Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
64027 research outputs found
Sort by
KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA MODEL PROBLEM BASED LEARNING DENGAN ASESMEN DINAMIS BERPENDEKATAN PEMBELAJARAN BERDIFERENSIASI
Azka, Maulida Zammalatul. 2024. “Kemampuan Berpikir Kritis Matematis ditinjau
dari Kemandirian Belajar Siswa pada Model Problem Based Learning dengan
Asesmen Dinamis Berpendekatan Pembelajaran Berdiferensiasi”.Tesis.
Program Studi Magister Pendidikan Matematika. Fakultas Matematika dan
Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dr.
Masrukan, M.Si., Pembimbing II Dr. Tri Sri Noor Asih, M.Si.
Kata Kunci: Berpikir Kritis, Kemandirian Belajar, PBL, Asesmen Dinamis,
Diferensiasi
Berpikir kritis merupakan salah satu keterampilan berpikir tingkat tinggi yang
sangat penting dimiliki oleh siswa. Namun faktanya tingkat kemampuan berpikir
kritis siswa kurang optimal sehingga diperlukan suatu pembelajaran yang
berkualitas. Tujuan penelitian ini adalah menguji kualitas pembelajaran model
Problem Based Learning dengan asesmen dinamis berpendekatan pembelajaran
berdiferensiasi terhadap kemampuan berpikir kritis siswa; menguji pengaruh
kemandirian belajar siswa terhadap kemampuan berpikir kritis; dan
mendeskripsikan kemampuan berpikir kritis ditinjau dari kemandirian belajar
siswa. Penelitian ini menggunakan metode campuran tipe sequential explanatory.
Pendekatan pembelajaran berdiferensiasi yang diterapkan dalam penelitian ini
adalah aspek proses pembelajaran. Hasil penelitian menunjukkan pembelajaran
model problem based learning dengan asesmen dinamis berpendekatan
pembelajaran berdiferensiasi berkualitas terhadap kemampuan berpikir kritis siswa
yang ditandai dengan (1) hasil validasi perangkat pembelajaran kategori baik; (2)
hasil pengamatan pembelajaran kategori baik; (3) pembelajaran efektif, yaitu a)
rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa kelompok eksperimen mencapai KKTP;
b) proporsi ketuntasan kemampuan berpikir kritis siswa kelompok eksperimen
mencapai ketuntasan sebesar 75%; c) rata-rata kemampuan berpikir kritis siswa
kelompok eksperimen lebih dari rata-rata siswa kelompok control; d) proporsi
ketuntasan kemampuan berpikir kritis siswa kelompok eksperimen lebih dari
proporsi siswa kelompok kontrol; e) terjadi peningkatan kemampuan berpikir kritis
siswa pada kelompok eksperimen. Kemandirian belajar kelompok eksperimen
berpengaruh positif terhadap kemampuan berpikir kritis siswa. Deskripsi
kemampuan berpikir kritis ditinjau dari kemandirian belajar tinggi memenuhi
semua indikator berpikir kritis; siswa dengan kemandirian belajar sedang
memenuhi tiga indikator berpikir kritis; dan siswa dengan kemandirian belajar
rendah memenuhi dua indikator berpikir kritis
PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS COMPUTER ASSISTED INSTRUCTION MODEL TUTORIAL PADA MATERI KLASIFIKASI MAKHLUK HIDUP DALAM MENINGKATKAN KEMAMPUAN LITERASI DIGITAL DAN HASIL BELAJAR SISWA SMP
Gunawan, Arvidhea Safira. 2024. “Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis
Computer Assisted Instruction Model Tutorial pada Materi Klasifikasi
Makhluk Hidup dalam Meningkatkan Kemampuan Literasi Digital dan Hasil
Belajar Siswa SMP”. Tesis Program Studi Pendidikan Ilmu Pengetahuan
Alam, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I Dr.Ir. Pramesti Dewi, M. Si., Pembimbing II Dr.
Dewi Mustikaningtyas, S.Si, M. Si, Med.
