: Asam Sulfat, Kumena hidroperoksida, Fenol, Konvers

    0

    full texts

    0

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