Universitas Negeri Semarang Repository
Not a member yet
    64027 research outputs found

    KIPAS ANYAMAN BAMBU SEBAGAI MEDIA BERKARYA MENGGAMBAR RAGAM HIAS FLORA DALAM PEMBELAJARAN SENI RUPA SISWA KELAS VII A DI MTS ASSATHI

    No full text
    Khasanah, Uswatun. 2014. Kipas Anyaman Bambu sebagai Media Berkarya Menggambar Ragam Hias Flora dalam Pembelajaran Seni Rupa Siswa Kelas VII A di MTs Assathi. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Dwi Wahyuni Kurniawati, S. Pd., M. Sn. i-xvi. 1-144 halaman. Kata kunci: Pembelajaran, Ragam Hias, Kipas Anyaman Bambu, Kreativitas. Pemanfaatan potensi lokal dalam pembelajaran seni budaya di MTs Assathi masih belum pernah dilakukan. Oleh karena itu, dilaksanakan sebuah eksplorasi terkait potensi lokal yang terdapat di sekitar MTs Assathi. Upaya eksplorasi tersebut menghasilkan pemanfaatan kipas anyaman bambu sebagai media berkarya menggambar ragam hias flora yang diperkirakan dapat berperan untuk mengembangkan kreativitas siswa dalam berkarya seni. Penelitian ini mengangkat tiga permasalahan, yaitu: (1) Bagaimana pemanfaatan kipas anyaman bambu sebagai media berkarya menggambar ragam hias flora pada siswa kelas VII A di MTs Assathi?; (2) Bagaimana hasil karya gambar ragam hias flora pada media kipas anyaman bambu dari siswa kelas VII A MTs Assathi?; (3) Bagaimana keunikan penggunaan kipas anyaman bambu sebagai media berkarya menggambar ragam hias flora pada siswa kelas VII A di MTs Assathi?. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif yang dilaksanakan melalui pengamatan terkendali. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi, wawancara, studi dokumen, dan tes unjuk kerja. Analisis data dilakukan melalui reduksi data, penyajian data, dan verifikasi. Hasil dari penelitian ini menunjukkan hal-hal sebagai berikut: (a) siswa memperlihatkan ide dan unsur gambar yang unik serta dapat menguasai teknik menggambar dan mewarnai dengan kuas, sehingga tercipta berbagai macam karya yang cukup menarik; (b) siswa terlihat antusias dalam berkarya menggunakan media kipas anyaman bambu yang terlihat dari keaktifan dan produktifitas siswa; (c) rata-rata nilai yang diperoleh oleh siswa dalam keseluruhan karya yang dihasilkan mendekati nilai 87 dengan predikat baik; (d) pembelajaran berkarya menggambar ragam hias flora yang telah dilakukan dapat dikategorikan dalam pembelajaran yang ideal; (e) keunikan penggunaan kipas anyaman bambu sebagai media karya dapat diidentifikasi dari tekstur anyaman, ukuran atau proporsi, dan lekatan bahan pewarnanya. Saran yang dapat dikemukakan adalah sebagai berikut: (1) guru seni budaya disarankan untuk memanfaatkan kipas anyaman bambu yang merupakan potensi lokal daerah sebagai media berkarya ragam hias dalam pembelajaran seni budaya, agar keterampilan siswa dalam berkarya seni dapat tumbuh dan berkembang, serta sebagai wujud konservasi terhadap lingkungan; (2) para pakar maupun praktisi pendidikan seni perlu melaksanakan penelitian serupa dengan melakukan pengembangan kipas anyaman bambu sebagai media untuk berkarya seni menggambar ragam hias serta sebagai wujud untuk lebih memperkaya inovasi di dalam kegiatan pembelajaran