Computer Assisted Instruction (CAI) adalah media pembelajaran yang
menyediakan aktivitas interaktif untuk mendukung kemampuan literasi digital
siswa dan kemudahan akses secara mandiri oleh siswa. Tujuan penelitian ini untuk
menganalisis karakteristik, kelayakan, efektivitas dan respon siswa terhadap
penerapan media pembelajaran berbasis CAI model Tutorial untuk meningkatkan
kemampuan literasi digital dan hasil belajar siswa. Metode yang digunakan pada
penelitian ini adalah Research and Development dengan model pengembangan
ADDIE (Analysis, Design, Development, Implementation, Evaluation). Pada tahap
analisis meliputi analisis SWOT, analisis komputer yang digunakan di laboratorium
komputer SMPN 5 Kudus, dan analisis kompetensi. Pada tahap desain dilakukan
analisis terhadap karakteristik media. Pada tahap pengembangan, media yang telah
disusun selanjutnya divalidasi oleh satu ahli media dan tiga ahli materi yang terdiri
dari satu guru IPA dan dua dosen Biologi. Pada tahap implementasi meliputi
pengamatan terhadap literasi digital dan hasil belajar siswa kelas eksperimen yang
diberikan media pembelajaran berbasis CAI model Tutorial dan siswa kelas kontrol
yang diberikan perlakuan dengan media pembelajaran berupa buku IPA dan
presentasi materi. Selanjutnya pada tahap evaluasi meliputi evaluasi terhadap
efektivitas penggunaan media pembelajaran dalam meningkatkan kemampuan
literasi digital dan hasil belajar siswa. Karakteristik media pembelajaran berbasis
CAI mengintegrasikan model Tutorial dengan fitur yang tediri dari komponen
kemampuan literasi digital. Hasil analisis validasi media pembelajaran telah dinilai
layak menurut ahli media dan ahli materi, dengan adanya beberapa revisi. Hasil
observasi kemampuan literasi digital siswa pada kelas eksperimen menunjukkan
efektivitas tinggi pada setiap sub indikator kemampuan literasi digital siswa. Pada
pengujian pretest dan posttest di kelas eksperimen dan kontrol presentase rata-rata
N-gain siswa kelas eksperimen diketahui sebesar 57.54% dibandingkan kelas
kontrol sebesar 17.12%, artinya penggunaan CAI model Tutorial dinilai cukup
efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa pada materi Klasifikasi Makhluk
Hidup.
Kata Kunci: Media Pembelajaran Berbasis CAI Model Tutorial, Kemampuan
Literasi Digital, Hasil Belaja
PENGEMBANGAN INSTRUMEN TES DIGITAL AKM LITERASI DAN NUMERASI TERINTEGRASI ETHNOSCIENCE-SOCIOSCIENTIFIC ISSUE (ETHNO-SSI) PADA MATERI LARUTAN DAN KESETIMBANGAN ASAM BASA
Pratiwi, Dian. (2024). Pengembangan Instrumen Tes Digital AKM Literasi dan
Numerasi Terintegrasi Ethnoscience-Socioscientific Issue (Ethno-SSI) pada Materi
Larutan dan Kesetimbangan Asam Basa. Tesis, Pendidikan Kimia Pascasarjana,
Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Prof. Dr. Sudarmin, M.Si., dan Dr. Sri
Yamtinah, M.Pd.
Kata Kunci: AKM, ethn-SSI, literasi membaca, literasi numerasi, larutan dan
kesetimbangan asam basa.
Kemampuan literasi dan numerasi siswa level 6 (kelas XI dan XII) belum terlatih secara
optimal, padahal kedua kemampuan tersebut sangat diperlukan untuk memecahkan
masalah konseptual dan kontekstual daily life dalam mengerjakan butir-butir soal PISA
dan AKM. Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan instrumen tes digital AKM
literasi dan numerasi terintegrasi Ethnoscience-Socioscientific Issue (Ethno-SSI)
pada materi larutan dan kesetimbangan asam basa. Metode yang digunakan adalah
Research and Development (R&D) dengan desain model 4D. Subjek penelitian peserta
didik kelas XI MIPA Tahun Pelajaran 2022/2023. Metode pengumpulan data dilakukan
dengan studi pendahuluan, observasi, uji coba instrumen, dan kuesioner. Instrumen
pengumpul data terdiri atas instrumen tes AKM literasi dan numerasi, lembar validasi
instrumen tes dan non tes, angket keterbacaan dan angket tanggapan guru dan peserta didik.
