Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
PENGGUNAAN TANAH PADA KAWASAN SEMPADAN SUNGAI GELIS KABUPATEN KUDUS BERDASARKAN PERSPEKTIF NILAI DASAR HUKUM
Penggunaan Tanah Pada Kawasan Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus
Berdasarkan Perspektif Nilai Dasar Hukum. Graita Alfalaq Badnah.
[email protected]. Suhadi. [email protected]. Rini Fidiyani.
[email protected].
Kata Kunci: Penggunaan Tanah, Kawasan Sempadan Sungai, Nilai Dasar
Hukum
Kebutuhan manusia yang jumlahnya terbatas salah satunya adalah tanah.
Dalam hidup manusia membutuhkan tanah untuk membangun tempat tinggal,
tempat melangsungkan kegiatan ekonomi, ibadah, dan kegiatan lainnya. Namun,
tingginya kebutuhan tanah disisi lain menyebabkan masyarakat cenderung
menggunakan tanah pada kawasan yang tidak semestinya, seperti kawasan
Sempadan Sungai Gelis di Kabupaten Kudus. Tujuan penelitian ini yakni (1)
mengidentifikasi dan menganalisis faktor penyebab ketidaksesuaian penggunaan
tanah pada kawasan Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus; (2)
mengidentifikasi dan menganalisis tindakan Balai Besar Wilayah Sungai Pemali
Juana atas ketidaksesuaian penggunaan tanah pada kawasan Sempadan Sungai
Gelis Kabupaten Kudus; (3) menganalisis dan menjelaskan penggunaan tanah
pada kawasan Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus berdasarkan perspektif
nilai dasar hukum.
Penelitian ini menggunakan jenis penelitian yuridis empiris dengan
pendekatan kualitatif. Sumber data primer, sekunder, dan tersier dengan teknik
pengambilan data melalui observasi, wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka.
Menggunakan validitas data berupa triangulasi dan teknis analisis data
menggunakan analisis data kualitatif.
Hasil penelitian (1) Faktor penyebab ketidaksesuaian penggunaan tanah pada
kawasan Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus ada 4 yakni faktor ekonomi,
faktor sosial, faktor budaya, faktor politik. Belum berhasilnya peraturan
penggunaan tanah pada kawasan sempadan sungai dipengaruhi oleh unsur budaya
hukum dalam teori sistem hukum Lawrence M Friedman. (2) Tindakan yang
dilakukan oleh Balai Besar Wilayah Sungai Pemali Juana atas ketidaksesuaian
penggunaan tanah pada kawasan Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus yakni
sosialisasi untuk ketidaksesuaian berupa perkebunan, pemberian sosialisasi dan
SP untuk ketidaksesuaian berupa pariwisata. (3) Penggunaan tanah pada kawasan
Sempadan Sungai Gelis Kabupaten Kudus berdasarkan perspektif nilai dasar
hukum yakni penggunaan tanah harus dilakukan sesuai dengan aturan yang
berlaku untuk semua orang tanpa terkecuali, penggunaan tanah harus sesuai
manfaat aslinya sebagai kawasan lindung sehingga mendatangkan manfaat untuk
banyak orang dan sanksi yang tegas diperlukan dalam aturan penggunaan tanah
pada kawasan Sempadan Sungai Gelis. Sesuai dengan teori nilai dasar hukum
Gustav Radbruc
KEMANDIRIAN BERWIRAUSAHA ALUMNI PROGRAM KECAKAPAN WIRAUSAHA DI PKBM HANDAYANI KENDAL
Rahmanto, Fajar. 2024. Kemandirian Berwirausaha Alumni
Program Kecakapan Wirausaha di PKBM Handayani
Kendal. Skripsi. Jurusan Pendidikan Luar Sekolah,
Fakultas Ilmu Pendidikan, Universitas Negeri Semarang,
Dosen Pembimbing: Bagus Kisworo,M.Pd.