    RITUAL RUWATAN RAMBUT GIMBAL MASYARAKAT DIENG SEBAGAI SUMBER GAGASAN BERKARYA SENI KOLASE BAHAN LIMBAH KERTAS

    No full text
    Rahayu, Rintana Wati. 2024. “Ritual Ruwatan Rambut Gimbal Masyarakat Dieng sebagai Sumber Gagasan Berkarya Seni Kolase Bahan Limbah Kertas”. Proyek Studi. Program Studi Pendidikan Seni Rupa. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Dr. Syakir, M. Sn. Kata Kunci: Ruwatan Rambut Gimbal, Seni Kolase, Limbah Kertas Proyek studi berjudul “Ritual Ruwatan Rambut Gimbal Masyarakat Dieng sebagai Sumber Gagasan Berkarya Seni Kolase Bahan Limbah Kertas” ini merupakan proyek studi yang mengangkat tradisi lokal berupa Ritual Ruwatan Rambut Gimbal dari Dieng, yang mana masih dilestarikan dan menjadi identitas yang melekat pada masyarakat setempat. Keberadaan anak-anak berambut gimbal ini menjadi fenomena unik yang belum banyak diketahui oleh masyarakat luas sebab dan latar belakang kemunculannya. Tujuan proyek studi ini adalah untuk menuangkan gagasan dan daya kreasi ke dalam karya seni kolase dengan memanfaatkan media limbah kertas. Selain itu juga menyajikan karya dalam kegiatan pameran guna menunjukkan tahapan prosesi ritual ruwatan yang memiliki makna simbolis serta pesan moral yang terkandung di dalamnya. Media yang digunakan dalam berkarya seni kolase ini terdiri dari alat seperti pensil, penghapus, gunting, dan penggaris serta bahan seperti limbah kertas, triplek, lem kayu, dan figura. Teknik yang digunakan adalah teknik gunting dan teknik rekat. Prosedur pembuatan karya berbagi menjadi tiga tahapan seperti tahap pra penciptaan yang berupa pengamatan, pencarian inspirasi, dan penentuan gagasan. Tahap penciptaan yang berupa pembuatan sketsa, penempelan kertas, dan finishing. Serta tahap pasca penciptaan yang berupa pemasangan figura dan penempelan caption. Penyusunan proyek studi ini menghasilkan delapan karya berukuran A1 yang masing-masing tentunya memiliki unsur-unsur dan prinsip rupa sebagai pembentuknya. Adanya proyek studi ini diharapkan bisa menjadi salah satu upaya untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas khususnya Dieng dan sekitarnya untuk ikut serta dalam upaya pelestarian tradisi lokal berupa ritual ruwatan rambut gimbal. Selain itu, juga bisa menjadikan pengingat bahwa limbah kertas yang tidak berharga bisa diolah kembali menjadi sesuatu yang lebih bernilai

    IMPLEMENTASI MODEL PEMBELAJARAN PROJECT BASED LEARNING (PjBL) DALAM BERKARYA POSTER DENGAN TEKNIK KOLASE DI KELAS VII C SMPN 40 SEMARANG