Output analisis data menggunanak metode Rasch. Teknik analisis data meliputi analisis
kelayakan isi, kualitas butir, pencapaian kompetensi minimum peserta didik, serta analisis
lembar angket tanggapan. Hasil validitas isi dengan metode Aiken diperoleh semua butir
soal sebanyak 60 butir mendapatkan nilai V >0,71, yang berarti semua soal dinyatakan
valid. Instrumen tes digital AKM literasi dan numerasi terintegrasi Ethno-SSI
dinyatakan layak dan memenuhi kriteria sebagai instrumen yang berkualitas dengan
hasil nilai unidimensionality sebesar 47,9% kategori baik, ditinjau dari estimasi
reliabilitasnya diperoleh nilai person reliability 0,90 kategori sangat baik, item
reliability 0,89 kategori baik, Cronbach alpha 0,89 kategori baik, ditinjau dari
kesesuaian butir diperoleh sebanyak 93% butir soal fit dan 7% butir soal misfit,
ditinjau dari tingkat kesukaran didominasi oleh soal kategori sedang 46,67%, dan
ditinjau dari daya bias atau Diffferential Item Function menjunjukkan hasil tidak
ada soal yang bias dengan nilai probabilitas >5%. Instrumen yang dikembangkan
mampu mengukur tingkat kompetensi minimum peserta didik dengan hasil
pencapaian mahir 9,33%, cakap 47,33%, dasar 20,67%, dan perlu intervensi khusus
21,33%. Ketercapaian literasi membaca tertinggi pada level kognitif menemukan
informasi (access and retrieve) sebesar 41,43%. Ketercapaian literasi numerasi
tertinggi pada level kognitif knowing sebesar 62,80%. Hasil analisis angket
tanggapan peserta didik dan guru menunjukkan bahwa keduanya memberikan
tanggapan yang positif terhadap instrumen tes yang dikembangkan. Instrumen tes
digital AKM literasi dan numerasi terintegrasi Ethno-SSI dapat digunakan untuk
mengukur kompetensi minimum peserta didik
PENGEMBANGAN E-MODUL KIMIA BERBASIS GUIDED INQUIRY TERINTEGRASI STEM PADA MATERI LAJU REAKSI UNTUK MENINGKATKAN KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS SISWA
Azizah, Iva Nur. (2024). Pengembangan E-Modul Kimia Berbasis Guided Inquiry
Terintegrasi STEM pada Materi Laju Reaksi untuk Meningkatkan Kemampuan
Berpikir Kritis Siswa. Tesis. Program Studi Pendidikan Kimia. Fakultas
Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam. Universitas Negeri Semarang.
Pembimbing I Prof. Dr. Woro Sumarni, M. Si., Pembimbing II Dr. Agung Tri
Prasetya, S. Si., M. Si.