Kata kunci : Kemandirian Berwirausaha, PKW, PKBM Handayani
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan perilaku kemandirian
berwirausaha serta faktor pendukung dan penghambat kemandirian berwirausaha
alumni program kecakapan wirausaha di PKBM Handayani Kendal. Penelitian ini
menggunakan metode deskriptif kualitatif. Teknik pengumpulan data dilakukanya
dengan cara observasi, wawancara, dan dokumentasi. Dalam teknik keabsahan data
menggunakan metode serta triangulasi sumber. Hasil penelitian ini menunjukan
bahwa : 1) Perilaku berwirausaha alumni program Pendidikan Kecakapan
Wirausaha di PKBM Handayani Kab Kendal berlandaskan motivasi dalam
berwirausaha, kemampuan dalam berwirausaha, tanggung jawab, kemampuan d
alam berpikir kritis; 2) Faktor pendukung: fasilitas berwirausaha, dukungan dari
pemerintah, dan warga sekitar sangat mendukung proses berwirausaha alumni; 3)
Faktor penghambat: kurangnya pengetahuan alumni dengan pembuatan kerupuk
petis sehingga memakan waktu yang lama dalam proses belajar berwirausha
mandir
ANALISIS BENTUK PENYAJIAN DAN NILAI PENDIDIKAN KARAKTER DALAM TARI PAGEBLUG KARYA KANDANG SRAWUNG BIYUNG BIBI DI KABUPATEN KLATEN
Avianti, Devia Rosa. 2022. Analisis Bentuk Penyajian Dan Nilai Pendidikan Karakter
Dalam Tari Pageblug Karya Kandang Srawung Biyung Bibi Di Kabupaten
Klaten. Pembimbing Utama: Atip Nurharini, S.Pd., M.Pd., 99 halaman.
Tarian adalah bentuk ekpresi jiwa manusia yang diuangkapkan dalam bentuk
gerakan yang indah dan tertata secara rinci. Saat tarian sudah jadi bentuk penyajiannya
juga harus menarik perhatian orang agar di lihat, di masa pandemi ini ada sekelompok
penari yang anggotanya dari 11 wanita dewasa dan 3 laki laki di dalamnya. Rumusan
masalah dalam penelitian ini yaitu: (1) bagaimana bentuk penyajian dari tari Pagebug
oleh Kandang Srawung Biyung Bibi; (2) bagaimana nilai Pendidikan Karakter yang
terkandung dalam setiap gerakan tari Pageblug karya kendang srawung biyung bibi.
Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif. Teknik pengumpulan data dalam
penelitian menggunakan observasi, wawancara, dan dokumentasi. Objek penelitian ini
yaitu latar belakang tari Pageblug, bentuk penyajian tari Pageblug, dan Nilai yang
terkandung disetiap gerakan. Subjek penelitian yaitu, koreografer, penata tari, penata
rias dan properti, serat penari. Tempat penelitian yaiti di kecamatan Cawas Kabupaten
Klaten. Teknik analisis data dengan mereduksi dan menarik kesimpulan dari hasil yang
didapatkan.
Hasil penelitian menunjukan bahwa: (1) tarian Pageblug diciptakan sebagai
hiburan semata dan bertepatan dengan adanya pandemi jadi bisa untuk pengingat dan
hiburan dengan isi tari bagaimana pandemic berlangsung yang di ciptakan oleh
sekelompok penari di kabupaten klaten yaitu Kandang Srawung Biyung Bibi. Bentuk
penyajian tari Pageblug ini yaitu tema, gerak, iringan, pola lantai, kostum, tata rias,
property; dan (2) nilai karakter yang terkandung dalam tari antara lain kerja keras, doa,
taat protokol Kesehatan saat pandemik, dan menjutkan hidup dengan snjuran
pemerintah.
Simpulan penelitian ini yaitu tarian Pageblug oleh Kandang Srawung Biyung
Bibi muncul di Kabupaten Klaten akibat adanya pandemic covid 19 yang menyerang
dunia khususnya di Indonesia. Penyajian tari ini dengan anggota 11 wanita dan 4 pria,
tema pandemi, gerakan yang di gunakan ada 5 kelompok yaitu Gunungan, Putri china,
bedhayan, corona, dan kerakyatan. Mengandung nilai yang bisa diambil dari setiap
gerakannya yaitu: keagamaan, kehidupan, keindahan, dan karakter.