    No full text
    Syafira, Eva. 2024. “Implementasi Model Pembelajaran Project Based Learning (PjBL) dalam Berkarya Poster dengan Teknik Kolase di Kelas VII C SMPN 40 Semarang”. Skripsi, Jurusan Seni Rupa, Fakultas Bahasa dan Seni, Universitas Negeri Semarang. Pembimbing: Ratih Ayu Pratiwinindya, S.Pd., M.Pd. 1 – 254 halaman. Kata Kunci: Model Pembelajaran Project Based Learning, Poster, Teknik Kolase Model pembelajaran di rancang dengan beraneka ragam bentuk yang menarik oleh pengajar. Model pembelajaran berbasis proyek satu diantara sekian banyak model pembelajaran kreatif yang dapat diterapkan dalam pendidikan saat ini dengan memanfaatkan permasalahan disekitar sebagai dasar dalam membuat sebuah proyek berkarya. Tujuan penelitian ini adalah menjelaskan pelaksanaan implementasi model pembelajaran Project Based Learning dan menganalisis hasil belajar siswa melalui karya poster dengan teknik kolase. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) dengan prosedur yaitu (1) identifikasi masalah, (2) perencanaan, (3) pelaksanaan, (4) pengamatan, (5) refleksi. Subjek pada penelitian ini adalah siswa kelas VII C SMPN 40 Semarang. Teknik pengumpulan data adalah observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dan kuantitatif. Hasil penelitian tindakan kelas ini menunjukkan adanya peningkatan nilai siswa dalam berkarya poster dengan teknik kolase setelah diterapkan model pembelajaran Project Based Learning. Pada siklus I didapatkan rata-rata hasil belajar dari jumlah keseluruhan yakni 30 siswa sebesar 81% dengan persentase siswa mendapat nilai tuntas sebesar 87% dan siswa tidak tuntas sebesar 13%. Peningkatan pada hasil belajar siswa terjadi sebesar 7% setelah pelaksanaan pembelajaran di siklus II. Hal tersebut dilihat dari hasil poster siswa memiliki pengalaman lebih baik dalam menggunakan teknik kolase, penggunaan A3 membuat siswa lebih leluasa dan mudah berkreasi mengambangkan ide/konsep, serta semua siswa mendapat nilai tuntas. Rata-rata hasil belajar siswa di siklus II didapatkan sebesar 86% dengan persentase siswa mendapat nilai tuntas sebesar 100%. Dari tindakan tersebut dapat disimpulkan bahwa pembelajaran dengan menerapkan model pembelajaran Project Based Learning dalam berkarya poster dengan teknik kolase siswa mampu menyelesaikan permasalahan yang dipilih dengan membuat solusi dalam bentuk poster dengan teknik kolase selain itu hasil belajar siswa di kelas VII C SMPN 40 Semarang juga mengalami peningkatan yang cukup baik

    ANALISIS KESESUAIAN KOSAKATA BUKU HANYU CHUJI QIANGHUA JIAOCHENG-ZONGHE KEBEN BERDASARKAN STANDAR KEMAMPUAN BAHASA MANDARIN UNTUK PENDIDIKAN BAHASA MANDARIN INTERNASIONAL

    No full text
    Wulansari, Annisa, Analisis Kesesuaian Kosakata Buku Hanyu Chuji Qianghua Jiaocheng-Zonghe Keben Berdasarkan Standar Kemampuan Bahasa Mandarin untuk Pendidikan Bahasa Mandarin Internasional. Skripsi, Universitas Negeri Semarang, Pembimbing I. Dian Yuni Pamuji, B.Ed., MTCSOL. Kata Kunci: Materi Kosakata, Bahasa Mandarin, analisis, buku teks Pembelajaran bahasa Mandarin terdapat empat keterampilan yang harus dikuasai, yaitu mendengar, berbicara, membaca, dan menulis. Keterampilan- keterampilan ini merupakan bagian dari mata kuliah zonghe. Zonghe bermakna komprehensif. Di mata kuliah ini, mahasiswa mempelajari keempat elemen keterampilan berbahasa tersebut. Penting untuk dipastikan bahwa buku teks yang digunakan dalam mata kuliah zonghe sesuai dengan buku standar yang telah ditetapkan. Salah satu hal mendasar dalam pemilihan buku teks adalah kesesuaian materi kosakata dengan buku standar. Buku yang digunakan sebagai standar dalam penyusunan materi kosakata pada buku teks mata kuliah zonghe yaitu Buku Standar Kemampuan Bahasa Mandarin untuk Pendidikan Bahasa Mandarin Internasional. Tujuan penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan hasil analisis kesesuaian materi dan tingkatan materi kosakata pada buku teks Hanyu Chuji Qianghua Jiaocheng-Zonghe Keben I berdasarkan Buku Standar Kemampuan Bahasa Mandarin untuk Pendidikan Bahasa Mandarin Internasional. Pendekatan penelitian ini adalah deskripstif kualitatif, dengan menggunakan metode pengumpulan data yaitu simak catat dokumentasi, wawancara, dan angket. Proses analisis data dengan melakukan reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Berdasarkan hasil penelitian, diperoleh total keseluruhan sebanyak 405 kosakata. Materi kosakata yang sesuai sebanyak 330 kosakata. Terdapat 186 data sesuai tingkatan 1, 105 data sesuai tingkatan 2, 29 data sesuai tingkatan 3. Sedangkan materi yang tidak sesuai sebanyak 75 kosakata. Diantaranya, 22 data termasuk tingkatan 4, 10 data termasuk tingkatan 5, 5 data termasuk tingkatan 6, dan 4 data sesuai dengan kelas lanjutan, serta terdapat 35 data yang tidak tercantum dalam buku. Berdasarkan hasil analisis wawancara, materi kosakata yang terdapat pada buku teks Hanyu Chuji Qianghua Jiaocheng-Zonghe Keben I setara dengan HSK level 1 dan 2, yang mana materi tersebut masih termasuk kategori dasar. Berdasarkan hasil analisis angket mahasiswa, dapat disimpulkan bahwa materi kosakata pada buku teks Hanyu Chuji Qianghua Jiaocheng-Zonghe Keben I sesuai dengan HSK 1 dan 2. Berdasarkan hasil analisis kelas kata, ditemukan 27 data pronomina 代词 dàicí, 178 data nomina 名词 míngcí, 87 data verba 动词 dòngcí, 31 data adjektiva 形容词 xíngróngcí, 27 data adverbia 副词 fùcí, 5 data partikel 助 词 zhùcí, 8 data numeralia 数词 shùcí, 17 data kata satuan 动量词 dòngliàngcí, 6 data konjungsi 关联词 guānliáncí, 7 data preposisi 介词 jiècí, 1 data interjeksi 叹 词 tàncí, serta ada 11 data yang tidak tercantum dalam kelas kata manapun