Kata Kunci: E-Modul, guided inquiry, STEM, Laju Reaksi, Kemampuan Berpikir
Kritis.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kelayakan, keterbacaan, keefektifan,
dan respon guru serta siswa. Penelitian menggunakan model desain pengembangan
Thiagarajan 4-D (define, design, develop, dan disseminate). Instrumen dalam
penelitian ini meliputi instrumen tes dan instrumen non tes. Uji coba dilakukan
sebanyak dua kali yaitu uji coba skala kecil untuk uji validitas dan reliabilitas
instrumen serta keterbacaan produk, sedangkan uji coba skala besar untuk uji
keefektifan meningkatkan kemampuan berpikir kritis siswa serta uji respon
penggunaan produk. Hasil penelitian menunjukkan: 1) E-Modul laju reaksi berbasis
guided inquiry terintegrasi STEM dinyatakan layak untuk digunakan dalam
pembelajaran berdasarkan validasi kepada validator ahli materi memperoleh rata-
rata skor 91% dengan kategori sangat layak dan ahli media memper oleh rata-rata
skor 90% dengan kategori sangat layak, 2) E-Modul laju reaksi berbasis guided
inquiry terintegrasi STEM telah diuji keterbacaannya dan terkategori baik
berdasarkan guru dan siswa dengan perolehan rata-rata skor sebesar 86% dengan
kategori sangat tinggi, 3) E-Modul laju reaksi berbasis guided inquiry terintegrasi
STEM telah diuji keefektifannya dan dinyatakan efektif untuk meningkatkan
kemampuan berpikir kritis siwa dengan melihat hasil nilai N-Gain, dengan peroleh
skor prestest sebesar 63,80% dengan kategori kritis sedangkan skor posttest sebesar
86,21% dengan kategori sangat kritis sehingga didapatkan nilai N-Gain sebesar
0,62 dengan kategori sedang, 4) E-Modul laju reaksi berbasis guided inquiry
terintegrasi STEM mendapatkan respon guru dan siswa dengan rata-rata skor 86%
dalam kategori sangat baik
i “PENGEMBANGAN E-MODUL PENGOLAHAN DAN PENYAJIAN MAKANAN KONTINENTAL HIDANGAN APPETIZER BERBASIS ANDROID DI SMK NEGERI 1 KUDUS”
Wulandari, Desy. 2024. “ Pengembangan E-module Pengolahan Dan Penyajian
Makanan Kontinental Hidangan Appetizer Berbasis Android di SMK N 1
Kudus”. Tesis. Program Studi Pendidikan Kejuruan. Pascasarjana. Universitas
Negeri Semarang, Pembimbing 1 Dr. Ir. Bambang Sugeng S, M.T, Pembimbing
II Prof. Dr. Muhammad Khumaedi, M.Pd.
Kata kunci: e-module android, hasil belajar, hidangan appetize, media pembelajaran
Abad 21 merupakan abad dimana ilmu pengetahuan dan teknologi berkembang sangat
cepat dan canggih oleh karena itu pada perkembangan abad 21 ini guru harus dapat
memanfaatkan teknologi dalam pembelajaran yang dapat membentuk generasi kreatif,
inovatif, serta kompetitif. Tujuan penelitian ini adalah menguji validitas dan reliabitas
e-module berdasarkan penilaian ahli, menguji e-module dalam meningkatkan hasil
belajar siswa dan menganalisis peningkatan hasil belajar siswa terhadap penggunaan e-
module dibandingkan dg pembelajaran yang digunakan selama ini. Model penelitian
dalam penelitian menggunakan model ADDIE yang terdiri dari 5 tahapan
pengembangan yaitu analysis, design, development, implementation, evaluation. Subjek
penelitian ini adalah siswa kelas XI Program keahlian tata boga di SMK Negeri 1
Kudus yang berjumlah 35 siswa. Analisis data yang digunakan pada penelitian ini
terdiri dari menentukan kelayakan e-module menggunakan aiken’s v, Uji keefektifan
menggunakan uji t dan N-gain, dan uji kepraktisan menggunakan persentase validasi
siswa dan guru. Hasil penelitian menunjukan e-module berbasis android dikatakan
layak oleh ahli media dan ahli materi dengan perolehan hasil lebih dari 0.80.