Kata Kunci: bentuk penyajian, tari Pageblug, Pendidikan, karakte
GAMIFIKASI ALTERNATIF LAYANAN BIMBINGAN DAN KONSELING DALAM UPAYA PENINGKATAN SELF REGULATED LEARNING PADA SISWA
Self-regulated learning, merupakan pengelolaan diri dalam belajar adalah suatu kegiatan belajar yang melibatkan aspek kognisi, motivasi, dan perilaku siswa dalam melaksanakan kegiatan belajar. Pada setiap individu berbeda-beda. Akan tetapi hal itu dapat ditingkatkan melalui gamifikasi yang akan dibahas pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan untuk mengulas tentang model penerapan gamifikasi dalam layanan bimbingan dan konseling serta mengetahui problematika penerapan gamifikasi dalam layanan bimbingan dan konseling. Penelitian menggunakan metode studi pustaka yaitu ringkasan tertulis dari berbagai artikel jurnal, buku, dan dokumen yang menggambarkan informasi dari suatu topik studi penelitian. Data literature diperoleh dari google shooler dengan kata kunci utama yaitu “gamifikasi” atau “gamification” dan “self-regulated learning” atau “regulasi diri dalam belajar” dari 5 tahun terakhir yaitu dari tahun 2020 hingga 2024. Hasil penelitian menunjukkan gamifikasi dapat digunakan sebagai alternatif layanan dalam Bimbingan dan konseling untuk meningkatkan Self Regulated Learning yang dimodifikasi sebagai dalam layanan klasikal menggunakan sistem poin dan level
ANALISIS AFIKSASI TUTURAN HONORIFIK BAHASA JEPANG DALAM GIM GENSHIN IMPACT
Alatas, Naufal. 2024. Analisis Afiksasi Tuturan Honorifik Bahasa Jepang Dalam
Gim Genshin Impact. Skripsi. Prodi Pendidikan Bahasa Jepang. Fakultas
Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang, Pembimbing: Dr. Rina
Supriatnaningsih, M.Pd.
Kata Kunci:Afiksasi, Bahasa Jepang, Gim Genshin Impact, Tuturan Honorifik,
Bahasa merupakan salah satu unsur budaya yang memiliki keunikan tersendiri
salan satu contohnya adalah tuturan honorifik. Tuturan honorifik ini ada pada
Bahasa Jepang. Pada Bahasa Jepang tuturan honorifik disebut dengan keigo.
Tuturan honorifik Bahasa Jepang dapat dipelajari melalui buku atau di perkuliahan
program studi Bahaasa Jepang, namun dengan kemajuan teknologi dan hadirnya
produk digital seperti gim. Tuturan honorifik dapat ditemukan dan dipelajari
melalui gim. Dari produk digital gim ditemukan banyak proses pembentukan
tuturan honorifik terutama yang mengalami afiksasi prefiks dan sufiks. Penelitian
ini dilakukan untuk mendeskripsikan afiksasi prefiks dan sufiks pada tuturan
honorifik Bahasa Jepang pada gim,
Jenis penelitian ini adalah deskriptif kualitatif. Sumber data penelitian ini
adalah gim Genshin Impact yang terdapat pada Quest Story Kamisato Ayaka yang
diterbitkan oleh Perusahaan Hoyoverse (2020). Teknik analisis yang digunakan
dalam penelitian ini adalah teknik pilah unsur penentu. Penelitian ini
mengidentifikasi tuturan honorifik yang mengandung proses afiksasi, kemudian
menjabarkan proses afiksasinya dan menganalisis penggunaan tuturan honorifik
tersebut.
Berdasarkan data yang telah dianalisis dari 74 data kutipan percakapan yang
ditemukan, tuturan honorifik yang mengalami proses afiksasi prefiks o berjumlah
32 data, proses prefiks go berjumlah 4 data, dan proses afiksasi verba berpola
prefiks o/go diikuti sufiks ni naru/nasaru/kudasaru 6 data, serta proses afiksasi
verba berpola prefiks o/go diikuti sufiks itasu/suru/itadaku/moushi ageru 4 data.
Selanjtunya tuturan honorifik yang mengalami proses afiksasi sufiks san 38 data,
proses afiksasi sufiks sama 13 data. Proses afiksasi sufiks yang terjadi pada tuturan
honorifik terjadi pada penambahan gelar setelah penyebutan nama. Fungsi afiks
tersebut sebagai penanda honorifik
PENGARUH PENERAPAN GAMIFIKASI TERHADAP PENINGKATAN MOTIVASI DAN MINAT BELAJAR PESERTA DIDIK KELAS X PADA ELEMEN KONSEP DASAR KELISTRIKAN DAN ELEKTRONIKA SMKN 7 SEMARANG
Sari, Nindi Mustika. 2024. Pengaruh Penerapana Gamifikasi terhadap
Peningkatan Motivasi dan Minat Belajar Peserta Dididk Kelas X pada Elemen
Konsep Dasar Kelistrikan dan Elektronika SMKN 7 Semarang. Program Studi
Pendidikan Teknik Elektro Jurusan Teknik Elektro, Universitas Negeri Semarang.