    PERANCANGAN ILUSTRASI BOARDBOOK FAZA DAN LULA SEBAGAI EDUKASI MANAJEMEN DIRI TENTANG MEMBAGI KEINGINAN DAN KEBUTUHAN UNTUK ANAK SEKOLAH DASAR

    No full text
    Hariyanto, Rafli Hendri. 2024. “Perancangan Ilustrasi Boardbook Faza dan Lula Sebagai Edukasi Manajemen Diri Tentang Membagi Keinginan Dan Kebutuhan Untuk Anak Sekolah Dasar”. Proyek Studi Jurusan Seni Rupa Fakultas Bahasa dan Seni Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Dr. Syakir, M.Sn. Kata Kunci: Boardbook, Ilustrasi, Keinginan dan Kebutuhan, Anak Sekolah Dasar Fase anak usia sekolah dasar merupakan masa yang tepat untuk mengajarkan hal – hal baru terutama mengajarkan keinginan dan kebutuhan. Keinginan adalah upaya memperoleh suatu hal yang erat kaitannya dengan sebuah dorongan emosional untuk memenuhi kesenangan yang bersifat sementara. Sedangkan kebutuhan merupakan upaya dalam memenuhi suatu hal yang menjadi prioritas untuk mendapatkan manfaatnya. Contohnya yaitu kebutuhan materil (sandang, papan, dan pangan) serta kebutuhan non material (kebutuhan fisik dan batin). Namun, banyak anak – anak yang kebutuhannya belum terpenuhi dengan baik karena berbagai faktor seperti ditinggal orang tua bekerja, kurangnya perhatian, dan pola asuh orang tua yang kurang baik. Disisi lain, anak masih memiliki sifat egosentris yang membuat dirinya dianggap sebagai pusat perhatian yang harus dituruti semua keinginannya sehingga seringkali bersikap berlebihan terhadap keinginannya. Masalah tersebut disebabkan karena kurangnya edukasi di lingkungan keluarga dan sekolah mengenai keinginan dan kebutuhan. Oleh karena itu, penulis merancang media berupa boardbook ilustrasi berjudul “Faza dan Lula: Keinginan dan Kebutuhanku” dengan tokoh karakter anak yaitu Faza dan Lula. Tujuan perancangan ini adalah untuk membuat media edukasi mengenai keinginan dan kebutuhan dengan konsep yang sederhana dan menarik agar anak mudah memahami dan mampu memanajemen diri dengan baik dalam membagi keinginan dan kebutuhannya. Proses perancangan boardbook meliputi pengumpulan data, pembuatan materi, sketsa, desain karakter, dan pewarnaan dengan teknik digital, hingga dicetak menjadi sebuah boardbook dengan media kertas ivory tebal berukuran 20 x 20 cm berjumlah 44 halaman dengan terdapat sesi materi dan permainan