Penggunaan e-module berbasis android pada pembelajaran pengolahan dan penyajian
hidangan appetizer menunjukan peningkatan hasil belajar melalui hasil uji t dan hasil
uji N-gain sebesar 76,25 %, berdasarkan hasil tersebut dapat dikatakan e-module
berbasis android efektif diterapkan dalam proses pembelajaran untuk meningkatkan
hasil belajar siswa, Sedangkan uji kepraktisan e-module memperoleh hasil persentase
respon pengguna guru sebanyak 85% dan respon pengguna siswa sebanyak 82%
sehingga media pembelajaran e-module dikategorikan sangat praktis digunakan dalam
proses pembelajaran. Berdasarkan hasil penelitian didapatkan bahwa e-module
pembelajaran yang dikembangkan telah dinyatakan layak, praktis dan efektif untuk
digunakan dalam pembelajaran pada pengolahan dan penyajian hidangan appetizer
serta dapat meningkatkan hasil belajar siswa
PENGEMBANGAN INSTRUMEN PREDIKTOR PERSONAL BEST TIME ATLET LARI JARAK MENENGAH DAN JAUH PADA CABANG ATLETIK
Mat, Wajib. 2024. “Pengembangan Instrumen Predictor Personal Best Time Atlet
Lari Jarak Menengah dan Jauh Pada Cabang Atletik”. Disertasi. Program
Studi Pendidikan Olahraga. Fakultas Ilmu Keolahragaan. Universitas
Negeri Semarang. Promotor Prof. Dr. Setya Rahayu, M.S, Kopromotor
Prof. Dr. M.E. Winarno, M.Pd., Anggota Promotor Sri Sumartiningsih,
S.Si., M. Kes., Ph.D.
Kata Kunci: Prediktor, Personal best time, Lari
Peningkatan kinerja atlet menjadi fokus utama bagi pelatih dan atlet. Untuk
mencapai hasil yang optimal, diperlukan pemahaman yang mendalam tentang
faktor-faktor yang mempengaruhi personal best time atlet dalam kompetisi serta
memerlukan instrumen yang tepat, untuk mengukur kemampuan atlet. Tujuan
untuk menghasilkan instrumen Predictor Personal Best Time Atlet Lari Jarak
Menengah dan Jauh Pada Cabang Atletik yang memenuhi kriteria valid, praktis dan
efisien.
Metode penelitian yang digunakan Research and Development dilakukan
melalui tiga tahapan (1) Studi pendahuluan, (2) Pengembangan dan validasi 3 orang
ahli. Ahli kepelatihan atletik, ahli media dan ahli tes dan pengukuran. (3) Uji
lapangan penelitian ini dilakukan di PASI Jawa Timur yang melibatkan 3 Kota dan
8 Kabupaten dengan menggunakan uji Independent Samples Test.
Hasil kelayakan instrumen dari penilaian ahli pelatihan atletik diperoleh
hasil 96%, ahli media pembelajaran diperoleh hasil 86%, ahli tes dan pengukuran
diperoleh hasil 93%, sehingga berdasarkan dari hasil penilaian dari ketiga ahli
memperoleh rata-rata sebesar 91,7% dengan kriteria layak dan dapat dipergunakan.
Hasil uji coba kelompok awal dengan aspek daya tarik hasil 94,55%, aspek
kejelasan hasil 92,53%, aspek Efisiensi dengan hasil 91,88%, aspek ketergantungan
hasil 91,56%, aspek stimulasi dengan hasil 93,18%, dan aspek kebaruan diperoleh
hasil 89,09% berdasarkan dari rata-rata keseluruhan aspek sebesar 92,13% dengan
kategori praktis. Hasil uji lapangan eksperimen pretest dan post-test dengan nilai
sig α =0.01 <0.05 ada perbedaan signifikan antara pretest dan posttest, pada
kelompok kontrol pretest dan posttest dengan nilai sig α =0.03 <0.05 ada perbedaan
signifikan antara pretest dan posttest pada kelompok kontrol selanjutnya uji
Independent Samples Test menunjukkan Sig. (2-tailed) dengan nilai sig α= 0.00
<0.05 ada perbedaan signifikan antara eksperimen dengan kontrol.
Kesimpulan Instrumen Predictor Personal Best Time Atlet Lari Jarak
Menengah dan Jauh Pada Cabang Atletik dengan input data komponen kondisi fisik
yang dijadikan acuan menjadi predictor diantaranya daya tahan otot , kekuatan,
body massa indeks, daya tahan aerobik dan kecepatan sudah memenuhi kriteria
valid, praktis dan efektif
ANALISIS KECEMASAN BERTANDING DAN EFIKASI DIRI TERHADAP PERFORMA ATLET DI PERTANDINGAN PENCAK SILAT
Angger Widorotama, 2024. ―Analisis Kecemasan Bertanding dan Efikasi Diri
Terhadap Performa Atlet Di Pertandingan Pencak Silat‖ Tesis. Program Studi
Pendidikan Olahraga. Fakultas Ilmu Keolahragaan, Universitas Negeri Semarang
(UNNES). Pembimbing I: Prof. Dr. Tandiyo Rahayu, M. Pd., Pembimbing II: Dr.