Dosen Pembimbing: Drs. Yohanes Primadiyono, M.T.
Elemen konsep dasar kelistrikan dan elektronika merupakan salah satu mata
pelajaran dasar yang wajib di ikuti bagi peserta didik kelas X program keahlian
Teknik Elektronika. Terdapat kendala pada pembelajaran teori elemen konsep dasar
kelistrikan dan elektronika yaitu rendahnya minat dan motivasi belajar peserta didik
SMK dalam mengikuti kegiatan pembelajaran teori. Penelitian ini bertujuan untuk
menganalisis pengaruh pendekatan pembelajaran gamifikasi terhadap motivasi dan
minat belajar peserta didik SMK kelas X Teknik Elektronika pada elemen konsep
dasar kelistrikan dan elektronika. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif
menggunakan desain quasi eksperimen pre-respond post respond with non-
equivalent. Penelitiaan ini memiliki sampel sebanyak 71 peserta didik yang dibagi
menjadi kelas eksperimen sejumlah 36 peserta didik dan kelas kontrol sejumlah 35
peserta didik. Pengumpulan data menggunakan angket kemudian akan dianalisis
menggunakan uji independen sample t-test dan analisis regresi linier sederhana
dengan bantuan software SPSS. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hasil uji
independen sampel t untuk variabel motivasi dan minat belajar menunjukkan nilai
sig. (2-tailed) sebesar 0,000 < 0,005. Analisis koefisien determinan persamaan 1,
nilai R2 = 0,474, atau 47,4%. Sedangkan analisis koefiesien determinan pada\ud
persamaan 2 bernilai R2 = 0,615 atau 61,5%. Uji t (parsial) pada persamaan 1
didapatkan bahwa nilai nilai thitung = 5,533 > ttabel = 2,032. Sedangkan nilai uji t
(parsial) yang telah dilakukan pada persamaan 2 diperoleh hasil nilai thitung =
7,373 > ttabel = 2,032. Berdasarkan hasil penelitian dapat dilihat bahwa
peningkatan motivasi belajar meskipun hanya sebesar 47,4% dan minat belajar
61,5% pada peserta didik kelas X Jurusan Teknik Elektronika SMKN 7 Semarang,
akan tetapi hasil tersebut masuk ke dalam kategori tinggi. Pendekatan pembelajaran
gamifikasi dapat dijadikan inovasi baru yang inovatif dalam dunia pendidikan
vokasi. Selain itu, dapat memberikan kontribusi bagi bidang Pendidikan Teknik
Elektronika, khususnya dalam pengembangan pendekatan pembelajaran berbasis
gamifikasi yang dapat meningkatkan motivasi dan minat belajar peserta didik
dalam pendidikan vokasi. Saran dari penelitian ini untuk meningkatan dan
perbaikan untuk pendekatan pembelajaran gamifikasi, supaya lebih baik dalam
meningkatkan motivasi dan minat belajar. Menggabungkan pendekata pembelajarn
gamifikasi dengan model pembelajaran yang sudah ada seperti game-based
learning atau membuat dan menerapkan game pembelajaran pada elemen konsep
dasar kelistrikan dan elektronika dapat dilakukan, supaya dapat meningkatkan
motivasi dan minat belajar peserta didik secara maksimal.
Kata Kunci: Gamifikasi, Motivasi Belajar, Minat Belajar, Kelistrikan dan
Elektronika, Quasi-Eksperime
IMPLEMENTASI STRATEGI PEMBELAJARAN DISCOVERY LEARNING DENGAN MODEL PROBLEM SOLVING DALAM MENINGKATKAN HASIL BELAJAR PADA ELEMEN STATIKA BANGUNAN DI SMK NEGERI 7 SEMARANG
Fitriani, Ari. 2024. Implementasi Strategi Pembelajaran Discovery Learning
Dengan Model Problem Solving Dalam Meningkatkan Hasil Belajar Pada Elemen
Statika Bangunan di SMK Negeri 7 Semarang. Skripsi. Program Studi Pendidikan
Teknik Bangunan. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang. Dosen
Pembimbing Retno Mayasari, S.Pd., M.Pd.