    BENTUK PERTUNJUKAN KELOMPOK MUSIK PUTRA PASOPATI PADA ACARA BANYUMAS KENTHONGAN NIGHT PARADE DI ALUN-ALUN PURWOKERTO TAHUN 2023

    No full text
    Azmi, Miftahul. 2024. Bentuk Pertunjukan Kelompok Putra Pasopati pada Acara Banyumas Kenthongan Night Parade di Alun-Alun Purwokerto Tahun 2023. Skripsi. Program Studi Pendidikan Seni Musik. Fakultas Bahasa dan Seni. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Ibnu Amar Muchsin, S.Pd., M.A. Kata Kunci: Pertunjukan, kesenian, kenthongan, putra pasopati, BKNP Kelompok Putra Pasopati menonjol sebagai entitas yang mempertahankan eksistensinya hingga saat ini. Melalui pendekatan yang terfokus pada pengembangan dan penguatan kreativitas dalam bentuk pertunjukannya, kelompok ini berhasil menonjol di antara berbagai kelompok musik kenthongan pendahulunya di Banyumas. Dalam mempertahankan eksistensinya, kelompok Putra Pasopati mengikuti kegiatan Banyumas Kenthongan Night Parada pada tahun 2023 di Alun- Alun Purwokerto sebagai bukti keberlanjutan pelestarian dan pengembangan musik Kenthongan. Tujuan dari penulisan penelitian ini adalah untuk mengetahui dan mendeskripsikan pertunjukan kelompok musik kenthongan Putra Pasopati pada Banyumas Kenthongan Night Parade di Alun-Alun Purwokerto Tahun 2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan model penelitian deskriptif. Teknik pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah teknik observasi, teknik wawancara kepada ketua kelompok kenthongan Putra Pasopati, dan teknik dokumentasi terkait kegiatan pertunjukannya di Banyumas Kenthongan Night Parade tahun 2023. Teknik pemeriksaan keabsahan data menggunakan triangulasi data. Hasil penelitian menunjukan bahwa pertunjukan kelompok musik Kenthongan Putra Pasopati dalam Banyumas Kenthongan Night Parade 2023 di Alun-Alun Purwokerto dengan bergerak sepanjang rute parade dari alun-alun hingga perempatan Srimaya. Dengan memainkan alat musik tradisional seperti angklung, tripok, selo, gambang, bass kentong, dan bass, kelompok ini terdiri dari enam musisi dan lima penari latar. Musik kelompok kenthongan Putra Pasopati disusun dengan metode "nggrambyang" yang tidak bergantung pada notasi tetapi pada hafalan nada, mengikuti petunjuk teknis dari panitia parade untuk membawakan satu lagu wajib dan satu lagu pilihan. Dalam pertunjukannya, Putra Pasopati menggunakan tata rias yang dramatis dan kostum penuh makna budaya dengan topi khas, baju hitam berornamen emas, kain panjang merah, dan aksesori tradisional, menciptakan penampilan yang mencolok. Tanpa menggunakan pengeras suara, alat musik dimainkan secara akustik menghasilkan suara keras yang memukau penonton sepanjang Jalan Jenderal Sudirman. Tata cahaya dalam pertunjukan berasal dari lampu-lampu jalan yang menambah efek visual dramatis meski tanpa pencahayaan khusus, memberikan interaksi dekat dengan penonton dan menciptakan suasana meriah. Kelompok Kenthongan Putra Pasopati disarankan untuk memperkaya repertoar musik dengan lagu-lagu baru sambil mempertahankan elemen tradisional, meningkatkan keterampilan teknis melalui pelatihan rutin, dan memanfaatkan media sosial untuk promosi lebih luas