Ipang Setiawan, M.Pd.
Kata Kunci: Kecemasan Bertanding, Efikasi Diri, Performa
Beberapa faktor yang mempengaruhi performa puncak atau peak
performance bagi atlet dantaranya kecemasan bertanding dan efikasi diri. Tujuan
dari penelitian ini adalah untuk mengetahui analisis kecemasan bertanding dan
efikasi diri terhadap peak performance atlet di pertandingan pencak silat.
Penelitian ini menggunakan desain mix methods untuk memberikan
analisis terkait kecemasan bertanding, efikasi diri dan peak performance pada atlet
dipertandingan pencak silat. Subjek penelitian diambil menggunakan teknik
puposive sampling yang melibatkan 42 atlet pencak silat remaja pada POPDA
Tingkat Kabupaten yang berasal dari sekolah SMKN 3 Purwokerto, MAN
Purbalingga, SMK Muh Bobotsari, SMAN 2 Purbalingga dan SMA IT Nurul
Ihsan. Data diperoleh melalui kuesioner tentang kecemasan bertanding, efikasi
diri dan peak performance. Analisis data kualitatif melibatkan pengumpulan,
penyajian, dan penarikan kesimpulan sedangkan analisis data kuantitatif
menggunakan teknik analisis data rank spearman.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa hubungan atau korelasi kecemasan
bertanding dengan peak performance mendapat nilai koefisien korelasi sebesar
0,701, sedangkan hubungan atau korelasi efikasi diri dengan peak performance
mendapat nilai koefisien korelasi lebih besar yaitu 0,830. Maka hipotesis yang
menyatakan ada hubungan antara kecemasan bertanding dan efikasi diri dengan
peak performance atlet pencak silat diterima
Kesimpulan: (1) Berdasarkan hasil nilai koefisien korelasi yang didapat,
maka dapat diartikan kedua variabel memiliki hasil hubungan yang sangat kuat.
(2) Nilai koefisien korelasi efikasi diri lebih besar dibandingkan dengan
kecemasan bertanding mengartikan bahwa variabel efikasi diri lebih berpengaruh
terhadap peak performance atlet di pertandingan pencak silat dibandingkan
dengan variabel kecemasan bertanding
FAKTOR-FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEJADIAN ANEMIA IBU HAMIL DI INDONESIA (ANALISIS DATA SEKUNDER IFLS 5)
Nurfajriah. 2024. “Faktor-faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Ibu
Hamil di Indonesia (Analisis Data Sekunder IFLS 5)”. Tesis. Program Studi
Magister Kesehatan Masyarakat. Pascasarjana. Universitas Negeri
Semarang. Pembimbing I Prof. Dr. dr. Mahalul Azam, M.Kes., Pembimbing
II Dr. Sofwan Indarjo, S.K.M., M.Kes.
Kata Kunci: Anemia, Ibu Hamil, Faktor Risiko, Usia Kehamilan.