Latar belakang pada penelitian ini adalah hasil belajar beberapa peserta
didik kelas X KPBS SMK Negeri 7 Semarang yang belum optimal pada elemen
statika bangunan saat pembelajaran menerapkan metode ceramah, dapat dilihat dari
data nilai peserta didik kelas X KPBS 1 dan 2 yang masih belum optimal berada
pada grade B dengan nilai rata-rata 84,17 untuk kelas X KPBS 1 dan 83,66 untuk
kelas X KPBS 2. Sehingga model problem solving dipilih karena belum pernah
diterapkan sebelumnya. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui pelaksanaan
pembelajaran dengan strategi pembelajaran discovery learning model problem
solving dan mendeskripsikan hasil belajar peserta didik setelah menerapkan strategi
tersebut di kelas X KPBS SMK Negeri 7 Semarang.
Penelitian ini menggunakan metode penelitian kuantitatif dengan jenis
penelitian eksperimen metode Quasi Experimental Design. Sampel pada penelitian
ini adalah kelas X KPBS 1 sebagai kelas kontrol dan X KPBS 2 sebagai kelas
eksperimen. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, tes, dan
dokumentasi. Pengujian hipotesis menggunakan uji Mann Whitney – U berbantu
IBM SPSS versi 25.
Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilaksanakan didapatkan
kesimpulan bahwa terdapat pengaruh atau peningkatan hasil belajar peserta didik
dengan implementasi strategi pembelajaran discovery learning dengan model
problem solving. Hal tersebut didasarkan pada hasil uji Mann Whitney – U terhadap
nilai pre – test dan post – test kelas eksperimen. Pada hasil belajar kelas eksperimen,
kenaikan hasil belajar yang diraih adalah sebesar 21,72 dengan rata-rata nilai pre –
test sebesar 71,71 dan post – test sebesar 93,43. Sementara itu, kenaikan hasil
belajar pada kelas kontrol sebesar 13,57 dengan rata-rata nilai pre – test sebesar
62,86 dan post – test sebesar 76,43. Uji tersebut menghasilkan nilai Asymp.Sig (2-
tailed) sebesar 0,000 yang dapat berarti < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa
hipotesis diterima. Yang berarti, terjadi peningkatan hasil belajar peserta didik pada
elemen pelajaran statika bangunan dengan penerapan strategi pembelajaran
discovery learning model problem solving.
Kata Kunci : Strategi Discovery Learning, Model Problem Solving, Hasil Belaja
PERPUSTAKAAN DIGITAL DI KABUPATEN TEGAL DENGAN PENDEKATAN SMART BUILDING
“Perpustakaan Digital Di Kabupaten Tegal Dengan Pendekatan Smart Building”
Oleh:
Gilang Amiruz Zaman
Dosen Pembimbing:
Moch. Fathoni Setiawan, S.T., M.T.
Prodi S1 Teknik Arsitektur, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang
Dengan perkembangan teknologi modern, perpustakaan tidak hanya menyimpan buku, tetapi juga
menyediakan literatur digital dan kesempatan untuk menyebarkan informasi dalam bentuk tertulis,
lisan dan visual, yang juga dapat digunakan masyarakat sebagai sarana pendidikan dan rekreasi.
Menurut Universitas Central Connecticut pada tahun 2016, Indonesia menduduki peringkat ke-60
dari 61 negara dalam hal tingkat literasi terendah. Data ini menunjukkan bahwa minat baca di
Indonesia jauh lebih rendah daripada di negara tetangga. Dengan kondisi perpustakaan daerah
Kabupaten Tegal saat ini tempatnya yang kecil dan koleksi buku yang terbatas mengakibatkan
sedikitnya jumlah pengunjung yang datang, minat untuk datang dan minat untuk membaca sudah
sangat berkurang, perencanaan bangunan perpustakaan digital ini menghadirkan solusi bagi
pemerintah daerah untuk adanya perpustakaan dengan fasilitas berteknologi maju serta tampak yang
menarik, sehingga dapat menarik masyarakat untuk mengunjungi perpustakaan sekaligus dapat
meningkatkan minat baca masyarakat. Untuk mewujudkan perpustakaan berbasis digital, pendekatan
smart building ini memanfaatkan kemajuan teknologi, baik dalam proses peracangan maupun dalam
sistem yang digunakan untuk menjalankan perpustakaan. Tujuan dari Perpustakaan Digital ini adalah
untuk mewujudkan suatu desain yang dapat menjadi daya tarik masyarakat sekitar sehingga dapat
menaikan minat baca masyarakat dan wadah bagi masyarakat yang ingin membaca, mencari
informasi dan menambah pengetahuan.