    KEEFEKTIFAN PEMBELAJARAN MENULIS CERITA PENDEK BERMUATAN KESADARAN LINGKUNGAN DENGAN MODEL SINEKTIK BERBANTUAN MEDIA DIGITAL YOUTUBE DAN E-KOMIK BERDASARKAN BERPIKIR KREATIF PESERTA DIDIK SEKOLAH DASAR PESISIR

    No full text
    Ayuni, Qurrota. 2024. Keefektifan Pembelajaran Menulis Cerita Pendek Bermuatan Kesadaran Lingkungan Dengan Model Sinektik Melalui Media Digital Youtube Dan E-Komik Berdasarkan Berpikir Kreatif Peserta Didik Sekolah Dasar Pesisir. Tesis. Program Studi Pendidikan Dasar. Sekolah Pascasarjana Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Prof. Dr. Ida Zulaeha, M.Hum., Pembimbing II Dr. Deby Luriawati Naryatmojo, M.Pd. Kata Kunci: Menulis cerita pendek, kesadaran lingkungan, sinektik, media digital, berpikir kreatif Penelitian ini berlatar belakang keterampilan menulis cerita pendek masih kurang, peserta didik kesulitan memunculkan ide, gagasan, dan perasannya dalam menulis teks cerita pendek. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis (1) keefektifan pembelajaran menulis cerita pendek bermuatan kesadaran lingkungan dengan model sinektik berbantuan media digital youtube berdasarkan berpikir kreatif peserta didik kelas V, (2) keefektifan pembelajaran menulis cerita pendek bermuatan kesadaran lingkungan dengan model sinektik berbantuan media digital e-komik berdasarkan berpikir kreatif peserta didik kelas V, dan (3) perbedaan keefektifan menulis cerita pendek bermuatan kesadaran lingkungan dengan model sinektik berbantuan media digital youtube dan e-komik berdasarkan berpikir kreatif peserta didik kelas V. Metode penelitiaan ini menggunakan metode ekperimen. Penelitian dilakukan pada dua sekolah dasar yang tergabung dalam gugus Ki Hajar Dewantara di Kecamatan Siwala. Pengumpulan data menggunakan dua teknik tes dan teknik non tes yaitu teknik tes dengan pretest dan posttest sedangkan teknik non tes berasal dari angket, wawancara, observasi, dan dokumentasi. Teknik analisis data melalui uji prasyarat, uji hipotesis, uji paired sample t tes, uji anova dua jalur, dan analisis data deskriptif. Hasil penelitian ini menunjukan bahwa pembelajaran menulis cerita pendek bermuatan kesadaran lingkungan dengan model sinektik berbantuan media digital youtube dan e-komik berdasarkan berpikir kreatif peserta didik kelas V efektif digunakan. Hasil ini berdasarkan uji paired sample t test yang telah dilakukan pada dua kelas dan menunjukan hasil yang sama yaitu 0,00 < 0,05. Sedangkan untuk perbedaan keefektifan yang signifikan dalam pembelajaran menulis cerita pendek bermuatan kesadaran lingkungan dengan model sinektik berbantuan media digital youtube dan e-komik berdasarkan kategori berpikir kreatif rendah. Hasil analisis data deskriptif menunjukan bahwa model sinektik berbantuan media digital komik memperoleh nilai 70,35, sedangkan pada model sinektik berbantuan media digital youtube memperoleh nilai 59,40 jauh dibawah kriteria kentuntatasan minimal yaitu 70. Berdasarkan temuan tersebut, peneliti menyarankan (1) guru sekolah dasar ketika mengajar bahasa Indonesia hendaknya menerapkan model sinketik dalam pembelajaran menulis cerita pendek karena sudah diuji keefektifannya, dan (2) peneliti dibidang pendidikan dasar hendaknya menggunakan model pembelajaran untuk mengembangkan kreativitas peserta didik dalam menulis, khusunya menulis cerita pendek