Anemia merupakan masalah kesehatan masyarakat yang berat dengan angka
kejadian anemia ibu hamil di Indonesia sebesar 46,2% berdasarkan data Indonesia
Family Life Survey (IFLS) 5. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui faktor-faktor
yang berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil di Indonesia. Penelitian
dengan desain cross sectional yakni menggunakan data sekunder IFLS 5 yang
dilakukan pada bulan September 2014 sampai Maret 2015 terhadap 292 ibu hamil
dari 53.160 responden berdasarkan kriteria inklusi dan eksklusi. Analisis Chi-
square menunjukkan usia ibu, pekerjaan ibu, kebiasaan merokok, frekuensi makan,
konsumsi sayuran hijau, konsumsi vitamin C, status sosial ekonomi dan jarak
pelayanan kesehatan tidak berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil di
Indonesia. Sedangkan pendidikan ibu (p=0,006), status gizi (p=0,003), usia
kehamilan (p=0,001), konsumsi zat besi (p=0,001), pemeriksaan ANC (p=0,006)
dan konsumsi protein (p=0,012) berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil di
Indonesia. Analisis multivariat dengan regresi logistik berganda menunjukkan
pendidikan ibu (p=0,014), status gizi (p=<0,001), usia kehamilan (p=0,002),
konsumsi zat besi (p=0,008) dan konsumsi protein (p=0,038) berhubungan dengan
kejadian anemia ibu hamil di Indonesia. Usia kehamilan merupakan variabel yang
paling dominan berhubungan dengan kejadian anemia ibu hamil setelah dikontrol
oleh variabel pendidikan ibu, status gizi, konsumsi zat besi dan konsumsi protein
(OR=3,029; 95% CI=1,520-6,038)
PEMANFAATAN ELEARNING MADRASAH BERBASIS WEB SEBAGAI MEDIA PEMBELAJARAN MATA PELAJARAN EKONOMI
Mufaid. 2024. “Pemanfaatan Elearning Madrasah Berbasis Web Sebagai Media
Pembelajaran Mata Pelajaran Ekonomi”.Tesis. Program Studi Pendidikan
Ekonomi S2. FEB. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Prof. Dr.
Sucihatiningsih Dian Wisika Prajanti, M.Si., Pembimbing II Prof. Dr.
Muhammad Khafid, S.Pd., M.Si.
Kata Kunci: Elearning, Media Pembelajaran, Efektifitas Media Pembelajaran
Hasil belajar siswa masih merupakan suatu hal yang penting yang menjadi
tolok ukur keberhasilan pembelajaran di sekolah, oleh karena itu menjadi penting
mengetahui tentang hasil belajar siswa. manfaat yang besar dalam penggunaan
aplikasi terkait media pembelajaran berbasis web (elearning) yaitu media
pembelajaran berbasis web (elearning/LMS). Siswa diharapkan dapat memahami
materi yang ada pada elearning. Pemanfaatan media pembelajaran berbasis web
elearning pada mata pelajaran ekonomi MA diharapkan dapat meningkatkan hasil
belajar siswa.
Rumusan masalah dari penelitian ini adalah (1) pemanfaatan media
pembelajaran elearning madrasah pada mata pelajaran ekonomi, (2) respon siswa
terhadap media pembelajaran elearning madrasah pada mata pelajaran ekonomi,
dan (3) keefektifan media pembelajaran elearning madrasah pada mata pelajaran
ekonomi untuk peningkatan hasil belajar siswa. Tujuan penelitian ini adalah untuk
mengetahui pemanfaatan elearning madrasah sebagai media pembelajaran mata
pelajaran ekonomi Madrasah Aliyah Negeri Demak dan untuk mengetahui
efektifitas pemanfaatan elearning madrasah dalam meningkatkan hasil belajar
siswa.
Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kuantitatif. Populasi dalam
penelitian ini adalah para siswa kelas XII MAN Demak sebanyak 403 siswa. Teknik
pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Data yang diolah
dalam penelitian menggunakan data primer yang diperoleh dari observasi, angket,
dan data hasil belajar yang dibagikan secara langsung kepada para siswa kelas XII
IPS MAN Demak. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis deskriptif
dan uji beda antara kelas eksperimen dengan kelas kontrol dengan uji statistik U
Mann-Whitney.