Kata Kunci : Perpustakaan Digital, Smart Building, Teknologi Moder
PEMBELAJARAN MENGGUNAKAN MULTIMEDIA UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA PADA KOMPETENSI MEMAHAMI FUNGSI DAN KELENGKAPAN GAMBAR TEKNIK
Ronald Dwi Okta Nugraha, 2024. Pembelajaran menggunakan Multimedia Untuk
Meningkatkan Hasil Belajar Siswa Pada Kompetensi Memahami Fungsi Dan
Kelengkapan Gambar Teknik.
Pembimbing Prof. Dr. Muhammad Khumaedi M.Pd.
Tujuan penelitian ini adalah untuk menguji peningkatan hasil belajar
siswa yang menggunakan media multimedia berbasis powerpoint dan yang
menggunakan media buku ajar. Penelitian ini menggunakan metode true
eksperimental dengan menggunakan pretest-posttest control group yang terdiri
dari kelompok eksperimen yang terdiri dari kelompok eksperimen 28 siswa TKR-
A dan kelas kontrol 28 siswa TKR-B. penentuan sampel sampel menggunakan
proporsional random sampling dengan cara diundi. Teknik pengumpulan data
mencakup observasi, wawancara, angket serta tes.
Analisis data meliputi adanya peningkatan hasil belajar. Analisis data
membuktikan adanya perbedaan yang signifikan hasil belajar. Peneliti
menggunakan analisis uji T 2 pihak untuk menguji hasil pretest, sedangkan untuk
analisis pada posttest adalah menggunakan analisis uji t pihak kanan.
Pada analisis data menggunakan Statistical Produk and Service Solitions
SPSS, hasil posttest nilai Sig. (2-Tailed) 0.000 t
tabel (2.048). Jadi dapat disimpulkan jika ada peningkatan hasil belajar siswa
antara kelas kontrol dan kelas eksperimen, dimana siswa yang menggunakan
media multimedia berbasis powerpoint mengalami peningkatan hasil belajar 40%,
sedangkan siswa yang menggunakan buku ajar hanya mengalami peningkatan
24.33%, hal ini menunjukkan bahwa hasil belajar siswa dalam memahami fungsi
dan kelengkapan gambar teknik pada kelas eksperimen yang diajar dengan
pembelajaran menggunakan mulrimedia lebih tinggi dari pada siswa kelas kontrol.
Kata Kunci : Pembelajaran, Media pembelajaran multimedia, Hasil belajar,
Fungsi dan kelengkapan gambar teknik
PRARANCANGAN REAKTOR ALIR PIPA PADA PABRIK FENOL DENGAN KATALIS ASAM SULFAT MENGGUNAKAN PROSES DEKOMPOSISI KUMENA HIDROPEROKSIDA KAPASITAS 30.000 TON/TAHUN
Pundiana, Elza. 2024. “Prarancangan Reaktor Alir Pipa Pada Pabrik Fenol
Dengan Katalis Asam Sulfat Menggunakan Proses Dekomposisi Kumena
Hidroperoksida Kapasitas 30.000 Ton/Tahun”, Program Studi S1, Jurusan Teknik
Kimia, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semarang, Semarang.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang reaktor alir pipa sebagai bagian dari
proses produksi fenol dari kumena hidroperoksida menggunakan katalis asam
sulfat dengan kapasitas produksi 30.000 ton per tahun. Studi ini berfokus pada
perancangan kondisi operasi dan spesifikasi teknis reaktor alir pipa yang optimal.
Rancangan meliputi tiga reaktor yang dioperasikan secara seri, masing-masing
dengan parameter operasi yang berbeda: reaktor pertama beroperasi pada suhu
56°C dengan konversi 60%, reaktor kedua pada suhu 60°C dengan konversi 50%,
dan reaktor ketiga pada suhu 54°C dengan konversi 30%. Spesifikasi reaktor
meliputi volume tangki, panjang, diameter, tekanan desain, dan ketebalan dinding,
dengan material konstruksi berupa Stainless Steel SA 203 Grade B berbentuk
tangki silinder horizontal. Hasil desain menunjukkan bahwa reaktor alir pipa ini
memiliki potensi untuk meningkatkan nilai tambah produk fenol sekaligus
mengurangi ketergantungan impor fenol di Indonesia.
Kata Kunci: Asam Sulfat, Kumena hidroperoksida, Fenol, Konvers