    KEMAMPUAN BERPIKIR KRITIS MATEMATIS DITINJAU DARI KEMANDIRIAN BELAJAR SISWA PADA FLIPPED CLASSROOM BERBASIS STEM

    No full text
    Setiyawan, Ali Akhmad. 2024. Kemampuan Berpikir Kritis Matematis Ditinjau dari Kemandirian Belajar Siswa Pada Flipped Classroom Berbasis STEM. Tesis. Program Studi Pendidikan Matematika. Pascasarjana. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing I Dr. Arief Agoestanto, M.Si., Pembimbing II Dr. Isnarto, M.Si. Kata kunci: Kemampuan Berpikir Kritis Matematis, Kemandirian Belajar, Flipped Classroom, STEM Salah satu penyebab rendahnya di antara siswa sekolah menengah dalam pemikiran kritis matematika adalah kurangnya keinginan/ minat mereka untuk belajar secara mandiri. Perlu model pembelajaran yang mampu meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis matematis. Studi ini menyelidiki adanya kemampuan berpikir kritis matematis jika ditinjau dari kemandirian belajar siswa melalui pendekatan Flipped Classroom berbasis STEM. Sampel diambil menggunakan teknik cluster random sampling dengan kelas XI F8 sebagai kelas eksperimen dan kelas XI F2 sebagai kelas kontrol. Kelas eksperimen akan mendapatkan flipped classroom-STEM, sedangkan kelas kontrol mendapatkan Problem Based Learning. Penelitian ini menggunakan sequential explanatory design, dimulai dengan pretest dan posttest untuk penilaian kuantitatif dari proses pembelajaran, diikuti oleh metode kualitatif seperti kuesioner, wawancara, dan pengamatan untuk analisis yang lebih mendalam. Analisis data menggunakan teknik kuantitatif, termasuk tes normalitas dan homogenitas dan tes hipotesis dalam SPSS, untuk kemudian dilanjutkan dengan metode kualitatif untuk pengurangan data, presentasi data, dan kesimpulan. Temuan ini mengungkapkan bahwa flipped classroom secara signifikan meningkatkan kemampuan siswa dalam berpikir kritis matematis, terutama menekankan pentingnya kemandirian belajar matematika. Ada perbedaan yang signifikan pembelajaran flipped classroom berbasis STEM dalam skor posttest dibandingkan dengan metode Problem Based Learning. Selain itu, penelitian ini menemukan bahwa siswa dengan kemandirian belajar yang lebih tinggi cenderung lebih efektif dalam proses berpikir kritis matematis. Hal tersebut menekankan efektivitas flipped classroom dalam mempromosikan pembelajaran secara mandiri dan meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam pendidikan matematika