Hasil penelitian ini menunjukan bahwa elearning madrasah terbukti efektif
meningkatkan hasil belajar siswa dengan persentase peningkatan kelas ekperimen
lebih tinggi daripada peningkatan kelas kontrol. Pembelajaran menggunakan media
web lebih efektif dalam meningkatkan hasil belajar siswa. Saran dalam penelitian
selanjutnya dengan menguji perbedaan penggunaan elearning madrasah pada guru
muda dan guru senior
PENYELESAIAN SENGKETA HARTA KEKAYAAN PERSEROAN TERBATAS YANG TIDAK TERCANTUM DIDALAM ANGGARAN DASAR ATAS OBYEK SENGKETA HAK MILIK ANGGOTA DIREKSI (Studi Putusan 119/Pdt.G/2022/PN.Skt)
Penelitian kali ini merupakan penelitian yang di lakukan berdasarkan suatu peristiwa
permasalahan sengketa yang terjadi di dalam Badan Hukum yang melibatkan anggota direksi
dengan Perseroan Terbatas atas sengketa harta kekayaan perseroan yang terdapat obyek Hak
Milik atas nama Anggota direksi yang diklaim milik dari perseroan. Penelitian ini bertujuan
untuk menggali mengenai pertanggung jawaban organ di dalam perseroan tentang adanya
sengketa yang timbul, serta menguji putusan yang baik menurut Gustav Radbruch. Selain
menguji putusan dengan menggunakan teori Gustav juga menggunakan teori Hans Kelsen
yang secara rinci mengupas tentang pertanggungan jawaban terkait adanya sengketa yang
melibatkan anggota direksi dengan judul Penyelesaian Sengketa Harta Kekayaan Perseroan
Terbatas Yang Tidak Tercantum di dalam Anggaran Dasar Atas Obyek Sengketa Hak Milik
Anggota Direksi Studi Putusan 119/Pdt.G/2022/Pn.Skt.
Penelitian ini memiliki fokus dengan dua rumusan masalah yang pertama yaitu
Bagaimanakah ketentuan pengelolaan harta benda yang ada di dalam perusahaan apakah
putusan perkara Perdata Nomor 119/Pdt.G/2022/PN.Skt sudah sesuai dengan kepastian
hukum dan juga rumusan masalah ke dua sebagai fokus penelitian yaitu Bagaimanakah
penyelesaian sengketa tentang harta benda perusahaan yang tidak tercantum di dalam
anggaran dasar, apakah Anggota direksi dan Komisaris bertanggung jawab pribadi atas
adanya putusan sengketa perkara Perdata Nomor 119/Pdt.G/2022/PN.Skt. bahwa direksi
merupakan organ di dalam perseroan yang bertugas mengelola aset – aset perusahaan dan
bertanggung jawab atas pengelolaan sesuai dengan maksud dan tujuan perseroan. Modal
sebagai komponen penting untuk menjalankan sebuah perseroan yang terpisah dari harta
pribadi pemegang saham menjadi bagian yang perlu dipisahkan sehingga keterlibatan antara
kerugian perseroan tidak bisa mengganggu aset pribadi.
Metode penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian yuridis
normatif, sedangkan fokus penelitian yaitu mengkajSi mengenai pertanggung jawaban direksi
dan komisaris yang dipadukan dengan teori Tanggung Jawab Menurut Hans Kelsen terkait
adanya sengketa aset antara perseroan dengan anggota direksinya, serta menguji putusan
dengan menggunakan teori tiga nilai dari Gustav Radbruch.
Penulis dalam menyusun menggunakan data primer, data sekunder dan data tersier. Adapun
teknik pengambilan data yaitu menggunakan studi pustaka, studi diskusi dan studi dokumen.
Validitas menggunakan trianggulasi dan analisis data. Hasil dari penelitian ini menunjukkan
adanya tanggung jawab pribadi yang dapat diberikan kepada baik direksi maupun komisaris,
serta pengelolaan yang wajib mematuhi ketentuan UUPT agar terhindar dari kerugian
Perseroan. secara teori, nilai putusan yang ada bisa dianggap kurang sempurna sesuai dengan
teori tiga nilai dari Gustav Radbruch, di mana nilai dari keadilan dan juga kemanfaatan cukup
kurang dirasakan melihat potensi adanya perilaku memanfaatkan jabatan dari direksi. selain
itu hasil dari penelitian kali ini bahwa tanggung jawab hukum sesuai dengan teori Hans
Kelsen dalam putusan tersebut membuktikan bahwa Organ di dalam Perseroan seperti
Direksi dan Komisaris dapat dimintai pertanggung jawaban secara pribadi dengan
berlandaskan undang-undang terkait.
Kata Kunci : Perseroan Terbatas, Anggaran Dasar, Direksi, Komisaris