    PENGEMBANGAN MEDIA PEMBELAJARAN VIDEO TUTORIAL UNTUK MENINGKATKAN HASIL BELAJAR MEMBUBUT ULIR

    No full text
    Faturochman, M,Y. 2024. Pengembangan Media Pembelajaran Video Tutorial Untuk Meningkatkan Hasil Belajar Membubut Ulir. Skripsi. Program Studi Pendidikan Teknik Mesin. Fakultas Teknik. Universitas Negeri Semarang. Pembimbing Sudiyono, S.Pd., M.Pd. Kemampuan siswa dalam memahami materi dan keterampilan dalam proses pembelajaran yang disampaikan oleh guru sangat penting untuk meningkatkan hasil belajar siswa. Namun masih banyak siswa yang mengalami kesulitan dalam proses belajar sehingga dapat berpengaruh pada hasil belajarnya khususnya pada pembubutan ulir. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kelayakan media pembelajaran video tutorial, besar peningkatan hasil belajar siswa terhadap media pembelajaran video tutorial dan efektivitas serta kepraktisan media pembelajaran terhadap hasil belajar. Penelitian ini merupakan penelitian R&D (Research and Development) dengan model ADDIE yang meliputi 1) analysis (analisis), 2) design (perancangan), 3) deveopment (pengembangan), 4) implementation (implementasi), dan 5) evaluation (evaluasi). Populasi pada penelitian ini adalah siswa kelas XI Jurusan Teknik Mesin 1 SMK Negeri 5 Semarang tahun ajaran 2023/2024. Penelitian ini menggunakan teknik pengumpulan data yaitu, observasi, wawancara, tes, dan angket. Hasil penilaian dari 3 validator pada aspek materi dan aspek media dengan rata-rata persentase sebesar 97% dan 89% dengan kriteria sangat layak. Efektifitas media ini diukur menggunakan hasil nilai posttest dengan persentase ketuntasan KKM sebesar 85,71% dalam nilai Kriteria Ketuntasan Minimum (KKM) siswa sebesar 75 dan dari perhitungan N-Gain score diperoleh sebesar 0,56 dalam kategori sedang sehingga dapat dinyatakan bahwa media ini efektif. Besar peningkatan hasil belajar siswa memperoleh sebesar 18,20 dengan persentase 52,0%. Produk akhir mendapat nilai kepraktisan rata-rata persentase seluruh aspek sebesar 94,2% sehingga dinyatakan sangat praktis. Dengan demikian diperoleh produk media pembelajaran video tutorial pada kompetensi membubut ulir yang layak, praktis, dan efektif untuk digunakan untuk meningkatkan hasil belajar pemahaman membubut ulir. Selain itu diperlukan penelitian lanjutan mengenai pengembangan media pembelajaran video tutorial pada materi pembelajaran yang lain. Kata Kunci : Penelitian dan Pengembangan, Media Pembelajaran Video Tutorial, Pembubutan Ulir

    PERBEDAAN VARIASI PROFIL TOOL TERHADAP KEKUATAN TARIK DAN IMPACT TERHADAP ALUMINIUM 2024 DENGAN METODE PENGELASAN FRICTION STIR WELDING

    No full text
    Agustiyus Hardika Tri Widekso. 2024. “Perbedaan Variasi Profil Tool Terhadap Kekuatan Tarik Dan Impact Terhadap Aluminium 2024 Dengan Metode Pengelasan Friction Stir Welding”. Pendidikan Teknik Mesin, Fakultas Teknik, Universitas Negeri Semrang. Penggunaan aluminium pada bidang industri dirgantara memiliki salah satu bahan baku yaitu aluminium karena dikenal kuat, ringan, dan tahan terhadap korosi, khususnya paduan aluminium 2024. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hasil dari pengelasan Friction Stir Welding dengan variasi 3 pin tool, yaitu segitiga, tirus berulir, dan silinder. Parameter yang digunakan kecepatan putar 1800 Rpm, travel speed 30mm/menit, plung depth 3,74 mm, sudut 1,5̊. Hasil dari pengelasan akan diuji tarik dengan standar ASTM E8 dan Uji Impact dengan standar ASTM E23. Hasil dari pengujian tarik menunjukkan kekuatan tarik terbesar diperoleh dari variasi pin tool tirus berulir sebesar 208,751 MPa. Sedangkan untuk pengujian impact harga impact terbesar diperoleh dari variasi pin tool silinder yaitu sebesar 0,814 J/mm². Jadi dapat disimpulkan untk ketangguhan material dengan menggunakan variasi pin tool tirus berulir bersifat getas. Dan ketangguhan material dengan menggunakan variasi pin tool silinder bersifat ulet. Kata kunci: Friction Stir Welding, AA2024, pengujian tarik, pengujian impact

    0

    full texts

    64,027

    metadata records
    Updated in last 30 days.
    Universitas Negeri Semarang Repository
    Access Repository Dashboard
    Do you manage Open Research Online? Become a CORE Member to access insider analytics, issue reports and manage access to outputs from your repository in the CORE Repository Dashboard! 👇